Ansietas dan Gangguan Terkait
Stress
Gangguan ansietas
sekelompok kondisi yang memberikan gambaran
penting tentang ansietas yang berlebihan :
Respon perilaku, emosional & fisiologis
Panik tanpa alasan, takut yang tidak
beralasan
pada
objek
atau
kondisi
kehidupan.
Rasa khawatir yang tidak dapat dijelaskan
berlebihan.
Melakukan tindakan berulang-ulang tanpa
dapat dikendalikan.
Merasa takut menjadi “gila”.
Pengertian
“Perasaan takut yang tidak jelas dan tidak
didukung oleh situasi”.
Merasa tidak nyaman atau takut atau
mungkin memiliki firasat akan ditimpa
malapetaka padahal dia tidak mengerti
mengapa emosi yang mengancam tersebut
terjadi (Comer, 1992)
Tidak ada objek yang dapat diidentifikasi
sebagai stimulus ansietas.
Takut / Fear
Ketakutan yang dirasakan individu sebagai
respon terhadap objek yang mengancam.
Ansietas memiliki 2 aspek :
(+)
Apabila
ansietas
menghasilkan
pertumbuhan dan perubahan adaptif.
(-)
Apabila ansietas menghasilkan harga
diri rendah, rasa takut, inhibisi, serta
gangguan ansietas lainnya.
Ansietas dapat dilihat dalam rentang.
Ansietas Ringan
Perasaan bahwa ada sesuatu yang berbeda dan membutuhkan perhatian.
Stimulasi sensori meningkat dan membantu
individu memfokuskan perhatian untuk belajar, menyelesaikan masalah, melindungi diri.
Pada tingkat ini memotivasi pembelajaran dan perubahan perilaku.
Ansietas ringan membantu mahasiswa
Ansietas Sedang
Perasaan yang mengganggu bahwa ada
sesuatu yang benar-benar berbeda,
individu menjadi gugup dan agitasi.
Perempuan mengunjungi ibunya untuk
pertama kali dalam beberapa bulan dan
merasa bahwa ada sesuatu yang berbeda,
ibunya mengatakan bahwa BB turun
banyak tanpa upaya ia menurunkannya.
Keterampilan kognitif mendominasi
Ansietas Berat
Individu meyakini ada sesuatu yang
berbeda dan ada ancaman ia
memperlihatkan respon takut atau distress.
Semua pemikiran rasional berhenti dan
individu tersebut mengalami respon
fight-flight atau freeze :
kebutuhan untuk pergi secepatnya, tetap
Continue…
Ketika individu mengalami ansietas berat dan
panic, keterampilan bertahan yang sederhana
mengambil alih, respon defensive terjadi,
keterampilan kognitif
Sulit berfikir dan melakukan pertimbangan,
otot-otot menjadi tegang, tanda-tanda vital
meningkat, individu mondar-mandir
kegelisahan, iritabilitas, kemarahan
Panik
Dalam keadaan panik
alam psikomotor-emosional
mendominasi disertai
Tingkat Respon Ansietas
Respon Fisik Kognitif Emosional Ringan
1+
Ketegangan otot ringan sadar akan lingkungan.
Rileks atau sedikit gelisah. Perhatian penuh
Rajin.
Lap persepsi luas terlihat tenang penuh PD.
Perasaan sedikit gagal. Sedikit tidak sabar. Aktifitas
Continue…
Sedang 2+
ketegangan otot sedang
TTV
Pupil dilatasi, mulai berkeringat.
Mondar-mandir.
Sering memukul tangan Suara berubah, bergetar, nada tinggi. Kewaspadaan & ketegangan
Sering berkemih
Sakit kepal, punggung Insomnia
Lap persepsi Tidak perhatian Secara selektif
Focus terhadap stimulasi
Rentang perhatian menurun
Penyelesaian masalah
Pembelajaran
terjadi dengan memfokus
Tidak nyaman Mudah
tersinggung
Kepercayaan diri goyah
Continue…
Berat 3+
Ketegangan otot berat Hiperventilasi
Kontak mata buruk
Pengeluaran keringat me
Bicara cepat, nada suara tinggi
Tindakan tanpa tujuan dan serampangan
Rahang menegang
Kebutuhan ruang gerak meningkat
Gemetar
Lap persepsi terbatas.
Proses berfikir terpecah-pecah.
Continue…
Panik 4+
Fight, Flight, Freeze.
Ketegangan otot sangat berat.
Agitasi
Pupil dilatasi
TTV me kemudian me Tidak dapat tidur
Hormone strees dan neurotransmitter
berkurang
Wajah menyeringai Mulut ternganga
Persepsi sangat sempit
Pikiran tidak logis Terganggu
Sulit memahami stimulus
Halusinasi waham Ilusi mungkin terjadi
Continue…
Lonjakan adrenalin menyebabkan
ETIOLOGI
Ansietas terjadi ketika seseorang
mengalami kesulitan menghadapi
situasi masalah dan tujuan hidup.
Setiap individu menghadapi stress
dengan cara yang berbeda, seseorang
dapat tumbuh dalam situasi yang
Continue…
Hams Selye (1956,1974) Endokrinolog.
Mengidentifikasi aspek-aspek fisiologis
stress syndrome adaptasi umum
(GAS).
Menggambarkan stress sebagai
kerusakan yang terjadi pada tubuh
tanpa memperdulikan apakah
Continue…
Respon tubuh dapat diprediksi tanpa
memperhatikan stressor atau penyebab tertentu
Tahap reaksi alarm.
Stress menstimulasi pesan fisiologis tubuh dari
hipotalamus ke kelenjar adrenal (adrenal
mengirimkan adrenal dan norefinefrin sebagai pembangkit emosi) dan organ (misalnya hati untuk mengubah kembali simpanan glikogen menjadi glukosa sebagai makanan) untuk
Continue…
Tahap Resistensi
Ketika stress terus berlanjut, system pencernaan
mengurangi kerjanya dengan mengalirkan darah kearah yang dibutuhkan untuk pertahanan, paru-paru memasukkan lebih banyak udara dan
jantung berdenyut lebih cepat dan keras
sehingga dapat mengalirkan darah yang kaya O2 dan nutrisi ke otot untuk mempertahankan tubuh melalui perilakunya.
“Fight or flight or freeze”
Apabila individu beradaptasi terhadap stress,
tubuh berespon dengan rileks dan kelenjar, organ, serta respon siste menurun.
Continue…
Tehap kelelahan
Terjadi ketika individu berespon
negative terhadap stress dan ansietas,
cadangan tubuh berkurang atau
komponen emosionel berubah
sehingga timbul respon fisiologis yang
kontinyu. Dan kapasitas cadangan
Continue…
Teori Biolog
Penelitian terkini berfokus pada penyebab
biologis terjadinya ansietas.
Benzodiazepin mengurangi ansietas.
Teori Genetik
Ansietas dapat memiliki komponen yang
diwariskan karena terdapat tingkat
pertama individu yang mengalami
Insiden yang panik mencapai 25%
pada tingkat pertama dengan wanita
beresiko 2 kali lipat lebih besar
daripada laki-laki.
Kembar monozigot memiliki cancer
Insiden yang panik mencapai 25%
pada tingkat pertama dengan wanita
beresiko 2 kali lipat lebih besar
daripada laki-laki.
Kembar monozigot memiliki cancer
Continue…
Insiden yang panik mencapai 25%
pada tingkat pertama dengan wanita
beresiko 2 kali lipat lebih besar
daripada laki-laki.
Kembar monozigot memiliki cancer
Horwath dan weissman (2000)
Syndrome kromososm 13,
dikatakan terlibat dalam
hubungan genetik yang mungkin
pada gang panik, sakit kepala
Teori Neurokimia
Asam gama amino butirat(gaba),
neurotransmitter asam amino yang
diyakini tidak berfungsi pada
gangguan ansietas.Gaba
neurotransmitter inhibitor berfungsi
sebagai agens anti ansietas alami
tubuh dengan mengurangi eksibilitas
sel sehingga mengurangi bangkit
Continue…
GABA tersedia pada 1/3 sinaps
saraf,terutama sinaps di system limbik
dan lokus seruleus,tempat
neurotransmitter noreepinefrin di
produksi.
GABA↓ ansietas, norepineprin ↑ ansietas.
Benzodiazepine → kelas obat-obatan
Continue…
Benzodiazepin membantu reseptor pasca sinaps
untuk lebih resitif terhadap efek GABA yang lebih lanjut mengurangi frekuensi bangkitan sel →
mengurangi ansietas,ansiolitik mengurangi ansietas pasca beda dan mengendalikan ansietas akut → adiktif.
Serotonin (5HT) neurotransmitter indolamin yang
biasanya terlibat dalam psikosis dan gangguan mood memiliki subtype 5HT berperan dalam terjadinya ansietas,juga mempengaruhi agresi dan mood.serotinin diyakini memainkan peranan yang berbeda pada obsesif ompulsif disorder
Continue…
Norepinefrin yang berlebihan dicurigai ada
pada gangguan panic,gangguan ansietas
umum,dan gangguan stress pasca trauma.
(Sullivan dan coplan, 2000)
Teori psikodinamik.intra psikis atau
psikoanalitik (freud,1936) memandang
ansietas alamiah seseorang sebagai stimulus
untuk perilaku.
Continue…
Jika seseorang memiliki pikiran dan perasaan
yang tidak tepat akan meningkatkan
ansietas,kemudian ia merepresi pikiran dan perasaan tersebut.Di alam bawah sadar nya
sewakt-waktu masalah tersebut muncul kembali mengganggu perilaku,pikiran,perasaan orang tersebut.
Individu yang mengalami gangguan ansietas
diyakini menggunakan secara berlebihan satlah satu pola mekanisme pertahanan yang
Teori interpersonal
Harry stack Sullivan (1952) : ansietas
muncul dari masalah-masalah dalam
hubungan interpersonal.
Caregiver dapat mengkomunikasikan
ansietas kepada bayi atau anak melalui
cara asuh yang tidak adekuat.Ansietas
yang ditunjukkan bayi atau anak dapat
mengakibatkan disfungsi.
“kegagalan untuk mencapai tugas
Continue…
Pada individu dewasa,ansietas muncul
dari kebutuhan individu tersebut untuk
menyesuaikan diri dengan norma dan
nilai kelompok budayanya.
“semakin tinggi tingkat
ansietas,semakin rendah kemampuan
untuk mengkomunikasi dan
Continue…
Hildegard Peplau (1952): manusia berada pada
aspek interpersonal dan fisiologis. ↓
Nurse dapat dengan baik membantu klien untuk
sehat dengan memperhatikan kedua area tersebut.
Memadu individu menggunakan energy yang
timbul dari ansietas untuk belajar berubah ↓
Teori Perilaku
Ansietas adalah sesuatu yang dipelajari melalui
pengalaman individu, sebaliknya perilaku dapat dirubah atau dibuang melalui pengalaman baru. ↓
Individu dapat memodifikasi perilaku
maladaptive tanpa memahami penyebab perilaku tersebut.
Perilaku yang menggangu kehidupan dapat
ditiadakan atau dibuang melalui pengalaman berulah yang dipandu oleh anti terlatih.
Ansietas adalah sesuatu yang dipelajari melalui
Teori Humanistik
Ansietas berkaitan dengan
hilangnya arti kehidupan
Tinjauan proses keperawatan stress dan
ansietas
Pengkajian
Kaji ulang riwayat klien untuk adanya
stressor.
Catat gejala-gejala fisiologik dari
ansietas klien.
Tentukan tingkat ansietas dlam skala
ringan –panik.
Pengkajian
Tentukan respon klien, termasuk
keyakinan klien tentang tingkat control
yang ia miliki, persepsinya terhadap
stressor dan kemampuannya untuk
berkonsentrasi dan membuat keputusan.
Observasi perilaku, terutama yang
dijumpai pada keadaan ansietas,
iritabiltas, marah, menjaga jarak,
Pengkajian
Tentukan dampak distress terhadap
keluarga : keterlibatan keluarga
dengan klien, kualitas hubungan
keluarga dan tingkat dukungan
keluarga.
Tentukan strategi koping yang
Diagnosa Keperawatan
Analisa stressor internal dan eksternal yang
mempengaruhi klien dan analisis efektifitas strategi
koping yang digunakan klien, dan mekanisme defensive. Rumuskan diagnosis keperawatan untuk klien dan
keluarga.
Gangguan penyesuaian
Ansietas
Koping individu tidak efektif
Koping keluarga tidak efektif
Konflik keputusan
Gannguan pola tidur
Perencanaan dan identifikasi hasil
Bekerja sama dengan klien, keluarga atau keduanya untuk menetapkan tujuan yang realistik
Menentukan kriteria hasil yang diinginkan, yang
merupakan ukuran untuk mengevaluasi perkembangan klien sebagai hasil intervensi keperawatan dan
perubahan mandiri klien dalam berpikir, berperasaan atau berperilaku.
Menyelidiki adanya ansietas dan stress
Mengidentifikasi stressor yang menyebabkan ansietas
Menggunakan strategi koping atau mempelajari
strategi koping yang baru untuk mengurangi ansietas dan stress.
Implementasi
Perawat membantu klien mengidentifikasi stressor
dan mengajarkan pada klien cara-cara memantau respon fisikn dan psikologis terhadap stressor.
Tetap bersama klien dan memberi dukungan Jaga agar tuntutan terhadap klien berkurang
Batsi stimulus lingkungan. (batasi suara musik,
batasi orang dalam ruang)
Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas fisik
(berjalan) melepaskan energy
Berikan pengobatan annolitik tang diresepkan Bantu klien melakukan tekhnik pernafasan
implementasi keperawatan lainnya
Anjurkan klien untuk membatasi asupan kafein dan
nikotin
Bantu klien untuk meningkatkan tidur dengan
tindakan yang memberi rasa nyaman. (mandi air hangat, usapan dipunggung)
Lindungi klien dari tindakan impulsive dengan
pengawasan satu orang satu
Beri informasi pada klien tentang sistem pendukung
yang ada di komunitas hot line service, rujukan pusat kesehatan jiwa, kelompok swadaya & klinik program manajemen stress
Anjurkan pada klien, keluarga atau keduanya
Evaluasi hasil
Klien di evaluasi untuk menentukan apakah
kriteria hasil tercapai
Klien mengenali dan mengungkapkan
perasaan cemasnya
Klien mengidentifikasi stressor yang
menyebabkan ansietas
Klien melaporkan berkurangnya ansietas,
meningkatkan kemampuan kopping