SAMO BAKAJAU MOKALINO
ARTIKEL
ADI JIHAN FARTAMA
PENDIDIKAN SENDRATASIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI PADANG
PERSETUJUAN PEMBIMBING
SAMO BAKAJAU MOKALINO
ADI JIHAN FARTAMA
Artikel ini disusun berdasarkan skripsi Adi Jihan Fartama untuk persyaratan wisuda periode Maret 2018 dan telah diperiksa/disetujui oleh
kedua pembimbing.
Padang, Februari 2018
Pembimbing I, Pembimbing II,
Yensharti, S.Sn., M.Sn. Harisnal Hadi, M.Pd.
Abstrak Berbahasa Indonesia dan Inggris
Abstrak
Penggarapan karya seni ini bertujuan untuk menciptakan dan memberikan bentuk baru dalam kemasan pertunjukan talempong pacik rumah gadang sehingga tercipta suatu bentuk seni pertunjukan talempong pacik rumah gadang yang kreatif dan inovatif. Dalam penyusunan karya seni Samo Bakajau Mokalino ini penulis melakukan pengembangan melodi Talempong Pacik Rumah gadang dengan garapan nada-nada yang kemudian dikembangkan dengan instrumen lain, guna menambah hiasan dalam penggarapan dan pengembangan dari melodi talempong pacik rumah gadang itu sendiri yang bertujuan menciptakan suatu karya talempong pacik rumah gadang kedalam bentuk sajian baru. Pada karya seni Samo Bakajau Mokalino ini penulis melestarikan kebudayaan dengan cara memainkan dan mengkemas ulang pola permainan Talempong Pacik Rumah Gadang yang berasal dari daerah Muarolabuah Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Karya ini juga mengadopsi bentuk aktivitas dan suasana dalam pertunjukan tersebut. Karya seni ini salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan-kebudayan yang ada tanpa meghilangkan identitasnya serta sesuai dengan zaman.
Kata kunci : Samo Bakajau Mokalino
Abstract
The implementation of this artwork aims to create and deliver new forms in the Pack performances talempong pacik houses gadang so created a form of performance art, which houses gadang pacik talempong creative and innovative. In the preparation of the work of art Bakajau Samo Mokalino this author does development of melody Talempong Pacik Houses gadang with arable tones which later developed by other instruments, in order to add embellishments in the implementation and development of the Melody talempong pacik houses gadang itself which aims at creating a work talempong pacik houses gadang into cereal form. On the art work of this writer Mokalino Bakajau Samo preserving culture by way of playing the game and restart the pattern mengkemas Talempong Pacik Houses Gadang originating from the area of Muarolabuah sub-district of South Solok Regency Pagu River. This paper also adopted the form of activity and the atmosphere in the show. The work of art is one way to preserve culture-culture that exists without meghilangkan his identity as well as in accordance with the times.
1
SAMO BAKAJAU MOKALINO
Adi Jihan Fartama 1, Yensharti2, Harisnal Hadi3 Program Studi Pendidikan Sendratasik
FBS Universitas Negeri Padang Abstract
The implementation of this artwork aims to create and deliver new forms in the Pack performances talempong pacik houses gadang so created a form of performance art, which houses gadang pacik talempong creative and innovative. In the preparation of the work of art Bakajau Samo Mokalino this author does development of melody Talempong Pacik Houses gadang with arable tones which later developed by other instruments, in order to add embellishments in the implementation and development of the Melody talempong pacik houses gadang itself which aims at creating a work talempong pacik houses gadang into cereal form. On the art work of this writer Mokalino Bakajau Samo preserving culture by way of playing the game and restart the pattern mengkemas Talempong Pacik Houses Gadang originating from the area of Muarolabuah sub-district of South Solok Regency Pagu River. This paper also adopted the form of activity and the atmosphere in the show. The work of art is one way to preserve culture-culture that exists without meghilangkan his identity as well as in accordance with the times.
Keywords: Samo Bakajau Mokalino
A. Pendahuluan
Salah satu kesenian tradisional minangkabau yang hidup dan berkembang di daerah Muarolabuah Kecamatam Sungai Pagu Kabupaten Solok selatan adalah kesenian Talempong Pacik Rumah Gadang. Dalam kehidupan masyarakat daerah setempat kesenian Talempong Pacik Rumah Gadang tersebut dahulu di pertunjukan untuk menyambut raja dan tamu kerajaan yang datang dirumah gadang daerah Muarolabuah Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan.
1
Mahasiswa penulis Skripsi Prodi Pendidikan Sendratasik untuk wisuda periode Maret 2015
2
Pembimbing I, dosen FBS Universitas Negeri Padang
3
2
Dengan perubahan zaman globalisasi pada saat sekarang ini Talempong Pacik Rumah Gadang tidak dimainkan lagi secara tradisinya karena sudah tidak dipakai lagi untuk penyambutan raja atau tamu-tamu raja dirumah gadang, akan tetapi sudah beralih fungsi menjadi arak-arakan dalam upacara pesta pernikahan (baralek gadang). Talempong Pacik Rumah Gadang terdiri dari enam buah talempong yang terdiri dari talempong 1, 2, 3, 4, 5, 6.
Ensambel Talempong Pacik Rumah Gadang ini mempunyai struktur permanian, prinsip permanian dan nada-nada yang digunakan dalam permainannya. Dalam struktur permaniannya alat musik Talempong Pacik Rumah Gadang tersebut dimainkan secara berurutan oleh 6 orang pemain. Menurut Katik Fredi, sebagai narasumber talempong pacik rumah gadang di Muarolabuah Kecamatam Sungai Pagu Kabupaten Solok selatan menjelaskan nama untuk lima talempong pacik rumah gadang, yaitu talempong incai, talempong duo, talempong tigo, talempong ampek, talempong limo dan talempong anam.
Dalam permainan talempong pacik rumah gadang yang pertama kali dimainkan dua buah talempong yang dinamakan dengan talempong incai dan talempong anam atau disebut juga dengan anak. Urutan kedua yang dimainkan yaitu talempong duo dan talempong ampek atau disebuat juga dengan talempong dasar. Selanjutnya yang terakhir dimainkan yaitu dua buah talempong yang dinamakan talempong tigo dan talempong limo yaitu sebagai paningkah.
Prinsip permainan dari kesenian talempong pacik rumah gadang dengan cara interlocking yaitu, prinsip permainan yang saling isi mengisi antara tilga orang pemain talempong pacik, satu orang memainkan talempong pacik anak, satu orang memainkan talempong pacik dasar dan satu orang memainkan talempong
3
pacik paningkah. Terutama talempong pacik dasar dan talempong paningkah sangat berperan dalam melahirkan prinsip tersebut. Berdasarkan alat pengukur nada (chromatic tunner) yang telah diukur oleh pengkarya, maka nada-nada talempong pacik rumah gadang secara interval mendekati nada-nada konvesional yang digunakan dalam kesenian talempong pacik rumah gadang.
B. Metodologi Karya
Penggarapan komposisi musik Samo Bakajau Mokalino berupa pengembangan melodi Talempong Pacik Rumah gadang dengan garapan nada-nada yang kemudian dikembangkan dengan instrument lain,guna menambah hiasan dalam penggarapan dan pengembangan dari melodi talempong pacik rumah gadang itu sendiri. Penggarapan komposisi music ini bertujuan untuk menciptakan suatu karya talempong pacik rumah gadang kedalam bentuk sajian baru.
Penggarapan karya komposisi samo bakajau mokalino tak akan luput dari beberapa media music yang akan menjadi penunjang pembentuk dari komposisi ini. Karya komposisi ini yang semula berangkat dari melodi talempong pacik rumah gadang akan menajdi referensi untuk menciptakan music komposisi music baru yang pengkarya garap, tapi dalam komposisi Samo Bakajau Mokalino, tak tertutup kemungkinan melodi asli talempong pacik rumah gadang dimainkan atau di perankan oleh instrument lain yang bukan talempong. Instrument musical yang nantinya berperan dalam penggarapan karya music ini selain talempong, adalah Piano, keyboard, flute, gitar elektrik, gitar bass dan alat music kecapi.
4 C. Pembahasan
1. Tahap Pengamatan (observasi)
Langkah-langkah kerja dalam persiapan karya pada bagian ini ada beberapa tahap;
a. Setelah ditetapkan ide untuk sebuah karya, perlu perenungan dan penafsiran yang mendalam tentang pengembangan pola melodi dari kesenian talempong
pacik rumah gadang. Dari pengamatan yang penulis lakukan dari pola melodi
kesenian talempong pacik rumah gadangasli di daerah Sungai Pagu Muaralabuah Solok Selatan, polamelodi talempong pacik rumah gadangtersebut penulis coba tafsirkan dan melakukan eksplorasi alat-alat
yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai instrument pendukung untuk penciptaan karyamusik.
b. Sebelum proses berkarya, penulis melakukan pengamatan di beberapa tempat, baik di tempat kelompok musik seniman tradisional talempong pacikrumah
gadangtalempong pacik di daerah lain.
c. Sebelum menuju proses latihan, penulis melakukan diskusi (maota-ota)pelaku seni yang ada di daerah Solok Selatan baik dan juga para pelaku seni tradisional dan akademisi, yang telah berpengalaman dalam penggarapan karya komposisi musik.
d. Eksplorasi bunyiYang dimaksudkan adalah penjelajahan bunyi terhadap media yang akan digunakan, serta penentuan pola melodi untuk masing-masing kebutuhan, sesuai dengan pengamatan dan interpretasi penulis terhadap talempong pacik rumah gadang.
5
e. Dalam karya ini pengkarya memakai instrument combo (drum set, Gitar elektrik, bass elektrik, Keyboard), Flute untuk memperluas garapan music komposisi baru ini. Pemakaian Talempong dan GandangKatindiak digunakan sebagai identitas penguat benang merah.
2. Tahap Percobaan (eksplorasi)
Tahap ini merupakan persiapan karya dengan segala macam bentuk usaha, untuk mendapatkan struktur bunyi dan nada dari sebuah karya musik. Langkah kerja yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
- Mmpelajari pola ritme Talempong pacik rumah gadang dari pengembangan pola tradisi.
Pola ritme talempong pacik rumah gadang:
Pola asli talempong pacik rumah gadang ini terdiri dari anak, dasar dan peningkah yang memiliki Pola berbeda antara satu dan lainnya sehingga menghasilkan interlocking pada permainan talempong pacik rumah gadang.
6
7
Pada bagian pengembangan ini penulis banyak menitik beratkan pengembangan pada melodi gitar yang akarnya tetap dari pola asli talempong rumah gadang dan juga pada bagian juga banyak penulis lakukan pengembangan progres akord dan inversi.
- Pemilihan instrument yang akan digunakan.
- Mencari melodi yang akan dijadikan tema pada karya. - Mencari penggarapan chord yang digunakan.
- Mencari melodi pada piano. - Mencari pola ritme unison.
8
- Mencari chord pada instrument gitar, bass, piano dan keyboard
Pada proses pencarian dan pengembangan chord penulis mencoba ber eksperimen mencari kord yang cocok dengan pola melodi talempong pacik sehingga menghasilkan warna yang berbeda dan harmonisasi antara tradisional dan intrumen barat.
- Mencari pola ritme, melodi dan sound pada instrument gitar. - Mencari soundpada instrument keyboard.
- Menentukan konsep penggarapan karya.
- Menentukan konsep penempatan masing-masing instrument. - Menentukan penempatan instrument Sagoman.
- Menentukan dendang yang akan dimainkan. - Mencari pola perkusi drum set.
9 - Mencari tempo dan pertukaran polaritme.
- Mencari waktu pertukaran siklus satu kesiklus bagian dua dan kebagian tiga. - Mengatur tinggi rendah dinamik per bagian.
- Menentukan durasi karya.
- Menentukanmodulasiatauperpindahanakord. - Menentukan volume musik.
- Menentukan bagian per bagian seluruh instrument. - Mencari pola melodi pada Flute.
- Menentukan banyak player untuk membantu karya musik. - Menentukan meter pada pola unisono.
- Mementukan meter yang akan digunakan dalam karya. - Menentukan player pendendang dalam karya.
- Mencari masing-masing player yang akan main pada karya.
- Menyeleksi pendukung untuk karya, penulis membutuhkan rekan-rekan mahasiswa Sendratasik yang aktif dan alumni sertaalumni dari isi padang panjang, yang penulis kenal dan mampu dalammemainkan alat musiksesuai dengan keahlian nya masing-masing.
- Mencari jadwal latihan.
- Mempersiapkan beberapa materi yang akan di sajikan pada karya Samo Bakajau Mokalino untuk di latih.
- Mencari tempat latihan.
10 3. Tahap Pembentukan.
Pada tahap ini penulis melakukan kegiatan sebagai berikut:
- Tahap pertama yang pengkarya lakukan mengumpulkan para pendukung karya dan menjelaskan ide dan konsep garap kepada pendukung karya. Hal ini perlu dilakukan agar apa yang penulis inginkan dapat mereka ekspresikan, dan dalam diskusi ini penulis sangat menerima apabila ada saran atau masukan dari pendukung karya sehingga dalam proses penggarapan karya ini akan berlangsung lebih baik.
- Tahap berikutnya adalah menjelaskan ide dan konsep garap serta jadwal latihan,
- Pada tahap latihan pertama. penulis memulai proses latihan dengan cara menjelaskan dan mentransformasikan repertoar lagu Talempong pacik Rumah
Gadang.
- Pada proses pembentukan bagian I, pengkarya akan memulai latihan dengan menjelaskan konsep dan materi yang di garap, karena pada bagian I tidak ada unison yang dirasa perlu untuk latihan. Pada bagian I dibuka oleh permainan freemeter Piano pada awal dan ikuti oleh instrument Sagoman dan Flute, Selanjutnya barulah masuk pada penyajian permainan asli talempong pacik rumah gadang.
- Dalam proses berikutnya penulis mengajarkan pola permainan asli talempong pacik rumah gadang kepada 3 orang pemain untuk penyajian pada bagian I.
11
- Setelah itu pengkarya menggabungkan beberapa pola yang telah di tetapkan pada proses percobaan sebelumnya. Selanjutnya diikuti oleh dendang yang di pakai pada bagian I ini.
- Selanjutnya pada tahap akhir pengkarya mengarahkan pendukung karya untuk mengembangkan pola ritme dan akord untuk kebutuhan Harmonisasi.
13 Penggunaan Instrumen/media
Dalam penggarapan karya ini, ada beberapa instrument yang digunakan diantaranya drum set, talempong, gandang sarunai, piano, keyboard, gitar elektrik, saghoman, flute, triangle, bass elektrik.
Hambatan dan Solusi
Dalam sebuah proses kekaryaan tentu banyak kendala-kendala yang ditemukan pada pembentukan karya, composer sebagai pencipta karya dituntut untuk dapat kreatif dan mempunyai tekhnik tersendiri untuk menghadapi permasalahan tersebut. Pada karya “samo bakajau mokalino” sangat banyak kendala yang dihadapi oleh penulis dari mulai proses hingga akhir pembentukan karya. Adapun beberapa kendala yang dihadapi diantaranya Karakter, warna bunyi dan frekuensi masing-masing instrument sangat menjadi kendala bagi penulis, perlu adanya dinamika permainan bagi beberapa instrument agar setiap instrument dapat memunculkan karakternya masing-masing. Selanjutnya penulis terkendala dengan susah mengatur jadwal dengan anggota pemain karya “samo bakajau mokalino” ini terkadang disaat ingin latihan ada salah satu anggota yang tidak bisa hadir dikarnakan menyelesaikan tugas untuk kuliahnya dan dengan kesibukannya masing-masing karena pemain pada karya “samo bakajau mokalino” tidak semuanya merupakan mahasiswa aktif. Dari beberapa hambatan yang penulis temukan penulis juga menemukan solusi dari masalah tersebut, dengan berusaha mencari jadwal yang tepat untuk bisa latihan karya Samo Bakajau Mokalino ini yaitu dengan menunggu setelah mereka pulang kuliah dan selesai dari pekerjaanya masing-masing, Menetapkan jadwal latihan agar
14
pendukung karya bisa untuk melanjutkan proses latihan karya dan sebelum memulai proses latihan karya komposer terlebih dahulu memberikan informasi tentang kapan jadwal latihan selanjutnya agar semua pendukung karya untuk bersiap-siap dan bisa saling menyepakati jadwal untuk proses latihan.
Penyajian karya ini dirancangdalam bentuk 3 bagian utama. - Bagian 1
Pada bagian I ini penggarapan dititik beratkan pada pengolahan rasa yang bersifat improvisasi masing-masing pendukung karya yang terlibat pada bagian ini dan juga pengkarya memasukkan dendang sebagai penguat identitas.
- Bagian 2
Setelah pengolahan rasa telah dilakukan pada bagian I terdapatlah melodi baru yang dikemas dengan teknik unisono menggunakan meter ganjil tetapi benang merah dari repertoar melodi Talempong Pacik masih terasa.
- Bagian 3
Pada bagian penutup karya “Samo Bakajau Mokalino” pengkarya telah menciptakan melodi baru dari hasil music prosesual garapan pada bagian I dan II yang diwujudkan melodi Gitar dan Flute menggunakan banyak pemakaian akord agar terkesan lebih harmonis.
D. Simpulan dan Saran
Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan kebudayaan tradisional salah satunya dengan cara berkesenian. Seiring dengan berubah nya zaman dan kemajuan teknologi, kebutuhan masyarakat terhadap kesenian pun meningkat. Oleh karena itu, sebagai salah satu mahasiswa yang mempelajari
15
tentang pendidikan seni musik merasa perlu kiranya bagi penulis untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan dengan cara berkesenian.
Penggarapan karya musik “Samo Bakajau Mokalino” ini adalah salah satu bentuk pelestarian kebudayaan dengan cara memainkan dan mengkemas ulang pola permainan Talempong Pacik Rumah Gadang yang berasal dari daerah Muarolabuah Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Karya ini juga mengadopsi bentuk aktivitas dan suasana dalam pertunjukan tersebut. Dalam pengolahan suatu karya musik bukan hanya teks (musik) yang menjadi acuan kita dalam membuat suatu bentuk akan tetapi musik juga merupakan hasil dari aktivitas manusia melalui pengolahan bunyi sebagai media ekspresi yang sesuai dengan konteks. Dalam membuat karya-karya seni musik yang berangkat dari konsep-konsep tradisional diharapkan menjadi salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan-kebudayan yang ada tanpa meghilangkan identitasnya serta sesuai dengan zaman.
Proses melahirkan sebuah karya musik di butuhkan kreatifitas untuk menyalurkan konsep yang melatar belakangi penciptaan menjadi sebuah karya musik yang padu dan harmonisasi. Untuk mengasah kreatifitas seseorang dalam menciptakan sebuah karya musik, seperti memperbanyak apresiasi terhadap karya musik, mempertajam teori dan juga pendalaman terhadap konsep garap. Seorang pencipta harus dapat menginterpretasikan apa yang menjadi konsep garapan ke dalam media ungkap, sehingga dalam proses penggarapan karya tetap mengacu kepada konsep. Untuk menafsirkan konsep tersebut tentu perlu adanya kreatifitas, ilmu dan kemauan dari masing-masing individu sebagai seorang pencipta.
16
Sebagai Mahasiswa seni yang berada di lingkungan akademik, segala sesuatu yang kita ciptakan harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan prosedur pembelajaran formal, oleh karena itu setiap pencipta karya harus dapat mepertimbangkan tentang isi dan tujuan karya agar setiap karya yang di ciptakan dapat bermanfaat bagi pencipta sendiri dan masyarakat.
Catatan : artikel ini disusun berdasarkan skripsi penulis dengan pembimbing I Yensharti, S.Sn., M.Sn. dan pembimbing II Harisnal Hadi, M.Pd.
Daftar Rujukan
Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta, Kanisius
Banoe, Pono. 2003. Pengantar Pengetahuan Harmoni. Yogyakarta, Kanisius Hardjana, Suka. (2003). Corat-coret Musik Kontemporer Dulu dan Kini. Jakarta:
The Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Made Sukerta, Pande. 2011. Metode Penyusunan Karya Musik (Sebuah
Alternatif). Surakarta, ISI Press Solo.
Jamalus. 1988.Pengajaran Musik Melalui Pengalaman Musik. Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.