• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Nas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Nas"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Nasional yang Terdaftar di BEI PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak

1. Rasio Likuiditas

2. Current Ratio (Rasio Lancar) Tabel 4.1

Current Ratio (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama Perusahaan Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar CR

PT Unilever Indonesia Tbk

2012 5.035.962 7.535.896 66,82%

2011 4.446.219 6.501.681 68,38%

Sumber : Data yang diolah

b. Quick Ratio (Rasio Cepat)x100% Tabel 4.2

Quick Ratio (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama

Perusahaan Tahun Aktiva Lancar Persediaan Hutang Lancar QR

PT Unilever Indonesia Tbk

2012 5.035.962 2.061.899 7.535.896 39,47%

(2)

Sumber : Data yang diolah

2. Rasio Profitabilitas

a. Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor) Tabel 1.1

Gross Profit Margin (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama Perusahaan Tahun Laba Kotor Penjualan Bersih GPM

PT Unilever Indonesia Tbk

2012 13.889.126 27.303.248 50,87%

2011 12.006.413 23.469.218 51,16%

Sumber : Data yang diolah

1. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) Tabel 1.2

Net Profit Margin (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama Perusahaan Tahun Laba Bersih Setelah

Pajak Penjualan Bersih NPM

PT Unilever

Indonesia Tbk 2012 4.805.642 27.303.248 17,72%

(3)

Sumber : Data yang diolah

1. Return on Investment (ROI) Tabel 1.3

ROI (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama Perusahaan Tahun Laba Bersih Setelah Pajak Total Aktiva ROI

PT Unilever Indonesia Tbk

2012 4.805.642 11.984.979 40,38%

2011 4.160.209 10.482.312 39,73%

Sumber : Data yang diolah 1. Return on Equity (ROE) Tabel 1.4

ROE (Dalam Jutaan Rupiah)

Nama Perusahaan Tahun Laba Bersih Setelah Pajak Total Modal Sendiri ROE

(4)

Indonesia Tbk 2011 4.160.209 3.680.937 113,02%

Sumber : Data yang diolah

Rasio Likuiditas

PT Unilever Indonesia Tbk untuk tahun 2012 mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya peningkatan hutang lancar yang cukup besar terjadi dari tahun sebelumnya dan tidak di imbangi dengan kenaikan aktiva lancar.

Quick Ratio (Rasio Cepat)

PT. Unilever Tbk untuk tahun 2012 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, tetapi penurunannya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

Rasio Profitabilitas

Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

Perusahaan ini mengalami penurunan, penurunan sebesar 0,29%, hal ini disebabkan kenaikan penjualan bersih lebih besar daripada kenaikan laba kotor perusahaan.

Perhitungan rasio menunjukan pada perusahaan untuk dua tahun terakhir (2012-2011) sebesar 50,87%, 51,16%. Ini menunjukan bahwa setiap Rp 100 penjualan yang dihasilkan oleh

perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk pada tahun 2012 Rp 0,508 dan pada tahun 2011 sebesar Rp. 0,511.

Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)

PT Unilever Indonesia Tbk pada tahun 2012 net profit margin (NPM) mengalami penurunan yang tidak begitu besar, hanya sebesar 0,02% untuk PT Unilever Indonesia Tbk.

(5)

PT. Uniliver Indonesia Tbk pada tahun 2012 yang mengalami peningkatan. RIO pada tahun 2012 dan 2011 40,38%, 39,73%. Ini menunjukan setiap Rp 100 dana yang di investasikan pada PT. Tiga Pilar Sejahtera Food dapat menghasilkan laba sebesar Rp 0,403 pada tahun 2012 dan tahun 2011 sebesar Rp 0,397.

Return on Equity (ROE)

Referensi

Dokumen terkait

l,64x dibandingkan tahun 2014 dan penurunan sebesar 0,51%.. jika dibandingkan tahun 2013. Selain itu, terjadi fluktuasi pada piutang di tahun 2015 yaitu kenaikan sebesar

Jumlah Aset adalah sebesar Rp- 99.479.966.490,45.. yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp. Aset Tetap sebesar Rp. dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp. Selain itu,

Laba bersih konsolidasi tahun 2013 dibukukan sebesar Rp 691 miliar atau turun 2,3% dibandingkan laba bersih konsolidasi tahun 2012 sebesar Rp 707 miliar, yang terutama disebabkan

Pada tahun 2015, Rp 1 aset akan mampu memberikan laba neto sebesar Rp 0,081.Berdasarkan nilai ROA tahun 2009 – 2013 menunjukkan tingkat ROA BCA semakin meningkat, hal ini

Pada tahun ini terjadi peningkatan pada Piutang Dagang sebesar Rp 149.699 sedangkan jumlah dari Penjualan Kredit Harian mengalami sedikit penurunan sebesar Rp 70,31,

Margin pada tahun 2012 menggambarkan bahwa untuk laba bersih

UNTUK PIHAK BERELASI PADA TAHUN 2015 SEBESAR RP.244.435,- SEDANGKAN UNTUK TAHUN 2016 SEBESAR RP.737.977,- PENGUNGKAPAN : TERDAPAT PADA NOTES 7, BAHWA MANAJEMEN MENYATAKAN BAHWA SALDO

Dana Cadangan Nilai Dana Cadangan tahun 2010 pada laporan arus kas berasal dari nilai yang terdapat dalam Laporan perubahan ekuitas tahun 2010 yaitu sebesar Rp 16.821.509.044,-, nilai