• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT UEU Manajemen Keuangan Pelayanan Kesehatan Pertemuan 13

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PPT UEU Manajemen Keuangan Pelayanan Kesehatan Pertemuan 13"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Keuangan Pelayanan Kesehatan

(2)

PRICE

 Merupakan alat utk mengkomunikasikan NILAI

PRODUK kepada pasar.

 Penetapan tarif memiliki dampak langsung dan

jelas terlihat pd penerimaan pasar

 Sangat penting terhadap keseluruhan Bauran

pemasaran

 Alat yg sangat Fleksibel S/ saat price akan stabil

dlm wkt tertentu, tetapi dlm seketika Price dpt Naik atau turun

 Satu-satunya elemen yg menghasilkan

(3)

3

PENGERTIAN

WHAT IS A PRICE ?

A price is a statement of value and not

a statement of cost

Penetapan harga merupakan hal yang

sangat penting karena menyangkut

kemampuan organisasi untuk mendapat

laba atau surplus demi perkembangan

(4)

4

TUJUAN PENETAPAN TARIF

1. Peningkatan pemulihan biaya/ cost recovery

2. Cross-subsidy

3. Mengoptimalkan pemanfaatan pelayanan 4. Mengotimalkan pendapatan.

5. Mengurangi pemanfaatan pelayanan. 6 .Mengoptimalkan proft.

7. Mengurangi pesaing.

(5)

 Setting pricing policies

Selecting the

pricing objectives

Determining demand

Estimating cost

Analyzing competitors ’cost,prices , and offer

Selecting a pricing methods

(6)

6

KAITAN PRICE DENGAN KEBIJAKAN

BAURAN YANG LAIN

Keputusan tentang Price harus

dikoordinasikan dengan desain

produk/jasa, distribusi dan promosi

untuk mendapatkan suatu program

pemasaran yang efektif dan konsisten.

Keputusan dalam komponen bauran

pemasaran yang lain akan berpengaruh

terhadap Price, demikian pula

sebaliknya penetapan Price akan

(7)

PRICE (HARGA)

Didalam menentukan harga produk caranya sama dengan

membuat produk yang unggul yaitu melakukan

benchmarking terlebih dahulu

Dibuat juga paket Health Promotion Center yang murah

dan lebih sederhana untuk memancing masyarakat

(8)
(9)
(10)

MANFAAT

NILAI

HARGA

Atribut suatu produk yang mempunyai Kemampuan untuk memuaskan keinginan.

menciptakan

Diukur sebagai

Ukuran kuantitatif bobot suatu produk yang dapat ditukarkan dengan produk lain

(11)

pembel i

penjual

Sesuai dengan nilai

barang dan bersaing

dengan produk lain

Dapat menutup biaya dan

memberi keuntungan

(12)

Berapa harga yang akan

ditetapkan ???

Apa Tujuan

Penetapan Harga ?

(13)

Faktor-faktor yang mempengaruhi hargaBiaya PermintaanPersainganPengalamanPersepsi pelangganlokasi Tujuan penetapan Harga   Strategi dan kebijakan penetapan harga jual   Faktor-faktor yang dipengaruhi hargavolume penjualanPendapatan Penjualan

Pangsa pasarPosisi bersaingCitra RS

Proftabilitas

(14)

HARGA JUAL YANG BAIK

1. BERSAING

harga dimana

Konsumen bersedia untuk membayar

2. MEMBERIKAN LABA MEMADAI

Mampu menutup

(15)

Sembilan Strategi Harga

1. Strategi

Premium 2. Strategi Nilai Tinggi 3. Strategi nilai super

4. Strategi

terlalu mahal 5. Strategi nilai menengah 6. Strategi nilai baik

7. Strategi

penipuan 8. Strategi ekonomi palsu 9. Strategi ekonomis

Harga

Tinggi Sedang Rendah

(16)

Kesalahan dalam Penetapan harga

 Penetapan harga yang terlalu berorientasi biaya

 Harga tidak cepat direvisi sesuai dengan perubahan

pasar

 Harga ditetapkan secara independentdari bauran

pemasaran lainnya dan bukan sebagai unsur intristik dari strategi penentuan posisi pasar

 Harga kurang bervariasi untuk berbagai macam

(17)

Sembilan Strategi

Harga-Mutu

Harga

Mutu Produk

Tinggi Sedang Rendah

Tinggi 1. Strategi

Premium

2. Strategi Nilai Tinggi

3. Strategi Nilai Rendah

Sedang 4. Staregi

Penetapan Harga terlalu tinggi 5. Strategi Nilai Menengah 6. Strategi Nilai Baik

Rendah 7. Strategi

Pencuri

8. Strategi yang sesungguhnya tidak menghemat

(18)

Sembilan Strategi

Harga-Mutu

Harga

Mutu Produk

Tinggi Sedang Rendah

Tinggi 1. Strategi

Premium

2. Strategi Nilai Tinggi

3. Strategi Nilai Rendah

Sedang 4. Staregi

Penetapan Harga terlalu tinggi 5. Strategi Nilai Menengah 6. Strategi Nilai Baik

Rendah 7. Strategi

Pencuri

8. Strategi yang sesungguhnya tidak menghemat

(19)

Sembilan Strategi

Harga-Mutu

Harga

Mutu Produk

Tinggi Sedang Rendah

Tinggi 1. Strategi

Premium

2. Strategi Nilai Tinggi

3. Strategi Nilai Rendah

Sedang 4. Staregi

Penetapan Harga terlalu tinggi 5. Strategi Nilai Menengah 6. Strategi Nilai Baik

Rendah 7. Strategi

Pencuri

8. Strategi yang sesungguhnya tidak menghemat

(20)

Mengadaptasi Harga

1. Penetapan Harga

Geografs

Barter

Transaksi kompensasi Persetujuan pembelian kembali

2. Diskon dan Potongan Harga

Diskon tunai

(21)

Mengadaptasi Harga

3. Penetapan Harga Promosi

Harga pemimpin rugi Harga peristiwa khusus Rabat tunai

Pembiayaan berbunga rendah

Syarat pembayaran yang lebih lama

Garansi dan kontrak jasa

Diskon psikologis

4. Penetapan Harga Diskiriminasi

Penetapan harga segmen pelanggan Penetapan harga bentuk produk

Penetapan harga citra Penetapan harga lokasi Penetapan harga

(22)

Mengadaptasi Harga

5.

Penetapan Harga Bauran Produk

Penetapan harga lini produk

Penetapan harga keistimewaan pilihan

Penetapan harga produk pelengkap

Penetapan harga dua bagian

(23)

Memulai Dan Menanggapi Perubahan Harga

1. Memulai penurunan

harga

Jebakan mutu-rendah Jebakan pangsa

pasar rapuh

Jebakan kantong tipis

2. Memulai peningkatan harga

Menerapkan

penundaan penetapan harga

Menggunakan klausal kenaikan harga

Memisah-misahkan elemen pembentuk harga

(24)

Strategi Penetapan Tarif

1. Cost Based Pricing (Penetapan tarif bdsrkan biaya)

 Metode paling sederhana, hanya

menambah Mark up tertentu terhdp biaya produksi

 BEP and Target Proft Pricing dgn metode

(25)

Strategi Penetapan Tarif..2

2. Value Based Pricing :

 Berdasarkan persepsi calon konsumen

terhadap nilai barang atau produk

 Harus melakukan survai persepsi calion

(26)

Strategi Penetapan Tarif..3

3. Metode Penggunaan Persepsi Nilai dr pembeli (bukan dr biaya penjualan) utk menetapkan Tarif.

 Melihat dulu beberapa konsumen bersedia

membeli/ membayar utk produk yg Anda tawarkan, biaya produksi dilihat

(27)

Strategi Penetapan Tarif..4

4. Competition Based Pricing

 Going rate Pricing : Penetapan tarif

berdasarkan tarif yg berlaku.

 Tarif yg ditawarkan berdasarakan tarif rata2

pesaing

 Kurang memperhatikan biaya dan

permintaannya

 Bisa menetapkan tarif yg sama, lebih tingi

(28)

Strategi Penetapan Tarif utk Produk yg

telah beredar ....

(Grifon and Ebert 2002)

1.Penetapan Tarif diatas tarif pasar yg berlaku bagi produk2 serupa.

 Dengan asumsi konsumen akan

beranggapan tarif yg lebih mahal berarti

kualitasnya lebih baik.

2. Penetapan tarif dibawah harga pasar

 Dengan asumsi produk yg kualitasnya

sama dgn rata2 pesaing (homogen)

(29)

Strategi Penetapan Tarif utk Produk

yg telah beredar....2

3.Penetapan tarif yg sama atau dekat dengan rata2 pasar

 Institusi yg dominan disebut pemimpin

pasar menetapkan tarif produk yg selalu akan diikuti oleh institusi lain.

 Pendekatan ini dikenal dengan Tarif pasar

(30)

Strategi Penetapan tarif utk Produk

Baru

1. Penetapan tarif Mengapung

 Institusi berusaha meyakinkan pembeli/

pengguna bahwa produknya sangat berbeda dr produk lain yg ada di

pasaran.

 Jika berhasil, maka akan mendapatkan

proft yg besar dari setiap produk yg dijual

 Namun tarif akan jatuh ketika Institusi

(31)

Strategi Penetapan tarif utk Produk

Baru..2

2. Penetapan tarif penetrasi

 Strategi ini menarik konsumen dgn harga

yg lebih rendah utk mendorong penjualan awal

 Peningkatan tarif selanjutnya baru

dilakukan secara perlahan-lahan utk menghindari agar pelanggan tidak

(32)

Hubungan Price, Proft Margin dan

Kualitas, Pelayanan, Value

KOMODITI

BRAN D

SERVIC E

EXPERIENC E

Diferensiasi

People Touch

Kesan

Kualitas, pelayanan, Value

Price,

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,