• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengant

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengant"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Sist e m Polit ik K a pit a lis,

Sist e m Polit ik Sosia lis K om unis

da n Sist e m Polit ik I sla m

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Politik dan Pemerintahan

Di Susun Oleh :

RI CK Y PERM AN A

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan karunia dan rahmat serta hidayah-Nya, tak lupa salawat dan salam kita sampaikan keharibaan baginda alam Nabi kita semua Muhammad SAW sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, baik yang berupa saran, kritik, bimbingan maupun bantuan lainnya. Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Isteri dan Anak ku Yeyen Herliana, S.H dan Muhammad Abiza Agnar Abiel yang selalu support dalam segala hal.

2. Adik ku tersayang Tetanisa Zaniana yang telah membantu penulis dalam peyusunan.

3. Teman-teman yang telah bertukar pendapat dalam penulisan makalah ini.

4. Bapak Aris Fatoni yang selalu membimbing kita dalam setiap pembelajaran didalam kelas.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karuniaNya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi serta bimbingan kepada penulis.

Pada penulisan makalah ini, penulis menyadari banyak keterbatasan dan kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi peningkatan wawasan penulis dalam penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat pada semua pihak.

Jakarta, 7 Desember 2013

(3)

2 |

I. Sistem Politik Kapitalis

A. Latar belakang

Kapitalis atau Kapatilisme atau Kapital adalah suatu paham yang menyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan pribadi. Walaupun demikian kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi secara universal yang dapat diterima secara luas.1

Kapitalisme semula merupakan paham ekonomi yang disandarkan pada filsafat naturalisme, indivualisme, liberalisme, materialism dan demokrasi. Namun untuk mewujudkan cita-citanya ia harus menguasai politik, maka munculah paham nasionalisme dan demokrasi ala kapitalisme dalam politik. Dan, pada perkembangan terakhir ideologi ini memasuki segala wilayah kehidupan; budaya, keamanan, seni, dll.

2

Pemikiran kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada azas perkembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini telah banyak melahirkan malapetaka terhadap dunia tetapi ia terus melakukan tekanan-tekanannya dan caampur tangan politis sosial dan kultural terhadap bangsa-bangsa di dunia.3

Kapitalisme tidak memiliki suatu definisi universal yang bisa diterima secara luas, namun secara umum kapatalisme adalah suatu system ekonomi mengatur proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa.4

Kapitalisme atau kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Adapun kapitalisme merupakan cara produksi, secara luas dapat dijelaskan bahwa kapitalisme sebagai: “suatu cara perekonomian yang berhubungan dengan produksi-produksi apa saja

1

Wikipedia, “Kapitalisme”, terdapat dalam situs http://www.id.wikipedia.org/> 2 Arief Sugianto, “Makalah Tentang Kapitalisme Sosial”, Juli 2011, terdapal dalam situs <http//www. ariefsugianto503.blogspot.com/>

3

Blog.re.or.id/kapitalisme.htm 4

(4)

3 |

yang dapat diselenggarakan dalam suatu perusahaan atau stelsel pergaulan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi. Kapitalisme juga merupakan sistem ekonomi yang filsafat social dan politiknya didasarkan kepada perkembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan.5

B. Sejarah kapitalisme

Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah system yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke- 16 hingga abad 19, yaitu pada masa perbankan komersial Eropa dimana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin terlebih dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.6

Kapitalisme memiliki sejarah yang sangat panjang, mulai dari Eropa pernah diperintah oleh kerajaan Romawi yang telah mewariskan system feodalistik. Dalam rentang waktu antara abad ke-14 sampai abad ke-16muncul apa yang disebut kelas bourgeois mengiring tahap feudal dimana keduanya saling mengisi. Kemudian sejak awal abad ke- 16 secara bertahap fase bourgeois disusul dengan fase kapitalisme. Maka yang pertama kali muncul ialah seruan kebebasan menyusul seruan-seruan nasionalisme sekuler dan penciatan dominasi spiritual Paus. Di Perancis kemudian muncul aliran bebas pada pertengahan abad ke- 18 yang melahirkan kaum naturalis.7

Ada pula yang mengatakan yaitu sejak ditemukannya system perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup

5

Arfen, “Liberalism Kapitalisme dan Sosialisme”, Oktober 2012, terdapat dalam situs <http://www.Arfen-media.blogspot.com/>

6

Ibid,hlm.2. 7

(5)

4 |

yang menginginkan keutungann belaka.8

C. Tokoh Kapitalis

Peleburan kapitalisme dengan sosialisme menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang laiu. Kritik keberadaan kapitalis sebagai suatu bentuk penindasan terhadap masyarakat kelas bawah adalah salah satu factor yang menyebabkan aliran ini banyak dikritik. Akan tetapi, bukan hanya kritik saja yang mengancam kapitalisme, melainkan juga ideology lain yang ingin melenyapkanya, seperti komunisme.

Tokoh-tokohnya antara lain seperti John Locke (naturalis), Adam Smith (ekonomi klasik) yang terkenal dengan teori supply and demand, David Ricardo (Ekonom Moralis) yang terkenal dengan teori hokum pengurangan penghasilan, Robert Malthus (Ekonom Pesismistis) yang terkenal dengan teori kependudukan, Lord Keynes yang terkenal dengan teori pengangguran dan lapangan kerja, dan David Hume penemu teori Pragmatisme.9

Francois Quesnay ia lebih mengutamakan bidang Ekonomi dan mendirikan aliran lesphisiocrates. Pada tahun 1758 ia menerbitakan table ekonomi yang disebut La Tableau Economique, tentang tabel tersebut Mirabeau berkata “Di dunia ini terdapat tiga penemuan besar yaitu tulisan mata uang dan tabel ekonomi”. Jonh Locke meramu teori naturalism liberal, ia berkat “Hak milik pribadi adalah salah satu hak alam dan insting yang tumbuh bersama pertumbuhan manusia. Karena itu tak ada seorang pun yang mengingkari insting ini”. Adam Smith adalah penganut aliran klasik terkenal. Tahun 1776 ia menerbitkan

penelitian alam dan sebab-sebab kekayaan manusia. Buku inilah yang dikatakan kritikus Edmund Burke sebagai karya tulis teragung yang pernah ditulis manusia. David Ricardo yang membahas hokum pembagian hasil percapita dalam ekonomi kapitalisme. Hal ini didasarkan kepada ucapannya “segala perbuatan dipandang menghilangkan moral jika bukan keluar dari perasaan cinta kepada orang lain”. Robert Malthus seorang Ekonom Inggris Klasik yang dikenal pesimistis, ia penemu teori kependudukan bahwa jumlah penduduk berkembang menurut deret ukur sedangkan produksi pertanian berkembang menurut deret hitung. John Stuart Mill yang

8

Ibid.hlm.3. 9

(6)

5 |

dipandang sebagai penghubung aliran individualism dengan aliran sosialisme, ia menerbitkan buku yang berjudul Prinsip-prinsip Ekonomi Politik. Lord Keynes teorinya berkisar tentang pengangguran dan lapangan kerja, dialah yang berjasa dalam menciptakan lapangan kerja secara utuh bagi suatu kekuatan aktif di masyarakat kapitalis. David Hume penemu teori Pragmatisme yang integratis, ia mengatakan “Hak milik khusus adalah tradisi yang dianut masyarakat yang harus diikuti. Sebab disanalah manfaat mereka”.10

II. Sistem Politik Sosialis / Komunis

A. Latar Belakang

Sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi, atau kelompok ideologi, system ekonomi, dan Negara.11

Sosialisme adalah system ekonomi diamana alat-alat produksi yang umum atau yang biasa dimiliki dan dikendalikan kooperatif atau fisafat politik, sosialisme didasarkan pada co-operatif hubungan social dan self manajemen.

Menurut penganut marxisme, terutama Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai mahluk social.

12

Sebagai gerakan politik, sosialisme mencangkup beragam filsafat politik mulai dari reformism eke sosialisme revolusioner. Negara sosialis arus advokat sosialisme untuk nasionalisasi alat-alat produksi, distribusi dan pertukaran sebagai strategi untuk menerapkan sosialisme, sedangkan democrat social advokat control public modal dalam kerangka ekonomi pasar. Sosialis libertarian dan anarkis menolak menggunakan Negara untuk membangun sosialisme.13

10

ibid,hlm.2.

11 Wikipedia, “Sosialisme” 17 Agustus 2013, terdapat dalam situs <http://www.id.wikipedia.org/wiki/sosialisme>

12

Shovoong.com “Pengertian Sosialisme” 15 Agustus 2011 terdapat dalam situs

<http://www.id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2200355-pengertian –sosialisme> 13

(7)

6 |

Sosialisme atau dikenal juga dengn istilah sosialis adalah yang berhubungan erat dengan ideologi atau suatu kelompok yang mempunyai pemahaman atau pemikiran ideology, baik itu dalam system kenegaraan maupun pola-pola pengembangan kebijakan ekonomi. Jika dirunut dalam system ekonomi, pemahaman sosialisme merupakan paham yang menganggap bahwa pelayanan terhadap masyarakat banyak lebih penting daripada segelintir elite.14

Secara etimologi, sosialisme berasal dari bahasa Prancis, yaitu social, yang mempunyai pengertian kemasyarakatan. Pada saat itu, masyarakat mempunyai pemikiran, bahwa masing-masing masyarakat hendaknya mengupayakan dan mewujudkan terciptanya iklim terhadap alat-alat produksi yang dikuasai oleh pengusaha-pengusaha demi terwujudnya pelayanan yang baik demi masyarakat.15

Sosialisme sebagai ideology politik merupakan keyakinan atau kepercayaan yang menganggap pembenaran akan halnya tatanan maupun system politik yang mengupayakan tercipta dan terwujudnyamasyarakat yang sejahtera secara merata. Kesejahteraan secara merata ini didapat melalui berbagai jalan maupun cara-cara yang tanpa kekerasan, mengagungkan maksud melalui produk konstitusional-parlementer, bersifat persuasi, serta gerakan yang didasarkan pada capaian pelaksanaan evolusi.

Sehingga berdasarkan pengertian tersebut membuat sosialisme dibedakan menjadi empat kategori aliran yang dinamakan dengan istilah sosialisme yaitu; Sinkalisme, Sosial Demokrat, Anarkisme serta komunisme.

16

Sosialisme secara etimologi berasal dari bahasa Prancis social yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Prancis sekitar tahun 1830. Umumnya sebutan itu dikenalkan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujudkan masyarakat yang Sosialisme sebagai ideology ekonomi merupakan paham kaum sosialis tentang keberlangsungan dari sitem ekonomi yag mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi dan penguasaan terhadap alat-alat produksi untuk kemakmuran bersama secara kolektif.

14

Anneahira.com “Sosialisme sebagai ideology politik dan ideology ekonomi”, terdapat dalam situs <http://www.anneahira.com>

15 ibid 16

(8)

7 |

berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat.17

Istilah “social” atau Negara social democrat digunakan untuk menunjuk Negara yang menganut faham sosialisme “moderat” yang dilawankan dengan sosialisme “radikal” untuk sebutan lain bagi “Komunisme”. Perbadaan yang paling menonjol antara social-demokrat dan komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah social democrat yang melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer, dan tanpa kekerasan. Sebaliknya Marxisme-Lennisme melalui revolusi.18

Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup)tertentu yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagiaan hasil produksi secara merata (W. Surya Indra, 1979:309). Dalam sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Lennisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis (1848). Marx memakai istilah “komunis” sebagai ganti “sosialisme” agar Nampak bersifat lebih revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991:127).19

B. Sejarah

Bermula dari eropa menyelesaikan ‘perang’ antara kapitalisme dengan feudal. Sebelumnya sejarah eropa lebih didominasi oleh kaum bangsawan dan feudal. Kelas masyarakat inilah yang telah lama menancapkan kuku penjajahannya pada masyarakat bawah. Namun setelah sekian lama tertindas akhirnya lahirlah kekuatan baru bernama kaum kapitalis yang berusaha meruntuhkan otoritarianisme kaum feodal. Hal ini ditandai dengan lahirnya Renaisance di eropa. Era ini menandai lepasnya masyarakat eropa dari ‘zaman kegelapan’ yang lebih didominasi oleh kaum feodal.20

17

Drs. Sri Agus, M.Pd “Sosialisme sebagai ideology Politik” 18 April 2009, terdapat dalam situs <http://www.serbasejarah.wordpress.com>.

Jumal Ahmad “Sistem Ekonomi Sosialis”, terdapat dalam situs <http://www.fimadani.com/sistem-ekonomi-sosialis>.

(9)

8 |

revolusi Prancis. Penindasan terhadap kaum buruh oleh kaum borjuis inilah yang mampu mendorong para pemikir untuk berupayamelahirkan sistem baru yang mampu mengankat keterpurukan kaum ploretarian dari penindasan kaum kapital.21

Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteksyang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hamper semua sepakat bahwa istilah ini berakhir dari pergolakan kaum buruh industry dan buruh tani pada abad ke- 19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan system ekonomimenurut mereka dapat melayani masyarakat banyak dari pada hanya segelintir elite.

Salah satu tokoh yang pada saat itu peduli dengan nasib kaaum buruh adalah Karl marx yang menawarkan konsep system ekonomi sosialis.

Sejarah telah menceritakan kepada kita, bahwa perjuangan ini ketika itu selalu berakhir dengan satu bentuk, yaitu menangnya kelas yang lebih dominan jumlahnya dan lebih jelek kondisinya atas kelas orang-orang kaya dan kelas yang jumlahnya lebih sedikit. Inilah yang kemudian disebut dengan hokum yang dialetika social. Dimana, hokum ini masih bisa berlaku untuk masa-masa mendatang, sebagaimana hukum ini sebelumnya pernah terjadi.

22

Sejak abad ke 19, sosialisme telah berkembang kebanyak aliran yang berbedam : Anarkisme, Komunisme, Marhaenisme, Marxisme, dan Sindikalisme. Ekonomi sosialis didasarkan pada produksi untuk digunakan dan alokasi langsung masukan ekonomi untuk memenuhi tuntutan ekonomi dan kebutuhan manusia (nilai guna).23

Dalam perkembangannya, Lennin dan Stalin berhasil mendirikan Negara “Komunis”. Istilah “sosialis” lebih disukai dari pada “Komunis” karena dirasa lebih terhormat dan tidak menimbukan kecurigaan, mereka menyebut masa transisi dari Negara kapitalis kearah Negara komunis atau “masyarakat tidak berkelas” sebagai masyarakat sosialis dan masa transisi itu terjadi dengan dibentuknya Negara sosialis, kendati istilah resmi yang mereka pakai adalah “negara demokrasi rakyat”. Di pihak lain Negara diluar “Negara sosialis” yaitu Negara yang diperintah oleh partsi komunis, tetap memakai sebutan komunisme

(10)

9 |

untuk organisasinya, sedangkan partai sosialis di Negara barat memakai sebutan “sosialis democrat” (Meriam Budiarjo, 1984:5).24

Sosialisme, seperti gerakan-gerakan dan gagasan liberal lainnya, hal ini mungkin karena kaum liberal tidak dapat menyepakati seperangkat keyakinan dan doktrin tertentu. Apalagi sosialisme telah berkembang di berbagai begara dengan tradisi nasionalnya sendiri dan tidak pernah adaotoritas pusat yang menentukan garis kebijakan partai sosialis dapat disimak dari tulisan-tulisan ahli sosialis dan kebijakan partai sosialis.25

C. Tokoh

Para Tokoh dari filsafat sosialis diantaranya adalah; Sosialis utopis seperti Robert Owen (1771-1858), mencoba untuk menemukan mandiri komune dengan memisahkan diri dari mayarakat kapitalis. Henri de Saint Simon (1760-18250), yang menciptakan istilah sosialisme, teknokrasi menganjurkan dan perencanaan industri. Saint Simon, Friedrich Engels dan Karl Marx menganjurkan terciptanya masyarakat yang memungkinkan untuk aplikasi luas dari teknologi modern untuk merasionalisasi kegiatan ekonomi dengan menghilangkan anarki produksi kapitalis yang menghasilkan ketidakstabilan dan krisis siklus over produksi. Sosialis terinspirasi oleh model soviet pembangunan ekonomi, seperti Marxis-Leninis, yang telah menganjurkan penciptaan pusat ekonomi terencana diarahkan oleh Negara partai tungggal yang memiliki alat produksi.26

Tokoh gerakan social di Inggris berasal dari kelompok intelektual diantaranya George Bernard Shaw, Lord Passfiled, Beatrice Webb, Graham Wallas dan GDH Cole (Ali Mudhofir, 1988:90)27

24

Ibid, hlm.7. 25

Ibid, hlm.7. 26

Ibid, hlm.5. 27

(11)

10 |

III. Sistem Politik Islam

A. Latar Belakang

Politik Islam adalah politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan bahasa siyasah. Berarti secara singkat maksud politik islam adalah manajemen atas segalaurusan seluruh umat Islam. Islam merupakan agama yang paling kaya dengan pemikiran politik. Pemikiran politik Islam mulai dari masalah etika politik, filsafat politik, agama, hukum, hingga pengaturan kenegaraan. Tapi keragaman khazanah pemikiran politik Islam itu bisa dikatakan dimulai pada pemikiran tentang hubungan agama dan Negara.28

Politik Islam ialah aktivitas politik sebagian umat Islam yang menjadikan Islam sebagai acuan nilai dan basis solidaritas berkelompok. Pendukung perpolitikan ini belum tentu seluruh umat Islam (pemeluk agama Islam). Karena itu, mereka dalam kategori politik dapat disebut sebagai kelompok politik Islam, juga menekankan simbolisme keagamaan dalam berpolitik, seperti menggunakan perlambang Islam, dan istilah-istilah keislaman dalam peraturan dasar organisasi, khittah perjuangan, serta wacana politik.

Politik ialah cara dan upaya menangani masalah-masalah rakyat dengan seperangkat undang-undang untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah hal-hal yang merugikan bagi kepentingan manusia. (Salim Ali al-Bahnasawi, WawasanSistem Politik Islam [Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, Cet. I]).

29

Politik Islam dihadapkan pada beberapa pilihan strategis yang masing-masing mengandung konsekuensi dalam dirinya. Pertama, strategi

akomodatif justifikatif terhadap kekuasaan negara yang sering tidak mencerminkan idealisme Islam dengan konsekuensi menerima penghujatan dari kalangan "garis keras" umat Islam. Kedua, strategi

isolatif-oposisional, yaitu menolak dan memisahkan diri dari kekuasaan negara untuk membangun kekuatan sendiri, dengan konsekuensi kehilangan faktor pendukungnya, yaitu kekuatan negara itu sendiri, yang kemudian dikuasai dan dimanfaatkan oleh pihak lain. Ketiga, strategi integratif-kritis, yaitu mengintegrasikan diri ke dalam kekuasaan negara, tetapi tetap kritis terhadap penyelewengan

28

Wikipedia, “Politik Islam”, terdapat dalam situs <http://www.ms.wikipedia.org/wiki/> 29

(12)

11 |

kekuasaan dalam suatu perjuangan dari dalam. Namun, strategi ini sering berhadapan dengan hegemoni negara itu sendiri, sehingga efektifitas perjuangannya dipertanyakan.30

Pada masa modern sekarang ini sumber-sumber kekuatan politik tidak hanyabertumpu pada masa (M-1), tetapi juga pada materi (M-2), ide (I-1), dan informasi (I-2). Kelompok politik Islam mungkin mempunyai kekuatan pada M-1 atau I-1, tetapi kurang pada M-2 dan I-2. Dua yang terakhir justru dimiliki oleh kelompokkelompok kepentingan politik lain. Situasi dilematis politik Islam sering diperburuk oleh ketidakmampuan untuk keluar dari dilema itu sendiri. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurang adanya pemaduan antara semangat politik dan pengetahuan politik. Politik Islam juga menghadapi problema yang berkembang dari adanya kemajemukan dikalangan kelompok Islam itu sendiri. Pada suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa kelompok politik Islam bukanlah merupakan suatu kelompok kepentingan tunggal. Hal ini ditandai oleh banyaknya partai-partai yang bermunculan di kalangan kelompok Islam, baik yang berdasarkan diri pada idiologi dan simbol keislaman maupun yang berbasis dukungan umat Islam.31

Politik adalah 'ilmu pemerintahan' atau 'ilmu siyasah', yaitu 'ilmu tata negara'. Pengertian dan konsep politik atau siyasah dalam Islam sangat berbeda dengan pengertian dan konsep yang digunakan oleh orang-orang yang bukan Islam. Politik dalam Islam mengarahkan kegiatan ummah kepada upaya untuk mendukung dan melaksanakan syari'at Allah melalui sistem kenegaraan dan pemerintahan.32

Istilah politik dalam bahasa Arab adalah siyasah. Istilah

siyasahmerupakan bentuk isim mashdar (kata benda dasar), ia berasal dari kata kerja dasar saasa yasuusu siyaasah. Makna dasarnya adalah mengurus sesuatu dengan hal yang membawa kebaikan baginya. Dalam bahasa Arab, istilah siyasah memiliki banyak penunjukan, arahan dan kandungan makna. Siyasah adalah memperbaiki dan mempertahankan kebaikan, dengan beragam sarana seperti arahan, pengajaran adab, penataan akhlak, perintah dan

30

Ibid, hlm.10. 31

Ibid, hlm.10. 32

(13)

12 |

larangan, melalui sebuah kemampuan yang bersandar kepada kekuasaan dan kepemimpinan.33

Lafal siyaasah atau pecahan katanya tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an. A-Qur’an menggunakan lafal ishlaah, amr (perintah, memerintahkan), nahy (larangan, melarang), amrun bil ma’ruf,nahyu ‘an al-munkar, al-hukmu (memerintah, memutuskan perkara) dan lafal-lafal lain yang mewakili pengertian siyaasah. Lafal siyaasah hanya disebutkan di dalam hadits (as-sunnah). Di antaranya dalam hadits shahih: “Adalah dahulu Bani Israil dipimpin oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi mereka meninggal, niscaya ia digantikan oleh nabi lainnya. Adapun setelah aku meninggal tidak akan ada seorang nabi pun, namun akan ada para khalifah dan jumlah mereka banyak.” (HR.Bukhari no. 3455 dan Muslim no. 1842 dari Abu Hurairah).34

B. Sejarah

Pendidikan Islam berarti menumbuhkan dan mengembangkan potensi fitrah tersebut dan mewujudkannya dalam system budaya manusiawi yang Islami. Adapun budaya manusia yang telah berkembang yang menyimpang dari potensi dari ditrah manusiawi dan bertentangan dengan prinsip-prindsip budaya islam, Islam menolaknya dan menggantinya dengan budaya baru yang Islami.

Dalam hal berijtihad kemudian berkembang 2 pola yaitu Ahl al Hadis

dan Ahl Al-Ra’yu. Ahl al Hadis dalam memberikan ketetapan hukum sangat bergantung pada hadis-hadis Rosulullah saw sehingga bagaimanapun, mereka berusaha mendapatkan hadis-hadis tersebut dari sahabat-sahabat lain. Ahl al Ra’yu lebih mengutamakan penggunaan ra’yu (fikir) dalam berijtihad karena keterbatasan hadis yang sampai kepada mereka dan terdapatnya banyak hadis-hadis palsu, hanya menerima hadis-hadis yang sahih. Dari dua pola umum ijtihad tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai aliran dalam Fiqh yang masing-masing mengembangkan hukum-hukum Fiqhnya.35

33 Muhib Al-Majdi, “Pengantar Sistem Politik Islam (bagian 1)”, terdapat dalam situs <http://www.arrahmah.com/kajian-islam/>

34 Ibid. 35

(14)

13 |

Islam sebagai gerakan politik memiliki sebuah fitur beraneka yang pada berbagai waktu menginkorporasikan elemen-elemen banyak gerakan politik lain, sementara pada waktu yang sama menggunakan pandangan-pandangan keagamaan fundamentalisme Islam, terutama pandangan Islam sebagai agama politik.

Suatu tema yang umum pada abad ke-20 adalah pertentangan terhadap perselisihan kaum, kolonialisme dan imperialisme, dalam pembentukan Kekaisaran Turki Ottoman dan Kerajaan Inggris (meskipun Kekaisaran Ottoman itu sendiri adalah gerakan politik Islam). Akhirnya sosialisme sebagai suatu viable alternative dengan akhirnya Uni Soviet dan Perang Dingin telah menambahkan appeal gerakan revolusi Islam, terutama dalam konteks rezim tidak-demokrasi dan korupsi sepanjang dunia Islam. Islamisme tumbuh sebagai reaksi pada tren-tren ini, dan sebagai suatu desire/landasan untuk membentuk sebuah pemerintah berbasis rukun-rukun Islam.36

Tetapi, situasi tersebut berangsur berubah pada pasca 90-an. Angin segar seakan bertiup sejuk ke tubuh umat Islam. ICMI terbentuk, Soeharto naik haji, jilbab dilegalisasi di sekolah menengah, lolosnya peradilan agama dan pendidikan nasional yang dinilai menguntungkan, pencabutan SDSB, pendirian BMI, serta suasana keberislaman kalangan birokrasi yang semakin kental, dan lain-lain yang menandai era baru: politik akomodasi, umat Islam yang selama ini dianggap Berbicara tentang perkembangan situasi politik dalam negeri menurut perspektif Islam, kita mengenal setidaknya dua periode yang secara signifikan memberikan pengaruh yang berbeda, yakni periode pra dan pasca 90-an. Yang pertama adalah periode beku yang ditandai dengan ketegangan hubungan antara umat Islam dengan pemerintah, sedangkan yang kedua adalah pencairan dari yang pertama, yakni ketika pemerintah beruabah haluan dalam menatap umat Islam dalam

setting pembangunan nasional. Situasi pra 90-an diakui sarat dengan isu politik yang mempertentangkan umat Islam dengan pemerintah. Peristiwa Tanjung Priok, Aceh, Lampung, Komando Jihad, peledakan Borobudur, dan yang lainnya telah memanaskan situasi. Peristiwa-peristiwa tersebut, sejak Orde Baru berdiri, mengukuhkan citra pertentangan antara umat Islam dengan pemerintah. Situasi ini pada gilirannya menjadikan organisasi Islam tidak berani "tampil" secara lantang menyuarakan aspirasinya.

36

(15)

14 |

sebagai rival kini tidak lagi. Tumbuh di kalangan pemerintah dan juga ABRI (pada waktu itu), bahwa pembangunan Indonesia tidak akan berhasil tanpa menyertakan umat Islam yang mayoritas, umat Islam harus dianggap sebagai mitra. Di era reformasi sampai saat ini umat Islam dalam berpolitik sudah terpecah-pecah, itu suatu kenyataan riil yang kita lihat. Pada era reformasi dewasa ini terdapat banyak partai Islam atau partai yang berbasis dukungan umat Islam, seperti Partai Persatuan Pembangnunan (PPP), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Umat Islam (PUI), Partai Masyumi Baru, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (PK), Partai Nahdhatul Ummat (PNU), Partai Amanat Nasional (PAN), PartaiKebangkitan Bangsa (PKB), dan yang lainnya. Fenomena maraknya partai Islam dan partai berbasis dukungan umat Islam merupakan refleksi dari kemajemukan umat Islam dan keragaman kepentingan kelompok Islam.37

C. Tokoh

System politik dan kepemimpinan ini mengalami perubahan-perubahan pada masa-masa berikutnya dan berakhir dengan berhasilnya Mu’awiyah merebut kekuasaan dan memutuskan bahwa kekhalifahan adalah jabatan turun temurun. System inilah yang kemudian berlaku walau mendapat tantangan dari Masalah yang pertama-tama yang dihadapi oleh para sahabat begitu Rosulullah saw wafat adalah masalah penganti mengantikannya. Berbagai pandangan berkembang di kalangan sahabat tentang siapa yang berhak mangantikan Nabi Muhammad saw sebagai pemegang kekuasan tertinggi. Sementara Ali bin Abi Tholib merasa berhak atas dasar dekatnya kekerabatan dan sebagai pewaris dari Nabi untuk memegang kepemimpinan tertinggi. Kemudian berdasarkan hasil musyawarah beberapa tokoh dari kalangan sahabat menunjukkan Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rosulullah SAW. Pengangkatannya dilaksanakan dengan jalan ba’iat dari kaum muslimn pada waktu itu. Sejak masa itu jabatan khalifah dan system kepemimpinan dari kalangan Islam. Penjelasan yang otentik adalah hadis atau sunnah Rosulullah.38

37

Ibid,hlm.10. 38

(16)

15 |

KESIMPULAN

I. Sistem Politik Kapitalis

Terbentuk dari sebuah kekejaman feodalisme Bourgeoisme sampai kepada kaum kapitalis yang segala sesuatu hanya dilakukan oleh kaum bangsawan saja yang akhirnya timbul pemikiran dan kelompok-kelompok yang sering bertukaran pemikiran hingga masuk keranah dewan pada pengambil keputusan untuk menghentikan kekuasaan kaum feodal. Ide pokok pada ideology dari paham kapitalis ini yaitu: 1) Pemilik modal lebih utama daripada kaum pekerja, 2) Meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, 3) Unsur material berada pada kalangan swasta atau Indivudu, 4) perekonomian secara liberal tanpa ada proteksi dari pemerintah, 5) Berkompetisi untuk kemajuan ekonomi serta mengikuti logika pasar.

Kekuasaan yang sudah ada diperluas dan diperkuat dengan cara pemilik modalah yang memiliki kewenangan.

II. Sistem Politik Sosialis / Komunis

Terbentuk dari sebuah ketidak adilan oleh rezim atau kaum Kapitalis terhadap kaum buruh dan pekerja yang terjadi kesenjangaqn social diberbagai macam bidang dan akibat dari revolusi Industri. Bahwa sosiaisme itu sendiri adalah suatu pandangan hidup dan ajaran masyarakat tertentu, yang menginginkan bahwa sarana-sarana produksi dimiliki oleh setiap orang dengan pembagian hasil yang merata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui jalan evolusi, persuasi, parlementer-Konstitusional dan tanpa kekerasan.

Unsur-unsur yang ada dalam gerakan sosialis secara umum yaitu: 1) Agama, 2) Idealisme, 3) Empirisme Fabian, dan 4) Liberalisme.

III. Sistem Politik Islam

(17)

16 |

merupakan solusi dari suatu masalah yang di hadapi bersama. 5) Keadilan. Tanpa melanggar aqidah dan syareat umat islam.

Islam sebagai ajaran yang paling lengkap karena islam itu sendiri mencangkup segala persoalan spiritual dan politik yang telah banyak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kehidupan politik di Indonesia dari sejak proses kemerdekaan Republik Indonesia hingga pada saat ini.

(18)

17 |

Referensi :

1. Wikipedia, “Kapitalisme”, terdapat dalam situs

2. Arief Sugianto, “Makalah Tentang Kapitalisme Sosial”, Juli 2011, terdapal dalam situs http://www. ariefsugianto503.blogspot.com/

3. Sakauhendro, “Pengertian Kapitalisme”, terdapat dalam situs

4. Arfen, “Liberalism Kapitalisme dan Sosialisme”, Oktober 2012, terdapat dalam situs

5. Wikipedia, “Sosialisme” 17 Agustus 2013, terdapat dalam situs

6. Shovoong.com “Pengertian Sosialisme” 15 Agustus 2011 terdapat

dalam situs

7. Anneahira.com “Sosialisme sebagai ideology politik dan ideology ekonomi”, terdapat dalam situ

8. Drs. Sri Agus, M.Pd “Sosialisme sebagai ideology Politik” 18 April 2009, terdapat dalam situs 9. Jumal Ahmad “Sistem Ekonomi Sosialis”, terdapat dalam situs

10. Wikipedia, “Politik Islam”, terdapat dalam situs

11. M. Rozi TB, “Politik Islam Indonesia di masa-masa yang akan datang, prospek dan tantangannya” terdapat dalam situs

12. Irwandi Halik, “Sistem Politik Islam”, Juni 2011, terdapat dalam situs

13. Muhib Al-Majdi, “Pengantar Sistem Politik Islam (bagian 1)”, terdapat dalam situs

Referensi

Dokumen terkait

Diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik

Berdasarkan hasil-hasil dari gambar citra 2D yang telah didapatkan, terbukti bahwa teknik dan metode pencitraan yang telah digunakan mampu memperlihatkan distribusi

Hal penting dari pemraktik medis modern dan medis tradisional, yang jadi hambatan adalah: (1) Perbedaan dalam proses sosialisasi dan profesionalisasi, sehingga persepsi

[r]

Peneliti juga meyakini bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bagaimana prosesi Temu Manten pada Upacara Pernikahan Adat Jawa, yang kaya akan makna

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan penerapan metode gabungan tahfidz, wahdah dan sorogan dalam menghafal al- Qur‟an pada siswa kelas IV Madrasah Muhammadiyah

Tujuan dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah untuk membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional, sesuai

Hasil penelitian menggunakan analisis LQ dapat disimpulkan bahwa sektor yang menjadi peran sektor basis di Kabupaten Boyolali selama tahun penelitian (2005-2009) yaitu