Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif non Jenis penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif non eksperimental. Sedangkan desain yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental. Sedangkan desain yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan, baik yang melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan, baik yang berupa faktor risiko maupun
berupa faktor risiko maupun efek atau hasil.efek atau hasil.1414
Penelitian ini hanya melakukan pengukuran sesaat atau satu kali, Penelitian ini hanya melakukan pengukuran sesaat atau satu kali, kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui penghitungan kemudian data yang telah dikumpulkan dianalisis melalui penghitungan statistik. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan statistik. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan penilaian
penilaian langsung langsung terhadap terhadap objek objek yyang ang diteliti diteliti dengan dengan menggunakanmenggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menyediakan informasi instrumen penelitian berupa kuesioner untuk menyediakan informasi berhubungan
berhubungan dengan dengan prevalensi prevalensi dan dan distribusi distribusi dalam dalam suatu suatu populasi, populasi, dandan kualitas hidup
kualitas hidup pria dewasa ypria dewasa yang menjalankan puasa Nabi ang menjalankan puasa Nabi Daud.Daud.1515
B.
B. PopulasPopulasi i dan dan Sampel Sampel PenelitianPenelitian 1. Populasi
1. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah sejumlah besar atau Populasi dalam penelitian adalah sejumlah besar atau keseluruhan subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dalam keseluruhan subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dalam penelitian.
penelitian.14-1614-16 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh priaPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh pria dewasa
dewasa praktisi puasa praktisi puasa Nabi Nabi Daud dDaud di bi bawah payawah payung Lung Lembagaembaga Dakwah Islam Indonesia di Kota Semarang.
Dakwah Islam Indonesia di Kota Semarang.
24 24
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga dianggap mewakili populasinya.14 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pria dewasa yang melakukan puasa Nabi Daud di Lembaga Dakwah Islam Indonesia di kelompok Saptamarga, Sumurboto, Tembalang, Dewi Sartika I, Dewi Sartika II, Wonosari, Taman Lele, Krapyak, Menoreh, dan Simongan.
Dalam penelitian keperawatan, kriteria sampel dapat meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi merupakan kriteria di mana subjek penelitian mewakili sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel.17 Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Responden beragama Islam
2) Responden pria yang berusia 18-65 tahun
3) Responden yang pada saat penelitian sedang menjalankan puasa Nabi Daud minimal selama 3 bulan berturut-turut
4) Pendidikan responden minimal SMA atau sederajat 5) Sehat, tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan kriteria di mana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak dapat memenuhi syarat sebagai sampel penelitian. Penyebab subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel, antara lain: menolak menjadi responden atau berada pada suatu keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian.17 Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah subjek yang menolak menjadi responden dalam penelitian ini.
3. Teknik pengambilan sampel
Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling , yaitu subjek yang dipilih adalah subjek yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik non-probability sampling yang digunakan adalah total sampling , yaitu cara pengambilan sampel dari seluruh bagian populasi selama masih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan pertimbangan bahwa populasi yang menjalankan puasa Nabi Daud sedikit.18
C. Besar Sampel
Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mulai bulan Maret sampai bulan April 2012 di Kota Semarang terhadap 35 orang yang menjalankan puasa Nabi Daud, didapatkan hanya 33 orang yang bisa
dijadikan sebagai responden penelitian. Sebanyak 2 orang dieliminasi dari proses seleksi karena tidak memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang
ditetapkan yaitu 1 calon responden memiliki riwayat penyakit kronis dan 1 lainnya belum memenuhi kriteria umur.
D. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian adalah di Kota Semarang dan berlangsung mulai bulan Maret sampai April 2012.
E. Variabel Penelitian, Definisi Operasional, dan Skala Pengukuran Tabel 3.1. Variabel Penelitian, Definisi Operasional, dan Skala Pengukuran
No Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala
Operasional 1 Variabel kualitas hidup pria dewasa yang menjalankan puasa Persepsi pria usia dewasa yang menjalankan puasa secara sehari berpuasa kemudian sehari berbuka (Daud) dan dilakukan minimal 3 bulan berturut-turut mengenai kondisi dirinya yang meliputi faktor kesehatan fisik, mental, hubungan sosial, dan faktor lingkungan WHOQOL- BREF Sebanyak 26 pertanyaan dibagi menjadi 4 domain. Masing-masing domain memiliki skor 0-100. Hasil pengkuruan setiap domain akan dikategorikan menjadi 3 yaitu baik (x > mean+1.SD), sedang (mean – 1.SD < x < mean+1.SD), buruk (x < mean-1.SD) ordinal
F. Alat Penelitian dan Cara Pengumpulan Data 1. Alat Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh World Health Organization yaitu WHOQOL-BREF yang berupa kuesioner. Kuesioner adalah dokumen tertulis yang terdiri dari serangkaian pertanyaan dan diberikan kepada responden. Kuesioner ini bertujuan untuk menyediakan informasi yang sesuai dengan kondisi responden.9
Alat ukur WHOQOL-BREF merupakan pengembangan dan perbaikan dari alat ukur WHOQOL-100. Alat ukur ini adalah alat ukur yang valid (r = 0.89-0.95) dan reliable (R = 0.66-0.87) dengan menghitung skor tiap dimensi.9
Alat ukur WHOQOL BREF ini telah dialihbahasakan ke berbagai bahasa, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia oleh Dr.
Riza Sarasvita dan Dr. Satya Joewana untuk penelitian pada pengguna obat-obatan.9
Alat ukur ini juga digunakan oleh Edesia dalam penelitiannya pada tahun 2008.9 Edesia juga melakukan uji psikometri terhadap alat ukur tersebut dan mendapatkan hasil bahwa alat ukur WHOQOL-BREF merupakan alat ukur yang valid
dan reliable dalam mengukur kualitas hidup.
Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi skor masing-masing item dengan skor dari masing-masing dimensi
di instrumen yang bersangkutan. Perhitungan ini menggunakan pearson product moment correlation dengan bantuan SPSS 13. Hasil menunjukkan dari semua item (QOL 3 - QOL 26) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara item dengan masing-masing skor dimensi. Tingginya signifikansi tersebut menandakan bahwa alat ukur WHOQOL-BREF merupakan alat yang valid.9
Pengujian reliabilitas dilakukan melalui Coefficient Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 13. Hasil pengukuran menunjukkan R = 0.902 yang menunjukkan alat ukur ini adalah alat ukur yang reliabel.9
Selain itu, alat ukur ini juga dipakai oleh Wardhani pada tahun 2006 untuk mengukur kualitas hidup pria usia dewasa muda lajang. Hasil dari uji psikometri yang dilakukan Wardhani menunjukkan alat ukur ini adalah instrumen yang valid dan reliable dalam mengukur kualitas hidup.3,9 Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi skor masing-masing item dengan skor dari masing-masing dimensi di instrumen yang bersangkutan dengan skor dimensi (r = 0.409-0.850). Pengujian reliabilitas dilakukan melalui Coefficient Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS 11.5. Hasil pengukuran menunjukkan R = 0.8756 yang menunjukkan alat ukur ini adalah alat ukur yang reliabel.3,9
Dalam penelitian ini, peserta diminta memilih satu jawaban yang mencerminkan kondisi mereka. Jawaban tersebut memiliki angka dari skala 1-5. Alat ukur WHOQOL-BREF hanya memberikan satu macam skor yaitu skor dari masing-masing domain yang menggambarkan respon masing-masing responden terhadap domain tersebut. Skor tiap domain yang didapat berupa raw score dan harus diubah menjadi skala 0-100 sehingga bisa diperbandingkan dengan nilai skor dalam WHOQOL-100 untuk mengetahui tingkat kualitas hidup responden pria dewasa praktisi puasa Nabi Daud.9
2. Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria, yaitu pria dewasa anggota dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang yang menjalankan puasa Nabi Daud. Peneliti membagi pelaksanaan pengumpulan data ke dalam 2 tahap, yaitu:
a. Tahap persiapan
1) Penelitian mulai dipersiapkan dengan melakukan berbagai studi literatur untuk mencari topik penelitian.
2) Menentukan topik. Peneliti memilih meneliti salah satu bentuk terapi komplementer yaitu puasa Nabi Daud.
3) Melakukan studi kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian dan merumuskannya ke dalam pendahuluan, landasan teori, dan metode penelitian. 4) Peneliti kemudian berkonsultasi dengan
pembimbing mengenai variabel lain selain puasa. Peneliti mendapatkan variabel lain yaitu kualitas hidup.
5) Peneliti melakukan studi literatur mengenai kualitas hidup.
6) Peneliti melakukan studi pendahuluan berbentuk survei dan wawancara mengenai persepsi para calon responden mengenai puasa Nabi Daud.
7) Peneliti membuat surat izin penelitian yang ditujukan kepada Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah.
8) Peneliti melakukan pengambilan data awal.
9) Peneliti melihat kuesioner WHOQOL-BREF versi Bahasa Indonesia dan sedikit melakukan editing dengan berkonsultasi kepada ahli bahasa dan membandingkan dengan teks asli dan terjemahan yang dibuat oleh WHO dan berkonsultasi dengan pembimbing.
b. Tahap pelaksanaan
1) Peneliti mempersiapkan kuesioner sehingga siap disebarkan.
2) Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 33 orang sampel yang memenuhi kriteria dan telah ditetapkan sesuai hasil pengumpulan data ke rumah responden. 3) Peneliti menjelaskan tujuan, manfaat penelitian, dan
cara mengisi kuesioner.
4) Hasil pengumpulan data kemudian diolah dalam program komputer.
5) Peneliti memberitahukan hasil penelitian kepada responden.
G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 1. Teknik pengolahan data
a. Editing
Pada tahap ini peneliti melakukan pengecekan data untuk melihat kebenaran dan kelengkapan pengisian jawaban kuesioner dari responden. Tahap ini dilakukan di tempat pengumpulan data sehingga bila ada yang belum
Peneliti melakukan pemberian kode pada data untuk mempermudah mengolah data. Semua variabel akan diubah menjadi kode. Coding adalah kegiatan merubah bentuk data yang lebih ringkas dengan menggunakan kode-kode tertentu.19 Pada satu variabel yaitu masing-masing domain kualitas hidup. Domain fisik menjadi domain 1, mental menjadi domain 2, sosial menjadi domain 3, dan lingkungan menjadi domain 4.
c. Scoring
Scoring adalah memberikan nilai pada data sesuai dengan skor yang telah ditentukan berdasarkan kuesioner yang tersusun.19 Pemberian skor dari jawaban responden didasarkan pada panduan scoring dari WHO. Hasil akhir berupa skor 0-100 tiap domain yang menunjukkan kualitas
hidup responden. 2. Analisis data
Langkah-langkah analisis yang digunakan untuk pendekatan kuantitatif penelitian ini:
a. Analisis Deskriptif (Univariat )
Tujuan dari analisis ini adalah untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Bentuknya tergantung dari jenis datanya.
Untuk data numerik digunakan nilai rata-rata atau mean, median, standar deviasi, dan inter kuartil range (minimal dan maksimal).19 Analisis univariat digunakan untuk mengetahui pola distribusi dari data yang didapatkan yaitu data skor kualitas hidup responden yang menjalankan puasa Nabi Daud. Adapun rumus untuk mengetahui skor kualitas
hidup adalah:20
Tabel 3.2 Rumus menghitung skor baku WHOQOL BREF Domain 1 (fisik) = (6-Q3) + (6-Q4) + Q10 + Q15 + Q16 + Q17 + Q18 Domain 2 (mental) Domain 3 (sosial) Domain 4 (lingkungan) = Q5 + Q6 + Q7 + Q11 + Q19 + (6-Q26) = Q20 + Q21 + Q22 = Q8+ Q9 + Q12 + Q13 + Q14 + Q23 +Q24 + Q25
Untuk mengetahui skor baku domain I, yang perlu diketahui adalah skor pertanyaan ke 3, 4, 10, 15, 16, 17 dan 18. Begitu juga untuk mengetahui skor domain II, III, dan IV, sesuai rumus pada tabel 3.2 di atas.
Setelah mengetahui skor baku dari setiap domain, kemudian skor tersebut diubah menjadi skor perubahan 0-100 agar sesuai dan bisa diperbandingkan dengan skor WHOQOL 100. Panduan dalam merubah skor baku ke skor perubahan 0-100 bisa dilihat dalam tabel 3.3 berikut:
Tabel 3.3 Tabel skor baku dan skor perubahan WHOQOL BREF. 20 Domain I Domain 2 Skor Baku Skor perubahan Skor perubahan Skor Baku Skor perubahan Skor perubahan (A) 4-20 (B) 0-100 (C) 7 4 0 8 5 6 9 5 6 10 6 13 11 6 13 12 7 19 13 7 19 14 8 25 15 9 31 16 9 31 17 10 38 18 10 38 19 11 44 20 11 44 21 12 50 22 13 56 23 13 56 24 14 63 25 14 63 26 15 69 27 15 69 28 16 75 29 17 81 30 17 81 31 18 88 32 18 88 33 19 94 34 19 94 35 20 100 (A) 4-20 (B) 0-100 (C) 6 4 0 7 5 6 8 5 6 9 6 13 10 7 19 11 7 19 12 8 25 13 9 31 14 9 31 15 10 38 16 11 44 17 11 44 18 12 50 19 13 56 20 13 56 21 14 63 22 15 69 23 15 69 24 16 75 25 17 81 26 17 81 27 18 88 28 19 94 29 19 94 30 20 100
Skor Baku Skor perubahan Skor perubahan Skor Baku Skor perubahan Skor perubahan (A) 4-20 (B) 0-100 (C) 3 4 0 4 5 6 5 7 19 6 8 25 7 9 31 8 11 44 9 12 50 10 13 56 11 15 69 12 16 75 13 17 81 14 19 94 (A) 4-20 (B) 0-100 (C) 8 4 0 9 5 6 10 5 6 11 6 13 12 6 13 13 7 19 14 7 19 15 8 25 16 8 25 17 9 31 18 9 31 19 10 38 15 20 100 20 10 38 21 11 44 22 11 44 23 12 50 24 12 50 25 13 56 26 13 56 27 14 63 28 14 63 29 15 69 30 15 69 31 16 75 32 16 75 33 17 81 34 17 81 35 18 88 36 18 88 37 19 94 38 19 94 39 20 100 40 20 100
Rumus mengubah skor perubahan 4-20 (B) menjadi skor perubahan 0-100 (C): 100
C = (
−
4) × 16Data hasil setiap domain tersebut kemudian dikategorikan menjadi 3 dengan ketentuan:21
Baik : (x) ≥ (mean + 1. SD)
Cukup : (mean - 1. SD) < (x) < (mean + 1. SD) Kurang : (x) ≤ (mean - 1. SD)
H. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan persetujuan izin kepada instansi pendidikan untuk pembuatan surat permohonan izin dalam menggunakan data dan informasi di organisasi islam LDII Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Tengah dan diturunkan ke Dewan Pimpinan Daerah Kota Semarang sebagai bahan dalam penyusunan skripsi penelitian. Kuesioner yang disampaikan pada responden yang diteliti
dengan menekankan masalah etika, meliputi:22-23
1. Lembar persetujuan setelah penjelasan(Informed Consent )
Hal ini bertujuan agar responden mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta dampak selama pengumpulan data.22 Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pria usia dewasa sehat yang menjalankan puasa Nabi Daud. Responden yang bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar persetujuan setelah penjelasan (Informed Consent ), tetapi jika responden menolak untuk diteliti, maka peneliti tidak memaksa
2. Tanpa nama (Anonimity) dan kerahasiaan (Confidentiality)
Untuk menjaga kerahasiaan responden, maka dalam lembar pengumpulan data peneliti mengganti nama responden dengan nomor kode. Nomor kode tersebut akan diisi oleh peneliti. Pada penerapan dalam penelitian ini, peneliti menjamin kerahasiaan
responden dengan mengkodekan nama responden dalam kuesioner yang berisi informasi tentang responden. Selain itu, file responden dalam komputer juga terlindungi oleh password yang hanya diketahui oleh peneliti.