• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemikiran Hukum Ulama Banjar terhadap Perkawinan Islam di Kalimantan Selatan - Digital Library IAIN Palangka Raya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemikiran Hukum Ulama Banjar terhadap Perkawinan Islam di Kalimantan Selatan - Digital Library IAIN Palangka Raya"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Bab V: Pembahasan dan Analisis terhadap eksistensi fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam tata hukum nasional, yang terdiri dari kedudukan

mudah kita pahami dari kedalaman hukum syariat. Yakni bahwa sesungguhnya perubahan dari kondisi suci kepada haidh dianggap sebagai „quru karena ia mengindikasikan

Kalau belum cukup dari 3 bulan 10 hari sejak putusan cerai dari pengadilan dia sudah nikah, itu tidak sah menurut Majelis Ulama yang berlaku di Indonesia, dan

“Meretas Involusi Kajian Hukum Islam di Indonesia: Pengalaman Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”, Asy-Syir‘ah: Jurnal Ilmu Syari‘ah dan

Hukum Waris Adat Masyarakat Banjar Masyarakat Suku Banjar mayoritas memeluk Agama Islam.Hal ini tentunya mempengaruhi segala kegiatan yang terjadi di dalam masyarakat

Memperhatikan bahwa penetapan yang dikeluarkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan tentalg perkawinan melalui rnedia telepon masih memiliki kekurangan dari segi kaidah hukum

Adapun subtansi kerangka pemikiran yang dilakukan oleh penulis ialah: a. Penelitian yang dilakukan dengan judul Hukum Merokok dan Jual Beli Rokok Perspektif Ulama

Teknik pelaksanaannya adalah mengangkat permasalahan tentang hukum merokok dan jual beli rokok perspektif ulama Kota Palangka Raya, yaitu dengan membandingkan data