• Tidak ada hasil yang ditemukan

KISS batu 3-4 pebr 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KISS batu 3-4 pebr 2010"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

Kepala Bidang Statistik dan Pelaporan Bappeda Provinsi Jawa Timur

Batu, 4 Pebruari 2010

(2)

Evaluasi

Evaluasi

Evaluasi

Evaluasi

Pembangunan

Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah : proses

pengumpulan & analisis data secara sisternatis thd kinerja

penyelenggaraan pemerintahan daerah dg menggunakan sistem pengukuran

Kinerja

Sistem Pengukuran Kinerja : sistem yang digunakan untuk mengukur, menilai,

dan membandingkan secara

sistematis dan berkesinambungan atas kinerja

penyelenggaraan pemda.

Kinerja

Penyelenggaraan

Pemda : capaian atas penyelenggaraan

urusan pemerintahan daerah yg diukur dari masukan, proses, keluaran, hasil,

(3)

Indikator Kinerja Utama

Indikator Kinerja Utama

NO INDIKATOR KINERJA TAHUN 2008 TAHUN 2009 TARGET

TARGET CAPAIAN TARGET CAPAIAN 2010 2011 2012 2013 2014

1 Tingkat Pengangguran Terbuka/ TPT (%) 5,60 6,42 6,20 - 6,40 5,08 6,00 - 6,20 5,80 - 600 5,60 - 5,80 5,40 - 5,50 5,20 - 5,40

2 Persentase Penduduk Miskin terhadap Jumlah

Penduduk (%) 15,90 15,97 16,50 - 16,90 16,68 15,50 - 16,50 15,00 - 15,50 14,50 - 15,00 14,00 - 14,50 13,50 - 14,00

3 Pertumbuhan Ekonomi ADHK Tahun 2000 (%) 6,30 5,90 4,00 - 4,50 4,88 4,00 - 4,50 5,00 - 5,50 5,00 - 5,50 5,50 - 6,00 5,50 - 6,00

(4)

4

4

3.1 Tingkat

Pengangguran

Terbuka/TPT (%)

Sumber data : BPS Propinsi Jawa Timur

(5)

5

Grafik TPT dan MYS Menurut Kabupaten/Kota

Di Jawa Timur Tahun 2008

14 Pasuruan 15 Sidoarjo 75 Pasuruan 16Mojokerto 76Mojokerto 25 Gresik 77 Madiun 71 Kediri 78Surabaya 72 Blitar 79 Batu 73 Malang

(6)

. .

3.4 Persentase penduduk miskin

terhadap jumlah penduduk

(%)

(7)

NO. KABUPATEN/KOTA

RUMAH TANGGA SANGAT

MISKIN MISKIN HAMPIR MISKIN JUMLAH

1 [ 09 ] KAB. JEMBER 34.654 93.550 109.496 237.700 2 [ 11 ] KAB. BONDOWOSO 27.841 48.652 90.873 167.366 3 [ 07 ] KAB. MALANG 24.236 63.470 68.039 155.745 4 [ 27 ] KAB. SAMPANG 21.103 73.870 55.413 150.386 5 [ 29 ] KAB. SUMENEP 22.735 55.070 67.983 145.788 6 [ 14 ] KAB. PASURUAN 19.352 52.319 62.015 133.686 7 [ 10 ] KAB. BANYUWANGI 24.447 48.163 56.714 129.324 8 [ 22 ] KAB. BOJONEGORO 22.756 56.456 49.769 128.981 9 [ 13 ] KAB. PROBOLINGGO 20.660 50.005 42.290 112.955 10 [ 06 ] KAB. KEDIRI 18.825 42.483 50.375 111.683 11 [ 78 ] KOTA SURABAYA 12.558 47.065 50.494 110.117 12 [ 28 ] KAB. PAMEKASAN 15.807 44.834 48.376 109.017 13 [ 12 ] KAB. SITUBONDO 15.506 40.929 41.495 97.930 14 [ 26 ] KAB. BANGKALAN 14.050 47.249 36.220 97.519 15 [ 23 ] KAB. TUBAN 15.621 40.843 39.892 96.356 16 [ 18 ] KAB. NGANJUK 14.416 39.924 40.221 94.561 17 [ 21 ] KAB. NGAWI 16.409 33.209 40.500 90.118 18 [ 08 ] KAB. LUMAJANG 12.888 32.031 44.980 89.899 19 [ 24 ] KAB. LAMONGAN 15.669 39.193 29.832 84.694

(8)

NO. KABUPATEN/KOTA

RUMAH TANGGA SANGAT

MISKIN MISKIN HAMPIR MISKIN JUMLAH

20 [ 05 ] KAB. BLITAR 11.711 35.633 35.010 82.354 21 [ 02 ] KAB. PONOROGO 15.093 28.038 33.163 76.294 22 [ 17 ] KAB. JOMBANG 11.769 29.425 33.146 74.340 23 [ 15 ] KAB. SIDOARJO 10.854 18.755 32.362 61.971 24 [ 16 ] KAB. MOJOKERTO 9.562 22.574 29.799 61.935 25 [ 04 ] KAB. TULUNGAGUNG 7.902 27.462 24.910 60.274 26 [ 03 ] KAB. TRENGGALEK 10.664 32.008 14.734 57.406 27 [ 25 ] KAB. GRESIK 9.971 23.748 20.695 54.414 28 [ 19 ] KAB. MADIUN 8.758 21.764 19.907 50.429 29 [ 01 ] KAB. PACITAN 8.104 22.809 13.146 44.059 30 [ 20 ] KAB. MAGETAN 6.249 14.921 15.807 36.977 31 [ 73 ] KOTA MALANG 4.204 12.157 10.371 26.732 32 [ 71 ] KOTA KEDIRI 2.095 4.442 4.512 11.049 33 [ 75 ] KOTA PASURUAN 1.293 3.252 4.464 9.009 34 [ 74 ] KOTA PROBOLINGGO 1.415 2.836 4.033 8.284 35 [ 79 ] KOTA BATU 1.128 1.858 2.831 5.817

36 [ 77 ] KOTA MADIUN 1.009 1.651 2.830 5.490 37 [ 76 ] KOTA MOJOKERTO 906.000 1.752 2.217 4.875 38 [ 72 ] KOTA BLITAR 784.000 1.722 1.782 4.288

(9)

NO KABUPATEN/KOTA PPLS08 RTS

PERSENTASE TERHADAP RTS PPLS08

TAMBAHAN

1 [15] KAB. SIDOARJO 61,971 2,071 2,724 61,318 3.34 4.39 -1.05 2 [16] KAB. MOJOKERTO 61,935 3,270 3,385 61,820 5.28 5.47 -0.19 3 [24] KAB. LAMONGAN 84,694 570 6,792 78,472 0.67 8.02 -7.35 4 [25] KAB. LAMONGAN 54,414 1,975 3,671 52,718 3.63 6.75 -3.12 5 [26] KAB. BANGKALAN 97,519 443 803 97,159 0.45 0.82 -0.37 6 [27] KAB. SAMPANG 150,386 723 1,705 149,404 0.48 1.13 -0.65 7 [28] KAB. PAMEKASAN 109,017 3,322 2,312 110,027 3.05 2.12 0.93 8 [29] KAB. SUMENEP 145,788 2,194 3,621 144,361 1.5 2.48 -0.98 9 [76] KOTA MOJOKERTO 4,875 253 304 4,824 5.19 6.24 -1.05 10 [78] KOTA SURABAYA 110,117 2,124 2,892 109,349 1.93 2.63 -0.7

       

  JUMLAH 880,716 16,945 28,209 869,452 1.92 40.05 -14.53

(10)

. .

4.1 Pertumbuhan

Ekonomi ADHK

Tahun 2000

Sumber data : BPS Propinsi Jawa Timur

Keterangan : * ) Angka Diperbaiki , **) Angka Sementara

(11)

. .

11

11

4.4 Indeks Disparitas

Wilayah

Sumber data : BPS Propinsi Jawa Timur

Keterangan : * ) Angka Diperbaiki , **) Angka Sementara

Keterangan 2004 2005 2006 2007*) 2008**) 2009**)

-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7

1

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rupiah)

341.065 403.392 470.627 534.919 621.582 691.732

2

Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (ribu jiwa)

36.27 36.482 36.691 36.896 37.095 37.286

3 PDRB Per Kapita (Ribu

Rupiah) 9.404 11.057 12.827 14.498 16.756 18.552

Tahun Indeks Vw Perubahan

(1) (2) (3)

2005 116,57 1,50644 2006 116,31 -0,22304 2007 115,93 -0,32671 2008*) 115,81 -0,10351

2009**) 115,76 -0,04317

Koefisien Varians Williamson PDRB Per Kapita Jawa Timur

Tahun 2005-2009

Koefisien Varians Williamson PDRB Per Kapita Jawa Timur

(12)

Urutan Keterbandingan Relatif PDRB per Kapita

Urutan Keterbandingan Relatif PDRB per Kapita

Kabupaten/Kota

Kabupaten/Kota

terhadap PDRB per Kapita Provinsi Jawa Timur (Juta Rp.)

terhadap PDRB per Kapita Provinsi Jawa Timur (Juta Rp.)

Tahun 2007 – 2009

Tahun 2007 – 2009

No. 2007 2008*) 2009**)

1 2 3 4

1 Kota Kediri 166,89 Kota Kediri 188,87 Kota Kediri 207,35

2 Kota Surabaya 53,59 Kota Surabaya 62,27 Kota Surabaya 69,84

3 Kota Malang 27,21 Kota Malang 31,52 Kota Malang 35,07

4 Kab. Sidoarjo 24,74 Kab. Sidoarjo 27,86 Kab. Sidoarjo 30,44

5 Kab. Gresik 23,03 Kab. Gresik 26,34 Kab. Gresik 29,20

6 Kota Mojokerto 18,25 Kota Mojokerto 20,92 Kota Mojokerto 23,29 7 Kota Probolinggo 15,70 Kota Probolinggo 17,76 Kota Probolinggo 19,30

Provinsi Jawa Timur 14,50   16,69   15,57

(13)

No. 2007 2008*) 2009**)

1 2 3 4

20 Kab. Blitar 9,00 Kab. Blitar 10,41 Kab. Blitar 11,66 21 Kota Blitar 8,82 Kota Blitar 10,07 Kota Blitar 11,16 22 Kab. Sumenep 8,60 Kab. Magetan 9,91 Kab. Magetan 11,09 23 Kab. Magetan 8,55 Kab. Sumenep 9,85 Kab. Sumenep 10,90 24 Kab. Jombang 8,32 Kab. Jombang 9,48 Kab. Jombang 10,47 25 Kab. Pasuruan 8,10 Kab. Pasuruan 9,37 Kab. Pasuruan 10,46 26 Kab. Nganjuk 7,89 Kab. Jember 9,13 Kab. Jember 10,20 27 Kab. Jember 7,76 Kab. Nganjuk 9,03 Kab. Nganjuk 10,16 28 Kab. Kediri 7,50 Kab. Kediri 8,55 Kab. Kediri 9,50 29 Kab. Madiun 7,18 Kab. Madiun 8,23 Kab. Madiun 9,13 30 Kab. Ngawi 6,38 Kab. Ngawi 7,31 Kab. Ngawi 8,15 31 Kab. Lamongan 6,14 Kab. Lamongan 7,09 Kab. Lamongan 7,91 32 Kab. Bangkalan 6,03 Kab. Ponorogo 6,93 Kab. Ponorogo 7,72 33 Kab. Ponorogo 6,02 Kab. Bangkalan 6,74 Kab. Bangkalan 7,35

34 Kab. Bondowoso 5,49 Kab. Bondowoso 6,29 Kab. Bondowoso 7,02 35 Kab. Sampang 4,92 Kab. Trenggalek 5,59 Kab. Trenggalek 6,22 36 Kab. Trenggalek 4,82 Kab. Sampang 5,49 Kab. Sampang 5,95 37 Kab. Pamekasan 4,48 Kab. Pacitan 5,12 Kab. Pacitan 5,68

(14)

Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur Perbandingan

Absolut Antar Kabupaten /Kota di Jawa Timur dalam Kuadran

(15)

Perbandingan Absolut Antar Kabupaten /Kota di Jawa Timur dalam Kuadran

Tahun 2008

(16)

Perbandingan Absolut Antar Kabupaten /Kota di Jawa Timur dalam Kuadran

(17)

= =

17

17

4.8. Indeks Pembangunan Manusia

(IPM)

Perkembangan Angka IPM Selama Tahun 2004-2009

di Jawa Timur

Sumber data : BPS Propinsi Jawa Timur

Keterangan : * ) Angka Diperbaiki , **) Angka Sementara

No. Tahun an EkonomiPertumbuh IPM Angka IPM Tertinggi Angka IPM Terendah

Jml. Kab dng IPM dibawah

rata-rata Jatim

Jml. Kab dng IPM di atas rata-rata Jatim

-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8

2 2004 5,83 64,49 72,91 53,86 14 24

3 2005 5,84 66,84 74,21 53,83 18 20

4 2006 5,80 69,18 75,58 56,26 19 19

5 2007* 6,11 69,78 75,88 56,99 19 19

6 2008 ** 5,90 70,38 76,60 57,66 19 19

(18)
(19)
(20)
(21)

Potensi

Tahapan Tata cara

Penyusunan

Pengendalian

&

Evaluasi Koodinasi tk pemerintah daerah

Harmonisasi

HUBUNGAN ANTARA UU NO. 25/2004 DAN UU NO. 32/2004 DALAM PP No 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN,

PENGENDALIAN & EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

LATAR BELAKANG MEKANISME PROSES HASIL DAMPAK

Ps 30

Ps 154

(22)

PENGENDALIAN DAN EVALUASI

PENGENDALIAN DAN EVALUASI

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam PP 8 2008

Dalam PP 8 2008

(Pasal 46) (Pasal 46)

Menteri

Menteri melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah antar provinsi

antar provinsi

Gubernur

Gubernur melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah antar kabupaten/kota

antar kabupaten/kota

Bupati/Walikota

Bupati/Walikota melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan melakukan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah

daerah lingkup kabupaten/kotalingkup kabupaten/kota

Pengendalian

Pengendalian terhadap: (Pasal 44) terhadap: (Pasal 44)

– Kebijakan perencanaan pembangunan daerah;Kebijakan perencanaan pembangunan daerah; – Pelaksanaan rencana pembangunan daerah.Pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

Evaluasi

Evaluasi terhadap: (Pasal 47) terhadap: (Pasal 47)

(23)

PERUBAHAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (Pasal 50)

Rencana Pembangunan Daerah dapat diubah dalam hal : ayat 1

a. Hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan dan substansi yang dirumuskan belum sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perauran perundang-undangan; b. Terjadi perubahan yang

mendasar, atau

c. Merugikan kepentingan nasional

Perubahan rencana pembangunan

daerah ditetapkan dengan Perda (Psl 50 ayat 2)

 Pedoman pengendalian dan evaluasi rencana

(24)

Kinerja lnstansi

Pemerintah

Kinerja lnstansi Pemerintah adalah gambaran mengenai

tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi, dan strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan

kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

Pengukuran Kinerja adalah kegiatan manajemen

khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan

menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan

Pemantauan kinerja adalah serangkaian kegiatan

pengamatan perkembangan kinerja peiaksanaan kegiatan atau program dengan menggunakan infomasi: (I) hasil

(25)

Evaluasi kinerja Pembangunan Daerah terhadap pelaksanaan RPJMD Provinsi Jawa Timur 2006-2008 di Kab/Kota memunculkan permasalahan:

1.

1. Sejauh mana Sejauh mana rrelevansielevansi dokumen RPJMD Kabupaten/Kota dokumen RPJMD Kabupaten/Kota

dengan

dengan ddokumen RPJMD Provinsi Jawa Timur 2006 – okumen RPJMD Provinsi Jawa Timur 2006 – 2008

2008 ??

2.

2. Bagaimanakah Bagaimanakah eefektifitasfektifitas 7 Agenda Pembangunan yang 7 Agenda Pembangunan yang

tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur 2006 – 2008 di

tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur 2006 – 2008 di

10 Kabupaten/kota

10 Kabupaten/kota ??

3.

3. Bagaimanakah Bagaimanakah kontribusikontribusi pelaksanaan pelaksanaan RPJMD RPJMD

Kabupaten / Kota mendukung program yang ditetapkan

Kabupaten / Kota mendukung program yang ditetapkan

dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur

(26)

1.

1. Sistematika penulisan dalam penyusunan RPJMD ada Sistematika penulisan dalam penyusunan RPJMD ada

perbedaan penggunaan kata.

perbedaan penggunaan kata.

2.

2. Terdapat beberapa perbedaan pTerdapat beberapa perbedaan prioritas program rioritas program antaraantara

RPJMD Kabupaten atau Kota RPJMD Provinsi Jawa Timur.

RPJMD Kabupaten atau Kota RPJMD Provinsi Jawa Timur.

3.

3. Tidak seluruh daerah mengimplementasi 7 agenda Tidak seluruh daerah mengimplementasi 7 agenda

pembangunan

pembangunan

4.

4. Kabupaten/Kota memang belum mengetahui adanya Kabupaten/Kota memang belum mengetahui adanya

standar indikator yang telah ditetapkan oleh Pemerintah

standar indikator yang telah ditetapkan oleh Pemerintah

Kabupaten Jawa Timur. Akibatnya data-data kuantitatif

Kabupaten Jawa Timur. Akibatnya data-data kuantitatif

sesuai dengan indikator yang ditetapkan RPJMD Provinsi

sesuai dengan indikator yang ditetapkan RPJMD Provinsi

tidak banyak dimiliki di Kabupaten/Kota tersebut.

tidak banyak dimiliki di Kabupaten/Kota tersebut.

5.

5. Masing-masing Kabupaten/Kota memiliki kebijakan yang Masing-masing Kabupaten/Kota memiliki kebijakan yang

berbeda dalam penyusunan RPJMD.

berbeda dalam penyusunan RPJMD. Namun secara Namun secara

substansi program-program tersebut memiliki kesamaan

substansi program-program tersebut memiliki kesamaan

dengan program-program yang dimiliki Provinsi Jawa Timur.

dengan program-program yang dimiliki Provinsi Jawa Timur.

(27)

1.

1. Perlu adanya komunikasi dua arah mengenai adanyaPerlu adanya komunikasi dua arah mengenai adanya program, sasaran, program, sasaran,

dan

dan penentuan indikator terstandar antara provinsi dan kabupaten /kota penentuan indikator terstandar antara provinsi dan kabupaten /kota dalam pelaksanaan RPJMD.

dalam pelaksanaan RPJMD. Sehingga perlu konsultasi dan negosiasi Sehingga perlu konsultasi dan negosiasi dengan daerah dalam penyusunan indikator tersebut, mulai dari jenis data

dengan daerah dalam penyusunan indikator tersebut, mulai dari jenis data

hingga ukuran-ukuran indikator yang ditetapkan.

hingga ukuran-ukuran indikator yang ditetapkan.

2.

2. PPerlu erlu ada forum ada forum bersama bersama yang memfasilitasi Pemerintah Kabupaten atau yang memfasilitasi Pemerintah Kabupaten atau

Kota untuk mengungkapkan kondisi dan karakteristik daerahnya kepada

Kota untuk mengungkapkan kondisi dan karakteristik daerahnya kepada

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga dapat menentukan tujuan dan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga dapat menentukan tujuan dan

sasaran kebijakan secara tepat dan RPJMD Provinsi Jawa Timur dapat

sasaran kebijakan secara tepat dan RPJMD Provinsi Jawa Timur dapat

mengakomodir semua potensi daerah Kabupaten atau Kota.

mengakomodir semua potensi daerah Kabupaten atau Kota.

3.

3. Selain itu, konteks peningkatan keamanan dan ketertiban tumpang tindih Selain itu, konteks peningkatan keamanan dan ketertiban tumpang tindih

dengan tugas-tugas kepolisian, kecuali untuk pencegahan dan koordinasi.

dengan tugas-tugas kepolisian, kecuali untuk pencegahan dan koordinasi.

Maka dari itu, provinsi dan daerah perlu secara tepat menetapkan

Maka dari itu, provinsi dan daerah perlu secara tepat menetapkan

program-program yang menghindari tumpang tindih tersebut.

program-program yang menghindari tumpang tindih tersebut.

4.

4. Untuk mencapai efektifitas peran dan hasil pembangunan yang Untuk mencapai efektifitas peran dan hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu dilakukan perubahan

dilaksanakan pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu dilakukan perubahan

arah RPJMD, yaitu lebih menekankan pembangunan sesuai hubungan

arah RPJMD, yaitu lebih menekankan pembangunan sesuai hubungan

kewenangan provinsi dan daerah. RPJMD Provinsi Jatim semestinya

kewenangan provinsi dan daerah. RPJMD Provinsi Jatim semestinya

memokuskan pada pembangunan yang bersifat lintas daerah dan lintas

memokuskan pada pembangunan yang bersifat lintas daerah dan lintas

sektor pembangunan.

sektor pembangunan. Termasuk di dalamnya isu pelayanan publik.Termasuk di dalamnya isu pelayanan publik.

(28)
(29)

Gambar

Grafik  TPT dan MYS Menurut Kabupaten/Kota

Referensi

Dokumen terkait

• Pada akhir 1980-an perangkat lunak telah dikembangkan dengan pesat, misalnya sistem basisdata relational dBase dan Oracle, yang sangat berguna dalam pemrosesan data geografi... •

Untuk melakukan transmisi data diperlukanlah suatu media, media ini sendiri memiliki beberapa macam seperti bus, kabel yang biasa terdapat pada perangkat internal

Diagram alur dari algoritma Fuzzy C-Means yang digunakan berdasarkan jumlah data hasil produksi pertanian di 31 kecamatan di Kabupaten Jember, pada umumnya

Karena setiap detektor memiliki posisi dan juga orientasi yang berbeda terhadap pusat lensa, maka akan terjadi ketidakseragaman derajat kefokusan untuk setiap citra yang dihasilkan

Pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat block grant fakultas adalah kegiatan penelitian dan pengabdian yang dilaksanakan secara terstruktur (dengan Surat

Tidak ada seorang pun yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Atas dasar kebutuhan ini, seseorang

[r]