• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektifitas Beberapa Teknik Pengendalian Sethotosea asigna pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Rumah Kaca

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efektifitas Beberapa Teknik Pengendalian Sethotosea asigna pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Rumah Kaca"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

Marjan Sinaga. 2014. The Efectiveness of Several Techniques to Control Setothosea asigna on Vegetative Phase of Palm Oil in Greenhouse, supervised by Syahrial Oemry and Lisnawita. The research aim to find an effective control techniques of S. asigna on vegetative phase of palm oil in greenhouse. The research was held at Greenhouse of Agriculture Faculty University of Sumatera Utara, Medan since April – May 2014. The method of this research was Completely Randomized Design Non Factorial with seven treatments, M0 (control), M1 (2 gram MNPV/ litre of water), M2 (Bacillus thuringeensis concentration 7.5%), M3 (neem leaf extracts with concentration 4%), M4 (Forficulla auriculria three pairs), M5 (insecticide deltametrin with concentration 3%) and M6 (insecticide dimetoat with concentration 1%) respectively with four replication. The parameters are the percentage of mortality, symptoms death of pests and time death of pest. The result showed that the most effective of techniques was found in treatments M2, M3, M5, and M6 (100%), at 11 days after application, and less effective was found in M4 (17.5 %). The death of imago fastest in treatment M1, M3, M5, M6 occurred in 1 day after application, and longest is on treatment M4 occurred at 11 day after application.

Keyword : control technique, Setothosea asigna, mortality, time death

(2)

ABSTRAK

Marjan Sinaga. 2014. Efektifitas Beberapa Teknik Pengendalian Setothosea asigna pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Rumah Kaca, di bawah bimbingan Syahrial Oemry dan Lisnawita. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pengendalian yang efektif dalam mengendalikan S. asigna pada fase vegetatif kelapa sawit di rumah kaca. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2014 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial, dengan tujuh perlakuan yaitu M0 (kontrol), M1 (2 gram MNPV/ liter air), M2 (Bacillus thuringeensis konsentrasi 7,5%), M3 (ekstrak daun nimba konsentrasi 4%), M4 (Forficulla auriculria tiga pasang), M5 (insektisida deltametrin konsentrasi 3%) dan M6 (insektisida dimetoat konsentrasi 1%) dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas, gejala kematian hama dan waktu kematian hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling efektif terdapat pada perlakuan M2, M3, M5, dan M6 (mortalitas 100%) pada 11 hari setelah aplikasi, dan yang terendah M4 (mortalitas 17,5%). Waktu kematian hama tercepat terdapat pada perlakuan M1, M3, M5, M6 terjadi pada 1 hari setelah aplikasi, dan yang paling lama terdapat pada perlakuan M4 terjadi pada11 hari setelah aplikasi.

Kata Kunci : teknik pengendalian, Setothosea asigna, mortalitas, waktu kematian

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian : Uji Efektifitas Beberapa Bahan Aktif Insektisida Untuk Mengendalikan Ulat Api (Setothosea asigna Eecke) Pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Lapangan. Nama :

Judul Penelitian : Uji Efektifitas Beberapa Bahan Aktif Insektisida Untuk Mengendalikan Ulat Api (Setothosea asigna Eecke) Pada Fase Vegetatif Kelapa Sawit di Lapangan.. Nama :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insektisida yang paling efektif dan efisien untuk mengendalikan ulat api (S. asigna Eecke) pada kelapa sawit di lapangan.

Salah satu kendala yang paling penting dalam budidaya kelapa sawit.. adalah hama serangga, Setothosea asigna (Lepidoptera:

Gejala serangan yang disebabkan ulat api yakni helaian daun berlubang.. atau habis sama sekali sehingga hanya tinggal tulang

Peneliti dan Teknisi (Senior Researcher, Researcher and Tecnision): Pusat Peneliti Gabah dan Beras.. Serial Dilution of Nettle Caterpillar Viruses Applied as Bioinsecticide

asigna setelah aplikasi insektisida..

Pada umur 90 hari setelah perlakuan, jumlah daun tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P8 dengan rata-rata jumlah daun 12,67 helai dan jumlah daun tanaman terendah