• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 3.1 Populasi Penelitian NO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tabel 3.1 Populasi Penelitian NO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

47 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang berbentuk deskriptif korelasional, artinya penelitian ini menggambarkan suatu keadaan atau situasi tertentu sebagaimana adanya secara sistematis, aktual, akurat. Penelitian

deskriptif korelasional menurut Suharsimi Arikunto adalah metode yang dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak dan sebagaimana adanya kemudian dicari hubungannya.1

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berusaha melukiskan atau menjelaskan fenomena kejadian yang ada secara mendetail, sistematis dan apa adanya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan untuk dicari hubungan antara variabel Pola Asuh Orang Tua (X) dengan Konsep Diri Peserta Pidik (Y). Penelitian ini berusaha menggambarkan sejauh mana “Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Konsep Diri Peserta Didik SMPN 24 Padang”.

1

(2)

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian yang diteliti.2 Dalam penelitian ini yang akan menjadi populasi adalah peserta didik kelas VIII SMPN 24 Padang. Secara rinci penyebaran populasi peserta didik kelas VIII SMPN 24 Padang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.1 Populasi Penelitian

NO Kelas Jumlah

1 Kelas VIII. A 32 Orang

2 Kelas VIII. B 34 Orang

3 Kelas VIII. C 34 Orang

4 Kelas VIII. D 34 Orang

5 Kelas VIII. E 34 Orang

6 Kelas VIII. F 32 Orang

7 Kelas VIII. G 32 Orang

8 Kelas VIII. H 34 Orang

Jumlah 266 Orang

Sumber: Bagian Tata Usaha SMPN 24 Padang

Populasi yang berjumlah orang peserta didik ini tidak akan dijadikan responden dalam penelitian ini karena populasi bisa diwakilkan pada sampel.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian populasi yang menjadi pokok penelitian.3 Pengambilan sampel dimaksudkan untuk menghemat tenaga, waktu dan biaya. Mengingat banyaknya populasi yang ada dan karena keterbatasan,

2

A.Muri Yusuf, Metode Penelitian, (Padang FIP IKIP 2005), h. 180 3

(3)

maka penulis mengambil sampel yang bisa mewakili kondisi dan sifat umum dari populasi.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sample random sampling atau sampel acak. Menurut Sugiyono dikatakan simple

(sederhana) karena dalam pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel.4

Adapun jumlah seluruh peserta didik di kelas VIII SMPN 24 Padang adalah 266 orang yang terbagi ke dalam 8 lokal. Karena jumlah peserta didiknya lebih dari 100, maka sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus dari Taro Yamane5 dengan rumus sebagai berikut :

N n =

N x d 2 + 1 Keterangan rumus : n = jumlah sampel

N = Jumlah populasi

d2 = Presisi yang ditetapkan n = 266 : (266 x 0,01+ 1) = 266 : 3,59

= 72,67 (dibulatkan 73 orang) Jadi, jumlah sampel sebanyak 73 orang peserta didik.

4

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, (Bandung: Alfabeta, 2010) h. 82

5

(4)

Tabel 3.2 Sampel Penelitian

NO Kelas Jumlah

1 Kelas VIII. A 10 Orang

2 Kelas VIII. B 9 Orang

3 Kelas VIII. C 9 Orang

4 Kelas VIII. D 9 Orang

5 Kelas VIII. E 9 Orang

6 Kelas VIII. F 9 Orang

7 Kelas VIII. G 9 Orang

8 Kelas VIII. H 9 Orang

Jumlah 73 Orang

C. Metode Pengumpulan Data

Didalam pengumpulan data peneliti menggunakan Kuesioner atau Angket. Karena sebagian besar penelitian kuantitatif umumnya menggunakan kuesioner sebagai metode yang dipilih untuk mengumpulkan data. Angket adalah serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi, angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau peneliti.6

Menurut Kartini Kartono angket adalah suatu daftar pertanyaan berupa formulir yang diajukan secara tertulis kepada sejumlah responden atau obyek penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban dari responden secara tertulis.7 Angket ini akan diberikan kepada peserta didik kelas VIII di SMPN 24 Padang sebanyak 73 orang untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri peserta didik kelas VIII SMPN 24 Padang.

6

Burhan Bugin. Metodologi Penelitian Kuantitatif, ( Jakarta: Kencana, 2005), h. 123 7

(5)

D.Instrumen Penelitian

Sesuai dengan data yang diperlukan maka instrumen penelitian yang digunakan adalah angket (kuisioner). Pernyataan mencakup tentang hubungan antara pola asuh orang tua dengan konsep diri peserta didik, alat ukur yang digunakan adalah skala likert. Menurut Sugiyono skala likert digunakan untuk mengukur sikap pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Alternatif jawaban disusun berdasarkan lima kategori untuk pertanyaan positif dan negatif, yaitu: Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-kadang (KD), Jarang (JR) dan Tidak Pernah (TP). Melalui Tabel berikut dapat dilihat kategori jawaban dan skor masing-masing pernyataan dengan menggunakan skala likert.8

Tabel 3.3

Kategori Jawaban dan Skor Setiap Jawaban dengan Menggunakan Skala Likert

Kategori Jawaban Positif Negatif

Skor Skor

Selalu (SL) 5 1

Sering (SR) 4 2

Kadang-Kadang (KD) 3 3

Jarang (JR) 2 4

Tidak Pernah (TP) 1 5

Sumber: Sugiyono (2012)

Instrumen yang digunakan untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan konsep diri peserta didik pada penelitian ini adalah kuisioner atau angket yang berupa item pernyataan yang disusun oleh peneliti. Penyusunan angket diusahakan mempertimbangkan kemudahan pengisian objek penelitian.

8

(6)

Berikut diuraikan kisi-kisi instrumen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba Pola Asuh Orang tua Dengan Konsep Diri

Variabel Sub-Variabel Indikator Item Jumlah

+ -selalu bergantung pada orang tua

1,2 3,4,5 5

Memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih yang terbaik bagi dirinya

6,7 8,9,10 5

Mendengarkan pendapat anak 11,12 13,14,15 5

Melatih bertanggung jawab 16,17 18,19,20 5

Berpatisipasi dalam mengatur hidupnya 21,22 23,24,25 5

Pola Asuh Permisif

Mendidik anak secara bebas 26,27 28,29,30 5

Anak tidak perlu mendapat arahan, teguran atau bimbingan

31,32 33,34,35

Kontrol orang tua pada anak sangat lemah

Orang tua memerintah dan memaksa tanpa kompromi

46,47 48,49,50 5

Orang tua menentukan tanpa memperhitungkan keadaan anak

51,52 53,54,55 5

Anak harus patuh terhadap aturan dan kebijakan orang tua

56,57 58,59,60 5

Sikap keras dianggap sebagai sikap yang dilakukan agar anak menjadi penurut

61,62 63,64,65 5

Jumlah 26 39 65

(7)

Variabel Sub-Variabel Indikator Item Jumlah

+

-Konsep Diri Aspek fisik Penilaian individu terhadap segala sesuatu yang dimiliki individu

Aspek sosial Meliputi peranan sosial yang dimainkan individu

Aspek moral Meliputi nilai- nilai dan prinsip- prinsip yang memberi arti dan arah bagi kehidupan individu

Aspek psikis Meliputi pikiran, perasaan, kemauan, dan sikap individu

Uji coba instrumen ini dilakukan kepada peserta didik kelas VIII SMPN 30 Padang. Adapun tujuannya adalah untuk memperoleh nilai validitas dan reliabilitas dari instrumen pengumpulan data konsep diri. Untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan alat ukur yang akurat dan dapat dipercaya maka harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap data yang terkumpulkan agar diperoleh hasil yang valid dan reliabel.

1. Uji Validitas

(8)

dinyatakan valid (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tesebut. Pernyataan dinyatakan valid jika rhitung > rtabel.

Uji validitas berguna untuk mengukur validitas (kesahihan) instrumen (angket). Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk menguji validitas instrumen yang digunakan rumus korelasi product moment dengan rumus:

𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 𝑋𝑌 − 𝑋 𝑌

𝑁 𝑋2− 𝑋 2 𝑁 𝑌2 − 𝑌 2

Keterangan : r = koefesien korelasi n = jumlah responden X = variabel bebas Y = variabel terikat

Setelah dilakukannya uji coba intrumen didapat item valid dari varibel pola asuh adalah 1, 5, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 28, 31, 33, 34, 35, 37, 38, 45, 50, 54, 58, 59, 61, 62, 65 dan item gugur yaitu 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 18, 21, 26, 27, 29, 30, 32, 36, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 46, 47, 48, 49, 51, 52, 53, 55, 56, 57, 60. Sedang uji coba intrumen variabel konsep diri didapat item valid adalah 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 29, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, dan item guru yaitu 3, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 28, 30, 31, 46, 47, 48, 49, 50.

(9)

dikeluarkan dan hanya item valid yang dimasukkan dalam intrumen angket penelitian.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten,apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama pula.9

Uji ini yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran data dapat memberikan hasil relatif tidak berbeda bila dilakukan pada subjek yang sama atau untuk menunjukkan adanya kesesuaian sesuatu yang diukur dengan jenis alat likert yang digunakan,dengan menggunakan

Cronbachs alpha:

𝑟

11= 𝑘𝑘−1 1 𝜎𝑏

2

𝜎𝑡2 Keterangan : 𝑟11 = reliabilitas instrumen

t𝜎𝑡2 = varian total

k = banyak butir pertanyaan

𝜎𝑏2= jumlah varian butir

Berdasarkan penghitungan dengan menggunakan program SPSS V.20 di dapat reliabilitas sebagai berikut:

Tabel 3.5 Reliabilitas Pola Asuh

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,837 31

9

(10)

Tabel 3.6

Reliabilitas Konsep Diri

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,833 34

Jadi dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel pola asuh dan konsep diri reliabel karena syarat suatu data itu dikatakan reliabel sebesar 0,60 dan didapatkan reliabilitas pola asuh 0,837 dan konsep diri 0,833. F. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan secara kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari subjek melalui skala ukur ditransformasi ke dalam angka-angka menjadi data kuantitatif, sehingga data tersebut dapat dianalisis dengan pendekatan satatistik. Uji hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik korelasi

Product Moment dari Karl Pearson. Rumus Product Moment

N . ∑ XY –(∑ X) (∑ Y) rxy =

√ [N . ∑ X² - (∑ X )²] [ N . ∑ Y² - (∑ Y)²] Keterangan :

N = Jumlah subjek penelitian

xy

r = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

X = Variabel bebas

Y = Variabel terikat

X = Jumlah skor variabel X

Y = Jumlah skor variabel Y10

10

(11)

Tabel 3.7 Tabel Interpretasi 𝐫𝐱𝐲 Besarnya “r”

Product Moment (𝐫𝐱𝐲)

Interpretasi

0,00 – 0,20 Antara Variabel X dan Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara Variabel X dan Variabel Y).

0,20 – 0,40 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah.

0,40 – 0,70 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup.

0,70 – 0,90 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.

0,90 – 1,00 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau tinggi.

Sumber: diadaptasi dari Anas Sudijono11

11

Gambar

Tabel 3.1 Populasi Penelitian
Tabel  3.2 Sampel Penelitian
Tabel 3.3 Kategori Jawaban dan Skor Setiap Jawaban
Tabel 3.4
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sementara, peralatan yang digunakan dalam pengamatan komunitas karang dan populasi kerapu terdiri dari peralatan dasar selam dan Peralatan SCUBA (self contain underwater

Rangkuti (2013:20) menjelaskan bahwa “Analisis SWOT adalah proses analisis faktor-faktor strategis perusahaan kekuatan (Strenght), kelemahan (Weakness), peluang

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, uang saku dengan perilaku konsumsi makanan kariogenik dan menyikat gigi anak

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer yang artinya tidak ada hubungan wajib

Setelah dilakukan overlay terhadap data titik panas dapat disimpulkan bahwa wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak dengan nilai tertinggi pada kejadian kebakaran hutan dan

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang perawatan terapi intravena terhadap kejadian phlebitis di bangsal

kata atau kontraksi dari dua kata yang berbeda, 7. penggunaa bahasa Inggris secara utuh.. Dari empat pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian protesis

Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi antara curah hujan, kelembaban, jumlah penduduk dan angka bebas jentik dengan kejadian Demam