• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS EFEKTIVITAS BAURAN PROMOSI PROGRAM KELAS TIGA SMU DI LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA MERDEKA BOGOR. Oleh FUJI MARIA H

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS EFEKTIVITAS BAURAN PROMOSI PROGRAM KELAS TIGA SMU DI LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA MERDEKA BOGOR. Oleh FUJI MARIA H"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS EFEKTIVITAS BAURAN PROMOSI

PROGRAM KELAS TIGA SMU DI LEMBAGA PENDIDIKAN

PRIMAGAMA MERDEKA BOGOR

Oleh

FUJI MARIA

H24076045

PROGRAM SARJANA MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KHUSUS DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

ANALISIS EFEKTIVITAS BAURAN PROMOSI

PROGRAM KELAS TIGA SMU DI LEMBAGA PENDIDIKAN

PRIMAGAMA MERDEKA BOGOR

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus Departemen Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh : FUJI MARIA

H24076045

PROGRAM SARJANA MANAJEMEN PENYELENGGARAAN KHUSUS DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan YME, atas anugerah yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Judul skripsi ini adalah ”Analisis Efektivitas Bauran Promosi

Program Kelas Tiga SMU di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor.”

Penulis mendapatkan banyak bantuan baik saran dan motivasi dalam pembuatan skripsi ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bpk Ma’mun Sarma selaku dosen pembimbing yang telah memberikan saran, tenaga serta waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi

2. Bapak Dr. Ir. Jono M. Munandar, M.Sc dan Bapak R. Dikky Indrawan, SP. MM selaku dosen penguji yang telah bersedia menjadi penguji dan memberikan saran serta kritik yang membangun penulis

3. Kedua orang tua terkasih yang selalu memberikan penulis semangat dan doa dalam menyelesaikan studi di ekstensi manajemen

4. Bapak Drs. Siswandi, M.Si dan bapak Martin, S. Pd serta seluruh staf di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan penelitian

5. Sahabatku yang terkasih: Junita Siburian, Benardo Nababan, Richard Simanjuntak, Jessi Tambunan, Supardi Manurung, Landes Sibarani dan Mery Nadeak yang telah banyak memberikan bantuan, semangat dan terima kasih buat persahabatannya hingga sekarang

6. Teman-teman satu bimbingan: Nita, Ledyana dan Riris yang selalu menghadapi tiap tahap penelitian bersama-sama

7. Seluruh teman-teman Ekstensi Manajemen terkhusus angkatan 3 buat kekompakkan dan kebersamaannya selama perkuliahan di ekstensi manajemen

(4)

8. Teman-teman dari Pondok Dame, Naposobulung HKBP Bogor, EXOM (Extension Management) periode 2008-2009, KMKE dan KOMPERS yang memberikan dukungan serta doa yang tak hentinya kepada penulis 9. Sobat Kepompong : Lisnawati manurung, Intan Sitorus, Frangky Manalu,

Herlina Tampubolon, Binsar Sitompul dan Dani Situmorang.

Penulis juga berterima kasih kepada pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini namun tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pihak lain yang membutuhkan.

Bogor, Mei 2010

(5)

ABSTRAK

Fuji Maria H24076045. Analisis Efektivitas Bauran Promosi Program Kelas Tiga

SMU di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor. Di bawah bimbingan

Ma’mun Sarma.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Pendidikan umumnya didapatkan dari sekolah atau pendidikan formal, meskipun demikian jasa pendidikan dari luar sekolah diminati untuk memperdalam materi. Peluang dalam membuka usaha di bidang pendidikan sangat besar dengan melihat begitu banyak bermunculan lembaga pendidikan yang menawarkan berbagai bentuk bimbingan belajar dengan metode belajar yang berbeda-beda.

Tujuan dalam melaksanakan penelitian ini adalah: (1) Mengindentifikasi bauran promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka dan (2) Menganalisis efektivitas promosi pada Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dengan cara observasi atau pengamatan, wawancara dan pengisian kuesioner. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, internet dan dokumen-dokumen pendukung dari Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka. Analisis data mengunakan software SPSS 15.00

for windows dan microsoft Excel, serta menggunakan EPIC Model untuk

mengukur efektivitas promosi yang diterapkan.

Bauran promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor yaitu : periklanan, penjualan personal, promosi penjualan dan pemasaran langsung, seperti : menyebarkan brosur dan pemasangan spanduk di jalan-jalan yang strategis, try out akbar dan Member Get Member. Promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor dari segi dimensi

empathy yang memperoleh skor rata-rata sebesar 3,66 kemudian dimensi persuasion skor rata-rata yang diperoleh 3,75, dimensi impact yang diperoleh

3,56 dan dimensi communication memperoleh skor rata-rata 3,65 yang dapat menyatakan efektif. Jumlah EPIC Rate sebesar 3,66 yang menyatakan bahwa promosi yang dilakukan efektif karena rentang skala penilaian antara 3,428- 4,285 dinyatakan efektif.

(6)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bogor pada tanggal 30 April 1986 dari pasangan M. Samosir dan N. br Silitonga. Penulis mengawali pendidikan di SD Budi Mulia Bogor pada tahun 1992 dan lulus pada tahun 1998. Kemudian melanjut ke SMP Budi Mulia Bogor (1998–2001) dan SMUN 2 Bogor (2001–2004). Tahun 2004 penulis diterima menjadi mahasiswa di Program Diploma Tiga Departemen Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Tahun 2007 penulis melanjutkan studi di Program Sarjana Manajemen Penyelenggaraan Khusus Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Selama menjadi mahasiswa penulis aktif pada berbagai organisasi. Pada tahun 2004–2008 penulis aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB. Penulis dipercaya menjadi Koordinator Bidang Pembinaan Komisi Persekutuan (KOMPERS) PMK IPB periode 2006/2007. Penulis menjadi anggota pada Extension Of Management Club (EXOM), Departemen SHRD periode 2008/2009. Pada periode tersebut penulis mendapatkan piagam penghargaan sebagai staf terbaik Departemen SHRD serta menjadi staf terbaik di EXOM Club.

Untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, penulis melakukan penelitian pada tahun 2010 yang berjudul “Analisis Efektivitas Bauran Promosi Program Kelas Tiga SMU di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor.”

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK

RIWAYAT HIDUP ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

1. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 4

1.3. Tujuan Penelitian ... 5

1.4. Ruang Lingkup Penelitian ... 5

1.5. Manfaat Penelitian ... 5

2. TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1. Pemasaran ... 6

2.2. Bauran Pemasaran Jasa ... 8

2.3. Bauran Promosi ... 9

2.3.1. Karakteristik Bauran Promosi ... 11

2.3.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bauran Promosi ... 13

2.4. EPIC Model ... 14

2.5. Penelitian Terdahulu ... 16

3. METODOLOGI PENELITIAN ... 18

3.1. Kerangka Pemikiran ... 18

3.2. Jenis dan Sumber Data ... 19

3.3. Waktu dan Tempat ... 20

3.4. Metode Penarikkan Sampel... 20

3.5. Pengolahan dan Analisis Data... 20

3.5.1. Uji validitas dan reliabilitas ... 20

3.5.2. Analisis Tabulasi Sederhana ... 22

3.5.3. Skor Rata-Rata ... 22

(8)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 25

4.1. Gambaran Umum Lembaga Pendidikan Primagama ... 25

4.1.1. Sejarah Primagama dan Primagama Merdeka ... 25

4.1.2. Lokasi Lembaga Pendidikan Primagama ... 26

4.1.3. Visi, misi dan filosofi Lembaga Pendidikan Primagama ... 26

4.1.4. Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka ... 27

4.2. Gambaran Program Belajar di Lembaga Pendidikan Primagama... 34

4.3. Bauran Promosi Primagama Merdeka ... 37

4.4. Karakteristik Responden ... 38

4.5. Hasil Pengolahan Data ... ... 42

4.6. EPIC Model ……… 42

4.6.1. Analisis Tabulasi Sederhana ... 42

4.6.2. Skor Rata-Rata ... 46

4.7. Saran Responden ... 50

4.8. Implikasi Manajerial ... 50

5. KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

A. Kesimpulan ... 52

B. Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

(9)

DAFTAR TABEL

No Halaman

1. Data Lembaga Bimbingan Belajar di Bogor ... 2

2. Skor penilaian jawaban responden dalam kuesioner ... 24

3. Bentuk paket program kelas tiga SMU ... 37

4. Jumlah responden berdasarkan bentuk promosi ... 38

5. Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin ... 39

6. Jumlah responden berdasarkan jurusan ... 40

7. Jumlah responden berdasarkan pendapatan orang tua per bulan ... 42

8. Dimensi Empathy responden... 43

9. Dimensi Persuasion responden ... 44

10. Dimensi Impact responden ... 57

(10)

DAFTAR GAMBAR

No Halaman 1. Jumlah Lembaga Bimbingan Belajar

di Bogor……. ... 3

2. Kerangka pemikiran ... 19

3. Gambar struktur organisasi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka ... 27

4. Jumlah responden berdasarkan asal sekolah ... 41

5. Hasil pengukuran dimensi Empathy... 46

6. Hasil pengukuran dimensi Persuasion ... 47

7. Hasil pengukuran dimensi Impact ... 47

8. Hasil pengukuran dimensi Communication ... 47

9. Gambar EPIC Model promosi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor ... 49

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

No Halaman

1. Lembar kuesioner ... 56

2. Pertanyaan wawancara kepada pengelola Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka ... 59

3. Hasil uji validitas ... 60

4. Hasil uji reliabilitas ... 62

5. Analisis tabulasi sederhana ... 63

(12)

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan (http: www.semasajaya.sch.id).

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Pendidikan di Indonesia mengenal tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar (SD/MI/Paket A dan SLTP/MTs/Paket B), pendidikan menengah (SMU, SMK), dan pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula pendidikan anak usia dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasar.

Pendidikan Dasar adalah merupakan pendidikan awal selama sembilan tahun pertama masa sekolah anak-anak, yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi antara lain: Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Seni, dan Pendidikan Olahraga. Di akhir masa pendidikan SD, para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun. Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar, terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat (http:www.wikipedia Indonesia).

(13)

Pendidikan umumnya didapatkan dari sekolah atau pendidikan formal, meskipun demikian jasa pendidikan dari luar sekolah diminati untuk memperdalam materi. Peluang dalam membuka usaha di bidang pendidikan sangat besar dengan melihat begitu banyak bermunculan lembaga pendidikan yang menawarkan berbagai bentuk bimbingan belajar dengan metode belajar yang berbeda-beda. Bimbingan belajar (bimbel) adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih banyak untuk diberikan kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya. Berikut beberapa Lembaga Pendidikan yang menawarkan jasa pendidikan yang berupa bimbingan belajar di Bogor.

Tabel 1. Data Lembaga Bimbingan Belajar di Bogor

Sumber: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Bogor 2009

No Nama Lembaga Pendidikan

Alamat Tahun Berdiri

1. Lembaga Pendidikan Primagama Jl Perintis Kemerdekaan Merdeka B 25/26 BOGOR Tahun 1982

2. PIM Ruko VIP Jl. Pajajaran no.8

Tahun 1999

3. LPP Purnawarman Jl.Sudirman no.35 ± Tahun 2002 4. GO (Ganesha

Operation)

Jalan Mawar Merdeka Bogor

Tahun 1984

5. BTA Group Jl. Gedong Sawah IV No. 5A

Tahun 1979

6. Bintang Pelajar Jl. Pajajaran Bogor Tahun 1995 7. LP3I Jalan Pajajaran No 88 A

Villa Indah Pajajaran Bogor

Tahun 1989

8. Unggul College Jl. Palupuh Raya No. 10, Bantarjati Bogor

Tahun 1981

(14)

Merebaknya lembaga-lembaga bimbingan belajar ini tetap menimbulkan berbagai reaksi dalam masyarakat. Ada yang menengarai bahwa merebaknya lembaga bimbingan belajar sebagai bentuk komersialisasi dunia pendidikan. Di pihak lain ada yang melihat keberadaan bimbingan belajar sebagai bentuk pengelompokan sosial belajar kemampuan ekonomi (sebab tidak jarang biaya masuk bimbingan belajar jauh lebih mahal dibandingkan dengan SPP sekolah).

Beberapa kebijakkan di bidang pendidikan yang diambil oleh pemerintah dan masnyarakat merupakan wujud keseriusan usaha guna mengangkat mutu pendidikan di Indonesia pada persaingan global. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004 tetap dijalankan meski dalam pelaksanaannya diserahkan kepada kesiapan daerah atau sekolah masing-masing. Hadirnya Lembaga Pendidikan Primagama sebagai salah satu Lembaga Pendidikan non-formal dimaksudkan agar bisa ikut mendukung dan bersinergi dengan pemerintah maupun sekolah dalam mendidik masnyarakat. Sesuai fungsinya, sebagai bimbingan belajar yang menitikberatkan pada pendampingan belajar, Primagama terus berupaya untuk tetap membimbing siswa dalam menambah dan memperkuat materi belajar, pengulangan pelajaran di sekolah serta mengatasi kesulitan materi belajar maupun strategi belajar.

Gambar 1. Jumlah Lembaga Bimbingan Belajar di Bogor 0 2 4 6 8 10 1975 1980 1985 1990 1995 2000 2005 2010

(15)

Meningkatnya jumlah lembaga bimbingan belajar dari tahun ke tahun seperti pada Gambar 1, menciptakan persaingan pasar, yakni tidak hanya persaingan antar bentuk bimbingan belajarnya saja, tetapi juga persaingan antar merek dan metode belajar yang ditawarkan. Salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha yang dilakukan adalah promosi. Bauran promosi ini juga melibatkan persepsi konsumen terhadap promosi yang dilakukan oleh lembaga tersebut .

Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran (Kotler dan Amstrong, 2008). Oleh karena itu, perlu dikaji sejauh mana promosi yang telah dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka apakah sudah efektif untuk mendapatkan perhatian dari calon siswa bimbingan belajarnya.

1.2. Rumusan Masalah

Perkembangan Lembaga Pendidikan di kota-kota besar sudah sangat meluas, termasuk juga di kota Bogor. Di kota Bogor sendiri telah berdiri berbagai bentuk Lembaga Pendidikan yang menawarkan bimbingan belajar di luar pendidikan sekolah salah satunya Lembaga Pendidikan Primagama. Setiap lembaga pendidikan tentunya memiliki strategi promosi yang berbeda untuk mendapatkan perhatian konsumen. Mengacu pada kondisi yang dikemukakan di atas, permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini kali ini adalah :

1. Bagaimana kegiatan promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka sebagai salah satu Lembaga yang menawarkan bimbingan belajar di Bogor?

2. Apakah sudah efektif bauran promosi di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka ?

(16)

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam melaksanakan penelitian ini adalah:

1. Mengindentifikasi bauran promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka

2. Menganalisis efektivitas promosi di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini berfokus untuk menganalisis kegiatan promosi yang dipengaruhi respon konsumen dalam menentukan efektif atau tidak promosi yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka dengan responden yaitu kelas tiga sekolah menengah umum.

1.5. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:

1. Bahan masukan bagi pihak manajemen dalam menentukan bauran promosi untuk diimplementasikan dalam menghadapi persaingan

2. Memberikan pengetahuan dan bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya

(17)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pemasaran

Perubahan dan kemajuan secara tidak langsung akan mempengaruhi suatu perubahan dalam mempertahankan pangsa pasar, akibatnya timbul persaingan antar perusahaan dalam menawarkan produknya di pasar. Persaingan bisnis yang dihadapi perusahaan-perusahaan pada saat ini semakin ketat sehingga menuntut manajemen perusahaan untuk lebih cermat dalam menentukan strategi pemasaran agar dapat memenangkan persaingan yang semakin kompetitif. Menurut Kotler (2002), pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya terdapat individu dan kelompok, untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Menurut asosiasi Pemasaran Amerika dalam buku Manajemen Pemasaran karangan Kotler (2002), pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.

Pemasaran merupakan hasil dari seluruh kegiatan yang menjaga agar perusahaan selalu memperhatikan pelanggannya dan, dengan manajemen yang baik dan sedikit keberuntungan, memastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan dihargai oleh para pelanggannya (Hiam dan Schewe, 1994). Sedangkan Lembaga pemasaran terkemuka yang ada di Inggris, yakni BCIM dalam buku Periklanan karangan Jefkins (1993), mendefinisikan pemasaran sebagai proses manajemen yang bertanggung jawab terhadap identifikasi, antisipasi, serta pemenuhan kebutuhan konsumen, dan dalam waktu bersamaan, menciptakan keuntungan bagi perusahaan.

Bery dalam Hiam dan Schewe (1994) memperkenalkan tujuh elemen bauran pemasaran yang disusun peringkatnya dari yang paling penting sampai yang paling kurang penting, yaitu:

(18)

1. Kepekaan pelanggan (customer sensitivity): sikap karyawan, perlakuan terhadap pelanggan, dan tanggapan terhadap pelanggan.

2. Produk: mutu, keandalan, dan atribut-atribut produk.

3. Kemudahan atau kenyamanan pelanggan (customer convenience): ketersediaan bagi pelanggan, kenyamanan pelanggan, dan penjualan. 4. Layanan atau jasa (service): layanan purna jual, layanan pra-jual,

kenyamanan pelanggan.

5. Harga: Harga yang ditetapkan, syarat-syarat pembayaran, dan kemudahan-kemudahan lainnya (misalnya: potongan harga).

6. Distribusi: aksesabilitas produsen, fasilitas yang dimiliki produsen (penyedia produk/jasa), syarat pembayaran, dan ketersediaan bagi pelanggan.

7. Promosi: periklanan, publisitas, penjualan, layanan purna-jual, dan potongan harga.

Proses Manajemen Pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Mengetahui apa saja yang diinginkan oleh konsumen yang berkenaan dengan produk, kinerja serta kualitas adalah tahap pertama yang sangat penting dari kegiatan pemasaran. Yang akhirnya (manajemen) pemasaran memiliki tujuan yaitu :

1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.

2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan manajemen pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.

3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

(19)

2.2. Bauran Pemasaran Jasa

Bauran pemasaran menurut Kotler (2005) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Tugas para pemasar tidak hanya merumuskan strategi pokok untuk mencapai sasaran pemasarannya tetapi juga menyusun strategi pendukungnya berupa bauran pemasaran yang sangat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan pemasaran, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil paling memuaskan. Manajemen pemasaran bagi pemasaran produk barang terbagi atas empat kebijakan pemasaran yang disebut bauran pemasaran (Marketing Mix), yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi. Sedangkan bauran pemasaran jasa dikenal dengan Manajemen Jasa terpadu yaitu perencanaan dan pelaksanaan terkoordinasi kegiatan-kegiatan pemasaran, operasi, sumber daya manusia (SDM) yang penting bagi keberhasilan perusahaan jasa. Sehingga bauran pemasaran untuk produk jasa terdiri dari delapan komponen atau yang dikenal dengan komponen 8P (Lovelock dan Wright, 2005). Komponen tersebut terdiri dari :

1. Produk (Product)

Merupakan semua komponen kinerja jasa yang menciptakan nilai bagi pelanggan. Produk tersebut harus memiliki daya saing yang tinggi dibandingkan produk jasa lain.

2. Tempat dan Waktu (Place and Time)

Merupakan suatu keputusan manajemen tentang kapan, dimana dan bagaimana menyampaikan jasa kepada pelanggan.

3. Proses (Process)

Metode pengoperasian atau serangkaian tindakan tertentu, yang umumnya berupa langkah-langkah yang diperlukan dalam suatu urutan yang telah ditetapkan.

(20)

4. Produktivitas dan Kualitas (Productivity and Quality)

Produktivitas adalah seberapa efisien pengubahan input jasa menjadi output yang menambah nilai bagi pelanggan. Sedangkan kualitas adalah sejauh mana suatu jasa memuaskan pelanggan dengan memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan mereka.

5. Orang (people)

Orang diartikan sebagai karyawan dan kadang-kadang pelanggan lain yang terlibat dalam proses produksi.

6. Promosi dan Edukasi (Promotion and Education)

Merupakan semua aktivitas dan alat yang menggugah komunikasi yang dirancang untuk membangun preferensi pelanggan terhadap jasa dan penyedia jasa tertentu.

7. Bukti Fisik (Phisical Evidence)

Bukti fisik adalah petunjuk visual atau berwujud lainnya yang memberikan bukti atas kualitas jasa.

8. Harga (Price)

Merupakan pengeluaran uang, waktu dan usaha oleh pelanggan untuk membeli dan mengkonsumsi jasa. Harga dan komponen jasa lainnya memperlihatkan kepada manajemen berbagai biaya yang ditimbulkan pelanggan dalam memperoleh manfaat suatu jasa.

2.3. Bauran Promosi

Promosi menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan keunggulan produknya dan membujuk konsumen untuk membeli produk tersebut (Kotler, 2002). Menurut Hiam dan Schewe (1994), promosi adalah semua teknik yang secara persuasive mengkomunikasikan informasi positif tentang produk penjual kepada calon pembeli ; meliputi iklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat.

(21)

Definisi-definisi lima perangkat (alat-alat) promosi utama adalah sebagai berikut:

1. Pemasangan iklan

Adalah setiap bentuk presentasi dan promosi non-personal yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang, atau jasa oleh sponsor yang jelas.

2. Penjualan personal

Adalah presentasi personal oleh tenaga penjualan sebuah perusahaan dengan tujuan menghasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.

3. Promosi penjualan

Adalah insentif-insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan sebuah produk atau jasa.

4. Hubungan masyarakat

Adalah membangun hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan sejumlah cara supaya memperoleh publisitas yang menguntungkan, membangun citra perusahaan yang bagus, dan menangani atau meluruskan rumor, cerita, serta event yang tidak menguntungkan. Menurut Jefkins (1993), promosi dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Above the line

Bentuk promosi yang menggunakan sarana promosi yang menjadikan media yang tradisional sebagai sarana penyampaian pesan media yang efektif. Biasanya berbentuk komisi bagi agen penjualan, menggunakan media massa seperti TV, radio, Koran, film serta pembagian brosur. 2. Below the line

Bentuk promosi yang tidak seperti biasanya dan dilakukan secara tidak langsung. Promosi ini dapat berbentuk pemberian tambahan pada jasa yang dilakukan oleh tenaga penjual, pemberian sponsorship pada suatu kegiatan, melaksanakan kegiatan sosial, dsb.

(22)

Tugas promosi adalah memastikan bahwa konsumen sasaran mengetahui dan menyukai produk-produk perusahaan. Bauran Promosi terdiri dari 5 cara yang merupakan alat pemasaran (marketing tools), yaitu : Advertising, Direct

marketing, sales promotion, public relations & publicity and personal selling.

Perusahaan selalu mencari cara untuk mendapatkan efisiensi dengan menggantikan alat yang satu dengan yang lain karena lebih hemat dan efektif (www.akademikawesite.com)

2.3.1. Karakteristik Bauran Promosi

Karakteristik dari tiap promotional tools (alat-alat promosi) sebagai berikut:

1. Advertising (Pemasangan Iklan):

Presentasi untuk umum

Diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali

Kesempatan yang lebih baik untuk memberikan 'arti' produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna.

Impersonality, hanya monolog bukan dialog.

2. Sales Promotion (Promosi Penjualan):

Menyampaikan informasi lewat komunikasi Memberikan insentif untuk konsumen

Mengundang/mengajak konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.

3. Direct Marketing (Pemasaran Langsung):

Melalui surat langsung, telemarketing, electronic marketing dll. Non publik, untuk orang tertentu

Mengikuti kebiasaan konsumen

Up to date

4. Public Relations & Publicity (Hubungan Masyarakat):

Kepercayaan yang tinggi

Off-guard, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan salesman

(23)

5. Personal selling (Penjualan Personal):

Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan konfrontasi personal

Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen

Menurut Kotler dan Andreasen (1995) ada lima jenis perbedaan karakteristik masing-masing bauran promosi, yaitu :

1. Periklanan Komersil (Point Advertising) : segala bentuk periklanan dengan membeli sejumlah ruang atau tempat dalam media komunikasi formal. Biasa dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan produknya.

2. Periklanan Sosial (Unpaid advertising) : pesan yang disampaikan dengan bentuk periklanan ini biasa disebut iklan layanan masyarakat. 3. Promosi penjualan (Sales promotion) : insentif jangka pendek yang

diberikan untuk mendorong tindakan membeli produk barang / jasa menunjukkan perilaku tertentu.

4. Pemberitaan (Publicity) : senada dengan periklanan melalui media formal, namun informasi yang termuat berbentuk laporan berita.

5. Penjualan tatap muka (Personal Selling) : penyampaian informasi secara oral tentang suatu penawaran kepada sasaran (pasar) dengan tujuan mendorong sasaran melakukan transaksi. Ada tiga keunggulan penjualan tatap muka jika dibandingkan dengan periklanan, yaitu: 1. Konfrontasi pribadi : melibatkan hubungan yang hidup, langsung

dan interaktif antara dua orang atau lebih

2. Perkembangan : memungkinkan terjadi segala jenis hubungan mulai dari hubungan penjualan yang tidak berbelit-belit sampai persahabatan pribadi yang mendalam.

3. Respon : membuat audiens merasa memiliki tanggung jawab karena telah mendengarkan wiraniaga bicara atau karena telah menyita waktunya.

(24)

2.3.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran promosi

Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran promosi menurut Jefkins (1993), meliputi:

1. Jenis produk yang dipasarkan

Perusahaan yang memasarkan consumer goods lebih banyak menggunakan iklan kemudian sales promotion, personal selling dan

public relation. Untuk industrial goods, lebih banyak menggunakan personal selling, kemudian sales promotion, iklan dan public relation.

2. Push Vs Pull Strategy

Push Strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama sales force dan

promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran perantara (intermediari) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan membawa produk untuk dipromosikan kepada end users. Pull Strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end users untuk membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga perantara kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan.

3. Buyer-readiness stage

Efektivitas dan biaya masing-masing promotional tools berbeda pada tiap-tiap tahapan proses pembelian. Iklan dan Publisitas adalah yang paling efektif pada tahap awal proses pembelian, sedangkan personal

selling dan sales promotion adalah yang paling efektif untuk tahapan

selanjutnya.

4. Product Life cycle Stage

Efektivitas dan biaya promotional tools juga berbeda pada tiap tahap siklus hidup produk. Dalam tahap Introduction, iklan dan publisitas akan efektif, kemudian diikuti dengan sales promotion untuk membujuk orang agar mau mencoba dan personal selling untuk dapat mengkover distribusi yang luas. Dalam tahap Growth, semua tools dapat diredam karena tingkat permintaan cukup tinggi. Pada tahap Maturity, sales promotion,

(25)

advertising dan personal selling semuanya menjadi penting untuk

dilakukan. Pada tahap Decline, sales promotion harus terus dilaksanakan, iklan dan publisitas dikurangi dan salesman dapat memberi perhatian yang minimal untuk produk ini.

5. Company Market Rank

Merek-merek ranking teratas lebih banyak menggunakan iklan daripada

sales promotion, sedangkan untuk merek-merek rangking dibawahnya,

ketika profitabilitas menurun, akan lebih banyak menggunakan sales

promotion daripada iklan.

2.4. EPIC Model

Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan EPIC model, Durianto et all (2003). EPIC model yang dikembangkan oleh AC Nielsen, salah satu perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, EPIC Model mencakup empat dimensi kritis yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi (Empathy,

Persuasion, Impact and Communications – EPIC) berikut akan dipaparkan

dimensi – dimensi dalam EPIC model. A. Dimensi Empathy (Empati)

Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek. Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati melibatkan afeksi dan kognisi konsumen, afeksi dan kognisi mengacu pada dua tipe tanggapan internal psikologis yang dimiliki konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung. Dalam bahasa yang lebih sederhana, afeksi melibatkan perasaan, sementara kognisi melibatkan pemikiran, variasi tanggapan afektif dapat berupa penilaian positif, negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan konsumen dapat merasakan empat jenis tanggapan afektif yaitu emosi, perasaan khusus, suasana hati dan evaluasi yang berbeda dalam tingkat intensitas dan daya improvisasinya.

(26)

B. Dimensi Persuasion (Persuasi)

Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek. Persuasi adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan keinginan berperilaku yang disebabkan satu komunikasi promosi. Proses persuasi yang akan dipakai ditentukan dengan tingkat keterlibatan konsumen dalam pesan produk .

C. Dimensi Impact (Dampak)

Dimensi Impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang disampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan.

Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk (levels of product

knowledge) yang berbeda-beda yang dapat digunakan untuk menerjemahkan

informasi baru dan membuat pilihan pembelian. Konsumen dapat memiliki empat tingkat pengetahuan produk, yaitu : kelas produk, bentuk produk, merek, dan model.

D. Dimensi Communications (Komunikasi)

Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemrosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan permasalahan komunikasi. Proses dimulai ketika sumber komunikasi promosi menentukan informasi apa yang harus dikomunikasikan, kemudian meng-enkoding pesan tersebut dalam bentuk simbol-simbol yang paling tepat (menggunakan kata, gambar, atau tindakan). Kemudian, pesan

(27)

ditransmisikan ke sebuah penerima melalui berbagai media, seperti pertunjukan televisi, penawaran via pos, billboard, atau majalah.

Penerima atau konsumen, jika digiring ke suatu promosi, harus

men-dekoding atau menerjemahkan maknanya. Kemudian, konsumen dapat mengambil

tindakan, seperti pergi ke toko atau melakukan pembelian.

2.5. Penelitian Terdahulu

Menurut M. Imaduddin (Tahun 2003) yang berjudul Analisis Efektivitas Promosi PT. BPRS Amanah Ummah Leuwiliang Bogor menganalisis efektivitas promosi yang dilakukan PT. BPRS Amanah Ummah Leuwiliang Bogor menyimpulkan bahwa promosi yang telah dilakukan terbukti efektif dalam menjaga nasabah yang dimilikinya, serta meningkatkan kualitas dari nasabah tersebut. Sedangkan dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Napitupulu, R.P.S (Tahun 2009) dengan judul Analisis Efektivitas Promosi pada LPP Purnawarman Bogor dapat disimpulkan kegiatan promosi yang dilakukan bertujuan menarik perhatian konsumen agar mengikuti program bimbingan belajar di LPP Purnawarman Bogor dan melakukan transaksi/pendaftaran sehingga dapat meningkatkan jumlah perolehan siswa dan menciptakan brand awareness di masnyarakat luas.

Menurut FB. Yudi dalam Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 3 No 6 Desember 2005, menyimpulkan Efektivitas iklan dari keempat faktor EPIC tersebut dinyatakan efektif karena berdasarkan analisa dan pembahasan didapatkan hasil perhitungan dari masing-masing variable dimensi berturut-turut adalah 3,558, 2,395, 3,570, dan 3,870. Ternyata Faktor Komunikasi menjadi faktor yang paling dominan diantara faktor lainnya. Perusahaan dapat lebih menekankan pada peningkatan dan mempertahankan faktor dominan ini dalam upaya mempertahankan efektifitas iklan.

(28)

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilaksanakan dengan tujuan utama membahas efektivitas terhadap kegiatan promosi yang dilakukan. Dalam penelitian ini selain mengetahui efektivitas bauran promosi dan membahas kegiatan promosi yang telah dilakukan Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka.

(29)

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Kerangka Pemikiran

Lembaga Pendidikan Primagama memiliki visi dan misi dalam menjalankan bisnis di bidang pendidikan. Visi dan misi ini diwujudkan dalam bauran pemasaran perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh strategi pemasaran yang paling tepat untuk menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan yang menawarkan program bimbel (bimbingan belajar). Upaya tersebut tidak mudah karena pasar biasanya sudah dihuni oleh pemain-pemain lama yang sudah menduduki posisi mapan di pasar.

Promosi adalah salah satu bagian penting dari pemasaran karena berhubungan dengan usaha yang secara persuasive mengkomunikasikan informasi positif tentang produk penjual kepada calon pembeli sehingga dapat memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan. Melalui promosi, diharapkan dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. Kegiatan promosi dirancang dengan kreatif dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian disebut bauran promosi. Bauran promosi meliputi periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan publisitas.

Kegiatan promosi yang efektif akan mampu mendukung strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan pasar. Oleh karena itu, promosi yang efektif penting untuk diketahui. Efektivitas promosi dapat dilihat dari bagaimana respon konsumen terhadap bauran promosi yang diterapkan apakah sudah seperti yang diharapkan. EPIC Model adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur efektivitas promosi.

Kegiatan promosi yang telah diterapkan dan jumlah konsumen yang menjadi siswa-siswi dari Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka dapat diketahui melalui data historis lembaga tersebut. Selain data historis juga menggunakan kuesioner. Hal ini memiliki tujuan untuk mengetahui respon

(30)

konsumen terhadap bauran promosi yang dijalankan. Dengan menggunakan EPIC Model, penulis dapat menganalisis efektivitas promosi yang diterapkan Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka. Alur pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Kerangka Pemikiran Penelitian

3.2. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data primer dan data

sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dengan cara observasi atau pengamatan, wawancara dan pengisian kuesioner. Data Primer diperoleh dari

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran Promosi

Periklana n

Efektivitas Bauran Promosi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Visi dan Misi Lembaga Pendidikan

Primagama Merdeka Promosi Penjualan Hubungan Masyarakat Penjualan Personal Mengukur Efektivitas Promosi dengan EPIC Model

(31)

lembar kuesioner untuk siswa/i dapat dilihat selengkapnya pada Lampiran 1 dan wawancara pengelola Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka, Kuesioner pertanyaan wawancara dapat dilihat selengkapnya pada Lampiran 2. Penyebaran kuesioner ditujukan untuk mengetahui respon responden terhadap promosi yang dilakukan Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, internet dan dokumen-dokumen pendukung dari Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka.

3.3. Waktu dan Tempat

Penelitian dilakukan di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka Bogor yang berlokasi di Mall Merdeka B-26 telepon (0251) 8345787. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Februari sampai April 2010.

3.4. Metode Penarikan Sampel

Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang bisa dapat digunakan dalam membuat beberapa kesimpulan, sedangkan sampel adalah elemen yang mewakili populasi. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah seluruh siswa jenjang pendidikan menengah kelas tiga sekolah menengah atas pada Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka pada tahun ajaran 2009/2010 yang memenuhi kriteria populasi dan bersedia menjadi responden. Responden penelitian ini yaitu tingkat sekolah menengah kelas tiga terdiri dari dua jurusan yaitu jurusan IPA dan IPS, jumlah siswa/i yang berada kelas IPA 81 orang sedangkan jurusan IPS berjumlah 19 orang, sehingga jumlah keseluruhan populasi 100 orang. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini ditentukan dengan metode sensus.

3.5. Pengolahan dan Analisis Data 3.5.1. Uji validitas dan reliabilitas

Kuesioner dibuat untuk memperoleh data primer mengenai topik penelitian, yaitu untuk mengetahui bagaimana tanggapan reponden mengenai pertanyaan yang berkaitan dengan topik penelitian. Dalam pembuatan kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Validitas menyangkut tingkat akurasi yang dicapai oleh sebuah indikator dalam menilai sesuatu atau akuratnya

(32)

pengukuran atas apa yang seharusnya diukur. Sedangkan, reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat sampai dimana masing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah konstruk /faktor laten yang umum. Maksudnya adalah bagaimana hal yang spesifik dapat menjelaskan sesuatu yang umum.

Uji validitas dapat dilakukan melalui beberapa tahap pengujian validitas alat ukur, yaitu mengidentifikasi secara operasional konsep yang akan diukur, melakukan uji coba pengukuran pada sejumlah responden minimal 30 responden, dengan jumlah minimal ini, skor (nilai) akan lebih mendekati kurva normal. Menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi product moment, yang rumusnya seperti berikut:

n ( xy) – ( x) ( y)

r hitung = ……….. (1)

(n x2) – ( x)2n y2)-( y)2 Di mana :

rhitung = nilai koefisien Pearson

x = skor pernyataan y = skor total

n = jumlah responden

Syarat uji validitas di mana hasil yang diperoleh lebih dari rtabel (0,361).

Uji reliabilitas menggunakan teknik alpha cronbach, yaitu teknik mencari keandalan, yang skornya merupakan rentangan antara beberapa nilai seperti 0-10.

Rumus ini ditulis sebagai berikut : k  σb2

r11 = 1- ……….. (2)

(33)

Di mana :

r11 = realiabilitas instrument

k = banyak butir pertanyaan σt2 = variantotal

 σb2 = jumlah varian butir

Keandalan atau reliabilitas diartikan sebagai seberapa jauh pengukuran bebas dari varian kesalahan acak (free from random error). Kesalahan acak akan menurunkan tingkat keandalan hasil pengukuran. Jika ingin merasa yakin bahwa nilai dari kuesioner dapat mencerminkan tingkat pengaruh keputusan konsumen secara andal, penelitian yang dilakukan harus menunjukkan tingkat keandalan data yang tinggi. Koefesien Cronbach Alpha adalah suatu alat analisis penilaian keandalan (reliability test) dari suatu skala yang dibuat. Cara ini untuk menghitung korelasi skala yang dibuat dengan seluruh variabel yang ada, dengan angka koefesien yang dapat diterima yaitu di atas 0,6.

3.5.2. Analisis Tabulasi Sederhana

Dalam analisis tabulasi sederhana , data yang diperoleh diolah ke bentuk prosentase. Rumus ini ditulis sebagai berikut :

P = fi x100% ……….. (3)

∑ fi

Di mana :

P = prosentase responden yang memilih kategori tertentu fi = jumlah responden yang memilih kategori tertentu.

∑ fi = banyaknya jumlah responden 3.5.3. Skor Rata-Rata

Setiap jawaban responden dari pertanyaan yang diberikan, diberikan bobot. Cara menghitung skor adalah menjumlahkan seluruh hasil kali nilai masing–masing bobotnya dibagi dengan jumlah total frekuensi.

(34)

Rumus :

x= ∑fi.wi ……….. (4) ∑fi

Di mana :

x = rata – rata berbobot fi = frekuensi

wi = bobot

Setelah itu digunakan rentang skala penilaian untuk menentukan posisi tanggapan responden dengan menggunakan nilai skor setiap variabel. Bobot alternatif jawaban yang terbentuk dari teknik skala peringkat terdiri dari kisaran antara 0 hingga 6 yang menggambarkan posisi yang sangat negatif ke posisi yang positif. Selanjutnya dihitung rentang skala dengan rumus sebagai berikut :

Rs = R( bobot ) ……….. (5) M

Di mana ;

R ( bobot ) = bobot terbesar – bobot terkecil M = banyaknya kategori bobot

Langkah terakhir adalah menentukan EPIC Rate dengan rumus:

EPIC Rate = x Empahty + x Persuasion + x Impact + x Communicaton …… (6)

4

3.5.4. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian

Analisis data mengunakan software SPSS 15.00 for windows dan

microsoft Excel, serta menggunakan EPIC Model untuk mengukur efektivitas

promosi yang diterapkan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner kepada responden diuji melalui skala Likert. Skor untuk setiap jawaban responden dalam kuesioner dapat dilihat dalam Tabel 2.

(35)

Tabel 2. Skor penilaian jawaban responden dalam kuesioner

Jawaban Singkatan Skor

Sangat tidak setuju STS 1

Tidak setuju TS 2

Cukup C 3

Setuju S 4

(36)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Lembaga Bimbingan Belajar Primagama 4.1.1. Sejarah Primagama dan Primagama Merdeka

Lembaga Pendidikan Primagama telah berdiri 28 tahun berkecimpung dan mengabdikan diri di dunia pendidikan. Sejak didirikan oleh Purdi E. Chandra di Yogyakarta pada tanggal 10 Maret 1982 hingga sekarang Primagama tetap berkembang dengan penuh keyakinan akan komitmennya di dunia pendidikan serta pengelolaan yang profesional. Kini Primagama tidak hanya eksis, tapi juga telah menjadi bimbingan belajar ternama sekaligus terbesar di Indonesia dan tercatat dalam daftar museum rekor Indonesia (MURI) pada tahun 1999 sebagai bimbingan belajar terbesar di Indonesia dan memiliki banyak outlet (www.primagama.co.id).

Salah satu outlet yang telah berdiri ± 11 tahun yaitu Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka yang berlokasi di Mall Merdeka B-26 Bogor. Sebagai

knowledge institution, dalam konteks pendidikan Primagama tetap konsisten

dengan positioning sebagai pendamping belajar sekaligus mitra sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sesuai dengan tugasnya pendidikan formal (sekolah) berupaya menerjemahkan kurikulum pendidikan dengan lebih berkonsentrasi pada transfer konsep-konsep dasar sementara Primagama lebih menitikberatkan pada penguatan konsep materi (reinforcement), perbaikan dan pengulangan materi pelajaran yang diberikan di sekolah (remedial), pengayaan dan pengembangan materi pelajaran sekolah (enrichment), penanganan terhadap masalah belajar baik kesulitan materi pelajaran maupun strategi belajar (consulting-conselling) dan pengerjaan variasi soal serta strategi belajar menuju proses pencapaian prestasi belajar yang optimal (accelerated learning).

Banyaknya muatan materi pendidikan yang harus dikuasai, pengulangan materi yang sepenuhnya belum dipahami bisa saja menjadikan siswa kewalahan dalam menyikapi dan mengorganisir cara belajar. Perubahan kebijakkan pemerintah dalam hal pendidikan sering menimbulkan keresahan dan kecemasan di kalangan para siswa maupun orang tua. Di sinilah Primagama mengambil peran

(37)

dengan penajaman sistem pengajaran Problem Solving yang pada implementasinya lebih menekankan pada pemecahan masalah secara universal.

Penambahan materi di luar jam bimbingan belajar diharapkan dapat mengatasi kebuntuan belajar siswa dalam hal materi pelajaran maupun strategi belajar (Instructional Guidance), informasi dan pengkajian arah kebijakkan pendidikan secara makro maupun lingkup otonomi daerah serta bagaimana menyikapi kebijakkan-kebijakkan dunia pendidikan (Educational Guidance) serta penanganan masalah pribadi baik yang berkaitan dengan psikomotorik maupun afektif siswa (Personal Guidance).

4.1.2. Lokasi Lembaga Pendidikan Primagama

Kantor pusat dari Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka bertempat di Graha Primagama Jalan Diponegoro 89 Yogyakarta 55231 telepon (0274) 520418, 520419. Lokasi Lembaga Pendidikan Primagama yang menjadi tempat penelitian berada di salah satu outlet di Bogor yaitu bertempat di Mall Merdeka B-26 telepon (0251) 8345787.

4.1.3. Visi, Misi dan Filosofi Lembaga Pendidikan Primagama

Visi dari Lembaga Pendidikan Primagama yaitu menjadi institusi pendidikan luar sekolah yang terkemuka, terunggul dan terbesar di Indonesia. Misi dari Lembaga Pendidikan Primagama sendiri, yaitu :

1. Menjadikan Lembaga Pendidikan Primagama sebagai lembaga pendidikan luar sekolah yang terdepan dalam prestasi.

2. Menjadikan Lembaga Pendidikan Primagama sebagai tempat bagi karyawan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dan bersama-sama mewujudkan kesejahteraan.

3. Menjadikan Lembaga Pendidikan Primagama sebagai mitra kerja yang handal bagi relasi.

4. Menjadikan Lembaga Pendidikan Primagama sebagai tempat bagi setiap insan untuk berprestasi, berkreasi dan mengembangkan diri. 5. Menjadikan Lembaga Pendidikan Primagama sebagai aset pendidikan

nasional dan kebanggaan masyarakat. Filosofi dari Lembaga Pendidikan Primagama :

(38)

2. Senantiasa bekerjasama. 3. Berkarya sepanjang hayat.

4. Berkembang dalam keselarasan, keserasian dan kebanggaan.

4.1.4. Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka

Keberadaan Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka selama ini juga didukung oleh SDM yang menjadi staf dan tenaga pengajar yang profesional yang mampu mentransformasikan produk-produk Primagama yang berkualitas mutunya sangat terjaga, karena itu Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka memiliki struktur organisasi yang dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka

Kepala Cabang : Drs. Siswandi,

M.Si

Staff. Adm. Cabang Humas/Marketing :

Abdul Martin, S.Pd.

Staff. Adm. Cabang Keuangan : Dini

Widianti, A.md

Tentor Berikat Manajemen (TBM):

1. Bagian Akademik : Eka Ainun Cahya, S.Si

2. Bagian Kesiswaan : Wulandari, S.E

T-Smart

(39)

Keterangan:

Kepala Cabang Tujuan jabatan:

1. Menyelengarakan operasional kantor cabang secara mandiri, efisien, efektif dan produktif.

2. Menyelengarakan Proses Belajar Mengajar secara optimal dan teratur. Tugas Utama:

1. Merancang dan menyelenggarakan even pemasaran secara professional. 2. Merekrut dan membina tentor serta karyawan secara berkelanjutan. 3. Merancang dan menciptakan aliran kas keuangan secara sehat dan

melaporkannya secara rutin kepada Departemen Keuangan.

4. Menciptakan sekaligus menjaga nama baik Lembaga Pendidikan Primagama.

Tugas Tambahan:

1 Menjalin hubungan kerja kepada relasi secara optimal (Media Cetak dan Elektronik, Percetakan, Sekolah, Depdiknas).

Tanggung jawab:

1. Tercapainya perolehan jummlah siswa dan pendapatan sesuai target. 2. Terkendalinya pembelajaan/biaya operasional kantor cabang.

3. Terciptanya hubungan kerja tentor dan karyawan yang harmonis. 4. Meningkatnya jumlah siswa yang diterima di Sekolah Favorit dan PTN. Lain-lain:

1. Melaporkan kegiatan operasional kepada General Manajer.

2. Secara proaktif melakukan koordinasi kerja dengan Pimpinan Departemen dan Kepala Bidang.

3. Dapat mendelegasikan sebagian tugas kepada bawahan.

Staff. Adm. Cabang Humas/Marketing Tujuan jabatan:

1. Menyelengarakan even promosi yang menarik, berkualitas dan bernuansa akademis.

(40)

2. Menciptakan negosiasi dan transaksi penjualan sebanyak mungkin. Tugas Utama:

1. Menyiapkan sarana publikasi berupa brosur, undangan, iklan radio, Koran dan lain-lain.

2. Menyiapkan ruang atau gedung secara prensentatif untuk even promosi beserta fasilitas pendukung lainnya.

3. Menyediakan narasumber yang menarik minat para siswa.

4. Melakukan direct mile kepada calon siswa secara berkala setelah even terselenggara.

5. Menjalin kerjasama yang baik kepada pihak Sekolah dan Depdiknas. Tugas Tambahan:

1. Mengarsip dengan baik alamat para siswa guna menciptakan pembelian berulang untuk kelas berikutnya ditahun yang akan datang.

2. Melaksanakan tugas lain atas pelimpahan tugas yang diberikan oleh Pimpinan cabang.

Tanggung jawab:

1. Tercapainya perolehan jummlah siswa yang diharapkan sesuai target. 2. Tercapainya jumlah pendapatan sesuai target.

3. Terciptanya citra lembaga yang baik dan prestisius. 4. Terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan proaktif. Lain-lain:

1. Melaporkan kegiatan operasional kepada Kepala Cabang.

2. Secara proaktif melakukan koordinasi kerja dengan Pimpinan Cabang dan Kepala Cabang Pembantu.

3. Dapat mendelegasikan sabagian tugas kepada bawahan.

Staff. Adm. Cabang Keuangan Tujuan jabatan:

1. Memberikan pelayanan administrasi keuangan dan personalia di Kantor Cabang.

(41)

3. Menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Tugas Utama:

1. Menyiapkan sarana administrasi keuangan dan personalia berupa kas bank, buku piutang, blanko penilaian kinerja, presensi karyawan, dll. 2. Membuat jadwal penarikan piutang secara optimal.

3. Menyiapkan jadwal pembayaran biaya operasional.

4. Menyiapkan buku besar angsuran pembayaran bimbingan.

5. Membuat laporan tertulis keuangan secara rutin ke Keuangan Pusat. Tugas Tambahan:

1. Melaporkan siswa yang mengundurkan diri.

2. Mengarsip dengan baik semua bukti pemasukan, pengeluaran, dan laporan keuangan bulanan.

3. Melaksanakan tugas lain atas pelimpahan tugas yang diberikan oleh Pimpinan cabang.

Tanggung jawab:

1. Tercapainya cash flow keuangan yang lancar, tercatat dan sehat sesuai RAPB.

2. Terkendalinya biaya operasional Kantor Cabang.

3. Penarikkan piutang yang efektif dan terkendali sisa piutang angsuran siswa di akhir tahun.

4. Terciptanya kesesuaian besarnya saldo dengan kondisi riil keuangan. 5. Terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan produktif.

Lain-lain:

1. Melaporkan kegiatan operasional kepada Kepala Cabang.

2. Secara proaktif melakukan koordinasi kerja dengan Pimpinan Cabang dan Kepala Cabang Pembantu.

(42)

Tentor Berikat Manajemen (TBM) Tujuan jabatan:

1. Menyelengarakan kegiatan atau proses belajar mengajar dengan lancer, profesional dan berkualitas sehingga siswa mampu menyerap dan menguasai pelajaran dengan baik.

Tugas Utama :

1. Mengajar sesuai bidang studinya dengan tepat waktu (sesuai jadwal), tepat materi (sesuai GBPP) dan menarik minat siswa.

2. Melaksanakan evaluasi belajar untuk para siswa sesuai jadwal.

3. Menginventarisir dan menguasai soal-soal CAWU, EBTANAS, UMPTN dan soal-soal lain yang ada pada modul atau Paket Soal Latihan (PSL).

4. Melakukan kooordinasi kerja dengan para tentor lainnya dalam rangka meningkatkan prestasi diri sendiri dan siswa secara keseluruhan. 5. Mampu menjadi kooordinator bidang studi dan Pembina bagi para

tentor honorer. Tugas Tambahan:

1. Mengganti kekosongan jam mengajar tentor lainnya yang berhalangan. 2. Berpatisipasi pada even evaluasi belajar siswa maupun even promosi

pemasaran.

3. Melaksanakan tugas lain atas pelimpahan tugas yang diberikan oleh kepala cabang.

Tanggung jawab:

1. Hadir untuk mengajar sesuai bidang studi dan jadwal yang disepakati. 2. Meningkatkannya nilai evaluasi belajar para siswa.

3. Meningkatnya jumlah kehadiran siswa secara berkualitas. 4. Menjaga sopan dan santun dan nama baik lembaga.

5. Menjamin kelancaran pengajaran yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi di kantor cabang.

(43)

Lain-lain:

1. Bersedia untuk tidak mengajar pada bimbingan belajar lain di dalam maupun di luar jam kerja selama berstatus tentor Primagama.

2. Bila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada kepala cabang paling lambat dua hari sebelumnya.

Tentor Smart (Tentor Honorer) Tujuan jabatan:

1. Menyelengarakan kegiatan atau proses belajar mengajar dengan lancer, profesional dan berkualitas sehingga siswa mampu menyerap dan menguasai pelajaran dengan baik.

Tugas Utama :

1. Mengajar sesuai bidang studinya dengan tepat waktu (sesuai jadwal), tepat materi (sesuai GBPP) dan menarik minat siswa.

2. Melaksanakan evaluasi belajar untuk para siswa sesuai jadwal.

3. Menginventarisir dan menguasai soal-soal CAWU, EBTANAS, UMPTN dan soal-soal lain yang ada pada modul atau Paket Soal Latihan (PSL).

4. Melakukan kooordinasi kerja dengan para tentor lainnya dalam rangka meningkatkan prestasi diri sendiri dan siswa secara keseluruhan.

Tugas Tambahan:

1. Mengganti kekosongan jam mengajar tentor lainnya yang berhalangan. 2. Berpatisipasi pada even evaluasi belajar siswa maupun even promosi

pemasaran. Tanggung jawab:

1. Hadir untuk mengajar sesuai bidang studi dan jadwal yang disepakati. 2. Meningkatkannya nilai evaluasi belajar para siswa.

3. Meningkatnya jumlah kehadiran siswa secara optimal. 4. Menjaga sopan dan santun dan nama baik lembaga.

5. Menjamin kelancaran pengajaran yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi di kantor cabang.

(44)

Lain-lain:

1. Bersedia untuk tidak mengajar pada bimbingan belajar lain di dalam maupun di luar jam kerja selama berstatus tentor Primagama.

2. Bila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada kepala cabang paling lambat dua hari sebelumnya.

3. Sifat hubungan kerja adalah kemitraan.

4. Tidak mendapatkan uang makan, uang transport dan THR, tetapi mendapatkan honorarium dan bingkisan hari raya.

Office Boy Tujuan Jabatan :

1. Memberikan pelayanan umum kepada seluruh karyawan guna kelancaran operasional kantor cabang.

2. Menjaga keamanan dan menata parkir kendaraan tamu dan siswa. Tugas Utama :

1. Menata peralatan kerja dan ruang kelas hingga Nampak nyaman dan rapih.

2. Membersihkan ruangan kerja dan ruang kelas setiap hari. 3. Menyiapkan ruang rapat untuk pertemuan karyawan tentor. 4. Merawat tanaman hias dan taman kantor.

5. Menyediakan minuman tamu, karyawan dan tentor.

6. Menjaga keselamatan dan keamanan kantor berikut peralatannya. 7. Melaksanakan foto copy dan kirim surat ke kantor pos.

Tugas Tambahan :

1. Turut menjaga keamanan di saat liburan Hari Raya Idul Fitri. 2. Membantu pekerjaan lain guna kelancaran tugas tim.

Tanggung Jawab :

1. Terciptanya kebersihan kantor cabang. 2. Tersedianya minuman karyawan setiap hari.

3. Terjaganya kendaraan parker disaat bimbingan belajar. 4. Terawatnya gedung dan peralatan kerja kantor.

(45)

Lain-lain :

1. Kendaraan hilang bukan tanggung jawab lembaga dan parkir tidak dipungut biaya.

2. Office Boy adalah putra daerah asal cabang.

4.2. Gambaran Program Belajar di Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka

Perihal implementasi dari program Primagama sebagai “pendamping belajar utama siswa”, Primagama mengedepankan konsep Problem Solving yang telah dirumuskan silabusnya yang meliputi :

1. Instructional Guidance (Pendamping Belajar)

Program pendampingan dan perbantuan belajar kepada siswa baik menyangkut materi pelajaran atau teknis belajarnya.

2. Educational Guidance (Pendampingan Pendidikan)

Berupa Konsultasi dan penjelasan-penjelasan secara detail mengenai pendidikan secara makro, baik arah ataupun tujuan kebijakan-kebijakan pendidikan.

3. Personal Guide (Pendampingan pemecahan masalah pribadi)

Bertujuan membantu para siswa Primagama untuk mengatasi masalah-masalah yang bersifat pribadi sebagai akibat kekurangmampuan individu (siswa) dalam menyesuaikan diri dengan aspek-aspek perkembangan kepribadian, keluarga, persahabatan ataupun lingkungan. Metode Problem Solving dilakukan secara individu (face to face

relationship) ataupun klasikal. Metode Klasikal dilakukan berbarengan dengan

kegiatan belajar mengajar dengan konsep pengajaran R.E.C. Konsep pengajaran REC (Remedial, Enrichment, Consulting-Conseling) yang dikembangkan oleh Primagama sangat sesuai dengan kebutuhan dan karakter siswa saat ini.

R (Remedial) : memberikan materi pelajaran (mengulang, menambahkan sekaligus melengkapi materi pelajaran di Sekolah), karena banyaknya materi yang harus disampaikan oleh sekolah sementara alokasi dan target, baik target waktu maupun materi harus sesuai, sehingga mungkin ada sebagian materi yang tidak tersampaikan secara menyeluruh atau siswa kurang jelas maka Primagama

(46)

melengkapi atau siswa kurang jelas maka Primagama melengkapi dan memberikan penjelasan secara detail dan lengkap.

E (Enrichment) : Primagam memberikan pengayaan materi melaui latihan soal-soal ulangan harian, soal-soal semester, sola-soal UAS (Ujian Akhir Sekola)/ UN (Ujian Nasional), soal-soal SPSB (Soal Penerimaan Siswa Baru) dan soal-soal UMPTN (Ujian Masuk Pergutuan Tinggi Negeri)/ UM-UGM (Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada) dari tahun-tahun sebelumnya. Dan juga diberikan TUC (Tes Uji Coba) UAS/UN maupun UMPTN/UM-UGM secara berkala.

C (Consulting) : Setiap tentor Primagama siap melayani kesulitan dan keluhan siswa tentang masalah pelajaran dan belajar baik didalam kelas maupun diluar kelas. Konsultasi yang diberikan bisa masalah pelajaran, mengenai gambaran jenjang pendidikan yang lebih tinggi, masalah pemilihan jurusan, maupun masalah pribadi dan psikologi.

Penerapan metode belajar di Primagama, selain lebih memantapkan konsep materi juga menjadikan siswa lebih berpikir kreatif, inovatif dan akan mempengaruhi pola pikir serta kepribadian yang tidak mudah putus asa, tidak hanya sekedar menggunakan nalar atau logika semata.

Metode belajar “Smart Solution” yang dikembangkan Primagama adalah: S (Simple) : Membuat belajar dan penyelesaian soal-soal yang dirasa sulit menjadi mudah diselesaikan.

M (Mind) : Menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan rumus- rumus yang mudah diingat

A (Applicable) : Dapat dan dengan mudah rumus-rumus tersebut diterapkan untuk penyelesaian soal

R (Rational) : Penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan tetap sesuai dengan konsep dasar

(47)

Metode lainnya Lembaga Pendidikan Primagama yang membedakan dengan Lembaga Pendidikan yang lain yaitu: tes bakat dan minat dari siswa/i yang dilakukan melalui sidik jari sehingga tiap siswa/i dapat mengetahui arah bakat serta minat tiap siswa/i Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka ; Fisika tanpa rumus, dimana metode pembelajaran yang diadopsi dari temuan Prof. Yohanes Surya (Gasing = Ga pusing) secara logika dapat memecahkan soal, setiap tentor primagama diberikan pelatihan secara khusus. Sistem serta jaringan bank soal terus dikembangkan oleh Primagama dan dipergunakan sebagai database dan bahan penelitian sebagai upaya peningkatan kualitas materi belajar siswa.

Materi pelajaran yang dikemas secara ringkas dan terpadu di dalam panduan belajar sebagai sarana belajar siswa, ditunjang oleh Paket Soal Latihan (PSL) yang meliputi latihan dan prediksi soal-soal Semester, UAN/UAS, PSB dan UMPTN maupun suplemen tambahan berisi soal-soal muatan lokal sangat membantu siswa dalam efektivitas belajar. Evaluasi rutin serta konsultasi dilakukan terutama pada saat pemilihan program studi di Perguruan Tinggi yang sesuai dengan kemampuan serta kemauan dengan mengacu pada data-data riil siswa. Pemantauan secara rutin oleh Bidang Pusdiklat terhadap tenaga pengajar (tentor), pelatihan-pelatihan materi standar serta materi terbaru baik dengan metode Quantum Learning maupun Quantum Teaching menjadikan tentor lebih akrab, lebih dapat memahami dan mengerti kebutuhan siswa.

Fasilitas-fasilitas tambahan diberikan kepada para siswa agar menjadikan mereka lebih tenang untuk belajar di Primagama meliputi Beasiswa Pendidikan bagi siswa yang mempunyai prestasi tinggi serta Dana Perlindungan Siswa (asuransi) yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa yang terkena musibah. Pada program kelas tiga ( kelas 12) Lembaga Pendidikan Primagama memiliki target yang sudah dibuat dalam satu paket dalam program bimbingan belajar. Berikut program Kelas 12 yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka disajikan pada Tabel 3.

Gambar

Gambar 1. Jumlah Lembaga Bimbingan Belajar di Bogor
Gambar 2. Kerangka Pemikiran Penelitian  3.2.  Jenis dan Sumber Data
Tabel 2. Skor penilaian jawaban responden dalam kuesioner
Gambar 3. Struktur Organisasi Lembaga Pendidikan Primagama Merdeka  Kepala Cabang : Drs
+7

Referensi

Dokumen terkait