• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMASARAN DALAM BISNIS BERBASIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PEMASARAN DALAM BISNIS BERBASIS"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PEMASARAN DALAM BISNIS BERBASIS ONLINE MELALUI MEDIA

SOSIAL

Oleh

Mega Alfiah

Fakultas Sastra, Universitas Komputer Indonesia [email protected]

Abstract

This scientific paper discusses about marketing strategies online based business through social media. According to the background of the scientific paper, this study aims to discusses what is the meaning of marketing strategy, what is the meaning of online business and social media, and what is a marketing strategy in an online-based business through social media .Based on the study of literature that has been done, obtained the definition of marketing strategies and online business and social media.Marketing strategy is a long-term, forward-looking approach to planning with the fundamental goal achieving a sustainable competitive advantage. Online business is an electronic business transaction via internet as the main communication media.The social media is a media for socializing online that allows interaction without limited space and time. The results of this study shows that the marketing strategy through social media is a great opportunity for business success by making their own marketing methods, different from others and be open to every change of the times in order to accommodate the market desires that always change with the changing times

Keywords: marketing strategic, online, social media.

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Manusia adalah salah satu dari banyaknya makhluk di muka bumi yang telah Tuhan (Allah) ciptakan. Mereka diciptakan secara beragam dengan bentuk fisik dan watak

yang berbeda-beda untuk dapat saling

melengkapi antara satu individu dengan individu yang lainnya. Manusia adalah

makhluk yang paling sempurna jika

diibandingkan dengan makhluk lainnya karena mereka diberikan akal sebagai media untuk berpikir.

Demi mempertahankan kelangsungan hidup, manusia membutuhkan makhluk lain sebagai penunjang bagi kehidupan mereka,

sebagai contoh yakni hewan dan tumbuhan. Manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bantuan akal, berupa sandang dan pangan dengan cara memanfaatkan tumbuhan dan hewan yang hidup di sekeliling mereka.

(2)

melakukan transaksi jual-beli dengan sistem barter (tukar-menukar). Barter adalah sebuah sistem dimana penjual dan pembeli saling menukarkan barang yang mereka miliki kepada calon penjual atau pembeli untuk ditukarkan dengan barang yang mereka butuhkan sehingga akan menghasilkan dua

hubungan dimana keduanya sama-sama

mendapatkan keuntungan.

Berbeda dengan saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi dan cara berpikir manusia yang semakin maju, manusia yang semula hanya membutuhkan sandang dan

pangan sebagai kebutuhan primer mereka

setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, mereka mulai membutuhkan papan sebagai kebutuhan sekunder. Tak berhenti sampai di situ, setelah

kebutuhan sekunder terpenuhi kebutuhan

mereka justru semakin meningkat karena munculnya tuntutan-tuntutan akibat perubahan zaman.

Saat ini, manusia telah menciptakan alat tukar berupa uang sebagai media resmi dalam melakukan transaksi jual-beli agar kegiatan tersebut dapat lebih memudahkan mereka. Namun, untuk mendapatkan uang tentu saja manusia perlu bekerja, dari sana mereka akan mendapatkan uang sebagai upah dari usaha yang telah mereka lakukan atau selesaikan. Masalahnya saat ini timbul problematika di tengah-tengah masyarakat mengenai minimnya lapangan pekerjaan. Keinginan manusia untuk bekerja terbilang tinggi, karena mendapatkan uang melalui bekerja dipandang merupakan cara yang harus mereka tempuh bila mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi jumlah tenaga kerja yang tidak seimbang dengan keinginan mereka untuk mempekerjakan orang lain atau dengan kata lain membuka lapangan pekerjaan telah membuat hal tersebut dapat menjadi ancaman besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rata-rata masyarakat Indonesia lebih memilih menjadi pegawai dengan gaji tetap tanpa mau repot untuk mengambil risiko mengalami kegagalan dalam merintis usaha mandiri dan mempekerjakan pegawai dengan mereka sebagai pemimpinnya. Padahal, saat ini peluang terbuka lebar bagi mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha

atau wirausahawan dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini yakni media sosial.

Dewasa ini, hampir setiap manusia dari berbagai kalangan baik remaja maupun orang tua, bahkan anak yang masih duduk di sekolah dasar sudah merasakan canggihnya teknologi komunikasi jarak jauh semisal telepon genggam. Melalui telepon genggam mereka bertukar informasi dengan bantuan koneksi internet sehingga mereka dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya. Jika memandang hal tersebut, seorang dengan mental petualang tentunya akan melihat celah bagi mereka untuk membuka usaha dengan media sosial sebagai alat bagi mereka untuk mengiklankan usaha mereka sehingga mereka juga berpeluang untuk merekrut pegawai yang kelak dapat mengurangi tingkat pengangguran sekaligus kemiskinan yang ada di Indonesia.

Berdasarkan pemaparan singkat

tersebut, Penulis merasa tertarik untuk

membahas hal ini menjadi topik utama dalam

tugas pembuatan karya tulis ilmiah

Entrepreneurship dengan tema pengusaha dan

strategi pemasaran yang diberi judul

“STRATEGI PEMASARAN DALAM

BISNIS BERBASIS ONLINE MELALUI MEDIA SOSISAL”.

1.2 Rumusan Masalah

Agar pembahasan karya tulis ilmiah ini tidak terlalu meluas, maka penulis

mengidentifikasi beberapa pembatasan

masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan strategi

pemasaran?

2. Apa yang dimaksud dengan bisnis online

dan media sosial?

3. Bagaimanakah strategi pemasaran dalam

bisnis berbasis online melalui media sosial?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai

penulis dalam karya tulis ilmiah ini

(3)

1. Untuk mengetahui makna dari strategi pemasaran.

2. Untuk mengetahui makna bisnis online

dan media sosial.

3. Untuk mengetahui strategi pemasaran

dalam bisnis berbasis online melalui media sosial.

1.4 Tinjauan Pustaka

1.4.1 Strategi Pemasaran

Bisnis adalah aktivitas yang banyak dilakukan manusia sebagai sarana alternatif bagi mereka untuk

mendapatkan materi. Dengan

berbisnis, manusia dapat meraih

keuntungan dan memenuhi segala

kebutuhan hidupnya. Namun,

membangun atau menjalankan sebuah

bisnis –sebagaimana disinggung pada

bahasan sebelumnya– tidak dapat dibilang mudah. Salah satu hal penting yang harus ada dalam sebuah bisnis adalah strategi pemasaran. Sebelum

masuk pada strategi pemasaran,

penulis akan memaparkan terlebih dahulu masing-masing definisi dari strategi dan pemasaran.

Strategi menurut John A

Byrne dalam Suyanto, 2007

mendefinisikan strategi sebagai sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang

berjalan dan yang direncanakan,

penyebaran sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan faktor-faktor lingkungan. Sementara itu Jack Trout dalam Suyanto, 2007 mengartikan inti dari strategi adalah bagaimana bertahan hidup dalam dunia kompetitif, bagaimana membuat persepsi yang baik di benak kosumen, menjadi berbeda, mengenali kekuatan dan kelemahan pesaing, menjadi spesialisasi, menguasai satu kata yang sederhana di kepala, kepemimpinan yang memberi arah dan memahami realitas pasar dengan menjadi yang pertama dari pada menjadi yang lebih baik.

Pemasaran adalah proses

sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang

mereka butuhkan dengan

menginginkan, menawarkan, dan

saling bertukar nilai dengan orang lain. Kebutuhan manusia adalah

keadaan kekurangan beberapa

kepuasan dasar. Orang membutuhkan makanan, pakaian, tempat tinggal, keamanan, kepemilikan, dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau oleh pemasar. Mereka ada dalam tekstur biologi manusia dan kondisi manusia.

Keinginan adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Meski kebutuhan masyarakat sedikit, keinginan mereka banyak. Mereka terus-menerus dibentuk dan dibentuk kembali oleh kekuatan sosial dan institusi, termasuk gereja, sekolah,

keluarga dan perusahaan bisnis.

Orang-orang di masyarakat yang berbeda berbeda dalam cara mereka memenuhi kebutuhan mereka.

Permintaan ingin produk yang

didukung oleh kemampuan dan

kemauan untuk membelinya.

Perusahaan harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang yang menginginkan produk mereka tapi, yang lebih penting, berapa banyak yang bersedia membelinya. Tujuan

pemasaran harus berdasarkan

keputusan-keputusan mengenai pasar sasaran, penentuan posisi pasar, dan bauran pasar. (Kotler, 1999)

Definisi lainnya, menurut Fox,

2007 pemasaran adalah

mengidentifikasi, mendapatkan, dan memelihara konsumen yang baik sehingga menghasilkan keuntungan.

Mengidentifikasi, menarik, dan

mendapatkan termasuk fungsi

prapenjualan, sedangkan memelihara

mencakup semua fungsi

pascapenjualan.

(4)

processes for creating, communicating and delivering value to customers and for managing customer relationships in ways that benefit the organisation and its stakeholders.”

American Marketing

Association mendefinisikan pemasaran

sebagai fungsi organisasi dan

serangkaian proses untuk

menciptakan, mengomunikasikan dan memberikan nilai kepada pelanggan

dan untuk mengelola hubungan

pelanggan dengan cara yang

menguntungkan organisasi dan

pemangku kepentingannya. (Prasad, 2015)

“Marketing strategy is a long-term, forward-looking approach to planning with the fundamental goal achieving a sustainable competitive advantage. Strategic planning involves an analysis of the company's strategic

initial situation prior to the

formulation, evaluation and selection

of market-oriented competitive

position that contributes to the

company's goals and marketing

objectives.”

Strategi pemasaran adalah

pendekatan jangka panjang dan

berpandangan ke depan terhadap perencanaan dengan tujuan mendasar untuk mencapai keunggulan kompetitif

yang berkelanjutan. Perencanaan

strategis melibatkan analisis situasi awal strategis perusahaan sebelum melakukan perumusan, evaluasi dan pemilihan posisi kompetitif yang berorientasi pasar yang berkontribusi pada tujuan dan sasaran pemasaran perusahaan.

Bicara soal berbisnis, tentu sudah banyak orang yang terjun di

bidang tersebut. Seseorang yang

menjalankan sebuah bisnis akan

mengalami beberapa fase dinamika

berbisnis, yaitu pengenalan, brand,

puncak, kemudian menurun. Dengan kata lain, jika seseorang menjalankan sebuah bisnis tanpa memiliki strategi

dalam memasarkan produk mereka –

minim berinovasi–, membuat sebuah terobosan baru yang tidak akan membuat konsumen jenuh, maka sudah barang pasti bisnis tersebut akan cepat hancur tergerus oleh pengusaha-pengusaha lain yang pandai menarik perhatian konsumen dengan rutin melahirkan inovasi-inovasi baru yang menyegarkan.

1.4.2 Bisnis Online dan Media Sosial “Business may be defined as an activity involving regular productionor purchase of goods and services for sale, transfer and exchangewith the object of earning profit.”

Bisnis dapat didefinisikan

sebagai kegiatan yang melibatkan

produksi reguler atau pembelian

barang dan jasa untuk dijual, ditransfer

dan ditukar dengan objek laba

produktif. (Prasad, 2015)

Di bawah ini banyak sekali pengertian dan definisi dari bisnis

online, media sosial dan lain

sebagainya. Satu dan lainnya saling melengkapi satu sama lain. Berikut pemaparannya:

Bisnis online, yaitu aktivitas bisnis yang dilakukan tidak secara

langsung atau dilakukan melalui

internet sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen.

Bisnis online adalah suatu tindakan melakukan transaksi bisnis

secara elektronik dengan

menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama. Para pelaku bisnis online ini lebih banyak

fokus dengan gadget mereka agar

dapat tetap terhubung dengan para (calon) pembeli. (J. Robert. E, 2001)

(5)

a voting process to make media items become "popular".”

Media sosial adalah media online partisipatif dimana berita, foto, video, dan podcast dipublikasikan melalui situs media sosial melalui penyerahan. Biasanya disertai dengan

proses pemungutan suara untuk

membuat barang media menjadi

"populer". (W. John & Sons, 2012) Di Indonesia, telah menjamur marketplace atau tempat kegiatan usaha berupa toko internet di mal internet sebagai tempat jual beli barang dan/atau jasa (Sakti, 2014), misalnya saja L***da dan Shop**. Marketplace-marketplace ini kemudian dimanfaatkan oleh para pebisnis online agar mereka memiliki ruang yang lebih luas untuk dapat memasarkan produk yang mereka jual. Namun tentu saja, mereka perlu bersaing untuk dapat mempertahankan posisi yang telah mereka raih karena tentu pebisnis online di Indonesia ribuan jumlahnya.

Sarana bagi pebisnis online untuk memasarkan produk juga tidak

hanya berhenti di marketplace.

Dengan berbekal akal, manusia mulai berpikir dan memunculkan ide-ide baru. Di samping membuka toko online di mal internet pebisnis online juga mulai merambah ke ranah media

sosial yang banyak digandrungi

masyarakat dari berbagai kalangan semisal facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.

Media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan

waktu. Sosial media menghapus

batasan-batasan manusia untuk

bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini

manusia dimungkinkan untuk

berkomunikasi satu sama lain

dimanapun mereka bereda dan

kapanpun, tidak peduli seberapa jauh

jarak mereka, dan tidak peduli siang atau pun malam (Rustian, 2012).

Bak gayung bersambut, media sosial-media sosial hari ini beradaptasi dengan baik dalam mengimbangi keinginan pasar, tidak kaku, dan mulai berinovasi karena banyaknya pebisnis online yang menggunakan jasa media sosial, mereka menyediakan fitur baru khusus bagi pebisnis online untuk lebih memudahkan dalam memasarkan

produk mereka. Facebook dan

Instagram telah membuat satu fitur iklan berbayar di mana iklan tersebut akan mereka atur sedemikian rupa agar pas dengan target calon pembeli yang ditargetkan oleh setiap online shop.

Sekarang ini, bisnis tidak hanya terbatas dengan harus memiliki perusahaan, harus memiliki pegawai, atau bahkan toko. Semuanya menjadi lebih mudah ketika teknologi ikut andil dalam kehidupan manusia. Salah

satunya adalah internet. Dengan

bantuan internet –khususnya dalam

konteks ini–, manusia menjadi lebih

mudah dalam menyelesaikan urusan jual-beli mereka. Kegiatan sederhana tersebut sudah dapat dikategorikan ke dalam bisnis online.

2. METODE

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, metode yang penulis gunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan atau menguraikan suatu keadaan sejernih mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti (Kountur, 2002).

Metode deskriptif bertujuan untuk

menggambarkan secara tepat suatu keadaan, gejala, atau topik tertentu, atau untuk

menentukan frekuensi adanya hubungan

tertentu antara suatu gejala dengan gejala lainnya (Koentjaraningrat, 1991).

Sementara teknik penulisan yang

(6)

menemukan beberapa hal semisal gambaran bagaimana penelitian dengan topik yang sama atau mirip telah dilakukan oleh peneliti lain, penggunaan konsep-konsep tertentu oleh peneliti lain yang juga akan digunakan atau setidaknya dianggap relevan, dan temuan-temuan empirik oleh peneliti lain yang mungkin dapat dirujuk.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Strategi Pemasaran Dalam Bisnis Berbasis Online

Sebuah tim sepak bola akan

melangsungkan sebuah pertandingan. Setiap orang dalam tim senantiasa berlatih jauh-jauh hari demi mempersiapkan fisik mengahadapi

musuh. Mereka menghabiskan hampir

sebagian besar waktunya dalam sehari untuk berlatih agar bida memenangkan pertandingan. Akan tetapi, latihan-latihan yang mereka lakukan tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pelatih yang mengajarkan mereka untuk bertanding berstrategi. Bertanding tidak hanya dengan fisik dan kekuatan tetapi dibarengi dengan taktik dan strategi. Pelatih akan mengarahkan timnya untuk mempelajari kekuatan lawan, kelemahan lawan, taktik permainan lawan dan sebagainya. Dengan begitu, mereka akan paham bagaimana

gambaran pergerakan lawan dalam

pertandingan sehingga tim dapat membuat strategi yang tepat menghadapi lawan.

Bisnis, seperti halnya permainan sepak bola membutuhkan perencanaan strategi dalam

setiap aspeknya termasuk perencanaan

strategis pemasaran. “Strategic planning has

been defined as a process that describes the direction an organization will pursue within its choosen environment and guides the allocation of resources and efforts.”

Perencanaan strategis telah

didefinisikan sebagai proses yang

menggambarkan arah yang akan diikuti sebuah organisasi dalam lingkungan yang dipilihnya dan memandu alokasi sumber daya dan upaya. (Learning, 2007)

Dalam dunia bisnis, persaingan pasar masyarakat memprediksi peran yang jauh lebih besar dalam mengantisipasi perkembangan

jangka panjang organisasi, dengan basis manajemen strategis, efisiensi, proses bisnis dan modal organisasi.

Perusahaan yang beroperasi dalam ekonomi pasar modern, demi memperbaiki hasil agar maksimal perlu diadakannya sistem terus-menerus menganalisa tindakan yang bersifat baik itu internal maupun eksternal juga pesaing, menjalankan bisnis apapun, seseorang perlu membuat sebuah strategi agar bisnisnya tetap berjalan dan berdiri kokoh di saat persaingan semakin ketat.

Media sosial, sebagaimana sudah dibahas dalam pembahasan sebelumnya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dia merupakan hasil dari perkembangan zaman dan teknologi yang lahir untuk mempermudah menusia menjalani

kehidupan kesehariannya. Hampir dapat

dikatakan masyarakat hari ini dari semua kalangan baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan sangat dekat dengan media sosialnya. Berangkat dari fakta tersebut maka media sosial sangat bisa dijadikan media pemasaran bisnis. Bagaimana tidak? Perhatian masyarakat hari ini telah berpindah dari media-media “tradisional” semisal koran, majalah,

tabloid, dans sejenisnya kepada media

“modern” yakni media sosial dan media-media elektronik lainnya. Manusia tak perlu lagi

repot-repot membeli atau berat-berat

membawa koran atau majalah hanya untuk

mencari informasi atau meng-update berita

terbaru. Cukup dengan mengetik satu atau dua

kata dalam gadget di tangan mereka sudah bisa

mendapatkan informasi apapun yang mereka mau dalam berbagai sumber dan referensi dalam waktu yang sangat singkat.

Kedekatan masyarakat dengan media elektronik khususnya media sosial ini menjadi

celah besar bagi para pebisnis untuk

(7)

Adapun cara bagaimana agar pemasaran melalui media sosial ini dapat bertahan di tengah ramainya para pebisnis menggunakan media sosial sebagai media

pemasaran produk/jasa mereka dapat

dilakukan dengan mempelajari metode

pemasaran lawan-lawan bisnis. Dengan

mempelajari metode pemasaran lawan bisnis kita dapat mengetahui keunikan mereka yang

membuat konsumen tertarik membeli

produk/jasa mereka setelah itu kita buat metode baru sendiri dan menciptakan keunikan sendiri yang dapat membuat konsumen tertarik pada produk/jasa yang kita jual. Dengan mempelajari metode pemasaran online lawan bisnis kita juga dapat mengetahui contoh-contoh mana pemasaran yang kurang disenangi

konsumen dan mana pemasaran yang

disenangi konsumen. Dengan begitu kita dapat menghindari hal-hal yang mungkin kurang menarik perhatian konsumen pada metode pemasaran kita.

4. KESIMPULAN

Strategi menurut John A Byrne dalam Suyanto, 2007 mendefinisikan strategi sebagai sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang direncanakan, penyebaran sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan faktor-faktor lingkungan. Pemasaran, menurut Philip Kotler adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dengan menginginkan, menawarkan, dan saling bertukar nilai dengan orang lain.

Kebutuhan manusia adalah keadaan kekurangan beberapa kepuasan dasar. Orang membutuhkan makanan, pakaian, tempat tinggal, keamanan, kepemilikan, dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau oleh pemasar. Mereka ada dalam tekstur biologi manusia dan kondisi manusia.

Keinginan adalah keinginan untuk

memenuhi kebutuhan tertentu. Meski

kebutuhan masyarakat sedikit, keinginan

mereka banyak. Mereka terus-menerus

dibentuk dan dibentuk kembali oleh kekuatan sosial dan institusi, termasuk gereja, sekolah, keluarga dan perusahaan bisnis. Orang-orang

di masyarakat yang berbeda berbeda dalam cara mereka memenuhi kebutuhan mereka.

Permintaan ingin produk yang

didukung oleh kemampuan dan kemauan untuk membelinya. Perusahaan harus mengukur tidak

hanya berapa banyak orang yang

menginginkan produk mereka tapi, yang lebih

penting, berapa banyak yang bersedia

membelinya. Tujuan pemasaran harus

berdasarkan keputusan-keputusan mengenai pasar sasaran, penentuan posisi pasar, dan bauran pasar.

Bisnis online adalah suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama. Adapun media

sosial merupakan sebuah media untuk

bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang

dan waktu, menghapus batasan-batasan

manusia untuk bersosialisasi baik batasan ruang maupun waktu. Manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dengan media sosial ini kapanpun mereka berada baik siang atau pun malam dan di manapun mereka berada tak peduli seberapa jauh jarak mereka satu sama lain.

Dalam berbisnis diperlukan strategi pemasaran sebagai bentuk pertahanan agar bisnis tetap berjalan. Menghadapi persaingan tersebut, maka diperlukan adanya strategi dan orang-orang atau sumber daya manusia yang ditempatkan di sebuah bagian tertentu dengan fungsi mereka sebagai penyusun strategi.

Di samping itu, ada juga yang disebut

bagian kreatif, mereka bertugas untuk

memunculkan ide-ide baru sehingga dapat memunculkan inovasi bagi produk yang mereka pasarkan agar tetap bisa bersaing dengan produk serupa di masyarakat.

5. REFERENSI

[1] Bartlett & Jones. Chapter 2: Marketing Strategy. 2007.

(8)

[3] Fox, Jeffrey J. How to become a marketing superstar: essential rules of business success. Random House, 2010.

[4] Johnson, Robert E. Business Economics. 2001.

[5] Kotler, Philip. "Kotler on marketing: How to create, win, and dominate markets." Р. Kotler.–282 с (1962).

Referensi

Dokumen terkait

penulis menjelaskan secara gamblang tujuan dituliskannya kitab tafsir yang tidak lain dalam rangka mengungkap kandungan dan rahasia besar dalam al-Qur’an untuk dipahami

Dengan demikian karya tersebut memiliki tingkat kerumitan dalam proses pengerjaannya mulai dari proses pembuatan motif hias, sampai proses pewarnaannya selain itu juga siswa

2 Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk 3 Ido Swalayan memberikan potongan harga yang. menarik minat beli konsumen Variabel Retailing Mix

Marjin pemasaran pada saluran pemasaran batang jangelan kering II di Kecamatan Karangtengah Kabupaten Wonogiri sebesar Rp.3.000/kg.Farmer share sebesar 70% yang

Proses diagnosis jenis penyakit rematik dengan inferensi forward chaining, hanya perlu menjawab ya atau tidak berdasarkan gejala yang dirasakan seperti yang

Kelompok kontrol dalam riset ini digunakan untuk melihat apakah perubahan keyakinan subjektif ndividu atas status kesehatannya benar-benar disebabkan oleh tritmen berupa

Susunan keanggotaan panitia ini terdiri dari unsur Badan Pertanahan Nasional dan instansi terkait yang diatur oleh Kepala (Pasal 5 PP No.11 Tahun 2010). Melihat ketentuan

Peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pihak toko Endemik outdoor melalui media online Instagram.. Media sosial