Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. 2007. Performa Bisnis Asuransi Jiwa, AAJI,
Jakarta
Abas Salim. 1999. Dasar-dasar Asuransi (Principle of Insurance), Citra Niaga
Rajawali Pers, Jakarta
Http://informasi-asuransi.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/solvabilitas
http://en.wikipedia.org/wiki/return_on_equity
http://asuransindo.wordpress.com/2010/08/17/sejarah-asuransi-jiwa/
Ikatan Akuntansi Indonesia. 1996. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan,
Salemba Empat, Jakarta.
InfoBank Edisi Juli 2008. Vol. XXX
InfoBank Edisi Juli 2009. Vol. XXXI
InfoBank Edisi Juli 2010. Vol. XXXII
InfoBank Edisi Juli 2011. Vol. XXXIII
Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No.KEP-3607/LK/2004
Tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum Bagi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
Munawir.2004. Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta
Tribendadi C. 2007. Langkah Mudah Menguasai Statistik Menggunakan SPSS 20,
Andi, Yogyakarta Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992
No
Keterangan
2007
2008
2008
2009
2009
2010
1
Asuransi Jiwa Adisarana Winaartha
191.95 1.83 186.62 2.12 136.80 43.542
Indolife Pensiontama
222.13 2.87 338.55 3.70 334.75 3.803
AXA Financial Indonesia
303.00 26.56 379.00 63.07 450.00 30.254
Asuransi Jiwa Sequis Life
188.00 19.93 173.00 25.23 208.00 24.975
Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
256.06 18.99 286.39 28.65 212.41 16.63 6Asuransi Allianze Life Indonesia
255.00 36.21 306.00 32.66 428.00 28.107
BNI Life Insurance
158.52 21.52 289.65 13.40 209.97 4.978
Asuransi Jiwa Sinarmas
129.92 28.36 193.96 27.68 301.31 46.039
Avrist Assurance
357.00 10.69 309.00 27.03 329.00 16.9110
AIA Financial
238.00 10.69 208.00 28.95 379.00 19.4811
Asuransi Jiwa Megalife
125.51 3.81 134.61 36.09 151.26 16.1612
Asuransi CIGNA
243.00 44.60 269.00 51.55 365.00 39.1313
Heksa Eka Life Insurance
82.96 14.45 127.00 11.76 215.00 8.8014
Sun Life Financial Indonesia
242.00 11.68 238.00 34.28 239.00 19.66 15Asuransi Jiwa Central Asia Raya
182.63 1.33 160.00 11.17 204.00 12.10No Keterangan 2007 2008 2009 2010 RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri 1
Commonwealth Life
336.00 45.67 404.00 41.07 505.00 43.97 609.00 38.482
Prudential Life Assurance
362.00 33.00 206.00 144.47 420.00 151.88 766.00 100.543
Asuransi Jiwa Adisarana Winaartha
191.95 3.17 186.62 1.83 136.80 2.12 144.57 43.544
Indolife Pensiontama
222.13 1.04 338.55 2.87 334.75 3.70 375.72 3.805
Panin Life
723.00 11.65 729.00 9.12 675.00 10.34 207.00 23.186
AXA Financial Indonesia
303.00 40.56 379.00 26.56 450.00 63.07 325.00 30.257
Asuransi Jiwa Sequis Life
188.00 25.26 173.00 19.93 208.00 25.23 263.00 24.978
Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
256.06 30.19 286.39 18.99 212.41 28.65 236.61 16.639
Asuransi Jiwasraya
0.00 0.00 153.00 3.67 139.51 57.32 155.74 22.6910
Asuransi Allianze Life Indonesia
255.00 34.00 306.00 36.21 428.00 32.66 499.00 28.10 11Asuransi Jiwa Bringin Jiwa
Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
18
Asuransi CIGNA
243.00 46.34 269.00 44.60 365.00 51.55 491.00 39.1319
Heksa Eka Life Insurance
82.96 36.60 127.00 14.45 215.00 11.76 145.00 8.8020
Sun Life Financial Indonesia
242.00 3.93 238.00 11.68 239.00 34.28 319.00 19.6621
Great Eastern Life Indonesia
611.30 -37.61 450.30 -44.14 643.00 -31.04 604.60 -124.95 22Asuransi Jiwa Central Asia Raya
182.63 17.26 160.00 1.33 204.00 11.17 377.00 12.1023
Equity Life Indonesia
135.59 13.71 155.11 -2.58 224.52 9.22 237.43 10.6524
CIMB Sun Life
0.00 0.00 48,599.00 26.72 1,620.00 -68.93 604.00 -88.9525
AXA Life Indonesia
424.00 26.39 305.00 -16.98 531.00 65.26 708.00 42.0426
Asuransi Aviva Indonesia
196.00 20.33 286.00 27.82 227.00 21.75 266.00 -24.1427
Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya
122.00 48.72 -418.00 -361.29 -366.64 -14.15 -963.81 -54.8528
Asuransi Jiwa Kresna
50.00 -156.68 924.52 -29.67 555.65 14.97 256.48 34.1229
Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
0.00 0.00 -1,114.51 4.27 -76.10 29.95 373.04 71.6030
ACE Life Assurance
401.76 19.41 527.90 9.01 1,618.17 -22.67 736.81 -54.0031
Asuransi Jiwa Generali Indonesia
0.00 0.00 2,241.22 -9.54 1,010.63 -55.81 484.67 -74.08 32Asuransi Jiwa Sequis Financial
188.00 25.26 896.00 18.82 208.00 25.23 1,363.00 5.5337
MAA Life Assurance
137.00 3.06 556.00 3.81 395.00 1.11 137.00 -72.2638
Multicor Life Insurance
0.00 0.00 1,956.57 2.21 1,204.85 1.35 1,036.08 -0.77E
X
P
O
S
U
R
E
D
R
A
F
T
PSAK No. 36
17
Desember 2010 (revisi 2010)
E
XPOSURE
D
RAFT
P
ERNYATAAN
S
TANDAR
A
KUNTANSI
K
EUANGAN
A
KUNTANSI
A
SURANSI
J
IWA
Exposure draft ini dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 31 Maret 2011
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
IKATAN AKUNTAN INDONESIA
ED No.
36
(revisi 2010)
PERNYATAAN
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
AKUNTANSI ASURANSI JIWA
Hak cipta © 2010, Ikatan Akuntan Indonesia
Dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng
Jakarta 10310
Telp: (021) 3190-4232 Fax : (021) 724-5078
email: [email protected], [email protected] Desember 2010
Exposure draft diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan untuk menyempurnakan exposure draft ini sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada
31 Maret 2011. Tanggapan dikirimkan ke:
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
Jl. Sindanglaya No.1 Menteng Jakarta 10310
Fax: 021 724-5078
E-mail: [email protected], [email protected]
Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia
E x p o s u r e d r a f t d i b u a t d e n ga n t u j u a n u n t u k
penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
PENGANTAR
Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 36 (revisi 2010) tentang Akuntansi Asuransi Jiwa dalam rapatnya tanggal 17 Desember 2010 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator dan anggota IAI, dan pihak lain. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan.
ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa merevisi PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.
Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan
dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, situs IAI www.iaiglobal.or.id
Jakarta, 17 Desember 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Rosita Uli Sinaga Ketua
Roy Iman Wirahardja Wakil Ketua
Etty Retno Wulandari Anggota
Merliyana Syamsul Anggota
Meidyah Indreswari Anggota
Setiyono Miharjo Anggota
Saptoto Agustomo Anggota
Jumadi Anggota
Ferdinand D. Purba Anggota
Irsan Gunawan Anggota
Budi Susanto Anggota
Ludovicus Sensi Wondabio Anggota
Eddy R. Rasyid Anggota
Liauw She Jin Anggota
Sylvia Veronica Siregar Anggota
Fadilah Kartikasasi Anggota
G.A. Indira Anggota
Teguh Supangkat Anggota
PERMINTAAN TANGGAPAN
Penerbitan ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 36 (revisi 2010) tersebut.
Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukkannya:
1. PSAK 36 (revisi 2010) melengkapi PSAK 62: Kontrak
Asuransi
PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa merevisi paragraf-paragraf yang tidak relevan dan bertentangan dengan SAK lain. PSAK 36 mengatur hal-hal yang belum diatur dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur hal-hal yang baru dalam akuntansi asuransi jiwa.
Adopsi IFRS 4 Insurance Contracts menjadi ED PSAK 62: Kontrak Asuransi tidak mencabut PSAK 36 (1996):
Akuntansi Asuransi Jiwa, hanya direvisi sehingga nantinya
jika entitas memiliki kontrak asuransi yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 62 dan termasuk dalam asuransi jiwa, maka harus mengacu ke PSAK 62 dan PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa.
Apakah anda setuju atas revisi PSAK 36 (1996) menjadi PSAK 36(revisi 2010) sebagai standar spesifik yang mengatur akuntansi asuransi jiwa melengkapi PSAK 62: Kontrak Asuransi? Kami
mohon Anda memberikan alasan.
2. PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur hal yang baru
PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa hanya direvisi untuk hal-hal yang tidak relevan, namun PSAK 36 (revisi 2010):
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
Akintansi Asuransi Jiwa tidak mengatur hal-hal baru sesuai
dengan perkembangan industri asuransi jiwa saat ini di Indonesia. Sehingga dimungkinkan ada beberapa hal-hal yang belum diatur dalam PSAK 36 (revisi 2010).
Apakah PSAK 36 (revisi 2010) perlu mengatur asuransi kerugian sejalan dengan perkembangan
asuransi kerugian di Indonesia?
3. Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi
ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa ini berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012. ED PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur mengenai ketentuan transisi, oleh karena itu ketentuan transisi tersebut mengacu ke PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan, yaitu retrospektif.
Apakah Anda setuju dengan tanggal efektif dan ketentuan transisi ED PSAK 36 (revisi 2010):
Akuntansi Asuransi Jiwa?
IKHTISAR RINGKAS
PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa menggantikan PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.
Secara umum ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi
Jiwa tidak banyak perubahan dengan PSAK 36 (1996):
Akuntansi Asuransi Jiwa, namun ED PSAK 36 (revisi 2010)
sudah disesuaikan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi dan SAK lain serta beberapa perbedaan sebagai berikut:
Perihal ED PSAK 36
(revisi 2010)
PSAK 36
Tujuan Tujuan ED PSAK
36 (revisi 2010) a d a l a h u n t u k m e l e n g k a p i PSAK 62: Kontrak Asuransi. Tidak diatur.
Ruang lingkup Diterapkan untuk
akuntansi asuransi jiwa, namun harus masuk dalam ruang lingkup PSAK 62: Kontrak Asuransi sebagai kontrak asuransi. Penyajian laporan keuangan usaha asuransi jiwa tan- pa mengacu ke PSAK 62. Liabilitas Manfaat P o l i s M a s a Depan Jumlah liabilitas ma n f a a t p ol i s m a s a d e p a n harus memenuhi tes kecukupan liabilitas dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. Tidak diatur.
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
DAFTAR ISI
Paragraf
PENDAHULUAN ... 01-07
Karakteristik Usaha Asuransi Kerugian... 02
Tujuan ... 02A-02B Ruang Lingkup ... 03-06 Definisi ... 07
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN... 08-16 Neraca ... 08-12 Laporan Laba Rugi ... 13-15 Catatan atas Laporan Keuangan... 16
PENDAPATAN ... 17-19 Premi Kontrak Jangka Pendek ... 17
Premi Kontrak Jangka Panjang ... 18
Pendapatan Lain ... 19 BEBAN... 20-23 Beban Klaim ... 20-22 Beban Akuisisi ... 23 ASET ... 24-26 Investasi ... 25 Piutang Reasuransi... 26 LIABILITAS ... 27-31 Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan ... 28-28D Estimasi Liabilitas Klaim ... 29
Premi yang Belum Merupakan Pendapatan ... 30
Utang Reasuransi ... 31
PENGUNGKAPAN ... 32 TANGGAL EFEKTIF ... 33-33A
1 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2 NO. 36 (REVISI 2011)
3
4 AKUNTANSI ASURANSI JIWA 5
6 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 36 (revisi 2011) 7 terdiri dari paragraf 1-33A. Seluruh paragraf tersebut 8 memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang 9 dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-10 prinsip utama. PSAK 36 (revisi 2011) harus dibaca dalam 11 konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan 12 dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak 13 wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. 14 PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan 15 Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan memberikan dasar 16 pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak 17 ada panduan secara eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib 18 diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.
19
20 PENDAHULUAN 21
22 01. Dihapus. Industri asuransi berkembang selaras dengan
23 perkembangan dunia usaha pada umumnya. Kehadiran industri 24 asuransi merupakan hal yang rasional dan tidak terelakkan 25 pada situasi di mana sebagian besar pengusaha dan anggota 26 masyarakat memiliki kecenderungan umum untuk menghindari 27 atau mengalihkan risiko keuangan. Industri asuransi mengambil 28 alih atau menanggung sebagian risiko tersebut. Untuk itu, 29 pengusaha atau pemegang polis/pihak tertanggung harus 30 membayar premi asuransi.
31
32 Beberapa tipe risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi 33 jiwa meliputi kematian, kecelakaan atau cacat, dan kehilangan 34 kemampuan untuk memperoleh penghasilan. Perusahaan 35 asuransi akan menanggung seluruh atau sebagian dari risiko 36 keuangan yang diderita tertanggung karena kejadian atau situasi 37 yang diasuransikan selama masa kontrak asuransi.
38
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 Usaha asuransi jiwa memiliki karakteristik khusus yang 2 membuat transaksi asuransi dan akuntansi asuransi menjadi 3 khas. Premi diterima dan/atau diketahui, sementara klaim atau 4 manfaat asuransi belum terjadi dan diliputi ketidakpastian 5 kejadiannya. Bahkan untuk beberapa produk tertentu, klaim 6 asuransi diliputi ketidakpastian, baik kejadian maupun 7 jumlahnya.
8
9 PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi-10 transaksi berkaitan secara khusus dengan industri asuransi 11 jiwa. Hal-hal yang bersifat umum, atau hal-hal yang tidak 12 diatur dalam Pernyataan ini, diperlakukan dengan mengacu 13 pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.
14
15 Karakteristik Usaha Asuransi Jiwa 16
17 02. Dihapus. Beberapa karakteristik usaha asuransi jiwa
18 antara lain:
19 (a) Usaha asuransi jiwa merupakan suatu sistem proteksi
20 menghadapi risiko keuangan atas hidup atau meninggalnya
21 seseorang dan sekaligus merupakan upaya penghimpunan
22 dana masyarakat.
23 (b) Premi merupakan pendapatan perusahaan asuransi, di
24 samping hasil investasi yang menjadi kegiatan tidak
25 terpisahkan dari usaha asuransi jiwa.
26 (c) Investasi berfungsi utama untuk memenuhi seluruh
27 kewajiban manfaat yang akan diberikan kepada
28 tertanggung.
29 (d) Kewajiban keuangan bagi usaha asuransi jiwa terkait
30 dengan ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa, hal ini
31 memengaruhi penyajian laporan keuangan.
32 (e) Laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh unsur estimasi,
33 misalnya estimasi jumlah kewajiban manfaat polis masa
34 depan (liability for future policy benefits) yang dihitung
35 berdasar perhitungan aktuaria, estimasi jumlah premi yang
36 belum merupakan pendapatan (unearned premium income),
37 estimasi jumlah kewajiban klaim, serta estimasi jumlah
38 klaim terjadi namun belum dilaporkan (incurred but not
1 reported claims).
2 (f) Pihak tertanggung (pembeli kontrak asuransi) membayar
3 terlebih dahulu premi asuransi atau titipan premi kepada
4 perusahaan asuransi sebelum sesuatu atau peristiwa
5 yang diasuransikan terjadi. Pembayaran ini merupakan
6 pendapatan (revenue) bagi perusahaan asuransi. Pada saat
7 kontrak asuransi disetujui, perusahaan asuransi biasanya
8 belum mengetahui apakah ia akan membayar manfaat
9 asuransi, berapa besar pembayaran itu, dan kalau terjadi,
10 kapan terjadinya. Hal ini akan berpengaruh pada masalah
11 pengakuan pendapatan dan pengukuran beban.
12 (g) Perusahaan asuransi jiwa harus memenuhi kesehatan
13 keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangan-14 undangan di bidang perasuransian, misalnya batas tingkat
15 solvabilitas (solvency margin).
16
17 Tujuan 18
19 02A. Tujuan Pernyataan ini adalah melengkapi pengaturan
20 dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. 21
22 02B. Suatu kontrak yang masuk dalam ruang lingkup
23 PSAK 62 sebagai kontrak asuransi, ketika kontrak tersebut 24 merupakan kontrak asuransi jiwa, maka insurer juga 25 menerapkan Pernyataan ini.
26
27 Ruang Lingkup 28
29 03. Dihapus. Usaha asuransi jiwa dilakukan dalam salah
30 satu bentuk badan hokum perusahaan perseroan, koperasi, 31 perseroan terbatas, atau usaha bersama.
32
33 03A. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak
34 asuransi jiwa. Kontrak asuransi mengacu ke PSAK 62: Kontrak 35 Asuransi.
36
37 04. Dihapus. Pernyataan ini dimaksudkan untuk digunakan
38 dalam penyajian laporan keuangan usaha asuransi jiwa. Hal-hal
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 yang tidak secara khusus diatur dalam Pernyataan ini wajib 2 mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam 3 hal transaksi utama perusahaan berhubungan dengan transaksi 4 asuransi jiwa, maka wajib mengacu pada Pernyataan ini. 5
6 05. Dihapus. Usaha asuransi jiwa banyak dipengaruhi
7 oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat 8 berbeda dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan 9 keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak 10 dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-11 undangan tersebut.
12
13 06. Kontrak asuransi jiwa diklasifikasi sebagai kontrak
14 jangka pendek atau kontrak jangka panjang bergantung pada 15 apakah kontrak tersebut tetap berlaku untuk suatu jangka 16 waktu. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan 17 apakah suatu kontrak diharapkan tetap berlaku untuk suatu 18 jangka waktu tertentu adalah:
19 (a) Kontrak jangka pendek. Dalam kontrak ini, jumlah premi
20 yang dibebankan, jumlah pertanggungan yang diberikan
21 atau syarat polis lain dapat disesuaikan oleh perusahaan
22 asuransi pada saat perpanjangan polis. Pada umumnya
23 kontrak jangka pendek mengacu pada periode kontrak
24 asuransi kurang dari 12 bulan.
25 (b) Kontrak jangka panjang. Kontrak biasanya tidak dapat
26 dibatalkan, dijamin dapat diperbarui, dan persyaratan
27 lain tidak dapat diubah sepihak syarat-syaratnya. Kontrak
28 jangka panjang meliputi juga pelayanan dan fungsi lain
29 oleh perusahaan asuransi.
30
31 Definisi 32
33 07. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan
34 dalam Pernyataan ini: 35
36 Estimasi liabilitas klaim adalah klaim yang belum diputuskan 37 baik jumlahnya dan/atau haknya, termasuk klaim yang 38 terjadi namun belum dilaporkan.
1 Klaim dan manfaat asuransi adalah beban yang terdiri atas: 2 klaim dan manfaat asuransi yang pembayarannya didasarkan 3 pada terjadinya peristiwa yang diasuransikan, yaitu klaim 4 kematian, klaim cacat, dan klaim jaminan kesehatan; klaim 5 dan manfaat karena jatuh tempo; serta klaim dan manfaat 6 karena pembatalan (surrender).
7
8 Klaim reasuransi adalah bagian klaim yang menjadi 9 kewajiban reasuradur sehubungan dengan perjanjian 10 reasuransi.
11
12 Masa keleluasaan (grace period) adalah suatu periode di 13 mana pemegang polis belum membayar premi pada saat 14 jatuh tempo namun polis tetap berlaku.
15
16 Premi reasuransi adalah bagian premi bruto yang menjadi 17 hak reasuradur berdasarkan perjanjian reasuransi.
18
19 Premi bruto adalah premi yang diperoleh dari pemegang 20 polis.
21
22 Premi yang belum merupakan pendapatan adalah bagian dari 23 premi yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa 24 pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode. 25
26 Utang subordinasi adalah pinjaman dari pemegang saham 27 atau pihak lain, yang bila terjadi likuidasi, pelunasannya 28 dilakukan setelah pelunasan kewajiban lain. Utang 29 tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki batas tingkat 30 solvabilitas.
31
32 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN 33
34 Neraca 35
36 08. Dihapus. Dalam penyajian neraca, aset dan kewajiban
37 tidak dikelompokkan menurut lancar dan tidak lancar 38 (unclassified), tetapi mendahulukan kelompok akun investasi
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 dan kelompok akun kewajiban kepada pemegang polis. Dengan 2 demikian laporan keuangan menggambarkan kemampuan 3 perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang 4 polis.
5
6 09. Dihapus. Aset disajikan dengan menempatkan akun
7 Investasi pada urutan pertama diikuti akun-akun aset yang lain. 8 Akun-akun yang lain disajikan berdasarkan urutan likuiditas. 9
10 10. Dihapus. Kewajiban disajikan dengan menempatkan
11 akun Kewajiban kepada Pemegang Polis pada urutan pertama 12 dan diikuti oleh akun-akun kewajiban yang lain. Akun-akun 13 kewajiban yang lain disajikan berdasarkan urutan jatuh 14 tempo.
15
16 11. Dihapus. Utang subordinasi, jika ada, disajikan setelah
17 Kewajiban Lain sebelum ekuitas. 18
19 12. Dihapus. Ekuitas disajikan sesuai dengan prinsip
20 akuntansi yang berlaku umum. 21
22 Laporan Laba Rugi 23
24 13. Dihapus. Laporan laba rugi disusun dalam bentuk
25 single step. 26
27 14. Dihapus. Pendapatan premi disajikan sedemikian rupa
28 sehingga menunjukan jumlah premi bruto, premi reasuransi, 29 dan kenaikkan (penurunan) premi yang belum merupakan 30 pendapatan. Premi reasuransi disajikan sebagai pengurang 31 premi bruto.
32
33 15. Dihapus. Hasil investasi disajikan setelah pendapatan
34 investasi dikurangi dengan beban investasi terkait langsung. 35 Keuntungan (kerugian) penjualan investasi dan selisih kurs 36 valuta asing yang berkaitan dengan investasi disajikan sebagai 37 bagian dari hasil investasi.
38
1 Catatan atas Laporan Keuangan 2
3 16. Dihapus. Catatan atas laporan keuangan meliputi
4 pengungkapan seperti ditentukan oleh prinsip akuntansi yang 5 berlaku umum, kecuali dinyatakan lain seperti yang ditentukan 6 dalam paragraf 32.
7
8 PENDAPATAN 9
10 Premi Kontrak Jangka Pendek 11
12 17. Premi kontrak jangka pendek (beberapa term life
13 insurance, seperti credit life insurance) diakui sebagai 14 pendapatan dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi 15 jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Jika periode risiko 16 berbeda secara signifikan dengan periode kontrak, premi 17 diakui sebagai pendapatan selama periode risiko sesuai dengan 18 proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Hal ini 19 menyebabkan premi diakui sebagai pendapatan secara merata 20 sepanjang periode kontrak (atau periode risiko, jika berbeda), 21 kecuali jika proteksi asuransi menurun sesuai dengan skedul 22 yang telah ditentukan sebelumnya.
23
24 Premi Kontrak Jangka Panjang 25
26 18. Premi kontrak jangka panjang (whole life contracts
27 dan guarranted renewable term life contracts) diakui sebagai 28 pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Kewajiban 29 untuk biaya yang diharapkan timbul sehubungan dengan kontrak 30 tersebut diakui selama periode sekarang dan periode diperbaruinya 31 kontrak. Nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang 32 dibayar kepada pemegang polis atau wakilnya dikurangi dengan 33 nilai sekarang estimasi premi masa depan yang akan diterima dari 34 pemegang polis (liabilitas manfaat polis masa depan) diakui 35 pada saat pendapatan premi diakui. Estimasi tersebut didasarkan 36 pada asumsi, seperti hasil investasi yang diharapkan, mortalitas, 37 morbiditas, terminasi, dan beban-beban, yang ditetapkan pada 38 saat kontrak asuransi dibuat.
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 Pendapatan Lain 2
3 19. Komisi reasuransi dan komisi keuntungan reasuransi
4 diakui sebagai pendapatan lain. 5
6 BEBAN 7
8 Beban Klaim 9
10 20. Klaim meliputi klaim yang telah disetujui (settled
11 claims), klaim dalam proses penyelesaian (outstanding claims), 12 dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.
13
14 21. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian, termasuk
15 klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, ditentukan 16 berdasarkan estimasi liabilitas klaim tersebut. Perubahan 17 dalam jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses 18 penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi 19 klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah 20 atau pengurang beban dalam laporan laba rugi pada periode 21 terjadinya perubahan.
22
23 22. Klaim reasuransi diakui sebagai pengurang beban
24 klaim pada periode yang sama dengan pengakuan beban 25 klaim.
26
27 Beban Akuisisi 28
29 23. Dihapus. Biaya akuisisi dialokasikan berdasar
30 perhitungan aktuaria karena Kewajiban Manfaat Polis Masa 31 Depan menggunakan Metode Tingkat Premi Murni (Net Level 32 Premium Method).
33
34 ASET 35
36 24. Dihapus. Perlakuan akun-akun aset mengacu pada
37 prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali dinyatakan 38 secara khusus dalam Pernyataan ini.
1 Investasi 2
3 25. Dihapus. Perlakuan akuntansi untuk investasi mengacu
4 pada PSAK No. 13 (1994) tentang Akuntansi untuk Investasi 5 dan PSAK No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam 6 Perusahaan Asosiasi, kecuali untuk surat berharga (marketable 7 securities) yang perlakuan akuntansinya adalah sebagai 8 berikut:
9 (a) Sekuritas atau efek utang yang dimaksudkan untuk
10 dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturities) dinyatakan
11 berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi dengan
12 amortisasi premi atau diskonto. Dalam menentukan maksud
13 tersebut, perusahaan harus mempertimbangkan pengalaman
14 yang mereka miliki dalam hal penjualan dan transfer efek.
15 Perusahaan tidak boleh mengklasifikasikan suatu efek utang
16 dalam kategori ini jika perusahaan mempunyai maksud untuk
17 memiliki efek hanya untuk periode yang tidak ditentukan.
18 Oleh karena itu, efek utang tidak boleh dimasukkan dalam
19 klasifikasi ini kalau perusahaan mempunyai tujuan untuk
20 menjual efek tersebut, misalnya, untuk menghadapi:
21 (i) Perubahan tingkat bunga pasar dan perubahan yang
22 berhubungan dengan risiko sejenis;
23 (ii) Kebutuhan likuiditas;
24 (iii) Perubahan dalam ketersediaan dan hasil investasi
25 alternatif;
26 (iv) Perubahan dalam risiko mata uang asing.
27 (b) Efek utang dan efek ekuitas yang dimaksudkan untuk
28 segera diperdagangkan (trading securities), dinyatakan
29 berdasarkan harga pasar. Perdagangan dalam hal ini
30 mencerminkan pembelian dan penjualan yang aktif dan
31 sering dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan
32 atas perbedaan harga jangka pendek. Efek ekuitas yang
33 diklasifikasi dalam kategori ini adalah sekuritas yang
34 bisa ditentukan nilai wajarnya yaitu jika harga jual
35 atau kuotasi harga beli dan jual tersedia di bursa efek
36 yang terdaftar di Bapepam. Untuk efek utang yang
37 tidak tersedia harga pasarnya, estimasi nilai wajar bisa
38 dibuat dengan menggunakan berbagai teknik penentuan
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 harga misalnya dengan analisis arus kas didiskontokan
2 (discounted cash flow analysis), penentuan harga matriks,
3 dan analisis fundamental. Keuntungan (kerugian) yang
4 belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar
5 (unrealized gains and losses) dilaporkan dalam laporan
6 laba rugi periode berjalan.
7 (c) Efek utang dan ekuitas yang tidak termasuk dalam kedua
8 kategori di atas diklasifikasikan sebagai “efek yang tersedia
9 untuk dijual” (available for sale securities) dan dinyatakan
10 berdasarkan harga pasar. Sekuritas utang yang masuk
11 dalam kategori ini adalah yang dimiliki untuk waktu yang
12 tidak ditentukan karena, misalnya, dimaksudkan untuk
13 suatu saat dijual guna memenuhi kebutuhan likuiditas atau
14 sebagai bagian dari program manajemen risiko perusahaan.
15 Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat
16 kenaikan (penurunan) harga tidak diakui dalam laporan
17 laba rugi, melainkan disajikan secara terpisah sebagai
18 komponen ekuitas.
19
20 Piutang Reasuransi 21
22 26. Dihapus. Piutang reasuransi tidak boleh dikompensasikan
23 dengan utang reasuransi, kecuali apabila kontrak reasuransi 24 menyatakan adanya kompensasi. Apabila dalam kompensasi 25 tersebut timbul saldo kredit, maka saldo tersebut harus disajikan 26 pada kelompok kewajiban sebagai utang reasuransi.
27
28 LIABILITAS 29
30 27. Dihapus. Perlakuan akun-akun kewajiban mengacu
31 pada prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali dinyatakan 32 secara khusus dalam Pernyataan ini.
33
34 Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan 35
36 28. Liabilitas manfaat polis masa depan dinyatakan dalam
37 laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan aktuaria. 38
1 28A. Liabilitas tersebut diakui sejak timbulnya kewajiban 2 sesuai yang diperjanjikan dalam kontrak asuransi jiwa. 3
4 28B. Liabilitas tersebut mencerminkan nilai kini estimasi
5 pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk 6 seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh 7 biaya yang akan dikeluarkan tetapi juga mempertimbangkan 8 penerimaan premi dimasa yang akan datang (gross premium 9 reserve).
10
11 28C. Untuk kontrak asuransi jiwa yang tidak memiliki
12 kandungan tabungan dan masa kontrak sama dengan atau 13 kurang dari 12 bulan, liabilitas dapat dihitung menggunakan 14 pendekatan premi yang belum merupakan pendapatan. 15
16 28D. Penentuan jumlah liabilitas manfaat polis masa depan
17 harus memenuhi tes kecukupan liabilitas sebagaimana diatur 18 dalam PSAK 62.
19
20 Estimasi Liabilitas Klaim 21
22 29. Estimasi kewajiban klaim atas kontrak jangka pendek,
23 khusus asuransi kesehatan dan kecelakaan dinyatakan sebesar 24 jumlah taksiran berdasarkan perhitungan teknis asuransi. 25
26 Premi yang Belum Merupakan Pendapatan 27
28 30. Premi yang belum merupakan pendapatan atas kontrak
29 jangka pendek untuk asuransi kesehatan dan kecelakaan 30 ditentukan dengan cara sebagai berikut:
31 (a) secara agregat tanpa memerhatikan tanggal penutupannya
32 dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu
33 dari jumlah premi retensi sendiri untuk tiap jenis
34 pertanggungan/asuransi; atau
35 (b) secara individual dari tiap pertanggungan dan besarnya
36 premi yang belum merupakan pendapatan ditetapkan
37 secara proporsional dengan jumlah proteksi yang
38 diberikan, selama periode pertanggungan atau periode
Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)
1 risiko, konsisten dengan pengakuan pendapatan premi
2 sebagaimana dijelaskan dalam paragraf 17.
3
4 Utang Reasuransi 5
6 31. Dihapus. Utang reasuransi tidak boleh
dikompensa-7 sikan dengan piutang reasuransi, kecuali apabila kontrak rea-8 suransi menyatakan adanya kompensasi. Apabila dalam kom-9 pensasi tersebut timbul saldo debit, maka saldo tersebut harus 10 disajikan pada kelompok aset sebagai piutang reasuransi. 11
12 PENGUNGKAPAN 13
14 32. Pengungkapan khusus yang diperlukan adalah sebagai
15 berikut:
16 (a) Kebijakan akuntansi mengenai:
17 (i) pengakuan pendapatan premi dan penentuan liabilitas
18 manfaat polis masa depan serta premi yang belum
19 merupakan pendapatan;
20 (ii) transaksi reasuransi termasuk sifat, tujuan, dan efek
21 transaksi reasuransi tersebut terhadap operasi
peru-22 sahaan;
23 (iii) pengakuan beban klaim dan penentuan estimasi klaim
24 tanggungan sendiri;
25 (iv) kebijakan akuntansi lain yang penting sebagaimana
26 ditentukan dalam PSAK yang berlaku.
27 (b) Dihapus. Biaya Akuisisi Ditangguhkan. Pengungkapan
28 mengenai sifat, jumlah, jenis, dan metode alokasi
pem-29 bebanan biaya akuisisi ditangguhkan.
30 (c) Dihapus. Kewajiban kepada Pemegang Polis. Perincian
31 Kewajiban kepada Pemegang Polis serta penjelasan
32 mengenai metode, asumsi, dan sistem perhitungan yang
33 digunakan sebagai dasar perhitungan kewajiban kepada
34 pemegang polis tersebut.
35 (d) Dihapus. Utang Subordinasi. Penjelasan mengenai
kara-36 kteristik perjanjian pinjaman subordinasi, tingkat bunga,
37 dan nilai sisa pinjaman.
38 (e) Dihapus. Ekuitas Asuransi Jiwa Bersama. Penjelasan
1 mengenai sifat serta peraturan perundangan-undangan
2 yang berkaitan dengan ekuitas usaha bersama. Penjelasan
3 mengenai metode serta jumlah pembagian keuntungan
4 kepada pemegang polis.
5 (f) Pendapatan Premi Bruto. Pengungkapan pendapatan premi
6 tahun pertama (first year premium) dan premi tahun
lan-7 jutan (renewal) secara terperinci berdasarkan kelompok
8 perorangan dan kumpulan serta jenis asuransi.
9 (g) Klaim dan Manfaat. Pengungkapan jenis, jumlah, dan
10 sebab kenaikan klaim dan manfaat yang signifikan.
11
12 TANGGAL EFEKTIF 13
14 33. Dihapus. Pernyataan ini berlaku efektif untuk
penyu-15 sunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode 16 laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1996. 17 Penerapan lebih dini dianjurkan.
18
19 33A. Pernyataan ini berlaku efektif untuk tahun buku yang
20 dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38
Tips Memilih Asuransi Jiwa
Apakah Anda sedang mencari Asuransi Jiwa ? ... atau kecewa karena sesuatu dan lain hal
atas Asuransi Jiwa sebelumnya atau atas agen nya ? atau masih ada lagi yang lain.
Tetapi besama ini saya ucapkan selamat karena Anda sudah masuk kedalam fase bijaksana
dalam mengelola hidup yang singkat ini. Yah ..karena kita faham apa arti sebuah resiko
dan kita mau bergabung dengan group yang sama sama mengerti dan mau menerima resiko
yang kita berikan (manajemen resiko) Dibawah ini ada petunjuk yang dapat dijadikan
pedoman untuk memilih asuransi jiwa yang akan mendampingi kita seumur hidup.
A. Produk
Biasanya perusahaan asuransi menawarkan lebih dari satu produk, oleh karena itu
pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tujuan keuangan Anda.
Resiko apa yang Anda paling khawatir atas tertanggung. Misalnya saja Biaya
pendidikan anak, Jaminan hari tua atau penyakit kritis yang mungkin akan dapat
terjadi.
Perhitungkan manfaat dengan syarat-syarat dan ketentuan produk, dan perhatikan
harga premi yang ditawarkan. Pastikan anda membaca hal yang dikecualikan untuk
melindungi Penanggung. Sehingga dikemudian hari tidak ada salah faham yang
mengakibatkan kekecewaan.
Pada saat mempelajari proposal atau penawaran, perhatikan manfaat yang
ditawarkan, terutama perbandingan asumsi yang ditawarkan dengan kondisi yang
berlaku saat ini dan kesanggupan Perusahaan memenuhi janji-janjinya
masa sehingga kita tahu komitmen dan integritas Penanggung.
Yang pasti memang adalah perusahaan asing yang sudah terbukti sejarahnya.
C. Kemampuan Keuangan Perusahaan Asuransi
Asuransi Jiwa merupakan perjanjian jangka panjang, oleh karena itu pilihlah
perusahaan asuransi yang tidak bermasalah dalam hal pengelolaan keuangannya.
Lihatlah laporan keuangannya di suratkabar, majalah atau media massa lain, lihat
peringkat atau ratingnya
Perhatikan RBC (Risk based Capital) nya, apakah sudah sesuai ketentuan
pemerintah yang minimal 120%
Lihat juga jumlah modal perusahaan asuransi tersebut
Monitor perkembangan dan kinerja atau pengelolaannya apakah bermasalah atau
tidak.
D. Advis dan Pelayanan
Bagi sebagian orang, asuransi adalah produk yang rumit dan sulit dipahami, oleh
karena itu mintalah agen Anda untuk dapat menjelaskan detil produk untuk
membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat
Pastikan Anda mendapatkan pelayanan yang baik jika polis sudah diperoleh
Carilah agen yang berlisensi karena sudah teruji secara Akademis.
satu lagi cari yang berkomitmen untuk memberikan anda yang sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan bukan karena target premi. (kejar setoran)
Umur masuk berdasarkan : LAST BIRTHDAY, dibanyak perusahaan asuransi
dihitung maju atau ulang tahun kita tahun depan.
TIDAK
ADA
PERBEDAAN
BAGI
PEROKOK
DAN
NON
PEROKOK,
Banyak perusahaan asuransi menghitung perokok sebagai orang
yang beresiko besar sehingga premi yang diberikan lebih MAHAL.
Perlindungan sakit kritis / DD : sampai usia 75 tahun
, Biasanya cuma sampai
65 tahun kalaupun mau ditambah harus ada tambahan premi atau LEBIH MAHAL
karena semakin renta-semakin mudah terkena DD.
Manfaat Rumah Sakit / HS : 150 hari / tahun dan dilindungi sampai usia 75
Tahun
, Nah yang ini biasanya cuma 4 bulan atau 120 hari. Kalaupun ada yang
sampai 180 hari tetapi cuma sampai usia 65 tahun atau menjadi bersyarat sehingga
premi menjadi lebih mahal mulai dari 0-65 tahun. tetapi apakah kita bisa tahan di
RS hingga 150 hari. Tentu tidak paling cuma 14-30 hari. Lebih dari itu biasanay
sudah terkena penyakit kritis. Point terpentingnya adalah masa petanggungannya
yang panjang.
Berlaku di seluruh dunia, termasuk : AMERIKA, CANADA, dan Jepang, Nah
kalau yang ini hampir semau perusahaan Asuransi tidak berani karena preminya
akan sangat mahal. Kecuali Perusahaan Sangat kuat sekali jaringannya disana
dan keuangan yang sangat kuat. Premi di Jepang sangat mahal sekali selain sering
gempa juga hingga kini kekhawatiran akan radio aktif bekas PD 2 masih melekat.
Tetapi lebih dari 90 % orang disana memiliki asuransi.
Didukung oleh Global Assistance & Healthcare
: bantuan Int'l termasuk
evakuasi GRATIS. Sangat berguna bila Anda jauh dari jangkauan RS atau berada
di luar negeri yang karena sesuatu hal perlu bantuan medis. Manfaat hingga USD
500.000,- jika polis Asuransi kesehatan nya di setujui.
ambil. Umumnya 2 hari baru mau diganti jaman dah maju kadang operasi cuma 1
hari aja.
Tambahan manfaat akibat kecelakaan, yang lain tidak ada tuh
Cash Plan di berikan 365 hari / tahun dengan nilai Rp50.000 / Unit