P
R
O
S
P
E
K
T
U
S
JADWAL Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa(RUPSLB)
: 29 Agustus 2016 Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 1 Desember 2016 Tanggal Pernyataan Pendaftaran HMETD menjadi Efektif : 18 November 2016 Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 2 Desember 2016 Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) untuk
memperoleh HMETD
: 30 November 2016 Periode Perdagangan HMETD : 2 – 8 Desember 2016 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD
(Cum-Right)
Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD
: 2 – 8 Desember 2016 Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 25 November 2016 Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan
HMETD
: 6 – 13 Desember 2016 Pasar Tunai : 30 November 2016 Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Tambahan
Saham
: 13 Desember 2016 Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD
(ExRight)
: Tanggal Penjatahan Pemesanan Tambahan Saham : 14 Desember 2016 Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 28 November 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian
Tambahan Saham
: 16 Desember 2016 Pasar Tunai : 1 Desember 2016 Tanggal Pembeli Siaga Melaksanakan Kewajibannya 21 Desember 2016 OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT JASA MARGA (PERSERO) TBK. (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
PT JASA MARGA (PERSERO) TBK.
Kegiatan Usaha Utama:Merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara jalan tol,
serta mengembangkan dan mengusahakan lahan di ruang milik jalan tol dan usaha lain yang terkait Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia
Kantor Pusat
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah-Jakarta 13550 Telp.: (021) 841-3630, 841-3526 Fax.: (021) 841-3540
E-mail: [email protected] Situs: www.jasamarga.com
Kantor Cabang
9 (sembilan) kantor cabang yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya dan Medan
PENAWARAN UMUM TERBATAS UNTUK PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I (“PMHMETD I”) Perseroan telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) untuk menerbitkan sebanyak 457.871.200 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus) saham baru (Seri B) atau maksimum sebesar 2,40% (dua koma empat nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham (“Saham HMETD”). Setiap pemegang 500.000 (lima ratus ribu) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 30 November 2016 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh sebanyak 33.667 (tiga puluh tiga ribu enam ratus enam puluh tujuh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru (Seri B) dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp3.900,- (tiga ribu sembilan ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Jumlah Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I dengan cara penerbitan HMETD ini adalah jumlah maksimum saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Jumlah dana yang akan diterima oleh Perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sebesar Rp1.785.697.680.000,- (satu triliun tujuh ratus delapan puluh lima miliar enam ratus sembilan puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh ribu Rupiah). Seluruh Saham hasil pelaksanaan HMETD ini akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Saham hasil pelaksanaan HMETD memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal (termasuk hak atas dividen) dengan saham lain Perseroan yang telah disetor penuh. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down).
Pemegang Saham Perseroan yakni Negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PMHMETD I ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016.
Jika Saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa Saham hasil pelaksanaan HMETD, maka seluruh sisa Saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut wajib dibeli oleh Pembeli Siaga. PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai Pembeli Siaga dalam PMHMETD I ini, sebanyak-banyaknya sebesar 137.361.360 (seratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus enam puluh satu ribu tiga ratus enam puluh) saham, dengan jumla h dana yang disiapkan sebesar Rp535.709.304.000,- (lima ratus tiga puluh lima miliar tujuh ratus sembilan juta tiga ratus empat ribu Rupiah). Sisa Saham hasil pelaksanaan HMETD yang wajib dibeli oleh Pembeli Siaga tersebut tidak termasuk saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD Pemegang Saham Utama dalam PMHMETD I ini.
PMHMETD I INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (“RUPSLB”) PERSEROAN YANG TELAH DIADAKAN PADA TANGGAL 29 AGUSTUS 2016 DAN DIPEROLEHNYA PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK.
HMETD AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”). HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BEI SELAMA TIDAK KURANG DARI 5 (LIMA) HARI BURSA MULAI TANGGAL 2 DESEMBER 2016 SAMPAI DENGAN 8 DESEMBER 2016. PENCATATAN SAHAM BARU (SERI B) HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 2 DESEMBER 2016. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 8 DESEMBER 2016 DENGAN KETERANGAN BAHWA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM
DALAM HAL PARA PEMEGANG SAHAM MINORITAS TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM HMETD YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD I INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA MAKA PARA PEMEGANG SAHAM MINORITAS AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) DALAM JUMLAH MAKSIMUM SEBESAR 6,31%.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO INVESTASI. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PMHMETD I INI, TETAPI SAHAM BARU (SERI B) HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA.
PEMBELI SIAGA
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (selanjutnya dalam Prospektus disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PMHMETD I dalam rangka penerbitan HMETD kepada OJK di Jakarta melalui Surat No. AA.KU03.1387 pada tanggal 19 September 2016, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tanggal 22 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK No. 32/2015“) dan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK No. 33/2015“) yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 (“UUPM”) dan peraturan pelaksanaannya. Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang disebut dalam rangka PMHMETD I ini bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di sektor Pasar Modal, dan kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing.
Sehubungan dengan PMHMETD I ini, setiap Pihak terafiliasi dilarang untuk memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam PMHMETD I ini tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.
Jika Saham HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa Saham HMETD, maka berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham beserta addendumnya, seluruh sisa Saham HMETD tersebut wajib dibeli oleh Pembeli Siaga. Sisa Saham HMETD yang wajib dibeli oleh Pembeli Siaga tersebut tidak termasuk saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD Pemegang Saham Utama dalam PMHMETD I ini. Saham hasil PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal (termasuk hak dividen) dengan saham lain Perseroan yang telah disetor penuh. Sesuai dengan POJK No. 32/2015, dalam hal pemegang saham memiliki Surat Bukti Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (“SBHMETD”) dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut
menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke rekening Perseroan.
PMHMETD I INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU SBHMETD, ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PMHMETD I INI, MAKA DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM BIASA ATAS NAMA HASIL PELAKSANAAN HMETD, KECUALI BILA PENAWARAN, PEMBELIAN ATAU PELAKSANAAN HMETD TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN DENGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.
PROSPEKTUS DITERBITKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DAN/ATAU PERATURAN YANG BERLAKU DI INDONESIA. TIDAK SATUPUN YANG TERCANTUM DALAM DOKUMEN INI DAPAT DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH PENAWARAN EFEK UNTUK MENJUAL DI WILAYAH YANG MELARANG HAL TERSEBUT. SETIAP PIHAK DILUAR WILAYAH INDONESIA BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA UNTUK MEMATUHI KETENTUAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN, SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ...i
DEFINISI DAN SINGKATAN ... iii
RINGKASAN ... xi
I. PENAWARAN UMUM TERBATAS UNTUK PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I ...1
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM DALAM RANGKA PMHMETD I...10
III. PERNYATAAN UTANG ... 11
1. LIABILITAS JANGKA PENDEK...12
2. LIABILITAS JANGKA PANJANG...24
3. KOMITMEN ...25
4. KONTINJENSI ...37
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING...44
1. LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN ...44
2. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN .... 46
3. LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN...47
4. RASIO KEUANGAN ...48
V. PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN DAN ANALISIS KONDISI KEUANGAN SERTA KINERJA USAHA ...49
1. UMUM ...49
2. KONDISI PEREKONOMIAN ...49
3. PERSAINGAN USAHA ...52
4. KEBIJAKAN PEMERINTAH ...53
5. HASIL KEGIATAN OPERASIONAL...53
6. ESTIMASI PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI ...57
7. KONDISI KEUANGAN ...61
8. LIKUIDITAS ...82
9. SOLVABILITAS...82
10. IMBAL HASIL ...82
11. BELANJA MODAL (CAPITAL EXPENDITURE) ...83
12. ANALISIS PENDAPATAN BERSIH PERSEROAN DENGAN INDUSTRI SEJENIS ...83
13. MANAJEMEN RISIKO ...83
VI. FAKTOR RISIKO ...86
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN, KEGIATAN USAHA,
SERTA KECENDERUNGAN DAN PROYEK USAHA ...91
1. UMUM ...91
2. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN...92
3. SUSUNAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN ...95
4. DOKUMEN PERIZINAN PERSEROAN ...95
5. PPJT YANG DIMILIKI PERSEROAN ...96
6. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN...101
7. KEGIATAN USAHA ... 110
8. PROSPEK USAHA... 117
9. STRATEGI USAHA ... 119
10. PERSAINGAN USAHA ...120
11. KEUNGGULAN KOMPETITIF ...122
12. OPERASI DAN MANAJEMEN JALAN BEBAS HAMBATAN ...122
13. PROSES TENDER PEROLEHAN RUAS JALAN TOL ...128
14. SUMBER DAYA MANUSIA...129
15. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN...133
16. HUBUNGAN KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN ...134
17. HUBUNGAN PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN ENTITAS ANAK...135
18. KETERANGAN PENYERTAAN SAHAM ATAS ENTITAS ANAK ...136
19. TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) ...194
20. PERATURAN MENGENAI LINGKUNGAN ...209
21. PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA SELAMA SEJAK TAHUN 2011... 211
22. PROPERTI ...217
23. KETERANGAN TENTANG TRANSAKSI-TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK AFILIASI ...217
24. PERJANJIAN DENGAN PIHAK KETIGA ...238
25. PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, ENTITAS ANAK, ANGGOTA DIREKSI PERSEROAN DAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS PERSEROAN/ENTITAS ANAK ....245
IX. EKUITAS KONSOLIDASIAN ...255
X. KEBIJAKAN DIVIDEN ...256
XI. PERPAJAKAN ...257
XII. KETERANGAN TENTANG PEMBELI SIAGA ...259
XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ...264
XIV. TATA CARA PEMESANAN SAHAM ...267
XV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ...273
DEFINISI DAN SINGKATAN
Afiliasi : Berarti: a. b. c. d. e. f.hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur atau komisaris dari pihak tersebut;
hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau komisaris yang sama;
hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Agen Pembayaran : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI, berkedudukan di Jakarta Selatan, beserta para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya, yang ditunjuk dengan perjanjian tertulis oleh Perseroan,
dan berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga
Anak Perusahaan atau Entitas Anak
Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi beserta Denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk dan atas nama Perseroan setelah Agen Pembayaran menerima dana tersebut dari Perseroan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sebagaimana diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran, dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
: Berarti perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan pernyataan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Anggota Bursa : Berarti Perusahaan Efek yang telah memperoleh persetujuan
keanggotaan bursa untuk menggunakan sistem dan/atau sarana BEI dalam rangka melakukan kegiatan perdagangan efek di BEI sesuai dengan peraturan BEI.
BAE : Berarti Biro Administrasi Efek dalam hal ini PT Datindo Entrycom.
Bank Kustodian : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan Bapepam atau Bapepam dan LK atau Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalankan usaha sebagai Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Pasar Modal.
Bapepam dan LK : Berarti singkatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan sesuai dengan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya, sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 30 Desember 2005 No. 606/KMK.01/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Per tanggal 31 Desember 2012 fungsi Bapepam dan LK telah beralih menjadi OJK.
BEI atau Bursa Efek Indonesia
: Berarti bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 4 UUPM yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan atau penerus, pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
BUMN : Berarti Badan Usaha Milik Negara.
DPS : Berarti Daftar Pemegang Saham yang memuat keterangan tentang
kepemilikan saham dalam Perseroan.
EBITDA : Berarti laba usaha ditambah beban depresiasi dan amortisasi ditambah
beban provisi dikurangi marjin konstruksi.
Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga
komersial, saham, obligasi termasuk Obligasi ini, tanda bukti utang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek dan setiap Derivatif Efek.
Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai
dengan ketentuan Peraturan No. IX.A.2 angka 4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009, yaitu:
1) Atas dasar lewatnya waktu yaitu 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir atas Pernyataan Pendaftaran yang diajukan Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau
2) Atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan; dengan ketentuan waktu antara tanggal laporan keuangan terakhir yang diperiksa Akuntan yang dimuat dalam prospektus dan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran tidak lebih dari 6 (enam) bulan. Entitas Anak : Berarti perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik
secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima puluh persen) atau lebih dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut dan laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Harga Pelaksanaan : Berarti harga yang harus dibayarkan dalam PMHMETD I untuk setiap pelaksanaan 1 (satu) HMETD menjadi saham baru (Seri B) yaitu sebesar Rp3.900,- (tiga ribu sembilan ratus Rupiah) per saham.
Hari Bank : Berarti hari kerja bank yaitu hari pada saat mana Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.
Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum’at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.
Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender Gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan hari kerja biasa.
Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
HMETD : Berarti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan hak yang
melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli Efek baru, termasuk saham, Efek yang dapat dikonversikan menjadi saham dan waran, sebelum ditawarkan kepada Pihak lain. Hak tersebut wajib dapat dialihkan.
IAPI : Berarti Institut Akuntan Publik Indonesia.
KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia berkedudukan di Jakarta
Selatan, yang merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.
Kustodian : Berarti pihak yang memberi jasa penitipan Efek dan harta lain yang
berkaitan dengan Efek serta jasa lainnya termasuk menerima bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan UUPM, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.
Marjin EBITDA : Berarti EBITDA/ Pendapatan Usaha (diluar Pendapatan Konstruksi).
Masyarakat : Berarti perorangan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga
Negara Asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal berkedudukan di luar negeri.
Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia(dahulu
bernama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Menteri Kehakiman Republik Indonesia atau Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia atau nama lainnya). Otoritas Jasa Keuangan
atau OJK
: Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor: 21 tahun 2011 (dua ribu sebelas) tanggal 22-11-2011 (dua puluh dua November tahun dua ribu sebelas) tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU Nomor: 21 Tahun 2011). Sejak tanggal 31-12-2012 (tiga puluh satu Desember tahun dua ribu dua belas), fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam dan LK ke Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan Pasal 55 UU Nomor: 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
Pembeli Siaga : Berarti Pembeli Sisa Saham, dengan syarat-syarat yang tercantum dalam Perjanjian, yang dalam hal ini adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, yang masing-masing akan membeli Sisa Saham dengan porsi sebagai berikut PT Bahana Securities sebanyak-banyaknya sebesar 45.787.120 (empat puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu seratus dua puluh) saham, PT Danareksa Sekuritas sebanyak-banyaknya sebesar 45.787.120 (empat puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu seratus dua puluh) saham dan PT Mandiri Sekuritas sebanyak-banyaknya sebesar 45.787.120 (empat puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu seratus dua puluh) saham.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI, yang meliputi Bank Kustodian atau Perusahaan Efek atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI, dengan memperhatikan Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan KSEI.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Penawaran Umum untuk Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I atau PMHMETD I
: Berarti penawaran atas 457.871.200 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus) saham baru (Seri B) dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Saham dari PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down).
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Peraturan KSEI : Berarti peraturan KSEI No. KEP-0013/DIR/KSEI/0612 tanggal 11 Juni
2012 tentang Jasa Kustodian Sentral sebagaimana telah disetujui oleh OJK sesuai dengan surat Keputusan Bapepam dan LK No. S-6953/ BL/2012 tanggal 6 Juni 2012 perihal Persetujuan atas rancangan Peraturan KSEI tentang Jasa Kustodian Sentral, berikut perubahan-
perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya, dan/atau
perubahan-perubahannya di kemudian hari.
Peraturan No. IX.E.1 : Berarti Peraturan No. IX.E.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 29-11-2009 (dua puluh sembilan November tahun dua ribu sembilan) tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Peraturan No. IX.E.2 : Berarti Peraturan No. IX.E.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28-11-2011 (dua puluh delapan November tahun dua ribu sebelas) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan No. IX.J.1 : Berarti Peraturan No. IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14-05-2008 (empat belas Mei tahun dua ribu delapan) tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Periode Perdagangan : Berarti periode dimana Pemegang Saham dan/atau pemegang HMETD dapat menjual atau mengalihkan HMETD yang dimilikinya serta melaksanakan HMETD yang dimilikinya.
Perjanjian Pembelian Sisa Saham
: Berarti Perjanjian Pembelian Sisa Saham Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jasa Marga (Indonesia Highway Corporatama) Tbk. disingkat PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 29 tanggal 14 November 2016 yang dibuat di hadapan Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta antara Perseroan dan PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
Pernyataan Efektif : Berarti telah diterimanya surat dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK oleh Perseroan yang memberitahukan bahwa OJK tidak memerlukan informasi tambahan dan tidak mempunyai tanggapan lebih lanjut secara tertulis terhadap Pernyataan Pendaftaran yang telah disampaikan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD I.
Pernyataan Pendaftaran : Berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 19 Undang-undang Pasar Modal juncto Peraturan No. IX.C.1 lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27-10-2000 (dua puluh tujuh Oktober tahun dua ribu) No. Kep-42/PM/2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.I Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK tanggal 30-12-2011 (tiga puluh Desember tahun dua ribu sebelas) Nomor: Kep 690/BL/2011 tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, dan dengan memperhatikan Peraturan No. IX.A.15, berikut dokumen-dokumennya yang diajukan oleh Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan sebelum melakukan Penawaran Umum kepada Masyarakat termasuk perubahan- perubahan, tambahan-tambahan serta pembetulan-pembetulan untuk memenuhi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan.
Perseroan : Berarti PT Jasa Marga (Persero) Tbk, suatu perseroan terbatas yang
berkedudukan di Jakarta Timur.
Perusahaan Afiliasi Negara : Berarti badan atau badan hukum yang mempunyai hubungan Afiliasi
Republik Indonesia karena:
(i) kepemilikan atau penyertaan modal Negara Republik Indonesia baik langsung maupun tidak langsung; atau
(ii) dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia;
tidak termasuk Entitas Anak Perseroan.
Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
POJK No. 32/2014 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2014
Tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
POJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. POJK No. 34/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
POJK No. 35/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
POJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30 /POJK.04/2015
Tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. POJK No. 32/2015 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 Tentang
Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
POJK No. 33/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2015 tentang Bentuk dan isi Prospektus Dalam Rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
POJK No. 55/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. POJK No. 56/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015
tentang Pembentukan dan Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
Prospektus : Berarti dokumen penawaran sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 26 UUPM.
Prospektus Ringkas : Berarti ringkasan Prospektus yang disusun dan diterbitkan oleh Perseroan dan diumumkan dalam sekurang-kurangnya 1 surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional atau situs web BEI dan situs web Perseroan.
PSAK : Berarti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di
Indonesia.
PMHMETD I : Berarti penawaran atas 457.871.200 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus) dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham. Setiap pemegang 500.000 (lima ratus ribu) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 29 November
2016 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 33.667 (tiga puluh tiga ribu enam ratus enam puluh tujuh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru (Seri B) dengan Harga Pelaksanaan Rp3.900,- (tiga ribu sembilan ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik pemegang saham yang diadministrasikan di KSEI, atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek yang ditandatangani pemegang saham dengan Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu rapat umum para
pemegang saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan anggaran dasar Perseroan dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UUPM serta peraturan-peraturan pelaksanaannya.
RUPSLB : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, yang diselenggarakan
sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan.
SABH : Berarti Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
Saham Baru : Berarti saham biasa atas nama yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dalam PMHMETD I dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah). Saham HMETD : Berarti seluruh saham hasil pelaksanaan HMETD yang merupakan
saham baru (Seri B) yang diperoleh oleh pemegang HMETD dalam PMHMETD I yaitu sebanyak 457.871.200 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus) Saham.
Saham Lama : Berarti saham biasa atas nama Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.
SBHMETD : Berarti singkatan dari Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu,
yaitu surat bukti hak atau sertifikat yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada pemegang saham yang membuktikan hak memesan efek terlebih dahulu, yang dapat diperdagangkan selama Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD.
Tanggal Surat Efektif : Berarti tanggal dimana OJK memberikan surat pernyataan efektifnya atas Pernyataan Pendaftaran PMHMETD I.
TERP : Berarti Theoritical Ex-Right Price atau Harga Pasar Teoritis.
USD : Berarti Dolar Amerika Serikat.
UU : Berarti Undang-Undang.
UUPM atau Undang- Undang Pasar Modal
: Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995, Tambahan No. 3608. UUPT : Berarti Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007
tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 tahun 2007, Tambahan No. 4756.
UUWDP : Berarti Undang-Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 7 tahun 1982, Tambahan No. 3214.
SINGKATAN ENTITAS ANAK
CSJ : Berarti PT Cinere Serpong Jaya, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki rencana
pengusahaan Jalan Tol Ruas Cinere-Serpong.
JBS : Berarti PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, merupakan Entitas Anak Perseroan yang
memiliki rencana pengusahaan Jalan Tol Ruas Balikpapan-Samarinda.
JBT : Berarti PT Jasamarga Bali Tol, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.
JKT Berarti PT Jasamarga Kualanamu Tol, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.
JLJ : Berarti PT Jalantol Lingkarluar Jakarta, merupakan Entitas Anak Perseroan yang bergerak di
bidang usaha operator Jalan Tol JORR.
JLO : Berarti PT Jasa Layanan Operasi, merupakan Entitas Anak Perseroan yang bergerak di
bidang layanan operasi jalan tol.
JLP : Berarti PT Jasa Layanan Pemeliharaan, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
usaha di bidang jasa konstruksi, pemeliharaan jalan tol dan persewaan kendaraan tol.
JMB : Berarti PT Jasamarga Manado Bitung, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Ruas Manado-Bitung.
JMP : Berarti PT Jasamarga Properti, merupakan Entitas Anak Perseroan yang bergerak
di bidang pembangunan, perdagangan dan jasa terkait properti.
JPM : Berarti PT Jasamarga Pandaan Malang, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Pandaan-Malang.
JPT : Berarti PT Jasamarga Pandaan Tol, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
pengusahaan Jalan Tol Ruas Gempol-Pandaan.
JSB : Berarti PT Jasamarga Semarang Batang, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Ruas Batang-Semarang.
JSM : Berarti PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, merupakan Entitas Anak Perseroan yang
memiliki pengusahaan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto.
MKC : Berarti PT Marga Kunciran Cengkareng, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng.
MLJ : Berarti PT Marga Lingkar Jakarta, merupakan Entitas Anak Perseroan yang rencana memiliki
pengusahaan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W2 Utara.
MSJ : Berarti PT Marga Sarana Jabar, merupakan Entitas Anak Perseroan yang bergerak di bidang
jasa pengusahaan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road.
MTN : Berarti PT Marga Trans Nusantara, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Kunciran-Serpong.
NKJ : Berarti PT Ngawi Kertosono Jaya, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki rencana
pengusahaan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono.
SNJ : Berarti PT Solo Ngawi Jaya, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki rencana
pengusahaan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi.
TJP : Berarti PT Transmarga Jatim Pasuruan, merupakan Entitas Anak Perseroan yang memiliki
rencana pengusahaan Jalan Tol Gempol-Pasuruan.
TMJ : Berarti PT Trans Marga Jateng, merupakan Entitas Anak Perseroan yang bergerak di bidang
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari, dan harus dibaca bersama-sama dengan keterangan yang lebih terperinci. Ringkasan ini dibuat berdasarkan fakta dan pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini bersumber dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
A. TINJAUAN UMUM
Perseroan adalah suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum yang berlaku di Republik Indonesia. Perseroan didirikan dengan nama PT Jasa Marga (Indonesia Highway Corporation) berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 1 tanggal 1 Maret 1978, yang kemudian diubah berdasarkan Akta No.187 tanggal 19 Mei 1981 dan nama Perseroan diubah menjadi PT Jasa Marga (Persero). Dengan pengalaman selama 38 tahun, Perseroan tetap menjadi pemimpin pasar industri jalan tol Indonesia. Jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) merupakan jalan tol pertama yang dibangun Perseroan pada tahun 1978 dan menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan industrijalan tol Tanah Air. Hingga saat ini, Perseroan telah mengoperasikan 593 km jalan tol atau 61% dari total panjang tol di Tanah Air.
Perseroan telah melalui berbagai peristiwa penting dan perubahan dalam perjalanannya. Pada awal berdirinya, Perseroan berperan tidak hanya sebagai operator tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai otoritas jalan tol di Indonesia. Hingga tahun 1987 Perseroan menjadi satu-satunya penyelenggara jalan tol di Indonesia yang pengembangannya dibiayai Pemerintah dengan dana berasal dari pinjaman luar negeri serta penerbitan obligasi. Namun dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 yang mengatur tentang jalan tol, peran otoritas dikembalikan Perseroan kepada Pemerintah. Dengan demikian, Perseroan menjalankan fungsi sepenuhnya sebagai sebuah perusahaan pengembang dan operator jalan tol yang akan mendapatkan izin penyelenggaraan tol dari Pemerintah.
Untuk mendukung ekspansi dan pengembangannya, Perseroan menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Pemerintah melepas 30% sahamnya kepada masyarakat pada tanggal 12 November 2007. Proses Initial Public Offering (IPO) ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah nomor No. 52 tahun 2007 tanggal 4 September 2007 tentang Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru pada Perusahaan Perseroan PT. Jasa Marga Sejalan dengan Privatisasi Perseroan, telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar yang disahkan oleh Departemen Hukum dan HAM RI, sehingga mulai tanggal 12 September 2007, Perseroan berganti nama menjadi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 November 2007.
Akta Perubahan Anggaran dasar terakhir adalah Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 61 tanggal 26 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Adinistrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“SABH”) berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dari Menkumham berdasarkan surat No. AHU- AH.01.03-0019825 tanggal 27 Maret 2015 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0036530.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 27 Maret 2015 (“Akta No. 61/2015”).
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Akta No. 61/2015 tidak didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UUWDP. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan tidak pernah memperoleh gugatan, tuntutan ataupun teguran, baik lisan maupun tertulis dari pihak manapun terkait tidak didaftarkannya Akta No. 61/2015 pada Kantor Pendaftaran Perusahaan sesuai UUWDP.
Jenis Penawaran : HMETD
Nilai Nominal : Rp500,- (li
Harga Pelaksanaan :
Rp3.900,-Rasio Konversi : 500.000 (
sebanyak tujuh) HM
Dilusi Kepemilikan : 6,31% (en
Periode Perdagangan HMETD : 2-8 Dese
Periode Pelaksanaan HMETD : 2-8 Dese
Tanggal Pencatatan Efek di Bursa : 2 Desemb
Pencatatan : BEI
Jumlah Saham
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana termaktub dalam Akta No. 61 tanggal 26 Maret 2015, maksud dan tujuan Perseroan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya pembangunan di bidang pengusahaan jalan tol dengan sarana penunjangnya dengan menerapkan prinsip-prinsip perusahaan terbatas.
B. PENAWARAN UMUM TERBATAS
ma ratus Rupiah)
(tiga ribu sembilan ratus Rupiah)
lima ratus ribu) Saham Lama berhak memperoleh
33.667 (tiga puluh tiga ribu enam ratus enam puluh ETD
am koma tiga satu persen) mber2016
mber 2016 er 2016
Berdasarkan laporan dari BAE PT Datindo Entrycom, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sesuai dengan DPS per tanggal 31 Oktober 2016 adalah sebagai berikut:
Nama Pemegang Saham Modal Dasar
Nilai Nominal Rp500,- per Saham
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) - Seri A Dwiwarna - Seri B 1 19.039.999.999 500 9.519.999.999.500
Jumlah Modal Dasar 19.040.000.000 9.520.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
1. Pemerintah Republik Indonesia 1 500 0,00
- Saham Biasa (Seri B)
2. Pemerintah Republik Indonesia 4.759.999.999 2.379.999.999.500 70,00
3. Dewan Komisaris dan Direksi
- Ir. Hasanudin, M.Eng.Sc. 8.500 4.250.000 0,00
- Ir. Muh. Najib Fauzan, MSc. 110.200 55.100.000 0,00
- Ir. Subakti Syukur 154.000 77.000.000 0,00
4. Masyarakat 2.039.727.301 1.019.863.650.500 29,99
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 6.800.000.000 3.400.000.000.000 100,0000
Saham dalam Portepel 12.240.000.000 6.120.000.000.000
Apabila seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I ini, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:
Nama Pemegang Saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Nilai Nominal Rp500,- per Saham Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%) Jumlah Saham
Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%) Modal Dasar 19.040.000.000 9.520.000.000.000 19.040.000.000 9.520.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)
1. Pemerintah Republik Indonesia
Jumlah Saham
Jumlah Saham Nama Pemegang Saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Nilai Nominal Rp500,- per Saham
Saham Biasa (Seri B) 2. Pemerintah Republik
Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%) Jumlah Saham
Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%)
Indonesia 4.759.999.999 2.379.999.999.500 70,00 5.080.509.839 2.540.254.919.500 70,00
3. Publik 2.040.000.000 1.020.000.000.000 30,00 2.177.361.360 1.088.680.680.000 30,00
Jumlah Modal Ditempatkan
dan Disetor Penuh 6.800.000.000 3.400.000.000.000 100,00 7.257.871.200 3.628.935.600.000 100,00 Saham dalam Portepel 12.240.000.000 6.120.000.000.000 11.782.128.800 5.891.064.400.000
Apabila seluruh saham HMETD yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD I ini tidak dilaksanakan oleh seluruh pemegang saham Perseroan, kecuali pemegang saham Negara Republik Indonesia melaksanakan haknya dan apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa Saham Baru (Seri B) yang belum dilaksanakan, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:
Nama Pemegang Saham
Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I
Nilai Nominal Rp500,- per Saham Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%) Jumlah Saham
Jumlah Nilai
Nominal (Rp) (%) Modal Dasar 19.040.000.000 9.520.000.000.000 19.040.000.000 9.520.000.000.000 Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh Saham Preferen (Seri A
Dwiwarna)
1. Pemerintah Republik 1 500 0,00 1 500 0,00
Indonesia Saham Biasa (Seri B) 2. Pemerintah Republik Indonesia 3. Publik 4. Pembeli Siaga 4.759.999.999 2.379.999.999.500 70,00 5.080.509.839 2.540.254.919.500 70,00 2.040.000.000 1.020.000.000.000 30,00 2.040.000.000 1.020.000.000.000 28,10 - - - 137.361.360 68.680.680.000 1,90
Jumlah Modal Ditempatka dan Disetor Penuh
n
6.800.000.000 3.400.000.000.000 100,00 7.257.871.200 3.628.935.600.000 100,00 Saham dalam Portepel 12.240.000.000 6.120.000.000.000 11.782.128.800 5.891.064.400.000
Pemegang Saham Utama Perseroan yakni Negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PMHMETD I ini sebagaimana diatur Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 juncto Undang- Undang No. 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016, pelaksanaannya ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2016.
Dalam hal para pemegang saham publik tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini sesuai dengan HMETD-nya, maka para pemegang saham publik akan mengalami penurunan kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 6,31%.
C. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM DALAM RANGKA PMHMETD I
Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PMHMETD I ini (setelah dikurangi komisi, biaya, imbal jasa dan beban-beban emisi lainnya), akan digunakan untuk mendanai pembangunan Jalan Tol tersebut khususnya 3 Ruas Jalan Tol baru yang akan dibangun yaitu:
- Sekitar 50% untuk ruas Semarang – Batang sepanjang 75 km; - Sekitar 30% untuk ruas Pandaan – Malang sepanjang 37,6 km; dan - Sekitar 20% untuk ruas Jakarta – Cikampek II sepanjang 64 km.
Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PMHMETD I dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.
D. STRATEGI USAHA
Perseroan bertujuan untuk menjadi salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Dimana untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan secara khusus memiliki beberapa strategi utama antara lain:
a. Strategi Utama
Untuk mencapai sasaran-sasaran pokok tersebut, Perusahaan menetapkan 3 strategi utama sebagai berikut:
1. Pengembangan Bisnis Jalan Tol 2. Pengoperasian Jalan Tol 3. Pengembangan Bisnis Lain
b. Strategi Pendukung
a. Pengendalian Keuangan
b. Peningkatan Organisasi dan SDM
c. Teknologi Informasi dan Rekayasa Teknik d. Kepatuhan dan Manajemen Risiko
e. Kemitraan dan Bina Lingkungan
Keterangan lebih lanjut mengenai strategi usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VIII Prospektus ini.
E. PROSPEK USAHA
Saat ini Perseroan mengoperasikan ±593 km tol atau menguasai 61% jalan tol di Indonesia dari total 972 km jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Saat ini Perseroan sedang membangun 14 ruas tol baru, antara lain:
§ BORR (Bogor Outer Ring Road) § Semarang – Solo
§ Gempol – Pasuruan § Cengkareng – Kunciran § Kunciran – Serpong § Surabaya – Mojokerto
§ Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi § Solo – Ngawi § Ngawi – Kertosono § Cinere – Serpong § Semarang – Batang § Pandaan – Malang § Balikpapan – Samarinda § Manado – Bitung
Dari 14 ruas tol tersebut, beberapa diantaranya dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi, dan tiga diantaranya telah beroperasi sebagian yang terdiri dari ruas tol Semarang-Solo (telah beroperasi 23,1 Km dari total 72,6 Km), ruas Bogor Outer Ring Road (telah beroperasi 5,8 Km dari total 11 Km), ruas tol Surabaya-Mojokerto (telah beroperasi 20,77 Km dari total 36,3 Km). Pengoperasian ruas-ruas tol tersebut akan mendorong pertumbuhan pendapatan Perseroan di tahun-tahun mendatang.
Setelah 14 ruas tol tersebut selesai, Perseroan akan terus melakukan ekspansi dalam penambahan jalan tol baru melalui tender, menambah penyertaan saham serta mengakuisisi ruas-ruas baru yang potensial. yang pemegang konsesinya memiliki hambatan untuk membangun jalan tol tersebut, terutama jalan tol yang terletak di kota-kota besar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sedapat mungkin terhubung dengan jalan tol eksisting Perseroan/Entitas Anak. Dalam usaha pengembangan ruas-ruas tol baru tersebut, perseroan mempunyai kebijakan sebagai berikut:
1. Perseroan harus menjadi pemegang saham mayoritas di Perusahaan Patungan (Joint Venture) jalan tol baru;
2. Ruas tol baru tersebut harus memiliki tingkat kelayakan finansial yang baik; dan
3. Ruas tol baru tersebut sedapat mungkin merupakan kelanjutan dari ruas jalan tol yang dikelola oleh Perseroan atau Entitas Anak.
Perseroan mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui regulasi dimana Pemerintah terlebih dahulu akan melakukan pendanaan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol. Setelah beberap ruas atau seksi jalan tol selesai dibangun, investor jalan tol berkewajiban untuk membayar kembali dana yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah. Di samping pemerintah juga menjamin biaya tanah maksimum dengan menyediakan dukungan biaya terhadap risiko kenaikan harga tanah. Undang-Undang No. 2 tahun 2012 dan Peraturan Presiden No. 71 tahun 2012 juga menambah kondusif iklim investasi di industri jalan. Ketentuan mengenai pengadaan tanah yang diatur dalam Perpres tersebut menyatakan bahwa pengadaan tanah dilaksanakan oleh Pemerintah sebelum investor ditetapkan Pemerintah. Secara makro ada beberapa faktor yang membuat prospek industri jalan tol Perseroan semakin menarik, antara lain:
1. Volume lalu lintas pada ruas tol yang dikelola Perseroan diperkirakan akan tetap tumbuh secara positif, sehingga memberikan jaminan pertumbuhan pendapatan berkesinambungan;
2. Masa konsesi yang masih panjang dengan mayoritas akan berakhir pada tahun 2044 untuk 13 ruas yang sedang dioperasikan Perseroan;
3. Jalan tol baru yang terkoneksi dengan jalan tol yang sudah ada, sehingga memberi jaminan volume lalu lintas yang telah terbentuk;
4. Adanya potensi penambahan konsesi penguasan jalan tol melalui rencana untuk mengambil alih ruas-ruas jalan tol investor lain yang terhenti proses investasinya (akuisisi);
5. Posisi Perseroan sebagai pemimpin dalam industri jalan tol lndonesia; 6. Perkembangan penduduk yang pesat;
7. Perkembangan industri properti;
8. Pertumbuhan penjualan kendaraan roda empat yang merupakan pasar terbesar dari pengguna jalan tol.
Keterangan lebih lanjut mengenai prospek usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VIII Prospektus ini.
F. FAKTOR RISIKO
Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang merupakan perusahaan konstruksi, Perseroan tidak terlepas dari risiko-risiko baik secara internal maupun eksternal.
Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan
1. Risiko Investasi
2. Risiko Penyesuaian Tarif 3. Risiko Perubahan Peraturan
4. Risiko Bencana Alam atau Akibat Perbuatan Manusia 5. Risiko Volume Lalu Lintas Tidak Sesuai Perkiraan Awal 6. Risiko Perubahan Suku Bunga
7. Risiko Terputusnya Konstruksi Jalan Tol
Risiko Terkait Kepemilikan Saham
Di samping risiko yang dihadapi oleh Perseroan, kegiatan usaha dan industri Perseroan, kepemilikan saham mengandung risiko-risiko di bawah ini:
1. Kondisi pasar modal Indonesia dapat mempengaruhi harga atau likuiditas Saham. 2. Harga Saham Perseroan dapat berfluktuasi.
3. Penjualan saham Perseroan di masa mendatang dapat mempengaruhi harga pasar dari saham tersebut
4. Keterbatasan secara regulasi bagi pemegang saham untuk berpartisipasi dalam penawaran umum Keterangan lebih lanjut mengenai risiko usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus ini.
G. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni
2016 2015
(dalam Ribuan Rupiah)
Tahun yang berakhir pada 31 Desember (Tidak Diaudit) 2015 2014* PENDAPATAN 6.711.456.768 4.115.122.236 9.848.242.050 9.173.817.307 BEBAN PENDAPATAN (4.416.676.168) (2.245.043.935) (5.720.422.089) (5.483.825.405) LABA BRUTO LABA USAHA
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN LABA PERIODE BERJALAN
PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN PERIODE BERJALAN
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 2.294.780.600 1.870.078.301 4.127.819.961 3.689.991.902 1.959.081.308 1.608.674.531 3.477.665.145 3.072.723.524 1.209.182.090 929.655.924 2.068.304.233 1.850.661.310 874.315.900 571.742.027 1.319.200.546 1.237.014.172 (76.547.018) 19.671.020 (16.822.501) (56.798.985) 797.768.882 591.413.047 1.302.378.045 1.180.215.187 Total penghasilan komprehensif periode
berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 849.284.536 662.653.844 1.449.326.765 1.365.670.215
Kepentingan nonpengendali (51.515.654) (71.240.797) (146.948.720) (185.455.028)
TOTAL 797.768.882 591.413.047 1.302.378.045 1.180.215.187
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan Kepada
Pemilik entitas induk 925.509.663 642.914.315 1.466.381.586 1.421.729.172
Kepentingan nonpengendali (51.193.763) (71.172.288) (147.181.040) (184.715.000)
TOTAL 874.315.900 571.742.027 1.319.200.546 1.237.014.172
LABA PER SAHAM (RUPIAH PENUH) 136,1 94,55 215,64 209,08
Catatan: *) Disajikan kembali
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Keterangan Per 30 Juni
2016
(dalam Ribuan Rupiah)
Per 31 Desember
2015 2014*
Aset Lancar 5.051.788.653 3.729.046.503 3.545.784.137
Aset Tidak Lancar 35.160.514.596 32.995.935.984 28.314.178.506
TOTAL ASET 40.212.303.249 36.724.982.487 31.859.962.643
Liabilitas Jangka Pendek 11.088.631.898 7.743.786.951 4.301.009.557
Liabilitas Jangka Panjang 15.722.652.821 16.612.531.070 16.538.223.765
TOTAL LIABILITAS 26.811.284.719 24.356.318.021 20.839.233.322
TOTAL EKUITAS
13.401.018.530 12.368.664.466 11.020.729.321
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 40.212.303.249 36.724.982.487 31.859.962.643
RASIO KEUANGAN
Keterangan Per 30 Juni
2016
Per 31 Desember
2015 2014*
Rasio Keuangan (%)
Marjin Laba Bersih 21,96% 19,22% 19,67%
Marjin Operasi 46,49% 45,57% 42,51%
Marjin EBITDA 61,08% 59,79% 59,61%
EBITDA terhadap Beban Bunga 345,53% 324,71% 354,53%
Tingkat Pengembalian atas Ekuitas (ROE) 6,91% 11,86% 12,90%
Tingkat Pengembalian atas Aset (ROA) 2,30% 3,99% 4,46%
Rasio Lancar 45,56% 48,16% 82,44%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas 200,07% 196,92% 189,09%
Rasio Liabilitas Terhadap Aset 66,67% 66,32% 65,41%
Rasio Pertumbuhan (%) Pendapatan 63,09% 7,35% -10,69% Laba Usaha 21,78% 13,18% 36,01% Laba Bersih 43,96% 3,14% 42,69% Total Aset 9,50% 15,27% 13,52% Total Liabilitas 10,08% 16,88% 16,58% Total Ekuitas 8,35% 12,23% 8,16%
Catatan: *) Disajikan kembali
Rasio Keuangan di Perjanjian Kredit atau Kewajiban Lainnya
Rasio Keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016
Rasio Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015
Debt to Equity ratio tidak melebihi 5,0x 1) 2,00x 1,97x
Interest Coverage Ratio tidak kurang dari 1,25x 2) 3,45x 3,25x
1) Perhitungan Debt to Equity ratio yaitu Total Liabilitas dibagi Total Ekuitas 2) Perhtiungan Coverage ratio yaitu EBITDA dibagi dengan beban bunga Perseroan
Keterangan lebih lanjut mengenai ikhtisar data keuangan penting dapat dilihat pada Bab IV Prospektus ini.
H. KEBIJAKAN DIVIDEN
Perseroan memiliki kebijakan untuk membagikan dividen dalam bentuk uang tunai kepada seluruh Pemegang Saham Perseroan, dengan memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan pembagian dividen yang akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.
Berikut merupakan keterangan mengenai pembayaran dividen Perseroan untuk tahun buku 2011 sampai dengan 2015, yang masing-masing dibayarkan pada tahun berikutnya:
Tahun Dividen (Rp miliar) Rasio Terhadap Bersih Perser (%) Laba dividen / oan lembar (Rp) Tanggal
Pembayaran Nomor Berita Acara Keputusan RUPS
2015 293,28 20 43,13 29 April 2016 BA RUPS Nomor 38 tanggal 18 Maret 2015
2014 491,19 35 72,24 17 April 2015 BA RUPS Nomor 08 tanggal 11 Maret 2014
2013 534,53 40 78,61 23 April 2014 BA RUPS Nomor 74 tanggal 29 April 2013
2012 640,83 40 94,24 18 Juni 2013 BA RUPS Nomor 16 tanggal 09 Mei 2012
2011 535,78 40 78,88 21 Juni 2012 BA RUPS Nomor 44 tanggal 14 Juni 2011
I. TATA CARA PEMESANAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai Pelaksana Pengelola Administrasi Saham dan sebagai Agen Pelaksana PMHMETD I Perseroan, sebagaimana termaktub dalam Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksana Dalam Rangka PMHMETD I Perseroan No. 52 tanggal 16 September 2016, yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan
Keterangan lebih lanjut mengenai persyaratan pemesanan pembelian PMHMETD I dapat dilihat pada Bab XIII Prospektus ini.
J. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
Perseroan telah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan sebanyak 457.871.200 (empat ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus) saham baru (Seri B) atau maksimum sebesar 2,40% (dua koma empat nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Setiap pemegang 500.000 (lima ratus ribu) Saham Lama yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 30 November 2016 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh sebanyak 33.667 (tiga puluh tiga ribu enam ratus enam puluh tujuh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru (Seri B) dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp3.900,- (tiga ribu sembilan ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Jumlah Saham Baru (Seri B) yang ditawarkan dalam PMHMETD I dengan cara penerbitan HMETD ini adalah jumlah maksimum saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Jumlah dana yang akan diterima oleh Perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sebesar Rp1.785.697.680.000,- (satu triliun tujuh ratus delapan puluh lima miliar enam ratus sembilan puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh ribu Rupiah).
Perseroan memiliki hak untuk melakukan perubahan pada ketentuan-ketentuan HMETD ini dengan mempertimbangkan perubahan atas keadaan dan faktor-faktor lain yang dianggap sesuai. Ketentuan- ketentuan penerbitan HMETD dalam PMHMETD I, termasuk Harga Pelaksanaan dan jumlah final dari saham yang akan ditawarkan akan diumumkan pada waktunya.
Keterangan Tentang HMETD
Saham yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini diterbitkan berdasarkan HMETD yang akan dikeluarkan Perseroan kepada pemegang saham yang berhak. HMETD dapat diperdagangkan selama masa perdagangan melalui pengalihan kepemilikan HMETD dengan sistem pemindahbukuan HMETD antar Pemegang Rekening Efek di KSEI.
Pemegang HMETD yang hendak melakukan perdagangan wajib memiliki rekening pada Anggota Bursa atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening Efek di KSEI. Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam HMETD ini adalah:
1. Yang Berhak Menerima SBHMETD
Para Pemegang Saham yang berhak memperoleh HMETD adalah Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 30 November 2016 pukul 16.00 WIB.
2. Pemegang Sertifikat HMETD Yang Sah
Pemegang HMETD yang sah adalah:
a. Para pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dengan sah dalam DPS Perseroan pada tanggal 30 November 2016 sampai dengan pukul 16.00 WIB yang tidak dijual HMETD-nya sampai dengan akhir periode perdagangan HMETD
b. Pembeli HMETD yang namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD sampai dengan akhir periode perdagangan HMETD, atau
c. Para pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI sampai dengan akhir periode perdagangan HMETD
3. Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD
Pemegang HMETD dapat memperdagangkan SBHMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan, yaitu mulai tanggal 2 Desember 2016 sampai dengan tanggal 8 Desember 2016.
Perdagangan HMETD tanpa warkat harus memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk tetapi tidak terbatas pada ketentuan perpajakan dan ketentuan di bidang Pasar Modal termasuk peraturan bursa dimana HMETD tersebut diperdagangkan, yaitu PT Bursa Efek Indonesia dan peraturan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Bila pemegang HMETD mengalami keragu-raguan dalam mengambil keputusan, sebaiknya anda berkonsultasi atas biaya sendiri dengan penasehat investasi, perantara pedagang efek, manajer investasi, penasehat hukum, akuntan publik, atau penasehat profesional lainnya.
HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif di KSEI diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sedangkan HMETD yang berbentuk SBHMETD hanya bisa diperdagangkan di luar bursa.
Penyelesaian perdagangan HMETD yang dilakukan melalui Bursa akan dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan antar rekening efek atas nama Bank Kustodian atau Anggota Bursa di KSEI.
Segala biaya dan pajak yang mungkin timbul akibat perdagangan dan pemindahtanganan HMETD menjadi tanggung jawab dan beban pemegang HMETD atau calon pemegang HMETD.
4. Bentuk Dari SBHMETD
Bagi pemegang saham Perseroan yang sahamnya belum dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan akan menerbitkan SBHMETD yang mencantumkan nama dan alamat pemegang HMETD, jumlah saham yang dimiliki, jumlah HMETD yang dapat digunakan untuk membeli Saham HMETD, jumlah Saham HMETD yang akan dibeli, jumlah harga yang harus dibayar, jumlah pemesanan Saham HMETD tambahan, kolom endosemen dan keterangan lain yang diperlukan.
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan tidak akan menerbitkan SBHMETD, melainkan akan melakukan pengkreditan HMETD ke rekening efek atas nama Bank Kustodian atau Anggota Bursa yang ditunjuk masing-masing pemegang saham di KSEI.
5. Permohonan Pemecahan SBHMETD
Bagi pemegang SBHMETD yang ingin menjual atau mengalihkan sebagian dari HMETD yang dimilikinya, maka pemegang SBHMETD yang bersangkutan dapat menghubungi BAE Perseroan untuk mendapatkan denominasi HMETD yang diinginkan. Pemegang HMETD dapat melakukan pemecahan SBHMETD mulai tanggal tanggal 2 Desember 2016 sampai dengan tanggal 8 Desember 2016.
SBHMETD hasil pemecahan dapat diambil dalam waktu 1 (satu) Hari Bursa setelah permohonan diterima lengkap oleh BAE Perseroan.
6. Nilai HMETD
Nilai dari HMETD yang ditawarkan oleh pemegang HMETD yang sah akan berbeda-beda dari HMETD yang satu dan lainnya, berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar yang ada.
Sebagai contoh, perhitungan nilai HMETD di bawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung nilai HMETD, tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai HMETD yang sesungguhnya.
Penjabaran di bawah ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum untuk menghitung nilai HMETD:
- Harga penutupan saham pada hari bursa terakhir sebelum
perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu = Rp a
- Harga Pelaksanaan PMHMETD I = Rp b
- Jumlah saham yang beredar sebelum PMHMETD I = A
- Jumlah saham yang diterbitkan dalam PMHMETD I = B
- Harga teoritis Saham HMETD = (Rp a x A) + (Rp b x B)
(A + B)
= Rp c Dengan demikian, secara teoritis harga HMETD per saham adalah: = Rp a - Rp c
7. Penggunaan SBHMETD
SBHMETD adalah bukti hak yang diberikan Perseroan kepada pemegang HMETD untuk membeli Saham HMETD. SBHMETD hanya diterbitkan bagi pemegang saham yang berhak yang belum melakukan konversi saham dan digunakan untuk memesan Saham HMETD. SBHMETD tidak berlaku dalam bentuk fotokopi. SBHMETD tidak dapat ditukarkan dengan uang atau apapun pada Perseroan. Bukti kepemilikan HMETD untuk pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan diberikan oleh KSEI melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
8. Pecahan HMETD
Sesuai dengan POJK No. 32/2015, dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya akan dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.
9. Lain-lain
Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan HMETD menjadi beban Pemegang SBHMETD atau calon pemegang HMETD.