• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencegahan depresi pada lanjut usia deng

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pencegahan depresi pada lanjut usia deng"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Kasus Geriatri

PENCEGAHAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DENGAN

AKTIVITAS PRODUKTIF

Disusun oleh :

Adinda Nurani Putri NPM : 110.2010.006 Bidang Kepeminatan : Geriatri Tutor : dr. Yenni Zulhamidah, M.Sc

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

JAKARTA

(2)

Pencegahan depresi pada lanjut usia dengan terapi okupasi

Abstrak

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan psikiatri yang paling sering terjadi terutama pada kalangan lanjut usia, karena berkurangnya aktivitas rutin yang biasanya dilakukan dan juga ditandai dengan beberapa gejala gangguan yang dialami. Ini dapat menjadi suspek kejadian depresi pada lanjut usia. Laporan kasus ini bertujuan untuk menganalisis pencegahan kejadian depresi dengan mengajak lanjut usia untuk melakukkan terapi yaitu terapi okupasi.

Presentasi Kasus: Setelah melakukan wawancara kepada beberapa lanjut usia laki-laki dan lanjut usia perempuan yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha dengan melakukan pemeriksaan psikiatrik menurut Pedoman Pengolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III) ditemukan diagnosis kerja gangguan depresi pada dua orang lanjut usia, yang ditandai dengan perubahan fisik, perubahan perasaan dan perubahan aktivitas sehari-hari dengan ditemukan dua gejala utama dan tiga gejala tambahan lainnya yang sudah dialami selama 2 pekan terakhir.

Diskusi: Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia dan menurunkun nilai angka depresi pada lanjut usia dengan memberikan terapi okupasi, bertujuan untuk memberdayakan lanjut usia dalam suatu aktivitas yang sesuai dengan kondisi fisik dan psikologis masing-masing individu.

Simpulan dan Saran: Sangat dibutuhkan dukungan dari pengelola panti, staf panti dan pemerintah daerah dalam memberdayakan dan menekan tingginya angka depresi lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha.

(3)

Latar Belakang

Dengan berjalannya waktu yang tak dapat bisa kita hentikan begitu juga dengan bertambahnya umur yang semakin lama akan menjadi tua. Proses penuaan yang terjadi pada lansia ini banyak berbagai hal yang mengalami perubahan selain fisik, salah satunya tentang psikososial. Dengan memperlihatkan bahwa depresi merupakan masalah kesehatan yang mengakibatkan beban sosial nomor empat terbesar di dunia.

Sementara itu, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas akan semakin meningkat. Diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia tahun 2010 sebesar 23,9 juta dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 28,8 juta [Kemenkokesra, 2008].

Depresi pada lanjut usia disebabkan karena individu mengalami perubahan fisik maupun mental khususnya kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya. Perubahan fisik bagian dari proses penuaan yang normal seperti menurunnya ketajaman panca indera, berkurangnya daya tahan tubuh merupakan ancaman bagi orang dengan usia lanjut. Selain itu, lanjut usia masih harus berhadapan dengan perubahan peran, kedudukan sosial, serta perpisahan dengan orang-orang yang dicintai. Kondisi tersebut menyebabkan lanjut usia (lansia) menjadi lebih rentan untuk mengalami masalah mental [Sudoyo AW. dkk, 2009].

Penulisan laporan kasus ini bertujuan untuk menganalisis pencegahan kejadian depresi pada lanjut usia yang tinggal di panti, selain itu penulisan ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berperan terhadap kejadian depresi pada lanjut usia di Panti Werdha. Diharapkan penulisa ini dapat memberikan masukan untuk pelayanan kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia.

Presentasi Kasus

(4)

kehilangan minat lalu sering terbangun dimalam hari dan makan tidak berselera. Ditambah dengan gejala tambahan seperti kehilangan kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan mengaku merasa tidak berharga. Keadaan ini sudah Tn. A rasakan sekitar satu tahun terakhir ini.

Ny. S berusia 57 tahun, penghuni ruang flamboyan, sudah berada di panti sejak tahun 2010, belum pernah menikah, beragama Islam, suku bangsa Jawa, latar belakang pendidikan SD, riwayat pekerjaan Ny. S pernah menjadi penjual aneka kue dipasar, mempunyai hobi gemar menjahit baju dan kerajinan tangan yang dikuasai membuat boneka dari handuk. Setelah melakukan wawancara padanya, ditemukan diagnosis kerja gangguan depresi pada Ny. S ditandai dengan gejala utama kehilangan kegembiraan lalu sulit untuk tidur dimalam hari dan nafsu makan yang menurun. Disertai dengan gejala tambahan seperti bergerak lebih lambat, kehilangan kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan mengaku merasa tidak berharga. Keadaan ini sudah Ny. S rasakan sekitar 8 bulan terakhir.

Diskusi

Terapis okupasi adalah menilai dan mengobati orang yang

menggunakan kegiatan yang bertujuan untuk mencegah kecacatan dan mempertahankan serta mengembangkan potensi yang ada di diri. Terapi okupasi ini menggunakan kegiatan yang berarti ilmiah yang dipilih untuk membantu pasien dengan berbagai masalah untuk memaksimalkan fungsi mereka, dengan melihat dari kepeminatannya dan hal yang dikuasainya.

Salah satu program yang dapat diterapkan adalah program

(5)

Simpulan

Pada kedua pasien lanjut usia yang telah diwawancara mereka menginginkan adanya wadah untuk menyalurkan hobi dan kebiasaan mereka yang biasa dilakukan sebelum masuk Panti Sosial Tresna Werdha. Tentunya peran dari pangurus Panti sosial sangat berperan disini untuk menekan angka kejadian depresi pada lanjut usia dengan merencanakan terapi okupasi sesuai dengan kondisi fisik dan psikologis masing-masing individu dan diharapkan dengan terapi okupasi para lanjut usia merasa bahwa dirinya masih berpotensi sehingga mengembalikan kepercayaan diri dari masing-masing individu.

Saran

Diperlukannya pelaksanaan program terapi okupasi dengan memakai instrument atau parameter yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kondisi lanjut usia. Tetapi tentunya parameter tersebut harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan psikis lanjut usia, karena hal ini sangat individual sekali, dan apabila dipaksakan justru tidak akan memperoleh hasil yang diharapkan. Dalam keadaan ini maka upaya pencegahan berupa latihan-latihan atau terapi yang sesuai harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

Ucapan Terima Kasih

(6)

DAFTAR PUSTAKA

1. Marcus M. Depression A Global Public Health Concern.

http://www.who.int/mental_health/management/depression/.pdf

(DiaksesTanggal,14 November 2013). 2. Anonim. Standar Profesi Okupasi Terapis.

http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_kepmenkes/KMK.No.57/ttg_Standa r_ProfesiOkupasi_Terapis.pdf (Diakses Tanggal,14 November 2013).

3. The British Occupational Therapy Association. Occupational Therapy News, 1989.(et al)

4. Trombly CA. Historical and Social Foundation for practice. Occupational Therapy for physical dysfunction 4th ed. 3-13. (et al)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun saran bagi wanita lanjut usia di panti sosial tresna wredha budi pertiwi agar lebih sering bersosialisasi dengan sesama, dan mengikuti acara dipanti, bagi petugas panti

Dalam perkembangannya, Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa sebagai panti yang memberikan usaha pelayanan sosial bagi Lanjut Usia baik fisik, mental, spiritual,

skripsi ini adalah “ Dzikir Sebagai Metode Terapi Kesehatan Mental Pada Lanjut Usia Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Panti Sosial Lanjut Usia (UPTD PSLU).. Tresna Werdha Natar,

Kader Panti Griya Werdha Jambangan Surabaya juga mengatakan bahwa lanjut usia di panti tersebut mengeluhkan dirinya mengalami permasalahan seperti perubahan pada

Berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa peran pemerintah terhadap lanjut usia melalui sistem pelayanan panti sosial tresna werdha sinta rangkang

Kendala dalam meningkatkan psychological well-being golongan lanjut usia di Panti Tresna Werdha Kabupaten Jember meliputi jumlah petugas kesehatan dan petugas pendamping terbatas, kamar

Perbandingan nilai waktu reaksi yang dilakukan pada usia lanjut dengan hipotensi ortostatik dan tanpa hipotensi ortostatik di Panti Sosial Tresna Werdha ‘‘Budi Sejahtera” Banjarbaru

Penerima manfaat atau klien di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera hanyalah lanjut usia terlantar, lebih lanjut menurut Permensos No.08 tahun 2012 kriteria lanjut usia terlantar