• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tema Aproksimasi dalam Kalkulus Tahun Pertama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tema Aproksimasi dalam Kalkulus Tahun Pertama"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Tema Aproksimasi dalam

Kalkulus Tahun Pertama

Workshop Pengajaran Analisis

SNAMA 2019 Universitas Pelita Harapan Yudi Soeharyadi

(2)

Outline

• Daftar Isi Kalkulus Standar: Kalkulus I, Kalkulus II

• Konsep-konsep aproksimasi dalam kalkulus

• Aproksimasi orde satu: derivatif

• Aproksimasi orde dua: maks-min dua variable

(3)

Materi Kalkulus I dan II

• Basic skills: ketaksamaan, nilai mutlak, fungsi, geometri

• Limit

• Turunan

• Aplikasi turunan

• Antiturunan dan integral

• Aplikasi integral

• Teknik integrasi

• Bentuk tak tentu

• Barisan dan deret

• Kalkulus fungsi bernilai vektor

• Limit dan turunan fungsi dua variabel

• Integral lipat dan aplikasi

(4)

Materi Kalkulus I dan II

• Basic skills: ketaksamaan, nilai mutlak, fungsi, geometri

• Limit

• Turunan

• Aplikasi turunan

• Antiturunan dan integral

• Aplikasi integral

• Teknik integrasi

• Bentuk tak tentu

• Barisan dan deret

• Kalkulus fungsi bernilai vektor

• Limit dan turunan fungsi dua variabel

• Integral lipat dan aplikasi

(5)

Sudut Pandang Sistem (dinamik)

Paling sederhana: SISO

Kuantitas 𝑥, 𝑦 berasal dari pengukuran (fisis), karenanya memuat galat (error): 𝑥 − 𝑥0 , |𝑦 − 𝑦0| (𝑥0, 𝑦0 pengukuran ideal)

Apa hubungan di antara keduanya? Lebih umum untuk sistem MIMO

Input 𝑥 Proses 𝑓 Output 𝑦

(6)

Sudut Pandang Aproksimasi

Sudut pandang aproksimasi:

• menyatukan pembelajaran Kalkulus,

• memberikan tema

• menjadi motivasi

Mengapa penting?

• Sense of purpose

(7)

Derivatif sebagai

(8)
(9)

Redefinisi diferensiabilitas

Definisi turunan fungsi satu variable tidak bisa direplikasi untuk fungsi dengan dua (atau lebih) variabel:

𝑓 𝑥0 + ℎ − 𝑓(𝑥0) ℎ

tidak terdefinisi jika ℎ vektor (pembagian dengan vektor).

(10)

Redefinisi diferensiabilitas

Misalkan 𝑓: 𝐷 ⊆ ℝ → ℝ, dan 𝑓 diferensiabel di 𝑥0 ∈ 𝐷, 𝑓′ 𝑥0 = limℎ→0 𝑓 𝑥0+ℎ −𝑓(𝑥0)

ℎ .

“Hilangkan” limit, lakukan untuk ℎ kecil:

𝑓′(𝑥0) ≈ 𝑓 𝑥0+ℎ −𝑓(𝑥0)

ℎ .

Susun ulang tanpa pembagian

𝑓 𝑥0 + ℎ ≈ 𝑓 𝑥0 + 𝑓′ 𝑥0

aproksimasi nilai 𝑓 𝑥0 + ℎ oleh nilai pada garis singgung di titik 𝑥0, 𝑓 𝑥0 .

Apakah ini aproksimasi yang baik?

(11)

Redefinisi diferensiabilitas

Kembalikan tanda “=“, kuantifikasi galat (error-𝑦):

𝑓 𝑥0 + ℎ = 𝑓 𝑥0 + 𝑓′ 𝑥0 ℎ + galat-𝑦.

Kita katakan aproksimasi ini baik jika galat-𝒚 jauh lebih kecil dibandingkan galat-𝒙 (yaitu ℎ), untuk nilai ℎ yang kecil:

lim

ℎ→0

𝑔𝑎𝑙𝑎𝑡𝑦

(12)

Redefinisi Diferensiabilitas

Redefinisi

Fungsi 𝑓 diferensiabel di 𝑥0 jika nilai 𝑓 di sekitar 𝑥0 dapat

diaproksimasi dengan baik oleh fungsi linear (garis) yang melalui

𝑥0, 𝑓 𝑥0 , yaitu:

Terdapat konstan 𝑎 ∈ ℝ sehingga untuk setiap ℎ kecil

𝑓 𝑥0 + ℎ = 𝑓 𝑥0 + 𝑎ℎ +galat-𝑦

(13)

Redefinisi diferensiabilitas

Diketahui 𝑓 𝑥 = 𝑥 tidak diferensiabel di 𝑥0 = 0.

𝑦 = 𝑚𝑥

galat-𝑦

galat-𝑦 = 1 − 𝑚 ℎ

Jadi limℎ→0 𝑔𝑎𝑙𝑎𝑡 = 1 − 𝑚 ≠ 0, Artinya 𝑓 tidak diferensiabel di 𝑥0

Catatan:

Untuk kasus 𝑚 = 1, galat di ℎ negatif akan besar, sebaliknya untuk 𝑚 = −1, galat untuk ℎ positif akan besar

(14)

Redefinisi diferensiabilitas

Latihan

Melalui definisi diferensiabilitas ini:

1. Tunjukkan 𝑓 𝑥 = 𝑥2 3 tidak diferensiabel di 𝑥

0 = 0.

(15)

Bagaimana meniru definisi ini untuk variabel lebih banyak?

Misalkan 𝑓: 𝐷 ⊆ ℝ2 → ℝ, 𝑥0, ℎ ∈ ℝ2. Notasi

𝑓 𝑥0 + ℎ = 𝑓 𝑥0 + 𝐴ℎ +galat-𝑦

“make sense” jika 𝐴 matriks 1 × 2, yaitu 𝑓 𝑥0 + 𝐴ℎ adalah permukaan bidang yang memuat titik (𝑥0, 𝑓 𝑥0 ).

Definisi: Fungsi 𝑓: 𝐷 ⊆ ℝ𝑛 → ℝ𝑘 diferensiabel di 𝑥0 ∈ ℝ𝑛 jika terdapat matriks 𝐴𝑘×𝑛 sehingga

𝑓 𝑥0 + ℎ = 𝑓 𝑥0 + 𝐴ℎ +galat-𝑦

dengan lim| ℎ |→0 𝑔𝑎𝑙𝑎𝑡𝑦

(16)

Catatan

Definisi diferensiabilitas bisa disederhanakan melalui notasi “little oh”

𝜓 ℎ = 𝑜 ℎ

Artinya untuk setiap 𝜖 > 0, terdapat 𝛿 > 0, sehingga 𝜓(ℎ) ≤ 𝜖 ℎ ,

untuk setiap ℎ < 𝛿. Dengan kata lain

lim ℎ →0 𝜓(ℎ)

ℎ = 0.

Jadi diferensiabilitas dapat dinyatakan sebagai eksistensi pemetaan linear 𝑨 sehingga

𝑓 𝑥0 + ℎ = 𝑓 𝑥0 + 𝐴ℎ + 𝑜( ℎ )

(17)

Redefinisi diferensiabilitas

• Bagaimana kalau kita “memaksa”, definisi diferensiabel melalui limit

Kompromi: Jika ℎ bilangan real, jadi haruslah dalam “arah” 𝑥, atau 𝑦 saja

𝑓 𝑥+ℎ,𝑦 −𝑓(𝑥,𝑦)

ℎ ,

𝑓 𝑥,𝑦+ℎ −𝑓(𝑥,𝑦) ℎ

inilah TURUNAN PARSIAL

• Jadi turunan punya arah. Arah selain 𝑥, 𝑦? TURUNAN BERARAH

• Masing-masing dengan signifikansi geometrisnya, yaitu kemiringan garis singgung kurva pada permukaan dalam arah tertentu

• Turunan dalam bentuk vektor? (VEKTOR) GRADIEN 𝑓 𝑥 + ℎ − 𝑓( 𝑥)

(18)
(19)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

• Asumsikan peserta kuliah sudah mengenal geometri dari permukaan

𝑧 = 𝐴𝑥2 + 𝐶𝑦2

untuk koefisien 𝐴, 𝐶 bertanda sama, atau pun berbeda. (paraboloida, hiperboloida/pelana)

• Wolfram Alpha (atau system computer algebra apa pun) dapat digunakan untuk bereksperimen dengan bentuk-bentuk di atas.

(20)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

(21)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

Pertanyaan: Bagaimana bentuk permukaan (polinom) orde 2 umum

𝑧 = 𝐴𝑥2 + 2𝐵𝑥𝑦 + 𝐶𝑦2 + 𝐷𝑥 + 𝐸𝑦 + 𝐹

Apakah dapat diketahui dari nilai-nilai koefisien? Eksplorasi plot dengan Wolfram Alpha

(22)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

Pengaruh setiap suku pada ekspresi 𝑧: • 𝐹 translasi-𝑧 (tegak)

• 𝐷 kombinasi translasi-𝑥 dan translasi-𝑧 • 𝐸 kombinasi translasi-𝑦 dan translasi-𝑧 • 𝐵 rotasi sumbu-𝑥 atau sumbu-𝑦 (bid 𝑥𝑦)

Dengan mengetahui pengaruh setiap suku maka bentuk dasar dapat dikembalikan ke bentuk

𝑧 = 𝐴𝑥2 + 𝐶𝑦2

Translasi, atau pun rotasi tidak mengubah bentuk

(23)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

Manipulasi aritmetik 𝑧 = 𝐴𝑥2 + 2𝐵𝑥𝑦 + 𝐶𝑦2 = 𝐴 𝑥2 + 2𝐵𝐴 𝑥𝑦 + 𝐶𝐴𝑦2 = 𝐴 𝑥 + 𝐵𝐴𝑦 2 + 𝐴𝐶 − 𝐵 2 𝐴2 𝑦 2 = 𝐴( 𝑥2 + 𝐴𝐶 − 𝐵 2 𝐴2 𝑦 2)

Jadi bentuk (dalam system koordinat 𝑥𝑦𝑧) tergantung pada tanda 𝐴𝐶 − 𝐵2; 𝐴 menentukan orientasi

(24)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

1. Bentuk paraboloida: verteks adalah maks atau min (lokal)

2. Bentuk pelana: titik pelana bukanlah maks atau pun min (lokal) 3. Bentuk satunya: ketidaktunggalan maks/min

Idea dasar:

Hampiri permukaan (mulus) di titik stasioner dengan permukaan orde dua. Bentuk permukaan orde dua hampiran (kasus 1 dan 2)

(25)

Sedikit “Simsalabim”

Uraian Taylor orde dua fungsi dua variabel.

Misalkan 𝑓 diferensiabel dua kali, polinom Taylor orde 2 dari 𝑓 di sekitar 𝑎, 𝑏 adalah 𝑃𝑓 𝑥, 𝑦 = 𝑓 𝑎, 𝑏 + 𝛻𝑓 𝑎, 𝑏 ⋅ 𝑥 − 𝑎, 𝑦 − 𝑏 𝑇 + 1 2 𝑓𝑥𝑥 𝑎, 𝑏 𝑥 − 𝑎 2 + 2𝑓 𝑥𝑦 𝑎, 𝑏 𝑥 − 𝑎, 𝑦 − 𝑏 + 𝑓𝑦𝑦 𝑎, 𝑏 𝑦 − 𝑏 2

Asumsikan (𝑎, 𝑏) titik stasioner dan 𝑓 𝑎, 𝑏 = 0, maka suku merah di atas hilang, dan kita dapat permukaan Taylor orde 2 dengan

(26)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

Dengan sedikit analisis (bahwa maks-min hampiran Taylor adalah juga maks-min 𝑓) didapat rumus diskriminan

1. Jika 𝑓𝑥𝑥𝑓𝑦𝑦 − 𝑓𝑥𝑦2 |(𝑎,𝑏) > 0 dan 𝐴 > (<)0 maka 𝑓 𝑎, 𝑏 min

(maks) lokal

2. Jika 𝑓𝑥𝑥𝑓𝑦𝑦 − 𝑓𝑥𝑦2 |(𝑎,𝑏) < 0 maka 𝑓(𝑎, 𝑏) bukan min atau pun maks

(27)

Maxima-minima and 2

nd

order approximations

Perhatikan bahwa paraboloida, hiperboloida orde tinggi

𝑧 = 𝑥4 + 𝑦4, 𝑧 = −(𝑥4 + 𝑦4), 𝑧 = 𝑥4 − 𝑦4

ketiganya memiliki hampiran Taylor orde 2 yang sama yaitu 0 (jadi diskriminan 0), namun memiliki karakteristik maks-min di 0,0 yang sangat berbeda.

(28)

Penutup

• Dari sudut pandang aproksimasi, materi Kalkulus tampak kompak: beberapa konsep dasar, variasi, dan (banyak) latihan soal

• Penting untuk memberikan konteks yang relevan terhadap materi (khususnya yang sulit)

Penggunaan teknologi, eksplorasi dengan menggunakan Apps, Computer Algebra

(29)

Rujukan

P. Bamberg and S. Sternberg, A Course in Mathematics for Students of Physics, Vol. I and Vol. II, Cambridge, 1991.

(30)

Pesan Sponsor

Channel KaKaAGe on YouTube Seri Sketsa Kalkulus

Saat ini sudah ada 20 episode Math I,

akan bertambah semester ini terutama untuk Math II

(31)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

Feeder adalah mesin yang menggunakan gaya gerakan untuk memindahkan benda. Dengan menggunakan feeder, murid menggerakan benda ke area sorting, dimana benda akan di sortir

Rencana dan Realisasi Biaya Penambangan, Pengangkutan, Pengolahan dan Pemasaran Mineral/Batubara Tahun (n-1) dan Rencana Tahun (n) Rencana dan Realisasi Pengolahan

Hal itu dikarenakan debit input wash water pada column berubah- ubah sesuai dengan yang diperintahkan kontroler sehingga diperlukan perancangan sistem koreksi untuk mengukur

Berdasarkan teori belajar, terdapat 4 model pembelajaran yang dapat digunakan dalam merencanakan pembelajaran yaitu model interaksi social, model pemrosesan informasi, model

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap hipotesis yang dirumuskan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:.. Hasil penelitian dan uji hipotesis pertama dan

Perbedaan ancaman hukuman tersebut juga mempunyai arti penting dalam perumusan suatu perjanjian ekstradisi internasional apabila kejahatan dijadikan sebagai dasar

Pencapaian kinerja dalam program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan dengan indikator kinerja Prosentase Pemeliharaan Sarana dan Prasarana