92 Yuyun Desfrita Azura, 2016
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN D AN MENGUJI KONJEKTUR MATEMATIS D AN SELF-CONFID ENCE SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada BAB IV mengenai
peningkatan kemampuan menyusun dan menguji konjektur matematis dan
Self-Confidence siswa melalui pembelajaran berbasis masalah diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
1. Peningkatan kemampuan menyusun konjektur matematis siswa yang
memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa
yang memperoleh pembelajaran konvensional.
2. Peningkatan kemampuan menguji konjektur matematis siswa yang
memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang
memperoleh pembelajaran konvensional.
3. Self-Confidence siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah
lebih baik daripada Self-Confidence siswa yang memperoleh pembelajaran
konvensional.
5.2 Implikasi
Berdasarkan hasil tersebut maka pembelajaran berbasis masalah dapat
diterapkan dalam pembelajaran matematika lainnya maupun pembelajaran diluar
bidang matematika lainnya, dengan kata lain pembelajaran berbasis masalah dapat
93
Yuyun Desfrita Azura, 2016
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN D AN MENGUJI KONJEKTUR MATEMATIS D AN SELF-CONFID ENCE SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu
Melalui pembelajaran berbasis masalah siswa mampu menyelasaikan
masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat menerapkan
berpikir logis dan kritis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Self-Confidence
yang baik, siswa mampu berinteraksi dengan baik di lingkungannya, siswa
mampu mengemukakan argumentasi baik dalam pembelajaran maupun dalam
kehidupan sehari-hari.
5.3 Rekomendasi
Sebagai suatu rekomendasi dari penulis untuk peneliti selanjutnya
sebaiknya guru membuat perencanaan dengan matang terhadap materi yang akan
digunakan terlebih lagi harus relevan dengan model pembelajaran yang
diterapkan, dan dengan mempertimbangkan kemampuan siswa dan respon yang
mungkin akan diterima saat pembelajaran, dengan demikian tidak akan banyak
waktu yang terbuang yang diakibatkan oleh respon siswa yang tidak sesuai
harapan. Guru harus mempertimbangkan masalah yang disajikan pada saat
pembelajaran dengan pembelajaran berbasis masalah, apakah masalah tersebut
layak atau tidak untuk digunakan dalam pembelajaran berbasis masalah.
Selanjutnya, peneliti harus mempertimbangkan waktu untuk membangun