05
ميجرلا ناطيشلا نم هللاب ذوعا ميحرلا نمحرلا هللا مسب
KEPEMIMPINAN ISLAMIY
KEPEMIMPINAN ISLAMIY
KEPALA MADRASAH DAN
KEPALA MADRASAH DAN
SEKOLAH
SEKOLAH
Ali Rohmad – 2014 M
Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung
Selama Perkuliahan Berlangsung,
setiap alat telekomunikasi semisal HP wajib dimatikan
demi aktualisai interaksi-edukatif
(amanat kode etik mahasiswa)
KEPEMIMPINAN ISLAMIY
KEPEMIMPINAN ISLAMIY
KEPALA MADRASAH DAN
KEPALA MADRASAH DAN
SEKOLAH
SEKOLAH
Arah bahasan :
Arah bahasan :
1. Istilah pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
1. Istilah pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
2. Posisi pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
2. Posisi pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
3. Urgensi pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
3. Urgensi pemimpin dan kepemimpinan mad-sek.
4. Penentuan pemimpin madr-sek.
4. Penentuan pemimpin madr-sek.
5. Tipe dan gaya kepemimpinan kepala mad-sek.
5. Tipe dan gaya kepemimpinan kepala mad-sek.
6. Kepemimpinan Islamiy kepala mad-sek.
6. Kepemimpinan Islamiy kepala mad-sek.
7. Kebijakan pemerintah mengenai kamad-sek.
7. Kebijakan pemerintah mengenai kamad-sek.
9
9. Implikasi kepemimpinan kamad-kasek.
. Implikasi kepemimpinan kamad-kasek.
Pengkaderan
Kepemimpinan Islamiy
Pemilihanan
Pengangkatan
Pemberhentian
Kinerja
Kamad - Kasek
TIM WORK MAD-SEK
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh
satpendas :
satpendas :
A. Perencanaan program
A. Perencanaan program
B. Pelaksanaan rencana kerja
B. Pelaksanaan rencana kerja
C. Pengawasan dan evaluasi
C. Pengawasan dan evaluasi
D. Kepemimpinan sekolah/madrasah
D. Kepemimpinan sekolah/madrasah
E. Sistem informasi manajemen
E. Sistem informasi manajemen
F. Penilaian khusus
F. Penilaian khusus
Istilah Pemimpin dan Kepemimpinan
Istilah Pemimpin dan Kepemimpinan
Psl 50 (1) Setiap satuan pendidikan dipimpin
Psl 50 (1) Setiap satuan pendidikan dipimpin
oleh seorang
oleh seorang
kepala
kepala
satuan sebagai
satuan sebagai
penanggung jawab pengelolaan pendidikan.
penanggung jawab pengelolaan pendidikan.
Kepala : bagian tubuh yang di atas leher
Kepala : bagian tubuh yang di atas leher
(pada manusia dan beberapa jenis hewan
(pada manusia dan beberapa jenis hewan
merupakan tempat otak, pusat jaringan
merupakan tempat otak, pusat jaringan
syaraf, dan beberapa pusat indera).
syaraf, dan beberapa pusat indera).
Kepala madrasah/sekolah : pemimpin (orang
Kepala madrasah/sekolah : pemimpin (orang
yang memimpin suatu) madrasah/sekolah.
yang memimpin suatu) madrasah/sekolah.
Kepemimpinan : perihal memimpin, cara
Kepemimpinan : perihal memimpin, cara
memimpin.
memimpin.
PP 19-2005 SNP
KBBI, h. 480
KBBI, h. 769
-Sutisna 1993, kepemimpinan : proses
Sutisna 1993, kepemimpinan : proses
mempengaruhi kegiatan seseorang atau
mempengaruhi kegiatan seseorang atau
kelompok dalam usaha ke arah pencapaian
kelompok dalam usaha ke arah pencapaian
tujuan dalam situasi tertentu h.107.
tujuan dalam situasi tertentu h.107.
Supardi 1988, kepemimpinan : kemampuan
Supardi 1988, kepemimpinan : kemampuan
untuk mengge-rakkan, mempengaruhi,
untuk mengge-rakkan, mempengaruhi,
memotivasi, mengajak, mengarahkan,
memotivasi, mengajak, mengarahkan,
menasehati, membimbing, menyuruh,
menasehati, membimbing, menyuruh,
memerintah, melarang, dan bahkan
memerintah, melarang, dan bahkan
menghukum (kalau perlu), serta membina
menghukum (kalau perlu), serta membina
dengan maksud agar manusia sebagai media
dengan maksud agar manusia sebagai media
manajemen mau bekerja dalam rangka
manajemen mau bekerja dalam rangka
mencapai tujuan administrasi secara efektif
mencapai tujuan administrasi secara efektif
dan efisien h.107-108.
dan efisien h.107-108.
Posisi Pemimpin dan Kepemimpinan
Posisi Pemimpin dan Kepemimpinan
Islam mengajarkan setiap perkumpulam memiliki
Islam mengajarkan setiap perkumpulam memiliki
pemimpin
pemimpin
:
هيلع هللا ىللص هللا لوسر لاق لاق امهنع هللا يضر ةريره ىباو ديعس نبا نع
:
مللسو
مهدح ا ورملؤيلفرفس ىف ةثلث جرخ اذ
ٲ
ٳ
(دواد وبٲ هاور )
Untuk mewujudkan produk pendidikan
Untuk mewujudkan produk pendidikan
menjadi tenaga-tenaga profesional
menjadi tenaga-tenaga profesional
dibutuhkan figur pemimpin yang andal
dibutuhkan figur pemimpin yang andal
dalam menghadapi pelbagai perubahan
dalam menghadapi pelbagai perubahan
melalui strategi tertentu. h. 271
melalui strategi tertentu. h. 271
Kepemimpinan diperlukan untuk membawa
Kepemimpinan diperlukan untuk membawa
perubahan-perubahan konstruktif dalam
perubahan-perubahan konstruktif dalam
program pengajaran sesuai dengan
program pengajaran sesuai dengan
berbagai nilai dan tujuan para pembuat
berbagai nilai dan tujuan para pembuat
keputusan. Kualitas pendidikan
keputusan. Kualitas pendidikan
dipertaruhkan melalui pembelajaran yang
dipertaruhkan melalui pembelajaran yang
dikondisikan melalui kepemimpinan.
dikondisikan melalui kepemimpinan.
Kepemimpinan memegang peranan sangat penting
Kepemimpinan memegang peranan sangat penting
dalam pengembangan sekolah secara keseluruhan.
dalam pengembangan sekolah secara keseluruhan.
h. 3.
h. 3.
Sebagai aktivitas publik, kepala sekolah biasanya
Sebagai aktivitas publik, kepala sekolah biasanya
merupakan figur utama di sekolah, individu
merupakan figur utama di sekolah, individu
simbolis yang melalui tindakannya mencerminkan
simbolis yang melalui tindakannya mencerminkan
apa yang akan dicapai oleh sekolah.
apa yang akan dicapai oleh sekolah. h. vii.
Kepala sekolah adalah satu-satunya individu di
Kepala sekolah adalah satu-satunya individu di
sekolah yang memikul tanggung jawab utama bagi
sekolah yang memikul tanggung jawab utama bagi
setiap yang terjadi di sekolah.
setiap yang terjadi di sekolah. h. vii.
…
…, hasil dari kepemimpinan pendidikan biasanya
, hasil dari kepemimpinan pendidikan biasanya
tidak langsung
tidak langsung
(indirect)
(indirect)
, karena kepemimpinan
, karena kepemimpinan
pada esensinya adalah sebuah proses di mana
pada esensinya adalah sebuah proses di mana
pemimpin mempengaruhi orang lain untuk
pemimpin mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan.
mencapai tujuan.
h. vii.
Posisi pemimpin :
Posisi pemimpin :
1. Sebagai
1. Sebagai
penjaga
penjaga
(selalu taat
(selalu taat
aturan : birokrat, pasif).
aturan : birokrat, pasif).
2. Sebagai
2. Sebagai
pemelihara
pemelihara
(aktif
(aktif
bagaimana institusi tetap hidup,
bagaimana institusi tetap hidup,
berkembang, maju).
berkembang, maju).
3. Sebagai
3. Sebagai
p
p
engubah
engubah
(kreatif merubah
(kreatif merubah
tanpa terbelenggu aturan untuk
tanpa terbelenggu aturan untuk
kemajuan maksimal sebagai sejarah
kemajuan maksimal sebagai sejarah
baru).
baru).
Penguasa : orang yang menguasai; orang yang berkuasa
Penguasa : orang yang menguasai; orang yang berkuasa
(untuk menyelenggarakan sesuatu, memerintah, dsb;
(untuk menyelenggarakan sesuatu, memerintah, dsb;
pemegang kekuasaan.
pemegang kekuasaan.
KBBI
KBBI
, h. 533.
, h. 533.
Kuasa : kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat
Kuasa : kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat
sesuatu; kekuatan; wewenang atas sesuatu atau
sesuatu; kekuatan; wewenang atas sesuatu atau
untuk menentukan (memerintah, mewakili, mengurus,
untuk menentukan (memerintah, mewakili, mengurus,
dsb); pengaruh (gengsi, keaktian, dsb) yang ada pada
dsb); pengaruh (gengsi, keaktian, dsb) yang ada pada
seseorang karena jabatannya (martabatnya); orang
seseorang karena jabatannya (martabatnya); orang
yang diserahi wewenang.
yang diserahi wewenang.
KBBI
KBBI
, h. 533.
, h. 533.
Kekuasaan : kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb);
Kekuasaan : kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb);
kemampuan; kesanggupan; daerah (tempat, dsb)
kemampuan; kesanggupan; daerah (tempat, dsb)
yang dikuasai; kemampuan orang atau golongan
yang dikuasai; kemampuan orang atau golongan
untuk menguasai orang atau golongan lain
untuk menguasai orang atau golongan lain
berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau
berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau
kekuatan fisik.
Wewenang : hak dan kekuasaan untuk
Wewenang : hak dan kekuasaan untuk
bertindak; kewenangan; kekuasaan
bertindak; kewenangan; kekuasaan
membuat keputusan, memerintah, dan
membuat keputusan, memerintah, dan
melimpahkan tanggung jawab kepada
melimpahkan tanggung jawab kepada
orang lain.
orang lain.
KBBI
KBBI
, h. 1128.
, h. 1128.
Wibawa : pembawaan untuk dapat
Wibawa : pembawaan untuk dapat
menguasai dan mempengaruhi orang lain
menguasai dan mempengaruhi orang lain
melalui sikap dan tingkah laku yang
melalui sikap dan tingkah laku yang
mengandung kepemimpinan dan penuh
mengandung kepemimpinan dan penuh
daya tarik; kekuasaan.
Disposisi : pendapat seorang pejabat
Disposisi : pendapat seorang pejabat
mengenai urusan yang termuat dalam
mengenai urusan yang termuat dalam
suatu surat dinas, yang langsung
suatu surat dinas, yang langsung
dituliskan pada surat yang
dituliskan pada surat yang
bersangkutan atau pada lembar
bersangkutan atau pada lembar
khusus.
khusus.
KBBI
KBBI
, h. 238.
, h. 238.
Dispensasi : pengecualian dari aturan
Dispensasi : pengecualian dari aturan
umum untuk keadaan yang khusus;
umum untuk keadaan yang khusus;
pembebasan dari suatu kewajiban
pembebasan dari suatu kewajiban
atau larangan.
Posisi
Posisi
Cakupan wilayah
Presiden
Gubernur
Bupati/Walikota
Kamad-sek
???
???
???
Urgensi Pemimpin dan Kepemimpinan
Urgensi Pemimpin dan Kepemimpinan
Maju-mundurnya lembaga pendidikan lebih
Maju-mundurnya lembaga pendidikan lebih
ditentukan oleh faktor pemimpin daripada
ditentukan oleh faktor pemimpin daripada
faktor-faktor lainnya. Memang ada keterlibatan
faktor-faktor lainnya. Memang ada keterlibatan
faktor-faktor lain dalam memberikan kontribusi
faktor-faktor lain dalam memberikan kontribusi
kemajuan lembaga atau kemunduran suatu
kemajuan lembaga atau kemunduran suatu
lembaga, tetapi posisi pemimpin masih
lembaga, tetapi posisi pemimpin masih
merupakan faktor paling kuat dan paling
merupakan faktor paling kuat dan paling
menentukan nasib ke depan dari suatu lembaga
menentukan nasib ke depan dari suatu lembaga
pendidikan Islam. h, 273.
pendidikan Islam. h, 273.
Pemimpin adalah jenderal lapangan yang
Pemimpin adalah jenderal lapangan yang
mengendalikan berbagai strategi dan taktik
mengendalikan berbagai strategi dan taktik
untuk melaksanakan program yang telah
untuk melaksanakan program yang telah
disepakati.
disepakati.
Kegagalan dan keberhasilan suatu organisasi banyak
Kegagalan dan keberhasilan suatu organisasi banyak
ditentukan oleh pemimpin karena pemimpin
ditentukan oleh pemimpin karena pemimpin
merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak
merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak
ditempuh oleh organisasi menuju tujuan yang akan
ditempuh oleh organisasi menuju tujuan yang akan
dicapai. Arah yang dimaksud tertuang dlm strategi
dicapai. Arah yang dimaksud tertuang dlm strategi
dan taktik yang disusun dan dijalankan oleh organisasi
dan taktik yang disusun dan dijalankan oleh organisasi
bersangkutan. Perumus serta penentu strategi dan
bersangkutan. Perumus serta penentu strategi dan
taktik adalah pimpinan dalam organisasi tsb h.117.
taktik adalah pimpinan dalam organisasi tsb h.117.
Semakin tinggi kepemimpinan yg diduduki oleh seseorang dlm
Semakin tinggi kepemimpinan yg diduduki oleh seseorang dlm
organisasi, nilai dan bobot strategik dari keputusan yg diambilnya
organisasi, nilai dan bobot strategik dari keputusan yg diambilnya
semakin besar. Sebaliknya, semakin rendah kedudukan
semakin besar. Sebaliknya, semakin rendah kedudukan
seseorang dlm suatu organisasi, keputusan yg diambilnya pun
seseorang dlm suatu organisasi, keputusan yg diambilnya pun
lebih mengarah kpd hal-hal yg operasional. Terlepas dari
lebih mengarah kpd hal-hal yg operasional. Terlepas dari
keputusan yg diambil, apakah pd kategori strategik, taktis,
keputusan yg diambil, apakah pd kategori strategik, taktis,
teknis, atau operasional
teknis, atau operasional, semuanya tergolong pd “penentuan , semuanya tergolong pd “penentuan arah” dr perjalanan yg hendak ditempuh oleh organisasi h.117.
arah” dr perjalanan yg hendak ditempuh oleh organisasi h.117.
Setiap pemimpin bertanggung jawab
Setiap pemimpin bertanggung jawab
mengarahkan apa yg baik bagi
mengarahkan apa yg baik bagi
pegawainya, dan dia sendiri harus berbuat
pegawainya, dan dia sendiri harus berbuat
baik. Pemimpin juga harus menjadi
baik. Pemimpin juga harus menjadi
contoh, sabar, dan penuh pengertian.
contoh, sabar, dan penuh pengertian.
Fungsi pemimpin hendaknya diartikan
Fungsi pemimpin hendaknya diartikan
seperti motto Ki Hadjar Dewantara : ing
seperti motto Ki Hadjar Dewantara : ing
ngarso sung tulodo, ing madyo mangun
ngarso sung tulodo, ing madyo mangun
karso, tut wuri handayani (di depan
karso, tut wuri handayani (di depan
menjadi teladan, di tengah membina
menjadi teladan, di tengah membina
kemauan, di belakang menjadi pendorong)
kemauan, di belakang menjadi pendorong)
h. 118.
h. 118.
Kemampuan pemimpin berkaitan dengan h.118-125 :
Kemampuan pemimpin berkaitan dengan h.118-125 :
1. Pembinaan disiplin (waktu, prosedur, teknis).
1. Pembinaan disiplin (waktu, prosedur, teknis).
PP 53-2010 : Disiplin PNS
PP 53-2010 : Disiplin PNS
setiap pegawai memiliki karakteristik khusus, yg
setiap pegawai memiliki karakteristik khusus, yg
satu sama lain berbeda. Hal tsb memerlukan
satu sama lain berbeda. Hal tsb memerlukan
perhatian dan pelayanan khusus pula dari
perhatian dan pelayanan khusus pula dari
pemimpinnya, agar mereka dpt memanfaatkan
pemimpinnya, agar mereka dpt memanfaatkan
waktu utk meningkatkan kinerjanya h.119.
waktu utk meningkatkan kinerjanya h.119.
2. Pembangkitan motivasi.
2. Pembangkitan motivasi.
apabila para pegawai memiliki motivasi yg positif,
apabila para pegawai memiliki motivasi yg positif,
ia akan memperlihatkan minat, mempunyai
ia akan memperlihatkan minat, mempunyai
perhatian, dan ingin ikut serta dlm suatu tugas
perhatian, dan ingin ikut serta dlm suatu tugas
atau kegiatan h. 120.
atau kegiatan h. 120.
3. Pemberian penghargaan.
3. Pemberian penghargaan.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
Berbagai teori-teori kepemimpinan
Berbagai teori-teori kepemimpinan
yang dikemukakan oleh para guru
yang dikemukakan oleh para guru
leadership, to some extent
leadership, to some extent
ditemukan pada pribadi dan
ditemukan pada pribadi dan
kepemimpinan Muhammad SAW.
kepemimpinan Muhammad SAW.
Stepen Covey : pemimpin harus memiliki 4 fungsi
Stepen Covey : pemimpin harus memiliki 4 fungsi
kepemimpinan
kepemimpinan
Vide, Muhammad Syafii Antonio, Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager, 3rd ed, Tazkia Multimedia & ProLM Centre, 2007, h. 20-21.
1
1 Fungsi perintis Fungsi perintis (pathfinding)
(pathfinding) Mengungkap bagaimana sang pemimpin Mengungkap bagaimana sang pemimpin
memahami dan memenuhi kebutuhan utama para
memahami dan memenuhi kebutuhan utama para
stakehoder-nya, misi dan nilai-nilai yang
stakehoder-nya, misi dan nilai-nilai yang
dianutnya, serta yang berkaitan dengan visi dan
dianutnya, serta yang berkaitan dengan visi dan
strategi, yaitu ke mana perusahaan akan dibawa
strategi, yaitu ke mana perusahaan akan dibawa
dan bagaimana caranya agar sampai ke sana.
dan bagaimana caranya agar sampai ke sana.
2
2 Fungsi penyelaras Fungsi penyelaras (aligning)
(aligning) Berkaitan dengan bagaimana pemimpin memahami bagian-bagian sistem dalam organisasi Berkaitan dengan bagaimana pemimpin memahami bagian-bagian sistem dalam organisasi perusahaan menyelaraskan keseluruhannya agar
perusahaan menyelaraskan keseluruhannya agar
mampu bekerja dan saling sinergis.
mampu bekerja dan saling sinergis.
3
3 Fungsi Fungsi
pemberdayaan
pemberdayaan
(empowering)
(empowering)
Berhubungan dengan upaya pemimpin untuk
Berhubungan dengan upaya pemimpin untuk
menumbuhkan lingkungan agar setiap orang
menumbuhkan lingkungan agar setiap orang
dalam organisasi perusahaan mampu melakukan
dalam organisasi perusahaan mampu melakukan
yang terbaik dan selalu mempunyai komitmen
yang terbaik dan selalu mempunyai komitmen
yang kuat (commited).
yang kuat (commited).
4
4 Fungsi panutan Fungsi panutan (modeling)
(modeling) Mengungkap bagaimana agar pemimpin dapat menjadi panutan bagi karyawannya. Bagaimana ia Mengungkap bagaimana agar pemimpin dapat menjadi panutan bagi karyawannya. Bagaimana ia bertanggung jawab atas tutur kata, sikap, perilaku,
bertanggung jawab atas tutur kata, sikap, perilaku,
dan keputusan-keputusan yang diambilnya.
Penentuan Pemimpin
Penentuan Pemimpin
Sebenarnya, jabatan pemimpin merupakan jabatan
Sebenarnya, jabatan pemimpin merupakan jabatan
“istimewa”. Sebab, pemimpin organisasi apapun
“istimewa”. Sebab, pemimpin organisasi apapun
dipersyaratkan memiliki berbagai kelebihan
dipersyaratkan memiliki berbagai kelebihan
menyangkut pengetahuan, perilaku, sikap, maupun
menyangkut pengetahuan, perilaku, sikap, maupun
keterampilan dibanding orang lain. Pada pemimpin
keterampilan dibanding orang lain. Pada pemimpin
itu juga dibebankan berbagai tingkah laku yang
itu juga dibebankan berbagai tingkah laku yang
serba baik, serba memberi contoh, serba menjadi
serba baik, serba memberi contoh, serba menjadi
tumpuan harapan, dan serba bertanggung jawab
tumpuan harapan, dan serba bertanggung jawab
atas perbuatan pribadi maupun perbuatan kolektif
atas perbuatan pribadi maupun perbuatan kolektif
para bawahannya. Secara dassolen (ideal), figur
para bawahannya. Secara dassolen (ideal), figur
pemimpin merupakan figur seseorang yang hampir
pemimpin merupakan figur seseorang yang hampir
sempurna sehingga tidak banyak orang yang
sempurna sehingga tidak banyak orang yang
dapat memenuhi harapan-harapan itu. h. 279.
dapat memenuhi harapan-harapan itu. h. 279.
Balon pemimpin harus memiliki sifat-sifat ideal :
Balon pemimpin harus memiliki sifat-sifat ideal :
a. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang
a. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang
cukup untuk mengendalikan
cukup untuk mengendalikan
perusahaan/organisasinya.
perusahaan/organisasinya.
b. Memfungsikan keistimewaan yang lebih
b. Memfungsikan keistimewaan yang lebih
dibanding orang lain.
dibanding orang lain.
c. Memahami kebiasaan dan bahasa orang yang
c. Memahami kebiasaan dan bahasa orang yang
menjadi tanggung jawabnya.
menjadi tanggung jawabnya.
d. Mempunyai karisma dan wibawa di hadapan
d. Mempunyai karisma dan wibawa di hadapan
orang lain.
orang lain.
e. Konsekuen dengan kebenaran dan tidak
e. Konsekuen dengan kebenaran dan tidak
mengikuti hawa nafsu.
mengikuti hawa nafsu.
Mujamil, MPI, h. 277
f. Bermuamalah dengan lembut dan kasih sayang
f. Bermuamalah dengan lembut dan kasih sayang
terhadap bawahannya, agar orang lain simpati
terhadap bawahannya, agar orang lain simpati
kepadanya.
kepadanya.
g. Menyukai suasana saling memaafkan antara
g. Menyukai suasana saling memaafkan antara
pemimpin dan pengikutnya, serta membantu
pemimpin dan pengikutnya, serta membantu
mereka agar segera terlepas dari kesalahan.
mereka agar segera terlepas dari kesalahan.
h. Bermusyawarah dengan para pengikut serta
h. Bermusyawarah dengan para pengikut serta
minta pendapat dan pengalaman mereka.
minta pendapat dan pengalaman mereka.
i. Menertibkan semua urusan dan membulatkan
i. Menertibkan semua urusan dan membulatkan
tekad untuk bertawakal kepada Allah swt.
tekad untuk bertawakal kepada Allah swt.
Mujamil, MPI, h. 278
j. Membangun kesadaran akan adanya pengawasan
j. Membangun kesadaran akan adanya pengawasan
dari Allah swt sehingga terbina sikap ikhlas.
dari Allah swt sehingga terbina sikap ikhlas.
k. Memberikan santunan sosial kepada para
k. Memberikan santunan sosial kepada para
anggota, sehingga tidak terjadi kesenjangan
anggota, sehingga tidak terjadi kesenjangan
sosial yang menimbulkan rasa dengki dan
sosial yang menimbulkan rasa dengki dan
perbedaan strata sosial yang merusak.
perbedaan strata sosial yang merusak.
l. Mempunyai power dan pengaruh yang dapat
l. Mempunyai power dan pengaruh yang dapat
memerintah serta mencegah karena seorang
memerintah serta mencegah karena seorang
pemimpin harus melakukan kontrol pengawasan
pemimpin harus melakukan kontrol pengawasan
atas pekerjaan anggota, meluruskan kekeliruan,
atas pekerjaan anggota, meluruskan kekeliruan,
serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan
serta mengajak mereka untuk berbuat kebaikan
dan mencegah kemungkaran.
dan mencegah kemungkaran.
Mujamil, MPI, h. 278
:جحلا)
٤۱
(
:جحلا)
٤۱
(
ركنملا نع نوهنو فورعملاب اورماو ةاكزلا اوتاو ةولصلا اوماقا ضرلا ىف مهانيكيم نٳ نيذلا
:جحلا روملا ةبقاع هللو)
٤۱
m. Tidak membuat kerusakan di muka bumi, serta
m. Tidak membuat kerusakan di muka bumi, serta
tidak merusak ladang, keturunan, dan
tidak merusak ladang, keturunan, dan
lingkungan.
lingkungan.
n. Bersedia mendengar nasihat dan tidak sombong
n. Bersedia mendengar nasihat dan tidak sombong
karena nasihat dari orang lain yang ikhlas jarang
karena nasihat dari orang lain yang ikhlas jarang
sekali kita peroleh.
sekali kita peroleh.
Mujamil, MPI, h. 278
:ةرقبلا داسفلا بيحيل هللاو لسنلاو ثرحلا كلهيو اهيف دسفيل ضرلا ىف ىعس ىليوت اذٳو)
۵.٢
(
مثﻹاب ةزيعلا هتذخا هللا قتيا هل ليق اذٳو
... :ةرقبلا)
٦.٢
Dalam konteks pendidikan Islam, pemimpin harus
Dalam konteks pendidikan Islam, pemimpin harus
memiliki keunggulan yang lebih lengkap. Dasar
memiliki keunggulan yang lebih lengkap. Dasar
filosofinya adala
filosofinya adala
h
h
pendidikan Islam selama ini
pendidikan Islam selama ini
mengklaim sebagai lembaga yang berupaya keras
mengklaim sebagai lembaga yang berupaya keras
membangun
membangun
kecerdasan intelektual, kesalehan
kecerdasan intelektual, kesalehan
sosial, dan kemantapan spiritual
sosial, dan kemantapan spiritual
. Pada tingkat
. Pada tingkat
siswa saja, harus memiliki keunggulan di ketiga
siswa saja, harus memiliki keunggulan di ketiga
bidang itu. Apalagi figur-figur yang menjadi
bidang itu. Apalagi figur-figur yang menjadi
pemimpin lembaga pendidikan Islam. Mereka
pemimpin lembaga pendidikan Islam. Mereka
harus lebih hebat daripada pemimpin lembaga
harus lebih hebat daripada pemimpin lembaga
lain. Mereka harus memiliki potensi seperti potensi
lain. Mereka harus memiliki potensi seperti potensi
lembaga pendidikan pada umumnya plus
lembaga pendidikan pada umumnya plus
potensi-potensi khusus yang terkait dengan karakter
potensi khusus yang terkait dengan karakter
keislaman.
keislaman.
Pemimpin lembaga pendidikan harus
Pemimpin lembaga pendidikan harus
memiliki :
memiliki :
1. Sence : sence of chief officer, sence
1. Sence : sence of chief officer, sence
of business, sence of politicy, sence
of business, sence of politicy, sence
of educated hanya demi lembaga
of educated hanya demi lembaga
yang dipimpin (bukan demi pribadi
yang dipimpin (bukan demi pribadi
dan/atau kelompok tertentu).
dan/atau kelompok tertentu).
2. Power : power eksekutif, power
2. Power : power eksekutif, power
legislatif, power pengambilan
legislatif, power pengambilan
keputusan, power ketokohan.
keputusan, power ketokohan.
Warren Bennis : sifat-sifat dasar kepemimpinan
Warren Bennis : sifat-sifat dasar kepemimpinan
Vide, Muhammad Syafii Antonio, Muhammad SAW : The Super Leader Super Manager, 3rd ed, Tazkia Multimedia & ProLM Centre, 2007, h. 22.
1
1 Visioner Visioner
(Guiding Vision)
(Guiding Vision)
Anda mempunyai ide yang jelas tentang apa yang
Anda mempunyai ide yang jelas tentang apa yang
Anda inginkan –secara profesional atau pribadi- dan
Anda inginkan –secara profesional atau pribadi- dan
punya kekuatan untuk bertahan ketika mengalami
punya kekuatan untuk bertahan ketika mengalami
kemunduran atau kegagalan.
kemunduran atau kegagalan.
2
2 Berkemauan Berkemauan kuat (Passion)
kuat (Passion) Anda mencinta apa yang Anda kerjakan, Anda mempunyai kesungguhan yang luar biasa dalam Anda mencinta apa yang Anda kerjakan, Anda mempunyai kesungguhan yang luar biasa dalam menjalani hidup dengan kesungguhan dalam
menjalani hidup dengan kesungguhan dalam
bekerja, menjalani profesi dan bertindak.
bekerja, menjalani profesi dan bertindak.
3
3 Integritas Integritas (integrity)
(integrity)
Integritas anda diperoleh dari pengetahuan sendiri
Integritas anda diperoleh dari pengetahuan sendiri
dan kedewasaan. Anda tahu kekuatan dan
dan kedewasaan. Anda tahu kekuatan dan
kelemahan Anda, teguh memegang prinsip, dan
kelemahan Anda, teguh memegang prinsip, dan
belajar dari pengalaman bagaimana belajar dari dan
belajar dari pengalaman bagaimana belajar dari dan
bekerja dengan orang lain.
bekerja dengan orang lain.
4
4 Amanah (Trust)Amanah (Trust) Anda memperoleh kepercayaan dari orang lain.Anda memperoleh kepercayaan dari orang lain. 5
5 Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu (Curiosity)
(Curiosity) Anda ingin tahu segala hal dan ingin belajar Anda ingin tahu segala hal dan ingin belajar
sebanyak mungkin.
sebanyak mungkin.
6
6 Berani Berani (Courage)
(Courage)
Anda berani mengambil risiko, bereksperimen, dan
Anda berani mengambil risiko, bereksperimen, dan
mencoba hal-hal baru.
Tipe dan Gaya Kepemimpinan
Tipe dan Gaya Kepemimpinan
1. Tipe dasar kepemimpinan : otoriter,
1. Tipe dasar kepemimpinan : otoriter,
demokratis, laissez-faire. h. 275.
demokratis, laissez-faire. h. 275.
2. Tipe instruktif, konsultatif,
2. Tipe instruktif, konsultatif,
partisipatif, delegatif, karismatik,
partisipatif, delegatif, karismatik,
kolegial kolektif
kolegial kolektif
(konsensus)
(konsensus)
,
,
transaksional, dogmatik, visioner,
transaksional, dogmatik, visioner,
transformasional.
transformasional.
Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan
: suatu pola perilaku
: suatu pola perilaku
seorang pemim-pin yang khas pada saat
seorang pemim-pin yang khas pada saat
mempengaruhi anak buahnya, apa yang
mempengaruhi anak buahnya, apa yang
dipilih oleh pemimpin untuk dikerjakan, cara
dipilih oleh pemimpin untuk dikerjakan, cara
pemimpin bertindak dalam mempengaruhi
pemimpin bertindak dalam mempengaruhi
anggota kelompok membentuk gaya
anggota kelompok membentuk gaya
kepemimpinannya h. 108.
kepemimpinannya h. 108.
Tiga pendekatan untuk memahami gaya
Tiga pendekatan untuk memahami gaya
kepemimpinan :
kepemimpinan :
1. Pendekatan sifat
1. Pendekatan sifat
2. Pendekatan perilaku
2. Pendekatan perilaku
3. Pendekatan situasional h. 108.
3. Pendekatan situasional h. 108.
ad.1. pendekatan sifat, individu merupakan pusat
ad.1. pendekatan sifat, individu merupakan pusat
kepemimpinan, mengidentifikasi sifat-sifat
kepemimpinan, mengidentifikasi sifat-sifat
kepribadian pemimpin yang berhasil dan yang
kepribadian pemimpin yang berhasil dan yang
tidak berhasil h. 108.
tidak berhasil h. 108.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
Syarat bagi pemimpin :
1. Kekuatan fisik dan susunan syaraf,
2. Penghayatan terhadap arah dan tujuan,
3. Antusiasme,
4. Keramah-tamahan,
5. Integritas,
6. Keahlian teknis,
7. Kemampuan mengambil keputusan,
8. Inteligensi,
ad.2.pendekatan perilaku memfokus pada
ad.2.pendekatan perilaku memfokus pada
perilaku yang khas dari kegiatan pemimpin
perilaku yang khas dari kegiatan pemimpin
mempengaruhi orang lain dlm situasi tertentu.
mempengaruhi orang lain dlm situasi tertentu.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. a. Universitas OHIO 1945
Kombinasi dua dimensi perilaku pemimpin : pembuatan inisiatif (initiating
structure) sbg gambaran bagaimana seorang pemimpin memberi batasan
dan struktur terhadap peranannya dan peran bawahannya untuk mencapai tujuan; dan perhatian (consideration) sbg gambaran derajad dan corak hubungan seorang pemimpin dengan bawahannya yang ditandai saling percaya, menghargai, dan menghormati dengan bawahannya h. 109-110.
b. Universitas Michigan
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
c. Blake dan Mouton : jaringan manajemen (managerial grid)
Manajer : perhatian pada produksi (tugas) sbg sikap pemimpin yang menekankan mutu keputusan, prosedur, mutu pelayanan staf, efisiensi kerja, dan jumlah pengeluaran; dan perhatian pada orang-orang sbg sikap pemimpin yang memperhatikan keterlibatan anak buah dalam rangka mencapai tujuan, perhatian terhadap harga diri anak buah, tanggung jawab berdasarkan kepercayaan, suasana kerja yang menyenangkan, dan hubungan kerja yang harmonis h. 110.
d. Sistem kepemimpinan Likert : teori kepemimpinan dua dimensi (orientasi tugas dan orientasi individu).
Sistem 1 : sangat otokratis
Kepada bawawan sedikit kepercayaan, eksploitasi, paternalistik, memotivasi dengan ketakutan.
Sistem 2 : otokratis yang baik hati (Benevolent authoritative)
Memperbolehkan komunikasi ke atas, delegasi wewenang, bawahan merasa tidak bebas berpendapat.
Sistem 3 : manajer konsultatif
Komunikasi ke atas dan ke bawah, bawahan merasa sedikit bebas berpendapat.
Sistem 4 : partisipative group
ad.3.pendekatan situasional, kepemimpinan lebih
ad.3.pendekatan situasional, kepemimpinan lebih
merupakan fungsi situasi drpd kualitas pribadi,
merupakan fungsi situasi drpd kualitas pribadi,
dan merupakan suatu kualitas yang timbul karena
dan merupakan suatu kualitas yang timbul karena
interaksi orang-orang dlm situasi tertentu.
interaksi orang-orang dlm situasi tertentu.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. a. Teori kepemimpinan Kontingensi
Fiedler dan Chemers 1950 : seseorang menjadi pemimpin bukan saja karena faktor kepribadian yang dimiliki, tetapi juga karena berbagai faktor situasi dan saling hubungan antara pemimpin dengan situasi. Keberhasilan pemimpin bergantung baik pada diri pemimpin maupun pada keadaan organisasi. Tidak ada gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi, serta ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu hubungan antara pemimpin bawahan, struktur tugas, serta
kekuasaan yang berasal dari organisasi h. 112.
Gaya kepemimpinan yg mengutamakan tugas
Gaya kepemimpinan yg mengutamakan kemanusiaan
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. b. Teori Kepemimpinan Tiga Dimensi
Reddin gubes universitas New Brunswick Canada : ada tiga dimensi yang dpt dipakai utk menentukan gaya kepemimpinan, yaitu perhatian pada produksi atau tugas, perhatian pada orang, dan efektivitas h. 113.
Empat gaya dasar kepemimpinan : 1). integrated,
2). related, 3). separated, 4). dedicated.
N
N
O
O Gaya Dasar KepemimpinanGaya Dasar Kepemimpinan Situasi yang EfektifSituasi yang Efektif Situasi yg Tdk EfektifSituasi yg Tdk Efektif 1
1 IntegratedIntegrated EksekutifEksekutif CompromiserCompromiser 2
2 Related Related DeveloperDeveloper MissionaryMissionary 3
3 SeparatedSeparated BureaucratBureaucrat DeserterDeserter 4
4 dedicateddedicated Benevolent Benevolent autocrat
autocrat Autocrat Autocrat
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. Gaya yang efektif :
-Eksekutif, gaya ini menunjukkan adanya perhatian baik kpd tugas maupun kpd hubungan kerja dlm kelompok. Pimpinan berusaha vasi anggota dan menetapkan standar kerja yg tinggi serta mau mengerti perbedaan individu, dan menempatkan individu sbg manusia.
-Developer, gaya ini memberikan perhatian yg cukup tinggi thdp hubungan kerja dlm kelompok dan perhatian minimum thdp tugas an. Pimpinan yg menganut gaya ini sangat memperhatikan ngembangan individu.
-Birokrat, gaya ini memberikan perhatian yg rendah thdp tugas maupun thdp hubungan. Pemimpin yg menganut gaya ini menerima
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. Gaya yg tidak efektif :
-Compromiser, gaya ini memberikan perhatian yg tinggi pd tugas maupun pd hubungan kerja. Pemimpin yg menganut gaya ini merupakan pembuat keputusan yg tdk efektif dan sering menemui
hambatan dan masalah.
-Missionary, gaya ini memberi perhatian yg tinggi pd hubungan kerja dan rendah pd tugas. Pemimpin yg menganut gaya ini hanya
tertarik pd keharmonisan dan tdk bersedia mengontrol hubungan meskipun tujuan tdk tercapai.
-Deserter, gaya ini memberi perhatian yg rendah pd tugas dan hubungan kerja. Pemimpin yg menganut gaya ini hanya mau memberi dukungan dan memberikan struktur yg jelas serta jawab, hanya pd waktu dibutuhkan.
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003. c. Teori Kepemimpinan Situasional
Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi, yg didasarkan pd hubungan antara tiga faktor :
1). Perilaku tugas (Task behaviour), merupakan pemberian petunjuk oleh pemimpin thdp anak buah meliputi penjelasan tertentu, apa yg harus dikerjakan, bilamana, dan bagaimana mengerjakannya, serta mengawasi mereka secara ketat.
2). Perilaku hubungan (Relationship behaviour), merupakan ajakan yg disampaikan oleh pemimpin melalui komunikasi dua arah yg meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dlm pemecahan masalah.
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
Dari ketiga faktor tsb, tingkat kematangan anak buah (Maturity) merupakan faktor yg paling dominan. Karena itu, tekanan utama dari teori ini terletak pd perilaku pemimpin dlm hubungannya dg anak buah.
Menurut teori ini gaya kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dg tingkat kematangan anak buah. Makin matang anak buah,
pemimpin harus mengurangi perilaku tugas (task behaviour) dan menambah perilaku hubungan (relationship behaviour). Jika anak buah mencapai tingkat kematangan rata-rata, Pemimpin harus
mengurangi perilaku tugas (task behaviour) dan perilaku hubungan (relationship behaviour). Jika anak buah mencapai tingkat kemata-ngan penuh dan sudah dapat mandiri, pemimpin sudah dapat
mendelegasikan wewenang kpd anak buah h. 115.
.
.
NO
NO KEMATANGAN ANAK BUAHKEMATANGAN ANAK BUAH GAYA KEPEMIMPINANGAYA KEPEMIMPINAN 1
1 RendahRendah Gaya Mendikte Gaya Mendikte (Telling)
(Telling)
2
2 Rendah – ModeratRendah – Moderat Gaya Menjual (Selling)Gaya Menjual (Selling) 3
3 Moderat – TinggiModerat – Tinggi Gaya Melibatkan Diri Gaya Melibatkan Diri (Participating)
(Participating)
4
4 TinggiTinggi Gaya Mendelegasikan Gaya Mendelegasikan (Delegating)
(Delegating)
1). Gaya Mendikte (Telling), gaya ini diterapkan jika anak buah dlm tingkat kematangan rendah, dan memerlukan petunjuk serta pengawasan yg jelas. Gaya ini disebut mendikte karena
pemimpin dituntut utk mengatakan apa, bagaimana, kapan, dan di mana tugas dilakukan. Gaya ini menekankan pd tugas, sedang hubungan hanya dilakukan sekedarnya saja.
2). Gaya Menjual (Selling), gaya ini diterapkan jika kondisi anak buah dlm taraf rendah sampai moderat. Mereka telah memiliki kemauan utk melakukan tugas, tetapi belum didukung oleh kemampuan yg memadai. Gaya ini disebut menjual karena pemimpin selalu
memberikan petunjuk yg banyak. Diperlukan tugas dan hubungan agar anak buah dpt memelihara dan meningkatkan kemauan h 116.
.
.
E. Mulyasa, MBS, 3rded, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
3). Gaya Melibatkan Diri (Participating), gaya ini diterapkan jika tingkat kematangan anak buah berada pd taraf moderat sampai tinggi. Mereka memiliki kemampuan, tetapi kurang memiliki kemauan kerja dan kepercayaan diri. Gaya ini disebut mengikut sertakan karena pemimpin dengan anak buah bersama-sama berperan di dlm proses pengambilan keputusan. Dlm taraf kematangan ini, upaya tugas tidak diperlukan, tetapi upaya
hubungan perlu ditingkatkan dg membuka komunikasi dua arah.
4). Gaya Mendelegasikan (Delegating), gaya ini diterapkan jika kemampuan dan kemauan anak buah telah tinggi. Gaya ini
disebut mendelegasikan karena anak buah dibiarkan kan kegiatan sendiri, melalui pengawasan umum. Hal biasa
Kepemimpinan
Kepemimpinan
Transformatif
Transformatif
: … model
: … model
kepemimpinan kepala sekolah yang
kepemimpinan kepala sekolah yang
efektif dalam mentransformasikan
efektif dalam mentransformasikan
sekolah menjadi tempat yang
sekolah menjadi tempat yang
benar-benar layak bagi siswa untuk
benar layak bagi siswa untuk
mengembangkan dirinya secara
mengembangkan dirinya secara
maksimal.
maksimal.
Kepemimpinan Islamiy
Kepemimpinan Islamiy
1. Harus memiliki gagasan yang terus
1. Harus memiliki gagasan yang terus
berkembang terutama yang terkait
berkembang terutama yang terkait
dengan strategi untuk memajukan
dengan strategi untuk memajukan
organisasi yang dipimpinnya,
organisasi yang dipimpinnya,
berkonsentrasi pada pemikiran dan
berkonsentrasi pada pemikiran dan
bertindak memajukan lembaga
bertindak memajukan lembaga
pendidikan Islam sehingga mampu
pendidikan Islam sehingga mampu
bersaing dengan lembaga-lembaga
bersaing dengan lembaga-lembaga
pendidikan lainnya yang maju, serta
pendidikan lainnya yang maju, serta
dapat menjaga kualitas. h. 274.
dapat menjaga kualitas. h. 274.
2. Dalam situasi darurat harus mampu lagi berani
2. Dalam situasi darurat harus mampu lagi berani
mengambil keputusan dan tindakan yang cepat
mengambil keputusan dan tindakan yang cepat
lagi tepat kendati tanpa melalui musyawarah
lagi tepat kendati tanpa melalui musyawarah
lebih dulu. Keberanian, kecepatan, dan ketepatan
lebih dulu. Keberanian, kecepatan, dan ketepatan
dalam menyelesaikan masalah yang mendesak
dalam menyelesaikan masalah yang mendesak
memang tidak mudah, tindakan itu
memang tidak mudah, tindakan itu
membutuhkan kecermatan yang tinggi dalam
membutuhkan kecermatan yang tinggi dalam
membaca situasi sekitar yang berkembang
membaca situasi sekitar yang berkembang
dengan begitu cepat. Sehingga acapkali
dengan begitu cepat. Sehingga acapkali
pemimpin dihadapkan pilihan tindakan yang
pemimpin dihadapkan pilihan tindakan yang
serba salah, dan dengan terpaksa menerapkan
serba salah, dan dengan terpaksa menerapkan
kaidah
kaidah
نيررض لاا
نيررض لاا
ا فاخٲ
ا فاخٲ
untuk menetapkan pilihan
untuk menetapkan pilihan
tindakan yang memiliki resiko paling ringan.
tindakan yang memiliki resiko paling ringan.
h.
h.
275.
275.
3. Harus mampu membina dan mengembangkan
3. Harus mampu membina dan mengembangkan
kerja sama yang harmonis sekaligus persaingan
kerja sama yang harmonis sekaligus persaingan
yang sehat di lingkungan orang-orang yang
yang sehat di lingkungan orang-orang yang
dipimpinnya. h. 276.
dipimpinnya. h. 276.
4. Secara internal organisasi harus mampu
4. Secara internal organisasi harus mampu
membangkitkan motivasi para tenaga pendidik
membangkitkan motivasi para tenaga pendidik
yang bekerja di lembaga yang dia pimpin sehingga
yang bekerja di lembaga yang dia pimpin sehingga
mereka dapat meningkatkan kinerja dalam
mereka dapat meningkatkan kinerja dalam
berkarya, dan secara eksternal organisasi harus
berkarya, dan secara eksternal organisasi harus
mampu mengakomodasikan berbagai pikiran/
mampu mengakomodasikan berbagai pikiran/
pandangan masyarakat era reformasi juga era
pandangan masyarakat era reformasi juga era
globalisasi. h. 281.
globalisasi. h. 281.
5. Harus mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam
5. Harus mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam
di dalam sistem pendidikan, dan mampu
di dalam sistem pendidikan, dan mampu
menerapkan teknologi pendidikan modern. h. 281.
menerapkan teknologi pendidikan modern. h. 281.
6. Harus mampu menguasai dan mengembangkan
6. Harus mampu menguasai dan mengembangkan
stuktur organisasi pendidikan Islam yang efisien.
stuktur organisasi pendidikan Islam yang efisien.
h. 282.
h. 282.
7. Sebagai leader harus mampu menciptakan
7. Sebagai leader harus mampu menciptakan
keharmonisan kerja, dan sebagai manajer harus
keharmonisan kerja, dan sebagai manajer harus
mampu menciptakan kelancaran kerja. h. 282.
mampu menciptakan kelancaran kerja. h. 282.
8. Tidak menerapkan kepemimpinan ala Iblis cs
8. Tidak menerapkan kepemimpinan ala Iblis cs
(semisal : Namruzisme, Fir’aunisme, Abu
(semisal : Namruzisme, Fir’aunisme, Abu
Jahalisme, Rahwanaisme, Duryudanaisme, Ken
Jahalisme, Rahwanaisme, Duryudanaisme, Ken
Arokisme).
Arokisme).
9
9. Mengawali dari diri sendiri (
. Mengawali dari diri sendiri (
كسفااناااا
كسفااناااا
ب
ب
ٲدبٳ
ٲدبٳ
) sebagai
) sebagai
keteladanan proaktif, disiplin, rendah hati,
keteladanan proaktif, disiplin, rendah hati,
realistis, penyayang dalam menegakkan segala
realistis, penyayang dalam menegakkan segala
ketentuan yang berlaku. h. 282.
ketentuan yang berlaku. h. 282.
10
10
. Mencegah dan melawan segala bentuk
. Mencegah dan melawan segala bentuk
penjajahan (kedzaliman) dalam
penjajahan (kedzaliman) dalam
madrasah/sekolah yang dipimpin baik antar
madrasah/sekolah yang dipimpin baik antar
individu, antar kelompok, antara individu –
individu, antar kelompok, antara individu –
kelompok, antara individu/kelompok terhadap
kelompok, antara individu/kelompok terhadap
seluruh kekayaan lembaga.
seluruh kekayaan lembaga.
Mujamil, MPI.
:فصلا نولعفتلام اولوقت نٲ هللا دنع اتقم ربك نولعفتلام نولوقت مل اونما نيذلا اهييٲي) –
٣
-٢
Kepala madr-sek merupakan motor penggerak,
Kepala madr-sek merupakan motor penggerak,
penentu arah kebijakan madr-sek, yg akan
penentu arah kebijakan madr-sek, yg akan
menentukan bagaimana tujuan-tujuan madr-sek
menentukan bagaimana tujuan-tujuan madr-sek
dan pendidikan pd umumnya direalisasikan h. 126
dan pendidikan pd umumnya direalisasikan h. 126
Kamadr-sek harus memiliki 3 ketrampilan :
Kamadr-sek harus memiliki 3 ketrampilan :
1. Ketrampilan
1. Ketrampilan
konseptual
konseptual
(memahami dan
(memahami dan
mengoperasikan organisasi).
mengoperasikan organisasi).
2. Ketrampilan
2. Ketrampilan
manusiawi
manusiawi
(bekerja sama,
(bekerja sama,
memotivasi, dan memimpin).
memotivasi, dan memimpin).
3. Ketrampilan
3. Ketrampilan
teknik
teknik
(menggunakan pengetahuan,
(menggunakan pengetahuan,
metode, teknik, perlengkapan utk menyelesaikan
metode, teknik, perlengkapan utk menyelesaikan
tugas tertentu).
tugas tertentu).
Kriteria kepemimpinan efektif kamadr-sek :
Kriteria kepemimpinan efektif kamadr-sek :
1. Mampu memberdayakan guru-guru utk melaksanakan
1. Mampu memberdayakan guru-guru utk melaksanakan
proses pembelajaran dg baik, lancar, produktif;
proses pembelajaran dg baik, lancar, produktif;
2. Dpt menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dg
2. Dpt menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dg
waktu yg tlh ditetapkan;
waktu yg tlh ditetapkan;
3. Mampu menjalin hubungan yg harmonis dg
3. Mampu menjalin hubungan yg harmonis dg
masyarakat sehingga dpt melibatkan mrk secara aktif
masyarakat sehingga dpt melibatkan mrk secara aktif
dlm rangka mewujudkan tujuan sekolah dan
dlm rangka mewujudkan tujuan sekolah dan
pendidikan;
pendidikan;
4. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yg sesuai
4. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yg sesuai
dg kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah;
dg kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah;
5. Bekerja dg tim manajemen;
5. Bekerja dg tim manajemen;
6. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif
6. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif
sesuai dg ketentuan yg telah ditetapkan h.126.
sesuai dg ketentuan yg telah ditetapkan h.126.
Megaskills of leadership (Burt Nanus)
Megaskills of leadership (Burt Nanus)
1
1 Berpandangan jauh ke Berpandangan jauh ke depan
depan Mata anda harus memandang horizon yang jauh, meskipun kaki Anda sedang melangkah ke Mata anda harus memandang horizon yang jauh, meskipun kaki Anda sedang melangkah ke arahnya.
arahnya.
2
2 Menguasai perubahanMenguasai perubahan Anda mengatur kecepatan, arah, dan irama Anda mengatur kecepatan, arah, dan irama perubahan dalam organisasi sehingga
perubahan dalam organisasi sehingga
pertumbuhan dan evolusinya seiring dengan
pertumbuhan dan evolusinya seiring dengan
perubahan dari luar
perubahan dari luar
3
3 Disain organisasiDisain organisasi Anda adalah seorang pembangun organisasi Anda adalah seorang pembangun organisasi yang mempunyai wewenang dan mampu
yang mempunyai wewenang dan mampu
mewujudkan visi yang diinginkan
mewujudkan visi yang diinginkan
4
4 Pembelajaran Pembelajaran antisipatoris
antisipatoris Anda pembelajar seumur hidup yang berkomitmen untuk mempromosikan Anda pembelajar seumur hidup yang berkomitmen untuk mempromosikan pembelajaran organisasi.
pembelajaran organisasi.
5
5 InisiatifInisiatif Anda mendemontrasikan kemampuan untuk Anda mendemontrasikan kemampuan untuk membuat berbagai hal menjadi kenyataan.
membuat berbagai hal menjadi kenyataan.
6
6 Penguasaan Penguasaan interdependensi
interdependensi Anda menginspirasi orang lain untuk saling berbagi gagasan dan kepercayaan, untuk Anda menginspirasi orang lain untuk saling berbagi gagasan dan kepercayaan, untuk berkomunikasi dengan baik dan rutin, dan
berkomunikasi dengan baik dan rutin, dan
mencari pemecahan masalah secara
mencari pemecahan masalah secara
kolaboratif.
kolaboratif.
7
7 Standar integritas yang Standar integritas yang tinggi
tinggi Anda fair, jujur, toleran, terpercaya, peduli, terbuka, loyal, dan berkomitmen terhadap Anda fair, jujur, toleran, terpercaya, peduli, terbuka, loyal, dan berkomitmen terhadap tradisi masa lalu yang terbaik.
tradisi masa lalu yang terbaik.
Kebijakan Mengenai Kamad-Kasek :
Kebijakan Mengenai Kamad-Kasek :
1. UU 20-2003 : Sisdiknas bab IX psl 35
1. UU 20-2003 : Sisdiknas bab IX psl 35
SNP
SNP
2. PP 19-2005 : SNP psl 38.
2. PP 19-2005 : SNP psl 38.
3. Permendiknas 13-2007 : Standar
3. Permendiknas 13-2007 : Standar
Kasek-Kamad.
Kasek-Kamad.
4. Permendiknas 06-2009 : Organisasi dan
4. Permendiknas 06-2009 : Organisasi dan
Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan
Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).
Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).
5. Permendiknas 28-2010 : Penugasan
5. Permendiknas 28-2010 : Penugasan
Guru sebagai Kasek-kamad.
Pasal 1. 1. Kepala sekolah/madrasah adalah guru
yang diberi tugas tambahan untuk memimpin
taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA),
taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah
dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah
dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah
pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs),
sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB),
sekolah menengah atas/madrasah aliyah
(SMA/MA), sekolah menengah
kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK),
atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB)
yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI)
atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah
bertaraf internasional (SBI).
Permendiknas 28-2010 Penugasan Guru sbg Kasek-Kamad
Kebijakan Pemerintah Mengenai Kamad-sek
Kebijakan Pemerintah Mengenai Kamad-sek
PP 19-2005 SNP Psl 38
PP 19-2005 SNP Psl 38
(1) Kriteri
(1) Kriteriaa utk menjadi kepala TK/RA : utk menjadi kepala TK/RA : a. Berstatus sbg guru TK/RA;
a. Berstatus sbg guru TK/RA;
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku;
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 tahun di
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 tahun di
TK/RA;
TK/RA;
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
bidang pendidikan.
bidang pendidikan.
(2) Kriteria utk menjadi kepala SD/MI :
(2) Kriteria utk menjadi kepala SD/MI :
a. Berstatus sbg guru SD/MI;
a. Berstatus sbg guru SD/MI;
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku;
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg berlaku;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di SD/MI;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di SD/MI;
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
bidang pendidikan.
bidang pendidikan.
(3) Kriteria utk menjadi kepala SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK :
(3) Kriteria utk menjadi kepala SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK :
a. Berstatus sbg guru SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK;
a. Berstatus sbg guru SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK;
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg
berlaku;
berlaku;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di
SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK;
SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK;
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di
bidang pendidikan.
bidang pendidikan.
(4) Kriteria utk menjadi kepala SDLB/SMPLB/SMALB :
(4) Kriteria utk menjadi kepala SDLB/SMPLB/SMALB :
a. Berstatus sbg guru pada satuan pendidikan khusus;
a. Berstatus sbg guru pada satuan pendidikan khusus;
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sbg agen
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg
pembelajaran sesuai ketentuan perundang-undangan yg
berlaku;
berlaku;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th di
satuan pendidikan khusus;
satuan pendidikan khusus;
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan, pengelolaan dan
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan, pengelolaan dan
kewirausahaan di bidang pendidikan khusus.
kewirausahaan di bidang pendidikan khusus.
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad
A. Kualifikasi
A. Kualifikasi
1. Umum
1. Umum
2. Khusus
2. Khusus
B. Kompetensi
B. Kompetensi
1. Kepribadian
1. Kepribadian
2. Manajerial
2. Manajerial
3. Kewirausahaan
3. Kewirausahaan
4. Supervisi
4. Supervisi
5. Sosial
5. Sosial
A.1. Kualifikasi Umum Kasek/mad :
A.1. Kualifikasi Umum Kasek/mad :
a. Memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-IV kependidikan
a. Memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-IV kependidikan
atau nonkependidikan pada PT yg terakreditasi;
atau nonkependidikan pada PT yg terakreditasi;
b. Pd waktu diangkat sbg kasek berusia setinggi-tingginya 56
b. Pd waktu diangkat sbg kasek berusia setinggi-tingginya 56
th;
th;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 th
menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/RA
menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/RA
memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 th di
memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 th di
TK/RA;
TK/RA;
d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/C bagi PNS dan
d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/C bagi PNS dan
bagi nonPNS disetarakan dg kepangkatan yg dikeluarkan
bagi nonPNS disetarakan dg kepangkatan yg dikeluarkan
oleh yayasan atau lembaga yg berwenang.
oleh yayasan atau lembaga yg berwenang.
A.2. Kualifikasi Khusus Kasek/mad :
A.2. Kualifikasi Khusus Kasek/mad :
a. Kepala TK/RA :
a. Kepala TK/RA :
b. Kepala SD/MI :
b. Kepala SD/MI :
c. Kepala SMP/MTs :
c. Kepala SMP/MTs :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad
1). Berstatus sbg guru TK/RA;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru TK/RA;
3). Memiliki
sertifikat kepala TK/RA
yg diterbitkan oleh lembaga yg
ditetapkan Pemerintah.
1). Berstatus sbg guru SD/MI;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru SD/MI;
3). Memiliki
sertifikat kepala SD/MI
yg diterbitkan oleh lembaga yg
ditetapkan Pemerintah.
1). Berstatus sbg guru SMP/MTs;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru SMP/MTs;
3). Memiliki
sertifikat kepala SMP/MTs
yg diterbitkan oleh lembaga yg
d. Kepala SMA/MA :
d. Kepala SMA/MA :
e. Kepala SMK/MAK :
e. Kepala SMK/MAK :
f. Kepala SDLB/SMPLB/SMALB :
f. Kepala SDLB/SMPLB/SMALB :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad : A.2. kualifikasi khusus
1). Berstatus sbg guru SMA/MA;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru SMA/MA;
3). Memiliki
sertifikat kepala SMA/MA
yg diterbitkan oleh lembaga yg
ditetapkan Pemerintah.
1). Berstatus sbg guru SMK/MAK;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru SMK/MAK;
3). Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yg diterbitkan oleh lembaga yg
ditetapkan Pemerintah.
1). Berstatus sbg guru SDLB/SMPLB/SMALB;
2). Memiliki sertifikat pendidik sbg guru
SDLB/SMPLB/SMALB;
3). Memiliki
sertifikat kepala SLB/SDLB
yg diterbitkan oleh lembaga yg
B.1. Kompetensi Kepribadian :
B.1. Kompetensi Kepribadian :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad : B. Kompetensi
1.1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak
mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di
sekolah/madrasah.
1.2. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
1.3. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sbg
kepala sekolah/madrasah.
1.4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
1.5. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah pekerjaan sbg
kepala sekolah/madrasah.
B.2. Kompetensi Manajerial :
B.2. Kompetensi Manajerial :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad : B. Kompetensi
2.1. Menyusun perencanaan sekolah/madr utk berbagai tingkatan.
2.2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan
dg kebutuhan.
2.3. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan
sumber daya sekolah/madrasah secara optimal.
2.4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah
menuju organisasi pembelajar yg efektif.
2.5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yg kondusif
dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
2.6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.
2.7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam
rangka pendayagunaan secara optimal.
2.8. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam
rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan
pembiayaan sekolah/madrasah.
.
.
2.10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan
nasional.
2.11. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan
prinsip pengelolaan yg akontabel, transparan, dan efisien.
2.12. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dlm
mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
2.13. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dlm
mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta
didik di sekolah/madrasah.
2.14. Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam
mendukung penyusunan program dan pengambilan
keputusan.
2.15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madr.
2.16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yg
tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
B.3. Kompetensi Kewirausahaan :
B.3. Kompetensi Kewirausahaan :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad : B. Kompetensi
3.1. Menciptakan inovasi yg berguna bagi pengembangan
sekolah/madrasah.
3.2. Bekerja keras utk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah
sbg organisasi pembelajar yg efektif.
3.3. Memiliki motivasi yg kuat utk sukses dlm melaksanakan tugas
pokok dan fungsi sbg pemimpin sekolah/madrasah.
3.4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yg dihadapi sekolah/madrasah.
3.5. Memiliki naluri kewirausahaan dlm mengelola kegiatan
produksi/jasa sekolah/madrasah sbg sumber belajar
B.4. Kompetensi Supervisi :
B.4. Kompetensi Supervisi :
B.5. Kompetensi Sosial :
B.5. Kompetensi Sosial :
Permendiknas 13-2007 Standar Kasek/mad : B. Kompetensi
4.1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
4.2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan
menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yg tepat.
4.3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru
dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
5.1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan
sekolah/madrasah.
5.2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kompetensi
Kepribadian
Kompetensi
Manajerial
Kompetensi
Kewirausah
Kompetensi
Supervisi
Kompetensi
Sosial
Kamad
Kasek
Mempengaruhi
Men