• Tidak ada hasil yang ditemukan

kelompok-2-transjakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "kelompok-2-transjakarta"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

  Nurrahman

  Nurrahman

  Rakel

  Rakel

  Luthfi

  Luthfi

  Choirolis

  Choirolis

  Komarul

  Komarul

  Suryansyah

  Suryansyah

 Yopi

 Yopi

  ndri

  ndri

  icky

  icky

(2)
(3)

Latar

Latar

Belak

Belak

ang

ang

JJa

akka

arrtta

a m

me

erru

up

pa

akka

an

n iib

bu

ukko

otta

a n

ne

eg

ga

arra

a IIn

nd

do

on

ne

essiia

a m

me

en

njja

ad

dii p

pu

ussa

att

kkeg

egia

iattan

an,, ba

baik

ik pe

peme

meri

rin

nttah

ahan

an,, ek

ekon

onom

omi,

i, so

sosi

sial

al,, pe

pend

ndiidi

dikkan

an ma

maup

upun

un

p

po

olliittiikk.. kko

on

nsse

ekku

ue

en

nssii d

da

arrii d

da

ayya

a tta

arriikk kko

otta

a jja

akka

arrtta

a m

me

en

nyye

eb

ba

ab

bkka

an

n

ban

banya

yakn

knya

ya jum

jumlah

lah pe

pendu

ndudu

dukk hin

hingg

gga

a men

menye

yebab

babka

kan

n kkema

emace

cetan

tan..

T

To

otta

all p

pe

en

nu

um

mp

pa

an

ng

g d

da

alla

am

m p

pe

errjja

alla

an

na

an

n sse

ekkiitta

arr 1

16

6 jju

utta

a p

pe

err p

pe

errjja

alla

an

na

an

n

ttiia

ap

p h

ha

arriin

nyya

a d

de

en

ng

ga

an

n 2

25

5%

% b

be

erra

assa

all d

da

arrii kko

om

mu

utte

err d

da

arrii LLu

ua

arr JJa

akka

arrtta

a..

D

Dal

ala

am

m p

pe

errjja

alla

an

na

an

n tte

errsse

eb

bu

utt,, 5

50

0,,7

7%

% me

men

ngg

ggu

un

na

akka

an

n a

alla

att ttrra

an

nssp

pot

ota

assii

p

pu

ub

blliikk d

da

an

n 4

49

9,,3

3%

% m

me

en

ng

gg

gu

un

na

akka

an

n kke

en

nd

da

arra

aa

an

n p

prriib

ba

ad

dii.. ((JJiicca

a S

Sttu

ud

dyy,,

2000).

2000).

La

Lan

ngk

gkah

ah p

pem

eme

eri

rin

nttah

ah Ja

Jakkar

artta

a d

dal

ala

am

m me

men

ngh

ghad

adap

apii ma

masa

sallah

ah tter

erse

seb

but

ut

ad

adal

alah

ah de

deng

ngan

an me

meng

ngel

elua

uark

rkan

an si

sist

stem

em an

angk

gkut

utan

an ma

mass

ssal

al,, se

sepe

pert

rtii BR

BRT

T..

Na

Namu

mun

n pa

pada

da pe

pela

laks

ksan

anaa

aann

nnyya

a ma

masi

sih

h ba

ban

nyyak

ak te

terj

rjad

adii kkon

ontr

trov

over

ersi

si se

sert

rta

a

kke

ekke

ecce

ew

wa

aa

an

n d

diip

piih

ha

akk m

ma

assyya

arra

akka

att sse

ella

akku

u o

ob

bjje

ekk d

da

arrii kke

eb

biijja

akka

an

n..

K

Ku

ua

alliitta

ass p

pe

ella

ayya

an

na

an

n T

Trra

an

nssjja

akka

arrtta

a cce

en

nd

de

erru

un

ng

g m

me

erro

osso

ott d

da

arrii w

wa

akkttu

u

kewaktu.

(4)

Public Transport Demand

(5)

TRANSJAKARTA 

Transjakarta atau umum disebut Busway adalah sebuah

sistem transportasi bus cepat atau

Bus Rapid Transit di

Jakarta, Indonesia.

2004 Koridor 1 2006 Koridor 2 & 3 2007 Koridor 4,5,6 & 7 2009 Koridor 8 2010 –2012 Koridor 9,10,11,12

(6)

Struktur Kelembagaan

Transjakarta

Badan Pengelola (BP) Unit Pelaksana Teknis

(UPT)

Badan Layanan Umum (BLU)

Unit Pengelola (UP) ----Keuangan----Badan Layanan Umum Dae

rah (BLUD)

2004

Pergub DKI No. 48 Tahun 2006 Satuan Pengawas Internal Seksi Operasional Seksi Sistem Tiket Seksi Pengendalian

Pergub DKI No. 52 Tahun 2011 Kepala

Dinas Perhubungan Kepala Unit Pelaksana (UP)

Seksi Prasarana Subbagian Tata Usaha Subbagian Keuangan

(7)

Struktur Kelembagaan

Transjakarta

Transjakarta berada di bawah Dep. Komunikasi

Jakarta

Berubah menjadi PT Transjakarta

perusahaan

milik pemprov DKI Jakarta

Tujuan : agar bergerak lebih bebas dan tidak

terikat birokrasi

99%

Pemerintah

DKI Jakarta

1%

Perusahaan

Swasta

(PT Transjak)

Saham

Koordinasi dengan perusahaan swasta untuk

memperoleh pembiayaan tambahan

Pembiayaan untuk perawatan dan pembaharuan

unit dan infrastruktur

PT

Transjakarta

harus

memberikan

dividen

kepada pemda DKI Jakarta

Reformasi standar operasional pengemudi bus

(8)

Operator Bus Transjakarta

No. Operator Anggota Konsorsium Koridor Masa Kontrak 1 PT. Jakarta Express Trans (JET) PPD, Bianglala, Steady

Safe, Ratax, Pahala Kencana

I 2004-2013

2 PT. Trans Batavia Mayasari Bakti, Steady Safe, PPD, Metromini

II, III 2006-2013 3 PT. Jakarta Trans Metropolitan (JTM) Mayasari Bakti, Steady

Safe, Pahala Kencana, PPD

IV, VI 2008-2015 4 PT. Primajasa Perdanarayautama - IV,VI

5 PT. Jakarta Mega Trans (JMT) Mayasari Bakti, Steady Safe, Pahala Kencana, PPD

V, VII 2008-2015 6 PT. EkasariLorena - V, VII 2008-2015 7 PT. Bianglala Metropolitan - IX, X 2010-2017 8 PT. Trans Mayapada Mayasari Bakti, PPD IX, X 2011-2018 9 PerumDAMRI - XII&VIII 2011-2018 2012-2019

(9)
(10)

 Analisa 4 C

COMPANY 

CUSTOMER

CONTEXT

(11)

COMPANY 

  INFRASTRUKTUR

 –

12 koridor, 215 halte dan 524 armada bus

 –

fasilitas papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte

 –

feeder busway dari kota satelit sekitar Jakarta

 –

kamera-kamera CCTV untuk memantau kondisi halte-halte busway

 –

proses pembayaran dilakukan

  STRATEGI

 –

Visi: Memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya dan

bertaraf internasional

 –

Misi:

• Meningkatkan kualitas hidup pengguna jasa transjakarta

• Menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau

• Mengoptimalisasikan layanan transportasi publik yang efisien dari sisi biaya dan investasi • Mengefisiensikan waktu dari pengguna jasa layanan dan masyarakat pada umumnya • Mengurangi pencemaran udara dan menjaga kesehatan lingkungan di DKI Jakarta • Memberikan kualitas pelayanan yang baik, dengan memperhatikan keamanan dan • kenyamanan pengguna jasa layanan

  KAPABILITAS

2007 [61.617.951 ] 2008 [74.622.004 ] 2009 [78.145.233 ] 2010 [84.721.626 ] 2011 [114.771.442 ] 2012 [109.983.609 ] 2013 [34.129.845 ]

(12)

CUSTOMER

• Demografi

- Jenis kelamin : Pria & Wanita

- Umur : Usia Remaja & Dewasa - Kelas sosial : Semua tingkatan kelas sosial

• Geografi

- Penduduk lokal yang tinggal di Jakarta

- Penduduk tinggal dari daerah sekitar Jakarta (BODETABEK) - Penduduk dari luar Jabodetabek

• Psikografi

- Mandiri

- Menghargai waktu

- Memperhatikan hal-hal detail seperti kebersihan dan kenyamanan - Praktis dan modern

- Efektif dalam pengeluaran uang - Tingkat mobilitasi tinggi

Pria dan wanita dalam range usia remaja dan dewasa dengan aktivitas yang terpusat di daerah Jakarta serta bertempat tinggal di Jabodetabek. Transjakarta diperuntukkan bagi customer dengan mobilitas tinggi yang menghargai waktu, bergaya hidup praktis dan modern, efektif dalam pengeluaran uang serta mengutamakan kebersihan dan kenyamanan.

Transjakarta merupakan satu-satunya sistem transportasi bus cepat di Jakarta yang memberikan pelayanan bertaraf internasional. Penataan interior, eksterir sampai desain halte serta pemilihan material bahan merupakan salah satu cara yang diterapkan untuk mewujudkan positioning yang dimaksud. Melalui cara ini diharapkan mampu mengarahkan masyarakat untuk menanamkan Transjakarta di benak masyrakat, sebagai sistem transportasi yang aman, nyaman dalam

SEGMENT SI

T RGET M RKET

(13)

CONTEXT

  DEMOGRAFI

 –

penduduk berjumlah 9.607.787 jiwa (2010). dimana pada siang hari, angka

tersebut dapat bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit

 –

Kota/Kabupaten yang paling banyak penduduknya adalah Jakarta Timur

dengan 2.693.896

SOSIAL BUDAYA

 –

Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan

berbagai suku bangsa di Indonesia

 –

Penduduk jakarta sangat dipengaruhi budaya global yang modern yang

dinamis dengan mobilitas tinggi

  EKONOMI

 –

Jakarta merupakan pusat pemerintahan, pusat bisnis dan keuangan

 –

Jakarta merupakan salah satu kota di Asia dengan masyarakat kelas

menengah cukup besar

  TEKNOLOGI

 –

Jakarta merupakan pintu masuk perkembangan tekonologi dunia di Indonesia

 –

Masyarakat Jakarta sangat mengikuti perkembangan teknologi dalam

(14)

COMPETITOR

Competitive

Rivalry within

an Industry

(KRL)

Bargaining power of

supplier

SPBG

Operator Bus

Bargaining power of

customers

Taksi (high switching cost)

Bus, minibus, mikrolet (low

switching cost)

Threats of new

entrants

SUBWAY (2017)

Monorail (resurrect)

Threat of substitute

product

Angkutan Trayek (bus,

minibus, mikrolet, dll)

Angkutan Non-Trayek

(taksi, ojek, bajaj, becak,

dll

(15)
(16)

5 dimensi kualitas

RELIABILITY kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan

dengan tepat & terpercaya

• Value perusahaan (pelayanan jasa transportasi masal yang cepat, murah, nyaman, mudah dan tepat waktu) hingga saat ini belum terealisasi. Seiring bertambahnya jumlah penumpang, dan menurunnya kualitas infrastruktur, transjakarta tidak dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap konsumen

RESPONSIVENESS keinginan atau kesiapan pekerja dalam menyediakan

pelayanan

•Dalam hal keamanan, para petugas cenderung tidak memberikan tindakan preventif terhadap tindakan kriminal, hanya sebatas memberikan peringatan. Untuk kenyamanan, penumpang terpaksa berdesakan di dalam Bus dan halte, karena respon petugas yg minim. Keluhan

konsumen tidak pernah ditindaklanjuti oleh perusahaan, sehingga profesionalitas transjakarta dipertanyakan.

ASSURANCE pengetahuan, kemampuan, dan keramahan yang dijamin

perusahaan untuk menghilangkan sifat keragu-raguan konsumen dan

merasa terbebas dari bahaya dan resiko

•Kinerja perusahaan menurun, namun jumlah konsumen semakin banyak, karena biaya yg murah

(17)

5 dimensi kualitas

EMPHATY sikap perusahan untuk memahami kebutuhan

maupun kesulitan konsumen

Kualitas layanan petugas transjakarta menurun terlihat dalam hal

perkataan dan tindakan

TANGIBLES faktor ketersediaan fasilitas tisik,

perlengkapan, dan sarana komunikasi dalam proses jasa

Dalam benak konsumen mengenai transjakarta terbentuk model

(18)

5 service gaps

OK

OK

PROBLEM

PROBLEM

PROBLEM

Catch

Need/Wants

Sarana

Prasarana

Bus

Halte

Busway

FasUm

Kualitas

Kuantitas

Sterilisasi, Standarisasi, Inovasi

Sosialisasi

Unfulfilled Promises

Public Relation

Maintenance SarPras

Headway

(19)
(20)

Rekomendasi

GAP 3

Spesifikasi Kualitas Pelayanan

 –

Penyelenggaraan Pelayanan

GAP 5

Pelayanan Diharapkan

 –

Pelayanan Diterima

PENINGKATAN SERVICE MARKETING MIX

physical evidence (elemen fisik)

Pemeliharaan infrastruktur

Pemeliharaan armada bus

Penambahan armada bus

Implementasi layar waktu tempuh

process (proses)

standarisasi pelayanan

implementasi e-ticket

sterilisasi jalur

people (karyawan)

optimalisasi satgas untuk menjaga

kapasitas bus

optimalisasi petugas halte

optimalisasi pengendara bus

promotion (promosi)

Pencitraan transformasi transjakarta

sebagai solusi transportasi umum

GAP 4

Penyelenggaraan Pelayanan

 –

(21)

Rekomendasi

BLU

-•

Sulit mengatur keuangan &

pemasukan (APBD & BPKD)

Sangat tergantung aturan

birokrat

tidak praktis

Kelembagaan sempit,

kebijakan tidak otonom

BLU +

Subsidi (APBD)

Income (Direct Usage)

BUMD

-•

Tidak dapat APBD, hanya

dapat PMP non-rutin

Minim kendali pemerintah

BUMD +

Manajemen (uang &

organisasi)

Fleksibel, cepat dan

(22)
(23)
(24)
(25)

Manajemen Krisis

Transjakarta

(26)

Manajemen Krisis

Transjakarta

(27)
(28)
(29)
(30)

Referensi

Dokumen terkait

perhatian kepada pengguna layanan secara individual. Di Indonesia, terkait dengan kualitas pelayanan publik dan kinerja dari organisasi penyelenggaraan pelayanan

Dengan memanfaatkan fasilitas dan layanan yang disediakan oleh inkubator, para pengguna jasa (tenant) dapat memperbaiki sisi- sisi lemah dari aspek-aspek wirausaha...

Untuk mengatasi masalah yang dialami oleh siswa maka akan diberikan bantuan berupa salah satu dari layanan bimbingan dan konseling yaitu layanan konseling kelompok untuk

Jadi berdasarkan pembahasan tersebut, tidak semua pengguna transportasi dan masyarakat mendapatkan manfaat dari investasi infrastruktur jalan serta kesalahan asumsi

Sedangkan tujuan dari laporan ini disusun untuk mengukur kepuasan publik sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan informasi pelayanan publik di Balai

Jadi berdasarkan pembahasan tersebut, tidak semua pengguna transportasi dan masyarakat mendapatkan manfaat dari investasi infrastruktur jalan serta kesalahan asumsi

Sedangkan tujuan dari laporan ini disusun untuk mengukur kepuasan publik sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan informasi pelayanan publik di Balai

Pada tahun 1992, dimulailah kebijakan untuk mengurangi mobil dari pusat kota dengan cara mengembangkan transportasi publik antara lain bus, tramline baru, jalur