• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan organisasi sebagai upaya pengembangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perubahan organisasi sebagai upaya pengembangan "

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Perubahan Pada

Organisasi

Nur Rachmat, BPO, M.Kes

(2)

Perubahan tidak dapat

(3)

 Suatu hari ada seseorang menemukan ulat kepompong di

sebuah pohon yang ada dihalaman rumahnya. Dan dia

membantu kupu-kupu muda itu keluar dari kepompongnya

 Orang yang berniat untuk membantu sang kupu-kupu malah

tanpa disengaja telah membuat kupu-kupu tersebut mati muda.

 Karena tidak dapat terbang akhirnya sang kupu-kupu tersebut

(4)

What Change?

• Change / berubah / perubahan berasal dari kata

‘metamorphoo’ yang artinya diubah, ditrasformasikan atau berubah bentuk.

"metanoia" (Yunani, μετ?νοια) berarti "perubahan pikiran".

(5)

Organization Change

Adalah perubahan yg terjadi pada diri organisasi,

dapat dilihat dari: - pergantian staf, - konflik organisasi - pertumbuhan dan

- pergantian pimpinan (Robbins,1994

)

(6)

Mengapa perlu berubah ? (Why)

Perubahan organisasi dapat didorong oleh pengaruh yang ditimbulkan dari:

lingkungan internal dan

eksternal organisasi. Lingkungan internal

(7)

Kapan diperlukan perubahan?

(When)

a. Perubahan tujuan

b. Pembelian peralatan baru c. Kelangkaan tenagakerja d. Peraturan pemerintah e. Ekonomi

f. Penggabungan

(8)

Siapa yang melakukan perubahan?

(Who)

Agen-agen perubahan

- Top Manager - Middle Manager - Firstline Manager

(9)

Dimana perubahan terjadi? (Where)

• STRUKTUR

- Perubahan design organisasi

• TEKNOLOGI & PROSES - Perubahan teknologi

produksi

- Perubahan proses bisnis / produksi

• ORANG

(10)

Bagaimana

cara

(11)

Perubahan perlu Manajemen !

Change Management

Upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang

ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi.

Adalah proses mendiagnosa, menginisialisasi,

(12)

PENDEKATAN MANAJEMEN untuk

PERUBAHAN ORGANISASI

Pendekatan klasik yang dapat diterapkan ada 3 (tiga) langkah.

UNFREEZING : Upaya-upaya untuk mengatasi tekanan-tekanan dari kelompok penentang dan pendukung perubahan. Status quo dicairkan, kondisi yang sekarang berlangsung diguncang

sehingga orang merasa kurang nyaman.

MOVEMENT : Secara bertahap (step by step) tapi pasti,

perubahan dilakukan. Jumlah penentang perubahan berkurang dan jumlah pendukung bertambah. Untuk mencapainya, hasil-hasil perubahan harus segera dirasakan.

REFREEZING : Jika kondisi yang diinginkan telah tercapai,

stabilkan melalui aturan-aturan baru, sistem kompensasi baru, dan cara pengelolaan organisasi yang baru lainnya. Jika berhasil maka jumlah penentang akan sangat berkurang, sedangkan

(13)

Tahap-Tahap Manajemen

Perubahan

1. Tahap identifikasi perubahan

1. Tahap identifikasi perubahan

Diharapkan seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi. Dalam tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan.

2. Tahap perencanaan perubahan

2. Tahap perencanaan perubahan.

Pada tahap ini harus dianalisis mengenai diagnostik

situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor

(14)

3. Tahap implementasi perubahan

3. Tahap implementasi perubahan

dimana terjadi proses pencairan, perubahan dan

pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu perubahan sedang terjadi kemungkinan timbul masalah. Untuk itu perlu dilakukan monitoring perubahan.

4. Tahap evaluasi dan umpan balik.

4. Tahap evaluasi dan umpan balik.

Untuk melakukan evaluasi diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan evaluasi data tersebut. Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik

(15)

Penolakan terhadap

perubahan dalam organisasi

Resistensi Individual

(16)

Resistensi individual

1. KEBIASAAN / budaya . Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman, menyenangkan.

2. RASA AMAN. Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa

aman, dan kita memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar.

3. FAKTOR EKONOMI. Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah soal menurun-nya pendapatan.

4. TAKUT AKAN SESUATU YANG TIDAK DIKETAHUI.

Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan.

(17)

Resistensi organisasi

1. INERSIA STRUKTURAL

1. INERSIA STRUKTURAL. penolakan yang terstrukur. Organisasi, lengkap dengan tujuan, struktur, aturan

main, uraian tugas, disiplin, dan lain sebagainya menghasilkan stabilitas.

2. FOKUS PERUBAHAN BERDAMPAK LUAS

2. FOKUS PERUBAHAN BERDAMPAK LUAS.

Perubahan dalam organisasi tidak mungkin terjadi hanya difokuskan pada satu bagian saja karena

organisasi merupakan suatu sistem. Jika satu bagian dubah maka bagian lain pun terpengaruh olehnya.

3. INERSIA KELOMPOK KERJA

3. INERSIA KELOMPOK KERJA. Walau ketika individu mau mengubah perilakunya, norma kelompok punya potensi untuk menghalanginya.

4. ANCAMAN TERHADAP KEAHLIAN

4. ANCAMAN TERHADAP KEAHLIAN. Perubahan dalam pola organisasional bisa mengancam keahlian kelompok kerja tertentu.

5. ANCAMAN TERHADAP ALOKASI SUMBERDAYA

5. ANCAMAN TERHADAP ALOKASI SUMBERDAYA. Kelompok-kelompok dalam organisasi yang

(18)

Mengatasi Resistensi atas

perubahaan

Ada 6 (enam) hal yang bisa dipakai untuk mengatasi resistensi perubahan

1) Pendidikan dan KomunikasiPendidikan dan Komunikasi. Berikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak. Komunikasikan dalam

berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, presentasi, dan bentuk-bentuk lainnya.

2) PartisipasiPartisipasi. Ajak serta semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Biarkan anggota organisasi yang mengambil

keputusan.

(19)

4) NegosiasiNegosiasi. Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika yang menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat pekerja. Tawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka

5) ManipulasiManipulasi. Manipulasi adalah menutupi kondisi yang

sesungguhnya. Misalnya memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yang negatif, sebarkan rumor, dan lain sebagainya. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang perubahan dalam mengambil keputusan.

(20)

PERILAKU UMUM PERUBAHAN

YANG SUKSES

Berkomunikasi secara terbukaMau bekerjasama

Mau mengambil tanggungjawabMemiliki visi yang sama

Mampu memecahkan masalah secara efektifMendukung upaya manajemen

(21)

PERILAKU MANAJER DLM

PERUBAHAN YANG SUKSES

Mampu membangun partisipasi bawahanManmpu memimpin dengan visi kedepanDapat berfungsi secara strategik

Mampu menjadi aliran informasi

(22)

Penerapan SAP di PT CPI

Contoh kasus:

"SAP" System Analysis and Program Development

(23)

Charoen Pokphand Indonesia merupakan pemain di bidang industri pakan ternak yang telah menggunakan MySAP

Business Suite. Saat ini, CPI tengah merencanakan pembanguan sistem TI tahap selanjutnya guna

memaksimalkan manfaat dari solusi SAP.

Ruang lingkup proyek TI CPI meliputi 4 fase implementasi.

Fase I merupakan implementasi untuk kantor pusat dan satu pabrik,

Fase II, merupakan pembenahan personel management untuk seluruh internal perusahaan yang tercakup dibawah naungan CPI.

Fase III merupakan implementasi modul-modul lainnya, Fase IV atau terakhir merupakan pembangunan untuk unit

(24)

Kasus

Penerapan SAP pada PT. Charoen Pokphand Indonesia

memerlukan waktu dan proses karena menyangkut proses bisnis dan budaya kerja yang berubah dari sistem sebelumnya.

Untuk mencapai sasaran enterprise system yang terintegrasi serta SAP yang stabil dan terutilisasi secara optimal maka diperlukan adanya implementasi support

(25)

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah yang baik

Referensi

Dokumen terkait

(4) Badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. 3) Sepanjang mengenai tanah yang dikuasai langsung oleh Negara maka hak pakai hanya dapat dialihkan kepada

Secara umum, komponen aktivitas pengendalian pada BAZNAS di Solo Raya telah berjalan dengan kategori efektif, namun masih perlu untuk dilakukan evaluasi subkomponen yang memiliki

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 29 Sanggau. Metode penelitian ini dengan menggunakan penelitian tindakan

[r]

Pelaksanaan Seminar “Peran Penting Pertanian dalam Kerja Sama Multilateral” bermanfaat memberikan pemahaman kepada instansi dan Dinas Pertanian terkait serta perwakilan

(4) Dalam hal setelah dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2), orang perseorangan dan Korporasi Non-Bank tetap melanggar

Kota Bandung yang sedang berbenah menjadi sebuah tujuan atau destinasi wisata favorit bagi keluarga Indonesia Di Bandung dan juga Wisatawan Mancanegara yang modern dengan

Beberapa keadaan pada ibu yang mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi post partum, antara lain anemia, hipertensi pada kehamilan, pemeriksaan pada vagina