• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ansietas dan Gangguan Terkait Stress pak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ansietas dan Gangguan Terkait Stress pak"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Ansietas dan Gangguan Terkait

Stress

(2)

Gangguan ansietas

sekelompok kondisi yang memberikan gambaran

penting tentang ansietas yang berlebihan :

Respon perilaku, emosional & fisiologis

Panik tanpa alasan, takut yang tidak

beralasan

pada

objek

atau

kondisi

kehidupan.

Rasa khawatir yang tidak dapat dijelaskan

berlebihan.

Melakukan tindakan berulang-ulang tanpa

dapat dikendalikan.

Merasa takut menjadi “gila”.

(3)

Pengertian

“Perasaan takut yang tidak jelas dan tidak

didukung oleh situasi”.

Merasa tidak nyaman atau takut atau

mungkin memiliki firasat akan ditimpa

malapetaka padahal dia tidak mengerti

mengapa emosi yang mengancam tersebut

terjadi (Comer, 1992)

Tidak ada objek yang dapat diidentifikasi

sebagai stimulus ansietas.

(4)

Takut / Fear

Ketakutan yang dirasakan individu sebagai

respon terhadap objek yang mengancam.

Ansietas memiliki 2 aspek :

(+)

Apabila

ansietas

menghasilkan

pertumbuhan dan perubahan adaptif.

(-)

Apabila ansietas menghasilkan harga

diri rendah, rasa takut, inhibisi, serta

gangguan ansietas lainnya.

Ansietas dapat dilihat dalam rentang.

(5)

Ansietas Ringan

 Perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan membutuhkan perhatian.

 Stimulasi sensori meningkat dan membantu

individu memfokuskan perhatian untuk belajar, menyelesaikan masalah, melindungi diri.

 Pada tingkat ini memotivasi pembelajaran dan perubahan perilaku.

 Ansietas ringan membantu mahasiswa

(6)

Ansietas Sedang

Perasaan yang mengganggu bahwa ada

sesuatu yang benar-benar berbeda,

individu menjadi gugup dan agitasi.

Perempuan mengunjungi ibunya untuk

pertama kali dalam beberapa bulan dan

merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda,

ibunya mengatakan bahwa BB turun

banyak tanpa upaya ia menurunkannya.

Keterampilan kognitif mendominasi

(7)

Ansietas Berat

Individu meyakini ada sesuatu yang

berbeda dan ada ancaman ia

memperlihatkan respon takut atau distress.

Semua pemikiran rasional berhenti dan

individu tersebut mengalami respon

fight-flight atau freeze :

kebutuhan untuk pergi secepatnya, tetap

(8)

Continue…

Ketika individu mengalami ansietas berat dan

panic, keterampilan bertahan yang sederhana

mengambil alih, respon defensive terjadi,

keterampilan kognitif

 

Sulit berfikir dan melakukan pertimbangan,

otot-otot menjadi tegang, tanda-tanda vital

meningkat, individu mondar-mandir

kegelisahan, iritabilitas, kemarahan

(9)

Panik

Dalam keadaan panik

alam psikomotor-emosional

mendominasi disertai

(10)

Tingkat Respon Ansietas

  Respon Fisik Kognitif Emosional Ringan

1+

Ketegangan otot ringan sadar akan lingkungan.

Rileks atau sedikit gelisah. Perhatian penuh

Rajin.

Lap persepsi luas terlihat tenang penuh PD.

Perasaan sedikit gagal. Sedikit tidak sabar. Aktifitas

(11)

Continue…

Sedang 2+

ketegangan otot sedang

TTV

Pupil dilatasi, mulai berkeringat.

Mondar-mandir.

Sering memukul tangan Suara berubah, bergetar, nada tinggi. Kewaspadaan & ketegangan

Sering berkemih

Sakit kepal, punggung Insomnia

 

Lap persepsi Tidak perhatian Secara selektif

Focus terhadap stimulasi

Rentang perhatian menurun

Penyelesaian masalah

Pembelajaran

terjadi dengan memfokus

Tidak nyaman Mudah

tersinggung

Kepercayaan diri goyah

(12)

Continue…

Berat 3+

Ketegangan otot berat Hiperventilasi

Kontak mata buruk

Pengeluaran keringat me

Bicara cepat, nada suara tinggi

Tindakan tanpa tujuan dan serampangan

Rahang menegang

Kebutuhan ruang gerak meningkat

Gemetar  

Lap persepsi terbatas.

Proses berfikir terpecah-pecah.

(13)

Continue…

Panik 4+

Fight, Flight, Freeze.

Ketegangan otot sangat berat.

Agitasi

Pupil dilatasi

TTV me kemudian me Tidak dapat tidur

Hormone strees dan neurotransmitter

berkurang

Wajah menyeringai Mulut ternganga

Persepsi sangat sempit

Pikiran tidak logis Terganggu

Sulit memahami stimulus

Halusinasi waham Ilusi mungkin terjadi

(14)

Continue…

Lonjakan adrenalin menyebabkan

(15)

ETIOLOGI

Ansietas terjadi ketika seseorang

mengalami kesulitan menghadapi

situasi masalah dan tujuan hidup.

Setiap individu menghadapi stress

dengan cara yang berbeda, seseorang

dapat tumbuh dalam situasi yang

(16)

Continue…

Hams Selye (1956,1974) Endokrinolog.

Mengidentifikasi aspek-aspek fisiologis

stress syndrome adaptasi umum

(GAS).

Menggambarkan stress sebagai

kerusakan yang terjadi pada tubuh

tanpa memperdulikan apakah

(17)

Continue…

Respon tubuh dapat diprediksi tanpa

memperhatikan stressor atau penyebab tertentu

Tahap reaksi alarm.

 Stress menstimulasi pesan fisiologis tubuh dari

hipotalamus ke kelenjar adrenal (adrenal

mengirimkan adrenal dan norefinefrin sebagai pembangkit emosi) dan organ (misalnya hati untuk mengubah kembali simpanan glikogen menjadi glukosa sebagai makanan) untuk

(18)

Continue…

Tahap Resistensi

 Ketika stress terus berlanjut, system pencernaan

mengurangi kerjanya dengan mengalirkan darah kearah yang dibutuhkan untuk pertahanan, paru-paru memasukkan lebih banyak udara dan

jantung berdenyut lebih cepat dan keras

sehingga dapat mengalirkan darah yang kaya O2 dan nutrisi ke otot untuk mempertahankan tubuh melalui perilakunya.

“Fight or flight or freeze”

 Apabila individu beradaptasi terhadap stress,

tubuh berespon dengan rileks dan kelenjar, organ, serta respon siste menurun.

(19)

Continue…

Tehap kelelahan

Terjadi ketika individu berespon

negative terhadap stress dan ansietas,

cadangan tubuh berkurang atau

komponen emosionel berubah

sehingga timbul respon fisiologis yang

kontinyu. Dan kapasitas cadangan

(20)

Continue…

Teori Biolog

Penelitian terkini berfokus pada penyebab

biologis terjadinya ansietas.

Benzodiazepin mengurangi ansietas.

Teori Genetik

Ansietas dapat memiliki komponen yang

diwariskan karena terdapat tingkat

pertama individu yang mengalami

(21)

Insiden yang panik mencapai 25%

pada tingkat pertama dengan wanita

beresiko 2 kali lipat lebih besar

daripada laki-laki.

Kembar monozigot memiliki cancer

(22)

Insiden yang panik mencapai 25%

pada tingkat pertama dengan wanita

beresiko 2 kali lipat lebih besar

daripada laki-laki.

Kembar monozigot memiliki cancer

(23)

Continue…

Insiden yang panik mencapai 25%

pada tingkat pertama dengan wanita

beresiko 2 kali lipat lebih besar

daripada laki-laki.

Kembar monozigot memiliki cancer

(24)

Horwath dan weissman (2000)

Syndrome kromososm 13,

dikatakan terlibat dalam

hubungan genetik yang mungkin

pada gang panik, sakit kepala

(25)

Teori Neurokimia

Asam gama amino butirat(gaba),

neurotransmitter asam amino yang

diyakini tidak berfungsi pada

gangguan ansietas.Gaba 

neurotransmitter inhibitor berfungsi

sebagai agens anti ansietas alami

tubuh dengan mengurangi eksibilitas

sel sehingga mengurangi bangkit

(26)

Continue…

GABA tersedia pada 1/3 sinaps

saraf,terutama sinaps di system limbik

dan lokus seruleus,tempat

neurotransmitter noreepinefrin di

produksi.

GABA↓ ansietas, norepineprin ↑ ansietas.

Benzodiazepine → kelas obat-obatan

(27)

Continue…

 Benzodiazepin membantu reseptor pasca sinaps

untuk lebih resitif terhadap efek GABA yang lebih lanjut mengurangi frekuensi bangkitan sel →

mengurangi ansietas,ansiolitik mengurangi ansietas pasca beda dan mengendalikan ansietas akut → adiktif.

 Serotonin (5HT) neurotransmitter indolamin yang

biasanya terlibat dalam psikosis dan gangguan mood memiliki subtype 5HT berperan dalam terjadinya ansietas,juga mempengaruhi agresi dan mood.serotinin diyakini memainkan peranan yang berbeda pada obsesif ompulsif disorder

(28)

Continue…

Norepinefrin yang berlebihan dicurigai ada

pada gangguan panic,gangguan ansietas

umum,dan gangguan stress pasca trauma.

(Sullivan dan coplan, 2000)

Teori psikodinamik.intra psikis atau

psikoanalitik (freud,1936) memandang

ansietas alamiah seseorang sebagai stimulus

untuk perilaku.

(29)

Continue…

 Jika seseorang memiliki pikiran dan perasaan

yang tidak tepat akan meningkatkan

ansietas,kemudian ia merepresi pikiran dan perasaan tersebut.Di alam bawah sadar nya

sewakt-waktu masalah tersebut muncul kembali mengganggu perilaku,pikiran,perasaan orang tersebut.

 Individu yang mengalami gangguan ansietas

diyakini menggunakan secara berlebihan satlah satu pola mekanisme pertahanan yang

(30)

Teori interpersonal

Harry stack Sullivan (1952) : ansietas

muncul dari masalah-masalah dalam

hubungan interpersonal.

Caregiver dapat mengkomunikasikan

ansietas kepada bayi atau anak melalui

cara asuh yang tidak adekuat.Ansietas

yang ditunjukkan bayi atau anak dapat

mengakibatkan disfungsi.

“kegagalan untuk mencapai tugas

(31)

Continue…

Pada individu dewasa,ansietas muncul

dari kebutuhan individu tersebut untuk

menyesuaikan diri dengan norma dan

nilai kelompok budayanya.

“semakin tinggi tingkat

ansietas,semakin rendah kemampuan

untuk mengkomunikasi dan

(32)

Continue…

 Hildegard Peplau (1952): manusia berada pada

aspek interpersonal dan fisiologis. ↓

 Nurse dapat dengan baik membantu klien untuk

sehat dengan memperhatikan kedua area tersebut.

 Memadu individu menggunakan energy yang

timbul dari ansietas untuk belajar berubah ↓

(33)

Teori Perilaku

 Ansietas adalah sesuatu yang dipelajari melalui

pengalaman individu, sebaliknya perilaku dapat dirubah atau dibuang melalui pengalaman baru. ↓

 Individu dapat memodifikasi perilaku

maladaptive tanpa memahami penyebab perilaku tersebut.

 Perilaku yang menggangu kehidupan dapat

ditiadakan atau dibuang melalui pengalaman berulah yang dipandu oleh anti terlatih.

 Ansietas adalah sesuatu yang dipelajari melalui

(34)

Teori Humanistik

Ansietas berkaitan dengan

hilangnya arti kehidupan

(35)

Tinjauan proses keperawatan stress dan

ansietas

Pengkajian

Kaji ulang riwayat klien untuk adanya

stressor.

Catat gejala-gejala fisiologik dari

ansietas klien.

Tentukan tingkat ansietas dlam skala

ringan –panik.

(36)

Pengkajian

Tentukan respon klien, termasuk

keyakinan klien tentang tingkat control

yang ia miliki, persepsinya terhadap

stressor dan kemampuannya untuk

berkonsentrasi dan membuat keputusan.

Observasi perilaku, terutama yang

dijumpai pada keadaan ansietas,

iritabiltas, marah, menjaga jarak,

(37)

Pengkajian

Tentukan dampak distress terhadap

keluarga : keterlibatan keluarga

dengan klien, kualitas hubungan

keluarga dan tingkat dukungan

keluarga.

Tentukan strategi koping yang

(38)

Diagnosa Keperawatan

Analisa stressor internal dan eksternal yang

mempengaruhi klien dan analisis efektifitas strategi

koping yang digunakan klien, dan mekanisme defensive. Rumuskan diagnosis keperawatan untuk klien dan

keluarga.

 Gangguan penyesuaian

 Ansietas

 Koping individu tidak efektif

 Koping keluarga tidak efektif

 Konflik keputusan

 Gannguan pola tidur

(39)

Perencanaan dan identifikasi hasil

Bekerja sama dengan klien, keluarga atau keduanya untuk menetapkan tujuan yang realistik

Menentukan kriteria hasil yang diinginkan, yang

merupakan ukuran untuk mengevaluasi perkembangan klien sebagai hasil intervensi keperawatan dan

perubahan mandiri klien dalam berpikir, berperasaan atau berperilaku.

 Menyelidiki adanya ansietas dan stress

 Mengidentifikasi stressor yang menyebabkan ansietas

 Menggunakan strategi koping atau mempelajari

strategi koping yang baru untuk mengurangi ansietas dan stress.

(40)

Implementasi

 Perawat membantu klien mengidentifikasi stressor

dan mengajarkan pada klien cara-cara memantau respon fisikn dan psikologis terhadap stressor.

 Tetap bersama klien dan memberi dukungan  Jaga agar tuntutan terhadap klien berkurang

 Batsi stimulus lingkungan. (batasi suara musik,

batasi orang dalam ruang)

 Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas fisik

(berjalan) melepaskan energy

 Berikan pengobatan annolitik tang diresepkan  Bantu klien melakukan tekhnik pernafasan

(41)

implementasi keperawatan lainnya

 Anjurkan klien untuk membatasi asupan kafein dan

nikotin

 Bantu klien untuk meningkatkan tidur dengan

tindakan yang memberi rasa nyaman. (mandi air hangat, usapan dipunggung)

 Lindungi klien dari tindakan impulsive dengan

pengawasan satu orang satu

 Beri informasi pada klien tentang sistem pendukung

yang ada di komunitas hot line service, rujukan pusat kesehatan jiwa, kelompok swadaya & klinik program manajemen stress

 Anjurkan pada klien, keluarga atau keduanya

(42)

Evaluasi hasil

Klien di evaluasi untuk menentukan apakah

kriteria hasil tercapai

Klien mengenali dan mengungkapkan

perasaan cemasnya

Klien mengidentifikasi stressor yang

menyebabkan ansietas

Klien melaporkan berkurangnya ansietas,

meningkatkan kemampuan kopping

Klien memodifikasi prilakunya untuk

(43)

Referensi

Dokumen terkait

Kepala seksi pengembangan pembinaan kelembagaan dan SDM Koperasi dan Usaha Mikro mempunyai tugas malaksanakan penyusunan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pada

Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase pengeluaran pangan, tingkat konsumsi energi dan protein, dan indikator silang tingkat ketahanan pangan

OMSK adalah infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari liang telinga tengah terus-menerus atau hilang timbul..

Menurut penuturan bapak Afroh, nasi dikepal itu mirip seperti simbol yang sering digunakan dalam peribadatan Agama Hindu yaitu japa mala , untuk kemudian oleh Sultan

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa LKS praktikum yang dikembangkan layak untuk dijadikan sebagai bahan ajar yang digunakan

Reaktivitas : Tidak ada data tes khusus yang berhubungan dengan reaktivitas tersedia untuk produk ini atau bahan

Dalam pembebanan nonlinier seperti Contoh-3.6 dan Contoh-3.7, daya nyata yang diserap beban melalui komponen fundamental selalu lebih kecil dari daya nyata yang