• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendanaan Iklim dan Kehutanan Gubernur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendanaan Iklim dan Kehutanan Gubernur"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pendanaan Iklim dan Kehutanan Gubernur

REDD+ telah menjadi hal yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu dari sedikit hal menyangkut konsensus dalam kebijakan politik internasional. Karenanya, REDD+ menyimpan potensi besar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, memperbaiki penghidupan masyarakat yang tergantung pada hutan, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Jelas pula bahwa upaya untuk mewujudkan potensi REDD+ untuk melindungi hutan tropis pada skala besar sedang berlangsung di berbagai tingkat di pemerintahan, dengan inovasi yang luas dalam hal rancangan program dan eksplorasi peluang baru untuk karbon hutan. Dengan demikian, pergerakan REDD+ ke depan perlu menemukan cara untuk memanfaatkan dinamika ini dan berkembang berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung di lapangan sebagai bagian dari upaya yang sedang berjalan untuk memfasilitasi perkembangan program REDD+ nasional yang kuat serta efisien, efektif, dan adil. Pendekatan top-down pada arsitektur REDD+ perlu diimbangi dengan perhatian dan dukungan untuk peluang-peluang taktis penting yang terjadi bersamaan di seluruh dunia.

Salah satu kemajuan penting dalam hal ini adalah Satuan Tugas Iklim dan Kehutanan Gubernur (GCF), yaitu sebuah aliansi dari enam belas negara bagian dan propinsi dari lima negara yang memiliki lebih dari 20% hutan tropis dunia (dan meliputi sekitar 75% dari hutan tropis Brazil dan lebih dari setengah hutan tropis Indonesia).1 Dalam dua tahun terakhir, GCF telah berbagi pengetahuan tentang program-program REDD+ tingkat negara bagian dan propinsi di Brasil, Indonesia, Nigeria, dan Meksiko dan mengeksplorasi cara-cara untuk menghubungkan program-program tersebut dengan sistem kepatuhan GRK, seperti sistem cap-and-trade yang berkembang di California, serta peluang pasar dan non-pasar lainnya. Diluncurkan pada bulan November 2008, GCF saat ini sedang membangun suatu platform untuk mensinkronisasi upaya antar yuridiksi hutan tropis untuk mengembangkan kebijakan dan program yang menyediakan jalur yang realistis bagi pembangunan wilayah pedesaan yang tetap menjaga kelestarian hutan dan yang dapat menghasilkan aset REDD+ yang memenuhi standar kepatuhan yang memasuki berbagai peluang pasar dan non-pasar – mulai dari pendanaan publik berbasis kinerja untuk pasar karbon sampai upaya-upaya yang sedang berlangsung untuk mendekarbonisasi rantai suplai agro-pangan. Sampai saat ini, pemerintah-pemerintah anggota GCF telah memberlakukan larangan penebangan hutan, zonasi penggunaan lahan yang terus menerus, dan program penegakan hukum di pedesaan. Beberapa negara bagian dan propinsi anggota GCF yang merupakan penggerak awal sedang berada dalam proses pengadopsian program-program REDD+ tingkat negara bagian yang komprehensif dan pemberlakuan perundang-undangan baru yang menciptakan insentif untuk perlindungan hutan seraya menindak perusakan hutan seraya mereka membangun perekonomian yang secara bertahap meningkatkan nilai hutan yang masih berdiri melalui industri-industri yang tergantung pada hutan. Tidak mengherankan, kemajuan yang sedang dicapai oleh para anggota GCF bersifat rapuh, terancam oleh pergantian politik di banyak negara bagian dan propinsi anggota dan oleh tuntutan yang dihadapi oleh para Gubernur anggota GCF ketika mereka memutuskan apakah upaya REDD+ mereka akan menyediakan lapangan kerja dan keuntungan ekonomi yang cukup untuk menggantikan peluang dari berbagai macam kegiatan penebangan hutan yang dibatalkan. Kebanyakan, jika tidak semua, negara bagian dan propinsi anggota GCF masih belum melihat manfaat finansial yang signifikan dari upaya-upaya REDD+ yang mereka lakukan. Dan kebanyakan pendanaan internasional yang saat ini ditujukan untuk upaya-upaya REDD+ (seperti proses-proses Paris-Oslo, Bank Dunia, dan PBB) belum secara langsung mendanai para negara bagian dan propinsi. Selain itu, meskipun ada komitmen pendanaan publik yang kuat, dengan dana yang telah dijanjikan dan dialokasikan, sangat sedikit inisiatif pendanaan REDD+ yang potensi operasionalnya telah tercapai. Hal ini didapati saat kegiatan-kegiatan tingkat negara

1

(2)

bagian dan propinsi muncul sebagai contoh yang paling penting dari upaya-upaya yang inovatif dari bawah ke atas (bottom-up) untuk mengembangkan peraturan dan program untuk memasukkan offset REDD+ dalam sistem kepatuhan GRK seperti program cap-and-trade California dan dalam mengeksplorasi peluang-peluang lain untuk menghubungkan REDD+ ke upaya mitigasi GRK lainya, seperti upaya rantai suplai berkelanjutan yang sedang dikembangkan melalui pertemuan meja bundar komoditas.

Karena itu, sangatlah penting untuk secara langsung mendukung (bahkan pada tingkatan yang rendah) upaya-upaya REDD+ negara bagian dan propinsi anggota GCF yang sedang berjalan. Mengingat kurangnya dukungan bagi kegiatan-kegiatan negara bagian dan propinsi melalui jalur pendanaan publik yang ada (terlepas dari apakah hal ini mencerminkan prioritas kebijakan atau kendala operasional) dan mengingat fakta bahwa hanya satu atau dua yuridiksi GCF yang kemungkinan besar akan dapat berhubungan dengan sebuah sistem cap-and-trade California, dukungan pendanaan tambahan untuk keanggotaan GCF akan memvalidasi kerja keras dan pilihan-pilihan politik sulit yang telah dibuat oleh para negara bagian dan propinsi selama dua tahun terakhir. Dukungan semacam itu akan memberikan sinyal kuat bagi semua negara bagian dan propinsi anggota GCF bahwa upaya-upaya mereka untuk mengatasi masalah deforestasi dan bahwa investasi berkelanjutan dalam membangun sebuah platform bersama REDD+ adalah upaya yang masuk akal secara ekonomi. Kami melihat hal ini sebagai langkah pertama yang penting dalam upaya yang lebih besar untuk menjadikan GCF sebagai sumber aset REDD+ yang kuat dan berkualitas tinggi yang fleksibel yang dapat memasuki berbagai peluang pasar dan non-pasar.

Proposal untuk Dana GCF

GCF sedang mencari bantuan donor sebesar $5,8 juta untuk mengkapitalisasi Dana GCF yang akan memenuhi kebutuhan kolektif penting yang diidentifikasi oleh negara bagian dan propinsi anggota GCF saat mereka membangun sebuah platform bersama untuk REDD+. Dana GCF tersebut juga akan mendanai proposal-proposal yang layak (proof of concept) yang kompetitif pada skala yang paling siap untuk menghubungkan proyek dan kegiatan-kegiatan sub-nasional lainnya dengan program-program perubahan iklim nasional.

GCF baru saja menyelesaikan penilaian kebutuhan awal sebagai bagian dari Database Pengetahuan REDD+-nya.2 Database ini mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak dan kolektif yang menjadi kebutuhan umum semua anggota GCF. Pendanaan untuk kebutuhan-kebutuhan kolektif ini akan mengeksploitasi skala ekonomi (economies of scale) antar negara bagian dan propinsi anggota GCF yang berbeda-beda dan akan meningkatkan upaya untuk mengembangkan suatu platform bersama REDD+ yang dapat digunakan oleh yuridiksi yang berbeda-beda ini. Penilaian kebutuhan awal mengidentifikasi bidang-bidang umum berikut untuk mendapatkan pendanaan:

(1) Membantu dalam mencapai penilaian karbon hutan IPCC Tingkat 2; (2) Pengembangan tingkat referensi;

(3) Desain program dan kapasitas REDD+ berdasarkan Platform Bersama REDD+ Sub-nasional GCF yang sedang dikembangkan oleh para anggota GCF; dan

(4) Peningkatan proses stakeholder.

2 Hasil database statis untuk tiap-tiap negara bagian dan propinsi anggota GCF diterbitkan dalam bentuk draft di

situs GCF pada bulan Desember 2010. Sebuah versi database berbasis web yang dinamis saat ini sedang dalam pengembangan.

(3)

Sebagian besar dari kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan cepat dengan menggunakan sumber daya tambahan. Proyek yang didukung dapat dirancang untuk memenuhi indikator kinerja terukur untuk memastikan perbaikan ke depan. Hal ini akan memberikan pengalaman pembelajaran yang kuat untuk kebijakan iklim mengingat pentingnya penelusuran dan pengukuran terhadap utilitas pendanaan iklim dalam konteks proses UNFCCC saat ini.

Seperti yang diilustrasikan pada Tabel 1 di bawah, Dana GCF akan menyediakan dukungan bagi empat (4) kebutuhan kolektif GCF yang berbeda dengan perkiraan biaya sebesar $2,5 juta selama 2 tahun. Pendanaan akan digunakan untuk serangkaian program pelatihan teknis, pelibatan konsultasi bersama, dan hibah kecil untuk negara bagian untuk mencapai sasaran dan melakukan proses peningkatan stakeholder di negara bagian dan propinsi masing-masing. Sangatlah penting bahwa setiap dukungan dari Dana GCF menghasilkan kemajuan-kemajuan terukur dalam kapasitas negara bagian dan propinsi dalam melaksanakan REDD+, sekaligus melengkapi upaya REDD+ nasional yang tengah berlangsung. Selain itu, semua informasi yang dihasilkan melalui kegiatan yang didukung oleh Dana GCF akan diumpan balikkan ke dalam Database Pengetahuan GCF dan akan disediakan untuk publik secepat mungkin.

Selain kebutuhan kolektif tersebut, Dana GCF juga akan mendukung upaya-upaya yang layak (proof of concept) dengan memberikan hibah kompetitif untuk kegiatan di seluruh negara bagian dan propinsi. Dana sekitar $2,7 juta diperkirakan akan memberikan sejumlah kecil hibah kompetitif kepada anggota GCF untuk empat komponen REDD+ yang luas dan berbasis kinerja. Hibah ini akan didasarkan pada kriteria yang ditentukan sebelumnya dan akan menangani masalah-masalah pembagian keuntungan, pembangunan registri, perbaikan teknis dalam hal pengukuran dan pengawasan, dan pendekatan-pendekatan inovatif bagi peningkatan investasi swasta dalam REDD+. Tujuan upaya ini adalah untuk menciptakan suatu dinamika “berpacu ke puncak” di antara negara bagian dan propinsi anggota GCF dalam upaya mereka untuk memulai dan melaksanakan program REDD+ yang sukses. Upaya ini akan menunjukkan bagaimana insentif berbasis kinerja untuk REDD+ dapat dengan cepat disebarkan di tingkat propinsi dan negara bagian.

TABEL 1: Dana GCF: Kebutuhan Kolektif, Hasil, dan Perkiraan Biaya yang Teridentifikasi KEBUTUHAN KOLEKTIF

& HIBAH KOMPETITIF

HASIL PERKIRAAN BIAYA SELAMA 2 TAHUN

KEBUTUHAN KOLEKTIF BERSAMA

Penilaian karbon hutan IPCC Tingkat 2 di seluruh negara bagian

 Kemajuan ke arah penilaian stok karbon IPCC

Tingkat 2, termasuk perkiraan rata-rata dan analisa ketidakpastian kuantitatif stok karbon hutan, per klas hutan yang relevan, untuk sebagian besar dari 13 negara

bagian/propinsi tropis anggota GCF

 Peta dan sumber daya digital mengenai

perkiraan karbon hutan IPCC Tingkat 2 yang dinilai sejawat (peer-reviewed) dan didistribusikan

 Rekomendasi spesifik untuk meningkatkan

penilaian karbon hutan, tergantung pada faktor-faktor lokal

 Koordinasi dengan penilaian stok karbon

hutan tingkat nasional, bilamana diperlukan

$1.485.000. Ini adalah perkiraan awal dari yang mungkin dibutuhkan untuk menilai kebutuhan/kesenjangan, mengkompilasi data yang relevan, dan membantu sebagian besar anggota GCF untuk mengembangkan penilaian karbon hutan IPCC Tingkat 2.

(4)

Pengembangan tingkat referensi

 Standar bersama untuk pengembangan

tingkat referensi

 Pengembangan tingkat referensi berdasarkan

standar bersama di semua 13 negara bagian dan propinsi anggota GCF

 Rencana untuk mengaitkan dengan tingkat

referensi nasional, bilamana diperlukan

$150.000. Ini adalah perkiraan awal dari yang mungkin dibutuhkan untuk mengembangkan standar tingkat referensi dan membantu negara bagian dan propinsi anggota GCF dalam menerapkannya.

Platform Bersama REDD+ Negara Bagian/Propinsi

 Program pelatihan Kerangka Kerja REDD

Sub-nasional GCF yang diadakan di semua negara bagian dan propinsi tropis anggota GCF

 Bukti bahwa sebagian besar elemen Platform

GCF sedang disusun di setiap negara bagian dan propinsi anggota GCF

$520.000 ($40.000 untuk masing-masing dari 13 negara bagian dan propinsi dari negara berkembang anggota GCF)

Peningkatan Proses Stakeholder

 Peningkatan partisipasi stakeholder dalam

desain, implementasi, pengawasan dan evaluasi REDD+

 Metrik dan kriteria yang akan dikembangkan,

tetapi dapat juga meliputi partisipasi oleh stakeholder kunci, elemen proses tertentu, dll.

$390.000 ($30.000 untuk masing-masing dari 13 negara bagian dan propinsi dari negara berkembang anggota GCF). Pendanaan bergantung pada rencana stakeholder yang jelas dari para anggota GCF, termasuk kriteria dan indikator yang tepat untuk evaluasi

HIBAH KOMPETITIF UNTUK KOMPONEN-KOMPONEN REDD+ YANG LAYAK

Penyusunan Model Pembagian Keuntungan

 Dukungan untuk desain 1 program model

pembagian keuntungan, termasuk desain sistem, audit dan transparansi keuangan, dan dukungan teknis

 Dukungan untuk pengembangan 1 sampai 3

program pembagian keuntungan yang layak di negara bagian dan propinsi anggota GCF, dengan aliran dana ke masyarakat untuk menghindari penebangan hutan

$645.000

$195.000 untuk 1 program model pembagian keuntungan inovatif

$150.000 untuk masing-masing dari 3 negara bagian/propinsi untuk pengembangan program pembagian keuntungan

Registri REDD+ subnasional

 Dukungan untuk pengembangan 1 platform

model registri REDD+ untuk diintegrasikan dengan Database Pengetahuan GCF

 Dukungan untuk penilaian kemampuan dan

kebutuhan terkait pembangunan registri REDD+ dan pembangunan awal registri REDD+ berdasarkan platform model registri di 1 sampai 4 negara bagian dan propinsi

 Koordinasi dengan dan hubungan ke registri

REDD+ nasional, bilamana diperlukan

$850.000

$250.000 untuk pengembangan 1 platform model registri REDD $150.000 untuk masing-masing dari 4 negara bagian/propinsi untuk memeriksa contoh-contoh registri REDD.

Perbaikan Teknis dalam Hal Pengukuran dan Pengawasan (awan dan degradasi)

 Dukungan untuk peningkatan perhitungan

perkiraan deforestasi di daerah berawan di 1 sampai 2 negara bagian dan propinsi

 Dukungan untuk perkiraan peningkatan

deforestasi di 1 sampai 2 negara bagian dan propinsi

 Koordinasi dengan kegiatan MRV nasional,

bilamana diperlukan

$400.000

$100.000 per peningkatan komponen teknis (4)

Peningkatan Investasi Swasta

 Dukungan untuk kegiatan inovatif di 1 sampai

4 negara bagian dan propinsi yang diarahkan untuk meningkatkan investasi sektor swasta dalam program-program dan proyek-proyek REDD+

$800.000

$200.000 untuk masing-masing dari 4 negara bagian/propinsi

(5)

Pengorganisasian dan Tata Kelola Dana GCF3

Wadah untuk Dana GCF rencananya adalah merupakan sebuah entitas nirlaba independen 501(c)(3) di Amerika Serikat. Kami telah menerima perkiraan awal sebesar $50.000 untuk membentuk entitas korporat tersebut dan mengembangkan dokumen-dokumen tata kelola yang sesuai. Menciptakan Dana GCF sebagai entitas independen akan memungkinkan terjadinya konsolidasi kegiatan administrasi pendanaan (pajak, akuntansi, dll.) dengan elemen programatis dana tersebut (RFP, pembentukan hibah, dll.). Kami memperkirakan Dana GCF akan memerlukan seorang direktur, seorang ahli teknis, dan setidaknya seorang staf (yang dapat dirangkap dengan Sekretariat GCF atau organisasi mitra lainnya) untuk mengelola kegiatan dan mendukung serta melaksanakan keputusan yang diambil oleh badan tata kelola Dana (lihat di bawah). Akan ada pula kebutuhan untuk mempertahankan konsultan, akuntan, dan bantuan hukum dari luar untuk berbagai aspek operasi Dana GCF. Staf Dana GCF akan bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan donor dan menyediakan laporan rutin bagi mereka.

Berkenaan dengan Tata Kelola Dana GCF, negara bagian dan propinsi anggota GCF mengungkapkan preferensi yang kuat saat pertemuan Santarém bulan September 2010 bahwa Dana GCF akan sepenuhnya independen dari para anggota dan Sekretariat GCF, dengan transparansi lengkap dan audit rutin dari semua operasinya.4 Ada pula minat besar dalam mengembangkan struktur tata kelola yang akan memungkinkan penggunaan cepat dari dana ini untuk kebutuhan kolektif yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pada saat yang sama, kami juga mengakui pentingnya menciptakan sebuah proses yang memberikan fleksibilitas pada donor untuk memastikan kontribusi mereka akan dialokasikan di dalam batas-batas mandat hukum masing-masing donor maupun di dalam tujuan-tujuan kebijakan yang lebih luas untuk memastikan bahwa pendanaan masa depan tidak ditempatkan dalam kondisi yang membahayakan. Karena itu, Dewan perlu mengevaluasi efektivitas kegiatan yang didanai oleh donor dan menyediakan laporan rutin serta menyakinkan bahwa kriteria dan tolok ukur kinerja untuk pekerjaan dirumuskan dengan baik, baik melalui kebutuhan kolektif dan hibah kompetitif, dan bahwa negara bagian anggota dapat mengumpulkan informasi tentang kriteria yang telah dirumuskan.

Secara tak langsung, kami mengusulkan untuk memberikan otoritas atas operasi Dana GCF kepada sebuah dewan independen (“Dewan”) yang terdiri dari pakar REDD+, yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di negara bagian dan propinsi anggota GCF serta pengalaman menggunakan sumber daya alam untuk kegiatan karbon hutan secara cepat dan akuntabel. Keanggotaan Dewan akan terdiri dari (a) perwakilan yang dipilih oleh daerah-daerah GCF (misalnya, masing-masing satu dari Brasil, Indonesia, Meksiko, dll.) untuk dicalonkan dan disetujui oleh negara bagian dan propinsi anggota di masing-masing daerah yang ditunjuk; dan (b) perwakilan yang dipilih oleh pendonor Dana GCF (terkait dengan sebuah kontribusi ambang batas). Persyaratan prosedural tertentu dan kriteria pemilihan untuk anggota Dewan perlu ditentukan sebelumnya dan diabadikan di dalam dokumen tata kelola Dana GCF. Untuk menjamin independensi, para anggota Dewan akan bertugas untuk satu masa jabatan tertentu dan akan bertanggung jawab untuk mengawasi Dana GCF dan menyetujui semua hibah. Sekretariat GCF, jika disetujui oleh Dewan, dapat menyediakan dukungan administratif dalam menawarkan/mengajukan

3 Pilihan-pilihan terkait struktur dan tata kelola Dana GCF berikut belum dibahas secara rinci dengan negara bagian

dan propinsi anggota GCF. Setiap proposal untuk Dana GCF perlu diserahkan kepada para anggota GCF untuk ditinjau dan disetujui.

4 Terlepas dari pandangan yang diungkapkan di Santarém bahwa Dana GCF tidak tergantung dari Sekretariat GCF,

jika tidak tercapai kesepakatan yang sesuai mengenai tata kelola Dana GCF dan/atau pendanaan yang mencukupi tidak tersedia, Sekretariat GCF dapat mengelola satu atau lebih hibah dengan bimbingan yang tepat untuk tujuan mendukung kegiatan yang dimaksudkan oleh Dana GCF. Penting untuk dicatat bahwa ini akan menjadi tambahan pada tanggung jawab Sekretariat GCF yang ada dan dengan demikian akan membutuhkan pendanaan dan dukungan tenaga tambahan.

(6)

proposal, menyusun kerangka acuan (ToR), dan mengelola hibah. Dewan juga bisa memilih untuk memasukkan stakeholder dan perwakilan lainnya (misalnya dari sektor swasta, pemerintah, atau dana-dana REDD+ lainnya) ke dalam kapasitasnya sebagai penasihat sehubungan dengan prioritas pendana-danaan. Dalam rangka untuk memastikan bahwa keputusan Dewan mengenai kegiatan tertentu yang diidentifikasikan untuk pendanaan tidak menciptakan masalah hukum atau politik bagi donor tertentu, serangkaian prosedur perlu disusun sebagai bagian dari dokumen tata kelola untuk Dana GCF yang akan memberikan kesempatan bagi donor untuk menentukan sebelumnya kegiatan tertentu yang tidak dapat mereka dukung dan, jika diperlukan, untuk memilih keluar dari dukungan setelah terlaksananya kegiatan tertentu. Dengan demikian, donor diharapkan untuk sepraktis mungkin memasukkan ke dalam hibah mereka larangan atau batasan khusus apapun tentang pendanaan yang kemudian akan dipertimbangkan oleh Dewan di dalam pembuatan keputusan mengenai dukungan untuk kegiatan tertentu. Dalam kasus dimana Dewan membuat keputusan bahwa, menurut pandangan satu atau lebih donor, akan timbul risiko yang signifikan yang memicu larangan hukum tertentu, donor yang bersangkutan akan dapat mengangkat isu tersebut dan, jika diperlukan, memilih keluar dari pendanaan kegiatan tertentu yang menjadi permasalahan tersebut. Akhirnya, ketentuan juga dapat dimasukkan ke dalam dokumen tata kelola Dana GCF yang akan, dalam keadaan luar biasa, memungkinkan donor untuk mengangkat isu yang telah terjadi atas dasar kekhawatiran yang signifikan bahwa dukungan untuk kegiatan tertentu dapat menempatkan masa depan pendanaan REDD+ pada posisi yang beresiko. Meskipun Dana GCF akan bersifat independen dari Satuan Tugas GCF, sangatlah penting bahwa kegiatan-kegiatan Dana GCF dikoordinasikan secara erat dengan kerja-kerja Satuan Tugas GCF yang tengah berjalan. Ini akan mencakup koordinasi melalui lokakarya dan pertemuan teknis GCF, elaborasi lebih jauh dari Database Pengetahuan GCF, dan kelanjutan pengembangan dari kerangka kerja bersama REDD+ oleh negara bagian dan propinsi anggota GCF.

Jadwal

Pendanaan awal untuk Dana GCF akan dipastikan pada paruh pertama tahun 2011. Pembentukan Dana GCF (yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu) dapat dimulai pada Maret 2011 dengan asumsi bahwa dukungan untuk pembentukan Dana GCF sudah tersedia. Tergantung pada keputusan mengenai tata kelola Dana GCF, pembentukan struktur tata kelola dan pengabadiannya di dalam dokumen tata kelola yang sesuai kemungkinan besar akan memakan waktu sampai April 2011. Pemilihan anggota badan tata kelola Dana GCF dapat berjalan bersamaan dengan pembentukan Dana GCF segera setelah struktur tata kelola ditentukan. Selama periode transisi sebelum operasi Dana GCF dimulai, tiap-tiap dana yang dialokasikan dapat disimpan dalam lembaga perwalian sementara bilamana diperlukan.

Idealnya, Pendanaan akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2011 dan akan beroperasi sampai seluruh dana tersebar atau sampai Desember 2013, yang manapun yang lebih dulu. Semua produk kerja hibah akan dipublikasikan secara real-time di situs GCF, dalam bahasa Inggris, Portugis, Spanyol, dan Indonesia serta didistribusikan secara luas.

Lampiran 1. Usulan Anggaran untuk Dana GCF

Kebutuhan Kolektif

Penilaian IPCC Tingkat 2 $1.485.000

(7)

Pengembangan Program/Platform REDD+ $520.000

Peningkatan Proses Stakeholder $390.000

Sub-Total $2.545.000

Hibah Kompetitif

Program Pembagian Keuntungan $645.000

Pembangunan registri $850.000

Pengembangan MRV $400,000

Peningkatan Investasi Swasta $800.000

Sub-total $2.695.000

Total Hibah $5.240.000

Admin (10% dari total) $524.000

Pembentukan Dana $50.000

Gambar

TABEL 1: Dana GCF: Kebutuhan Kolektif, Hasil, dan Perkiraan Biaya yang Teridentifikasi

Referensi

Dokumen terkait

Menyebabkan hujan asam. pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam

Maka penulis memilih judul skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Kelapa Sawit dengan Sistem Kebersamaan (Studi Kasus di Kelompok Tani

TEKNIK MESIN EXT + PEND.. TATA NIAGA

Dengan demikian peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Ulang

Berdasarkan kelebihan dari metode ARIMA yang telah dilakukan oleh para peneiti dan berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka peneliti akan menerapkan

Nach der Befreiung Deutschlands 1945 wurde Emil Julius Gumbel weder in der DDR noch in der BRD in irgendeiner Form rehabilitiert und erhielt selbst- verst¨ andlich auch nie einen Ruf

Penurunan Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan ini disebabkan oleh penurunan nilai kedua indeks pada penduduk miskin

Dalam penelitian ini Everyone is A Teacher Here yang dimaksud dalam penelitian ini adalah salah satu metode yang dikembangkan dalam dari model pembelajaran cooperative learning