BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif berupa kata kata tertulis maupun lisan dari orang otang. dan perilaku yang diamati (Moleong, 2007: 3).

Teks penuh

(1)

30 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini digunakan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis maupun lisan dari orang – otang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2007: 3).

Menurut Sugiyono, metode penelian kualitatif disebut sebagai metode baru dan karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme dinamakan metode postpositivisme. Metode ini disebut metode artistik dikarenakan proses penelitian ini lebih bersifat seni (kurang terpola) dan karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan di lapangan, disebut metode interpretive. (Sugiyono, 2014:7).

Dalam hal ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana penelitian kualitatif lebih memungkinkan untuk menangkap realita ganda (multiple realities), dan mendeskripsikan situasi secara komprehensif dalam konteks yang sesungguhnya. Pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan deskriptif, dimana penulis disini hanya menggambarkan fenomena yang terjadi dalam lingkup masyarakat.

(2)

31 3.2. Tipe penelitian

Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif kualitatif. Deskriptif adalah cara penelitian dengan menginterpretasi serta menggambarkan suatu objek dalam hal ini pola komunikasi masyarakat di RW 07 Kelurahan Purwantoro Malang dengan kenyataan yang ada, tanpa dilebih-lebihkan.

3.3. Waktu dan Lokasi Pengambilan Data

Waktu pengambilan data dilakukan pada bulan September 2017. Penelitian ini dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Purwantoro Kota Malang. Berdasarkan fenomena yang ada, peneliti hanya melihat subyek aktif. Peneliti melihat adanya hubungan yang harmonis diantara ketiga etnis ini, jarang bahkan hampir tidak pernah ada bentrok atau keributan antar ketiga etnis ini.

Keharmonisan ini dapat dilihat dari bagaimana mereka berinteraksi dengan kompak, berpartisipasi pada setiat kegiatan yang dibuat oleh warga, seperti kerja bakti, perayaan 17 Agustus bahkan kegiatan keagamaan. Adanya pernikahan antar etnis di RW 07 Kelurahan Purwantoro Kota Malang juga merupakan salah satu bukti bahwa etnis-etnis tersebut hidup di lingkungan yang sama dengan harmonis. Sebenarnya banyak sekali etnis yang ada di kota Malang seperti etnis Bawean, Arab, Banjar, Madura, Tionghoa, dll. Tetapi pada penelitian ini lebih difokuskan pada penelitian komunikasi antar etnis Jawa, Madura dan Tionghoa, karena ketiga etnis ini telah berkumpul menjadi satu komunitas dalm lingkungan mereka. Mereka saling

(3)

32 berinteraksi satu sama lainnya tetapi juga tetap mempertahankan kebudayaan yang mereka anut.

3.4. Subjek Penelitian

Penting untuk memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan menurut Suharsimi Arikunto (1989). Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian memiliki peran yang sangat strategis karena pada subjek penelitian itulah data tentang variable yang penelitian akan amati.

Jumlah subjek penelitian ini ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu menerangkan bahwa purposive sampling memiliki kata-kata kunci: kelompok yang dipertimbangkan secara cermat (instuisi) dan kelompok terbaik (yang dinilai akan memberi informasi yang cukup) untuk dipilih menjadi responden penelitian. (Hamidi, 2008:89).

Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 6 (Enam) orang, dimana kiriteria subjek penelitian di RW 07 Kelurahan Purwantoro Malang, adalah sebagai berikut:

a. Etnis Jawa, Madura dan Tionghoa yang bertempat tinggal di RW 07 Kelurahan Purwantoro Malang yang mempunyai reputasi mampu berbaur dengan lingkungan sekitar dengan baik.

b. Pernah terlibat dalam komunikasi antar budaya ketiga etnis tersebut secara intens sehingga memiliki kompetensi untuk memberikan data atau informasi kepada peneliti tentang komunikasi antar budaya.

(4)

33 Berdasarkan kriteria subjek yang telah ditentukan, peneliti memilih 6 orang warga RW 07 Kelurahan Purwantoro Malang yaitu :

No Nama Usia Agama Pendidikkan Etnis

1 Sukirno 55 tahun Islam SLTA Jawa

2 Wahyu Widodo 35 Tahun Islam SLTA Jawa 3 Ivony 37 tahun Katolik SLTA Tionghoa

4 Reo 20 tahun Katolik SLTA Tionghoa

5 Nur Cholis 32 tahun Islam SMK Madura 6 Wiwin Yuniarsih 29 Tahun Islam S1 PGSD Madura

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Observasi

Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipasi lengkap (Complete participation) untuk terlibat langsung dengan kegiatan sehari-hari etnis yang sedang diamati. Penulis mencoba melakukan pengamatan, meneliti, dan ikut serta merasakan kegiatan dari etnis-etnis tersebut tanpa disadari oleh etnis-etnis tersebut saat etnis tersebut sedang diteli. Dengan Observasi Partisipasi, peneliti akan mendapatkan data secara rinci dan jelas proses komunikasi yang dilakukan oleh etnis-etnis tersebut. b. Wawancara

Menurut Esterberg (2002) “a meeting of two persons to exchange information and idea through question ans responses,

(5)

34 resulting in communication and joint construction of meaning about a particular topic”.(Sugiyono, 2014:231). Wawancara merupakan pertukaran informasi dan ide melalui tanya jawab oleh dua orang yang bertemu sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

Menurut Susan Stainback (1988), “Interview provide the researcher a means to gain a deeper understanding of how the participant interpret a situation or phenomenon than can be gained through observation alone”(Sugiyono, 2014:232). Dengan dilakukan wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam sehingga dapat menginterpresentasikan situasi dan fenomena yang tidak biasa ditemukan melalui observasi.

Dalam tahap ini peneliti lebih banyak menggali pengalaman masing-masing individu dengan mengajukan pertanyaan yang memancing mereka untuk bercerita.

c. Dokumentasi

Dokumen bisa berupa tulisan (ceritan, biografi, peraturan, kebijakan), gambar (foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain) atau karya (karya seni seperti lukisan, patung, film dan lain-lain). Dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dengan adanya dokumentasi, peneliti ingin mendapatkan data yang kredibel apabila didukung dengan dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian.

(6)

35 3.6. Teknik Analisis Data

Seperti yang dianjurkan oleh Miles dan Huberman (dalam Muslimin, 2016:80), peneliti mengikuti langkah-langkah yaitu: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) pengambilan kesimpulan dan verifikasi.

Reduksi data adalah kegiatan memilih hal-hal yang pokok dan difokuskan kepada hal-hal penting yang berhubungan dengan penelitian dengan cara merangkum kembali. Rangkuman tersebut disusun secara sistematis sehingga memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil yang diperoleh, selain itu dengan susunan yang sistematis juga akan mempermudah pencarian kembali saat data tersebut diperlukan. Pola bentuk matriks juga dibuat untuk mempermudah melihat hasil rangkuman, karena memperlihatkan gambaran keseluruhan atas bagian-bagian tertentu dari hasil penelitian.

Makna akan tercipta saat pola yang tampak pada display data ditarik kesimpulan. Seperti yang telah dijelaskan, dalam penelitian ini proses analisis dilakukan sejak data awal dikumpulkan. Oleh karena itu pada awal jika ditarik kesimpulan maka masih bersifat sangat tentatif dan kabur. Verifikasi dilakukan sepanjang penelitian untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih “grounded”. Hal ini terebut dilakukan untuk menjamin tingkat kepercayaan hasil penelitian. Berikut adalah diagram tentang analisa data menurut Milles dan Huberman (Muslimin, 2016:80).

(7)

36 Gambar 1

Analisis Interaktif

3.7. Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas dari hasil penelitian. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dilaporkan oleh peneliti. Sedangkan reabilitas menurut Susan Stainback (1988) berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan.

Dalam pandangan kualitatif atau positivistik, saat dua peneliti atau lebih dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau saat penelitian dilakukan dalam waktu yang berbeda oleh peneliti sama menghasilkan data yang sama atau sekelompok data yang jika dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda, dengan begitu suatu data dapat dinyatakan reliable. Data, dimana temuan atau data dapat dinyatakan valid yang dibuktikan dengan tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan oleh peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi

Data Collection

Data reduction Conclusion drawing, verifying Data display

(8)

37 pada objek leewat bukti wawancara serta observasi adalah hal yang diuji dalam penelitian kualitatif.

Akan tetapi kebenaran realitas data pada penelitian kualitatif bersifat jamak dan tergantung pada tiap konstruksi manusia yang dibentuk dalam diri seorang sebagai hasil proses hidup seseorang dengan berbagai latar belakangnya.

Peneliti menggunakan metode triangulasi data untuk mendapatkan validitas data yang valid. Dalam pengujian kredibilitas ini, triangulasi diartikan sebagai pengencekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu (Sugiyono, 2014:274). Namun disini peneliti hanya menggunakan 2 teknik triangulasi data, yaitu :

1. Triangulasi sumber

Triangulasi sumber dilakukan untuk menguji kredibilitas dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari berbagai sumber. 2. Triangulasi teknik

Kredibilitas data diuji melalui triangulasi teknik dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda Dalam hal ini, data hasil wawancara kemudian dicek dengan hasil observasi.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :