III. PERNYATAAN UTANG
1. LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp82.012.682 ribu yang merupakan utang kepada pemasok untuk pengadaan barang cetakan, alat tulis kantor, karcis tol, obat-obatan dan pakaian dinas serta utang usaha atas jasa pemeliharaan dan pembersihan jalan tol.
b. Utang kontraktor
Utang kontraktor Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.459.622.804 ribu yang merupakan utang kepada kontraktor, konsultan dan rekanan sehubungan dengan pembangunan jalan, pelapisan ulang, pengadaan fasilitas tol dan bangunan lain.
Rincian utang kontraktor adalah sebagai berikut:
(dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 2016
Pihak Berelasi 1.298.327.391
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. 512.058.022
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 426.454.235
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 137.552.955
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. 148.795.878
PT Nindya Karya (Persero) 43.957.619
Wika – Adhi – Hutama JO 18.282.640
PT Hutama Karya (Persero) 3.271.300
PT Yodya Karya (Persero) 2.402.896
PT Virama Karya (Persero) 4.170.942
Lain-lain dibawah Rp2 miliar 1.380.903
Pihak Ketiga 161.295.413
PT Kadi International 12.011.855
PT Delameta Bilano 11.122.383
PT Eskapindo Matra 10.241.472
PT Multi Phi Beta 9.958.779
PT Buana Archicon 7.051.646
PT Aremix Planindo 6.688.861
PT Perkasa Adiguna Sembada 6.027.891
PT Module Intracs Yasatama 5.826.591
PT Widya Sapta Colas 5.743.764
PT Marga Maju Mapan 5.479.683
PT Perentjana Djaja 5.139.812
PT Cipta Marga Mandiri 4.716.003
PT Annisa Bintang Blitar 4.009.587
KSO Cipta Strada, Adhy Duta Prima Hasfan Dian 2.987.628
PT Pancatunggal Karsasejati 2.815.667
PT Roadmixindo Raya 2.877.169
PT Amber Hasya 2.756.099
PT Tata Guna Patria 2.640.309
PT Sarana Dwi Makmur 2.319.324
KSO Dressa Badja 2.052.380
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1Miliar) 48.828.510
c. Utang pajak
Utang pajak Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp314.777.648 ribu dengan rincian sebagai berikut:
(dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 2016 Perseroan Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) 766.695 Pasal 21 2.924.839 Pasal 22 3.426.526 Pasal 23 716.668 Pasal 25 42.675.901 Pasal 29 96.938.383
Pajak Pertambahan Nilai 19.513.645
Pajak Bumi dan Bangunan 117.429.362
284.392.019 Entitas Anak Pajak Penghasilan: Pasal 4 (2) 13.127.918 Pasal 21 2.375.163 Pasal 22 1.696 Pasal 23 581.968 Pasal 25 1.183.640 Pasal 26 15.988 Pasal 29 4.781.335
Pajak Bumi dan Bangunan 2.937.016
Pajak Pertambahan Nilai 5.217.119
Kewajiban Pajak Lainnya 163.786
30.385.629
Total 314.777.648
d. Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp219.237.540 ribu dimana Rp2.388.715 ribu adalah sumbangan area Pramuka Cibubur dan TMII.
e. Beban akrual
Beban akrual pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.296.493.511 ribu dengan rincian sebagai berikut:
(dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 2016
Beban Kontraktor 893.683.533
Beban Umum dan Administrasi 204.297.248
Beban Bunga
Utang Pembebasan Tanah (BLU) 89.163.597
Utang Obligasi 75.034.007
Utang Bank Sindikasi 14.375.630
Utang Lembaga Keuangan Bukan Bank 2.005.208
Utang Dana Talangan 687.412
Utang Bank
PT Bank Central Asia Tbk 3.560.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.883.680
Beban Kerjasama Operasi 792.321
Lain-lain 11.010.875
f. Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp 126.108.989 ribu. Liabilitas imbalan kerja jangka pendek menngakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek (jika ada) ketika jasa diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut diberikan.
g. Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp6.840.378.724 ribu.
(dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 2016
Utang bank 2.497.305.316
Utang obligasi 2.900.000.000
Liabilitas pembebasan tanah 1.124.018.714
Utang sewa pembiayaan 21.889.999
Provisi pelapisan jalan 297.164.695
Total 6.840.378.724
h. Utang Bank
(dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 2016
Utang Bank Jangka Pendek Pihak Berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2.005.194.125
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 87.748.362
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 74.325.059
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 553.493
2.167.821.039 Pihak Ketiga
PT Bank Central Asia Tbk 301.061.348
PT Bank DKI 13.995.500
PT Bank Jawa Timur 7.751.500
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah 3.912.469
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk 2.232.787
PT Bank Pembangunan Daerah Bali 530.673
329.484.277
Total 2.497.305.316
Pihak Berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 3.187.808.256
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 2.206.798.369
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 1.914.193.613
PT Sarana Multi Infrastruktur 89.726.822
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 73.536.612
7.472.063.672 Pihak Ketiga
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 318.905.031
PT Bank DKI 239.782.735
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara 239.126.098
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk 154.876.908
PT Bank Central Asia Tbk 141.009.803
PT Bank Bukopin 116.893.685
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah 95.037.479
PT Bank Pembangunan Daerah Bali 70.504.902
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 68.384.767
PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 15.016.297
1.459.537.705
Biaya belom diamortisasi (31.990.550)
Pinjaman pada PT Bank Central Asia Tbk
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Investasi No. 37 tanggal 25 Oktober 2005 dibuat dihadapan Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Perseroan mendapatkan fasilitas kredit investasi dengan tujuan untuk pembiayaan proyek jalan tol JORR II (Seksi E1, E3) sebesar Rp350.000.000 ribu. Akta ini diubah dengan Akta Addendum Perjanjian Kredit Investasi No. 53 tanggal 28 April 2006 untuk fasilitas kredit investasi sebesar Rp310.000.000 ribu dan Akta Perjanjian Kredit No. 54 tanggal 28 April 2006 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Akta Perubahan atas Perjanjian Kredit No.06 tanggal 2 Oktober 2015 yang dibuat dihadapan Karin Christiana Basoeki S.H. Notaris di Jakarta.
Perseroan memperoleh fasilitas time loan revolving sebesar Rp40.000.000 ribu untuk jangka waktu 1 tahun dan mendapat tambahan jumlah pokok fasilitas kredit sebesar Rp596.000.000 ribu. Sehingga jumlah fasilitas yang diterima Perseroan menjadi sebesar Rp636.000.000 ribu.
Tingkat suku bunga pinjaman sama dengan suku bunga deposito rupiah untuk jangka waktu 3 (tiga) bulan yang berlaku di BCA untuk nilai nominal deposito lebih besar atau sama dengan Rp25.000.000 ribu yang dipublikasikan secara umum ditambah 3,9% per tahun. Berdasarkan Akta Addendum No. 6 tanggal 2 Oktober 2015 oleh Notaris Karin Christiana Basoeki, S.H., jangka waktu kredit diperpanjang tanggal dari 13 Agustus 2015 menjadi jatuh tempo pada tanggal 13 Agustus 2016. Perseroan tidak memberikan jaminan terhadap pinjaman ini. Utang bank diberikan secara Negative Pledge, sehingga debitur tidak menyerahkan jaminan/ agunan yang sifatnya preferen dan/atau separatis baik kepada bank maupun kepada kreditur lainnya. Pada tanggal 30 Juni 2016, Perseroan masih memiliki saldo hutang pada fasilitas pinjaman tersebut sebesar Rp300.000.000 ribu.
Pada tanggal 11 Agustus 2016, Perseroan telah memperpanjang jangka waktu pinjaman
Pinjaman pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 22 tanggal 9 Agustus 2010, yang telah mengalami perubahan terakhir dengan Akta Addendum No.38 tanggal 13 Juni 2016 dari Notaris lr. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp1.000.000.000 ribu untuk jangka waktu 1 tahun. Tingkat bunga pinjaman mengacu pada suku bunga deposito 3 (tiga) bulan Bank ditambah 2,4% (dua koma empat persen). Batas waktu jatuh tempo fasilitas kredit modal kerja tersebut diperpanjang menjadi tanggal 8 Agustus 2016 Perseroan wajib membayar provisi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 0,25% per tahun dihitung secara proporsional. Perseroan tidak memberikan jaminan terhadap pinjaman ini. Utang bank diberikan secara Negative Pledge, sehingga debitur tidak menyerahkan jaminan/ agunan yang sifatnya preferen dan/atau separatis baik kepada bank maupun kepada kreditur lainnya.
Pada tanggal 30 Juni 2016, Perseroan masih memiliki saldo hutang fasilitas pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp750.000.000 ribu.
Berdasarkan Akta Perjanjian Pinjaman Transaksi Khusus No. 40 tanggal 13 Juni 2016, dari Notaris lr. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp1.400.000.000 ribu untuk jangka waktu 1 tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian atau maksimum 1 (satu) bulan setelah dana penerbitan obligasi diterima, mana yang terjadi lebih dahulu. Tingkat bunga pinjaman sebesar 8,90% per tahun. Perseroan wajib membayar provisi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 0,25% per tahun dihitung secara proporsional. Perseroan tidak memberikan jaminan terhadap pinjaman ini. Pada tanggal 30 Juni 2016, Perseroan masih memiliki saldo hutang pada fasilitas pinjaman ini sebesar Rp1.000.000.000 ribu.
Pinjaman pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 15 tanggal 11 Januari 2013 dibuat dihadapan Notaris Imran Ilyas S. Guchita, S.H., JLP, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit investasi dengan tujuan pembelian mesin AMP Almix Model ALB 1500 (120 TPH) beserta mesin-mesin sarana pendukung lainnya serta fasilitas bank garansi dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp21.000.000 dan Rp5.000.000
yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Januari 2018 atau masa kredit selama 60 bulan, sementara fasilitas bank garansi akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan. Atas pinjaman ini, JLP dikenakan suku bunga sebesar 10% per tahun.
JLP memperoleh fasilitas pinjaman sebagai berikut:
• Kredit modal kerja konstruksi Plafond sebesar Rp25.000.000 dengan maksimum CO tetap. • Fasilitas Penangguhan Jaminan Import sebesar Rp5.000.000
Fasiltas bank garansi sebesar Rp15.000.000
Atas fasilitas pinjaman ini JLP dikenakan suku bunga sebesar 11,50% per tahun yang dibayarkan efektif setiap bulan dengan jaminan sebagai berikut:
• Mesin AMP dan mesin pendukung yang telah terikat secara fidusia sebesar Rp20.159.549 • Tagihan yang akan timbul atas proyek yang dibiayai BRI sebesar Rp60.000.000
• Sebidang tanah hak guna bangunan No. 404/Cipayung berukuran 801m2 yang terletak di Daerah
Khusus Ibukota Jakarta, Kota Jakarta Timur, Kecamatan Cipayung, Kelurahan Cipayung sebesar Rp3.519.000.
Pada tanggal 30 Juni 2016, JLP masih memiliki saldo hutang fasilitas pinjaman kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp13.349.890.
Pinjaman Sindikasi dengan beberapa bank
a. PT Marga Sarana Jabar (MSJ)
Pada tanggal 18 November 2009, MSJ mengadakan perjanjian kredit sindikasi antara MSJ dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk, berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 64 tanggal 18 November 2009 oleh Notaris Fatimah, S.H.
Fasilitas kredit yang diterima MSJ adalah maksimum sebesar Rp1.053.447.000 ribu yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp960.939.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp92.508.000 ribu yang jatuh tempo pada tanggal 6 Maret 2022. Pinjaman ini dikenakan suku bunga dengan menghitung average time deposit ditambah margin 6 % per tahun. Saldo pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp532.407.499 ribu, dengan jaminan hak pengusahaan jalan tol dan seluruh tagihan serta pendapatan dari pengusahaan jalan tol, termasuk pendapatan tol dan tagihan atas pendapatan usaha lain selama masa konsesi yang diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp1.535.742.000 ribu. Pada tanggal 22 Juli 2016, MSJ telah melunasi perjanjian kredit sindikasi.
b. PT Jasamarga Surabaya-Mojokerto (JSM)
Pada tanggal 24 Januari 2007, JSM telah mengadakan perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Bukopin Tbk berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 33 yang kemudian terakhir kali diubah dengan Akta Perubahan II atas Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi No. 01 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat dihadapan notaris Rina Utami Djauhari, S.H.
Maksimum fasilitas kredit yang diterima JSM adalah sebesar Rp2.652.845.000 ribu yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp2.304.104.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp348.741.000 ribu dengan jangka waktu kredit sejak tanggal efektif perjanjian sampai dengan tanggal 23 Desember 2026. Atas pinjaman ini Perseroan dikenakan suku bunga secara Weighted Average yang akan diperhitungkan oleh Agen Fasilitas yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berdasarkan ketentuan Suku Bunga yang disepakati dan diberlakukan kepada para Kreditur.
Jaminan pinjaman adalah, antara lain, tagihan atas pendapatan tol dan pendapatan usaha lain yang akan diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp3.789.789.000 ribu. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.833.823.278 ribu.
c. PT Trans Marga Jateng (TMJ)
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 21 tanggal 11 Desember 2009, TMJ mengadakan perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang kemudian terakhir kali diubah dengan Akta Perubahan II dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi No. 4 tanggal 27 Januari 2016 yang dibuat dihadapan Ny. Ati Mulyati, S.H., M.Kn.
Maksimum fasilitas kredit yang diterima TMJ adalah sebesar Rp5.112.935.972 ribu yang terdiri dari fasilitas kredit Investasi Senior Tranche I sebesar Rp1.726.556.301 ribu, fasilitas kredit Investasi Senior Tranche IA sebesar Rp350.703.940 ribu, fasilitas kredit Investasi Senior Tranche II sebesar Rp1.765.009.000 ribu , dan fasilitas kredit Investasi Junior Tranche III sebesar Rp635.000.000 ribu serta fasilitas kredit investasi senior bunga masa konstruksi (Interest during construction) Tranche I sebesar Rp 225.824.731 ribu dan Tranche II sebesar Rp409.842.000 ribu. Jangka waktu fasilitas kredit termasuk masa tenggang adalah sebagai berikut:
• Fasilitas kredit Investasi Senior – Tranche I akan berakhir pada tanggal 6 Maret 2022
• Fasilitas kredit Investasi Senior – Tranche IA dan Tranche II berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2026.
• Fasilitas kredit Investasi Junior – Tranche III berlaku untuk 15 tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit.
Pinjaman kredit investasi senior - Tranche I, IA, dan II dikenakan tingkat suku bunga Average time deposit untuk jangka waktu 3 bulan dari bank-bank sindikasi dimuat di media massa ditambah margin sebesar 5% per tahun untuk masa konstruksi dan 4,75% per tahun untuk masa pengoperasian, sedangkan untuk pinjaman kredit investasi junior - Tranche III dikenakan margin sebesar 7% per tahun.
Jaminan pinjaman adalah antara lain, tagihan atas pendapatan tol dan pendapatan usaha lain yang akan diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp7.304.510.000 ribu. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.959.624.267 ribu.
d. PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ)
Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi No. 13 tanggal 13 Oktober 2011 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah diubah berdasarkan Akta Addendum I (Pertama) Perjanjian Kredit No. 56 tanggal 25 Maret 2015 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan Akta Perubahan II atas Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi No. 01 tanggal 3 Desember 2015 dibuat di hadapan Rina Utami Djauhari, S.H., Notaris di Jakarta, MLJ menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank DKI untuk pembiayaan proyek pembagunan jalan tol Lingkarluar Jakarta Seksi W2 Utara.
Maksimum kredit yang tersedia adalah sebesar Rp1.554.000.000 ribu yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp1.386.000.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp168.000.000 ribu. Jangka waktu fasilitas kredit adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya akta perjanjian kredit.
Tingkat suku bunga untuk 1 tahun pertama adalah 10%, untuk selanjutnya menggunakan tingkat suku bunga Average Time Deposit untuk jangka waktu 3 bulan dari bank-bank sindikasi yang dimuat di media massa ditambah margin 4% dengan jaminan berupa tagihan atas pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya yang akan diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp2.149.000.000 ribu. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.300.897.105 ribu.
e. PT Jasamarga Bali Tol
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 79 tanggal 22 Juni 2012, JBT telah memperoleh fasilitas Kredit Investasi (KI) Sindikasi Pembiayaan Proyek Jalan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Bali yang kemudian terakhir kali diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Kredit No.32 tanggal 19 Desember 2014 yang dibuat dihadapan Ny. Fathiah Helmi, S.H.
Maksimum fasilitas kredit sebesar Rp1.739.300.000 ribu yang terdiri dari kredit investasi sebesar Rp1.622.000.000 ribu dan fasilitas bunga masa konstruksi sebesar Rp117.300.000 ribu. Jangka waktu fasilitas kredit adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya akta. Tingkat suku bunga untuk 1 tahun pertama adalah 10%, untuk selanjutnya menggunakan tingkat suku bunga Simple Interest Rate ditambah marjin sebesar 5% dengan jaminan berupa hak konsesi, pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya yang akan diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp2.484.780.000 ribu. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp1.235.521.762 ribu.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No. 15 tanggal 7 Juni 2016, dari Notaris Fathiah Helmi, S.H., JBT memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebesar Rp45.000.000 ribu dengan jangka waktu 1 tahun jatuh tempo atau sampai dengan tanggal 7 Juni 2017. Tingkat bunga pinjaman sebesar 10,5% per tahun. Pada tanggal 30 Juni 2016, JBT masih memiliki saldo hutang pada fasilitas pinjaman ini sebesar Rp5.100.000 ribu.
f. PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT)
Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi No. 38 tanggal 12 Juni 2012, JPT menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk untuk pembiayaan proyek pembangunan jalan tol Gempol–Pandaan yang terakhir kali diubah dengan Akta Addendum II Perjanjian Kredit Sindikasi No. 35 tanggal 14 September 2015 yang dibuat dihadapan Ny. Nanette C.H. Adi Warsito, S.H., kemudian pada tanggal 14 September 2015 JPT telah mengadakan perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur untuk pembiayaan tambahan biaya proyek pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan (Tranche IA).
Maksimum fasilitas kredit adalah sebesar Rp817.000.000 ribu termasuk Fasilitas IDC sebesar Rp84.000.000 ribu. Jangka waktu fasilitas kredit adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya akta. Tingkat suku bunga untuk 1 tahun pertama adalah 10,50%, untuk selanjutnya menggunakan tingkat suku bunga Simple Interest Rate ditambah margin 5,25%, sedangkan maksimal fasilitas kredit sindikasi Tranche IA adalah sebesar Rp126.290.000 ribu termasuk IDC sebesar Rp7.000.000 ribu.
Tingkat suku bunga yang dikenakan sebesar Average Time Deposit 3 bulanan para kreditur yang dipublikasikan dalam harian Bisnis Indonesia ditambah margin sebesar 5% per tahun. Jaminan berupa tagihan atas pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya yang akan diikat secara fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp1.489.999.000 ribu. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp841.664.560 ribu.
g. PT Transmarga Jatim Pasuruan (TJP)
Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi No. 5 tanggal 1 Juni 2012, TJP menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk untuk pembiayaan proyek pembangunan jalan tol Gempol-Pasuruan.
Maksimum fasilitas kredit yang diberikan adalah sebesar Rp1.937.600.000 ribu yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp1.801.100.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp136.500.000 ribu dengan jangka waktu kredit sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan tanggal 30 Juni 2027. Tingkat suku bunga menggunakan rata-rata deposito berjangka untuk jangka waktu 3 bulan dari bank-bank sindikasi ditambah margin 5,25% selama masa konstruksi dan 5,00% sejak tanggal pengoperasian.
Jaminan pinjaman berupa hak konsesi pengusahaan jalan tol, pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya selama masa konsesi. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp490.146.285 ribu.
h. PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi No. 33 tanggal 14 Juli 2015, JKT menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara untuk pembiayaan proyek pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.
Maksimum fasilitas kredit yang disediakan sebesar Rp2.850.000.000 ribu yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp2.638.395.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp211.605.000 ribu dengan jangka waktu kredit maksimum 15 tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan tanggal 14 Juli 2030. Tingkat suku bunga menggunakan Average Time Deposit untuk jangka waktu 3 bulan dari bank-bank sindikasi ditambah margin 3,25% selama masa konstruksi dan 3,00% sejak tanggal pengoperasian. Jaminan pinjaman berupa hak konsesi, pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya selama masa konsesi. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp460.665.588 ribu.
i. PT Solo Ngawi Jaya (SNJ)
Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi No. 7 tanggal 14 April 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Ati Mulyati, S.H.M.Kn., SNJ menandatangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk pembiayaan proyek pembangunan jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi.
Maksimum fasilitas kredit yang diberikan adalah sebesar Rp4.370.220.000 ribu, yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi Pokok Tranche I maksimum sebesar Rp3.196.990.000 ribu, Fasilitas Kredit Investasi Pokok Tranche II maksimum sebesar Rp642.137.000 ribu dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) Tranche I sebesar maksimum Rp383.248.000 ribu, Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) Tranche II sebesar maksimum Rp147.845.000 ribu
Jangka waktu kredit sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan tanggal 14 April 2031. Tingkat suku bunga menggunakan Average Time Deposit untuk jangka waktu 3 bulan ditambah margin 4,75% selama masa konstruksi dan 4,50% sejak tanggal pengoperasian. Jaminan pinjaman berupa hak konsesi pengusahaan jalan tol, pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya selama masa konsesi. Saldo fasilitas kredit pada tanggal 30 Juni 2016 adalah sebesar Rp458.234.090 ribu.
j. PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ)
Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi No. 14 tanggal 14 April 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Ati Mulyati, S.H.M.Kn., NKJ menanda-tangani perjanjian kredit sindikasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk pembiayaan proyek investasi pembangunan ruas jalan tol Ngawi-Kertosono.
Maksimum fasilitas kredit yang diberikan adalah sebesar Rp3.369.158.000 ribu, yang terdiri dari Fasilitas Kredit Investasi sebesar Rp2.682.363 ribu (Tranche I sebesar Rp2.396.549.000 ribu dan Tranche II sebesar Rp285.814.000 ribu) dan Fasilitas Bunga Masa Konstruksi (Interest During Construction) sebesar Rp686.795.000 ribu (Tranche I sebesar Rp553.558.000 ribu dan Tranche II sebesar Rp133.237.000 ribu).
Jangka waktu kredit sejak tanggal penandatanganan perjanjian sampai dengan tanggal 14 April 2031. Tingkat suku bunga menggunakan Average Time Deposit untuk jangka waktu 3 bulan ditambah margin 4,75% selama masa konstruksi dan 4,50% sejak tanggal pengoperasian. Jaminan pinjaman berupa hak