IMPLEMENTASI METODE ACTIVITY BASED COSTING
PADA INDUSTRI PERHOTELAN
(Studi Kasus pada Unit Bisnis Hotel DEF di PT. XYZ, Tbk)
SKRIPSI
AUDITYA MAULANA IRAWAN 0806371062
PEMBIMBING: WASILAH
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM EKSTENSI AKUNTANSI UNIVERSITAS INDONESIA
JAKARTA NOVEMBER 2012
ABSTRAK
Nama : Auditya Maulana Irawan Program Studi : Ekstensi Akuntansi
Judul : Implementasi Metode Activity Based Costing pada Industri Perhotelan (Studi Kasus pada unit bisnis hotel DEF di PT. XYZ, Tbk)
Skripsi ini membahas tentang implementasi metode Activity Based Costing dalam menentukan harga pokok jasa room dan membandingkan dengan metode biaya yang digunakan sendiri secara internal oleh manajemen hotel DEF dan metode biaya tradisional pada unit bisnis hotel DEF di PT. XYZ, Tbk dalam menentukan harga pokok jasa room. Berdasarkan perbandingan tersebut akan diketahui tentang perbedaan signifikan penggunaan ketiga macam metode costing tersebut. Bagi pelaku usaha atau manajemen perusahaan yang masih awam terhadap metode biaya, biasanya melakukan perhitungan harga pokok produksi atau jasanya hanya berdasarkan biaya langsung (direct cost) saja. Sedangkan biaya tidak langsung (indirect cost) yang tidak dapat ditelusuri langsung ke produk atau jasa dengan cara yang ekonomis biasanya dibebankan hanya berdasarkan asumsi yang menggunakan persentase perkiraan saja. Akibatnya terjadi kesalahan pengambilan keputusan khususnya kesalahan dalam strategi penetapan harga (pricing). Dengan menggunakan metode Activity Based Costing, penulis berupaya untuk memperkenalkan implementasi metode menghitung harga pokok jasa room, pada industri jasa perhotelan. Penulis melakukan perbandingan metode perhitungan biaya dengan memasukkan seluruh elemen biaya dan sumber daya yang dikorbankan dengan metode yang digunakan secara internal, menggunakan traditional costing dan metode Activity Based Costing. Berdasarkan perbandingan tersebut diketahui bahwa perhitungan dengan menggunakan metode Activity
Based Costing menghasilkan nilai harga pokok jasa room yang lebih akurat
sehingga diharapkan akan lebih tepat dalam pengambilan keputusan pada khususnya strategi penetapan harga (pricing strategy).
Kata kunci:
ABSTRACT
Name : Auditya Maulana Irawan Study Program : Extension Accounting
Title : Implementation Activity Based Costing method on Hospitality Industry (Case Study: Hotel DEF as a business unit of PT. XYZ, Tbk)
This thesis discussed about implementation activity based costing method (ABC), and comparison between ABC method, internal method and traditional costing for cost of room service Hotel DEF as a business unit of PT. XYZ, Tbk. Based on the comparison, we will understand a significant difference of these method. For entrepreneurs or management companies that still lay on costing method, usually calculate the cost of production or services based only direct costs. While the indirect costs that cannot be traced directly to products or services economically, usually charged based on the assumption that using an estimated percentage. This resulted an error in the decision making pricing strategy. Using Activity Based Costing method, the author tries to introduce the implementation of this method in the hospitality industry. Author compared the cost calculation method to include all elements of costs and resources used by the method used internally, traditional costing method and ABC method. By comparison it was found that calculation using activity based costing method cost will generate more accurate of room service value which is expected to be more precise in decision-making in particular pricing strategy.
Keywords:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Sampai saat ini di unit bisnis hotel DEF yang dikelola PT. XYZ, Tbk masih menerapkan sistem biaya yang diciptakan sendiri dalam menentukan harga pokoknya, dimana penentuan harga pokoknya belum dapat mencerminkan seluruh biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan. Hal ini menyebabkan informasi harga pokok jasa yang under costing atau over costing. Under costing terjadi bila biaya tidak langsung (indirect cost) dibebankan kepada jasa terlalu rendah dari biaya yang sebenarnya dikonsumsi untuk menghasilkan jasa, sedangkan overcosting terjadi bila biaya tidak langsung (indirect cost) dibebankan kepada jasa terlalu tinggi dari biaya yang sebenarnya dikonsumsi untuk menghasilkan jasa tersebut. Dengan munculnya biaya jasa yang undercosting atau
over costing tersebut akan mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan
keputusan khususnya dalam strategi menetapkan tarif menginap (room rate) dan kelangsungan hidup organisasi (going concern). Untuk itu perlu dikaji kemungkinan diterapkannya sistem penentuan harga pokok jasa berdasarkan aktivitasnya. Adanya upaya untuk menghitung ulang biaya secara riil adalah salah satu wujud untuk terciptanya cost awareness yang diharapkan mampu meningkatkan ketepatan dalam pengambilan keputusan.
Activity Based Costing System merupakan suatu sistem pembebanan biaya
berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk. Ada dua asumsi yang mendasari Activity Based Costing System (Cooper and Kaplan, 2007), yaitu :
1. adanya aktivitas akan menyebabkan timbulnya biaya.
2. produk atau jasa akan menyebabkan timbulnya permintaan akan aktivitas.
1.2 Rumusan Masalah
Dengan mempertimbangkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana proses perhitungan harga pokok jasa jika menggunakan metode biaya tradisional untuk unit bisnis Hotel DEF? dan apa pengaruh terhadap penentuan tarif menginap (room rate)?
2. Bagaimana proses perhitungan harga pokok jasa jika menggunakan metode Activity Based Costing unit bisnis hotel DEF? dan apa pengaruhnya terhadap penentuan tarif menginap (room rate)?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Melakukan simulasi perhitungan metode biaya tradisional dalam penentuan harga pokok jasa dan mengukur kemungkinan diterapkannya di unit bisnis hotel DEF
b. Melakukan simulasi perhitungan metode Activity Based Costing dalam penentuan harga pokok jasa dan mengukur kemungkinan diterapkannya di unit bisnis hotel DEF.
c. Mengetahui pengaruh penggunaan biaya tradisional dalam menghitung harga pokok jasa.
d. Mengetahui pengaruh penggunaan metode Activity Based Costing dalam menghitung harga pokok jasa.
BAB II
LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Biaya dan Klasifikasi Biaya
2.1.1 Konsep Biaya
Hongren dan Foster (2009:53) mendefinisikan biaya (cost) sebagai berikut:
“Cost as a resource sacrificed or forgone to achieve a spesific objective. A cost (such as direct materials or advertising) is usually measured as the monetary amount that must be paid to acquire goods or services”.
Hongren dan Foster menyatakan bahwa biaya (cost) adalah sumberdaya yang dikorbankan untuk memperoleh suatu tujuan tertentu. Biaya biasanya diukur dengan satuan moneter yang harus dibayar untuk mendapatkan barang atau jasa.
2.1.2 Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya diperlukan untuk melakukan perhitungan biaya produk dan jasa. Biaya-biaya yang terjadi diklasifikasikan untuk mengetahui karakteristiknya. Selanjutnya ketika karakteristiknya telah diketahui maka biaya (cost) akan ditentukan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Menurut Hongren dan Foster (2009:54), biaya (cost) diklasifikasikan ke dalam dua kategori sesuai dengan cara menentukan biaya (cost) ke dalam obyek biaya (cost objects):
1) Direct Cost, adalah biaya yang dikaitkan dengan obyek biaya dan dapat
ditelusuri kepadanya dengan cara yang ekonomis.
2) Indirect Cost, adalah biaya yang dikaitkan dengan obyek biaya namun
tidak dapat ditelusuri kepadanya dengan cara yang ekonomis.
2.2 Harga Pokok Produksi
Hongren dan Foster (2009:65), mendefinisikan harga pokok produksi (cost
of goods manufactured) adalah:
“The cost of goods manufactured refers to the cost of goods brought to completion whether they were started during the current accounting period.”
Dari definisi Hongren dan Foster disimpulkan bahwa harga pokok produksi (cost of goods manufactured) adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang telah diselesaikan selama periode akuntansi. Harga Pokok Produksi
diperoleh dengan cara menjumlahkan biaya bahan baku (Direct Material), biaya tenaga kerja (Direct Labor) dan juga biaya overhead (Factory Overhead) ditambahkan dengan persediaan awal barang setengah jadi (Work In Process –
Beginning Inventory) kemudian dikurangi dengan persediaan akhir barang
setengah jadi (Work In Process – Ending Inventory)
2.3 Metode Akumulasi Biaya
Ada beberapa metode dalam melakukan akumulasi biaya menurut Hongren dan Foster (2009), diantaranya adalah:
1. Traditional Costing System
2. Activity Based Costing System
2.3.1 Traditional Costing System
Dalam sistem akuntansi biaya tradisional, hal yang menyebabkan biaya timbul (cost driver) disebut dengan basis alokasi (allocation bases) seperti misalnya jumlah pemakaian bahan baku langsung, jumlah penggunaan jam tenaga kerja, jumlah jam mesin, dan jumlah tenaga kerja langsung. Semua basis alokasi ini adalah pemicu biaya (cost driver) yang terkait dengan volume atau tingkat produksi yang nantinya akan digunakan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik.
Cooper dan Kaplan (2007) menyatakan distorsi informasi yang terjadi pada sistem biaya tradisional disebabkan antara lain:
1. Adanya biaya yang dialokasikan ke produk yang tidak berkaitan sama sekali dengan produk yang menimbulkan biaya-biaya tersebut.
2. Adanya biaya-biaya yang tidak dihubungkan dengan produk yang dihasilkan ataupun dengan konsumen yang dilayani.
3. Adanya perhitungan biaya produk hanya terhadap sebagian output dari perusahaan.
4. Adanya pengalokasian biaya yang tidak akurat ke suatu produk.
5. Adanya usaha untuk mengalokasikan joint cost dan common cost ke suatu produk.
2.3.2 Activity Based Costing
2.3.2.1 Pengertian Activity Based Costing
“Activity Based Costing (ABC) refines a costing system by identifying individual activities as the fundamental cost objects. An Activity is an event, task, or unit of work with a specified purpose-for example, designing products, setting up machines, operating machines, and distributing products.”
Menurut Hongren dan Foster, ABC memurnikan sebuah sistem biaya dengan mengindentifikasi aktivitas sebagai dasar obyek biaya. Adapun aktivitas itu sendiri adalah kegiatan, tugas, atau unit kerja dengan tujuan yang ditentukan. Contohnya: desain produk, pengaturan mesin, pengoperasian mesin, distribusi produk.
Gambar 2.1. Asumsi Dasar yang melandasi ABC System
Fundamental Cost Objects Assignment to other cost
objects
Sumber : Hongren dan Foster, 2009
Dengan sistem ini Hongren dan Foster ingin menjelaskan penyebab timbulnya suatu biaya adalah aktifitas yang terjadi di suatu perusahaan. Sehingga sangatlah tepat kalau pengalokasian biaya tidak langsung yang tidak melekat ke produk dilakukan berdasarkan aktivitas yang terjadi.
2.3.2.2 Kriteria Penerapan Activity Based Costing
Hongren dan Foster (2009:169) merumuskan beberapa hal yang berkaitan dengan faktor yang mendorong penerapan ABC, yaitu:
1) Increase in product diversity.
2) Increase in indirect cost.
3) Competition in product market.
Activities Cost of - Products - Services - Customers Cost of Activity
2.3.2.3 Hirarki Biaya (Cost Hierarchies)
Hongren dan Foster (2009:173) mengelompokkannya menjadi 4 klasifikasi yaitu:
1) Aktivitas tingkat unit (Unit Level Activities)
2) Aktivitas tingkat kelompok unit (Batch Level Activities)
3) Aktivitas pendukung produk atau jasa (Product/Service Sustaining
Activities)
4) Aktivitas pendukung fasilitas (Facility Sustaining Activities)
2.3.2.4 Activity Cost Pool
Garrison mendefinisikan Activity Cost Pool dalam bukunya Managerial Accounting 11 edition, 2006, Mc Graww Hill :
An Activity Cost Pool is a “bucket” in which costs are accumulated that relate to a single activity measure in the ABC system.
Activity Cost Pool didefinisikan sebagai tempat dimana macam – macam
biaya (cost) yang ada diakumulasikan menjadi satu aktivitas yang terukur dalam
Activity Based Costing System. Maksudnya, dalam suatu proses produksi tentunya
biaya tidak langsung (indirect cost) yang mendukung proses produksi sangat banyak variasi macamnya. Sehingga untuk memudahkan implementasi metode
Activity Based Costing semua biaya tersebut dikelompokkan dalam beberapa activity cost pool. Cara mengelompokkannya pun ditentukan terlebih dahulu
karakteristik yang menjadi cost driver-nya. Setelah ditentukan beberapa cost
driver maka seluruh biaya tidak langsung tersebut dapat dikelompokkan ke dalam activity cost pool. Contohnya: kelompok cost driver berdasarkan jumlah kamar
terjual, jumlah tamu menginap, jumlah luas lantai, jumlah kamar tersedia, jumlah jam kerja karyawan.
2.4 Cost driver
Hongren dan Foster (2009:58) mendefinisikan Cost driver sebagai berikut:
“Cost driver is a variable, such as the level activity or volume, that causally affects cost over a given time span.”
2.5 Mekanisme Implementasi Activity Based Costing pada Perusahaan Jasa
Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam implementasi Activity Based
Costing pada perusahaan jasa haruslah tepat supaya tidak terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan. Hal ini menghindari terjadinya distorsi biaya yang nantinya mengakibatkan kesalahan dalam penetapan harga pokok jasa yang terlalu tinggi atau terlalu rendah (overcosting atau under costing).
Dalam penerapan ABC dilakukan 2 tahap proses pengalokasian sebagaimana gambar berikut:
Gambar 2.2 Tahapan Proses Pengalokasian Penerapan ABC
Sumber : Garrison, Norren dan Brewer (2006)
1. Tahap Pertama
Pada tahap pertama, aktivitas diidentifikasikan, biaya dituntukan ke setiap aktivitas dan aktivitas-aktivitas yang berkaitan disatukan dalam kelompok yang homogen, berdasarkan kesamaan karakteristik, secara logika berkaitan dan mempunyai ratio konsumsi sama untuk semua produk.
2. Tahap Kedua
Pada tahap ke dua, Overhead dari setiap Pool Rate dibebankan keproduk. Hongren dan Foster (2009:174) menjelaskan tahapan implementasi ABC adalah:
1) Mengidentifikasi jasa yang menjadi obyek biaya.
2) Mengidentifikasi biaya langsung (direct cost) pada jasa tersebut.
3) Menentukan aktivitas dan dasar alokasi biaya yang nantinya digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung (indirect cost) ke jasa tersebut.
4) Menghitung tarif per unit dari tiap-tiap dasar alokasi biaya.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
& PROFIL UNIT BISNIS HOTEL PADA PT. XYZ, Tbk. 3. Metodologi Penelitian
3.1 Objek, Tempat dan Waktu Penelitian
Dalam penelitian ini yang akan dijadikan objek penelitian adalah implementasi metode Activity Based Costing dalam menentukan harga pokok dari room rate dari berbagai macam room type yang terdapat di unit bisnis hotel DEF yang berlokasi di Jakarta Utara. Unit bisnis hotel DEF ini mempunyai holding company yaitu PT. XYZ, Tbk. Sedangkan untuk waktu penelitian, penulis melakukannya pada saat bulan Januari 2012 sampai dengan selesai.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Metodologi yang akan digunakan di dalam penelitian ini adalah :
1) Review kepustakaan.
2) Deep Interview.
3) Wawancara
4) Observasi.
3.3 Metode Analisis
Di dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipilih adalah Analisa Studi Kasus. Adapun menurut Sekaran (2009) adalah sebagai berikut:
Metode analisis studi kasus adalah analisis mendalam dan kontekstual
terhadap situasi yang mirip dalam organisasi lain, di mana sifat dan definisi masalah yang terjadi adalah serupa dengan yang dialami dalam situasi saat ini.
Sekaran berpendapat bahwa studi kasus adalah untuk meyakinkan dan dapat memberikan deskripsi (gambaran) tentang analisis mendalam dan kontekstual terhadap situasi yang mirip dalam organisasi lain, di mana sifat dan definisi masalah yang terjadi adalah serupa dengan yang dialami dalam situasi saat ini. Dalam studi kasus ini data yang disediakan adalah data kualitatif dan bukan kuantitatif untuk analisis dan interpretasinya.
BAB IV
ANALISA DATA & PEMBAHASAN
4.1 Perhitungan Harga Pokok Room Menggunakan Metode Biaya Tradisional Tabel 4.8
Harga Pokok Produk/Jasa unit bisnis Hotel DEF Tahun 2011
SUPERIOR DELUXE UNIQUE FAMILY SUITE DUYUNG SUITE MARLIN SUITE PAUS SUITE TOTAL
Biaya Langsung Ammenities 217.613.838 216.268.111 126.695.236 299.630.285 45.625.114 43.931.047 28.817.281 978.580.912 Chemical 3.313.703 3.293.211 1.929.245 12.016.288 14.851.195 19.667.056 4.550.992 59.621.689 Room Laundry 90.831.000 90.269.300 72.568.000 174.661.200 26.595.900 36.328.700 16.230.600 507.484.700 Labour 307.245.615 305.345.604 178.879.046 620.237.603 94.444.429 194.403.522 98.707.867 1.799.263.686 Energy 464.423.768 462.320.657 209.987.572 852.738.690 127.274.566 112.846.566 109.213.061 2.338.804.880 Entertainment 6.812.782 6.770.652 3.966.416 6.876.491 1.047.093 862.130 437.744 26.773.308 Depresiasi 15.923.825 15.825.352 9.270.885 70.720.039 77.534.187 106.397.093 75.031.720 370.703.102 Break Fast 364.376.033 362.122.727 212.140.496 735.566.942 112.005.785 92.220.661 70.237.190 1.948.669.835 Dinner 0 0 0 0 0 0 0 0 1.470.540.564 1.462.215.615 815.436.895 2.772.447.537 499.378.268 606.656.777 403.226.456 8.029.902.112
Biaya Tidak Langsung
9,40% x 30.760.016.663 2.890.901.348 2.890.901.348 10,50% x 30.760.016.663 3.229.921.368 3.229.921.368 7,07% x 30.760.016.663 2.174.425.371 2.174.425.371 16,20% x 30.760.016.663 4.984.051.179 4.984.051.179 2,89% x 30.760.016.663 888.636.040 888.636.040 3,69% x 30.760.016.663 1.133.852.008 1.133.852.008 2,43% x 30.760.016.663 748.769.530 748.769.530 HPP 4.361.441.911 4.692.136.983 2.989.862.267 7.756.498.717 1.388.014.308 1.740.508.785 1.151.995.985 24.080.458.956 Jumlah Room Night 6.630 6.589 3.860 6.692 1.019 839 426 26.055 HPP per room type 657.834 712.117 774.576 1.159.070 1.362.134 2.074.504 2.704.216 924.216 Total Biaya Langsung
ELEMEN BIAYA
Sumber data: Data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
4.2 Perhitungan Harga Pokok Room Dengan Metode Activity Based Costing System Tabel 4.10
Identifikasi Aktivitas dan Level Aktivitas
NO AKTIVITAS LEVEL AKTIVITAS
1 Aktivitas menginap Unit level
2 Aktivitas laundry Unit level
3 Aktivitas listrik Facility level
4 Aktivitas air Facility level
5 Aktivitas breakfast Unit level
6 Aktivitas pemasaran Facility level
7 Aktivitas penyusutan Product/Service Sustaining
8 Aktivitas pemeliharaan Product/Service Sustaining
9 Aktivitas sewa lahan & pajak bumi bangunan Product/Service Sustaining
10 Aktivitas pendukung operasional Product/Service Sustaining
11 Aktivitas penggajian karyawan tetap Facility level
12 Aktivitas penggajian karyawan kontrak outsorcing & part time Facility level Sumber data: Data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.11
Cost Pool Dan Cost Driver
Cost Pool Cost Driver
Unit level Activity : Pool I
Aktivitas menginap Jumlah kamar terjual
Aktivitas laundry Jumlah kamar terjual
Pool II
Aktivitas pemberian makan pagi Jumlah tamu menginap
Facility Level Activity: Pool III
Aktivitas pemasaran Jumlah kamar tersedia
Product/Service Sustaining Level Activity: Pool IV
Aktivitas pemeliharaan Jumlah luas lantai
Aktivitas penyusutan Jumlah luas lantai
Aktivitas sewa lahan & pajak bumi bangunan Jumlah luas lantai
Aktivitas pendukung operasional Jumlah luas lantai
Aktivitas listrik Jumlah luas lantai
Aktivitas air Jumlah luas lantai
Facility Level Activity: Pool V
Aktivitas penggajian karyawan tetap Jumlah jam kerja
Aktivitas penggajian karyawan kontrak outsorcing & part time Jumlah jam kerja
Sumber data: Data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.12 Cost Pool I AKTIVITAS DASAR PERSENTASE ALOKASI
JUMLAH TOTAL BIAYA
Aktivitas Menginap :
Guest & cleaning supplies, room amenities 626.276.004 Aktivitas Laundry :
Laundry Linen 550.716.055
TOTAL 1.176.992.059
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.13 Cost Pool II AKTIVITAS DASAR PERSENTASE ALOKASI
JUMLAH TOTAL BIAYA
Aktivitas Breaksfast
Full Breakfast Buffet: (Rp. 27.479 x 70.914 orang) 1.948.645.806
TOTAL 1.948.645.806
Cost Pool III
AKTIVITAS
DASAR PERSENTASE
ALOKASI
JUMLAH TOTAL BIAYA
Aktivitas Pemasaran :
Advertising & Promotion 52,18% 365.427.364 190.679.762,73
TOTAL 190.679.762,73
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.15 Cost Pool IV AKTIVITAS DASAR PERSENTASE ALOKASI
JUMLAH TOTAL BIAYA
Aktivitas Listrik :
Listrik 52,18% 2.386.445.834 1.245.245.896
Bahan Bakar Generator 52,18% 796.142.165 415.426.468 Aktivitas Air :
Air 52,18% 2.301.354.386 1.200.845.234
Aktivitas Penyusutan :
Penyusutan Bangunan 52,18% 1.339.206.786 698.797.237 Penyusutan Mesin & Perlengkapan 52,18% 1.605.915.469 837.965.655 Penyusutan Peralatan 52,18% 557.296.885 290.797.155 Penyusutan Kendaraan 52,18% 2.690.001 1.403.641 Penyusutan Sarana & Prasarana 52,18% 1.704.757.132 889.541.171 Penyusutan Aktiva Berwujud Lain-Lain 52,18% 1.520.887 793.598 Aktivitas Pemeliharaan :
Pemeliharaan Bangunan 52,18% 669.890.920 349.548.650 Pemeliharaan Mesin & Perlengkapan 52,18% 410.938.003 214.427.185 Pemeliharaan Peralatan 52,18% 49.476.463 25.816.786 Pemeliharaan Kendaraan 52,18% 160.409.812 83.701.736 Pemeliharaan Infrastruktur 52,18% 149.959.075 78.248.549 Pemeliharaan Dekorasi & Taman 52,18% - -Pemeliharaan Binatang 52,18% - -Perawatan Taman & Kebersihan 52,18% 1.361.039.664 710.189.618 Aktivitas Sewa Lahan & Pajak Bumi Bangunan:
Beban Sewa Lahan 52,18% 637.698.484 332.750.657 Beban Pajak Bumi Bangunan 52,18% 904.433.650 471.932.895
Cost Pool IV (Lanjutan) Aktivitas Pendukung Operasional:
Beban Telepon 52,18% 118.441.434 61.802.664 Program Atraksi/Honor Artis 52,18% 265.253.451 138.409.080 Program Atraksi/Beban Produksi 52,18% 245.806.145 128.261.488 Konsumsi Program/Atraksi 52,18% 326.039.194 170.127.041 Beban Perizinan 52,18% 16.430.100 8.573.216 Pakaian Seragam Operasional 52,18% 32.004.912 16.700.142
Olah Raga 52,18% 8.755.981 4.568.865
Rekreasi Karyawan 52,18% 147.322.951 76.873.021 Penghargaan Karyawan 52,18% 5.327.597 2.779.936 Pembinaan Rohani Karyawan 52,18% 2.890.000 1.508.000 Transport Rutin 52,18% 60.254.959 31.440.999 Perjalanan Dinas Dalam Kota 52,18% 29.592.834 15.441.521 Perjalanan Dinas Luar Kota 52,18% 69.417.053 36.221.774 Perjalanan Dinas Dalam Kota 52,18% 2.884.203 1.504.975 Pendidikan dan Pelatihan Operasional 52,18% 24.240.519 12.648.687 Asuransi Kebakaran 52,18% 85.042.414 44.375.077 Asuransi Gempa Bumi 52,18% 127.465.050 66.511.181 Asuransi Kendaraan 52,18% 7.031.500 3.669.032
Cetakan 52,18% 4.320.678 2.254.527
Alat Tulis Kantor 52,18% 42.435.445 22.142.788
Dapur 52,18% 535.930 279.648
Bahan Bakar 52,18% 91.218.487 47.597.748
Biaya Rapat 52,18% 880.116 459.244
Foto Copy 52,18% 15.994.309 8.345.820
Harian Majalah Untuk Tamu 52,18% 15.783.000 8.235.559 Kepurtakaan 52,18% 231.000 120.536 Jamuan Tamu 52,18% 3.749.305 1.956.385 Pajak Bea Materai 52,18% 4.727.785 2.466.955 Pajak Reklame 52,18% 12.359.680 6.449.273 Beban Rupa-Rupa 52,18% 15.212.394 7.937.818
TOTAL 8.777.095.130
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.16 Cost Pool V AKTIVITAS DASAR PERSENTASE ALOKASI
JUMLAH TOTAL BIAYA
Aktivitas Penggajian Karyawan Tetap :
Gaji / Honor 52,18% 2.313.420.142 1.207.141.137
Gratifikasi 52,18% 377.588.721 197.025.551
Bonus 52,18% 720.525.025 375.969.493
Iuran Dana Pensiun 52,18% 613.393.425 320.068.293
Beban Manfaat Pensiun 52,18% 501.167.662 261.508.963
Upah Tenaga Kontrak 52,18% 0
-Upah Harian Paruh Waktu / -Upah Paket 52,18% 2.040.636 1.064.803 Uang Makan & Transport Pegawai 52,18% 687.237.230 358.599.943 Uang Makan & Transport Pegawai Kontrak 52,18% 0
-Uang Lembur 52,18% 105.062.219 54.821.398
Asuransi Tenaga Kerja 52,18% 89.658.958 46.783.987
Asuransi Kesehatan 52,18% 271.723.146 141.784.962
Uang Pakaian Seragam 52,18% 42.762.942 22.313.675
Dana Sosial Pegawai 52,18% 0
-Beban Pegawai Lain - Lain 52,18% 59.476.673 31.034.890
Aktifitas Penggajian Karyawan Kontrak Outsorcing & Part Time:
Honor Konsultan 52,18% 13.144.922 6.859.012
Pengalokasian Data Cost Driver
COST POOL COST DRIVER JUMLAH
1 Alokasi jumlah room terjual
Superior 6.630 Deluxe 6.589 Unique 3.860 Family Suite 6.692 Duyung Suite 1.019 Marlin Suite 839 Paus Suite 426 Total 26.055
2 Alokasi jumlah tamu menginap
Superior 13.260 Deluxe 13.178 Unique 7.720 Family Suite 26.768 Duyung Suite 4.076 Marlin Suite 3.356 Paus Suite 2.556 Total 70.914
3 Alokasi jumlah room tersedia
Superior 11.974 Deluxe 11.929 Unique 7.930 Family Suite 11.610 Duyung Suite 1.817 Marlin Suite 1.799 Paus Suite 1.087 Total 48.146
4 Alokasi jumlah luas lantai
Superior 1.485 Deluxe 1.650 Unique 1.320 Family Suite 4.160 Duyung Suite 650 Marlin Suite 800 Paus Suite 480 Total 10.545
5 Alokasi jumlah jam kerja karyawan
Superior 177.122 Deluxe 177.122 Unique 118.081 Family Suite 171.755 Duyung Suite 26.837 Marlin Suite 26.837 Paus Suite 16.102 Total 713.856
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.18
Tarif Cost Pool
NO COST POOL
TOTAL COST POOL (Tabel 4.12, 4.13, 4.14,
4.15, 4.16)
COST DRIVER (Tabel 4.17)
TARIF COST POOL (Rp)
(1) (2) (1) : (2)
1 Cost Pool I 1.176.992.059 26.055 45.173 2 Cost Pool II 1.948.645.806 70.914 27.479 3 Cost Pool III 190.679.763 48.146 3.960 4 Cost Pool IV 8.777.095.130 10.545 832.347 5 Cost Pool V 5.829.790.120 713.856 8.167
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Biaya yang melekat pada aktivitas dibebankan ke room berdasarkan konsumsi atau muatan aktivitas, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.19
Harga Pokok Room Superior
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 6.630 299.499.419 2 Cost Pool II 27.479 13.260 364.371.540 3 Cost Pool III 3.960 11.974 47.422.413 4 Cost Pool IV 832.347 1.485 1.236.034.734 5 Cost Pool V 8.167 177.122 1.446.489.278 3.393.817.383 143.081.393 3.536.898.776 6.630 533.469 HARGA POKOK JASA ROOM SUPERIOR
TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG TOTAL BIAYA LANGSUNG (TABEL 4.9) TOTAL BIAYA UNTUK ROOM SUPERIOR JUMLAH ROOM TERJUAL
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.20
Harga Pokok Room Deluxe
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 6.589 297.647.311 2 Cost Pool II 27.479 13.178 362.118.262 3 Cost Pool III 3.960 11.929 47.244.192 4 Cost Pool IV 832.347 1.650 1.373.371.926 5 Cost Pool V 8.167 177.122 1.446.489.278 3.526.870.969 158.979.326 3.685.850.295 6.589 559.394 TOTAL BIAYA LANGSUNG
TOTAL BIAYA UNTUK ROOM DELUXE JUMLAH ROOM TERJUAL HARGA POKOK ROOM DELUXE TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.21
Harga Pokok Room Unique
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 3.860 174.369.194 2 Cost Pool II 27.479 7.720 212.137.880 3 Cost Pool III 3.960 7.930 31.406.358 4 Cost Pool IV 832.347 1.320 1.098.697.541 5 Cost Pool V 8.167 118.081 964.326.185 2.480.937.159 127.183.461 2.608.120.619 3.860 675.679 TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG
TOTAL BIAYA LANGSUNG TOTAL BIAYA UNTUK ROOM UNIQUE JUMLAH ROOM TERJUAL
HARGA POKOK ROOM UNIQUE
Tabel 4.22
Harga Pokok Room Family Suite
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 6.692 302.300.167 2 Cost Pool II 27.479 26.768 735.557.872 3 Cost Pool III 3.960 11.610 45.980.809 4 Cost Pool IV 832.347 4.160 3.462.561.948 5 Cost Pool V 8.167 171.755 1.402.656.269 5.949.057.066 400.820.603 6.349.877.669 6.692 948.876 JUMLAH ROOM TERJUAL
HARGA POKOK ROOM FAMILY SUITE TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG TOTAL BIAYA LANGSUNG TOTAL BIAYA UNTUK ROOM FAMILY SUITE
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.23
Harga Pokok Room Duyung Suite
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 1.019 46.031.660 2 Cost Pool II 27.479 4.076 112.004.404 3 Cost Pool III 3.960 1.817 7.196.135 4 Cost Pool IV 832.347 650 541.025.304 5 Cost Pool V 8.167 26.837 219.165.042 925.422.546 62.628.219 988.050.765 1.019 969.628 TOTAL BIAYA LANGSUNG
TOTAL BIAYA UNTUK ROOM DUYUNG SUITE JUMLAH ROOM TERJUAL HARGA POKOK ROOM DUYUNG SUITE TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.24
Harga Pokok Room Marlin Suite
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 839 37.900.454 2 Cost Pool II 27.479 3.356 92.219.524 3 Cost Pool III 3.960 1.799 7.124.847 4 Cost Pool IV 832.347 800 665.877.298 5 Cost Pool V 8.167 26.837 219.165.042 1.022.287.165 77.080.885 1.099.368.051 839 1.310.331
JUMLAH ROOM TERJUAL HARGA POKOK ROOM MARLIN SUITE TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG TOTAL BIAYA LANGSUNG TOTAL BIAYA UNTUK ROOM MARLIN SUITE
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.25
Harga Pokok Room Paus Suite
NO COST POOL TARIF COST POOL COST DRIVER TOTAL (Rp.)
1 Cost Pool I 45.173 426 19.243.854 2 Cost Pool II 27.479 2.556 70.236.324 3 Cost Pool III 3.960 1.087 4.305.008 4 Cost Pool IV 832.347 480 399.526.379 5 Cost Pool V 8.167 16.102 131.499.025 624.810.590 77.080.885 701.891.475 426 1.647.633
TOTAL BIAYA LANGSUNG TOTAL BIAYA UNTUK ROOM PAUS SUITE JUMLAH ROOM TERJUAL HARGA POKOK ROOM PAUS SUITE TOTAL BIAYA TIDAK LANGSUNG
Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
4.3 Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Jasa
Tabel 4.26
Perbandingan Harga Pokok Room dari ketiga metode perhitungan
METODE YANG DIGUNAKAN HOTEL DEF TRADITIONAL BASED COSTING ACTIVITY BASED COSTING A B C A-C B-C A-B SUPERIOR 166.959 657.834 533.469 - 366.510 124.365 - 490.875 DELUXE 221.801 712.117 559.394 - 337.594 152.722 - 490.316 UNIQUE 156.294 774.576 675.679 - 519.385 98.897 - 618.281 FAMILY SUITE 304.375 1.159.070 948.876 - 644.500 210.194 - 854.695 DUYUNG SUITE 380.150 1.362.134 969.628 - 589.478 392.506 - 981.984 MARLIN SUITE 613.154 2.074.504 1.310.331 - 697.178 764.173 - 1.461.350 PAUS SUITE 781.665 2.704.216 1.647.633 - 865.968 1.056.583 - 1.922.551 PERBEDAAN ROOM TYPE Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
Tabel 4.28
Net Profit Margin per Room Type
AVERAGE ROOM RATE
ACTIVITY
BASED COSTING MARGIN
PERSENTASE MARGIN A B SUPERIOR 602.077 533.469 68.608 11% DELUXE 676.869 559.394 117.475 17% UNIQUE 777.839 675.679 102.160 13% FAMILY SUITE 1.028.393 948.876 79.517 8% DUYUNG SUITE 1.204.155 969.628 234.527 19% MARLIN SUITE 1.866.066 1.310.331 555.734 30% PAUS SUITE 2.427.007 1.647.633 779.375 32% ROOM TYPE A-B Sumber data: Diolah dari data internal unit bisnis hotel DEF, PT. XYZ, Tbk
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan selama penelitian oleh penulis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Metode perhitungan menggunakan Traditional Costing yang hanya menggunakan satu cost pool kurang akurat dalam menghitung harga pokok jasa room. Hal ini karena dalam komponen biaya terdapat berbagai macam karakteristik cost driver yang masing-masing tidak dapat disamakan ke dalam satu cost pool saja namun harus dibagi ke dalam beberapa cost pool sesuai dengan karakteristik aktivitasnya. 2. Metode perhitungan menggunakan Activity Based Costing menggunakan beberapa
cost pool diyakini paling akurat dalam menghitung harga pokok jasa room. Hal ini
karena dalam komponen biaya terdapat berbagai macam karakteristik cost driver yang masing-masing tidak dapat disamakan ke dalam satu cost pool saja namun harus dibagi ke dalam beberapa cost pool sesuai dengan karakteristik aktivitasnya.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan penulis untuk pihak manajemen unit bisnis hotel DEF adalah:
1. Agar manajemen unit bisnis hotel DEF mengaplikasikan dan mengimplementasikan metode Activity Based Costing untuk melakukan perhitungan harga pokok jasa room.
2. Penggunaan metode Activity Based Costing bukanlah sesederhana yang diperkirakan. Penggunaan metode ini perlu dukungan sistem informasi yang memadai dan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Charles T. Hongren and G. Foster, Cost Accounting: A Managerial Emphasis, 13th edition (New Jersey:Prentice Hall, 2009)
Kaplan, Robert S., and Atkinson, Anthony A., Advanced Management Accounting, New Jersey: Prentice-Hall, 2007
Lavlinesia, Vega, Studi Eksplorasi Penerapan Activity Based Costing Pada Instalasi
Room Bersalin (Studi Kasus pada Badan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo), Skripsi Perpustakaan FEB UGM, 2008
Brewer, Noreen, Garrison., Managerial Accounting, 11th edition, Mc Graw Hill-Irwin, 2006
Sekaran, Uma, Research Methods for Business: A Skill Building Approach, New York: John Wiley and Sons, 2009