• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP. terdaftar di KPP Pratama Padang Satu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PENUTUP. terdaftar di KPP Pratama Padang Satu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB V

PENUTUP 1.1. Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan terhadap 225 responden wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Padang Satu. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengetahuan wajib pajak mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan. Sehingga tingkat pengetahuan, pemahaman, dan wawasan tentang tujuan, fungsi, dan manfaat pajak perlu lebih ditingkatkan sehingga timbul kepatuhan dalam masyarakat wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik yang berimbas kepada penerimaan pajak negara yang signifikan.

2. Ketegasan penerapan sanksi perpajakan yang tegas, adil, dan merata mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan. Wajib Pajak akan patuh atau dengan kata lain sebagai alat pencegah (preventif) agar wajib pajak tidak melanggar aturan perpajakan karena akan memperberat kewajiban perpajakan yang akan mereka terima jika diberikan sanksi pajak.

3. Pelayanan petugas pajak pada KPP Pratama Padang Satu mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepatuhan. Dengan adanya pelayanan yang baik maka masyarakat wajib pajak akan merasa nyaman dan dengan senang hati melaksanakan kewajiban perpajakan yang berimbas kepada kepatuhan pajak yang signifikan.

(2)

2 4. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa Pengetahuan, Ketegasan, dan Pelayanan terhadap Kepatuhan adalah sebesar 0,471. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan, Ketegasan, dan Pelayanan mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap Kepatuhan sebesar 47,1% sedangkan sisanya 52,9% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak digunakan dalam model penelitian ini.

1.2. Implikasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui bahwa variabel Pengetahuan menjadi yang paling berpengaruh dan signifikan terhadap Kepatuhan disamping dua variabel lainnya. Oleh karenanya terdapat beberapa implikasi praktis yang diharapkan dapat diimplementasikan antara lain :

1. Bagi instansi terkait selaku pemegang otoritas perpajakan di Indonesia agar dapat lebih intensif melakukan kegiatan pengenalan dan sosialisasi pajak secara umum baik di lembaga formal maupun lembaga informal. Perlu adanya pemahaman bahwa pajak itu tidak sulit dan sederhana. Hal ini dimaksudkan agar wajib pajak tidak lebih dahulu apriori tentang pajak dan mau mulai membuka diri untuk belajar dan memahami pajak. Dapat dilakukan melalui perantaraan media cetak, media audio,media visual, maupun verbal.

2. Adanya sosialisasi terutama untuk para pedagang dan wiraswasta di lokasi sentra-sentra perdagangan terutama berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 karena banyak dari wajib pajak yang antipati dengan

(3)

3 aturan ini dikarenakan pemotongan pajak langsung 1% dari pendapatan kotor bukan dari pendapatan bersih tanpa memperhitungkan biaya-biaya dan kerugian yang ada.

3. Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat, dimana setiap adanya pelayanan masyarakat atau masyarakat butuh pelayanan dari instansi terkait, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah telah lapor SPT Tahunan. Sehingga mau tidak mau masyarakat secara sadar atau tidak sadar, terpaksa atau sukarela, mau dan patuh melaksanakan kewajiban perpajakannya.

4. Menanamkan masyarakat sadar pajak sejak dini melalui program tax goes to school (tgts), salah satunya dengan memasukkan program pajak tgts dalam bidang studi pelajaran ekstrakulikuler anak didik, serta aktif melakukan seminar-seminar di universitas-universitas. Sehingga diharapkan timbulnya suatu budaya baru yakni “Bangga Membayar Pajak”. Karena dari mereka-lah kelak yang akan menjadi calon wajib pajak potensial masa depan Indonesia. Di China yang sistem negaranya semi sosialis dapat dikatakan memiliki satu suku budaya dan pemikiran (kepercayaan) yang sama sehingga masih dapat dilakukan doktrinasi salah satunya tentang kepatuhan pajak. Disana, jika sekelompok elit masyarakat (panutan) patuh dalam membayar pajak maka akar rumpun dibawahnya cenderung akan mengikutinya.

5. Perlu ditambah tenaga petugas pajak dalam melaksanakan bimbingan/ simulasi/ konsultasi/ sosialisasi di kantor pajak untuk melayani masyarakat yang kurang terbiasa dengan hal-hal yang berbau aplikasi dan dunia maya.

(4)

4 Pelaporan pajak secara manual ke kantor pajak rata-rata menghabiskan waktu wajib pajak untuk antri menunggu giliran antara 1/2 jam sampai dengan 2 jam. Aplikasi perpajakan memang masih akan terus diupgrade ke arah penyempurnaan fitur, jaminan keamanan rahasia data wajib pajak, kecepatan loading, dan pengawasan internal sehingga butuh lebih banyak tenaga penyuluh.

Hal ini disebabkan karena aplikasi perpajakan berbasis online ternyata tidak dibarengi dengan kemampuan wajib pajak dalam menguasai informasi teknologi. Wajib pajak di Indonesia masih terbiasa dengan sistem manual dan cenderung apriori dengan perubahan teknologi yang tentunya ikut mempengaruhi kepatuhan wajib pajak secara umum. Berbeda dengan masyarakat di New Zealand yang sudah cukup terbiasa dengan serba online (elektronik), tidak hanya masalah bayar pajak, mulai dari pembayaran listrik, air, telepon, biaya sekolah, biaya perbaikan rumah, asuransi, dan lain-lain hampir tidak dilakukan secara cash (uang tunai), melainkan menggunakan kartu kredit atau internet banking, yang memang disamping itu ditunjang dengan kecepatan internet di negara tersebut cukup cepat dan murah sehingga mudah melakukan kegiatan online

6. Sanksi perpajakan yang diterapkan hendaknya dapat secara tegas diterapkan tanpa memandang status sosial, menyeluruh, dan berkeadilan. Karena banyak juga wajib pajak yang merasa bahwa kenapa hanya mereka saja yang telah membayar pajak namun tetangga/ rekan bisnis/ teman/ keluarga lain masih

(5)

5 ada yang belum membayar pajak dengan benar. Perlu adanya perluasan basis wajib pajak melalui kegiatan ekstensifikasi wajib pajak.

Perlu juga ditekankan disini bahwa sanksi pajak tidak hanya berlaku bagi mereka yang belum membayar pajak, tetapi juga halnya atas mereka yang belum patuh membayar pajak secara benar sesuai dengan keadaan penghasilan mereka yang sebenarnya. Dimisalkan seharusnya menurut ketentuan perpajakan mereka diharuskan membayar pajak sebesar Rp. 10.000.000 tetapi hanya membayar Rp. 2.500.000. Hal ini juga merupakan ketidakpatuhan yang patut diberi ketegasan sanksi. Jadi tidaklah benar, terhadap adanya anggapan umum dalam masyarakat bahwa akan dikenakan sanksi perpajakan hanya bila tidak membayar pajak.

7. Menghidupkan kembali kegiatan Pekan Panutan Pajak oleh pemimpin daerah di setiap awal tahun yang dulunya masih dilakukan namun sekarang tidak lagi. Mengundang dan memberi piagam penghargaan bagi wajib pajak patuh. Serta pemberian suvenir, stand pajak (corner tax) di tempat keramaian seperti di Mall, lembaga pemerintah/swasta yang melayani jasa publik, dan atau di kampus.

Adanya ketegasan sanksi harus dibarengi pula dengan adanya reward. Namun karena sifat hukum pajak adalah kontra prestasi yakni tiada mendapat imbalan jasa langsung serta dapat dipaksakan, tidak adanya memuat jenis penghargaan bagi wajib pajak yang patuh baik berupa prioritas mendapat jasa publik atau hadiah.

(6)

6 8. Perlunya peningkatan kemampuan petugas pajak baik dari segi pelayanan, keramahan, mengasah kemampuan dalam informasi teknologi, maupun penguasaannya terhadap aturan perpajakan itu sendiri. Petugas pajak harus bisa menjelaskan aturan. Karena sebagaimana diketahui bahwa peraturan pajak sangat cepat berubah (direvisi), baik dari segi isi aturan maupun standar pelaksanaan proseduralnya (SOP) yang memang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi nasional dan global. Terutama yang sedang hangat saat ini adalah masalah aplikasi e-faktur pajak dan penanganan wajib pajak pasca mengikuti program Pengampunan Pajak (tax amnesty).

9. Petugas pajak harus bisa menegakkan aturan pajak secara tegas, bekerja jujur, tidak mempersulit wajib pajak, bersikap adil dan memiliki kemampuan menjelaskan prosedur dan tata cara pengenaan pajak serta sanksi yang berlaku. Sehingga wajib pajak merasa nyaman dan tidak berkeberatan meskipun dikenakan sanksi pajak.

10. Account Representative sebagai jembatan penghubung langsung antara wajib pajak dengan kantor pajak harus berfungsi sebagai mitra, berkarakter ramah dan santun, bersikap terbuka untuk menanggapi setiap masalah yang dihadapi wajib pajak, lebih mengedepankan fungsi penyuluhan, pelayanan, dan pembinaan yang seimbang dengan fungsi eksekutor pajak (penarik pajak). Sebab selama ini yang sering terjadi di lapangan Account Representative lebih terkesan sebagai petugas penarik pajak karena target penerimaan yang menjadi sasaran utama dan melupakan (kurang memperhatikan) fungsi tugas P yang lain.

(7)

7 1.3. Keterbatasan Penelitian

Selama proses pembuatan penelitian ini, peneliti menyadari adanya sejumlah keterbatasan didalam penelitian ini yakni :

1. Penelitian ini hanya menggunakan variabel independen yaitu pengetahuan, ketegasan, dan pelayanan dan variabel dependen yaitu kepatuhan pajak, yang mana hasil penelitian ini dapat berbeda jika variabel penelitian diperluas. 2. Responden hanya yang terdaftar di KPP Pratama Padang Satu.

3. Peneliti hanya menggunakan metode kuesioner sebagai alat yang digunakan dalam pengumpulan data, dimana pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyan tertutup, sehingga responden tidak dapat memberikan jawaban yang lebih luas terhadap pertanyaan yang mereka jawab. Yang ada hanya lembaran isian yang tidak wajib diisi tentang bagaimana kesan dan saran agar kepatuhan dapat meningkat menurut versi wajib pajak.

4. Terdapat kemungkinan jawaban yang diberikan responden bias, dikarenakan wajib pajak tidak jujur dalam memberi jawaban karena faktor subjektif atau karena terburu-buru dalam mengisi kuisioner.

1.4. Saran

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka peneliti dapat memberikan saran berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, yakni :

(8)

8 5.4.1 Bagi Akademisi

Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan kajian penelitian di bidang yang sama maka dapat menambah variabel independen maupun variabel dependen yang kemungkinan memiliki pengaruh hubungan pengetahuan, ketegasan sanksi, dan kualitas pelayanan terhadap variabel kepatuhan melaksanakan kewajiban perpajakan yang mana tidak digunakan dalam penelitian ini, sehingga dapat ditemukan variabel baru yang akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Peneliti selanjutnya, disarankan untuk dapat menambah jumlah sampel dari beberapa KPP Pratama dari daerah lain sebagai bahan perbandingan yang mewakili budaya, karakter, dan ciri khas suatu daerah, yang kemungkinan sedikit banyaknya ikut memberi andil atau pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, sehingga penelitian dapat digeneralisasikan dengan baik.

5.4.2. Bagi Praktisi

Diharapkan bagi pengambil kebijakan untuk lebih meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan wajib pajak tentang pajak karena berpengaruh cukup signifikan terhadap Kepatuhan wajib pajak didalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data penelitian yang telah dikumpulkan melalui kuesioner (angket), baik untuk variabel dependen yaitu risk management practice (Y) maupun variabel independen

Variabel-variabel dalam penelitian ini yang meliputi variabel independen (eksogen, bebas) yaitu gaya kepemimpinan (X1), motivasi (X2), disiplin (X3), dan variabel

Bedasarkan hasil penelitian dan pemikiran penulis, maka disarankan melakukan penelitian lanjutan terhadap komponen kandungan nutrisi dan sifat kimiawi pakan

Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel independen lain yang mungkin mempengaruhi profitabilitas yang dapat dihasilkan oleh perusahaan perbankan dan

Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menambah variabel independen dan menambah periode pengamatan yang lebih panjang agar dapat memberikan hasil penelitian

Berdasarkan hasil penelitian diatas peneliti memberikan saran antara lain: diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai efek samping obat pada

Penelitian ini masih terbatas pada variabel independen dan dependen yang digunakan, oleh karena itu peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel baru atau berbeda selain dari

Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti yang hendak melakukan penelitian pada angka kuman udara ruang operasi sebelum dan sesudah pembersiham disarankan melakukan penelitian yang lebih