• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. 2007. Performa Bisnis Asuransi Jiwa, AAJI,

Jakarta

Abas Salim. 1999. Dasar-dasar Asuransi (Principle of Insurance), Citra Niaga

Rajawali Pers, Jakarta

Http://informasi-asuransi.blogspot.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/solvabilitas

http://en.wikipedia.org/wiki/return_on_equity

http://asuransindo.wordpress.com/2010/08/17/sejarah-asuransi-jiwa/

Ikatan Akuntansi Indonesia. 1996. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan,

Salemba Empat, Jakarta.

InfoBank Edisi Juli 2008. Vol. XXX

InfoBank Edisi Juli 2009. Vol. XXXI

InfoBank Edisi Juli 2010. Vol. XXXII

InfoBank Edisi Juli 2011. Vol. XXXIII

Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No.KEP-3607/LK/2004

Tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum Bagi

Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

Munawir.2004. Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta

Tribendadi C. 2007. Langkah Mudah Menguasai Statistik Menggunakan SPSS 20,

Andi, Yogyakarta Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992

(2)

No

Keterangan

2007

2008

2008

2009

2009

2010

1

Asuransi Jiwa Adisarana Winaartha

191.95 1.83 186.62 2.12 136.80 43.54

2

Indolife Pensiontama

222.13 2.87 338.55 3.70 334.75 3.80

3

AXA Financial Indonesia

303.00 26.56 379.00 63.07 450.00 30.25

4

Asuransi Jiwa Sequis Life

188.00 19.93 173.00 25.23 208.00 24.97

5

Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

256.06 18.99 286.39 28.65 212.41 16.63 6

Asuransi Allianze Life Indonesia

255.00 36.21 306.00 32.66 428.00 28.10

7

BNI Life Insurance

158.52 21.52 289.65 13.40 209.97 4.97

8

Asuransi Jiwa Sinarmas

129.92 28.36 193.96 27.68 301.31 46.03

9

Avrist Assurance

357.00 10.69 309.00 27.03 329.00 16.91

10

AIA Financial

238.00 10.69 208.00 28.95 379.00 19.48

11

Asuransi Jiwa Megalife

125.51 3.81 134.61 36.09 151.26 16.16

12

Asuransi CIGNA

243.00 44.60 269.00 51.55 365.00 39.13

13

Heksa Eka Life Insurance

82.96 14.45 127.00 11.76 215.00 8.80

14

Sun Life Financial Indonesia

242.00 11.68 238.00 34.28 239.00 19.66 15

Asuransi Jiwa Central Asia Raya

182.63 1.33 160.00 11.17 204.00 12.10

(3)

No Keterangan 2007 2008 2009 2010 RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri RBC laba sebelum pajak/rata-rata modal sendiri 1

Commonwealth Life

336.00 45.67 404.00 41.07 505.00 43.97 609.00 38.48

2

Prudential Life Assurance

362.00 33.00 206.00 144.47 420.00 151.88 766.00 100.54

3

Asuransi Jiwa Adisarana Winaartha

191.95 3.17 186.62 1.83 136.80 2.12 144.57 43.54

4

Indolife Pensiontama

222.13 1.04 338.55 2.87 334.75 3.70 375.72 3.80

5

Panin Life

723.00 11.65 729.00 9.12 675.00 10.34 207.00 23.18

6

AXA Financial Indonesia

303.00 40.56 379.00 26.56 450.00 63.07 325.00 30.25

7

Asuransi Jiwa Sequis Life

188.00 25.26 173.00 19.93 208.00 25.23 263.00 24.97

8

Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

256.06 30.19 286.39 18.99 212.41 28.65 236.61 16.63

9

Asuransi Jiwasraya

0.00 0.00 153.00 3.67 139.51 57.32 155.74 22.69

10

Asuransi Allianze Life Indonesia

255.00 34.00 306.00 36.21 428.00 32.66 499.00 28.10 11

Asuransi Jiwa Bringin Jiwa

(4)

Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia

18

Asuransi CIGNA

243.00 46.34 269.00 44.60 365.00 51.55 491.00 39.13

19

Heksa Eka Life Insurance

82.96 36.60 127.00 14.45 215.00 11.76 145.00 8.80

20

Sun Life Financial Indonesia

242.00 3.93 238.00 11.68 239.00 34.28 319.00 19.66

21

Great Eastern Life Indonesia

611.30 -37.61 450.30 -44.14 643.00 -31.04 604.60 -124.95 22

Asuransi Jiwa Central Asia Raya

182.63 17.26 160.00 1.33 204.00 11.17 377.00 12.10

23

Equity Life Indonesia

135.59 13.71 155.11 -2.58 224.52 9.22 237.43 10.65

24

CIMB Sun Life

0.00 0.00 48,599.00 26.72 1,620.00 -68.93 604.00 -88.95

25

AXA Life Indonesia

424.00 26.39 305.00 -16.98 531.00 65.26 708.00 42.04

26

Asuransi Aviva Indonesia

196.00 20.33 286.00 27.82 227.00 21.75 266.00 -24.14

27

Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya

122.00 48.72 -418.00 -361.29 -366.64 -14.15 -963.81 -54.85

28

Asuransi Jiwa Kresna

50.00 -156.68 924.52 -29.67 555.65 14.97 256.48 34.12

29

Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

0.00 0.00 -1,114.51 4.27 -76.10 29.95 373.04 71.60

30

ACE Life Assurance

401.76 19.41 527.90 9.01 1,618.17 -22.67 736.81 -54.00

31

Asuransi Jiwa Generali Indonesia

0.00 0.00 2,241.22 -9.54 1,010.63 -55.81 484.67 -74.08 32

Asuransi Jiwa Sequis Financial

188.00 25.26 896.00 18.82 208.00 25.23 1,363.00 5.53

(5)

37

MAA Life Assurance

137.00 3.06 556.00 3.81 395.00 1.11 137.00 -72.26

38

Multicor Life Insurance

0.00 0.00 1,956.57 2.21 1,204.85 1.35 1,036.08 -0.77

(6)

E

X

P

O

S

U

R

E

D

R

A

F

T

PSAK No. 36

17

Desember 2010 (revisi 2010)

E

XPOSURE

D

RAFT

P

ERNYATAAN

S

TANDAR

A

KUNTANSI

K

EUANGAN

A

KUNTANSI

A

SURANSI

J

IWA

Exposure draft ini dikeluarkan oleh

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 31 Maret 2011

oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

(7)

ED No.

36

(revisi 2010)

PERNYATAAN

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

AKUNTANSI ASURANSI JIWA

Hak cipta © 2010, Ikatan Akuntan Indonesia

Dikeluarkan oleh

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia

Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng

Jakarta 10310

Telp: (021) 3190-4232 Fax : (021) 724-5078

email: [email protected], [email protected] Desember 2010

(8)

Exposure draft diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi

Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran dan masukan untuk menyempurnakan exposure draft ini sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada

31 Maret 2011. Tanggapan dikirimkan ke:

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia

Jl. Sindanglaya No.1 Menteng Jakarta 10310

Fax: 021 724-5078

E-mail: [email protected], [email protected]

Hak Cipta © 2010 Ikatan Akuntan Indonesia

E x p o s u r e d r a f t d i b u a t d e n ga n t u j u a n u n t u k

penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.

(9)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

PENGANTAR

Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 36 (revisi 2010) tentang Akuntansi Asuransi Jiwa dalam rapatnya tanggal 17 Desember 2010 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator dan anggota IAI, dan pihak lain. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan.

ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa merevisi PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.

Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan

dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, situs IAI www.iaiglobal.or.id

Jakarta, 17 Desember 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Rosita Uli Sinaga Ketua

Roy Iman Wirahardja Wakil Ketua

Etty Retno Wulandari Anggota

Merliyana Syamsul Anggota

Meidyah Indreswari Anggota

Setiyono Miharjo Anggota

Saptoto Agustomo Anggota

Jumadi Anggota

Ferdinand D. Purba Anggota

Irsan Gunawan Anggota

Budi Susanto Anggota

Ludovicus Sensi Wondabio Anggota

Eddy R. Rasyid Anggota

Liauw She Jin Anggota

Sylvia Veronica Siregar Anggota

Fadilah Kartikasasi Anggota

G.A. Indira Anggota

Teguh Supangkat Anggota

(10)

PERMINTAAN TANGGAPAN

Penerbitan ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 36 (revisi 2010) tersebut.

Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukkannya:

1. PSAK 36 (revisi 2010) melengkapi PSAK 62: Kontrak

Asuransi

PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa merevisi paragraf-paragraf yang tidak relevan dan bertentangan dengan SAK lain. PSAK 36 mengatur hal-hal yang belum diatur dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur hal-hal yang baru dalam akuntansi asuransi jiwa.

Adopsi IFRS 4 Insurance Contracts menjadi ED PSAK 62: Kontrak Asuransi tidak mencabut PSAK 36 (1996):

Akuntansi Asuransi Jiwa, hanya direvisi sehingga nantinya

jika entitas memiliki kontrak asuransi yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 62 dan termasuk dalam asuransi jiwa, maka harus mengacu ke PSAK 62 dan PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa.

Apakah anda setuju atas revisi PSAK 36 (1996) menjadi PSAK 36(revisi 2010) sebagai standar spesifik yang mengatur akuntansi asuransi jiwa melengkapi PSAK 62: Kontrak Asuransi? Kami

mohon Anda memberikan alasan.

2. PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur hal yang baru

PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa hanya direvisi untuk hal-hal yang tidak relevan, namun PSAK 36 (revisi 2010):

(11)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

Akintansi Asuransi Jiwa tidak mengatur hal-hal baru sesuai

dengan perkembangan industri asuransi jiwa saat ini di Indonesia. Sehingga dimungkinkan ada beberapa hal-hal yang belum diatur dalam PSAK 36 (revisi 2010).

Apakah PSAK 36 (revisi 2010) perlu mengatur asuransi kerugian sejalan dengan perkembangan

asuransi kerugian di Indonesia?

3. Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi

ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa ini berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012. ED PSAK 36 (revisi 2010) tidak mengatur mengenai ketentuan transisi, oleh karena itu ketentuan transisi tersebut mengacu ke PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Estimasi Akuntansi dan

Kesalahan, yaitu retrospektif.

Apakah Anda setuju dengan tanggal efektif dan ketentuan transisi ED PSAK 36 (revisi 2010):

Akuntansi Asuransi Jiwa?

(12)

IKHTISAR RINGKAS

PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi Jiwa menggantikan PSAK 36: Akuntansi Asuransi Jiwa.

Secara umum ED PSAK 36 (revisi 2010): Akuntansi Asuransi

Jiwa tidak banyak perubahan dengan PSAK 36 (1996):

Akuntansi Asuransi Jiwa, namun ED PSAK 36 (revisi 2010)

sudah disesuaikan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi dan SAK lain serta beberapa perbedaan sebagai berikut:

Perihal ED PSAK 36

(revisi 2010)

PSAK 36

Tujuan Tujuan ED PSAK

36 (revisi 2010) a d a l a h u n t u k m e l e n g k a p i PSAK 62: Kontrak Asuransi. Tidak diatur.

Ruang lingkup Diterapkan untuk

akuntansi asuransi jiwa, namun harus masuk dalam ruang lingkup PSAK 62: Kontrak Asuransi sebagai kontrak asuransi. Penyajian laporan keuangan usaha asuransi jiwa tan- pa mengacu ke PSAK 62. Liabilitas Manfaat P o l i s M a s a Depan Jumlah liabilitas ma n f a a t p ol i s m a s a d e p a n harus memenuhi tes kecukupan liabilitas dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. Tidak diatur.

(13)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

DAFTAR ISI

Paragraf

PENDAHULUAN ... 01-07

Karakteristik Usaha Asuransi Kerugian... 02

Tujuan ... 02A-02B Ruang Lingkup ... 03-06 Definisi ... 07

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN... 08-16 Neraca ... 08-12 Laporan Laba Rugi ... 13-15 Catatan atas Laporan Keuangan... 16

PENDAPATAN ... 17-19 Premi Kontrak Jangka Pendek ... 17

Premi Kontrak Jangka Panjang ... 18

Pendapatan Lain ... 19 BEBAN... 20-23 Beban Klaim ... 20-22 Beban Akuisisi ... 23 ASET ... 24-26 Investasi ... 25 Piutang Reasuransi... 26 LIABILITAS ... 27-31 Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan ... 28-28D Estimasi Liabilitas Klaim ... 29

Premi yang Belum Merupakan Pendapatan ... 30

Utang Reasuransi ... 31

PENGUNGKAPAN ... 32 TANGGAL EFEKTIF ... 33-33A

(14)

1 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 2 NO. 36 (REVISI 2011)

3

4 AKUNTANSI ASURANSI JIWA 5

6 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 36 (revisi 2011) 7 terdiri dari paragraf 1-33A. Seluruh paragraf tersebut 8 memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang 9 dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-10 prinsip utama. PSAK 36 (revisi 2011) harus dibaca dalam 11 konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan 12 dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak 13 wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. 14 PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan 15 Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan memberikan dasar 16 pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak 17 ada panduan secara eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib 18 diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.

19

20 PENDAHULUAN 21

22 01. Dihapus. Industri asuransi berkembang selaras dengan

23 perkembangan dunia usaha pada umumnya. Kehadiran industri 24 asuransi merupakan hal yang rasional dan tidak terelakkan 25 pada situasi di mana sebagian besar pengusaha dan anggota 26 masyarakat memiliki kecenderungan umum untuk menghindari 27 atau mengalihkan risiko keuangan. Industri asuransi mengambil 28 alih atau menanggung sebagian risiko tersebut. Untuk itu, 29 pengusaha atau pemegang polis/pihak tertanggung harus 30 membayar premi asuransi.

31

32 Beberapa tipe risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi 33 jiwa meliputi kematian, kecelakaan atau cacat, dan kehilangan 34 kemampuan untuk memperoleh penghasilan. Perusahaan 35 asuransi akan menanggung seluruh atau sebagian dari risiko 36 keuangan yang diderita tertanggung karena kejadian atau situasi 37 yang diasuransikan selama masa kontrak asuransi.

38

(15)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 Usaha asuransi jiwa memiliki karakteristik khusus yang 2 membuat transaksi asuransi dan akuntansi asuransi menjadi 3 khas. Premi diterima dan/atau diketahui, sementara klaim atau 4 manfaat asuransi belum terjadi dan diliputi ketidakpastian 5 kejadiannya. Bahkan untuk beberapa produk tertentu, klaim 6 asuransi diliputi ketidakpastian, baik kejadian maupun 7 jumlahnya.

8

9 PSAK ini mengatur perlakuan akuntansi untuk transaksi-10 transaksi berkaitan secara khusus dengan industri asuransi 11 jiwa. Hal-hal yang bersifat umum, atau hal-hal yang tidak 12 diatur dalam Pernyataan ini, diperlakukan dengan mengacu 13 pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

14

15 Karakteristik Usaha Asuransi Jiwa 16

17 02. Dihapus. Beberapa karakteristik usaha asuransi jiwa

18 antara lain:

19 (a) Usaha asuransi jiwa merupakan suatu sistem proteksi

20 menghadapi risiko keuangan atas hidup atau meninggalnya

21 seseorang dan sekaligus merupakan upaya penghimpunan

22 dana masyarakat.

23 (b) Premi merupakan pendapatan perusahaan asuransi, di

24 samping hasil investasi yang menjadi kegiatan tidak

25 terpisahkan dari usaha asuransi jiwa.

26 (c) Investasi berfungsi utama untuk memenuhi seluruh

27 kewajiban manfaat yang akan diberikan kepada

28 tertanggung.

29 (d) Kewajiban keuangan bagi usaha asuransi jiwa terkait

30 dengan ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa, hal ini

31 memengaruhi penyajian laporan keuangan.

32 (e) Laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh unsur estimasi,

33 misalnya estimasi jumlah kewajiban manfaat polis masa

34 depan (liability for future policy benefits) yang dihitung

35 berdasar perhitungan aktuaria, estimasi jumlah premi yang

36 belum merupakan pendapatan (unearned premium income),

37 estimasi jumlah kewajiban klaim, serta estimasi jumlah

38 klaim terjadi namun belum dilaporkan (incurred but not

(16)

1 reported claims).

2 (f) Pihak tertanggung (pembeli kontrak asuransi) membayar

3 terlebih dahulu premi asuransi atau titipan premi kepada

4 perusahaan asuransi sebelum sesuatu atau peristiwa

5 yang diasuransikan terjadi. Pembayaran ini merupakan

6 pendapatan (revenue) bagi perusahaan asuransi. Pada saat

7 kontrak asuransi disetujui, perusahaan asuransi biasanya

8 belum mengetahui apakah ia akan membayar manfaat

9 asuransi, berapa besar pembayaran itu, dan kalau terjadi,

10 kapan terjadinya. Hal ini akan berpengaruh pada masalah

11 pengakuan pendapatan dan pengukuran beban.

12 (g) Perusahaan asuransi jiwa harus memenuhi kesehatan

13 keuangan sesuai dengan ketentuan peraturan

perundangan-14 undangan di bidang perasuransian, misalnya batas tingkat

15 solvabilitas (solvency margin).

16

17 Tujuan 18

19 02A. Tujuan Pernyataan ini adalah melengkapi pengaturan

20 dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. 21

22 02B. Suatu kontrak yang masuk dalam ruang lingkup

23 PSAK 62 sebagai kontrak asuransi, ketika kontrak tersebut 24 merupakan kontrak asuransi jiwa, maka insurer juga 25 menerapkan Pernyataan ini.

26

27 Ruang Lingkup 28

29 03. Dihapus. Usaha asuransi jiwa dilakukan dalam salah

30 satu bentuk badan hokum perusahaan perseroan, koperasi, 31 perseroan terbatas, atau usaha bersama.

32

33 03A. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak

34 asuransi jiwa. Kontrak asuransi mengacu ke PSAK 62: Kontrak 35 Asuransi.

36

37 04. Dihapus. Pernyataan ini dimaksudkan untuk digunakan

38 dalam penyajian laporan keuangan usaha asuransi jiwa. Hal-hal

(17)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 yang tidak secara khusus diatur dalam Pernyataan ini wajib 2 mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam 3 hal transaksi utama perusahaan berhubungan dengan transaksi 4 asuransi jiwa, maka wajib mengacu pada Pernyataan ini. 5

6 05. Dihapus. Usaha asuransi jiwa banyak dipengaruhi

7 oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat 8 berbeda dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan 9 keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak 10 dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-11 undangan tersebut.

12

13 06. Kontrak asuransi jiwa diklasifikasi sebagai kontrak

14 jangka pendek atau kontrak jangka panjang bergantung pada 15 apakah kontrak tersebut tetap berlaku untuk suatu jangka 16 waktu. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan 17 apakah suatu kontrak diharapkan tetap berlaku untuk suatu 18 jangka waktu tertentu adalah:

19 (a) Kontrak jangka pendek. Dalam kontrak ini, jumlah premi

20 yang dibebankan, jumlah pertanggungan yang diberikan

21 atau syarat polis lain dapat disesuaikan oleh perusahaan

22 asuransi pada saat perpanjangan polis. Pada umumnya

23 kontrak jangka pendek mengacu pada periode kontrak

24 asuransi kurang dari 12 bulan.

25 (b) Kontrak jangka panjang. Kontrak biasanya tidak dapat

26 dibatalkan, dijamin dapat diperbarui, dan persyaratan

27 lain tidak dapat diubah sepihak syarat-syaratnya. Kontrak

28 jangka panjang meliputi juga pelayanan dan fungsi lain

29 oleh perusahaan asuransi.

30

31 Definisi 32

33 07. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan

34 dalam Pernyataan ini: 35

36 Estimasi liabilitas klaim adalah klaim yang belum diputuskan 37 baik jumlahnya dan/atau haknya, termasuk klaim yang 38 terjadi namun belum dilaporkan.

(18)

1 Klaim dan manfaat asuransi adalah beban yang terdiri atas: 2 klaim dan manfaat asuransi yang pembayarannya didasarkan 3 pada terjadinya peristiwa yang diasuransikan, yaitu klaim 4 kematian, klaim cacat, dan klaim jaminan kesehatan; klaim 5 dan manfaat karena jatuh tempo; serta klaim dan manfaat 6 karena pembatalan (surrender).

7

8 Klaim reasuransi adalah bagian klaim yang menjadi 9 kewajiban reasuradur sehubungan dengan perjanjian 10 reasuransi.

11

12 Masa keleluasaan (grace period) adalah suatu periode di 13 mana pemegang polis belum membayar premi pada saat 14 jatuh tempo namun polis tetap berlaku.

15

16 Premi reasuransi adalah bagian premi bruto yang menjadi 17 hak reasuradur berdasarkan perjanjian reasuransi.

18

19 Premi bruto adalah premi yang diperoleh dari pemegang 20 polis.

21

22 Premi yang belum merupakan pendapatan adalah bagian dari 23 premi yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa 24 pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode. 25

26 Utang subordinasi adalah pinjaman dari pemegang saham 27 atau pihak lain, yang bila terjadi likuidasi, pelunasannya 28 dilakukan setelah pelunasan kewajiban lain. Utang 29 tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki batas tingkat 30 solvabilitas.

31

32 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN 33

34 Neraca 35

36 08. Dihapus. Dalam penyajian neraca, aset dan kewajiban

37 tidak dikelompokkan menurut lancar dan tidak lancar 38 (unclassified), tetapi mendahulukan kelompok akun investasi

(19)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 dan kelompok akun kewajiban kepada pemegang polis. Dengan 2 demikian laporan keuangan menggambarkan kemampuan 3 perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang 4 polis.

5

6 09. Dihapus. Aset disajikan dengan menempatkan akun

7 Investasi pada urutan pertama diikuti akun-akun aset yang lain. 8 Akun-akun yang lain disajikan berdasarkan urutan likuiditas. 9

10 10. Dihapus. Kewajiban disajikan dengan menempatkan

11 akun Kewajiban kepada Pemegang Polis pada urutan pertama 12 dan diikuti oleh akun-akun kewajiban yang lain. Akun-akun 13 kewajiban yang lain disajikan berdasarkan urutan jatuh 14 tempo.

15

16 11. Dihapus. Utang subordinasi, jika ada, disajikan setelah

17 Kewajiban Lain sebelum ekuitas. 18

19 12. Dihapus. Ekuitas disajikan sesuai dengan prinsip

20 akuntansi yang berlaku umum. 21

22 Laporan Laba Rugi 23

24 13. Dihapus. Laporan laba rugi disusun dalam bentuk

25 single step. 26

27 14. Dihapus. Pendapatan premi disajikan sedemikian rupa

28 sehingga menunjukan jumlah premi bruto, premi reasuransi, 29 dan kenaikkan (penurunan) premi yang belum merupakan 30 pendapatan. Premi reasuransi disajikan sebagai pengurang 31 premi bruto.

32

33 15. Dihapus. Hasil investasi disajikan setelah pendapatan

34 investasi dikurangi dengan beban investasi terkait langsung. 35 Keuntungan (kerugian) penjualan investasi dan selisih kurs 36 valuta asing yang berkaitan dengan investasi disajikan sebagai 37 bagian dari hasil investasi.

38

(20)

1 Catatan atas Laporan Keuangan 2

3 16. Dihapus. Catatan atas laporan keuangan meliputi

4 pengungkapan seperti ditentukan oleh prinsip akuntansi yang 5 berlaku umum, kecuali dinyatakan lain seperti yang ditentukan 6 dalam paragraf 32.

7

8 PENDAPATAN 9

10 Premi Kontrak Jangka Pendek 11

12 17. Premi kontrak jangka pendek (beberapa term life

13 insurance, seperti credit life insurance) diakui sebagai 14 pendapatan dalam periode kontrak sesuai dengan proporsi 15 jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Jika periode risiko 16 berbeda secara signifikan dengan periode kontrak, premi 17 diakui sebagai pendapatan selama periode risiko sesuai dengan 18 proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Hal ini 19 menyebabkan premi diakui sebagai pendapatan secara merata 20 sepanjang periode kontrak (atau periode risiko, jika berbeda), 21 kecuali jika proteksi asuransi menurun sesuai dengan skedul 22 yang telah ditentukan sebelumnya.

23

24 Premi Kontrak Jangka Panjang 25

26 18. Premi kontrak jangka panjang (whole life contracts

27 dan guarranted renewable term life contracts) diakui sebagai 28 pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Kewajiban 29 untuk biaya yang diharapkan timbul sehubungan dengan kontrak 30 tersebut diakui selama periode sekarang dan periode diperbaruinya 31 kontrak. Nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang 32 dibayar kepada pemegang polis atau wakilnya dikurangi dengan 33 nilai sekarang estimasi premi masa depan yang akan diterima dari 34 pemegang polis (liabilitas manfaat polis masa depan) diakui 35 pada saat pendapatan premi diakui. Estimasi tersebut didasarkan 36 pada asumsi, seperti hasil investasi yang diharapkan, mortalitas, 37 morbiditas, terminasi, dan beban-beban, yang ditetapkan pada 38 saat kontrak asuransi dibuat.

(21)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 Pendapatan Lain 2

3 19. Komisi reasuransi dan komisi keuntungan reasuransi

4 diakui sebagai pendapatan lain. 5

6 BEBAN 7

8 Beban Klaim 9

10 20. Klaim meliputi klaim yang telah disetujui (settled

11 claims), klaim dalam proses penyelesaian (outstanding claims), 12 dan klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.

13

14 21. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian, termasuk

15 klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, ditentukan 16 berdasarkan estimasi liabilitas klaim tersebut. Perubahan 17 dalam jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses 18 penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi 19 klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai penambah 20 atau pengurang beban dalam laporan laba rugi pada periode 21 terjadinya perubahan.

22

23 22. Klaim reasuransi diakui sebagai pengurang beban

24 klaim pada periode yang sama dengan pengakuan beban 25 klaim.

26

27 Beban Akuisisi 28

29 23. Dihapus. Biaya akuisisi dialokasikan berdasar

30 perhitungan aktuaria karena Kewajiban Manfaat Polis Masa 31 Depan menggunakan Metode Tingkat Premi Murni (Net Level 32 Premium Method).

33

34 ASET 35

36 24. Dihapus. Perlakuan akun-akun aset mengacu pada

37 prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali dinyatakan 38 secara khusus dalam Pernyataan ini.

(22)

1 Investasi 2

3 25. Dihapus. Perlakuan akuntansi untuk investasi mengacu

4 pada PSAK No. 13 (1994) tentang Akuntansi untuk Investasi 5 dan PSAK No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam 6 Perusahaan Asosiasi, kecuali untuk surat berharga (marketable 7 securities) yang perlakuan akuntansinya adalah sebagai 8 berikut:

9 (a) Sekuritas atau efek utang yang dimaksudkan untuk

10 dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturities) dinyatakan

11 berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi dengan

12 amortisasi premi atau diskonto. Dalam menentukan maksud

13 tersebut, perusahaan harus mempertimbangkan pengalaman

14 yang mereka miliki dalam hal penjualan dan transfer efek.

15 Perusahaan tidak boleh mengklasifikasikan suatu efek utang

16 dalam kategori ini jika perusahaan mempunyai maksud untuk

17 memiliki efek hanya untuk periode yang tidak ditentukan.

18 Oleh karena itu, efek utang tidak boleh dimasukkan dalam

19 klasifikasi ini kalau perusahaan mempunyai tujuan untuk

20 menjual efek tersebut, misalnya, untuk menghadapi:

21 (i) Perubahan tingkat bunga pasar dan perubahan yang

22 berhubungan dengan risiko sejenis;

23 (ii) Kebutuhan likuiditas;

24 (iii) Perubahan dalam ketersediaan dan hasil investasi

25 alternatif;

26 (iv) Perubahan dalam risiko mata uang asing.

27 (b) Efek utang dan efek ekuitas yang dimaksudkan untuk

28 segera diperdagangkan (trading securities), dinyatakan

29 berdasarkan harga pasar. Perdagangan dalam hal ini

30 mencerminkan pembelian dan penjualan yang aktif dan

31 sering dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan

32 atas perbedaan harga jangka pendek. Efek ekuitas yang

33 diklasifikasi dalam kategori ini adalah sekuritas yang

34 bisa ditentukan nilai wajarnya yaitu jika harga jual

35 atau kuotasi harga beli dan jual tersedia di bursa efek

36 yang terdaftar di Bapepam. Untuk efek utang yang

37 tidak tersedia harga pasarnya, estimasi nilai wajar bisa

38 dibuat dengan menggunakan berbagai teknik penentuan

(23)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 harga misalnya dengan analisis arus kas didiskontokan

2 (discounted cash flow analysis), penentuan harga matriks,

3 dan analisis fundamental. Keuntungan (kerugian) yang

4 belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) harga pasar

5 (unrealized gains and losses) dilaporkan dalam laporan

6 laba rugi periode berjalan.

7 (c) Efek utang dan ekuitas yang tidak termasuk dalam kedua

8 kategori di atas diklasifikasikan sebagai “efek yang tersedia

9 untuk dijual” (available for sale securities) dan dinyatakan

10 berdasarkan harga pasar. Sekuritas utang yang masuk

11 dalam kategori ini adalah yang dimiliki untuk waktu yang

12 tidak ditentukan karena, misalnya, dimaksudkan untuk

13 suatu saat dijual guna memenuhi kebutuhan likuiditas atau

14 sebagai bagian dari program manajemen risiko perusahaan.

15 Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat

16 kenaikan (penurunan) harga tidak diakui dalam laporan

17 laba rugi, melainkan disajikan secara terpisah sebagai

18 komponen ekuitas.

19

20 Piutang Reasuransi 21

22 26. Dihapus. Piutang reasuransi tidak boleh dikompensasikan

23 dengan utang reasuransi, kecuali apabila kontrak reasuransi 24 menyatakan adanya kompensasi. Apabila dalam kompensasi 25 tersebut timbul saldo kredit, maka saldo tersebut harus disajikan 26 pada kelompok kewajiban sebagai utang reasuransi.

27

28 LIABILITAS 29

30 27. Dihapus. Perlakuan akun-akun kewajiban mengacu

31 pada prinsip akuntansi yang berlaku umum, kecuali dinyatakan 32 secara khusus dalam Pernyataan ini.

33

34 Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan 35

36 28. Liabilitas manfaat polis masa depan dinyatakan dalam

37 laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan aktuaria. 38

(24)

1 28A. Liabilitas tersebut diakui sejak timbulnya kewajiban 2 sesuai yang diperjanjikan dalam kontrak asuransi jiwa. 3

4 28B. Liabilitas tersebut mencerminkan nilai kini estimasi

5 pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk 6 seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh 7 biaya yang akan dikeluarkan tetapi juga mempertimbangkan 8 penerimaan premi dimasa yang akan datang (gross premium 9 reserve).

10

11 28C. Untuk kontrak asuransi jiwa yang tidak memiliki

12 kandungan tabungan dan masa kontrak sama dengan atau 13 kurang dari 12 bulan, liabilitas dapat dihitung menggunakan 14 pendekatan premi yang belum merupakan pendapatan. 15

16 28D. Penentuan jumlah liabilitas manfaat polis masa depan

17 harus memenuhi tes kecukupan liabilitas sebagaimana diatur 18 dalam PSAK 62.

19

20 Estimasi Liabilitas Klaim 21

22 29. Estimasi kewajiban klaim atas kontrak jangka pendek,

23 khusus asuransi kesehatan dan kecelakaan dinyatakan sebesar 24 jumlah taksiran berdasarkan perhitungan teknis asuransi. 25

26 Premi yang Belum Merupakan Pendapatan 27

28 30. Premi yang belum merupakan pendapatan atas kontrak

29 jangka pendek untuk asuransi kesehatan dan kecelakaan 30 ditentukan dengan cara sebagai berikut:

31 (a) secara agregat tanpa memerhatikan tanggal penutupannya

32 dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu

33 dari jumlah premi retensi sendiri untuk tiap jenis

34 pertanggungan/asuransi; atau

35 (b) secara individual dari tiap pertanggungan dan besarnya

36 premi yang belum merupakan pendapatan ditetapkan

37 secara proporsional dengan jumlah proteksi yang

38 diberikan, selama periode pertanggungan atau periode

(25)

Akuntansi Asuransi Jiwa ED PSAK No. 36 (revisi 2010)

1 risiko, konsisten dengan pengakuan pendapatan premi

2 sebagaimana dijelaskan dalam paragraf 17.

3

4 Utang Reasuransi 5

6 31. Dihapus. Utang reasuransi tidak boleh

dikompensa-7 sikan dengan piutang reasuransi, kecuali apabila kontrak rea-8 suransi menyatakan adanya kompensasi. Apabila dalam kom-9 pensasi tersebut timbul saldo debit, maka saldo tersebut harus 10 disajikan pada kelompok aset sebagai piutang reasuransi. 11

12 PENGUNGKAPAN 13

14 32. Pengungkapan khusus yang diperlukan adalah sebagai

15 berikut:

16 (a) Kebijakan akuntansi mengenai:

17 (i) pengakuan pendapatan premi dan penentuan liabilitas

18 manfaat polis masa depan serta premi yang belum

19 merupakan pendapatan;

20 (ii) transaksi reasuransi termasuk sifat, tujuan, dan efek

21 transaksi reasuransi tersebut terhadap operasi

peru-22 sahaan;

23 (iii) pengakuan beban klaim dan penentuan estimasi klaim

24 tanggungan sendiri;

25 (iv) kebijakan akuntansi lain yang penting sebagaimana

26 ditentukan dalam PSAK yang berlaku.

27 (b) Dihapus. Biaya Akuisisi Ditangguhkan. Pengungkapan

28 mengenai sifat, jumlah, jenis, dan metode alokasi

pem-29 bebanan biaya akuisisi ditangguhkan.

30 (c) Dihapus. Kewajiban kepada Pemegang Polis. Perincian

31 Kewajiban kepada Pemegang Polis serta penjelasan

32 mengenai metode, asumsi, dan sistem perhitungan yang

33 digunakan sebagai dasar perhitungan kewajiban kepada

34 pemegang polis tersebut.

35 (d) Dihapus. Utang Subordinasi. Penjelasan mengenai

kara-36 kteristik perjanjian pinjaman subordinasi, tingkat bunga,

37 dan nilai sisa pinjaman.

38 (e) Dihapus. Ekuitas Asuransi Jiwa Bersama. Penjelasan

(26)

1 mengenai sifat serta peraturan perundangan-undangan

2 yang berkaitan dengan ekuitas usaha bersama. Penjelasan

3 mengenai metode serta jumlah pembagian keuntungan

4 kepada pemegang polis.

5 (f) Pendapatan Premi Bruto. Pengungkapan pendapatan premi

6 tahun pertama (first year premium) dan premi tahun

lan-7 jutan (renewal) secara terperinci berdasarkan kelompok

8 perorangan dan kumpulan serta jenis asuransi.

9 (g) Klaim dan Manfaat. Pengungkapan jenis, jumlah, dan

10 sebab kenaikan klaim dan manfaat yang signifikan.

11

12 TANGGAL EFEKTIF 13

14 33. Dihapus. Pernyataan ini berlaku efektif untuk

penyu-15 sunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode 16 laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1996. 17 Penerapan lebih dini dianjurkan.

18

19 33A. Pernyataan ini berlaku efektif untuk tahun buku yang

20 dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(27)

Tips Memilih Asuransi Jiwa

Apakah Anda sedang mencari Asuransi Jiwa ? ... atau kecewa karena sesuatu dan lain hal

atas Asuransi Jiwa sebelumnya atau atas agen nya ? atau masih ada lagi yang lain.

Tetapi besama ini saya ucapkan selamat karena Anda sudah masuk kedalam fase bijaksana

dalam mengelola hidup yang singkat ini. Yah ..karena kita faham apa arti sebuah resiko

dan kita mau bergabung dengan group yang sama sama mengerti dan mau menerima resiko

yang kita berikan (manajemen resiko) Dibawah ini ada petunjuk yang dapat dijadikan

pedoman untuk memilih asuransi jiwa yang akan mendampingi kita seumur hidup.

A. Produk

Biasanya perusahaan asuransi menawarkan lebih dari satu produk, oleh karena itu

pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tujuan keuangan Anda.

Resiko apa yang Anda paling khawatir atas tertanggung. Misalnya saja Biaya

pendidikan anak, Jaminan hari tua atau penyakit kritis yang mungkin akan dapat

terjadi.

Perhitungkan manfaat dengan syarat-syarat dan ketentuan produk, dan perhatikan

harga premi yang ditawarkan. Pastikan anda membaca hal yang dikecualikan untuk

melindungi Penanggung. Sehingga dikemudian hari tidak ada salah faham yang

mengakibatkan kekecewaan.

Pada saat mempelajari proposal atau penawaran, perhatikan manfaat yang

ditawarkan, terutama perbandingan asumsi yang ditawarkan dengan kondisi yang

berlaku saat ini dan kesanggupan Perusahaan memenuhi janji-janjinya

(28)

masa sehingga kita tahu komitmen dan integritas Penanggung.

Yang pasti memang adalah perusahaan asing yang sudah terbukti sejarahnya.

C. Kemampuan Keuangan Perusahaan Asuransi

Asuransi Jiwa merupakan perjanjian jangka panjang, oleh karena itu pilihlah

perusahaan asuransi yang tidak bermasalah dalam hal pengelolaan keuangannya.

Lihatlah laporan keuangannya di suratkabar, majalah atau media massa lain, lihat

peringkat atau ratingnya

Perhatikan RBC (Risk based Capital) nya, apakah sudah sesuai ketentuan

pemerintah yang minimal 120%

Lihat juga jumlah modal perusahaan asuransi tersebut

Monitor perkembangan dan kinerja atau pengelolaannya apakah bermasalah atau

tidak.

D. Advis dan Pelayanan

Bagi sebagian orang, asuransi adalah produk yang rumit dan sulit dipahami, oleh

karena itu mintalah agen Anda untuk dapat menjelaskan detil produk untuk

membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat

Pastikan Anda mendapatkan pelayanan yang baik jika polis sudah diperoleh

Carilah agen yang berlisensi karena sudah teruji secara Akademis.

satu lagi cari yang berkomitmen untuk memberikan anda yang sesuai dengan

kebutuhan dan kemampuan bukan karena target premi. (kejar setoran)

(29)

Umur masuk berdasarkan : LAST BIRTHDAY, dibanyak perusahaan asuransi

dihitung maju atau ulang tahun kita tahun depan.

TIDAK

ADA

PERBEDAAN

BAGI

PEROKOK

DAN

NON

PEROKOK,

Banyak perusahaan asuransi menghitung perokok sebagai orang

yang beresiko besar sehingga premi yang diberikan lebih MAHAL.

Perlindungan sakit kritis / DD : sampai usia 75 tahun

, Biasanya cuma sampai

65 tahun kalaupun mau ditambah harus ada tambahan premi atau LEBIH MAHAL

karena semakin renta-semakin mudah terkena DD.

Manfaat Rumah Sakit / HS : 150 hari / tahun dan dilindungi sampai usia 75

Tahun

, Nah yang ini biasanya cuma 4 bulan atau 120 hari. Kalaupun ada yang

sampai 180 hari tetapi cuma sampai usia 65 tahun atau menjadi bersyarat sehingga

premi menjadi lebih mahal mulai dari 0-65 tahun. tetapi apakah kita bisa tahan di

RS hingga 150 hari. Tentu tidak paling cuma 14-30 hari. Lebih dari itu biasanay

sudah terkena penyakit kritis. Point terpentingnya adalah masa petanggungannya

yang panjang.

Berlaku di seluruh dunia, termasuk : AMERIKA, CANADA, dan Jepang, Nah

kalau yang ini hampir semau perusahaan Asuransi tidak berani karena preminya

akan sangat mahal. Kecuali Perusahaan Sangat kuat sekali jaringannya disana

dan keuangan yang sangat kuat. Premi di Jepang sangat mahal sekali selain sering

gempa juga hingga kini kekhawatiran akan radio aktif bekas PD 2 masih melekat.

Tetapi lebih dari 90 % orang disana memiliki asuransi.

Didukung oleh Global Assistance & Healthcare

: bantuan Int'l termasuk

evakuasi GRATIS. Sangat berguna bila Anda jauh dari jangkauan RS atau berada

di luar negeri yang karena sesuatu hal perlu bantuan medis. Manfaat hingga USD

500.000,- jika polis Asuransi kesehatan nya di setujui.

(30)

ambil. Umumnya 2 hari baru mau diganti jaman dah maju kadang operasi cuma 1

hari aja.

Tambahan manfaat akibat kecelakaan, yang lain tidak ada tuh

Cash Plan di berikan 365 hari / tahun dengan nilai Rp50.000 / Unit

Enhanced Payor Waiver Premium : tabungan anak akan di lanjutkan hingga

Pemegang Polis berusia 65 tahun bila terjadi meninggal dunia / cacat tetap

total / sakit kritis.

Alokasi Investasi 100% sudah dimulai pada tahun ke 4, biasanay tahun ke lima

sehingga investasinya kurang gigit bagi yang ambil unit link

Referensi

Dokumen terkait

tabaci pada tanaman kedelai umur 2 minggu memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan investasi pada umur 3 minggu, sedangkan investasi pada umur 3 minggu

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi selama ini di tengah- tengah masyarakat dengan pola dan bentuk yang berbeda. Tentu dalam hal ini pemerintah memiliki

Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun harus dibatasi karena berbagai alasan, seperti : kelayakan ekonomi, spesifikasi produk (sabun tidak

Since the self-localization of the mobile device is based on GPS, gyro sensor, acceleration meter and magnetic field sensor (called as position and orientation system (POS) in

teacher center. Sebelumnya guru belum pernah menggunakan strategi saat mengajar mata pelajaran Fikih. Siswa sangat kurang antusias saat mengikuti

Mark Simon dalam tulisannya mengemukakan bahwa Injil adalah kabar baik bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang telah bangkit sehingga dosa-dosa setiap orang

pipet 10 mL larutan baku 1 000 µg/mL Cd ke dalam labu ukur 50 mL kemudian encerkan dengan aquabides sampai tanda garis kemudian dikocok. Larutan baku kedua ini memiliki

Faktor p, faktor i dan faktor tindakbalas pi dan ralat masing-masing merupakan sumber perbezaan yang terdapat dalam ujian analisis varians (ANOVA). Dalam teori G,