RESPON BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) ASAL MULTI EMBRIO TERHADAP FREKUENSI WAKTU PEMBERIAN PUPUK NPK DI PEMBIBITAN UTAMA | Hayata | Jurnal Media Pertanian 1 PB
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, serapan P tanaman dan kandungan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon perumbuhan tinggi, diameter batang, jumlah daun, dan total luas daun, bibit kelapa sawit di pembibitan
Pemberian NPK 15-15-15 dapat meningkatkan perkembangan akar, produksi biomassa (Barros et al. , 2007) dan kadar hara jaringan (Costa, 2012) sehingga dapat memberikan
pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter bonggol, volume akar, berat basah dan berat kering bibit kelapa sawit, namun tidak berbeda nyata pada
Perlakuan kombinasi sludge dosis 125 g/tanaman dan urine sapi 5 %/tanaman sejalan dengan pertambahan tinggi bibit, jumlah pelepah daun, lilit bonggol, dan rasio tajuk akar
Tidak terjadi pengaruh interaksi antara pupuk organik pelepah kelapa sawit dengan pupuk majemuk NPK terhadap bobot basah akar dan bobot kering akar.. Aplikasi pupuk
Tidak adanya interaksi perlakuan kombinasi media tanam dan pemberian pupuk NPK terhadap tinggi bibit, jumlah pelepah, panjang pelepah dan volume akar bibit kelapa
Hasil uji lanjut pada diameter batang cm, tingkat kehijauan daun , totla luas daun cm2 , bobot kering tajuk g dan bobot kering akar g pada perlakuan komposisi campuran media tanam