• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PROMOSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PROMOSI"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

RONAL APRIANTO

STIE MURA LUBUKLINGGAU

Jurnal Media Ekonomi Vol. 18 No.3,

(2)

RONAL APRIANTO

STIE MURA LUBUKLINGGAU

Jurnal Media Ekonomi Vol. 18 No.3,

Desember 2013 117

ISSN : 1693-4768

Jurnal Media Ekonomi

Volume 18, Nomor 3, Desember 2013

Tim Redaksi :

Pembina/Penanggung Jawab Drs. H. Sardiyo, MM

Ketua

Dra. Hj. Jumroh, M. Pd

Penyunting

Prof. Dr. Faizal Badarudin Daud, MP Ngatijo, S. Pd, MM

Supriyanto, SP, SE, M. Si Ronal Aprianto, SE, M. Si Herman Paleni, SE, M. Si

Penerbit

STIE Musi Rawas Lubuklinggau

Alamat Redaksi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas Lubuklinggau

Jl. Yos Sudarso Kel. Lubuk Kupang, Kec. Lubuklinggau Selatan I. Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan

Jurnal Media Ekonomi merupakan sarana komunikasi ilmiah, Terbit 3 (kali) sekali setahun (April, Agustus, Desember)

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas izin dan karunia-Nya, Jurnal Media Ekonomi yang merupakan Media Komunikasi Ilmiah STIE Mura Lubuklinggau Volume 18 Nomor 3, Desember 2013 dapat diterbitkan. Terbitan jurnal ini dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jurnal ini berisi hasil-hasil penelitian yang diharapkan dapat menjadi media informasi dalam penyebaran Ilmu Pengetahuan khususnya terkait dengan bidang ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak pihak berkepentingan.

Penyusunan Jurnal Media Ekonomi ini dilaksanakan melalui beberapa proses yang tersistematis sehingga dibutuhkan dukungan beberapa pihak untuk menjalankan dan mempertahankan kelangsunganya di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini, Redaksi mengharapkan partisipasi para Dosen dan Tenaga Peneliti Akademis, Swasta, dan Pemerintah untuk mengirimkan naskah tulisan hasil penelitiannya pada Jurnal Media Ekonomi.

Atas keberhasilan diterbitkan jurnal Media Ekonomi ini, Tim Redaksi mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mendukung.

Lubuklinggau, Desember 2013

(4)

JURNAL MEDIA EKONOMI

Volume 18, Nomor 3, Desember 2013

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA HOTEL TRANSIT KOTA LUBUKLINGGAU

Herman Paleni ... 1-18

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMPENSASI NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MURA BIBIT LESTARI (PT. MBL) KABUPATEN MUSI RAWAS

M Hadi Hamzah & Maulana ... 19-44

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOTA LUBUKLINGGAU

Ridwan Hakim & Supriyanto ... 45-65

PENGARUH PENGAWASAN DAN KOMUNIKASI EFEKTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT LUBUKLINGGGAU BARAT I KOTA LUBUKLINGGAU

Septamawati & Suwarno... 66-89

PENGARUH PELAYANAN (RELIABILITY) DAN PERIKLANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN AIR MINUM ISI ULANG BINTANG TIMUR SUKSES ABADI KOTA LUBUKLINGGAU

Silpa Paryanti dan Ngatijo ... 90-115

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA AIR MINUM ISI ULANG PELANGI KOTA LUBUKLINGGAU

Ronal Aprianto... 116-138

PENGARUH CURRENT RATIO (CR), DEBT TO EQUITY RATIO (DER),

DAN TOTAL ASSETS TURN OVER (TATO) TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) PADA PT. LANGGENG MAKMUR IINDUSTRI, Tbk DI BURSA EFEK INDONESIA

(5)

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PROMOSI TERHADAP

KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA AIR MINUM ISI ULANG PELANGI

KOTA LUBUKLINGGAU

Ronal Aprianto

ABSTRAK

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Promosi secara simultan terhadap Keputusan Pembelian pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau. Populasi dalam penelitian ini adalah 1450 orang konsumen dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 94 orang konsumen. Teknik sampling yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling aksidental. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) yang telah diuji cobakan terlebih dahulu dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabelitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik (uji normalitas dan uji liniearitas), regresi linear berganda, koefisien determinasi dan uji F (simultan). Dimana peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 20.

Hasil analisis regresi memperoleh persamaan: Y = 12,312 + 0,281X1 +

0,420X2, yang artinya keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas pelayanan

dan promosi. Hasil analisis regresi juga memperoleh nilai koefisien determinasi (R2=0,572) atau sebesar (57,2%). Ini berarti (57,2%) variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel kualitaspelayanan dan promosi. Sisanya sebesar (42,8%) dipengaruhi oleh variable-variabel lain, seperti produk, harga, minat membeli dan lain-lain. Kesimpulannya adalah: Kualitas Pelayanan dan Promosi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini terbukti dari hasil uji F yang memperoleh nilai Fhitung = 60,837>nilai Ftabel = 3,11, diterima pada taraf signifikansi 5%.

(6)

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat ditandaidengan tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Agar kegiatan pemasaran hasil penjualan produk mendekati target penjualan yang ditentukan oleh perusahaan sebelumnya diperlukan kegiatan promosi dan kualitas pelayanan yang baik.

Proses pemasaran tidak hanya sekedar melayani konsumen yang telah ada saja, tetapi juga untuk merangsang timbulnya keinginan dari konsumen yang baru. Oleh sebab itu strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan sangat besar pengaruhnya dan menjadi salah satu faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan perusahaan. Dalam bidang pemasaran persoalan perusahaan diantaranya kualitas pelayanan dan promosi yang merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan dan memperluas pasarnya.

Berkenaan dengan hal itu Usaha Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau yang bergerak dibidang air minum ulang berupaya untuk meningkatkan penjualannya dengan menciptakan kesan yang baik yaitu dengan cara memberikan potongan harga dan bonus kepada pelanggan. Menurut data dari Usaha Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau rata-rata perbulan 290 orang.

(7)

Berdasarkan penjabaran tersebut, maka penulis bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan judul, ”Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Air Minum Isi UlangPelangi Kota Lubuklinggau”.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh kualitas pelayanan dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan promosi secara simultan terhadap keputusan pembelian pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau.

Manfaat Penelitian

Menjadi masukan untuk merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi strategi pemasaran terutama yang berkaitan dengan perubahan dan penetapan harga sehingga dapat meminimalisasi konsumen yang pindah ke merek lain karena faktor harga. Sebagai masukan bagi konsumen tentang kualitas produk air minum isi ulang yang baik menurut konsumen yang telah beradar di pasaran yang berguna dalam proses pengambilan keputusan dalam pembelian produk air minumisi ulang tersebut. Sebagai masukan bagi institusi, mahasiswa dan penulis tentang riset sensitivitas harga dan loyalitas konsumen pada produk air minum Pelangi diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber referensi penelitian selanjutnya.

TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas Pelayanan

(8)

baik buruknya sajian yang diberikan oleh perusahaan jasa dalam rangka memuaskan konsumen dengan cara memberikan atau menyampaikan jasa yang melebihi harapan konsumen.

Indikator Kualitas Pelayanan

Menurut Parasuraman, et all, untuk mengevaluasi kualitas jasa pelanggan umumnya menggunakan 5 dimensi (indikator) adalah sebagai berikut :

a. Tangibles

Tangibles merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Pentingnya dimensi tangibles ini akan

menumbuhkan image penyedia jasa terutama bagi konsumen baru dalam

mengevaluasi kualitas jasa. Perusahaan yang tidak memperhatikan fasilitas

fisiknya akan menumbuhkan kebingungan atau bahkan merusak image

perusahaan. Jadi yang dimaksud dengan dimensi tangibles adalah suatu lingkungan fisik di mana jasa disampaikan dan di mana perusahaan dan

konsumennyaberinteraksi dan komponen-komponen tangibles akan

memfasilitasi komunikasi jasa tersebut. Komponen-komponendari dimensi tangibles meliputi penampilan fisik seperti gedung, ruangan front-ofifce, tempat parkir, kebersihan, kerapian, kenyamanan ruangan, dan penampilan karyawan.

b. Reliability

Reliability atau keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secra tepat waktu. Pentingnya dimensi ini adalah kepuasan konsumen akan menurun bila jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Jadi komponen atau unsur dimensi reliability ini merupakan kemampuan perusahaan dalam menyampaikan jasa secara tepat dan pembebanan biaya secara tepat.

c. Responsiveness

(9)

kualitas iasa yang diberikan. Termasuk didalamnya jika terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam penyampaian jasa, pihak penyedia jasa berusaha memperbaiki atau meminimalkan kerugian konsumen dengan segera. Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan karyawan yang terlibat untuk menanggapi permintaan, pertanyaan, dan keluhan konsumen. Jadi komponen atau unsur dari dimensi ini terdiri dari kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam melayani pelanggan, dan penanganan keluhan pelanggan.

d. Assurance

Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan perilaku emploiyee untuk

membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen

dalammengkonsumsi jasa yang ditawarkan. Dimensi ini sangat penting karenamelibatkan persepsi konsumen terhadap resiko ketidakpastian yang

tinggiterhadap kemampauan penyedia jasa. Perusahaan membangun

kepercayaan dankesetiaan konsumen melalui karyawan yang terlibat langsung menanganikonsumen. Jadi komponen dari dimensi initerdiri dari kompetensi karyawan yangmeliputi ketrampilan, pengetahuan yang dimiliki karyawan untuk melakukanpelayanan dan kredibilitas perusahaan yang meliputi hal-hal yang berhubungandengan kepercayaan konsumen kepada perusahaan seperti, reputasi perusahaan,prestasi dan lain-lain.

e. Emphaty

(10)

Promosi

PendapatStanton (dalam jurnal Khasanah dan Pamujo, 2011, h.158 ), promotional mix adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.Sistaningrum (dalam tesis Afni Yunita, 2002, h. 98) mengungkapkan arti promosi adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi konsumen aktual maupun konsumen potensial agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang.

Indikator Promosi

Indikator yang mencirikan promosi yang digunakan dalam penelitian ini,menurut Kotleryaitu:

a. Jangkauan promosi.

b. Kuantitas penayangan iklan di media promosi.

c. Kualitas penyampaian pesan dalam penayangan iklan di media promosi.

Keputusan Pembelian

Menurut Kotler (dalam jurnal Eka Putri, 2007, h. 240), keputusan pembelian merupakan suatu tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian dimana konsumen benar-benar membeli produk.Pendapat Hahn (dalam jurnal Widodo, 2012, h. 14), keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual.

Indikator Keputusan Pembelian

Adapun indikator-indikator keputusan pembelian menurut kolter yaitu: a. Kemantapan pada sebuah produk.

b. Kebiasaan dalam membeli produk.

(11)

Kerangka Pemikiran

Adapun kerangka pemikirandalam penelitian ini untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 2.1 dibawah ini:

Keputusan Pembelian (Y)

Indikatornya:

a.Kemantapan pada sebuah produk.

b.Kebiasaan dalam membeli produk.

c.Memberikan rekomendasi kepada orang lain.

d. Melakukan Pembelian Ulang.

Gambar 2.1: Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian.

Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah adapengaruh yang signifikan kualitas pelayanan dan promosi terhadap keputusan pembelian pada Air Minum Isi Ulang “Pelangi” Kota Lubuklinggau.

Kualitas Pelayanan(X1)

Indikatornya:

a. Tangibles (Bukti Nyata). b. Reliability (Keandalan).

c. Responsiveness (Daya Tanggap) d. Assurance (Jaminan)

e. Emphaty (Perhatian)

Promosi (X2) Indikatornya:

a. Jangkauan promosi.

b. Kuantitas penayangan iklan di media promosi.

(12)

METODELOGI PENELITIAN

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Operasional Variabel dan Definisi Operasional

No Variabel Definisi Variabel Indikator Skala

1 Kualitas

a. Tangibles (Bukti Nyata). b. Reliability (Keandalan).

2 Promosi (X2) Promosi (X2), pada hakekatnya adalah suatu

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2012, h. 80).Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang pembeli berjumlah 1450 pelanggan dengan perincian selama 5 bulan terhitung dari bulan Januari 2013 sampai dengan Mei 2013 sebagai berikut:

Tabel 3.3 Jumlah Pelanggan air isi ulang”Pelangi”

(13)

1 Januari 2013 245

2 Februari 2013 290

3 Maret 2013 310

4 April 2013 276

5 Mei 2013 329

Jumlah 1450

(Sumber: Data Penjualan )

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, Sugiyono (2012, h. 81). Menurut Arikunto (2006, h.134), apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi jika subyeknya lebih dari 100, dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25% atau lebih.

Kemudian akan ditarik beberapa sampel dengan menggunakan rumus Slovin ) sebagai berikut:

n = N

1 N (e) 2

Dimana: N = jumlah populasi n = jumlah sampel

e = tingkat kesalahan yang mungkin terjadi (0,1%) Jadi:

n =

N

1 N (e) 2

n = 145 0

n =

n = 1450 1 4,5

n = 1450 15,5

n = 93,54843870967 = 93,55 = 94.

Dari rumus tersebut di atas, maka didapatlah sampel 93,55. Dari jumlah tersebut maka kemudian dibulatkan ke atas sehingga penelitian ini mempunyai

1

1 450 (0,1) 2

1450 1 1450 .0,01

(14)

jumlah sampel 94 orang responden. Teknik sampling yangdigunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling aksidental, maksudnya teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya), maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden), Riduwan dan Akdon (2010, h. 247).

Metode Kuisioner (Daftar Pertanyaan)

Yaitu teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan variabel-variabel yang akan diteliti.

Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu antara lain Kualitas Pelayanan (X1),Promosi (X2),terhadap

Keputusan Pembelian (Y), maka persamaan yang digunakan adalah:

Y= a +b1X1 +b2X2 + e (Sugiyono 2012, h. 192).

Keterangan:Y = Keputusan Pembelian. X1 = Kualitas Pelayanan.

X2 = Promosi. a = Konstanta.

b1, b2 = Koefisien Regresi.

e = Standar Error.

Di uji pada tingkat signifikan α (alpha) 0,05.

Hasil Penelitian

Uji Validitas dan Reliabelitas

(15)

Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1, Kota Lubuklinggau, sebanyak 20 orang responden.

a. Uji Validitas

Uji Validitas dilakukan untuk melihat sejauh mana indikator-indikator yang membentuk konsep dapat mewakili variabel yang dibentuk dalam penelitian. Hasil olahan data menunjukkan bahwa semua indikator dalam variabel menunjukkan bahwa data dapat dikatakan valid.Hasil uji validitas secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1

Pengujian Validitas Dimensi Kualitas Pelayanan (X1)

NO Item rhitung rtabel

(α=0,05); N=20

Validitas

1 Pertanyaan 1 0,581 0,444 Valid

2 Pertanyaan 2 0,565 0,444 Valid

3 Pertanyaan 3 0,531 0,444 Valid

4 Pertanyaan 4 0,562 0,444 Valid

5 Pertanyaan 5 0,569 0,444 Valid

6 Pertanyaan 6 0,681 0,444 Valid

7 Pertanyaan 7 0,551 0,444 Valid

8 Pertanyaan 8 0,505 0,444 Valid

9 Pertanyaan 9 0,770 0,444 Valid

10 Pertanyaan 10 0,592 0,444 Valid

Sumber : Hasil Olahan Data, Th 2013.

Dari tabel 4.1 di atas menunjukkan hasil uji validitas dari 10 item pernyataan / pertanyaan dari pengujian sampel sebanyak 20 responden untuk variabel Dimensi Kualitas Pelayanan (X1), maka dapat disimpulkan dari tabel tesebut dinyatakan

valid pada tingkat signifikan 5% atau 0,05 menghasilkan koefisien Korelasi rhitung≥ rtabel, nilai terendah rhitung0,505> dari rtabel 0,444. Hal ini berarti semua item

pertanyaan yang ada dalam kuisioner tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya.

Tabel 4.2 Pengujian Validitas Promosi (X2)

No Item rhitung rtabel

(α=0,05); N=20

Validitas

1 Pertanyaan 1 0,642 0,444 Valid

2 Pertanyaan 2 0,540 0,444 Valid

3 Pertanyaan 3 0,561 0,444 Valid

4 Pertanyaan 4 0,854 0,444 Valid

5 Pertanyaan 5 0,548 0,444 Valid

(16)

7 Pertanyaan 7 0,586 0,444 Valid

8 Pertanyaan 8 0,677 0,444 Valid

9 Pertanyaan 9 0,634 0,444 Valid

10 Pertanyaan 10 0,709 0,444 Valid

Sumber : Hasil Olahan Data, Th 2013.

Dari tabel 4.2 di atas menunjukkan hasil uji validitas dari 10 item pernyataan / pertanyaan dari pengujian sampel sebanyak 20 responden untuk variable Promosi (X2), maka dapat disimpulkan dari tabel tesebut dinyatakan valid pada tingkat

signifikan 5% atau 0,05 menghasilkan koefisien Korelasi rhitung≥ rtabel, nilai

terendah rhitung0,540> dari rtabel 0,444. Hal ini berarti semua item pertanyaan yang

ada dalam kuisioner tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya.

Tabel 4.3

Pengujian Validitas Keputusan Pembelian (Y)

No Item rhitung Rtabel

(α=0,05); N=20

Validitas

1 Pertanyaan 1 0,733 0,444 Valid

2 Pertanyaan 2 0,627 0,444 Valid

3 Pertanyaan 3 0,680 0,444 Valid

4 Pertanyaan 4 0,590 0,444 Valid

5 Pertanyaan 5 0,771 0,444 Valid

6 Pertanyaan 6 0,665 0,444 Valid

7 Pertanyaan 7 0,587 0,444 Valid

8 Pertanyaan 8 0,743 0,444 Valid

9 Pertanyaan 9 0,704 0,444 Valid

10 Pertanyaan 10 0,788 0,444 Valid

Sumber : Hasil Olahan Data, Th 2013.

Dari tabel 4.3 di atas menunjukkan hasil uji validitas dari 10 item pernyataan / pertanyaan dari pengujian sampel sebanyak 20 responden untuk variabel Keputusan Pembelian (Y), maka dapat disimpulkan dari tabel tesebut dinyatakan valid pada tingkat signifikan 5% atau 0,05 menghasilkan koefisien Korelasi rhitung≥ rtabel, nilai terendah rhitung0,587> dari rtabel 0,444. Hal ini berarti semua item

pertanyaan yang ada dalam kuisioner tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya.

(17)

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur apakah skor hasil pengukuran terbebas dari kesalahan pengukuran atau menunjukkan tingkat konsisten alat ukur. Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto 2010, h. 221). Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan 95% reliabel jika nilai alpha (> 0,05). Dari hasil olahan data dengan menggunakan uji reliability analisis menunjukkan bahwa semua data dapat dinyatakan reliabel, ini dilihat dari nilai alpha yang diperoleh (> 0,05). Apabila dilakukan pengujian reliabilitas dengan metode Alpha Cronbach, maka nilai rhitung diwakili oleh nilai Cronbach Alpha. Suatu instrumen akan dikatakan

reliabel apabila nilai koefisien Cronbach Alpha positif dan lebih besar dari rtabel.

Hasil olahan data dapat dilihat pada tabel 4.4di bawah ini:

Tabel 4.4

Kualitas Pelayanan (X1)

Promosi (X2)

Sumber : Hasil Olahan Data, Th 2013, SPSS 20.

Berdasarkan tabel 4.4 di atas menunjukan bahwa instrumen variabel yang digunakan dalam uji coba penelitian adalah reliabel, karena nilai koefisien Cronbach Alpha Varibel Kualitas Pelayanan (X1), Promosi (X2) dan Keputusan

Pembelian (Y) lebih besar dari nilai rtabel sebesar 0,444.

Uji Asumsi Klasik

Peneliti dalam penelitian ini menggunakan statistik untuk pengolahan datanya, maka perlu dilakukan berbagai uji untuk membuktikan bahwa tidak terjadi berbagai macam pelanggaran yang dapat menyebabkan hasil penelitian akan tampak bias. Dikarenakan teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Berganda, maka peneliti malakukan Uji Asumsi Klasik diantaranya (Uji Normalitas dan Uji Linearitas).

(18)

Pelayanan (X1), Promosi (X2) dan Keputusan Pembelian (Y) dengan

menggunakan SPSS 20.

a. Uji Normalitas.

Uji normalitas merupakan suatu bentuk distribusi frekuensi yang memenuhi ciri-ciri kurva normal yang berbentuk seperti lonceng (bell shaped) selisih terhadap rerata (mean), bentuknya tergantung pada dua parameter yaitu rerata dan standar deviasi, dengan luas wilayah kurva normal 100%.

Uji normalitas bisa dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan "Normal P-P Plot" dan "Tabel Kolmogorov Smirnov". Yang paling umum digunakan adalah Normal P-P Plot.Pada Normal P-P Plot prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar pengambilan keputusan:

1) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2) Jika data menyebar jauh garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas, Imam Ghozali (dalam artikel Sisca 2007, h. 110-112).

Untuk menganalisis dengan SPSS lihat hasil olahan data pada gambar " Histogram dan Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual". seperti pada gambar 4.1 dan 4.2 sebagai berikut:

(19)

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Gambar 4.1 : Hasil Uji Normalitas (Histogram)

Data berdistribusi normal juga terbukti pada output gambar 4.2hasil Normal P-P P-Plot. Titik-titik menyebar sepanjang garis regresi. Hal tersebut mengartikan sebaran data nya merata sehingga dapat dihasilkan Y yang merata pula pada garis Regresi.

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Gambar 4.2 : Hasil Uji Normalitas (Normal P-P Plot)

Dari analisis kurva dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar diagram dan mengikuti model regresi sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diolah merupakan data yang berdistribusi normal sehingga uji normalitas terpenuhi.

(20)

Tabel 4.5

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Untuk menganalisisnya, dilihat pada baris "Asymp. Sig. (2-tailed)" baris paling bawah. bila nilai signifikan tiap variabel lebih dari (>0,05) maka uji normalitas bisa terpenuhi.Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (>0,05), sehingga data dapat dikatakan normal.Pada tabel 4.5 nilai signifikan "Asymp. Sig. (2-tailed)" lebih dari (>0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa uji normalitasnya terpenuhi.

b. Uji Linearitas

Menurut Suliyanto (2012, h. 141), pengujian linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah model yang dibuktikan merupakan model linier atau tidak.Untuk menganalisisnya menggunakan hasil data output SPSS dilihat pada tabel 4.6 dan 4.7"ANOVA Table", sepertiberikut ini:

Tabel 4.6

Hasil Uji Linearitas antara Kualitas Pelayanan dan Keputusan Pembelian

ANOVA Table

(21)

Tabel 4.7

Hasil Uji Linearitas antara Promosi dan Keputusan Pembelian

ANOVA Table

69,439 15 4,629 1,077 ,391

330,970 77 4,298

809,160 93

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Hasil uji linearitas di atas (tabel 4.6 dan tabel 4.7) membuktikan bahwa hubungan yang terjadi antara variabel bebasnya dengan variabel terikatnya bersifat linear. Pada tabel 4.6, yang menggambarkan uji hubungan bersifat linear antara Keputusan Pembelian dan Kualitas Pelayanan nilai Sig. pada Deviation of Linearity sebesar 0,312. Sedangkan pada tabel 4.7, yang menggambarkan uji hubungan bersifat linear antara Keputusan Pembelian dan Promosi, nilai Sig. pada Deviation of Linearity sebesar 0.391.

Kedua nilai Sig. pada uji linearitas baik antar Keputusan Pembelian dengan Kualitas Pelayanan, maupun Keputusan Pembelian dengan Promosi sama-sama (>0.05). Apabila nilai Sig. lebih besar dari (0.05) mengartikan hubungan prediktor dan dependen variabel bersifat linear, maka kedua nilai Sig. pada ANOVA Table, memenuhi syarat linear.

Kesimpulan uji linearitas di sini berarti bahwa antar variabel bebas dan terikat yang diteliti bukanlah sesuatu yang memiliki suatu sifat siklus dan tidak linear. Siklus sendiri biasanya terjadi pada hal-hal yang tertentu.

(22)

Analisis Data Penelitian

Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh data primer yang diuji, yang berasal dari 2 variabel bebas yaitu Kualitas Pelayanan dan Promositerhadap Keputusan PembelianPada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau. Dalam uji ini akan digunakan alat bantu komputer untuk software statistik dengan program SPSS versi 20.0. Hasil uji secara rinci akan disajikan pada tabel 4.41 di bawah ini:

Tabel 4.41

,281 ,074 ,343 3,774 ,000 ,662 ,368 ,259 ,569 1,757 ,420 ,079 ,486 5,342 ,000 ,711 ,489 ,366 ,569 1,757 a. Dependent Variable: TOTALLY

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

(23)

Nilai koefisien regresi mewakili variabel Kualitas Pelayanan yang diperoleh sebesar 0,281, menunjukkan bahwa setiap perubahan pada Kualitas Pelayanan, maka Keputusan Pembelian akan berubah berbanding lurus, yakni sebesar 0,281 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.

Nilai koefisien regresi mewakili variabel Promosi yang diperoleh sebesar 0,420 menunjukkan bahwa setiap perubahan pada Promosi, maka Keputusan Pembelian akan berubah berbanding lurus, yakni sebesar 0,420 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.

Koefisien Determinasi (R2)

Untuk mengukur besarnya persentase sumbangan variabel bebas dan variabel terikat secara keseluruhan, maka diukur besarnya koefisien determinasi dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.42

Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Nilai koefisien korelasi (R) yang diperoleh, adalah positif sebesar 0,756. Hal ini dapat diartikan bahwa hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama dapat dikatakankuat yaitu sebesar 75,6%. Sedangkan suatu korelasi dapat dikatakan sempurna jika nilai yang diperoleh mencapai 1 dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya konstan.

(24)

Uji F (Simultan)

Adapun hasil dari uji F (simultan) antara Kualitas Pelayanan dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian pada usaha Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau dapat dilihat pada tabel 4.43 di bawah ini:

Tabel 4.43 Hasil Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Regression

1 Residual

Total

462,933 2 231,466 60,837 ,000b

346,227 91 3,805

809,160 93

a. Dependent Variable: TOTALLY

b. Predictors: (Constant), TOTALX2, TOTALX1

Sumber : Hasil Olahan Data, Tahun 2013.

Uji serentak/simultan (uji F) dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama. Berdasarkan tabel 4.43 di atas, didapat bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah sebesar60,837> Ftabel = 3,11 dan

tingkat kemaknaan secara serentak sig F adalah 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel bebas penelitian (Kualitas Pelayanan dan Promosi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Keputusan Pembelian).

Hasil uji serentak/simultan (uji F) ini juga msembuktikan bahwa hipotesispenelitian ini yang berbunyi “ada pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan dan Promosi secara bersama-sama terhadap Keputusan Pembelian pada Pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau” terbukti kebenarannya dan hipotesis diterima.

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan dan Promosi berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini dapat dilihat dari persamaan hasil regresi sebagai berikut: Y =12,312 + 0,281X1 + 0,420X2. Artinya Kualitas

(25)

meningkatkan Keputusan Pembelian.Sedangkan Promosi baik, penyebarannya yang luas dan sering dilakukan akan menambah informasi-informasi yang jelas dan sangat membantu para konsumen atau pelanggan, sehingga akan meningkatkan Keputusan Pembelian terhadap produk tersebut.

Hasil uji variabel bebas (Kualitas Pelayanan dan Promosi) berkorelasi positif kuat terhadap variabel terikat (Keputusan Pembelian)pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau, yaitu sebesar 75,6% (R=0,756). Selanjutnya, Variasi perubahan variabel terikat (Keputusan Pembelian) dapat djelaskan oleh variabel bebas (Kualitas Pelayanan dan Promosi) secara bersama-sama (simultan) sebesar 57,2% (R2=0,572), sedangkan sisanya sebesar 42,8% dipengaruhi oleh variable-variabel lain sepertiproduk, harga, minat membeli dan lain sebagainya. Hal ini dapat diartikan apabila dilakukan perubahan secara bersama-sama maka akan dapat mempengaruhi Keputusan Pembelianpada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggausebesar 57,2%.

Pengujian hipotesis dengan uji F memperoleh nilai Fhitung> Ftabel (60,837>3,11),

pada taraf signifikansi 5%, maka Kualitas Pelayanan dan Promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan PembelianPada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau. Hal ini berarti Kualitas Pelayanan dan Promosi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi Keputusan Pembelian.

(26)

Promosi diimplementasikan secara baik dan tepat, maka akan meningkatkan Keputusan Pembelian itu sendiri.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Kualitas Pelayanan dan Promosi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Pada Air Minum Isi Ulang Pelangi Kota Lubuklinggau. Hal ini terbukti dari hasil uji F yang memperoleh nilai Fhitung =

60,837>nilai Ftabel = 3,11, dengantingkat signifikansi sig.= 0,000, diterima pada

taraf signifikansi 5%.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan, disampaikan beberapa saran sebagai berikut:

a. Kualitas Pelayanan

Bagi Pemilik atau Pimpinan, hendaknya lebih menciptakan dan memberikan Kualitas Pelayanan yang lebih baik lagi, dengan meningkatkan keahlian dalam melayani konsumen, meningkatkan interaksi dalam berkomunikasi dengan pelanggan dengan baik dan jujur dan sebagainya agar dapat meningkatkan Keputusan Pembelian.

b. Promosi

Bagi Pemilik atau Pimpinan, hendaknya melakukan Promosi dengan sebaik mungkin untuk menarik minat konsumen, memberikan informasi-informasi yang jelas, memperluas jangkauan promosi agar dapat meningkatkan target penjualan dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Afni Yunita. 2012. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Promosi, Produk dan

(27)

Medan. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. Universitas Sumatera Utara Medan. (Online). (di akses, 16 Juli 2013).

Eka Putri Susanti. 2011. Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga dan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian pada Toko Buku Sari Anggrek Padang. (Online). (di akses, 16 Juli 2013).

Herry Widagdo. 2011. Analisis Pengaruh Kualitas Layanan dan Promosi terhadap Keputusan Konsumen Membeli Komputer pada PT. XYZ Palembang. Forum Bisnis dan Kewiausahaan. Jurnal Ilmiah STIE MDP. Vol. 1 no 1 September 2011. (Online). (di akses, 16 Juli 2013).

Imroatul Khasanah dan Novian Yuga Pamujo. 2011. Analisis Pengaruh Atribut Produk, Bauran Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Produk Merchandise. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro. (Online). (di akses, 16 Juli 2013). Okky Wenkyca Widodo. 2012. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas

Layanan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus pada 123 Design nd Photography di Semarang). Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro. (Online). (di akses, 16 Juli 2013).

Risma Ayu Kusumadewi. 2009. Pengaruh Produk, Promosi dan Kualitas

Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di PT. Alam Kayu Sakti Semarang. Jurusan Manajemen Pemasaran. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. (Online). (di akses, 16 Juli 2013).

Riduwan dan Akdon. 2010. RUMUS dan DATA dalam APLIKASI STATISTIKA,

untuk Penelitian (Administrasi Pendidikan - Bisnis - Pemerintahan - Sosial - Kebijakan - Ekonomi - Hukum - Manajemen - Kesehatan). Bandung: CV. Alfabeta.

Sisca. 2012. Cara Menghitung Asumsi Klasik. (Online). (Email :

dinas e p t y p e risk a @ g mail . c o m , di akses 17 Juli 2013)

Sudartik. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Periklanan terhadap Keputusan Nasabah dalam Menabung pada PT. BPR Semarang Margatama Gunadana di Semarang. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. (Online) (diakses, 16 Juli 2013).

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cetakan Ke-17. Bandung: CV. Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 2006a. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Suharsimi Arikunto. 2010b. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi, Cetakan Ke-14. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Gambar

Gambar 2.1: Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Promosi terhadap KeputusanPembelian.
Tabel 3.3Jumlah Pelanggan air isi ulang”Pelangi”
tabel(α=0,05); N=20
Tabel 4.4Hasil Uji Reliabilitas
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun secar bersama – sama

Tujuan penelitian ini untuk Untuk menguji kontribusi akreditasi, kualitas pelayanan dan promosi terhadap minat kuliah mahasiswa baru di Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk menguji kontribusi akreditasi, kualitas pelayanan dan promosi terhadap minat kuliah mahasiswa baru di Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tiap – tiap variabel yaitu variabel promosi dan variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Waroeng Spesial

maka Dari nilai R 1 tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Kualitas Produk, Kepercayaan Merek, Harga, kualitas pelayanan dan promosi secara bersama- sama

Penelitian ini membuktikan bahwa apabila harga, kualitas pelayanan, dan promosi yang diterapkan perusahaan kurang sesuai maka akan menimbulkan penurunan minat konsumen

Dengan dipotesis penelitian kualitas pelayanan X2 dan promosi X2 berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah Y untuk menjadi debitur pada Bank Syariah Mandiri KCP Antapani

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: 1 Strategi Promosi berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan pelanggan 2 Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan positif terhadap