• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Tulis Tetap Sehat Dengan Secangkir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Karya Tulis Tetap Sehat Dengan Secangkir"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

“Minum kopi itu nikmat banget!” kata banyak orang. Karenanya, bagi banyak orang, sepertinya memulai hari tidaklah sempurna tanpa secangkir kopi. Selain nikmat, aromanya yang muncul dari secangkir kopi terbukti mampu memberikan kesegaran baru dan memacu otak untuk bekerja lebih cepat. Itulah salah satu alasan mengapa minuman ini sangat digemari orang di seluruh dunia.

Sayangnya, dari sekian banyak penikmat kopi di dunia, tidak banyak yang punya pengetahuan cukup perihal minuman kegemaran mereka. Banyak orang beranggapan bahwa kandungan kafein yang ada di dalamnya tidak baik bagi kesehatan sehingga konsumsi kopi perlu dihentikan. Misalnya, orang mengaitkan penyakit jantung koroner dan hipertensi dengan volume dan frekuensi minum kopi. Juga mengaitkan kebiasaan minum kopi dengan risiko diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Padahal berbagai hasil riset bidang kesehatan justru menunjukkan data-data yang sangat berbeda dengan pandangan umum tersebut. Contohnya, konsumsi kopi setiap hari dengan dosis yang wajar justru membuat tubuh kita makin sehat dan banyak memberikan manfaat mulai dari mengurangi derita sakit kepala, mencegah cidera otot saat berolahraga, mencegah gigi berlubang, hingga memperkaya antioksidan tubuh, dan masih banyak manfaat lainnya.

(2)

1.2 Tujuan Pembahasan

Penulisan makalah ini bertujuan agar pembaca selaku penikmat kopi sejati mempunyai bekal pengetahuan yang cukup memadai perihal minuman tersebut, dan tidak lagi memiliki anggapan yang keliru. Disamping itu karya tulis ini disusun untuk melengkapi syarat mengikuti Ujian Nasional Akhir Sekolah yang diwajibkan bagi siswa-siswi kelas IX SMP.

1.3 Pembatasan Masalah

Informasi mengenai kopi memang tidaklah sedikit. Agar pembahasan lebih terarah dan tidak terlalu berbelit-belit, maka dalam karya tulis ini kami meringkas dari sekian banyak informasi mengenai hal-hal yang telah kami sebutkan sebelumnya agar lebih mudah dimengerti dan tentunya mengurangi timbulnya kesalahpahaman bagi pembaca.

1.4 Merumuskan Masalah

Bagaimana upaya sehat tanpa harus meninggalkan secangkir kopi sebagai minuman favorit?

1.5 Metode Pengumpulan Data

Data yang dikemukakan dalam karya tulis ini diperoleh melalui berbagai cara, yaitu dengan membaca buku-buku sumber yang memuat informasi tentang kopi. Selain buku, kami juga mendapatkan berbagai informasi dari internet.

1.6 Sistematika Penulisan

Karya tulis ini disusun dengan urutan sebagai berikut: Bab I: Pendahuluan

(3)

Bab II: Pembahasan

Mengemukakan masalah yang bersumber dari data-data yang diperoleh dan dibandingkan dengan teori yang terdapat pada berbagai sumber.

Bab III: Penutup

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Kopi

Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah, yang berarti kekuatan. Istilah ini kemudian digunakan oleh negara-negara lainnya melalui perubahan lafal menjadi café (Perancis), caffe (Italia), kaffe (Jerman), koffie (Belanda), coffee (Inggris), dan coffea (Latin). Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

Pada awalnya orang-orang Eropa mengira kopi berasal dari Yaman, negara di ujung selatan Semenanjung Arab. Tapi bukti botanis mengungkapkan bahwa Coffea arabica adalah jenis kopi terbaik di dunia yang berasal dari dataran tinggi Ethiopia. Hubungan dagang yang terjadi kurang lebih 800 tahun SM kemungkinan menjadi alasan utama biji kopi arabika akhirnya bisa menyeberangi Laut Merah menuju Yaman.

Pada masa itu, kopi terlebih dahulu digunakan sebagai obat. Setelah beberapa waktu kemudian kopi mulai dinikmati sebagai minuman seperti yang kita kenal sekarang. Terlepas dari legenda, mitos, dan klaim berbagai pihak, sejarah mencatat penanaman komersial kopi pertama kali dilakukan di dataran Arab pada abad ke-15. Dalam waktu yang lama, perdagangan komoditi ini dijaga dengan sangat ketat, di mana para petani Arab berusaha dengan berbagai cara untuk mencegah bibit tanaman kopi mereka keluar dari wilayah. Bahkan pada masa itu haram hukumnya dan bisa dihukum mati bila membawa biji kopi yang tidak direbus atau disangrai keluar dari Semenanjung Arab.

(5)

1650 dengan cara menelan tujuh biji kopi ke dalam perutnya. Biji kopi tersebut kemudian ditanam di Chickmaglur, India Selatan, dan berkembang dengan subur.

Dari Semenanjung Arap pula kopi selanjutnya menyebar ke Eropa dan menjadi populer pada abad ke-17. Saat itu Belanda tercatat sebagai negara pengimpor kopi dalam skala besar dari pelabuhan Mocha, Yaman ke Eropa. Dan dengan cepat kopi pun menyebar ke seluruh Eropa, termasuk Italia, Inggris, dan Perancis. Karena biji kopi tidak bisa tumbuh dengan baik di iklim dingin Eropa, dan hanya dapat tumbuh di dataran tinggi daerah tropis. Karenanya pedangang Belanda membawa biji kopi ini ke Sri Lanka dan Pulau Jawa.

Pada abad ke-18, pedagang serta kolonis memperkenalkan kopi pada Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Lingkungan alamnya terbukti merupakan tempat yang tepat untuk bertanam kopi sehingga kopi dapat tumbuh menyebar dengan cepat. Namun, pada awal kedatangannya kopi kurang mendapat perhatian karena masyarakat di sana lebih menyukai minuman beralkohol seperti anggur. Minat orang Amerika terhadap kopi baru tumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, dimana akses impor teh terputus sementara. Seiring waktu berjalan, kopi mulai mendapat tempat sebagai minuman sehari-hari hingga kopi dijadikan minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Bahkan kedai kopi waralaba asal Seattle bernama Starbucks yang berdiri di tahun 1971 kini sudah menjadi kedai kopi waralaba terbesar di dunia dengan lebih dari 5.000 gerai di seluruh dunia.

2.2 Minuman Terlarang

(6)

Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkannya, konsumsi kopi dilarang oleh para imam konservatif dan ortodoks di majelis keagamaan di Mekah, Arab Saudi. Namun karena popularitas minuman ini, larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai dan gudang kopi ditutup.

Seabad kemudian, tepatnya pada tahun 1656, Wazir Kerajaan Utsmaniyah mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi, dan menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Tetapi, bertahun-tahun kemudian, pelarangan minum kopi di Timur Tengah lambat-laun terkikis, sehingga konon jika seorang suami melarang istrinya minum kopi, si istri bisa memakai alasan ini untuk meminta cerai.

Dari berbagai negara yang dulunya menghujat kehadiran kopi, justru terlahir inovasi-inovasi baru yang semakin memberi kenikmatan lebih dari seni minum kopi di seluruh dunia.

2.3 Masuknya Kopi di Indonesia

Kopi mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1696 ketika Walikota Amsterdam, Nicholas Witsen, memerintahkan komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian Ommen, untuk membawa biji kopi ke Batavia. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kedawung yang kini lebih dikenal dengan Pondok Kopi. Beberapa waktu kemudian kopi menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, hingga kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor.

(7)

dan dalam tempo 10 tahun ekspor meningkat sampai 60 ton/tahun. Karenanya, Hindia-Belanda menjadi tempat perkebunan pertama di luar Arabian dan Ethiopia yang membuat VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 sampai 1780.

Penderitaan akibat koffiestelsel kemudian berlanjut dengan cultuurstelsel alias sistem tanam paksa. Melalui sistem tanam paksa yang diciptakan Johannes van den Bosch (1780-1844) ini, rakyat diwajibkan untuk menanam komoditi ekspor milik pemerintah, termasuk kopi pada seperlima tanah yang digarap, atau bekerja selama 66 hari di perkebunan-perkebunan milik pemerintah. Akibatnya terjadi kelaparan di tanah Jawa dan Sumatera pada tahun 1840-an. Namun berkat cultuurstelsel itu Jawa menjadi pemasok biji kopi terbesar di Eropa. Di antara tahun 1830-1834 produksi kopi arabika di Jawa mencapai 26.600 ton, selang 30 tahun kemudian produksi kopi tadi meningkat menjadi 79.600 ton.

Titik puncak produksi kopi di Jawa pada abad ke-19, yang pada tahun 1880-1884 mencapai 94.400 ton. Saat itu, kopi memainkan peran lebih penting dari gula tebu. Nilai ekspor kopi rata-rata tahun 1865-1870 mencapai 25.965.000 gulden, dan dalam periode yang sama nilai ekspor rata-rata gula tebu hanya mencapai 8.416.000 gulden.

(8)

Lintong, dan Sidikalang (Sumatera Utara), serta dataran tinggi Gayo (DI Aceh).

Setelah kopi arabika, mulai diperkenalkan kopi liberika yang lebih tahan lama, namun ternyata terserang hama lagi. Kemudian kopi Robusta mulai diperkenalkan di Indonesia pada awal 1900-an untuk mengganti kopi liberika dan arabika yang hancur lantaran hama. Kopi yang tahan terhadap hama ini menjadi alternatif yang tepat terutama untuk perkebunan kopi di daerah dataran rendah. Saat ini, produksi kopi di Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia.

2.4 Proses Pembuatan Kopi

Butuh perjalanan yang berliku-liku dan juga perlakuan istimewa agar si biji hitam ini bisa menghadirkan cita rasa yang berkualitas, nikmat, dan menyegarkan.

2.4.1 Pertumbuhan Tanaman

Tanaman kopi merupakan spesies tanaman berbentuk pohon yang temasuk dalam famili rubiaceae dan genus coffea. Tanaman ini tumbuh tegak, bercabang, dan bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi 12 meter. Daunnya mengkilap berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing, dan pertumbuhan daunnya berhadapan dengan batang, cabang, dan ranting-ranting.

Sekalipun bisa tumbuh hingga 12 meter, pohon kopi tidak pernah dibiarkan tumbuh tinggi melebihi tinggi orang dewasa. Pohon yang menjulan tinggi akan menyebabkan biji kopi tumbuh menyebar dan hanya akan menyulitkan pemanenan dan perawatan. Karena itulah, pohon kopi selalu dipangkas secara berkala agar tumbuh menyamping.

(9)

sinar matahari sebanyak 30 persen saja. Maka para petani biasanya menanam tanaman yang lebih tinggi dari tanaman ini untuk melindungi dari sinar matahari langsung, seperti lamtorogung (petai cina), pohon durian, pisang, mengkudu, dan lain sebagainya.

2.4.2 Waktu Siap Petik

Tanaman kopi umumnya akan berbunga setelah berumur sekitar 2 tahun. Saat musim bunga datang, sebuah perkebunan kopi seketika berubah wujud menjadi ladang wewangian karena mekarnya kuncup bunga putih yang harumnya bisa tercium hingga radius 5 kilometer jauhnya. Sayangnya, keharuman alami ini tidaklah lama karena setelah itu kelopak bunga putih akan jatuh ke tanah dan menyisakan calon buah kopi yang sering disebut cherries, kemudian mulai bergerombolan bulat berwarna hijau di dasar dedaunannya.

Dari mulai keluar kuncup bunga hingga beralih rupa menjadi biji kopi siap petik, setidaknya membutuhkan waktu 6-7 bulan lamanya. Ketika matang, buah kopi berubah warna menjadi warna merah cerah, namun ada juga varietas yang buah kopinya berubah menjadi kuning keemasan saat matang. Di saat musim petik inilah, perkebunan kopi seketika berubah menjadi ladang buah merah yang terlihat sangat cantik dibalik rimbun pepohonan kopinya. Bila panen berhasil, satu pohon kopi bisa menghasilkan kurang lebih 0,5-5 kilogram kopi setahun, tergantung pada tanah, iklim, dan faktor-faktor lain.

2.4.3 Pemetikan dan Pengupasan

(10)

pengupasan, kulit buah akan dibuang dan dijadikan kompos atau pupuk organik. Yang diambil hanya bijinya saja.

Untuk mendapatkan bijinya, kopi harus dipisahkan dari tiga lapis kulit dan selapis daging buahnya. Proses pengupasan ini memang memerlukan proses yang cukup kompleks dan proses tersebut nantinya juga akan menentukan penampilan, kualitas rasa, dan harga biji kopinya.

Perkebunan kopi kecil biasanya lebih menyukai pengupasan dengan sistem kering karena tidak membutuhkan pengadaan peralatan khusus yang harganya pun terbilang mahal. Caranya, setelah dipetik biji-biji kopi itu kemudian dijemur di bawah terik matahari seperti halnya menjemur padi, dalam waktu 3 minggu. Setelah kulit luarnya terkelupas, biji kopi dijemur kembali dan dikeringkan dengan mesin. Sebaliknya, perkebunan kopi besar lebih memilih sistem pengupasan basah karena terbilang lebih efektif. Caranya, buah kopi dicuci dalam sebuah tempat yang dialiri air terus menerus hingga biji kopi terpisah dari kulitnya.

Setelah melalui proses pengeringan dan penyortiran, biji kopi siap dikemas dalam karung goni untuk kemudian dijual ke tempat penyangraian. Uniknya, untuk menjaga kualitas kopi olahan, ada beberapa pabrik kopi yang tidak langsung menyangrai biji kopi yang dibeli dari petani. Akan tetapi menyimpan biji-biji kopi itu selama 5-8 tahun lamanya, konon itulah waktu terbaik untuk menyimpan biji kopi. Semakin lama waktu penyimpanan, maka semakin rendah pula kandungan kafein dalam kopi.

2.4.4 Pemanggangan

(11)

minyak dari dalam biji kopi sehingga biji kopi tampak mengkilap setelah dipanggang. Kualitas pemanggangan menentukan kualitas cita rasa ketika disajikan sebagai minuman. Karena itu, selama dipanggang, biji kopi harus dipanaskan pada mesin pemanggang yang terus berputar sehingga semua biji terpanggang rata. Durasi pemanggangan pun harus tepat. Bila kurang lama, biji kopi tidak matang benar, namun jika terlalu matang maka akan gosong, rasanya pun menjadi pahit dan baunya kurang sedap. Hilangnya kadar air saat pemanggangan menyebabkan kualitas kopi menyusut.

Durasi pemanggangan kopi tergantung dari jenis biji kopinya. Biji kopi asal Indonesia tidak sepadat biji kopi Amerika Latin, jadi proses pemanggangan hanya sebentar antara 5-7 menit. Jarang ada yang kuat dipanggang selama 11-15 menit seperti kopi Amerika Latin, jika dipaksakan akan gosong dan aroma kopi akan hilang saat diseduh. Dan apabila proses pemanggangan dijalankan dengan baik, maka biji kopi akan mengeluarkan aroma yang segar dan begitu menggugah selera.

2.4.5 Kualitas

Kualitas biji kopi sangat ditentukan oleh ketinggian tanah tempat tumbuhnya, dan juga spesies tanamannya. Namun, variable lain yang ikut berperan adalah proses pengolahannya mulai dari saat penanaman, pemetikan, pengupasan, pengeringan, hingga proses pemanggangannya. Karena itu, proses pengolahan yang cermat akan menjadikan mutu kopi menjadi berkualitas. Setelah proses pengolahan, variable terakhir yang menentukan kualitas adalah aroma dan rasa saat dituangkan dalam cangkir yang kita minum. Penilaian kualitas akan berakhir setelah aroma kopi masuk ke hidung dan rasa kopi dicecap lidah.

2.4.6 Aroma dan Cita Rasa

(12)

secangkir kopi panas, yang pertama kali harus dilakukan adalah menikmati aromanya. Setelah itu barulah kopi diseruput masuk ke mulut dan dicecap lidah untuk kemudian dideskripsikan cita rasanya. Proses semacam itulah yang biasa disebut coffee tasting, yakni smell (mencium), slurp (menyeruput), dan describe (menggambarkan).

2.5 Kopi Organik

Kemasan kopi organik dan nonorganik memang nyaris tak bisa dibedakan, kecuali harganya yang sedikit lebih mahal lantaran kopi organik menawarkan kualitas kopi yang lebih baik bagi kesehatan daripada kopi nonorganik.

Bisa dibilang tampilan buah pada kopi organik sedikit jelek atau sedikit kusut ketimbang kopi nonorganik. Rasa kopinyapun bisa dibilang kurang nendang untuk peminum kopi sejati. Walaupun sedikit jelek, namun kopi ini bermutu tinggi karena ditumbuhkan secara alami tanpa menggunakan pestisida dan pupuk buatan. Beberapa perkebunan yang menanam kopi ini memang memperhatikan sekali kualitas kopi yang mereka tanam. Mereka memupuk pohonnya dengan pupuk alami seperti kotoran ternak hingga dedaunan dari pohon yang tumbuh menjulang melindungi tanaman kopi. Tak hanya itu saja, kulit kopinya tidak dibuang, namun diolah menjadi pupuk alami. Jadi, tak ada yang terbuang sia-sia.

Untuk membunuh hama pengganggu, para petani tidak menggunakan pestisida, melainkan dengan menanam tanaman yang sangat ditakuti hama kopi, yaitu orok-orok atau Ketrosia candida, ini adalah pupuk alami sekaligus perangkap hama yang mengganggu tanaman kopi. Untuk hama kutu dompol hanya menggunakan selang air untuk mengusirnya.

(13)

adalah pemicu laris manisnya produk organik. Manfaat kopi ini akan langsung terasa begitu mencicipinya. Tubuh akan menjadi sehat dan hidup pun makin berkualitas.

2.6 Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Seringkali orang bilang kopi itu tidak baik bagi kesehatan. Alasannya, kandungan kafein yang ada di dalam kopi bisa mendatangkan berbagai penyakit sehingga oleh sebagian orang kopi dikutuk dan dicampakkan ke dalam golongan minuman tak sehat. Ketika tubuh mulai sakit-sakitan, kopi segera dienyahkan dari menu harian.

Dalam penelitian, kopi memberikan banyak manfaat bagi manusia jika diminum dengan dosis yang tepat, maksimal tiga cangkir kopi per hari setara dengan 300 gram kafein yang terkandung dalam kopi. Kandungan kafein dalam secangkir kopi biasanya 100 gram, sehingga tiga cangkir kopi per hari masih dalam dosis yang aman. Bagaimanapun, kopi memiliki efek positif dan efek negatif bagi kesehatan.

2.6.1 Efek Positif Kopi

Kontroversi soal efek positif dan negatif kopi terhadap kesehatan belum juga reda hingga saat ini. Meski demikian, sejumlah penelitian berhasil membuktikan beberapa manfaat positif kopi bagi kesehatan.

a. Mengurangi derita sakit kepala

(14)

penghilang sakit dan membatasi pembesaran pembuluh darah ke kepala yang dapat menyebabkan migran.

b. Mencegah cidera otot saat berolahraga

Sebuah studi mengatakan, minuman berkafein bisa meningkatkan stamina dan memulihkan ketegangan otot pasca-berolahraga.

c. Mengurangi resiko kanker hati

Konsumsi kopi mampu menurunkan risiko kanker hati sampai separuhnya. Penelitian di langsungkan selama 10 tahun untuk menentukan kopi yang diminum orang dengan diagnosis kanker hati dan orang yang tak punya kanker. Dari penelitian ini ditemukan efek protektif kopi terjadi pada orang yang minum secangkir atau dua cangkit kopi sehari. Efek perlindungan itu meningkat jika minum 3-4 cangkir kopi. Kopi memiliki antioksidan yang ampuh melawan kanker. Uniknya, teh hijau yang dikenal sebagai antioksidan ampuh ternyata tak terbukti menurunkan risiko kanker hati.

d. Menghambat penyakit liver

Mengonsumsi kopi terbukti bisa memperlambat penyebaran penyakit liver dan hepatitis C. Pasien yang minum tiga gelas kopi tiap harinya bisa memperlambat penyakit liver hingga 53 persen. Meminum kopi dengan dosis tertentu juga dapat memperpanjang umur seseorang yang sudah memiliki penyakit hepatitis C kronis. Namun, obat-obatan juga perlu sebagai penunjang kesembuhan.

e. Menurunkan risiko kanker payudara

(15)

38 persen. Kopi melepaskan phytoestrogen dan flavonoid yang dapat menahan pertumbuhan tumor.

2.6.2 Efek Negatif Kopi

Bagi sebagian orang, keharuman secangkir kopi seringkali dinikmati dengan sejumut keragu-raguan. Alasannya, ada tudingan kopi tidak baik bagi kesehatan, pendapat semacam itu memang ada benarnya. Dengan catatan, hal itu terjadi bila dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan dan memicu timbulnya berbagai penyakit.

a. Penyebab efek kecanduan

Kebiasaan minum kopi dalam dosis berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan kecanduan, baik secara psikologis maupun fisiologis. Ciri umumnya antara lain rasa lelah, lesu, dan mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi.

Minum kopi lebih dari tiga atau empat cangkir dalam sehari dapat menimbulkan jantung berdebar-debar, rasa gelisah, gugup, insomnia (sulit tidur), kepala pusing, tremor (tangan gemetar), bahkan mual sampai muntah-muntah. Karena itu, disarankan menyebar pengonsumsian, misalnya pagi, siang, dan sore hari.

b. Berbahaya bagi penderita hipertensi

(16)

c. Resiko kanker mulut

Kopi yang masih sangat panas dapat memberi efek kerusakan pada sel dalam mulut dan kerongkongan, yang jika dilakukan berulang kali dapat mencetuskan kanker pada bagian tersebut. Walaupun kaitan antara kopi dan risiko terkena kanker belum jelas, beberapa studi memperkirakan kemungkinan kopi mempengaruhi DNA dan meningkatkan risiko terkena kanker kandung kemih dan ovarian.

2.7 Tips Sehat Minum Kopi

Segala hal yang berlebihan memang akan menimbulkan banyak kerugian. Begitu pula dengan kopi. jika mengonsumsinya secara berlebihan, bukannya nikmat yang didapat, justru penyakit yang datang menyergap.

a. Dosis yang aman

Jumlah kopi yang cukup tidak akan membahayakan, bahkan akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh sendiri. Konsumsi 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi per hari masih dianggap aman. Kecanduan terhadap kafein diperkirakan jika konsumsi kafein per harinya lebih dari 600 mg atau setara dengan 5-6 cangkir kopi per hari selama 8-15 hari berturut-turut. Sedangkan 10 gram kafein per hari dapat berakibat fatal bagi manusia.

b. Kenali gejala awal

(17)

c. Perhatikan respon tubuh

Setiap orang berbeda-beda dalam merespon zat yang masuk dalam tubuh mereka. Jika bagi sebagian orang, meminum 2-3 cangkir kopi per hari bukanlah jadi masalah, namun ada juga yang merasakan efek samping dengan dosis yang sama. Maka, cara terbaik adalah perhatikan respon tubuh sendiri.

d. Kenali kandungan kafein

Kopi bukanlah satu-satunya minuman yang mengandung kafein. Kafein juga terkandung dalam minuman softdrink, teh, permen kopi, coklat, dan obat sakit kepala. Oleh karena itu, baiknya kita ketahui kandungan kafein pada produk-produk yang kita konsumsi. Jika dosis kafein dalam kopi yang kita konsumsi sudah tercapai, namun kita masih tetap mengonsumsi produk lain yang mengandung lebih banyak kafein, maka tetap saja dalam tubuh kita terkandung kafein yang berlebihan.

e. Tambahkan susu secukupnya

Setiap mengonsumsi enam ons kopi, tubuh bisa kehilangan lima milligram kalsium. Maka dengan begitu, kita bisa menyikapinya dengan menambahkan sekitar dua sendok susu kedalam kopi yang akan disedu.

f. Alkohol kurang tepat

Campuran kopi dengan alkohol sangat berbahaya, terutama bagi orang yang memiliki gangguan hati. Selain itu, hindari juga mencampuri krim ke dalam kopi untuk mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

g. Kopi bukan sahabat obat

(18)

h. Mereka yang dilarang mengonsumsi

Kopi sangat berbahaya bagi wanita hamil, balita, orang tua, orang dengan penyakit jantung, hipertensi, dan penderita maag, maka hentikan segera pengonsumsian kopi.

2.8 Trik Membuat Kopi Lebih Nikmat

Kesegaran dan kenikmatan secangkir kopi tidak bisa didapat hanya dengan asal teguk saja. Ada trik dan perlakuan tertentu agar kopi terasa lebih nikmat.

a. Pasangan ideal

Kopi juga punya pasangan ideal, pilih makanan kecil yang memiliki karakter yang sama dengan kopi yang akan diminum. Contohnya seperti kopi Amerika Latin yang beraroma coklat, lebih nikmat jika bersanding dengan cake chocolate.

b. Upss! Dingin

Aroma yang nikmat dari kopi akan hilang jika didiamkan lebih dari 15 menit. Selain tak lagi segar saat dicecap lidah, kenikmatannya pun hilang karena sudah tak tercium di hidung.

c. Hindari rokok saat ngopi

(19)

d. Takaran saji

Perbandingan tepat antara air dan kopi yang dimasukkan ke dalam cangkir juga menentukan kualitas secangkir kopi yang dibuat. Agar takarannya pas, masukkan 1-1,5 sdm kopi bubuk untuk setiap 200 ml air mendidih, lalu aduk hingga merata.

2.9 Cerita Unik Tentang Kopi

Barangkali tak pernah terbayangkan di benak Anda sebelumnya jika secangkir kopi yang nikmat menyimpan kisah perjalanan unik dari waktu ke waktu. Di sejumlah tempat dan negara ada beberapa legenda dan mitos mengenai kopi, meskipun kisah-kisah tersebut bercampur aduk antara mitos dan sejarah.

2.9.1 Minum Kopi Sebagai Hukuman

(20)

2.9.2 Kisah Raja Persia

Salah satu awal penghujatan terhadap kopi dimulai ketika terbit cerita yang ditulis penulis asal Jerman, Adam Oelshlazer, di abad ke-17. Dalam cerita berjudul Relation of a Voyage to Muscovie, Tartary and Persia, penulis tersebut mengolok-olok raja Persia yang begitu senang minum kopi, tetapi kurang tertarik dengan wanita bahkan istri-istrinya. Bahkan konon istri raja tersebut ikut menyindir sang raja dengan menyuruh para tukang pemelihara kuda-kuda kerajaan agar tidak perlu mengebiri kuda-kuda jantan yang terlalu agresif supaya lebih jinak. Melainkan, mereka cukup memberi makan kuda-kuda jantannya dengan kopi setiap pagi karena kuda-kuda itu akan kehilangan gairah dengan sendirinya dan lebih jinak. Cerita yang sarkastis ini konon sempat menghancurkan perdagangan kopi selama 50 tahun di Perancis Selatan.

(21)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Selama beberapa tahun belakangan ini, para ahli telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai efek negatif konsumsi minum kopi. Namun, kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belumlah sampai pada kesimpulan akhir yang meyakinkan. Apa alasannya? Karena sampai saat ini kebanyakan para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan zat kimia di dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih sangat belum mencapai titik final dan masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

Maka dari itu, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari tiga cangkir per harinya. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibandingkan menikmati kopi secara berlebihan. Mengonsumsi kopi secara berlebihan justru akan mengurangi kenikmatan minum kopi itu sendiri. Jadi, nikmati kopi secara pas agar kesehatan lebih terjamin.

4.1 Saran

Harapan kami, mulai saat ini Anda sebagai penikmat kopi sejati mempunyai bekal pengetahuan yang cukup memadai perihal minuman kegemaran Anda tersebut, dan tidak lagi memiliki anggapan yang keliru tentangnya.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Sofiana, Nadya. 2011. 1001 Fakta Tentang Kopi. Yogyakarta. Cahaya Atma Pustaka.

Davids, Kenneth. 2001. Coffee, A Guide to Buying, Brewing and Enjoying. New York. St. Martin’s Griffin.

Website

http://www.kedaisinau.multiply.com/Sejarah Kopi dan Kedai Kopi

http://www.mediaindonesia.com/Selasa, 07 Juni 2008 18:00 WIB. Mitos Seputar Kopi

http://www.pikiran-rakyat.com/Minggu, 08 November 2009. Sejarah Perjalanan Kopi, Sempat Menjadi Minuman Terlarang

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, penelitian ini mengambil beberapa variabel fundamental perusahaan yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh faktor fundamental terhadap risiko

Jika Anda perlu mengubah pengaturan 3G/4G atau mengakses pengaturan lanjutan dari perangkat, lihat "Mengakses halaman konfigurasi

Kegiatan wisata dapat menimbulkan masalah ekologis padahal keindahan dan keaslian alam merupakan modal utama, oleh karena itu perencanaan dan penataan kawasan

Dari hasil penelitian kualitatif pelaksanaan program pembelajaran taman kanak-kanak program full day terhadap perbedaan motorik kasar dan bahasa lebih bermanfaat jika

Panitia Pengadaan Barang/Jasa pada Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Barat mengumumkan penyedia barang pelaksana pekerjaan untuk :.

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan indepth interview, penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan snowball pemilihan informan secara acak dan menggelinding

Hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja karyawan adalah peran antarpersonal, hal ini dapat