RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP ) 2
TEMATIK SIKLUS II
SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR Nama Sekolah : SD Negeri Sentul Mata Pelajaran : IPA
Tema : Kerajinan Tangan Kelas / Semester : III / 2
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. STANDAR KOMPTENSI
1. IPA
5. Menerapkan konsep energi gerak 2. BAHASA INDONESIA
8. Menggunakan kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah 4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana
B. KOMPETENSI DASAR
1. IPA
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak
2. BAHASA INDONESIA 8.1 Menulis kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
3.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana 4.1 Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana
C. INDIKATOR
1. IPA
Membuat salah satu benda yang dapat digerakkan oleh angin Menentukan rancangan yang akan dibuat
Menentukan alat dan bahan yang mudah didapat dan mudah digunakan Membuat model sesuai rancangan dengan memeperhatikan keindahan 2. BAHASA INDONESIA
Membuat kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pecahan sederhana Menuliskan kalimat pecahan sederhana dari soal cerita yang dikerjakan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. IPA
Melalui mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru tentang materi energi gerak, siswa dapat membuat kincir angin mainan dari kertas secara berkelompok maupun secara individu dengan benar.
2. BAHASA INDONESIA
Melalui mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru tentang kalimat sederhana, siswa dapat membuat kalimat sederhana.
3. MATEMATIKA
Melalui mendengarkan dam memperhatikan penjelasan guru tentang bangun datar sederhana siswa dapat menggambar bangun datar persegi dan linkaran dengan benar.
Karakter siswa yang diharapkan :
1. Disiplin
2. Rasa ingin tahu 3. Kerjasama 4. Percaya diri 5. Tanggung jawab
E. MATERI AJAR
1. IPA
Membuat kincir angin mainan dari kertas 2. BAHASA INDONESIA
3. MATEMATIKA Pecahan sederhana Bangun datar sederhana
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Metode : Ceramah, diskusi, eksperimen, tanya jawab, pemberian tugas 2. Model pembelajaran : Kooperatif
G. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1. Alat / bahan Gunting Paku Jangka Pensil Lem Kertas Sedotan 2. Sumber belajar
Buku IPA kelas 3 penerbit pusat perbukuan karangan Priyono, Titik Sayekti halaman 141-142.
Buku Fokus semester 2 kelas 3 halaman 80-81. Nara Sumber
H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I (2 x 35 menit )
I. Kegiatan awal (5 menit )
1. Guru mengucapkan salam dan memimpin do’a sebelum mulai pelajaran 2. Guru mengabsen siswa
3. Guru memberi apersepsi kepada siswa 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa
II. Kegiatan inti ( 40 menit )
1. Guru menjelaskan kepada siswa untuk mendengarkan dan memperhatikan serta mengamati alat peraga yang sedang dijelaskan yang bertujuan tercapainya pembelajaran IPA tentang materi Energi Gerak untuk membuat kincir angin dengan menggunakan metode Eksperimen.
2. Guru menjelaskan kepada siswa alat-alat yang akan digunakan yaitu gunting, paku, jangka, pensil, lem, sedotan, dan bahannya yaitu kertas bias berbentuk persegi berukuran sisi 20 cm atau lingkaran bergaris tengah berukuran 20 cm. 3. Guru menyuruh siswa untuk membagi kelompok menjadi 3 (tiga), tiap kelompok
berjumlah 3 sampai 4 siswa yang bertujuan untuk berdiskusi tentang materi energi gerak untuk membuat kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen.
4. Guru membimbing siswa dalam pembuatan kincir angin mainan dari kertas, yang bertujuan supaya siswa tidak banyak mengalami kesulitan.
5. Langkah-langkah pembelajaran membuat kincir angin mainan dari kertas :
a. Bentuklah garis diagonal pada kertas berbentuk persegi
b. Lalu buatlah pola seperti gambar disamping
c. Potonglah kertas pada garis titik-titik sampai tanda (.)
d. Satukanlah ujung-ujung kertas dibagian tengah kertas, kemudian rekatkan ujung-ujung kertas tersebut dengan lem
e. Tusuklah ditengah-tengah pertemuan ujung-ujung kertas yang sudah disatukan dan di lem tadi dengan paku
f. Lalu tusuklah sedotan atau sapu lidi seukuran yang di tusukkan pada bekas lubang paku
g. Tiuplah atau bawa larilah incir angin mainan dari kertas itu, apa yang terjadi ? Kincir angin mainan dari kertas akan berputar karena energi angin.
III. Kegiatan akhir ( 25 menit )
1. Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok maupun individu dalam pebuatan kincir angin mainan dari kertas.
2. Guru dan observer mengadakan evaluasi dalam bentuk tertulis dan pengamatan secara berkelompok maupun secara individu.
3. Guru memberi umpan balik positif dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat, dan hadiah terhadap keberhasilan siswa.
4. Guru dan observer mengadakan pemilihan remidi atau perbaikan bagi siswa yang belum tuntas, penilaian pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas.
I. PENILAIAN
Penilaian secara pengamatan hasil kerja kelompok 1. Kriteria Penilaian
NO ASPEK KRITERIA SKOR
1 2 Kerjasama Partisipasi Bekerjasama Kadang-kadang kerjasama Tidak bekerjasama Aktif berpartisipasi Kadang-kadang aktif Tidak aktif 4 3 2 4 3 2 2. Catatan :
Jumlah skor perolehan
Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Pertemuan 2 (2 x 35 menit) I. Kegiatan awal (5 menit )
1. Guru mengucapkan salam dan memimpin do’a sebelum mulai pelajaran 2. Guru mengabsen siswa
3. Guru memberi apersepsi kepada siswa 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa
II. Kegiatan inti ( 40 menit )
1. Guru menjelaskan kepada siswa untuk mendengarkan dan memperhatikan serta mengamati alat peraga yang sedang dijelaskan yang bertujuan tercapainya pembelajaran IPA tentang materi Energi Gerak untuk membuat kincir angin dengan menggunakan metode Eksperimen.
2. Guru menjelaskan kepada siswa alat-alat yang akan digunakan yaitu gunting, paku, jangka, pensil, lem, sedotan, dan bahannya yaitu kertas bias berbentuk persegi berukuran sisi 20 cm atau lingkaran bergaris tengah berukuran 20 cm. 3. Guru menyuruh siswa untuk membagi kelompok menjadi 3 (tiga), tiap
kelompok berjumlah 3 sampai 4 siswa yang bertujuan untuk berdiskusi tentang materi energi gerak untuk membuat kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen.
4. Guru membimbing siswa dalam pembuatan kincir angin mainan dari kertas, yang bertujuan supaya siswa tidak banyak mengalami kesulitan.
5. Langkah-langkah pembelajaran membuat kincir angin mainan dari kertas :
a. Bentuklah garis diagonal pada kertas berbentuk persegi
b. Lalu buatlah pola seperti gambar disamping
c. Potonglah kertas pada garis titik-titik sampai tanda (.)
d. Satukanlah ujung-ujung kertas dibagian tengah kertas, kemudian rekatkan ujung-ujung kertas tersebut dengan lem
e. Tusuklah ditengah-tengah pertemuan ujung-ujung kertas yang sudah disatukan dan di lem tadi dengan paku
f. Lalu tusuklah sedotan atau sapu lidi seukuran yang di tusukkan pada bekas lubang paku
g. Tiuplah atau bawa larilah incir angin mainan dari kertas itu, apa yang terjadi ? Kincir angin mainan dari kertas akan berputar karena energi angin.
III. Kegiatan akhir ( 25 menit )
1. Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok maupun individu dalam pebuatan kincir angin mainan dari kertas.
2. Guru dan observer mengadakan evaluasi dalam bentuk tertulis dan pengamatan secara berkelompok maupun secara individu.
3. Guru memberi umpan balik positif dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat, dan hadiah terhadap keberhasilan siswa.
4. Guru dan observer mengadakan pemilihan remidi atau perbaikan bagi siswa yang belum tuntas, penilaian pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas.
5. Tindak lanjut, guru memberi PR.
Penilaian tertulis dikerjakan secara individu
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar
!
1. Apakah kincir air itu ? Jawab :
2. Ada berapa langkah untuk membuat kincir angin sampai jadi ? Jawab :
3. Apakah kincir angin itu ? Jawab :
4. Apakah angin itu ? Jawab :
5. Coba sebutkan 3 (tiga) alat yang dapat digunakan untuk membuat kincir angin mainan dari kertas ! Jawab : Sentul, 12 April 2012 Guru kelas 3 SUWANDI NIP. 19570604 197911 1 002
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP ) 1
TEMATIK SIKLUS I
SATUAN PENDIDIKAN : SEKOLAH DASAR Nama Sekolah : SD Negeri Sentul Mata Pelajaran : IPA
Tema : Kerajinan Tangan Kelas / Semester : III / 2
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. STANDAR KOMPTENSI
1. IPA
5. Menerapkan konsep energi gerak 2. BAHASA INDONESIA
8. Menggunakan kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah 4. Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana
B. KOMPETENSI DASAR
1. IPA
5.1 Membuat kincir angin untuk menunjukkan bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi gerak
2. BAHASA INDONESIA 8.1 Menulis kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
3.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana 4.1 Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana
C. INDIKATOR
1. IPA
Membuat salah satu benda yang dapat digerakkan oleh angin 2. BAHASA INDONESIA
3. MATEMATIKA
Menggambar bangun datar, persegi, dan lingkaran.
Menuliskan kalimat pecahan sederhana dari soal cerita yang dikerjakan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. IPA
Melalui mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru tentang materi energi gerak, siswa dapat membuat kincir angin mainan dari kertas secara berkelompok maupun secara individu dengan benar.
2. BAHASA INDONESIA
Melalui mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru tentang kalimat sederhana, siswa dapat membuat kalimat sederhana dengan benar.
3. MATEMATIKA
Melalui mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru tentang bangun datar sederhana siswa dapat menggambar bangun datar persegi dan lingkaran dengan benar.
Karakter siswa yang diharapkan :
1. Disiplin
2. Rasa ingin tahu 3. Kerjasama 4. Percaya diri 5. Tanggung jawab
E. MATERI AJAR
1. IPA
Membuat kincir angin mainan dari kertas 2. BAHASA INDONESIA
Menulis kalimat sederhana 3. MATEMATIKA
Pecahan sederhana Bangun datar sederhana
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Metode : Ceramah, diskusi, eksperimen, tanya jawab, pemberian tugas 2. Model pembelajaran : Kooperatif
G. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
Gunting Paku Jangka Pensil Lem Kertas Sedotan 2. Sumber belajar
Buku IPA kelas 3 penerbit pusat perbukuan karangan Priyono, Titik Sayekti halaman 141-142.
Buku Fokus semester 2 kelas 3 halaman 80-81. Nara Sumber
H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan I (2 x 35 menit )
I. Kegiatan awal (5 menit )
1. Guru mengucapkan salam dan memimpin do’a sebelum mulai pelajaran 2. Guru mengabsen siswa
3. Guru memberi apersepsi kepada siswa 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa
II. Kegiatan inti ( 40 menit )
1. Guru menjelaskan kepada siswa untuk mendengarkan dan memperhatikan serta mengamati alat peraga yang sedang dijelaskan yang bertujuan tercapainya pembelajaran IPA tentang materi Energi Gerak untuk membuat kincir angin dengan menggunakan metode Eksperimen.
2. Guru menjelaskan kepada siswa alat-alat yang akan digunakan yaitu gunting, paku, jangka, pensil, lem, sedotan, dan bahannya yaitu kertas bias berbentuk persegi berukuran sisi 20 cm atau lingkaran bergaris tengah berukuran 20 cm. 3. Guru menyuruh siswa untuk membagi kelompok menjadi 3 (tiga), tiap kelompok
berjumlah 3 sampai 4 siswa yang bertujuan untuk berdiskusi tentang materi energi gerak untuk membuat kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen.
4. Guru membimbing siswa dalam pembuatan kincir angin mainan dari kertas, yang bertujuan supaya siswa tidak banyak mengalami kesulitan.
5. Langkah-langkah pembelajaran membuat kincir angin mainan dari kertas : a. Bentuklah garis diagonal pada kertas
berbentuk persegi
b. Lalu buatlah pola seperti gambar disamping
c. Potonglah kertas pada garis titik-titik sampai tanda (.)
d. Satukanlah ujung-ujung kertas dibagian tengah kertas, kemudian rekatkan ujung-ujung kertas tersebut dengan lem
e. Tusuklah ditengah-tengah pertemuan ujung-ujung kertas yang sudah disatukan dan di lem tadi dengan paku
f. Lalu tusuklah sedotan atau sapu lidi seukuran yang di tusukkan pada bekas lubang paku
g. Tiuplah atau bawa larilah incir angin mainan dari kertas itu, apa yang terjadi ? Kincir angin mainan dari kertas akan berputar karena energi angin.
III. Kegiatan akhir ( 25 menit )
1. Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok maupun individu dalam pebuatan kincir angin mainan dari kertas.
2. Guru dan observer mengadakan evaluasi dalam bentuk tertulis dan pengamatan secara berkelompok maupun secara individu.
3. Guru memberi umpan balik positif dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat, dan hadiah terhadap keberhasilan siswa.
4. Guru dan observer mengadakan pemilihan remidi atau perbaikan bagi siswa yang belum tuntas, penilaian pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas.
5. Tindak lanjut, guru memberi PR.
I. PENILAIAN
Penilaian secara pengamatan hasil kerja kelompok 1. Kriteria Penilaian
NO ASPEK KRITERIA SKOR
1 2 Kerjasama Partisipasi Bekerjasama Kadang-kadang kerjasama Tidak bekerjasama Aktif berpartisipasi Kadang-kadang aktif Tidak aktif 4 3 2 4 3 2 2. Catatan :
Jumlah skor perolehan
Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Pertemuan 2 (2 x 35 menit) I. Kegiatan awal (5 menit )
1. Guru mengucapkan salam dan memimpin do’a sebelum mulai pelajaran 2. Guru mengabsen siswa
3. Guru memberi apersepsi kepada siswa 4. Guru memberikan motivasi kepada siswa
II. Kegiatan inti ( 40 menit )
1. Guru menjelaskan kepada siswa untuk mendengarkan dan memperhatikan serta mengamati alat peraga yang sedang dijelaskan yang bertujuan tercapainya pembelajaran IPA tentang materi Energi Gerak untuk membuat kincir angin dengan menggunakan metode Eksperimen.
2. Guru menjelaskan kepada siswa alat-alat yang akan digunakan yaitu gunting, paku, jangka, pensil, lem, sedotan, dan bahannya yaitu kertas bias berbentuk persegi berukuran sisi 20 cm atau lingkaran bergaris tengah berukuran 20 cm. 3. Guru menyuruh siswa untuk membagi kelompok menjadi 3 (tiga), tiap kelompok
berjumlah 3 sampai 4 siswa yang bertujuan untuk berdiskusi tentang materi energi gerak untuk membuat kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen.
4. Guru membimbing siswa dalam pembuatan kincir angin mainan dari kertas, yang bertujuan supaya siswa tidak banyak mengalami kesulitan.
a. Bentuklah garis diagonal pada kertas berbentuk persegi
b. Lalu buatlah pola seperti gambar disamping
c. Potonglah kertas pada garis titik-titik sampai tanda (.)
d. Satukanlah ujung-ujung kertas dibagian tengah kertas, kemudian rekatkan ujung-ujung kertas tersebut dengan lem
e. Tusuklah ditengah-tengah pertemuan ujung-ujung kertas yang sudah disatukan dan di lem tadi dengan paku
f. Lalu tusuklah sedotan atau sapu lidi seukuran yang di tusukkan pada bekas lubang paku
g. Tiuplah atau bawa larilah incir angin mainan dari kertas itu, apa yang terjadi ? Kincir angin mainan dari kertas akan berputar karena energi angin.
III. Kegiatan akhir ( 25 menit )
1. Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok maupun individu dalam pebuatan kincir angin mainan dari kertas.
2. Guru dan observer mengadakan evaluasi dalam bentuk tertulis dan pengamatan secara berkelompok maupun secara individu.
3. Guru memberi umpan balik positif dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat, dan hadiah terhadap keberhasilan siswa.
4. Guru dan observer mengadakan pemilihan remidi atau perbaikan bagi siswa yang belum tuntas, penilaian pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas.
5. Tindak lanjut, guru memberi PR.
Penilaian tertulis dikerjakan secara individu
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar
!
1. Apakah kincir angin itu ? Jawab :
2. Apakah kincir air itu ? Jawab :
3. Ada berapa langkah untuk membuat kincir angin sampai jadi ? Jawab :
4. Apakah angin itu ? Jawab :
5. Kapal apakah yang memerlukan energi angin ? Jawab :
Sentul, 15 Maret 2012 Guru kelas 3
SUWANDI
Penilaian Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Membuat Kincir Angin Mainan Dari Kertas Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Secara Berkelompok Pada:
Siklus I
Pertemuan I
1. Kriteria Penilaian Kelompok: ………
NO ASPEK KRITERIA SKOR
1 2 Kerjasama Partisipasi Bekerjasama Kadang-kadang kerjasama Tidak bekerjasama Aktif berpartisipasi Kadang-kadang aktif Tidak aktif 4 3 2 4 3 2 Jumlah skor perolehan
Jumlah skor maksimal Nilai
2. Catatan :
Jumlah skor perolehan
Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Penilaian tertulis tentang pengertian pembuatan kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen dikerjakan secara indivu pada
siklus I
Pertemuan II
Nama : ……….. No Urut: ……….. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar:
1. Apakah kincir angin itu ? Jawab :
2. Apakah kincir air itu ? Jawab :
3. Ada berapa langkah untuk membuat kincir angin sampai jadi ? Jawab :
4. Apakah angin itu ? Jawab :
5. Kapal apakah yang memerlukan energi angin ? Jawab :
Catatan rumus menilai.
1. Tiap nomor nilai benar, skor nilai 5, nilai kurang benar kebijaksanaan guru. 2. Jumlah skor maksimal 25.
Jumlah skor perolehan
3. Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Kunci jawaban:
1. Kincir yang digerakkan oleh angin 2. Kincir yang digerakkan oleh air 3. 7 langkah
4. Udara yang bergerak 5. Kapal layar
Penilaian Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Membuat Kincir Angin Mainan Dari Kertas Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Secara Berkelompok Pada:
Siklus II
Pertemuan I
1. Kriteria Penilaian Kelompok: ………
NO ASPEK KRITERIA SKOR
1 2 Kerjasama Partisipasi Bekerjasama Kadang-kadang kerjasama Tidak bekerjasama Aktif berpartisipasi Kadang-kadang aktif Tidak aktif 4 3 2 4 3 2 Jumlah skor perolehan
Jumlah skor maksimal Nilai
2. Catatan :
Jumlah skor perolehan
Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Penilaian tertulis tentang pengertian pembuatan kincir angin mainan dari kertas dengan menggunakan metode eksperimen dikerjakan secara indivu pada
siklus II
Pertemuan II
Nama : ……….. No Urut: ……….. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar:
1. Apakah kincir air itu ? Jawab :
2. Ada berapa langkah untuk membuat kincir angin sampai jadi ? Jawab :
3. Apakah kincir angin itu ? Jawab :
4. Apakah angin itu ? Jawab:
5. Coba sebutkan 3 (tiga) alat yang dapat digunakan untuk membuat kincir angin mainan dari kertas!
Jawab:
Catatan rumus menilai.
1. Tiap nomor nilai benar, skor nilai 5, nilai kurang benar kebijaksanaan guru. 2. Jumlah skor maksimal 25.
Jumlah skor perolehan
3. Nilai : X 100 Jumlah skor maksimal
Kunci jawaban:
1. Kincir yang digerakkan oleh air 2. 7 langkah
3. Kincir yang digerakkan oleh angin 4. Udara yang bergerak
5. Kertas, gunting, lem
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
IPATENTANG PENERAPAN
KONSEP ENERGI GERAK
PADA SISWA KELAS III
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Pada Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
Oleh
SUWANDI
NIM. 262010072
PROGRAM SARJANA (S1) KEPENDIDIKAN BAGI GURU DALAM
JABATAN (PSKGDJ) PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS
KEGURUANDAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN
SATYA WACANA
SALATIGA
Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dan pasar bebas
Pengetahuan yang benar pada saat ini mungkin tidak benar
pada masa yang akan datang.
Peran guru dalam kelas
Proses belajar mengajar .
Pembelajaran yang berhasil
Manusia sebagai makhluk yang mempunyai ciri-ciri atau
kekhasan sendiri
1.2.1 Identifikasi Masalah
Setelah peneliti melaksanakan tes prasiklus
diperoleh informasi bahwa hasil belajar IPA
tentang energi gerak pada siswa kelas III SD
Negeri Sentul masih rendah. Pemerolehan nilai
rata-rata 64,09. Masih dibawah KKM. Adapun
KKM pelajaran IPA kelas III SD Negeri Sentul 65.
Dari 11 siswa yang mengikuti tes sebelum
diadakan penelitian. 5 anak sudah mencapai KKM
(45 %). Adapun yang 6 anak belum mencapai
KKM (55%)
•
Perlunya memberi motifasi kepada siswa.
•
Penggunaan metode yang kurang tepat.
•
Penyampaian materi yang kurang
menarik
bagi siswa.
•
Penggunaan bahasa yang kurang dipahami siswa.
Bagaimana menerapkan metode eksperimen untuk
meningkatkan hasil belajar IPA tentang energi gerak
pada siswa kelas III SD Negeri Sentul Tahu Pelajaran
2011/2012.
Untuk mengatasi masalah yang muncul pada prasiklus diatas,
peneliti menerapkan metode eksperimen dalam pembelajaran
yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari :
perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Hasil
yang diharapkan adalah terjadinya peningkatan hasil belajar
siswa tentang energi gerak.
Penulisan Penelitian Tindakan Kelas PTK ini bertujuan untuk
:
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui
metode eksperimen tentang energi gerak pada siswa kelas
III SD Negeri Sentul.
Bagi guru
Bagi siswa
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Hakikat Belajar
Untuk mendapatkan pengertian yang objektif tentang
belajar maka dibawah ini ada beberapa pendapat ahli
psikologi
Belajar adalah suatu aktifitas mental atau psikis yang berlangsung dalam
interaksi aktif dengan lingkugan yang menghasilkan perubahan dalam
pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel, 1983:15).sedangkan
menurut Gagne dalam Dahar (1989:11) belajar adalah suatu proses dimana
suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Tabrani
Ruyan (2006) menyatakan belajar adalah suatu proses perubahan individu
melalui interaksi dengan lingkungan. Kemudian Rahadi (2003) mengemukakan
hal yang senada bahwa belajar adalah merupakan usaha yang dilakukan
Berbicara tentang hasil belajar ada beberapa pendapat
yaitu:
Dalam kamus bahasa Indonesia dikatakan kata hasil
belajar sering disebut prestasi belajar (Poerdarmanto:
1976). Menurut Arifin (1999: 70) kata prestasi juga berarti
kemampuan keterampilan, sikap seseorang dalam
menyelesaikan sesuatu. Tri Anni (2004: 4) mengatakan
hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh
setelah mengalami aktivitas belajar.
Dari beberapa pengertian belajar dan hasil belajar
diatas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah usaha
yang dilakukan seseorang dalam proses perubahan
tingkah laku yang merupakan hasil sendiri.
Sedangkan pengertian prestasi adalah hasil belajar
yang dicapai siswa dalam bidang studi tertentu
dengan menggunakan tes standar sebagai alat
pengukur keberhasilan belajar seseorang
Dorongan ingin tahu telah terbentuk secara kodrati
Perolehan yang didapat melalui percobaan
Pola memecahkan masalah dengan menggunakan metode
ilmiah dianut orang secara umum
Memberi pengetauan tentang berbagai jenis dan lingkungan alam dan
lingkungan dalam kaitan dengan manfaatnya bagi kehidupan
sehari-hari.
Mengembangkan keterampilan proses.
Mengembangkan wawasan sikap dan nilai yang berguna bagi siswa
untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan
yang saling mempengaruhi antara kemajuan IPA dan
teknologi.
Mengembangkan kemampuan untuk menerapkan
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta keterampilan
yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk
melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Penilaian merupakan salah satu komponen system
pengajaran untuk mengetahui apakah tujuan yang telah
dirumuskan dapat tercapai. Sebagai alat penilai hasil
pencaaian tujuan dalam pembelajaran, penilaian dilakukan
secara terus-menerus. Hasil penilaian bermanfaat untuk
umpan balik (feed back) dari proses belajar yang
•
Memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan
kehidupan sehari-hari.
•
Memiliki ketrampilan proses untuk mengembangkan
pengetahuan dan gagasan tentang alam sekitarnya.
•
Sikap ingin tahu, tekan, terbuka, kritis, mawas diri, bertanggung
jawab, bekerja sama dan mandiri.
•
Mampu menggunakan teknologi sederhana dalam kehidupan
sehari-hari.
•
Mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar
sehingga menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
(Depdikbud, 1994 : 130).
•
Penilaian perbuatan untuk mengetahui kemampuan sisawa
dalam menguasai beberapa keterampilan tertentu.
•
Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan cara kerja
anak, selama melakukan kegiatan dan menguji coba alat
kerja.
•
Penilaian hasil kerja anak lebih menekankan pada proses
dan perilaku sikap teknologi bukan hanya menilai produk
saja. (Depdikbud, 1999 : 109-110).
1.
Pendekatan faktual
2.
Pendekatan konseptual
•
Mengaktifkan motivasi.
•
Member tahu pembelajaran tentag tujuan-tujuan belajar.
•
Mengarahkan perhatian.
•
Merangsang ingatan.
•
Menyediakan bimbingan belajar.
•
Membantu transfer belajar.
•
Memperhatikan dan member umpan balik. Noehi Nasution,
1.
Guru menjelaskan kepada siswa untuk mendengarkan dan memperhatikan
serta mengamati alat peraga yang sedang dijelaskan yang bertujuan
tercapainya pembelajaran IPA tentang materi Energi Gerak untuk
membuat kincir angin dengan menggunakan metode Eksperimen.
2.
Guru menjelaskan kepada siswa alat-alat yang akan digunakan yaitu
gunting, paku, jangka, pensil, lem, sedotan, dan bahannya yaitu kertas
bias berbentuk persegi berukuran sisi 20 cm atau lingkaran bergaris
tengah berukuran 20 cm.
3.
Guru menyuruh siswa untuk membagi kelompok menjadi 3 (tiga), tiap
kelompok berjumlah 3 sampai 4 siswa yang bertujuan untuk berdiskusi
tentang materi energi gerak untuk membuat kincir angin mainan dari
kertas dengan menggunakan metode eksperimen.
4.
Guru membimbing siswa dalam pembuatan kincir angin mainan dari
kertas, yang bertujuan supaya siswa tidak banyak mengalami kesulitan.
1.
Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok maupun
individu dalam pebuatan kincir angin mainan dari kertas.
2.
Guru dan observer mengadakan evaluasi dalam bentuk
tertulis dan pengamatan secara berkelompok maupun
secara individu.
3.
Guru memberi umpan balik positif dalam bentuk lisan,
tertulis, isyarat, dan hadiah terhadap keberhasilan siswa.
4.
Guru dan observer mengadakan pemilihan remidi atau
perbaikan bagi siswa yang belum tuntas, penilaian
pengayaan bagi siswa yang sudah tuntas.
•
Siswa aktif mengalami atau membuktikan sendiri.
•
Siswa dapat membuktikan sendiri teori-teori yang pernah
diterima.
•
Siswa mendapat kesempatan melakukan langkah-langkah
•
Akan kurang berhasil apabila alat-alat dan bahan yang tersedia tidak
mencukupi kebutuhan siswa.
•
Kemungkinan tidak akan membawa hasil yang diharapkan apabila
siswa belum cukup pengalaman.
•
Kadang-kadang ada eksperimen yang waktunya panjang, sehingga
Metode eksperimen adalah suatu metode dimana siswa
melakukan percobaan atau pekerjaan dalam pelajaran
tertentu yang telah diperagakan atau didemonstrasikan
oleh guru secara berkelompok atau individu.
Kondisi
awal
Kerangka berfikir
Pembelajaran belummenggunakan metode eksperimenHasil belajar siswa rendah
TINDAKAN
pembelajaran sudah menggunakan metode daneksperimen
Siklus I
Siklus II
Diduga pembelajaran IPAmelalui metode eksperimen dapat meningkatkan hasil
belajar siswa
Kondisi
Diduga menggunakan Metode Eksperimen dapat
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Energi gerak
pada siswa kelas III SD Negeri Sentul Tahun Pelajaran
2011/2012.
3.1 Setting Penelitian
a.
Lokasi penelitian
b.
Waktu penelitian
c.
Subjek penelitian
d.
Materi pelajaran
1.
Jenis Variabel
Ada 2 Variabel dalam penelitian ini
a.
Variable independen/bebas
b.
Variabel dependen/ terikat
2. Hubungan antar variabel
Dapat digambarkan
-
Pendekatan penelitian
-
Jenis penelitian
-
Mengapa disebut PTK?
Recana Tindakan Refleksi Observasi Pelaksanaan Tindakan Siklus I Rencana Tindakan Refleksi Observasi Siklus II Pelaksanaan Tindakan Siklus Berikutnya (Suharsimi Arikunto, 2008; 16).
- engidentifikasi energi gerak melalui pengamatan
- Menafsirkan energi berdasarkan pengamatan
- Menjelaskan energi gerak serta kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Jenis data yang digunakan berupa siswa yaitu melalui
kegiatan analisis hasil pembelajaran tentang energi gerak
dan sumber data yang lain teman sejawat yaitu melalui
wawancara dengan guru kelas III SD Negeri Sentul hail
proses pembelajaran tentang energi gerak.
1.
Perencanaan
2.
Pelaksanaan
-
Pra pembelajaran
-
Awal pembelajaran
-
Inti pembelajaran
-
Akhir pembeajaran
3. Pengamatan
4. Refleksi
Kekurangan dalam pelaksanaan perbaikan :
1. Ada 6 siswa yang belum aktif dalam pembelajaran.
2. Peningkatan hasil belajar beberapa siswa belum optimal.
Kelebihan dalam pelaksanaan perbaikan.
1. Perhatian siswa dalam pembelajaran siswa meningkat.
2. Terjadi peningkatan hasil belajar cukup tinggi pada
1.
Perencanaan
2.
Pelaksanaan
-
Awal pembelajaran
-
Inti pembelajaran
-
Akhir pembeajaran
3 Pengamatan
4. Refleksi
1.Tes
2. Observasi
3.9.1 Alat pengumpulan Data
3.9.2 Validasi Data
3.9.3 Analisis Data
4.1 Lokasi penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Kelas III SD Negeri
Sentul Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang .
4.2 subyek Penelitian
Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri
Sentul Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang yang
berjumlah 11 siswa dengan laki-laki 4 dan 7 siswa
perempuan
PELAKSANAAN TINDAKAN KONDISI AWAL PRA SIKLUS
Frekwesi Prosentase Tuntas 5 45 % Belum tuntas 6 55 % Jumlah 11 100 % Rata-rata 6 Nilai Tertinggi 85 Nilai Terendah 401.
Perencanaan
Frekwensi Prosentase Tuntas 9 82 % Belum tuntas 2 18 % Jumlah 11 100 % Rata-rata 72 Nilai Tertinggi 85 Nilai Terendah 45
82 % tuntas 18 % belum tuntas
Hasil Belajar Siklus I
Pada pertemuan kedua kegiatan guru dalam memberikan
materi pembelajaran diamati oleh observer. Pengamatan ini
dilakukan dengan lembar observasi kegiatan guru dan
Sebelum melakukan tindakan pada siklus II diakan
refleksi proses pembelajaran. Reflesi diadakan dengan
melibatkan teman sejawat
1.
Perencanaan
Hasil refleksi pada siklus I dengan teman sejawat menjadi
salah satu pertimbangan untuk melaksanakan pendekatan
yang lebih baik lagi
2. Pelaksanaan
Tindakan awal siklus II guru menjelaskan materi Energi
Gerak dengan memberikan benda yang sesuai dengan
materi dan memberikan contoh soal yang harus dikerjakan
dengan kelompok untuk menemukan penemuaan sesuai
dengan materi yang sudah disiapan oleh guru
Frekwensi Prosentase Tuntas 10 91 % Belum tuntas 1 9 % Jumlah 11 100% Rata-rata 73 Nilai Tertinggi 90 Nilai Terendah 40
Tabel 4.4 Distribusi frekuensi hasil belajar siklus II Kelas III
SDN Sentul
91 % 9 %
0 0
Hasil Belajar Siklus II
tuntas belum tuntas
Kegiatan dari siklus II yang dilakukan oleh observer sudah
menunjukan hasil yang lebih baik dari siklus I. Terbukti
bahwa hasil belajar siswa meningkat yang tuntas 10 siswa
( 91 % ) dan nilai rata-rata 73 maka kegiatan oleh guru
yang dilakukan dengan kreteria baik
Pada akhir kegiatan refleksi siklus II diadakan
refleksi proses pembelajaran yang telah dilakukan
dengan melibatkan teman sejawat selaku observer
Data yang diperoleh dari pengamatan dalam
penelitian meliputi hasil pembelajaran baik dari siklus
I dan siklus II sebgai berikut:
Aktifitas Mengajar Nilai Presentase Kreteria
Siklus I 82 % Baik
Siklus II 91% Baik
Tabel 4.6 Perbandingan kegiatan guru mengajar
dengan menggunakan metode Eksperimen
Nilai Tuntas Tidak Tuntas Rata-rata Nilai
Pra Siklus 5 6 64
Siklus I 9 2 72
Siklus II 10+1 0 73
Tabel 4.7 Perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa kelas III
SDN Sentul Pra siklus, siklus I, siklus II
Pengertian hasil belajar adalah kemampuan yang memiliki
siswa setelah melaksanakan pengalaman belajarnya. Dari
analisis data yang didapat perbandingan peningkatan
ketuntasan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dengan
tabel dibwah ini.
No Uraian Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai Rata-Rata Kelas 64 72 73
2 Ketuntasan 45 % 82 % 91 % 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Tuntas Belum tuntas
Tabel 4.8 Perbndingan ketuntasan hasil belajar siswa kelas III SDN Sentul Pra siklus, Siklus I, Siklus II
Tabel 4.9 Perbndingan ketuntasan hasil belajar siswa kelas III SDN Sentul Pra siklus, Siklus I, Siklus II pada diagram batang
Berdasarkan hasil analisis belajar siswa menunjukan bahwa hasil
belajar IPA tentang Energi Gerak siswa kelas III SD Negeri Sentul
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang mengalami peningkatan
setelah menggunakan metode Eksperimen.Hal ini dapat dilihat dari
hasil penelitian dari pra siklus, Siklus I, Siklus II dengan ketuntasan
belajar siswa pada pra siklus yang tuntas 45 % , siklus I 82 %, siklus
II 91% dan rata-rata nilai pada pra siklus 64, siklus I 72, siklus II
73. Hasil dari penelitian tersebut sudah meningkat dari yang
direncanakan indikator kinerja ≥80 dan secara umum dapat
dikatakan bahwa metode Eksperimen yang diberikan guru pada
siswa kelas III SD Negeri Sentul dari siklus I dan siklus II ada
peningkatan yang baik dan disarankan penggunaan metode
Eksperimen diberikan pada siswa yang berkategori konvensional
karena penggunaan metode Eksperimen ini membutuhkan
kemampuan untuk dapat menemukan sendiri.
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan metode
Eksperimen dalam pembelajaran IPA di kelas III SD Negeri Sentul
Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang hasil belajar siswa tentang
Energi Gerak. Hal ini dapat dilihat daya serap siswa sehingga
mengakibatkan meningkatnya ketuntasan klasikal hasil belajar siswa
dan rata-rata nilai dalam kelas.Sebelum diberikan metode Eksperimen
pada kondisi awal ketika penulis belum melaksanakan suatu tindakan,
ketuntasan belajar hanya 45 % yang tuntas dari 11 siswa. Setelah
kegiatan pembelajaran dilakukan dengan metode Gruop Investigation
siswa kelas III SD Negeri Sentul dapat meningkat. Pada siklus I
ketuntasan belajar yang di capai 82 % sedangkan pada siklus II yang
tuntas 91% dengan batas KKM ( 65 ).
a. Guru dalam pembelajaran penggunaan metode Eksperimen
membuat siswa lebih tanggung jawab dan berinteraksi, Guru
dapat menggunakan metode Eksperimen ( GI ) karena dalam
penelitian ini siswa terbukti dapat meningkatkan hasil belajar
IPA.
b. Sekolah diharapkan untuk mendukung setiap kreatifitas
guru dan siswa, serta memberi kesempatan bagi guru untuk
mencoba metode Eksperimen itu sangat tepat dalam
menyampaikan pembelajaran serta media-media yang
digunakan.
c. Siswa supaya memperhatikan setiap materi pembelajaran
yang disampaikan oleh guru dan jangan malu atau takut
untuk bertanya kalau ada materi yang belum dipahamiatau
ada sesuatu hal yang belum diketahui.
Abin Syamsudin (1996). Profesi keguruan Jakarta Universitas terbuka Arifin (1996:70). Prestasi disebut juga hasil belajar
Arsyad Azhar (2004). Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada. Arikunto (2002:96). Penelitian Tindakan Kelas.
Depdikbud (1997:87). Mengembangkan kemampuan untukmenerapkan pengetahuan teknologi (IPTEK)
Depikbud (1994:130).Memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar. Dedikbud (1999:109-110). Penilaian adalah hasil kerja anak.
Gagne dlam Dakar (1989:11). Belajar adalah suatu proses dimana organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengenalan.
Haryanto (2004). Sains Kelas VI SD. Erlangga
Hendro Darmodjo dan Kaligis (1991): 3-5). Pendidikan IPA. Jakarta Depdikbud. Muhammad Ali (1983:131). Hasil Penelitian Bermanfaat Untuk Umpan Balik Neohi Nasution (1998:43). Memperhatikan dan member umpan balik
Purdarmanto (1976). Belajar sering disebut prestasi belajar
Rohadi (2003). Belajar adalah suatu usaha seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya. Rusna (1998). Pendidikan IPA di SD. Jakarta Universitas Terbuka.
Salamah (2003). Proses pembelajaran IPA dengan metode Eksperimen. Tabrani Ruyan (2006). Belajar adalah suatu proses perubahan individu. Tri Anni Chaharina (2004). Psikologi Belajar. Semarang UPTMKK UNS.