Teks penuh

(1)

Strategi dan Taktik Negosiasi

Sebelumnya, penulis telah membahas sedikit tentang macam-macam negosiasi. Kali ini, penulis akan membahas mengenai taktik dan strategi yang digunakan dalam kegiatan bernegosiasi. Negosiasi sangat berkaitan dengan studi Hubungan Internasional. Negosiasi akan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam lingkup internasional. Negosiasi akan mendorong aktor-aktor internasional untuk menciptakan solusi-solusi bagi permasalahan tersebut secara baik-baik yaitu dengan masing-masing pihak akan saling diuntungkan dan akan menjadi jembatan untuk membangun perdamaian antara negara satu dengan yang lainnya dalam hubungan internasional (Salamah, 2011).

Dalam menjalankan kegiatan bernegosiasi, para negosiator harus memahami unsur-unsur yang ada di dalam kegiatan bernegosiasi. Terdapat setidaknya empat unsur dalam negosiasi yaitu, unsur ketergantungan yang ada di antara pihak-pihak yang menjalankan negosiasi. Kedua, adanya unsur kemungkinan ketidaksepakatan saat menjalankan proses negosiasi. Kemudian, adanya kemungkinan terjadinya ketidaksepakatan, akan membawa negosiator kepada unsur yang ketiga yaitu, keinginan untuk memengaruhi pihak lain agar memenuhi tujuannya. Keempat, unsur kesepakatan yang terjadi ketika pihak-pihak yang saling melakukan negosiasi telah menyetujui kesepakatan bersama yang telah diambil untuk kepentingan masing-masing pihak yang bersangkutan (Anon, t.t).

Setelah memahami unsur-unsur yang ada di dalam negosiasi, para negosiator juga harus membuat strategi dan taktik agar mendukung keberhasilan proses negosiasi tersebut. Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang strategi dan taktik yang harus digunakan para negosiator, penulis akan membahas terlebih dahulu mengenai arti dari taktik dan strategi, serta perbedaan di antara keduanya. Strategi, merupakan pendekatan-pendekatan atau cara-cara umum yang dipilih untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan, taktik sendiri merupakan cara yang bersifat lebih spesifik yang dilakukan sebagai media untuk menerapkan strategi-strategi yang telah dipilih sebelumnya (Koto, 2015). Dengan kata lain, strategi-strategi dengan taktik merupakan sesuatu yang berkaitan satu dengan yang lain dan tidak dapat dipisahkan karena taktik merupakan bentuk nyata atau pelaksanaan dari strategi; sedangkan strategi sendiri juga tidak akan berguna jika tidak diimbangi dengan menjalankan taktik-taktik yang ada.

(2)

yang bernegosiasi sebagai taktik agar negosiasi tidak berjalan terlalu lama; namun, kelemahan taktik ini yaitu, terkadang keputusan yang dibuat kurang matang karena terburu oleh jangka waktu yang ditetapkan. Kemudian, yang kedua yaitu, strategi persuasif misalkan dengan taktik memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang lainnya; kelebihan taktik ini yaitu memperbesar kemungkinan pihak lawan untuk percaya kepada pihak yang mempersuasi; namun, di sisi lain, hal ini dapat membuat pihak lawan dengan mudah menjatuhkan pihak yang mempersuasi karena terkadang terlalu berlebihan memberikan informasi (Zartman, 2008).

Selain pemberian jangka waktu dan mempersuasi pihak lawan, taktik lain yang dilakukan yaitu bluffing (membuat sudut pandang baru untuk mengelabuhi pihak lawan), penciptaan fakta baru dengan merubah fakta yang ada, bluffing dan penciptaan baru dapat dilihat sebagai taktik yang memiliki unsur kecurangan. Kemudian pencarian informasi terkait kelemahan dan kelebihan lawan; kelebihan taktik ini yaitu dapat mengetahui kelemahan lawan; namun, kelemahan taktik ini yaitu, jika kelemahan lawan telah diketahui namun kekuatan yang digunakan untuk menyerang titik lemah lawan rendah, maka akan dapat menimbulkan ancaman lainnya. Kemudian yang terakhir yaitu, seni konsensi; yaitu dengan berunding menyepakati konsensi; kelebihan taktik ini yaitu, jika konsensi yang disepakati sesuai dengan kepentingan masing-masing, maka akan sama-sama untung; namun jika konsensi tidak sesuai, maka pihak negosiator akan menanggung kerugian (Partao, 2006).

Selain memahami unsur-unsur negosiasi, menjalankan strategi dan taktik, para negosiator juga harus memperhatikan faktor-faktor tertentu yang dapat memengaruhi keberhasilan negosiasi. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan negosiasi. Pertama, seberapa pihak lain membutuhkan anda, dan sebaliknya. Kedua, apa yang masing-masing pihak ketahui. Ketiga, tekanan waktu dan pengaruh keterlibatan kelompok lain di luar pihak yang bersangkutan dalam negosiasi. Kemudian, yang keempat, perasaan takut gagal yang akan memengaruhi rencana masa depan dan usaha untuk memengaruhi pihak lain secara formal maupun informal. Kelima, adanya ancaman boikot dan atau perampasan kebebasan (Anon, t.t).

(3)

negosiasi, menyusun strategi dan melaksanakan taktik dalam menerapkan setiap strategi yang ada, kemudian para negosiator juga perlu memerhatikan tentang faktor-faktor tertentu yang akan memengaruhi negosiasi agar negosiasi berjalan lancar dan dapat mencapai kesuksesan bersama dengan pihak-pihak yang terlibat.

Referensi:

Anon. t.t. Negosiasi (Negotiations), dalam Reading Brick. 2014. Negosiasi dan Diplomasi. Surabaya: Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga.

Koto, Rahmat Agus. 2015. Perbedaan Antara Strategi dengan Taktik, serta Penerapannya [Online]. Tersedia dalam: http://www.kompasiana.com/ajuskoto/perbedaan-antara-strategi-dengan-taktik-serta-penerapannya-dalam-bisnis_5518a0f9a333113007b6664d [Diakses pada, 24 November 2015].

Partao, Zainal Abidin. 2006. Teknik Lobi dan Diplomasi Untuk Insane Public Relations. Jakarta: Gramedia.

Salamah, Lilik. 2011. Negosiasi dan Diplomasi. Surabaya: Cakra Studi Global Strategis. Zartman, I William. 2008. Negotiation and Conflict Management: Essays on Theory and

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (3 Halaman)
Related subjects : taktik pengaruh proaktif