Kimia dan Kemasan
Journal of Chemical and Packaging
Vol. 39 No. 1 April 2017
p-ISSN 2088 – 026X
e-ISSN 2549 – 9424
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
BALAI BESAR KIMIA DAN KEMASAN
Jurnal
Terakreditasi No : 724/AU2/P2MI-LIPI/04/2016
J. Kimia
Kemasan
Vol. 39 No.1Hal. 1 - 38 Jakarta April 2017 p-ISSN 2088 – 026X e-ISSN 2549 – 9424
Jurnal Kimia dan Kemasan memuat hasil penelitian dan telaah ilmiah bidang kimia dan kemasan yang belum pernah dipublikasikan. Jurnal Kimia dan Kemasan terbit dua nomor dalam setahun
(April dan Oktober)
Penanggungjawab Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan
Officially incharge Head of Center for Chemical and Packaging
Ketua Dewan Redaksi
Chief Editor
DR. Dwinna Rahmi (Kimia/Chemistry)
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Jl. Balai Kimia No.1. Pekayon Kalisari, Pasar Rebo. Jakarta Timur 13069. Kotak Pos. 6916 JATPK.
Dewan Redaksi
Editorial board
DR. Rahyani Ermawati (Biokimia/Biochemistry) Balai Besar Kimia dan Kemasan
DR. Siti Agustina (Kimia/Chemistry) Balai Besar Kimia dan Kemasan Dra. Yemirta, M.Si (Kimia/Chemistry) Balai Besar Kimia dan Kemasan
Retno Yunilawati, SSi, MSi (Kimia/Chemistry) Balai Besar Kimia dan Kemasan
Evana Yuanita, ST, MT (Polimer/Polymer) Balai Besar Kimia dan Kemasan
Mitra Bestari
Peer Reviewer
Prof. DR. Slamet, MT (Kimia/Chemistry)
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok Email : [email protected] (h-index : 3 scopus)
Drs. Sudirman, MSc, APU (Kimia/Chemistry) Gedung 71-Batan, Kawasan Puspiptek, Serpong Email : [email protected] (h-index : 1 scopus) DR. Etik Mardliyati (Biokimia/Biochemistry) BPPT Gd II Lt 16, Jl MH Thamrin 8 Jakarta Email : [email protected] DR. Rike Yudianti (Polimer/Polymer)
Pusat Penelitian Fisika LIPI, Jalan Cisitu No.21/154D Bandung Email : [email protected] (h-index : 4)
DR. Mochamad Chalid, S.Si, M. Sc,Eng (Polimer/Polymer)
Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus UI Depok
Email : [email protected] (h-index : 3) Nofrijon Sofyan, Ph.D
Departemen Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia Kampus UI Depok
Email : [email protected] (h-index : 5 scopus) Prof. Safni
Jurusan Kimia, FMIPA. Universitas Andalas. Padang Email: [email protected] (h-index : 6 scopus) Dr. Andria Agusta
Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Bogor Email : [email protected] (h-index : 4 scopus) Dr. Endang Warsiki (Polimer/Polymer)
Fakultas Teknologi Pertanian ( FATETA), Institut Pertanian Bogor Email : [email protected] (h-index : 5)
Redaksi Pelaksana Ir. Emmy Ratnawati
Silvie Ardhanie Aviandharie, ST, MT Agustina Arianita Cahyaningtyas, ST Novi Nur Aidha, ST
Chicha Nuraeni, ST
Alamat (Address) Balai Besar Kimia dan Kemasan
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Jl. Balai Kimia No. 1, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Telepon : (021) 8717438, Fax : (021) 8714928, E-mail : [email protected]
Isi Jurnal Kimia dan Kemasan dapat dikutip dengan menyebutkan sumbernya
Optimalisasi Konduktivitas Ionik Elektrolit Polimer Berbasis Komposit Kitosan-Zirkonia/Litium Perklorat dengan Penambahan Gliserol ...
Evi Yulianti, Dayu Luthfiah, dan Sudaryanto
1 - 8
Synthesis and Characterization of Superabsorbent Sodium Alginate-g-Poly (Potassium Acrylate) Hydrogels Prepared by Using Gamma Irradiation...
Erizal, Fajar Lukitowati, Intan Oktaviani, Dhena Ria Barleany, Basril Abbas dan Sudirman
9 - 16
Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Limbah Polipropilena dan Pati Biji Durian dengan Penambahan Maleat Anhidrida sebagai Agen Pengikat Silang ...
Tengku Rachmi Hidayani, Elda Pelita, dan Dyah Nirmala
17 - 24
Penggunaan Zeolit untuk Stabilisasi Formula Ekstrak Kulit Buah Delima sebagai Antibakteri ...
Fitri Amalia dan Yustinus Purwamargapratala
25 - 30
Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilena (PE) Dengan Menggunakan KatalisResidue Catalytic Cracking (RCC) ...
Siti Naimah dan Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Volume 39 Nomor 1 April 2017 ini merupakan terbitan pertama di tahun 2017, dimana ada perubahan pada sistem penerbitan cetak menjadi online atau Online Journal System (OJS) dan perubahan layout penempatan judul terjemahan yang semula di bawah judul utama menjadi di dalam abstrak. Materi untuk terbitan volume 39 Nomor 1 April 2017 ini memuat lima artikel penelitian di bidang kimia dan kemasan. Di bidang kimia terdapat tiga artikel yaitu artikel pertama yang membahas tentang Optimalisasi Konduktivitas Ionik Elektrolit Polimer dengan Penambahan Gliserol, artikel kedua membahas tentang Synthesis and Characterization of Superabsorbent Sodium Alginate-G-Poly (Potassium Acrylate) Prepared By Using Gamma Radiation,
sedangkan artikel ketiga membahas tentang Penggunaan Zeolit untuk Stabilisasi Formula Ekstrak Kulit Buah Delima Sebagai Antibakteri.
Di bidang kemasan terdapat dua artikel yang membahas tentang pemanfaatan limbah yaitu artikel ke empat tentang Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Limbah Polipropilena dan tentang Pati Biji Durian dengan Penambahan Maleat Anhidrida Sebagai Agen Pengikat Silang dan artikel kelima membahas tentang Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilen (PE) dengan Menggunakan KatalisResidue Catalytic Cracking (RCC)
Kelima topik bahasan dalam terbitan ini diharapkan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat menambah wawasan para pembaca sekalian. Akhir kata redaksi sangat bersyukur atas makalah yang masuk dari berbagai Institusi, Lembaga Penelitian ataupun dari Perguruan Tinggi. Seiring dengan bertambahnya waktu, redaksi berharap akan semakin banyak dan beragam makalah yang masuk sesuai ruang lingkup untuk dapat diterbitkan dalam Jurnal Kimia dan Kemasan ini. Kritik dan saran untuk peningkatan kualitas penerbitan jurnal ini sangat kami harapkan
.
Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 JURNAL KIMIA DAN KEMASAN ISSN 2088 – 026X
PEDOMAN PENULISAN KTI JURNAL KIMIA DAN KEMASAN
1. Sistematika Penulisan
1.1. Naskah dalam bentuk Makalah Lengkap (full paper) atauOriginal Researchmeliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.1.1. Judul
1.1.2. Nama, alamat penulis, dan email
1.1.3. Abstrak (memuat latar belakang secara ringkas, tujuan, metode, hasil serta kesimpulan)
1.1.4. Kata kunci
1.1.5. Pendahuluan (antara lain latar belakang, perumusan masalah, tujuan, teori, ruang lingkup penelitian, dan hipotesis [opsional]).
1.1.6. Bahan dan metode (waktu dan tempat, bahan dan alat, metode/cara pengumpulan data, metode analisis data)
1.1.7. Hasil dan pembahasan (memuat data atau fakta yang diperoleh dari penelitian dan ulasan tentang hasil, termasuk tabel dan gambar)
1.1.8. Kesimpulan 1.1.9. Saran (optional)
1.1.10. Ucapan terima kasih (optional)
1.1.11. Daftar pustaka (minimal 10 daftar pustaka, 80% acuan primer/jurnal, referensi kemutakhiran 5-10 tahun terakhir)
1.2. Naskah dalam bentuk Ulasan (review) meliputi unsur-unsur sebagai berikut: 1.2.1. Judul
1.2.2. Nama, alamat penulis, dan email 1.2.3. Abstrak
1.2.4. Kata kunci 1.2.5. Pendahuluan 1.2.6. Pembahasan 1.2.7. Kesimpulan
1.2.8. Ucapan terima kasih (optional)
1.2.9. Daftar pustaka (minimal 25 daftar pustaka, 80% acuan primer/jurnal, referensi kemutakhiran 5 tahun terakhir)
2. Standar Umum Penulisan
2.1. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
2.2. Judul, abstrak, da kata kunci harus ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).
2.3. Ditulis menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4,fontArial ukuran 10, spasi 1, batas atas 3 cm, batas bawah 2 cm, batas kiri 3 cm, batas kanan 2.1 cm, multiple pages mirror margin, section start continous, header & footer different odd & even, header 1.5 cm, dan
footer1.5 cm.
2.4. Judul, abstrak, dan kata kunci ditulis dalam format satu kolom. Sedangkan bagian-bagian naskah selanjutnya ditulis dalam dua kolom dengan format justified, first line indent 1 cm, arial 10, spasi 1, dan jarak antar kolom 0.6 cm.
2.5. Penyebutan istilah diluar bahasa Indonesia atau Inggris ditulis dengan huruf cetak miring (italic).
2.6. Jumlah halaman maksimal 10 halaman.
3. Cara Penulisan Judul
3.1. Judul mencerminkan inti tulisan, diketik dengan huruf capital cetak tebal (bold), diletakkan ditengah-tengah (centered) dengan menggunakanfontArial 14, spasi 1.
3.2. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia, maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris, dan sebaliknya. Diketik dengan huruf capital cetak tebal (bold), diletakkan ditengah-tengah (centered) dengan menggunakanfontArial 11, spasi 1.
3.3. Apabila KTI menggunakan bahasa Indonesia, maka judul dalam bahasa Inggris ditulis dengan huruf cetak miring (italic), sedangkan judul dalam bahasa Indonesia ditulis tidak dengan huruf cetak miring, dan sebaliknya.
4. Cara Penulisan Nama, Alamat, dan Email
4.1. Nama penulis diketik di bawah judul, ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar, diletakkan di tengah-tengah (centered), diketik dengan huruf regular, menggunakanfontArial 12, spasi 1. 4.2. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap di bawah nama
penulis, diletakkan di tengah-tengah (centered), diketik dengan huruf regular, menggunakan
fontArial 10, spasi 1.
4.3. Alamat Pos-el (e-mail) ditulis di bawah alamat penulis, diletakkan di tengah-tengah (centered), diketik dengan huruf regular, menggunakanfontArial 10, spasi 1.
4.4. Jika penulis terdiri lebih dari satu orang, maka harus ditambahkan kata penghubung “dan” (bukan lambang “&”).
4.5. Jika penulis lebih dari satu orang dan berbeda instansi maka dituliskan angkasuperscriptdi belakang nama berdasar angka urutan instansi
4.6. Jika alamat penulis lebih dari satu, maka harus diberi tanda angka superscript dan diikuti alamat sekarang.
5. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci
5.1. Abstrak ditulis dalam satu paragraf, ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), menggunakanfontArial 9, spasi 1, formatjustified.
5.2. Abstrak dalam bahasa Indonesia paling banyak 250 kata, sedangkanabstractdalam bahasa Inggris paling banyak 200 kata.
5.3. Penempatan abstrak disesuaikan dengan bahasa yang digunakan dalam KTI. Apabila KTI menggunakan bahasa Indonesia, maka abstrak didahulukan dalam bahasa Indonesia ditulis dengan huruf cetak regular (tidak dengan huruf cetak miring), sedangkan abstract dalam bahasa Inggris ditulis dengan huruf cetak miring (italic), dan sebaliknya.
5.4. Kata abstrak (abstract) ditulis dengan huruf kapital cetak tebal (bold), menggunakanfontArial 10.
5.5. Abstrak dalam bahasa Indonesia diikuti kata kunci dalam bahasa Indonesia, sedangkan
abstractdalam bahasa Inggris diikutikeywordsdalam bahasa Inggris. 5.6. Kata kunci ditulis menggunakanfontArial 9.
5.7. Kata kunci terdiri dari minimal tiga kata.
6. Cara Penulisan Bab (heading)
6.1. Bab, ditulis dengan format huruf kapital, rata kiri,bold,fontArial 10, spasi 1.
6.2. Sub Bab (jika ada)ditulis dengan format hurufcapitalize each word, rata kiri,bold,fontArial 10, spasi 1.
7. Cara Penyajian Tabel
7.1. Judul tabel ditampilkan di bagian atas tabel, rata kiri halaman, menggunakanfontArial 9. 7.2. Tulisan “Tabel”, “Nomor”, dan judul tabel ditulis dengan format hurufsentence case.
7.3. Gunakan angka Arab (1,2,3,dst) untuk penomoran judul tabel. 7.4. Tabel ditampilkan rata kiri halaman.
7.5. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel menggunakan Arial ukuran 8-9 dengan spasi 1.
7.6 Tabel yang dicantumkan tanpa menggunakan vertical line, hanya menggunakan horizontal line pada bagian judul dan bagian bawah tabel.
7.7. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan di bawah tabel, rata kiri, italic, menggunakanfontArial 8.
8. Cara Penulisan Gambar
8.1. Gambar dapat dalam bentuk grafik, matriks, foto, diagram, dan sejenisnya ditampilkan di tengah halaman (centered).
8.2. Judul gambar ditulis di bawah gambar, menggunakan font Arial 9, ditempatkan di tengah halaman (centered).
8.3. Tulisan “Gambar”, “Nomor”, dan judul tabel ditulis dengan format hurufsentence case.
8.4. Gunakan angka Arab (1,2,3,dst) untuk penomoran judul gambar.
8.5. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan di bawah judul gambar, rata kiri, italic, menggunakanfontArial 8.
9. Cara dan Contoh Penulisan Kutipan (Sitasi)
9.1. Penulisan kutipan (Sitasi) menggunakan metodeChicago Style
9.1.1. Nama belakang atau nama keluarga pengarang pertama, kedua dan ketiga. Untuk karya yang ditulis oleh lebih dari 3 (tiga) orang pengarang, gunakan "et al." atau “dkk” setelah nama belakang pengarang pertama (hanya pengarang pertama yang
disebutkan).
9.1.2. Tahun terbit. Antara nama pengarang atau badan korporasi dengan tahun terbit hanya dibatasi dengan satu spasi (tanpa tanda baca lainnya).
9.1.3. Jika dalam satu paragraph/kalimat menggunakan lebih dari 1 (satu) kutipan/sitasi maka digunakan tanda penghubung berupa (;)
Contoh :
a. Menurut Catur (2012), penambahan pelarut berpengaruh kepada . b. .. akan berpengaruh kepada kecepatan reaksi (Catur 2012).
c. ..akan berpengaruh kepada kecepatan reaksi (Catur 2012; Winarno 2009; Raffiet al. 2007)
10. Cara dan Contoh Penulisan Daftar Pustaka
10.1. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan urutan huruf abjad nama penulis yang dikutip dalam naskah (berdasarkanalfabetis).
10.2. Daftar pustaka ditulis sesuai dengan metodeChicago Manual of Style 16th edition (author-date).
10.3. Berikut adalah contoh cara penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber yang berbeda.
10.2.1. Jurnal dengan volume dan nomor
Pengarang. Tahun. Judul naskah.Nama jurnal. Volume (nomor) : Halaman Setiap huruf awal nama jurnal ditulis dengan huruf kapital.
Contoh : Obaidat, I.M., B. Issa, and Y. Haik. 2011. “The role of aggregation of ferrite nanoparticles on their magnetic properties”. Journal of nanoscience and nanotechnology11 (5) : 3882-3888.
10.2.2. Buku (satu orang pengarang)
Pengarang. Tahun.Judul buku. Edisi. Kota : Penerbit
Contoh : Suprapto, H. 2004. “Petani bangkit: napak tilas perjuangan kaum tani Indonesia”. Jakarta : Kuntum Satuhu.
10.2.3. Buku (dua atau tiga orang pengarang)
Pengarang. Tahun.Judul buku. Edisi. Kota : Penerbit
Contoh : Domsch, K.H., W. Garns, and T.H. Anderson. 1980. “Compendium of soil fungi”. Vol. 1. London : Academic Press.
10.2.4. Buku (lebih dari tiga orang pengarang)
Pengarang. Tahun.Judul buku. Edisi. Kota : Penerbit
Contoh : Lim, M.S., Y.D. Yun, C.W. Lee, S.C. Kim, S.K. Lee, and G.S. Chung. 1991. “Research status and prospects of direct seeded rice in Korea”. Los Banos: IRRI.
10.2.5. Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Pengarang. Tahun. Judul skripsi/tesis/disertasi. Skripsi/tesis/disertasi. Nama perguruan tinggi, Kota. Negara.
Contoh : Raffi, M. 2007. “Synthesis and characterization of metal nanoparticles”. PhD Dissertation. Pakistan Institute of Eng. And Applied Sciences, Islamabad. Pakistan
10.2.6. Artikel dalam Prosiding
Pengarang. Tahun. Judul artikel. Dalam : Penulis. Judul buku/prosiding. Kota : Penerbit : Halaman
Contoh : Afifah, N. dan E. Sholichah. 2009. “Pemanfaatan virgin coconut oil (VCO) dalam sediaan hand body lotion dan uji stabilitasnya”. Dalam :Prosiding seminar nasional Teknik Kimia Universitas Parahyangan: 178 – 184.
10.2.7. Website
Pengarang. Tahun. Judul artikel. URL yang terdiri dari protocol/site/path/file. Tanggal akses
Contoh : Wolman, David. 2008. Fossil feces is earliest evidence of an America humans. http://news.nationalgeographic.com/news/2008/04/080403-first-americans.html. (Accessed April 4, 2008)
Pranamuda, H. 2001. Pengembangan plastikbiodegradable berbahan baku pati tropis.http://bersihplanet.multiply.com/journal.(diakses pada 21 Desember 2010)
.
Redaksi akan memberikan cetak cuplik kepada penulis sebanyak lima (5) eksemplar
PEDOMAN PENULISAN NASKAH
JUDUL MENCERMINKAN INTI TULISAN, DIKETIK DENGAN HURUF CAPITAL BOLD,CENTERED,SPASI 1(Arial, 14 pt)
First author1, Second Author2, Third Author3(Arial, 12 pt)
1) Institusi/afiliasi(Arial, 10 pt) Alamat
2,3) Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian RI Jl. Balai Kimia I Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur
E-mail: [email protected] (Arial, 10 pt)
Received: ;revised: ;accepted: (Arial, 9 pt)
ABSTRAK(Arial, 10 pt, Bold) (1 baris, 9 pt)
JUDUL DALAM BAHASA INDONESIA SESUAI JUDUL DI ATAS. Indonesia berpeluang untuk mengembangkan nanoteknologi dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam (justify, Arial, 9 pt, spasi single)
(1 baris, 9 pt)
Kata kunci:Nanopartikel,Bottom-up, Reduksi kimia .(Arial, 9 pt) (1 baris, 9 pt)
ABSTRACT(Arial, 10 pt, Bold) (1 baris, 9 pt)
JUDUL DALAM BAHASA INGGRIS ATAU TERJEMAHAN DARI JUDUL DI ATAS.Indonesia has a chance in develop the nanotechnology using the natural resources and it will give added value in high price…………(justify, Arial, 9 pt, spasi single)
(1 baris, 9 pt)
Key words:Nanoparticles, Bottom-up, Chemical reduction … (Arial, 9 pt)
PENDAHULUAN
(1 baris, 10 pt)
Awal paragraf menjorok ke dalam 1 cm. Semua kalimat ditulis dengan huruf Arial 10 pt, jarak baris 1 spasi. Format penulisan terdiri dari 2 kolom dengan jarak kolom 0,6 cm.
Kertas : A4
Multiple pages :Mirror margin
Top : 3 cm
Bottom : 2 cm
Left (Inside) : 3 cm
Right (Outside) : 2,1 cm
Section start :Continous Header & Footer : Different Odd & Even Header : 1,5 cm
Footer : 1,5 cm
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan Ms Word dan jumlah halaman maksimal 10 halaman.
Naskah disusun dalam 5 subjudul, yaitu PENDAHULUAN, BAHAN DAN METODE, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN dan DAFTAR PUSTAKA.
Penulisan kutipan di dalam teks menggunakan nama penulis, bukan nomor, dan nama penulis atau korporasi yang dikutip harus tercantum di dalam daftar pustaka.
Judul
Judul harus singkat, jelas dan menggambarkan isi naskah. Judul ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak memuat judul, latar belakang secara ringkas, tujuan, metode, hasil serta kesimpulan suatu penelitian.
Abstrak berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia dan di bawah dicantumkan kata kunci paling banyak 5 (lima) kata terpenting dalam naskah.
Pendahuluan
Pendahuluan mencakup latar belakang, temuan terdahulu (state of the art),analysis gapdan tujuan. BAHAN DAN METODE
Berisi penjelasan ringkas tetapi rinci tentang bahan, metode, rancangan percobaan dan rancangan analisis data.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Memuat data atau fakta yang diperoleh dari penelitian. Data atau fakta penting yang tidak dapat dinarasikan dengan jelas dapat disajikan dalam bentuk tabel, gambar ataupun ilustrasi lain. Pembahasan merupakan ulasan tentang hasil, menjelaskan makna hasil penelitian, kesesuaian dengan hasil atau penelitian terdahulu dan peran hasil tersebut terhadap pemecahan masalah yang disebutkan dalam pendahuluan.
Right 2,1 cm Left 3 cm 2 baris (9 pt) 2 baris (10 pt) Arial, 10 pt, 1 baris Arial, 12 pt, 1 baris Arial, 14 pt, 1 baris Top 2 cm Header 1,5 cm 0,6 cm 21 cm 29, 7 cm Footer 1,5 cm Bottom 2 cm Arial, 10 pt, 1 baris
Simbol Matematis
Simbol atau persamaan matematis harus dikemukakan secara jelas.
Tabel
Tabel diberi nomor urut sesuai dengan keterangan di dalam teks. Setiap tabel diberi judul yang singkat dan jelas diletakkan di atas tabel, sehingga setiap tabel dapat dipandang berdiri sendiri sedangkan untuk gambar atau grafik judulnya diletakkan di bawah gambar/ grafik. Singkatan kata perlu diberi catatan kaki atau keterangan. Keterangan tabel diletakkan di bawah tabel. Pengolahan Naskah
Redaksi melakukan penilaian, koreksi dan perbaikan. Kriteria penilaian meliputi : kebenaran isi, tingkat keaslian, kejelasan uraian dan kesesuaian dengan misi publikasi. Redaksi akan mengem-balikan naskah kepada penulis untuk diperbaiki sesuai dengan saran redaksi dan naskah yang tidak dapat diterbitkan akan diberitahukan.
Ulasan dan tinjauan ilmiah
Ulasan sebaiknya merupakan tinjauan mengenai masalah yang terkini (up to date) dari industri kimia (organik dan anorganik) serta teknologi dan bahan kemasan.
KESIMPULAN
Ditulis dengan ringkas hasil-hasil yang didapat. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka disusun menurut abjad dan ditulis sesuai penulisan daftar pustaka dengan metode Chicago Manual of Style 16th edition (author-date).
Vol. 39 No. 1 April 2017 JURNAL KIMIA DAN KEMASAN
ISSN 2088 – 026X
LEMBAR ABSTRAK
Evi Yulianti1, Dayu Luthfiah2, dan Sudaryanto1
1Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM)-BATAN
Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan 15314
2Departemen Fisika, FMIPA, UIN Syarif Hidayatullah
Jl. Ir. Haji Juanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan 15412
E-mail :[email protected]
Optimalisasi Konduktivitas Ionik Elektrolit Polimer Berbasis Komposit Kitosan-Zirkonia/Litium Perklorat dengan Penambahan Gliserol
J. Kimia Kemasan April 2017, Vol. 39 No. 1 : 1 - 8 Untuk meningkatkan nilai konduktivitas ionik elektrolit polimer, telah dilakukan modifikasi terhadap sistem komposit kitosan-ZrO2/LiClO4 dengan menambahkan
gliserol sebagaiplasticizer. Pembuatan lembaran elektrolit polimer dilakukan dengan metode casting, setelah seluruh komponen dicampur secara bertahap dan diaduk dengan pengaduk magnet. Penambahan plasticizer dilakukan dengan berbagai komposisi yaitu antara 0% (g/g) sampai dengan 80% (b/b). Elektrolit polimer kemudian dikarakterisasi meliputi struktur mikro dengan difraksi sinar-X (XRD), sifat mekanik dengan uji tarik menggunakanUTM, spektrometer impedansi (LCR-meter) dan pengukuran jumlah transferensi ion. Hasil karakterisasi dengan XRD dan uji sifat mekanik menunjukkan bahwa elektrolit polimer menjadi semakin amorf dan elastis dengan penambahan plasticizer. Penambahan plasticizer yang optimal adalah sebanyak 60% (b/b) dimana pada komposisi tersebut masing-masing diperoleh bilangan transferensi ion tertinggi 0,85 dengan nilai konduktivitas ionik 3,52 x 10-4S/cm.
Kata kunci : Kitosan, ZrO2, Gliserol, Bilangan transferensi
ion
Erizal1, Fajar Lukitowati1, Intan Oktaviani2, Dhena Ria
Barleany3, Basril Abbas1and Sudirman4
1Centre for Application of Isotopes and Radiation, Jl.
Lebak Bulus Raya No.49 Jakarta 12070.
2Faculty of Pharmacy and Science, University
Muhammadyah, Prof.Dr.Hamka Jl. Delima II/IV, Klender Jakarta 13460
3Dept. Chemical Engineering, University Sultan Ageng
Tirtayasa
Jl.Jend.Sudirman KM.3, Cilegon-Banten 42435
4Center for Science and Technology of Advanced
Materials, Puspiptek, Serpong, Tangerang
E-mail:[email protected]
Synthesis and Characterization of Superabsorbent Sodium Alginate-G-Poly (Potassium Acrylate) Hydrogels Prepared By Using Gamma Irradiation
J. Kimia Kemasan April 2017, Vol. 39 No. 1 : 9 - 16 The aim of this research was to use gamma rays as sources for the preparation of superabsorbent hydrogels through radiation induced copolymerization. A series of superabsorbent hydrogels were prepared from aqueous solution containing partially neutralized acrylic acid (15%)
with different sodium alginate (NaAlg) concentrations (0.5% to 1.5%) by ionizing gamma irradiation (10 kGy to 40 kGy) at room temperature. The effect of NaAlg concentration and irradiation doses on the water absorption behavior of the obtained hydrogels was investigated. The structural changes of hydrogels were characterized using Fourier Transform Infrared (FTIR) whereas the morphologies of hydrogels were examined using Scanning Electron Microscope (SEM). The results showed the swelling of hydrogel in water and NaCl solution increases with increasing NaAlg concentration and decreases with increasing irradiation dose up to 40 kGy. The extend of gel fraction increases as a function of NaAlg concentration. The results of FTIR analysis revealed that acrylic acid and sodium alginate had been successfully grafted, while SEM examination showed that the hydrogels demonstrated large numbers of pores-. Keywords: Hydrogel, Superabsorbent, Sodium alginate,
Irradiation, Grafting
Tengku Rachmi Hidayani, Elda Pelita, dan Dyah Nirmala Politeknik ATI Padang, Jalan Bungo Pasang Tabing Padang 25171
E-mail: [email protected]
Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Limbah Polipropilena dan Pati Biji Durian dengan Penambahan Maleat Anhidrida Sebagai Agen Pengikat Silang
J. Kimia Kemasan April 2017, Vol. 39 No. 1 : 17 - 24 Penelitian dilakukan untuk menghasilkan plastik
biodegradabledari pencampuran limbah polipropilena dan pati biji durian dengan menambahkan maleat anhidrida sebagai agen pengikat silang dan benzoil peroksida sebagai inisiator. Plastik polipropilena yang digunakan bersumber dari limbah plastik polipropilena yang ada di pasaran dikenal sebagai plastik gula. Pati biji durian didapatkan dengan metode perendaman dengan air sadah dan pengendapan dengan akuades. Pada penelitian ini, dilakukan dengan berbagai variasi bahan yang ditambahkan dengan perbandingan tertentu yaitu berturut-turut limbah polipropilena, pati biji durian, maleat anhidrida, dan benzoil peroksida yaitu (94:6:1), (94:6:1:1), (94:6:2:1), dan (94:6:3:1). Metode pencetakan plastik
biodegradable dilakukan dengan metode kempa tekan. Plastikbiodegradabledikarakterisasi dengan analisis sifat mekanik berupa uji tarik dengan menggunakan acuan standarASTM D – 1822type L, analisisbiodegradable
menggunakan metode gravimetri berdasarkan penurunan masa plastik setelah penanaman selama 1 bulan, dan analisis gugus fungsi dengan ujiFourier Transform Infra Red (FTIR). Dari hasil penelitian didapatkan kondisi optimum plastik biodegradable yang dihasilkan pada perbandingan limbah polipropilena, pati biji durian, maleat anhidrida, dan benzoil peroksida adalah (94:6:1:1) dengan nilai kekuatan tarik 9,81 N/m2 dan kemuluran 0,5625%,
penurunan masa dari analisis ujibiodegradable sebesar 9,08%, dan interaksi kimia dari plastikbiodegradableyang dihasilkan dapat dilihat berdasarkan hasil analisis dengan
gugus fungsi yang khas untuk menunjukkan ikatan antara limbah plastik polipropilena yang dicangkok dengan maleat anhidrida dengan bantuan inisiator benzoil peroksida dan pati biji durian.
Kata kunci : Plastik biodegradable, Limbah plastik polipropilena, Polipropilena, Polipropilena-g-MA, Pati
Fitri Amalia1dan Yustinus Purwamargapratala2
1Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan, Kementerian
Pertanian
Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat 16162
2Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) - BATAN
Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15310
Email:[email protected]
Penggunaan Zeolit untuk Stabilisasi Formula Ekstrak Kulit Buah Delima Sebagai Antibakteri
J. Kimia Kemasan April 2017, Vol. 39 No. 1 : 25 - 30 Telah dilakukan penelitian penggunaan zeolit untuk stabilisasi formula ekstrak antibakteri.Ekstrak antibakteri yang digunakan diperoleh dari ekstraksi kulit buah delima dengan etanol. Ekstrak antibakteri dicampur dengan zeolit selama 24 jam pada kecepatan 150 rpm dan suhu 27 C selanjutnya dipanaskan pada suhu 38 C selama 24 jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa zeolit mampu menjaga stabilitas aktivitas antibakteri formula ekstrak. Pada pengamatan pertumbuhan bakteri Bacillus cereus
selama 24 jam, gabungan formula ekstrak-zeolit yang telah dipanaskan mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada jam ke dua sampai pada titik nol. Jika dibandingkan dengan formula ekstrak tanpa zeolit pada kondisi yang sama, tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri sampai dengan titik nol kurva pertumbuhan bakteri. Jumlah bakteri bertambah dari 106
sampai hampir mencapai 109 koloni bakteri. Kondisi ini
menunjukkan gabungan ekstrak-zeolit mampu
mempertahankan aktivitas antibakteri dari formula ekstrak terhadap pemanasan pada suhu 38 C selama 24 jam. Kata kunci: Zeolit alam, Ekstrak kulit buah delima,
Aktivitas antibakteri Siti Naimah dan Novi Nur Aidha
Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian
Jl. Balai Kimia I Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur
E-mail: [email protected]
Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilena (PE) dengan Menggunakan Katalis Residue Catalytic Cracking (RCC)
J. Kimia Kemasan April 2017, Vol. 39 No. 1 : 31 - 38 Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan karakteristik gas yang dihasilkan pada proses pirolisis limbah plastik polietilena (PE) dengan variabel konsentrasi menggunaan katalis Residue Catalytic Cracking (RCC). Pada proses ini digunakan reaktor pirolisis kapasitas 5 kg dan ditambahkan katalisRCCsebagai variabel penelitian.
Gas yang terbentuk ditampung dalam gassampler dan diukur flowrate. Karakteristik gas yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan GC System.
Variabel konsentrasi katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, dan 17,5% dari bahan baku. Penambahan konsentrasi katalis sebesar 10% dari bahan baku menghasilkan campuran propana dan butana sebesar 35,657%, etana 12,13%, dan pentana 5,221%. Disamping itu pada penggunaan konsentrasi katalis 10%, gas pengotor yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 rendah yaitu sebesar 0% dan
0,193%. Pengukuran flowrate gas yang dihasilkan menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi katalis, maka waktu proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan gas semakin cepat.
UCAPAN TERIMA KASIH
Dewan Redaksi mengucapkan terima kasih kepada mitra bestari sebagai
reviewer
yang telah menelaah dan memberi masukan serta rekomendasi dalam rangka
menjaga mutu jurnal ini sesuai kaidah-kaidah karya tulis ilmiah. Adapun
nama-nama mitra bestari sebagai berikut :
NO
NAMA
INSTANSI
1
Drs. Sudirman, MSc, APU
BATAN
2
DR. Rike Yudianti
LIPI
3
Prof. DR. Slamet, MT
UI
4
DR. Etik Mardliyati
BPPT
5
DR. Mochamad Chalid, S.Si,M. Sc, Eng
UI
6
Nofrijon Sofyan, Ph.D
UI
Jurnal Kimia dan Kemasan, 39(1), 1-8, 2017 ©Author(s);http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v39i1.2224
OPTIMALISASI KONDUKTIVITAS IONIK ELEKTROLIT POLIMER
BERBASIS KOMPOSIT KITOSAN-ZIRKONIA/LITIUM PERKLORAT
DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL
Evi Yulianti
1, Dayu Luthfiah
2, dan Sudaryanto
11
Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM)-BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan 15314
2
Departemen Fisika, FMIPA, UIN Syarif Hidayatullah Jl. Ir. Haji Juanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan 15412
E-mail :[email protected]
Received:1 Februari 2017;revised:13 Maret 2017;accepted:21 Maret 2017
ABSTRAK
OPTIMALISASI KONDUKTIVITAS IONIK ELEKTROLIT POLIMER BERBASIS KOMPOSIT
KITOSAN-ZIRKONIA/LITIUM PERKLORAT DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL. Untuk meningkatkan nilai
konduktivitas ionik elektrolit polimer, telah dilakukan modifikasi terhadap sistem komposit kitosan-ZrO2/LiClO4
dengan menambahkan gliserol sebagai plasticizer. Pembuatan lembaran elektrolit polimer dilakukan dengan metode casting, setelah seluruh komponen dicampur secara bertahap dan diaduk dengan pengaduk magnet. Penambahanplasticizerdilakukan dengan berbagai komposisi yaitu antara 0% (g/g) sampai dengan 80% (b/b). Elektrolit polimer kemudian dikarakterisasi meliputi struktur mikro dengan difraksi sinar-X (XRD), sifat mekanik dengan uji tarik menggunakanUTM, spektrometer impedansi (LCR-meter) dan pengukuran jumlah transferensi ion. Hasil karakterisasi dengan XRD dan uji sifat mekanik menunjukkan bahwa elektrolit polimer menjadi semakin amorf dan elastis dengan penambahan plasticizer. Penambahan plasticizer yang optimal adalah sebanyak 60% (b/b) dimana pada komposisi tersebut masing-masing diperoleh bilangan transferensi ion tertinggi 0,85 dengan nilai konduktivitas ionik 3,52 x 10-4S/cm.
Kata kunci : Kitosan, ZrO2, Gliserol, Bilangan transferensi ion
ABSTRACT
OPTIMALIZATION OF IONIC CONDUCTIVITY OF POLYMER ELECTROLYTE BASED ON CHITOSAN-ZIRKONIA/LITHIUM PERCHLORATE COMPOSITES BY GLYCEROL ADDITION.In order to increase the ionic
conductivity of polymer electrolyte, modification of chitosan-ZrO2/LiClO4 composites has been done by addition
of glycerol as a plasticizer. Polymer electrolyte films were prepared through a casting method. Before the casting, all components were mixed gradually under a magnetic stirrer. Plasticizer additions were varied in different composition range of 0% (w/w) until 80% (w/w). Characterization of the solid electrolyte film was conducted using X-ray diffractometer (XRD) for the crystal structure, mechanical properties by Universal Testing Machine (UTM), impedance spectrometer (LCR-meters) for conductivity, and determination of ion transference number. X-ray diffraction (XRD) data and mechanical testing show that polymer electrolyte became more amorphous and elastic with plasticizer addition. The optimum composition of plasticizer was at 60% w/w, which was the highest ionic
transference number of 0.85 and ionic conductivity of 3.52 x 10-4S/cm.
Key words :Chitosan, ZrO2, Glycerol, Ionic transference number
PENDAHULUAN
Bahan elektrolit polimer padat (Solid
Polymer Electrolyte/SPE) pertama kali ditemukan oleh Fenton dan Wright pada tahun 1973 yang meneliti konduktivitas ionik pada polimer polietilen oksida yang ditambah garam alkali. Penelitian tentang bahan ini banyak menarik perhatian karena prospek penggunaan-nya yang sangat potensial seperti pada baterai
sekunder litium, sensor, solar cell, fuel cell dan
bahan elektrokromik. Pada sistem baterai litium, bahan elektrolit polimer padat berfungsi sebagai penghantar ion litium antar elektroda sekaligus bertindak sebagai separator. Bahan elektrolit polimer memiliki keunggulan antara lain mudah kontak dengan komponen elektroda, mudah
difabrikasi dalam bentuk film tipis dan
mempunyai sifat listrik, optik dan mekanik yang baik. Selain itu bahan ini tidak bersifat reaktif
J. Kimia dan Kemasan, Vol. 39 No. 1 April 2017: 1-8 2
terhadap litium sehingga meningkatkan
keamanan pada saat penggunaannya. Elektrolit
polimer padat (SPE) biasanya dibuat dengan
menambahkan bahan anorganik seperti garam litium ke dalam matriks polimer. Bahan elektrolit polimer yang banyak diteliti adalah polietilen oksida, akan tetapi karena derajat kristalinitas bahan ini tinggi menghalangi penggunaannya pada baterai karena hanya dapat digunakan pada temperatur di atas temperatur lelehnya sehingga perlu dicari bahan polimer lainnya (Fonseca dan Neves 2006; Stephan dan Nahm
2006; Rahmanet al.2011).
Bahan polimer lain juga telah banyak diteliti untuk dikembangkan menjadi bahan elektrolit padat, antara lain polimetilmetakrilat
(PMMA), polivinil klorida (PVC) dan polivinilidin
fluorida (PVDF)(Stephan and Nahm 2006; Noor
et al.2011; Rahmanet al.2011; Kuoet al.2013; Deraman, Mohamed, and Subban 2013). Semua ini merupakan polimer sintetis yang susah terdegradasi di alam dan bersifat tidak ramah lingkungan. Oleh sebab itu perlu dicari jenis
polimer lain yang biodegradable serta ramah
lingkungan untuk dikembangkan menjadi bahan
SPE. Kitosan merupakan salah satu kandidat
yang sesuai sebagai bahan elektrolit padat karena merupakan polimer alam yang bersifat
biodegradable. Selain itu kitosan harganya relatif murah karena ketersediaannya di alam cukup melimpah, kelarutannya tinggi dan mudah dibuat menjadi film. Pada saat ini kitosan banyak digunakan sebagai bahan pengemas makanan, serat untuk bahan diet dan aplikasi biomedis
untuk penghantar obat (drug delivery)(Tripathi,
Mehrotra, dan Dutta 2008; Schnürch and
Dünnhaupt 2012; Anithaet al.2014).
Kitosan sendiri bersifat isolator. Agar bisa dipakai sebagai bahan elektrolit, kitosan harus
dimodifikasi sehingga konduktivitasnya
meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan
konduktivitas ionik kitosan disamping
penambahan garam-garam adalah dengan
menambahkan filler oksida berukuran nano
seperti TiO2, monmorillonit SiO2, Al2O3dan ZrO2
(Navaratnam, Ramesh, and Basirun 2011; Winie
et al.2014; Yuliantiet al.2013; Aziz and Abidin 2014). Selain itu teknik implantasi ion juga bisa
dikembangkan untuk meningkatkan
konduktivitas ionik kitosan (Yulianti, Karo, dan Susita 2012). Akan tetapi konduktivitas yang
diperoleh relatif masih rendah sekitar
~10-5 S/cm. Oleh sebab itu penambahan
plasticizer seperti etilen karbonat, propilen karbonat, etilen glikol, gliserol diharapkan bisa meningkatkan konduktivitas ionik hingga 2 orde
(Harunet al.2011; Nooret al.2011).Plasticizer
merupakan bahan organik dengan berat molekul rendah dan mempunyai nilai konstanta dielektrik
tinggi. Penambahanplasticizerke dalam matriks
polimer akan meningkatkan fasa amorf polimer
serta dapat meningkatkan fleksibilitas dan dissosiasi garam menjadi pasangan kation dan
anion bebas. Dari beberapa penelitian
sebelumnya menunjukkan penambahan asam oleat ke dalam film elektrolit kitosan-litium asetat bisa meningkatkan konduktivitas dari orde
10-7 S/cm menjadi 5.5x10-6 S/cm. Pada
penelitian yang dilakukan Buraidahet al.(2009),
konduktivitas kitosan-NH4I juga meningkat
dengan penambahan etilen karbonat, begitu
juga penambahan plasticizer pada sistem
kitosan-NH4SCN bisa meningkatkan
konduk-tivitas kitosan hingga 1,51 x 10-3 S/cm (Yahya
dan Arof 2003; Buraidah et al. 2009; Shukur et
al.2013).
Berdasarkan penjelasan di atas pada
penelitian ini akan dipelajari pengaruh
penambahan gliserol sebagai plasticizer pada
sistem elektrolit polimer berbasis komposit
kitosan-ZrO2 yang telah ditambah garam LiClO4
(Yulianti, Ginting, and Sudaryanto 2015;
Sudaryanto, Yulianti, and Patimatuzzohrah
2016). Penambahan gliserol diharapkan akan
meningkatkan konduktivitas dan jumlah
transferensi ion dari film elektrolit berbasis
kitosan sehingga bisa diaplikasikan dalam
sistem baterai.
BAHAN DAN METODE Bahan
Penelitian ini menggunakan kitosan yang diisolasi dari kulit udang di laboratorium Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN, disamping itu digunakan asam asetat kemurnian
100% (Merck) sebagai pelarut, zirkonia (ZrO2)
sebagai filler, garam lithium perklorat kemurnian
95%+(LiClO4) (Aldrich) sebagai sumber ion Li
dan gliserol kemurnian 98% (Merck) sebagai
plasticizerserta aquades. Metode
Film komposit kitosan ZrO2dibuat dengan
metodecasting. Serbuk ZrO2dengan komposisi
4% (b/b) ditambahkan ke dalam larutan asam asetat 1% dan diaduk selama ±30 menit agar terdispersi dengan baik (Sudaryanto, Yulianti,
dan Patimatuzzohrah 2016). Kemudian
ditambahkan serbuk kitosan secara bertahap hingga diperoleh larutan kitosan 4%. Setelah
kitosan larut sempurna, selanjutnya
ditambahkan garam litium perklorat sebanyak
40% (b/b) dilanjutkan dengan pengadukan
hingga garam larut sempurna. Ke dalam campuran kemudian ditambahkan gliserol variasi konsentrasi 0% (b/b) sampai dengan 80% (b/b) dan diaduk hingga homogen. Kemudian larutan dituang ke dalam cawan petri dan dimasukkan ke dalam oven pengering untuk dikeringkan
selama 5 hari sampai terbentuk film komposit elektrolit polimer.
Karakterisasi Sampel
Film komposit elektrolit polimer
selanjutnya dikarakterisasi meliputi pola difraksi
sinar-X yang diamati dengan X-ray Diffraction
(XRD) Empyrean PANalytical (45 kV, 40 mA) menggunakan radiasi Cu Kα (λ = 0.15406 nm,
0.02 deg/step) dipindai pada sudut 2 5-60.
Konduktivitas ionik serta sifat listrik lainnya diukur menggunakan LCR Hi-tester HIOKI 3532-50. Uji sifat mekanik dilakukan dengan
peralatan Universal Testing Machine (UTM)
yang prosedur pengujiannya mengacu pada
ASTM tipe D-1822-L. Bilangan transferensi
diukur dengan teknik polarisasi menggunakan tegangan ~ 1,5 V yang diberikan terhadap sampel yang dihubungkan dengan multimeter dan switch. Teknik pengukuran ini mengacu pada metode pengukuran yang dilakukan oleh Morni dan Arof (1999).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Studi pengaruh penambahan gliserol
terhadap struktur elektrolit polimer berbasis
komposit kitosan-ZrO2dilakukan dengan melihat
pola difraksi yang terbentuk. Berdasarkan hasil
pengamatan XRD diperoleh pola difraksi
kitosan-ZrO2-LiClO4 seperti pada Gambar 1.
Penambahan gliserol kedalam kitosan-ZrO2
-LiClO4 mempengaruhi kristalinitas sampel.
Kitosan-ZrO2-LiClO4tanpa penambahan gliserol
memiliki puncak yang agak tajam pada sudut 2θ 11,45˚dan 18,53˚ (tanda bintang) (Gambar 1.2) yang menunjukkan matriks polimer bersifat semikristalin (Yulianti, Karo, dan Susita 2012).
Penambahan gliserol sebagai plasticizer
mengubah struktur dari sistem komposit kitosan.
Puncak difraksi kitosan pada sudut 2θ 11,45˚
dan 18,53˚ tidak lagi terlihat setelah
penambahan gliserol. Pelebaran puncak difraksi semakin melebar sebanding dengan kenaikan konsentrasi gliserol. Puncak yang paling lebar dimiliki oleh sampel dengan kandungan gliserol 80% seperti pada Gambar 1.5) artinya pada konsentrasi tersebut sampel berada dalam keadaan yang paling amorf. Di dalam matriks
polimer kitosan garam LiClO4 juga terlarut
sempurna, karena dari pola difraksi yang dihasilkan sudah tidak muncul puncak difraksi garam tersebut.
Perubahan sifat mekanis film komposit
kitosan ZrO2 akibat penambahan gliserol dapat
diketahui dengan mengukur kekuatan tarik dan perpanjangan putusnya seperti terlihat pada Gambar 2. Kekuatan tarik adalah tegangan regangan maksimum sampel sebelum putus. Pada film yang ditambahkan gliserol, nilai kuat tarik menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi gliserol. Dari kurva (a) didapatkan
informasi bahwa peningkatan konsentrasi
gliserol akan menurunkan nilai kuat tarik dari film yang dihasilkan. Fenomena ini seiring dengan menurunnya kristalinitas bahan seperti telah
diuraikan di atas. Menurut Sanyanget al.(2015),
bentuk, jumlah atom karbon dalam rantai dan jumlah gugus hidroksil yang terdapat pada molekul gliserol akan mempengaruhi sifat mekanis (kekuatan tarik dan perpanjangan putus) suatu film. Penambahan gliserol akan
mengurangi gaya antar molekul rantai
polisakarida sehingga struktur film yang dibentuk menjadi lebih halus dan fleksibel. Dengan meningkatnya fleksibilitas maka kuat tarik dari
film yang dibuat akan semakin kecil (Liu et al.
2013)
.
Gambar 1. Pola difraksi sinar X polimer komposit kitosan ZrO2-LiClO4-Gliserol
Gambar 2. Sifat mekanis komposit kitosan ZrO2-LiClO4-Gliserol (a. Kurva kuat
J. Kimia dan Kemasan, Vol. 39 No. 1 April 2017: 1-8 4 Pengukuran kuat tarik biasanya dilakukan
bersamaan dengan pengukuran persentase perpanjangan (elongasi). Data hasil analisis pada Gambar 2 kurva (b). menunjukkan bahwa perpanjangan putus film meningkat dari 56% menjadi 78% dengan bertambahnya konsentrasi gliserol yang diberikan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah gliserol akan menurunkan kekuatan gaya antar molekul sehingga mobilitas antar rantai molekul menurun dan presentasi pemanjangan film pun akan semakin meningkat.
Gliserol dalam fungsinya sebagai plasticizer
dapat menurunkan ikatan kohesi mekanik antara polimer dan dapat merubah sifat rigiditasnya sehingga film yang terbentuk lebih elastis. Penambahan gliserol akan mengurangi gaya intermolekuler sehingga mobilitas antar rantai molekul polimer meningkat. Hal ini yang menyebabkan film menjadi elastis dibandingkan
tanpa penambahan gliserol (Sanyang et al.
2015). Penambahan gliserol mencapai optimal pada komposisi 60%. Penambahan selanjutnya hingga 80% justru menurunkan elastisitas film
komposit. Hal ini disebabkan karena
penambahan gliserol sudah jenuh sehingga
membentuk kluster yang mengurangi elastisitas polimer.
Spektroskopi impedansi merupakan salah
satu metode yang tepat untuk melakukan
karakterisasi sifat-sifat listrik dari bahan-bahan elektrolit dan interaksi antar muka bahan tersebut dengan elektroda penghantar. Dalam penelitian ini spektroskopi impedansi diukur
sebagai fungsi frekuensi untuk melakukan
analisis nilai konduktivitas ionik dan konstanta
dielektrik sampel elektrolit polimer. Cole-Cole
plot digunakan untuk memperoleh nilai
konduktivitas ionik dari sampel kitosan-ZrO2
-LiClO4tanpa dan dengan gliserol (20-80)% (b/b)
sebagai fungsi frekuensi seperti terlihat pada Gambar 3. Seperti terlihat pada Gambar 3, kurva
terdiri dari daerah setengah lingkaran
(depressed semicircle) pada frekuensi tinggi yang merepresentasikan kapasitor (Cg) yang
paralel dengan tahanan (resistor bulk (Rb) dari
bahan,dan loncatan (spike) yang terjadi pada
frekuensi lebih rendah yang merepresentasikan
constant phase element(CPE).
Gambar 3. Kurva impedansi komposit Kitosan-ZrO2-LiClO4-Gliserol
Resistor merupakan gambaran migrasi ion yang terjadi di dalam volume bebas matriks polimer. Sedangkan kapasitor merepresentasi-kan rantai-rantai polimer tidak bergerak yang terpolarisasi pada arus AC. Peristiwa migrasi ion dan polarisasi terjadi secara parallel sehingga
menghasilkan kurva berbentuk setengah
lingkaran. Sedangkan garis miring lurus pada frekuensi rendah terjadi akibat efek antar muka
antara elektroda dan elektrolit (Prabuet al.2010;
Subramanian and Pandi 2014).
Penambahan gliserol ke dalam sampel
elektrolit polimer menyebabkan terjadinya
penurunan nilai resistansi bulk (Rb) (Gambar
3(b-d) dan daerah setengah lingkaran
(semicircle) tetap terbentuk. Nilai Resistor bulk
elektrolit polimer diperoleh dari intersep daerah setengah lingkaran dengan sumbu Zreal pada
Cole-cole plot. Dengan program EIS Spectrum analyzernilai Rb sampel elektrolit polimer dapat
ditentukan. Konduktivitas ionik DC dapat
dihitung menggunakan persamaan :
=
. ---(1)Dimana l adalah ketebalan sampel elektrolit
polimer danAadalah luas daerah kontak antara
elektrolit dan elektroda. Nilai konduktivitas
tertinggi yang diperoleh adalah 3,52 X 10-4S/cm
dengan penambahan gliserol sebanyak 60%
pada matrik polimer. Peningkatan konduktivitas ionik terjadi karena: 1) transisi fasa kompleks polimer dari fasa semikristalin menjadi amorf 2) kenaikan konsentrasi pembawa muatan 3)
plasticizer dapat meningkatkan volume dalam sistem elektrolit dan menurunkan viskositas elektrolit sehingga mobilitas ion menjadi semakin mudah. Nilai konduktivitas elektrolit polimer
untuk semua komposisi plasticizer dapat dilihat
pada Tabel 1.
Konstanta dielektrik sebagai fungsi
frekuensi mencerminkan respon dinamik dari komponen-komponen yang terkandung dalam
material padat. Konstanta dielektrik atau
permitivitas sampel elektrolit polimer dihitung dengan menggunakan persamaan :
---(2)
Dimana Z’ dan Z” adalah impedansi real dan imajiner dari bahan, ω adalah frekuensi anguler
dan Co kapasitansi. Konstanta dielektrik (ε’)
dihasilkan dari polarisasi total dari muatan yang terperangkap sebagaimana halnya dipol-dipol
pada suatu material (Shukur et al. 2013).
Konstanta dielektrik sampel elektrolit polimer
komposit kitosan ZrO2 tanpa dan dengan
plasticizerdiperlihatkan pada Gambar 4. Tabel 1. Perubahan konsentrasiplasticizergliserol terhadap nilai konduktivitas elektrolit polimer
kitosan-ZrO2-LiClO4
No. Komposisi gliserol (%) Konduktivitas ionik(S/cm)
1. 0 6,89 x 10-6
2. 20 1,82 x 10-5
3. 40 2,31 x 10-4
4. 60 3,52 x 10-4
5. 80 7,68 x 10-5
Gambar 4. Konstanta dielektrik elektrolit polimer Kitosan-ZrO2-LiClO4-gliserol
'
)
"
'
(
"
2 2Z
Z
C
Z
o
J. Kimia dan Kemasan, Vol. 39 No. 1 April 2017: 1-8 6 Dari Gambar 4 terlihat bahwa nilai ε’
untuk semua sampel terjadi pada frekuensi rendah. Pada daerah frekuensi rendah, nilai awal permitivitas dielektrik untuk material polar biasanya tinggi. Pada penelitian ini nilainya meningkat seiring meningkatnya konsentrasi
plasticizer. Film elektrolit polimer tanpa
plasticizer memiliki konstanta dielektrik
2,72x106, mengalami peningkatan menjadi
2,83x107 dengan penambahan plasticizer
sebanyak 80% (b/b). Plasticizer merupakan
bahan organik dengan konstanta dielektrik tinggi
sehingga penambahan plasticizer
mengakibat-kan sampel elektrolit polimer semakin polar. Dispersi pada frekuensi rendah disebabkan oleh pengaruh muatan ruang yang mengakibatkan terjadi akumulasi pembawa muatan dekat elektroda. Sedangkan pada frekuensi tinggi terjadi pembalikan medan dengan periode tinggi
di dekat antar muka (interface). Kontribusi
pembawa muatan (ion) terhadap konstanta dielektrik akan menurun seiring kenaikan frekuensi. Pada frekuensi tinggi juga terjadi hamburan dipol-dipol sehingga tidak mampu mengikuti perubahan medan serta adanya efek
polarisasi (Mohamed et al. 2014). Analisis
jumlah transferensi ion dilakukan untuk
pengukuran arus polarisasi dari ion-ion baik kation maupun anion dalam suatu bahan yang timbul akibat respon ion-ion terhadap beda
potensial yang diberikan. Metode yang
digunakan untuk mengukur jumlah transferensi ion ini adalah teknik polarisasi DC (Morni dan
Arof 1999; Sudaryanto, Yulianti, dan
Patimatuzzohrah 2016). Adapun hasil
pengukuran nilai bilangan transferensi pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5. Hasil Pengujian jumlah transferensi ion elektrolit polimer kitosan-ZrO2-LiClO4
-gliserol
Gambar 5 menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi gliserol maka nilai bilangan transferensi meningkat. Penambahan gliserol meningkatkan derajat disosiasi garam, sehingga meningkatkan jumlah ion yang bergerak dalam matriks polimer. Nilai jumlah transferensi ion
tertinggi didapatkan dari sampel dengan
kandungan gliserol 60% dengan jumlah
transferensi ion yang dihasilkan sampel tersebut adalah sebesar 0,85 yang berarti proses
konduksi didominasi oleh kationik, yaitu ion Li+.
Sedangkan konduksi anion yang ukurannya lebih besar terhalangi dengan semakin tinggi
kandungan plasticizer. Selain itu struktur
material juga merupakan faktor penentu dari kemudahan suatu ion untuk bergerak. Semakin amorf suatu material maka semakin mudah ion-ion bergerak dari satu rantai ke rantai polimer lain dalam suatu sistem elektrolit polimer padat. Hal ini didukung dengan hasil pengamatan
menggunakan XRD dimana pada konsentrasi
60% gliserol diperoleh sampel dengan struktur amorf.
KESIMPULAN
Elektrolit polimer padat berbasis komposit
kitosan-ZrO2-LiClO4yang telah ditambah gliserol
sebagai plasticizer telah berhasil dibuat dan
dipelajari. Penambahan gliserol pada
konsentrasi 60% (b/b) telah meningkatkan
konduktivitas ionik dari 6,89x10-6 hingga
3,52x10-4 S/cm. Penambahan gliserol
mempengaruhi sifat intrinsik elektrolit polimer dengan film semakin amorf serta menjadi lebih elastis dan fleksibel. Penambahan gliserol juga meningkatkan jumlah transferensi ion dari 0,4 hingga 0,85, sehingga memungkinkan untuk diaplikasikan pada sistem baterai.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju
(PSTBM)–BATAN yang telah mendukung
pelaksaan penelitian ini melalui pendanaan DIPA tahun 2015 dengan mata anggaran no. 4446.007.001.
DAFTAR PUSTAKA
Anitha, A., S. Sowmya, P. T Sudheesh Kumar, S. Deepthi, K. P. Chennazhi, H. Ehrlich, M. Tsurkan, dan R. Jayakumar. 2014.
“Chitin and chitosan in selected
biomedical applications.” Progress in
Polymer Science 39 (9). Elsevier Ltd: 1644–67.
doi:10.1016/j.progpolymsci.2014.02.008. Aziz, S. B., dan Z.H.Z. Abidin. 2014.
“Ion-transport study in nanocomposite solid polymer electrolytes based on chitosan:
of Applied Polymer Science 41774: n/a-n/a. doi:10.1002/app.41774.
Buraidah, M H, L P Teo, S R Majid, dan A K Ã
Arof. 2009. “Ionic conductivity by
correlated barrier hopping in NH 4 I doped chitosan solid electrolyte” 404: 1373–79. doi:10.1016/j.physb.2008.12.027.
Deraman, S. K., N. S. Mohamed, dan R. H Y
Subban. 2013. “Conductivity and
electrochemical studies on polymer
electrolytes based on poly vinyl (chloride) - ammonium triflate-ionic liquid for proton
battery.” International Journal of
Electrochemical Science8 (1): 1459–68.
Fonseca, C.P., dan S. Neves. 2006.
“Electrochemical properties of a
biodegradable polymer electrolyte applied
to a rechargeable lithium battery.”Journal
of Power Sources 159 (1 SPEC. ISS.): 712–16.
doi:10.1016/j.jpowsour.2005.10.095. Harun, N.I., A.M. Ali, A.M.M. Ali, dan M.Z.A.
Yahya. 2011. “Conductivity studies on
cellulose acetate – ammonium
tetrafluoroborate based polymer
electrolytes” 15.
doi:10.1179/143307511X1303189074885 8.
Kuo, C.W., W.B Li, P.R. Chen, J.W. Liao, C.G. Tseng, dan T.Y. Wu. 2013. “Effect of Plasticizer and Lithium Salt Concentration in PMMA- based Composite Polymer Electrolytes” 8: 5007–21.
Liu, H., R. Adhikari, Q. Guo, dan B. Adhikari. 2013. “Preparation and characterization of glycerol plasticized ( high-amylose ) starch
– chitosan films.” Journal of Food
Engineering 116 (2): 588–97. doi:10.1016/j.jfoodeng.2012.12.037. Mohamed, S.A., A.A. Al-Ghamdi, G.D. Sharma,
dan M.K. El Mansy. 2014. “Effect of ethylene carbonate as a plasticizer on
CuI/PVA nanocomposite: Structure,
optical and electrical properties.” Journal
of Advanced Research 5 (1). Cairo
University: 79–86.
doi:10.1016/j.jare.2012.11.008.
Morni, N.M., dan A.K. Arof. 1999. “Chitosan– lithium triflate electrolyte in secondary
lithium cells.” Journal of Power Sources
77 (1): 42–48.
doi:10.1016/S0378-7753(98)00170-0.
Navaratnam, S, K Ramesh, dan W J Basirun. 2011. “Investigation of ion conducting behaviour of composite chitosan based
polymer electrolytes.” Materials Research
Innovations 15 (1): 184–86. doi:10.1179/143307511X1303189074897 5.
Noor, M. M., M.A. Careem, S .R. Majid, dan A.K. Arof. 2011. “Characterisation of plasticised
PVDF–HFP polymer electrolytes.”
Materials Research Innovations 15 (s2): s157–60.
doi:10.1179/143307511X1303189074873 1.
Prabu, M., S. Selvasekarapandian, A.R.
Kulkarni, G. Hirankumar, dan C.
Sanjeeviraja. 2010. “Conductivity and
dielectric studies on LiCeO2.” Journal of
Rare Earths 28 (3): 435–38. doi:10.1016/S1002-0721(09)60128-9. Rahman, M. Y. A., A. Ahmad, T .K. Lee, Y.
Farina, dan H .M. Dahlan. 2011. “Effect of Ethylene Carbonate (EC) Plasticizer on
Poly (Vinyl Chloride)-Liquid 50%
Epoxidised Natural Rubber (LENR50)
Based Polymer Electrolyte.” Materials
Sciences and Application 2 (July): 818– 26. doi:10.4236/msa.2011.27111.
Sanyang, M.L., S.M. Sapuan, M. Jawaid, M.R. Ishak, dan J. Sahari. 2015. “Effect of Plasticizer Type and Concentration on Tensile, Thermal and Barrier Properties of Biodegradable Films Based on Sugar Palm (Arenga pinnata) Starch,” 1106–24. doi:10.3390/polym7061106.
Schnürch, A.B., dan S. Dünnhaupt. 2012.
“Chitosan-based drug delivery systems.”
European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics 81 (3): 463–69. doi:10.1016/j.ejpb.2012.04.007.
Shukur, M. F., Y.M. Yusof, S.M.M. Zawawi, H.A.
Illias, dan M.F.Z. Kadir. 2013.
“Conductivity and transport studies of
plasticized chitosan-based proton
conducting biopolymer electrolytes.”
Physica Scripta T157: 14050.
doi:10.1088/0031-8949/2013/T157/014050.
Stephan, A.M., dan K. S. Nahm. 2006. “Review on composite polymer electrolytes for
lithium batteries.”Polymer47 (16): 5952–
64. doi:10.1016/j.polymer.2006.05.069. Subramanian, Selvasekarapandian, dan Vinoth
Pandi. 2014. “Preparation and
characterization of PVA complexed with
amino acid, proline,” no. July.
doi:10.1007/s11581-014-1206-0.
Sudaryanto, E. Yulianti, dan Patimatuzzohrah. 2016. “Structure and properties of solid polymer electrolyte based on chitosan and ZrO2 nanoparticle for lithium ion battery.” In AIP Conference Proceeding, 1710:020003–1. doi:10.1063/1.4941464. Tripathi, S., G.K. Mehrotra, dan P .K. Dutta.
2008. “Chitosan based antimicrobial films for food packaging applications,” no. 93: 1–7.
Winie, Tan, N. S M Hanif, C. H. Chan, dan A. K. Arof. 2014. “Effect of the surface treatment of the TiO2 fillers on the
J. Kimia dan Kemasan, Vol. 39 No. 1 April 2017: 1-8 8
properties of hexanoyl
chitosan/polystyrene blend-based
composite polymer electrolytes.”Ionics20
(3): 347–52.
doi:10.1007/s11581-013-0983-1.
Yahya, M. Z. A., dan A .K. Arof. 2003. “Effect of oleic acid plasticizer on chitosan – lithium acetate solid polymer electrolytes” 39:
897–902.
doi:10.1016/S0014-3057(02)00355-5.
Yulianti, E., J. Ginting, dan Sudaryanto. 2015. “Pengaruh Penambahan Garam Garam Litium Terhadap Sifat Elektrolit Padat
polimer Berbasis Kitosan.” Jurnal Sains
Materi Indonesia16: 133–38.
Yulianti, E., R.D. Saputri, S. Sudaryanto, H. Jodi, dan R. Salam. 2013. “Pembuatan Bahan
Polimer Elektrolit Padat Berbasis
Nanokomposit Kitosan Montmorillonite
untuk Aplikasi Baterai.” Jurnal Kimia dan
Kemasan35 (2): 77.
Yulianti, E, A Karo Karo, dan L Susita. 2012. “Synthesis of Electrolyte Polymer Based on Natural Polymer Chitosan by Ion
Implantation Technique” 4: 202–7.
Jurnal Kimia dan Kemasan, 39(1), 9-16, 2017 ©Author(s);http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v39i1.2727
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF SUPERABSORBENT
SODIUM ALGINATE-g-POLY (POTASSIUM ACRYLATE)
HYDROGELS PREPARED BY USING GAMMA IRRADIATION
Erizal
1, Fajar Lukitowati
1, Intan Oktaviani
2, Dhena Ria Barleany
3,
Basril Abbas
1and Sudirman
41
Centre for Application of Isotopes and Radiation, Jl. Lebak Bulus Raya No.49 Jakarta 12070. 2
Faculty of Pharmacy and Science, University Muhammadyah, Prof.Dr.Hamka Jl. Delima II/IV, Klender Jakarta 13460
3
Dept. Chemical Engineering, University Sultan Ageng Tirtayasa Jl.Jend.Sudirman KM.3, Cilegon-Banten 42435
4
Center for Science and Technology of Advanced Materials, Puspiptek, Serpong, Tangerang
E-mail:[email protected]
Received : 24 Maret 2017; revised : 10 April 2017; accepted : 29 Mei 2017
ABSTRACT
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF SUPERABSORBENT SODIUM ALGINATE-g-POLY
(POTASSIUM ACRYLATE) HYDROGELS PREPARED BY USING GAMMA IRRADIATION. The aim of this research was to use gamma rays as sources for the preparation of superabsorbent hydrogels through radiation induced copolymerization. A series of superabsorbent hydrogels were prepared from aqueous solution containing partially neutralized acrylic acid (15%) with different sodium alginate (NaAlg) concentrations (0.5% to 1.5%) by ionizing gamma irradiation (10 kGy to 40 kGy) at room temperature. The effect of NaAlg concentration and irradiation doses on the water absorption behavior of the obtained hydrogels was investigated. The structural changes of hydrogels were characterized using Fourier Transform Infrared (FTIR) whereas the morphologies of hydrogels were examined using Scanning Electron Microscope (SEM). The results showed the swelling of hydrogel in water and NaCl solution increases with increasing NaAlg concentration and decreases with increasing irradiation dose up to 40 kGy. The extend of gel fraction increases as a function of NaAlg concentration. The results of FTIR analysis revealed that acrylic acid and sodium alginate had been successfully grafted, while SEM examination showed that the hydrogels demonstrated large numbers of pores-.
Keywords: Hydrogel, Superabsorbent, Sodium alginate, Irradiation, Grafting
ABSTRAK
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROGEL SUPERABSORBENT NATRIUM ALGINATE-G-POLY (KALIUM AKRILAT) MENGGUNAKAN IRADIASI GAMMA. Tujuan penelitian adalah memanfaatkan sumber radiasi gamma untuk membuat hIdrogel superabsorben melalui reaksi induksi kopolimerisasi. Satu seri hidrogel superabsorben disintesis dari campuran asam akrilat yang dinetralkan sebagian dengan beragam konsentrasi (0,5% sampai 1,5%) natrium alginat (NaAlg) dan diiradiasi pada beragam dosis (10 kGy sampai 40 kGy) pada suhu kamar. Pengaruh konsentrasi NaAlg dan dosis iradiasi terhadap kemampuan menyerap air hidrogel diinvestigasi. Perubahan struktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR)
sedangkan morfologi hidrogel diuji dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Nisbah penggembungan
hidrogel dalam air dan larutan NaCL meningkat dengan meningkatnya konsentrasi NaAlg dan menurun dengan meningkatnya dosis iradiasi hingga 40 kGy. Fraksi gel hidrogel meningkat sebagai fungsi waktu. Hasil pengujian spektrum FTIR mengkonfirmasi kemungkinan terjadinya reaksi pencangkokan antara asam akrilat dengan NaAlg, dan hidrogel berpori-pori relatif besar ditunjukkan dari hasil pengujian SEM.
Kata kunci: Hydrogel, Superabsorben, Natrium alginate, Iradiasi, Cangkok
INTRODUCTION
Nowadays, the need to the materials that have good performance in absorbing a large amount quantity of water or liquid very interes-ting objects for researchers. One of such
ma-terials is the synthetic hydrogel matrices which comprise water insoluble, but water swellable crosslinked hydrophilic polymers. These mate-rials are known as hydrogel superabsorbent