PEMUTUS TENAGA

44 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR 

KATA PENGANTAR 

Pu

Puji ji dadan n sysyukukur ur pepenunulilis s ucucapapkakan n kekehahadidirarat t AAllllah ah SWSWT T YYaang ng MaMahaha Pengasih lagi Maha Pen

Pengasih lagi Maha Penyayang, yyayang, yang telah melimpahkan ang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNyrahmat dan karuniaNya,a, seh

sehingingga ga penpenuliulis s dapdapat at menmenyeyelesailesaikan kan laplaporaoran n kerkerja ja prapraktektek k yanyang g berberjudjudulul “ 

“ PEMELIHARAAPEMELIHARAAN PEMUTUS N PEMUTUS TENAGA TTENAGA TIPE GAS IPE GAS SF6 GARDU SF6 GARDU INDUK INDUK  150 KV LUBUK ALUNG

150 KV LUBUK ALUNG” .” . Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAWShalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberi tuntunan dan pencerahan kepada umat manusia

yang telah memberi tuntunan dan pencerahan kepada umat manusia Pen

Penuliulis s menmenyayadari dari bahbahwa wa tantanpa pa banbantuatuan n dan dan bimbimbinbingan gan dardari i berberbagbagaiai  pihak,

 pihak, sulit sulit bagi bagi penulis penulis untuk untuk dapat dapat menyelesaikan menyelesaikan laporan laporan kerja kerja praktek praktek iniini !leh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada"

!leh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada" #

# !r!ranang g tutua a dadan n sasaududarara a yyang telaang telah h memembmberierikakan n dudukukungngan an papada da pepenunuliliss dalam pelaksanaan kerjapraktek ini

dalam pelaksanaan kerjapraktek ini $

$ %ap%apak Ariadak Ariadi &a'mii &a'mi, , (r(r )ng )ng, selaku *et, selaku *etua +urusua +urusan Tean Tekniknik )lektk )lektroro akultas Teknik -ni.ersitas Andalas

akultas Teknik -ni.ersitas Andalas /

/ %ap%apak Adrimak Adrimen selaken selaku pembiu pembimbimbing kerja prang kerja praktektek di k di PTPT P0N 1Per P0N 1Perserosero22 3ardu 4nduk 0ubuk Alung

3ardu 4nduk 0ubuk Alung 5

5 %a%apapak k )d)dmomon n selselakaku u pepembmbimimbibing ng kekerja prakrja praktetek k di di PTPT  P0P0N N 1P1Perserseroero22 3ardu 4nduk 0ubuk Alung

3ardu 4nduk 0ubuk Alung 6

6 TTeemaman7tn7tememan an sese7t7tim im dadalalam m kekerjrja a prprakaktetek k di di PTPT  P0P0N N 1P1Perserseroero2 2 3a3ardrduu 4nd

4nduk 0ubuuk 0ubuk k AluAlungng, , +on+oni i (as(aswirwir, , (i.(i.a a SepSeptiatian n +on+ones, dan es, dan WWaahyhyuu Prabowo +M+

(2)

8

8 TTememan7tan7temaeman n sessesama Angama Angkatkatan an $9#$9## # +ur+urusausan n TTekeknik )lektnik )lektro ro akakultultasas

Te

Teknik knik -ni.ersitas Andalas-ni.ersitas Andalas

:

: (an (an semua semua pihak pihak lain lain yang yang telah telah membmemberikan erikan dukudukunganngan

!leh karena itu, penulis mendo;akan semoga amal kebajikan mereka !leh karena itu, penulis mendo;akan semoga amal kebajikan mereka

diterima

diterima di sisi Adi sisi Allah SWT, llah SWT, dan dibalas7Nya dengan pahala ydan dibalas7Nya dengan pahala yang berlipat gandaang berlipat ganda

 Aamiin ya robb

 Aamiin ya robbal ‘alaminal ‘alamin

Penulis meny

Penulis menyadari bahwa laporan adari bahwa laporan ini masih ini masih jauh dari kjauh dari kesempurnaan,baik esempurnaan,baik 

da

dari ri cacara ra pepenynyajajiaian n mamaupupun un teteknknik ik pepenunulilisasan n !l!leh eh kakarerena na ititu u pepenunuliliss

meng

mengharapkharapkan an kritik dan kritik dan saran saran yang yang mendmendukunukung g demi penyempudemi penyempurnaan rnaan laporlaporanan

ini ini

Semoga laporan kerja praktek ini dapat berman<aat bagi kita semua dan Semoga laporan kerja praktek ini dapat berman<aat bagi kita semua dan

 bagi penulis sendiri tentunya  bagi penulis sendiri tentunya

Padang,

Padang, ebruari ebruari $9#6$9#6

  Penulis   Penulis

(3)

8

8 TTememan7tan7temaeman n sessesama Angama Angkatkatan an $9#$9## # +ur+urusausan n TTekeknik )lektnik )lektro ro akakultultasas

Te

Teknik knik -ni.ersitas Andalas-ni.ersitas Andalas

:

: (an (an semua semua pihak pihak lain lain yang yang telah telah membmemberikan erikan dukudukunganngan

!leh karena itu, penulis mendo;akan semoga amal kebajikan mereka !leh karena itu, penulis mendo;akan semoga amal kebajikan mereka

diterima

diterima di sisi Adi sisi Allah SWT, llah SWT, dan dibalas7Nya dengan pahala ydan dibalas7Nya dengan pahala yang berlipat gandaang berlipat ganda

 Aamiin ya robb

 Aamiin ya robbal ‘alaminal ‘alamin

Penulis meny

Penulis menyadari bahwa laporan adari bahwa laporan ini masih ini masih jauh dari kjauh dari kesempurnaan,baik esempurnaan,baik 

da

dari ri cacara ra pepenynyajajiaian n mamaupupun un teteknknik ik pepenunulilisasan n !l!leh eh kakarerena na ititu u pepenunuliliss

meng

mengharapkharapkan an kritik dan kritik dan saran saran yang yang mendmendukunukung g demi penyempudemi penyempurnaan rnaan laporlaporanan

ini ini

Semoga laporan kerja praktek ini dapat berman<aat bagi kita semua dan Semoga laporan kerja praktek ini dapat berman<aat bagi kita semua dan

 bagi penulis sendiri tentunya  bagi penulis sendiri tentunya

Padang,

Padang, ebruari ebruari $9#6$9#6

  Penulis   Penulis

(4)

Abstrak  Abstrak 

4nstal

4nstalasi asi sistem sistem transmtransmisi isi tenagtenaga a listrik mempunylistrik mempunyai ai peralaperalatan7petan7peralataralatan n yangyang digun

digunakan untuk akan untuk melindmelindungi sistem ungi sistem tenagtenaga a listrik tersebut terhadap gangguanlistrik tersebut terhadap gangguan  SalahSalah satunya adalah Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker 2 yang ber<ungsi untuk menghubungkan satunya adalah Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker 2 yang ber<ungsi untuk menghubungkan dan memutus arus beban atau

dan memutus arus beban atau arus gangguanarus gangguan -nt

-ntuk uk menmenjagjaga a agaagar r PemPemutuutus s TeTenagnaga a berberada ada daldalam am konkondisdisi i yayang ng baibaik k ataatauu normal, maka diperlukan adanya sebuah pemeliharaan &al

normal, maka diperlukan adanya sebuah pemeliharaan &al tersebut agar menjaga kondisitersebut agar menjaga kondisi PMT tetap dalam kondisi awal, atau normal walaupun sudah dipakai beberapa lama PMT tetap dalam kondisi awal, atau normal walaupun sudah dipakai beberapa lama Seh

Sehingingga ga PMT PMT akaakan n siasiap p memmemutuutuskaskan n tentenaga aga listlistrik rik apaapabilbila a sewsewaktuaktu7wa7waktu ktu terterjadjadii gangguan maupun pemeliharaan listrik pada sistem

gangguan maupun pemeliharaan listrik pada sistem

Pada makalah kerja praktek ini akan dibahas bagaimana cara pemeliharaan pada Pada makalah kerja praktek ini akan dibahas bagaimana cara pemeliharaan pada Pemutus Tenag

Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2 a 1=ircuit %reaker2 serta mengetahui parameter7parameter yang digunakanserta mengetahui parameter7parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat keandalan

untuk mengetahui tingkat keandalan dari Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2dari Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2

 Kata Kunci : Pemutus T

(5)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i KATA PENGANTAR...i ABSTRAK...

ABSTRAK...iii...iii DAFTA

DAFTAR R ISI...ISI...i...i DAFTA

DAFTAR R GAMBAR...GAMBAR...i...i DAFTA

DAFTAR R TATABEL...BEL...ii...ii B

BAB AB II ii ##

## 0atar 0atar %elak%elakangang## #$

#$ TuTujuanjuan$$ #/

#/ PembPembatasan atasan MasalahMasalah$$ #5

#5 Man<aat Man<aat PenulPenulisanisan$$ #6

#6 WaWaktu ktu PelakPelaksanaansanaan// #8

#8 SistemSistematika atika PenulPenulisanisan// B

BAAB B IIII !! $#

$# SejaSejarah rah SinSingkagkat PTt PTP0N P0N 1Pe1Perserrsero2 o2 WiWilaylayah Suah Sumbmber =er =abaabang ng PadPadangang 55 $$

$$ TuTugas gas PokoPokokk:: $/

$/ >i>isi dsi dan an Misi Misi PTPT  P0N P0N 1Perser1Persero2o2:: $5

$5 PerPerkemkembanbangan !rggan !rganianisasi dan %entusasi dan %entuk k !rg!rganianisasisasi?? $6

$6 PerkemPerkembangabangan n 4nstala4nstalasisi?? B

BAAB B IIIIII 1111 /#

/# PengePengertianrtian#### /$

/$ *lasi<i*lasi<ikasi kasi PmtPmt#$#$ //

// *omp*omponen onen (an (an ungungsisi#?#? /5

/5 ailurailure e Modes Modes )<<ec)<<ects ts AnAnalysisalysis1M)A1M)A22/#/# B

(6)

5# (ata Peralatan PMT/$ 5$ Pemeliharan Peralatan PMT/$ BAB V !0 6# *esimpulan59 6$ Saran59 DAFTAR PUSTAKA !1

(7)

DAFTAR GAMBAR 

3ambar7# Pemutus Tenaga## 3ambar7$ PMT Single Pole#/ 3ambar7/ PMT Three Pole#/ 3ambar75 Prinsip *erja Pemadaman PMT S8#5 3ambar76 =ara *erja PMT Minyak#8 3ambar78 4nterupter#@ 3ambar7: Terminal utama$9 3ambar7? 4solator Pada 4nterrupting =hamber (an Support$# 3ambar7@$$ 3ambar7#9 Pmt %ulk !il$/ 3ambar7## Pmt -dara &embus$5 3ambar7#$ uang *ontak -tama Pmt >acuum *ecil$6 3ambar7#/ Pmt (engan &ampa -dara$6 3ambar7#5 Sistem Pegas Pilin 1&elical2$8 3ambar7#6 Sistem Pegas 3ulung 1Scroll2$8 3ambar7#8 Skematik (iagram Sistem &idraulik$: 3ambar7#: (iagram Mekanisme !pwrasi Pmt S<8 (ynmicd$? 3ambar7#? Skematik Pmt S<8 (ynamic$@ 3ambar7#@ 0emari Mekanik/9

DAFTAR TABEL

Tabel # (ata hasil pemeliharaan PMT// Tabel $ (ata hasil pengukuran tahanan kontak PMT/:

(8)
(9)

BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar B$%aka&'

Pemeliharaan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, karena dengan sistem pemeliharaan yang baik, peralatan7peralatan pada sistem tenaga dapat beroperasi dengan baik, sehingga kebutuhan energi listrik ke konsumen dapat terlayani dengan baik  dengan tingkat keandalan yang tinggi, selain itu harga peralatan sistem tenaga listrik yang mahal dan in.estigasi yang besar dalam sistem ketenagaan listrik juga mendorong perlunya pemeliharaan peralatan sistem tenaga listrik Salah satu hal yang melatarbelakangi perlunya pemeliharaan terhadap peralatan listrik adalah karena peralatan listrik mempunyai peran yang menentukan dalam operasi suatu sistem, misalnya Pemutus Tenaga 0istrik 1PMT2

PMT memiliki peran untuk menghubungkan dan memutus arus beban atau arus gangguan *erusakan pada PMT sangat merugikan atau mengganggu bagi keseluruhan operasi sistem tenaga listrik +ika PMT tidak bekerja saat terjadi gangguan, maka arus gangguan tersebut akan merusak peralatan yang lain, seperti tra<o tenaga yang harganya mahal serta dapat menimbulkan ketidakstabilan sistem tenaga listrik %aik buruknya pemeliharaan pada peralatan listrik dapat dilihat dari umur peralatan listrik itu sendiri dan besar relati< beban yang ditanggung peralatan listrik dalam operasi kerjanya -mur operasi peralatan listrik dapat dijadikan tolok  ukur keberhasilan suatu sistem pemeliharaan, semakin lama umur operasi  peralatan listrik dapat dikatakan baik pula sistem pemeliharaan yang dilakukan,

(10)

sebaliknya apabila umur operasi peralatan listrik yang pendek menandakan sistem  pemeliharaan yang kurang baik (engan demikian, diharapkan dengan adanya  pemeliharaan, peralatan listrik dapat bekerja lebih lama dengan per<orma

maksimal sehingga meningkatkan kualitas sistem tenaga listrik

b. T()(a&

Tujuan penulisan laporan kerja praktek ini adalah" a Mengetahui prinsip kerja Pemutus Tenaga 0istrik

 b Mengetahui dan memahami cara pemeliharaan pada peralatan listrik, terutama pada PemutusTenaga 0istrik 1=ircuit %reaker2

*. P$+batasa& Masa%a,

(alam 0aporan *erja Praktek ini, penulis membatasi masalah pada  pemutus tenaga tipe gas S8 yang berada pada bay tra<o $ $9 M>A 34 0ubuk 

Alung dan pemeliharaannya secara umum dan tidak membahas mengenai sistem  proteksi

-. Ma&aat P$&(%isa&

Man<aat penulisan laporan kerja praktek ini adalah pembaca khususnya administrator multymedia dapat memahamicara mengkon<igurasi beberapa metro ethernet yang melayani node % Telkomsel

(11)

$. /akt( P$%aksa&aa&

*erja Praktek dilaksanakan mulai tanggal #@ +anuari $9#6 hingga $9 ebruari $9#6 +am kerja yang digunakan adalah lima hari kerja, Senin B +umat  pukul 9?99 B #899

. Sist$+atika P$&(%isa& %A% 4 " P)N(A&-0-AN

%ab ini menjelaskan secara ringkas tentang latar belakang, batasan masalah,tujuan penulisan, man<aat penulisan, dan sistematika  penulisan

%A% 44 " T4N+A-AN -M-M P)-SA&AAN

%ab ini memaparkan pro<il PT P0N 1Persero2 secara umum, mencakup sekilas sejarah perkembangan, .isi dan misi, struktur  organisasi,dan nilai yang dianut oleh PT P0N 1Persero2

%A% 444 " T)!4

%ab ini menjelaskan tentang teori Pemutus Tenaga, <ungsi, tipe, cara kerja, bentuk <isik daripada Pemutus Tenaga

%A% 4>" P)M%A&ASAN

%ab ini menjelaskan tentang pemeliharaaan Pemutus Tenaga Tipe S8 #69 *> 3ardu 4nduk 0ubuk Alung

%A% > " P)N-T-P

%ab ini berisikan kesimpulan dan saran (ATAP-STA*A

(12)

BAB II

TINAUAN UMUM PT. PLN P$rs$r23 P"B SUMATERA UNIT PELA4ANAN TRANSMISI UPT3 PADANG

1. S$)ara, Si&'kat PT.PLN P$rs$r23 /i%aa, S(+b$r aba&' Pa-a&' *elistrikan di kota Padang dimulai pada tahun #@6$ dengan didirikannya Pembangkit 0istrik Tenaga (iesel 1P0T(2 Simpang &aru yang memiliki daya terpasang $ C ::$ kW pada awalnya Pengelolaan P0T( Simpang &aru dibawah P0N =abang Padang Pada tahun #@8/ ditambah lagi pemasangan diesel $ C # MW di P0T( Simpang &aru Pada tahun #@8? ditambah lagi pemasangan diesel di P0T( Simpang &aru # C @99 kW

Peraturan pemerintahan No #? D #@:$ Perusahaan 0istrik berubah menjadi Perum Pada tahun #@:/ ditambah lagi pemasangan diesel di P0T( Simpang &aru # C #$59 kW Pada tahun #@:6 ditambah lagi pemasangan # unit diesel di P0T( Simpang &aru # C $/59 kW Pada tahun #@:: ditambah $ unit diesel di P0T( Simpang &aru $ C $6$9 kW

Pada tahun #@:? ditambah lagi $ unit diesel di P0T( Simpang &aru $ C 59 kW Pada tahun #@?$ dibangun Pembangkit 0istrik Tenaga 3as 1P0T32 Pauh 0imo Alsthom 4, 44 dengan daya terpasang $ C $/,6 kW Pada tahun #@?/  berdirinya P0N Sektor Padang dan Pemindahan P0T( Simpang &aru di bawah P0N =abang Padang menjadi asset P0N Sektor Padang dibawah P0N Wilayah 444, sebagai kepala P0N Sektor Padang Pertama adalah 4r Abimanyu Suyoso

Pada tanggal #$ maret #@?/ beroperasinya P0T3 Pauh 0imo, Alsthom 4 E 44 S-TM $9 k > 4ndarung dan 34 D 8 k> 4ndarung 1khusus untuk pelayanan PT Semen Padang2 Pada tanggal $8 Mei #@?/ peresmian instalasi peralatan  pembangkit dan penyaluran energi listrik P0N 1Persero2 Sektor Padang oleh

(13)

Presiden 4 Soeharto Pada tanggal #5 September #@?/ peresmian S-TT #69 k> Maninjau7Pauh 0imo 15 C #: MW2 Pada tanggal #$ ebruari #@?8 Pengoperasian 3& Simpang &aru dan %ulan April #@?8 pengoperasian S-TT #69 k> Pauh 0imo  B !mbilin D Salak beserta 34 Solok dan 34 !mbilin D Salak

Pada bulan juli #@?? pelaksanaan pengoperasian 34 4ndarung #69 k>  Pada tanggal $8 (esember #@@9 penggantian kepala P0N Sektor Padang dari 4r Abimanyu Suyoso kepada 4r Suharso Pada Tahun #@@/ penambahan Pembangkit 0istrik Tenaga 3as 1P0T32 sebanyak $ unit general elektrik dengan kapasitas /9 MW per7unit, lokasinya Pauh 0imo Peraturan pemerintah No $/D #@@5 tanggal #8 +uni #@@5 tentang pengalihan Perusahaan -mum 0istrik Negara menjadi PTP0N 1Persero2 dengan akte notaris Sutjipto, S& No #8@ tanggal /9 +uni #@@5 di +akarta Pada tanggal 6 Agustus #@@5 dilaksanakan penambahan # unit Alsthom P0T3 Pauh 0imo 1elokasi dari Tambang 0orok Semarang2 dengan kapasitas $#,/ MW dan pengoperasian unit general elektrik 4 E 44 dengan daya terpasang $ C /5 MW Pada tahun #@@6 pemindahan kantor PTP0N 1Persero2 Sektor Padang dari komplek P0T3 Pauh 0imo ke kantor baru +l %y Pass km 8 0ubuk %egalung Padang

Pada tanggal 8 April #@@6 penggantian kepala PT P0N 1Persero2 Sektor  Padang dari %apak 4rSuharso kepada 4r Purwoko berdasarkan surat keputusan direksi PTP0N 1Persero2 Pusat No 996 *D9$/D(4D#@@5 tanggal #$ ebruari #@@5, tentang perubahan struktur organisasi PTP0N 1Persero2 Wilayah 444 Sumbar iau Sektor Padang Pola >44 kelas 44 *eputusan direksi PTP0N 1Persero2 No ##?*D9$/D(4D tanggal #? No.ember #@@8, tentang penetapan tingkat unit pelaksana induk PTP0N 1Persero2 *itlur Sumbagsel *eputusan direksi PTP0N 1Persero2 No ##$*D9$/D(4D#@@8 tanggal #? No.ember #@@8,

(14)

tentang penetapan unit administrasi yang masuk dalam lingkup PTP0N 1Persero2 Sumbagsel Pada tahun #@@: dibangun 3ardu 4nduk Padang 4ndustrial Park yang interkoneksi dengan 3ardu 4nduk Pauh 0imo dan 3ardu 4nduk 0ubuk Alung Selanjutnya pada tahun $999 3ardu 4nduk Padang 4ndustrial Park diresmikan untuk operasi melayani kebutuhan industri dan penerangan disekitar wilayah Padang 4ndustrial Park dengan daya terpasang $9 M>A 4nstalasi yang dikelola PTP0N 1Persero2 Sektor Padang yang awal berdirinya terdiri dari #9 unit P0T( 1Simpang &aru2 dengan total daya terpasang #6,69 MW Selanjutnya instalasi  pembangkitan dan penyaluran yang semula dikelola =abang Padang diserahkan  pengelolaannya ke P0N Sektor Padang dengan unit asuh "

# -nit P0T( Simpang &aru $ -nit P0T3 Pauh 0imo / -nit Tragi Padang 5 -nit Tragi Solok  

*emudian *itlur Sumbagsel pecah menjadi P/% Sumatera -PT Padang  berdasarkan S* (ireksi No 9$#*D9#9D(4D$996 tanggal $: +anuari $996 tentang !rganisasi PTP0N 1Persero2 Penyaluran dan Pusat Pengaturan %eban Sumatera -nit Pelayanan Transmisi Padang yang diberlakukan tanggal # Mei $996, dengan unit asuh "

# Tragi Padang $ Tragi Solok

/ Tragi Padang 0uar   5 Tragi Payakumbuh 6 Tragi *iliran +ao

(15)

8 Tragi 3aruda Sakti

#. T('as P2k2k 

Tugas pokok yang dibebankan pada -PT Padang adalah "

#2 Menyelenggarakan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi penyaluran dan gardu induk serta sarana pendukung sesuai pedoman dan petunjuk $2 Membuat usulan dan encana Anggaran !perasi dan Anggaran 4n.estasi /2 Melakukan pembinaan S(M dalam rangka terjaminnya pelayanan tenaga

listrik yang optimal kepada konsumen untuk mencapai >isi dan Misi Perusahaan PTP0N 1Persero2 Wilayah Sumbar =abang Padang Sebagai  berikut "

". Visi -a& Misi PT. PLN P$rs$r23 a >isi antara lain "

# Mempertahankan posisi sebagai market leader $ Mewujudkan perusahaan sejajar kelas dunia / S(M yang pro<esional

5 Akti.asi usaha akrab lingkungan  b Misi antara lain "

# Memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional $ Melakukan usaha sesuai kaidah ekonomi sehat

/ Menjaga kualitas produk 5 Memuaskan pelanggan

!. P$rk$+ba&'a& 7r'a&isasi -a& B$&t(k 7r'a&isasi

Pada awal berdirinya tahun #@?/ P0N Sektor Padang merupakan unit asuh PTP0N wilayah 444 yang bertanggung jawab atas penyelenggaraaan kelistrikan sistem Sumatera %arat dan iau khusus untuk sektor Padang wilayah kerjanya meliputi kota D kabupaten di Pro.insi Sumatera %arat kecuali *ota %ukittinggi dan sekitarnya Tahun #@@5 bentuk organisasi PTP0N berubah dari Perusahaan

(16)

-mum 1Perum2 menjadi Perseroan Terbatas 1PT2 Sejak No.ember #@@8 P0N Sektor Padang yang semula berada dibawah P0N wilayah 444 selanjutnya menginduk ke P0N Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera %agian Selatan 1*4T0-2 Pada bulan Mei $996 Sektor Padang berubah menjadi -nit Pelayanan Transmisi 1-PT2 Padang, semula berkantor induk di *4T0- sumatera bagian selatan dan kini berpindah ke Penyaluran dan Pusat Pengaturan %eban 1P/%2 Sumatera dan berkedudukan di Padang

Susunan !rganisasi -PT Padang sebagai berikut " a Manajer

 b Asisten Manajer Perencanaan dan ).aluasi c Asisten Manajer !perasi dan Pemeliharaan d Asisten Manajer Administrasi dan *euangan e -nit Tragi

5. P$rk$+ba&'a& I&sta%asi

4nstalasi yang dikelola oleh -PT Padang adalah unit Tragi sebagai berikut " # Tragi Pariaman

Terdiri dari 34 Padang 4ndustrial Park 1P4P2, 34 0ubuk Alung, 34 Singkarak  dan 34 Pariaman

$ Tragi Padang

Terdiri dari 34 Solok, 34 Pauh 0imo, 34S Simpang &aru, dan 34 4 indarung / Tragi Padang 0uar 

Terdiri dari 34 Padang 0uar, 34 Maninjau, 34 Simpang )mpat, dan 34 Padang Panjang

(17)

Terdiri dari 34 Payakumbuh dan 34 %atusangkar 6 Tragi *iliran +ao

Terdiri dari 34 *iliran +ao, 34 Salak, 34S !mbilin, dan 34 Teluk *uantan 8 Struktur !rganisasi PTP0N 1Persero2 P/% Sumatera -nit Pelayanan

Transmisi 1-PT2 P adang Manajer membawahi "

a Asisten Manajer Perencanaan dan ).aluasi  b Asisten Manajer !perasi dan Pemeliharaan

c Asisten Manajer Administrasi dan *euangan d *epala Tragi "

# Tragi Pariaman $ Tragi Padang

/ Tragi Padang 0uar  5 Tragi Payakumbuh 6 Tragi *iliran +ao

(imana masing7masing kepala TA34 membawahi " a Super.isor !perasi dan Pemeliharaan 3ardu 4nduk   b Super.isor !perasi dan Pemeliharaan +aringan

(18)

BAB III

TINAUAN PUSTAKA a . P $& '$ rt ia &

%erdasarkan 4)>14ntemational )lectrotechnical >ocabulary2 55#7#57$9 disebutkan bahwa =ircuit %reaker1=%2 atau Pemutus Tenaga1PMT2 merupakan  peralatan saklar switching mekanis, yang mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam kondisi normal serta mampu menutup, mengalirkan 1dalam penode waktu tertentu2 dan memutus arus beban dalam spesi<ik kondisi abnormal gangguan seperti kondisi short circuit hubung singkat ungsi utamanya adalah sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi  berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat teradi arus gangguan hubung

singkat pada jaringan atau peralatann lain

(19)

b. K%asiikasi P+t

*lasi<ikasi Pemutus Tenaga dapat dibagi atas beberapa jenis antara lain  berdasarkan tegangan ratingnominal, jumlah mekanik penggerak, media isolasi,

dan proses pemadaman busur api jenis gas S8 " a %erdasarkan besar D kelas tegangan 1-m2

PMT dapat dibedakan menjadi PMT tegangan rendah10ow >oltage2 (engan range tegangan 9# sDd # k> SP0N ##@@67//2

#2 PMT tegangan menengah1Medium >oltage2

(engan range tegangan # sDd /6 k>1SP0N ##@@6 $2 PMT tegangan tinggi1&igh >oltage2

(engan range tegangan /6 sDd $56 k>1SP0N ##@@6 /62 /2 PMT tegangan eCtra tinggi1)Ctra &igh >oltage2

(engan range tegangan lebih besar dari $56 k>A=1SP0N ##@@67/82

 b %erdasarkan jumlah mekanik penggerak tripping coll PMT dapat dibedakan menjadi "

#2 PMT Single Pole

PMT type ini mempunyai mekanik penggerak pada masing masng  pole umumnya PMT jenis ni dipasang pada bay penghantar agar 

(20)

$2 PMT Three Pole

PMT jenis ini mempunyai satu mekanik penggerak untuk tiga <asa, guna menghubungkan <asa satu dengan <asa lainnya di lengkapi dengan kopel mekank umumnya PMT jenis ini di pasang pada bay tra<o dan bay kopel serta PMT $9 k> untuk distribusi

3ambar7/ PMT Three Pole c %erdasarkan media isolasi

+enis PMT dapat dibedakan menjadi #2 PMT 3as S8

Media gas yang digunakan pada tipe PMT ini adalah 3as S8 1Sulphur &eCa<luoride2 Si<at7si<at gas S8 murni ialah tidak   berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak mudah terbakar Pada

temperatur diatas #69F= gas S8 mempunyai si<at tidak merusak  metal, plastik dan bermacam7macam bahan yang umumnya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi Sebagai isolasi listrik, gas S8 mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi 1$,/6 kali udara2 dan

(21)

lain dari gas S8 ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik  dengan cepat, tidak terjadi karbon selama terjadi busur, tidak mudah terbakar 1thermal conducti.it2 yang baik, tidak menimbulkan bunyi  berisik

3ambar75 Prinsip *erja Pemadaman PMT S8

Pada gambar 5 memperlihatkan prinsip kerja PMT S8 secara umum Sebelum terjadi gangguan atau dalam kondisi normal, PMT dalam keadaan tertutup, kontak tetap dan kontak bergerak masih terhubung 1a2 Saat terjadi gangguan, kontak bergerak ditarik oleh mekanik penggerak namun gas S8 belum dilepaskan 1b2 *etika kontak bergerak dan kontak tetap benar7benar terpisah, akan muncul  busur api akibat arus yang besar, kemudian gas S8 dilepaskan untuk 

memadamkan busur api tersebut 1c2 %eberapa saat kemudian busur  api padam 1d2

$2 PMT Minyak

Menggunakan minyak isolasi sebagai media pemadam busur api yang timbul pada saat PMT bekerja membuka atau menutup Minyak yang  berada diantara kontak sangat e<ekti< memutuskan arus

*elemahannya adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak  memperlambat pemisahan kontak, sehingga tidak cocok untuk sistem

(22)

memperlihatkan busur api yang timbul akibat pemutusan kontak7 kontak pada PMT, busur api tersebut akan dipadamkan oleh media isolasi minyak yang menyelubunginya  PMT jenis ini digunakan mulai dari tegangan menengah 6 kV samai tegangan ekstra tinggi 425 kV dengan arus n!minal 400" samai 1250" dengan arus emutusan simetris 12 k" samai 50 k"# +enis PMT dengan minyak ini dibedakan menjadi "

$ PMT menggunakan banyak minyak 1bulk oil2 $ PMT menggunakan sedikit minyak 1small oil2

3ambar76 =ara *erja PMT Minyak  /2 PMT -dara &embus1Air %last2

PMT ini menggunakan udara sebagai pemutus busur api dengan menghembuskan udara ke ruang pemutus PMT ini disebut PMT -dara &embus 1Air %last =ircuit %reaker2 Pada PMT udara hembus  juga disebut compressed air circuit breaker, udara tekanan tinggi dihembuskan ke busur api melalui no''le Setelah pemadaman busur 

(23)

restriking .oltage 1tegangan pukul2 *ontak PMT ditempatkan di dalam isolator dan juga katup hembusan udara

52 PMT &ampa -dara1>acuum2

*ontak7kontak pemutus dari PMT ini terdiri dari kontak tetap dan kontak bergerak yang ditempatkan dalam ruang hampa udara uang hampa udara ini mempunyai kekuatan dielektrik 1dielektrik strength2 yang tinggi dan sebagai media pemadam busur api yang baik PMT  jenis .acuum kebanyakan digunakan untuk tegangan menengah dan

hingga saat ini masih dalam pengembangan sampai tegangan /8 k> d %erdasarkan proses pemadaman busur api listrik diruang pemutus

PMT S8 dapat dibagi dalam $1dua2 jenis, yaitu" #2 PMT jenis Tekanan Tunggal1single pressure type2

PMT tensi gas S8 dengan tekanan kira7kira 6 *g Dcm$ selama teradi proses pemisahan kontak kontak, gas s8 ditekanD1 <enomena thermal o.erpressure2 ke dalam suatu tabung cynder yang menempel  pada kontak bergerak selanjutnya saat tenadi pemutusan, gas S8 ditekan melalui no''e yang menimbukan tenaga hembusDtiupan dan tiupan ini yang memadamkan busur api

$2 PMT jenis Tekanan 3anda1double pressure type2

PMT terisi gas s8 dengan sistim tekanan tinggi kira7kira #$ *gDcm$ dan sistim tekanan rendah kira7kira $ *gDcm$ pada waktu  pemutusan busur api gas s8 dan sistim tekanan tinggi dialirkan melalui no''le ke sistim tekanan rendah, 3as pada sistim tekanan rendah kemudian dipompakan kembali ke sistim tekanan tinggi, saat ini PMT S8 tipe ini sudah tidak diproduksi lagi

(24)

*. K2+82&$& Da& F(&'si

Sistem Pemutus1PMT2 terdiri dari beberapa sub7sistem yang memiliki  beberapa komponen Pembagian komponen dan <ungsi dilakukan berdasarkan

ailure Modes )<<ects Analysis1M)A2, sebagai berikut" # Penghantar arus listrik1electrical current carrying2 $ Sistem isolasi1electrical insulation2

/ Media pemadam busur api 5 Mekanik penggerak

6 =ontrolDAuCilary circuit 8 Struktur mekanik

: Sistem pentanahan1grounding2

a Penghantar arus listrik1electrical current carrying2

Merupakan bagian PMT yang bersi<at kondukti< dan ber<ungsi untuk  menghantarkan mengalirkan arus listrik Penghantar arus listrik pada PMT terdiri dari beberapa bagan antara lain"

# 4nterrupter

Merupakan bagian terjadinya proses membuka atau menutup kontak  PMT (idalamnya terdapat beberapa jenis kontak yang berkenaan langsung dalam proses penutupan atau pemutusan arus, yaitu"

#2 *ontak bergerak mo.ing contact $2 *ontak tetapD<iCed contact

(25)

3ambar78 4nterupter  $ Asesoris dari interrupter 1jika ada2

Terdiri dari #2 esistor

esistor Dtahanan dipasang paralel dengan untuk pemutus utama  bekera hanya pada saat teradinya penutupan kontak PMT dan  berungsi untuk"

7 Mengurangi kenaikan harga dari tegangan pukul pestriking .onge2

7 Mengurangi arus pukulan1chopping cumenn pada waktu  pemutusan

7 Meredam lebih karena mengoperaskan PMT tanpa beban tegangan pada penghantar panjang

$2 *apasitor

7 *apasitor terpasang paralel dengan tahanan, unit pemutus utama dan unit pemutus pembantu yang ber<ungsi untuk

7 Mendapatkan pembagian tegangan 1>oltage distribution2 yang sama pada setiap celah kontak, sehingga kapasitas pemutusan  breaking capacity2 pada setiap celah adalah sama besarnya 7 Meningkatkan kinerja PMT pada penghantar pendek dengan

mengurangi <rekuensi kerja / Terminal utama

(26)

%agian dari PMT yang merupakan titik sambungan koneksi antara PMT dengan konduktor luar dan ber<ungsi untuk mengalirkan arus dari atau ke konduktor luar

3ambar7: Terminal utama

 b )lectrical 4nsulation

%er<ungsi sebagai isolasi bagian yang bertegangan dengan yang tidak   bertegangan serta antara bagian yang bertegangan Pada Pemutus1PMT2

terdiri dari $1dua2 bagian isolasi yang berupa isolator, yaitu" # 4solator ruang pemutus14nterrupting =hamber 2

Merupakan isolator yang berada pada interrupting chamber1#2 $ 4solator support penyangga

(27)

3ambar7? 4solator Pada 4nterrupting =hamber (an Support

c Media pemadam busur api

%er<ungsi sebagai media pemadam busur api yang timbul pada saat PMT  bekena membuka atau menutup %erdasarkan media pemadam busur api

PMT dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara lain " # Pemadam busur api dengan gas S8

Menggunakan gas s8 sebagai media pemadam busur api yang tmbul pada waktu memutus arus listrik Sebagai isolasi gas s8 mempunyai kekuatan dielektrk yang lebh tinggi dibandingkan dengan udara dan kekuatan dielektrik ini berambah senng dengan  pertambahan tekanan -mumnya PMT jenis ini merupakan tipe tekanan tunggal1single pressure type2 dimana selama operasi membuka atau menutup PMT, gas s8 ditekan ke dalam suatu tabungDsilinder yang menempel pada kontak bergerak Pada waktu  pemutusan, gas S8 ditekan melalui no''e dan tiupan ni yang

(28)

3ambar7@

*eterengan gambar "

# Mekanisme penggerak 1operating mechanism2 $ Pemutus 1interrupter2

/ 4solator penyangga dari porselen rongga 1hollow support insulator porcelen2

5 %atang penggerak

6 Penyambung diantara no5 dan no #$ 1linkages2 8 Terminal7terminal

: Saringan 1<ilters2

? Silinder bergerak 1mo.able cylinder2 @ Torak tetap 1<iCed piston2

#9 *otak tetap 1<iCed contact2

$ Pemadam busur api dengan oilD minyak

Menggunakan minyak isolasi sebagai media pemadam busur api yang tmbul pada saat PMT bekera membuka atau menutup +enis PMT dengan minyak ini dapat dibedakan menjadi "

#2 PMT menggunakan banyak minyak1bulk oil2 $2 PMT menggunakan sedikit minyak1small oil2

PMT jenis ini digunakan mulai dari tegangan menengah 8 k. sampai tegangan ekstra tinggi 5$6 k> dengan arus nominal 599 A sampai #$69 A dengan arus pemutusan simetris #$ *A sampai 69

(29)

3ambar7#9 Pmt %ulk !il

/ Pemadam busur api dengan udara hembus D air blast

PMT udara sebagai media pemadam busur api dengan ini menggunakan menghembuskan udara ke ruang pemutus PMT ini disebut juga sebagai PM -dara &embus1Air %last2

3ambar7## Pmt -dara &embus

(30)

uang hampa udara mempunyai kekuatan dielektrik 1dielektrik  strength2 yang tinggo dan sebagai media pemadam busur api yang

 baik Saat ini , PMT jens .acuum umumnya digunakan untuk 

tegangan menengah 1$5k.2 +arak 1gap2 antara kedua katoda adalah # cm untuk #6 k> dan bertambah 9$ cm setiap kenaikan tegangan / k. -ntuk pemutus .acuum tegangan tnggi, digunakan PMT jenis ini dengan dihubungkan secara serie uang kontak utama1breaking chambers2 dibuat dari bahan antara lain porcelain kaca atau plat baja yang kedap udara uang kontak utamanya tidak dapat dipehara dan umur kontak utama sekitar $9 tahun *arena kemampuan ketegangan delektrkum yang tinggi maka bentuk <isik pmt jenis ini relati< kecil

(31)

3ambar7#/ Pmt (engan &ampa -dara

d Sistem Penggerak

%er<ungsi menggerakkan kontak gerak1mo.ing contact2 untuk operasi  pemutusan atau penutupan PMT Terdapat beberapa jenis sistem penggerak   pada PMT, antara lain"

# Penggerak pegas 1spring (ri.e2

Mekanis penggerak PMT menggunakan pegas1spring terdn dari $ macam, dengan yaitu "

#2 Pegas pilin1helical spring2

PMT jenis ini menggunakan pegas pilin sebagai sumber tenaga  penggerak yang ditarik atau di regangkan oleh motor melalui

rantai

3ambar7#5 Sistem Pegas Pilin 1&elical2 $2 Pegas gulung1scroll spring2

PMT ini menggunakan pegas gulung untuk sumber tenaga  penggerak yang di putar oleh motor melalui roda gigi 3ambar 

(32)

3ambar7#6 Sistem Pegas 3ulung 1Scroll2 $ Penggerak &idrolik Penggerak mekanik

PMT hidrolik adalah rangkaian gabungan dan beberapa komponen mekanik, elektrik dan hidrolik oil yang dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat ber<ungsi sebagai penggerak untuk  membuka dan menutup PMT

7 Skematik diagram &idrolik dan )lektrik  Skematik diagram sistem hydraulic dan elektrik berikut"

Merupakan skematk sederhana untuk memudahkan

 pemahaman cara kerja sistem hydraulic dan keterkaitannya dengan sistem elektrik Pada kondisi PMT membuka keluar, sistem hidrolik tekanan tinggi tetap pada possi seperti gambar   piping diagram, di mana minyak hidrolik tekanan

rendah1wama pada biru2 bertekanan sama dengan tekanan Atmos<ir dan1warna merah2 bertekanan tngs hingga /89 bar

(33)

3ambar7#8 Skematik (iagram Sistem &idraulik 

/ Penggerak Pneumatic

Penggerak mekanik PMT pneumatic adalah rangkaian gabungan dari  beberapa komponen mekanik elektrik dan udara bertekanan yang

dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat ber<ungsi sebagai  penggerak untuk membuka dan menutup PMT

5 S8 3as (ynamic

PMT jenis ini media meman<aatan tekanan gas s8 yang  bertungsi ganda sean sebagai pemadam tekanan gas juga diman<aatkan sebagai media penggerak Setiap PMT terdiri dari / identik pole, dimana masing7masing merupakan unit komplit dari 4ntempter, isolator tumpu dan power aktuator yang digerakkan oleh gas s8 masing7masing pole dalam cycle tertutup )nergi untuk  menggerakkan kontak utama terjadi karena adanya perbedaan tekanan gas S8 antara >olume yang terbentuk dalam interrupter dan isolastor  tumpu >olume dalam enclosure mekanik penggerak

(34)

3ambar7#: (iagram Mekanisme !pwrasi Pmt S<8 (ynmicd

3ambar7#? Skematik Pmt S<8 (ynamic # &> terminal

$ iCed arcing contact / No''le

5 Mo.ing main contact 6 -pper porcelain insulator  8 4nsulating rod

: !pening .al.e group ? =losing .al.e group @ AuCiliary contacts #9 =ompressor  ## 3as <illing .al.e e =ontrolDAuCiliary =ircuit

(35)

Terdiri dari"

# 0emari mekanik control

%er<ungsi untuk melindungi peralatan tegangan rendah dan sebagai tempat secondary eGuipment

$ Terminal dan Wiring control

Sebagai terminal wiring kontrol PMT serta memberikan trigger pada menk enggerak untuk operasi PMT

3ambar7#@ 0emari Mekanik 

< Struktur Mekanik

Terdiri dari struktur besiDbeton serta pondasi sebagai dudukan struktur   peraatan Pemutus1PMT2 "

# Struktur besi baja atau beton

Adalah rangkaian besi baja atau beton yang dibentuk sedemikian rupa sehingga bentuk dan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan peralatan yang akan dipasang %er<ungsi sebagai penyangga peralatan D dudukan PMT yang bahannya terbuat dari besi baja atau beton

$ Pondasi

Adalah bagian dari suatu sistem rekayasa teknik yang mempunyai <ungsi untuk memikul beban luar yang bekerja dan beratnya sendiri

(36)

yang pada akhimya didistribusikan dan disebarkan pada lapisan tanah dan batuan yang berada dibawahnya untuk distabilisasi Sebagai dudukan struktur peralatan PMT, terbuat dari beton

g Sistem Pentanahan D 3rounding

Sistem pentanahan atau biasa disebut sebagai grounding adalah sistam pengamanan terhadap perangkat7perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga dan lonjakan listrik, petir dll ungsi  pentanahan peralatan listrik adalah untuk menghindari bahaya tegangan senth bila terjadi gangguan atau kegagalan isolasi pada peralatan D instalasi dan pengaman terhadap peralatan

-. Fai%(r$ M2-$s E$*ts A&a%sisFMEA3

ailure Modes and )<<ects Analysis 1M)A2 adalah prosedur analisa dari model kegagalan1<ailure modes2 yang dapat terjadi dalam sebuah sistem untuk  diklasi<ikasikan berdasarkan hubungan sebab7akibat dan penentuan e<ek dari kegagalan tersebut terhadap sistem

BAB IV PEMBAHASAN

a. Data P$ra%ata& PMT

Merk " A%% Schaltanlagen 3M%& Type " 0T% #:9 (4

(37)

Standar " 4)=

 Nomor Seri " 3P // D /9/: D # %reaking capDcurrent " 59 *A

Arus Nominal " #$69 A Tegangan *erja " #:9 k> +enis Media 3asD!il " S8 Tekanan -dara 3as " 9,: MPa %erat 3as S8 " ?,8 kg rekuensi " 69 &' Tahun %uatan " #@@/ Tahun !perasi " #@@:

b. P$+$%i,ara& P$ra%ata& PMT a 4n Ser.ice D >isual 4nspection

4n Ser.ice 4nspection adalah inspeksi D pemeriksaan terhadap peralatan yang dilaksanakan dalam keadaan peralatan beroperasiDbertegangan (on-line), dengan Menggunakan 6 panca indera (five senses)dan metering secara sederhana, dengan pelaksanaan periode tertentu 1&arian, Mingguan, %ulanan, Tahunan2

Tab$% 1 Data ,asi% 8$+$%i,araa& PMT N2

P$ra%ata& a&' -i8$riksa

K2&-isi a9a% K2&-isi ak,ir si+8(%a& 1 P$&ta&a,a&

a *awat Pentanahan %aik %aik

%aik  b Terminal Pentanahan %aik %aik

(38)

a %aut7baut wiring kontrol dan  proteksi

*encang *encang

%aik 

 b *ebersihan %ersih %ersih

c &eater %aik %aik  

d Sumber tegangan A=D(= %aik %aik  

e *aret pintu %aik %aik  

< 0ubang binatang Tidak Tidak  

"

B2-i -a& Is2%at2r

a *ebersihan *otor %ersih

%aik   b %agian bodi yang lecet, berkarat Tidak Tidak 

c %agian bhusing yang retak Tidak Tidak   d Mekanik penggerak %ersih %ersih

!

Sist$+ P$&''$rak 

a Mekanis penggerak Normal Normal

%aik 

 b Mur baut *encang *encang

c Pelumasan pada roda gigi dan  pegas transmisi

%aik %aik  

d Pengungkit Normal Normal

e Pemeriksaan motor pengisi pegas Normal Normal < Pemeriksaan triping D clossing

coil

5

I&-ikat2r

a 0e.el minyak 

%aik   b Tekanan gas S8 Normal Normal

c *ebocoran D rembes Tidak Tidak  

6

P$r*2baa& 7N ; 7FF

a Posisi !N 1lokal2 Normal Normal

%aik   b Posisi ! 1lokal2 Normal Normal

c Posisi !N 1remote2 Normal Normal d Posisi ! 1remote2 Normal Normal e 4ndikasi posisi !N ! Normal Normal <

(39)

counter 

 b Pemeriksaan posisi penunjukan indikator 

 Normal Normal %aik 

= P2&-asi *okoh *okoh %aik

>

K$k$&*a&'a& k2&$kt2r )(+8$r -$&'a& 8$ra%ata& %ai&

%aik %aik %aik  

10

P$&'$*$ka& ta&-a?ta&-a as a-a& ta''i&'

%aik %aik %aik  

(ari tabel # di atas dapat dilihat bahwa Pemutus Tenaga tersebut dalam kondisi normal &asil pemeliharaan menunjukkan bahwa dengan dilakukannya  pemeliharaan, kondisi peralatan menjadi lebih baik

 b Pengukuran Tahanan 4solasi

Pengukuran tahanan isolasi pemutus tenaga 1PMT2 ialah proses  pengukuran dengan suatu alat ukur nsulation Tester (megger) untuk memperoleh hasil 1nilaiDbesaran2 tahanan isolasi pemutus tenaga antara bagian yang diberi tegangan 1<asa2 terhadap badan 1case2 yang ditanahkan maupun antara terminal masukan 14DP terminal2 dengan terminal keluaran 1!DP terminal2 pada <asa yang sama Pada dasarnya pengukuran tahan isolasi PMT adalah untuk mengetahui 6  besarDnilai kebocoran arus 1leakage current2 yang terjadi antara bagian yang  bertegangan 4DP terminal dan !DP terminal terhadap tanah

c Pengukuran Tahanan *ontak

(40)

konduktor bertemu secara <isik sehingga arusDenergi listrik dapat disalurkan tanpa hambatan yang berarti Pertemuan dari beberapa konduktor menyebabkan suatu hambatanDresistan terhadap arus yang melaluinya sehingga akan terjadi panas dan menjadikan kerugian teknis ugi ini sangat signi<ikan jika nilai tahanan kontaknya tinggi

Sambungan antara konduktor dengan PMT atau peralatan lain merupakan tahanan kontak yang syarat tahanannya memenuhi kaidah &ukum !hm sebagai  berikut"

)H4 1#2

+ika didapat kondisi tahanan kontak sebesar # !hm dan arus yang mengalir adalah #99 Ampere maka ruginya adalah

W H 4$  1$2 W H #9999 watts

Prinsip dasarnya adalah sama dengan alat ukur tahanan murni 1dc2, tetapi  pada tahanan kontak arus yang dialirkan lebih besar 4H#99 Ampere *ondisi ini sangat signi<ikan jika jumlah sambungan konduktor pada salah satu jalur terdapat  banyak sambungan sehingga kerugian teknis juga menjadi besar, tetapi masalah ini dapat dikendalikan dengan cara menurunkan tahanan kontak dengan membuat dan memelihara nilai tahanan kontak sekecil mungkin +adi pemeliharaan tahanan kontak sangat diperlukan sehingga nilainya memenuhi syarat nilai tahanan kontak

(41)

Tabel $ (ata hasil pengukuran tahanan kontak PMT Titik Uk(r Atas @ Ba9a, PMT P2sisi 7&3 Fasa R  3 Fasa S 3 Fasa T 3 $#,# $#,: $9,8

(ari tabel di atas menunjukkan bahwa Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker 2 layak  digunakan karena masih dalam batas yang diijinkan sesuai ketentuan P/% !EM PMTD99#9#, yakni I#99 JK

d Pengukuran Tahanan Pentanahan

Peralatan ataupun titik netral system tenaga listrik yang dihubungkan ke tanah dengan suatu pentanahan yang ada di gardu induk dimana system  pentanahan tersebut dibuat dalam tanah dengan struktur bentuk mesh, Nilai tahanan Pentanahan di 3ardu 4nduk ber.ariasi besarnya nilai tahanan tanah dapat ditentukan oleh kondisi tanah itu sendiri Semakin kecil nilai pentanahannya maka akan semakin baik =ara kerja alat ukur pentanahan menggunakan prinsip alat ukur 3al.anometer 1Prinsip *esetimbangan2

Tabel / (ata hasil pengukuran tahanan pentanahan PMT

Titik Uk(r Sta&-ar- Hasi% Uk(r T$r+i&a%

P$&ta&a,a& C 1 7,+

Fasa R Fasa S Fasa T 9,6 K 9,6 K !,6 K

(42)

(ari data tabel / di atas menunjukkan bahwa Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2 layak digunakan karena masih dalam batas yang diijinkan menurut standar pengujian Standart 4))) std ?9 " $999 1 gui!e for safety in ac substation "   groun!ing), yakni besarnya nilai tahanan pentanahan untuk switchgear adalah L #

ohm

e Pengukuran *eserempakan PMT

Tujuan dari pengujian keserempakan PMT adalah untuk mengetahui waktu kerja PMT secara indi.idu serta mengetahui keserempakan PMT pada saat menutup atau membuka %erdasarkan cara kerja penggerak, maka PMT dapat dibedakan atas jenis three pole 1penggerak PMT tiga <asa2 dan single pole 1penggerak PMT satu <asa2 -ntuk TD0 %ay biasanya PMT menggunakan jenis single pole dengan maksud PMT tersebut dapat trip satu <asa apabila terjadi gangguan satu <asa ke tanah dan dapat reclose satu <asa yang disebut SPA  1Single Pole Auto eclose2 Namun apabila gangguan pada penghantar <asa7<asa maupun tiga <asa maka PMT tersebut harus trip / <asa secara serempak Apabila PMT tidak trip secara serempak akan menyebabkan gangguan, untuk itu biasanya terakhir ada system proteksi namanya pole discrepancy relay yang memberikan  perintah trip kepada ketiga PMT

&al yang sama juga untuk proses menutup PMT maka yang tipe single  pole ataupun three pole harus menutup secara serempak pada <asa , S, T, kalau

tidak maka dapat menjadi suatu gangguan di dalam system tenaga listrik dan menyebabkan system proteksi bekerja Pada waktu PMT trip akibat suatu gangguan pada system tenaga listrik diharapkan PMT bekerja dengan cepat

(43)

sehingga clearing time yang diharapkan sesuai standar SP0N No 6$7# #@?/ untuk  system :9k>H #69 mili detik dan SP0N No 6$7# #@?5 untuk system #69 k>H #$9 mili detik dan <inal dra<t 3rid =ode $99# untuk system 699 k>H @9 mili detik

Tabel 5 (ata pengukuran keserempakan PMT

Pengukuran Standard asa  asa S asa T (elta T =lose 1mili detik2 L#$9 mili detik  $9,89 $?,?6 $?,:6 9,$6 !pen 1mili detik  $$,#6 $$,/6 $$,69 9,/6

(ari tabel 5 di atas menunjukkan bahwa Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2 layak  digunakan karena masih dalam batas yang diijinkan menurut standar SP0N No 6$7# #@?5

(44)

BAB V PENUTUP a. K$si+8(%a&

# ungsi utama PMT adalah sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan 1hubung singkat2 pada jaringan atau  peralatan lain

$ Pemeliharaan pada Pemutus Tenaga meliputi pengukuran tahanan isolasi,  pengukuran tahanan kontak, pengukuran tahanan pentanahan, uji

keserempakan dan pengamatan terhadap komponen PMT

/ ungsi 3as S8 pada PMT ini digunakan sebagai media pemadam busur  api dan sebagai penggerak

5 Selama pemeliharaan PMT harus berada dalam kondisi tidak bekerja 1!2 dan penggerak spring harus dalam kondisi kendor 1discharge2

6 PMT pada bay tra<o / 89 M>A 34 -ngaran ini merupakan jenis three #ole yaitu antar <asanya terkopel semua, maka apabila terjadi gangguan akan membuka secara bersamaan <asanya

b. Sara&

# Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2 yang menggunakan media gas S8 harus selalu dilakukan monitoring tekanan gas S8 untuk keandalan dalam  bekerja

$ Mekanik Pemutus Tenaga 1=ircuit %reaker2 harus selalu dibersihkan agar  tidak terjadi korosi akibat kelembapan udara

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :