KATA PENGANTAR. Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-nya penulis dapat

14  23  Download (0)

Teks penuh

(1)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang mengambil judul “Ulu Apad: Sistem Politik Lokal Masyarakat Bali Mula di Desa Bayung Gede Pada Era Modern( Sebuah Kajian Antropologi Politik )”.

Skripsi ini berupa etnografi mengenai politik lokal masyarakat Bali Mula di Desa Bayung Gede dalam upaya mempertahankan sistem Ulu Apad dalam tantangan era modern.Upaya-upaya mereka berupa penguatan internal dan strategi yang dilakukan untuk beradaptasi pada era modern serta sinergi dengan sistem administrasi nasional.Penelitian ini berupaya menginventarisir dan mendokumentasikan sistem politik lokal Ulu Apad masyarakat Bali Mula di Desa Bayung Gede; dan relasi sistem politik lokal Ulu Apad dengan sistem administrasi politik nasional.

Penelitian yang dikaji melalui pendekatan emik ini menunjukkan hubungan yang erat antara hak mengelola tanah adat desa dengan bertahannya sistem ulu apad, serta kerelaan pemimpin ulu apad untuk bersinergi dengan sistem pemerintahan dinas untuk bersama-sama memajukan masyarakat. Penelitian ini juga mengungkapkan sistem pemerintahan adat pada masyarakat Bali Mula, pembagian tugas, upacara legitimasi yang menyertainya, serta intergrasi masyarakat Bali Mula di Desa Bayung Gede dalam penguatan budaya lokal di era modern.

(2)

viii

Bahan-bahan yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi etnografi ini adalah hasil penelitian yang dilakukan selama sebelas bulan dari bulan September 2015 sampai dengan Juli 2016.Pertama-tama penulis melakukan studi kepustakaan yaitu mengadakan penggalian terhadap sumber pustaka yang pernah dilakukan, baik dalam bentuk buku, majalah, artikel, jurnal, dan sebagainya sebagai referensi dalam membahas permasalahan yang bersifat ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya hanya membahas mengenai struktur jabatan Ulu Apad secara sekilas. Penelitian yang penulis lakukan merujuk penelitian sebelumnya dan berdasarkan observasi dikaitkan dengan era perkembangan sistem kepemimpinanyang modern.Sembari terus mencari pustaka terkait Ulu Apad, pemerintahan lokal, demokrasi dan politik, peneliti juga melakukan penelitian lapangan ke Desa Bayung Gede. Penelitian dengan metode observasi partisipasi dilakukan selama sebulan, sedangkan dengan metode observasi biasa dilakukan berulang kali. Wawancara juga dilakukan disela-sela observasi tergantung kondisi dan situasi masyarakat di lapangan. Selain itu peneliti juga mendokumentasikan hasil penelitian menjadi film dokumenter yang dapat memvisualisasikan Ulu Apad di Desa Bayung Gede.

Penulis menyadari dalam proses penyusunan skripsi ini banyak mendapatkan dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. selaku dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana beserta staff di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

(3)

ix

2. Dr. Drs. I Gusti Ketut Gde Arsana, M.Si dan Drs. I Nyoman Sama, M.Hum. yang sudah membimbing penulis dengan penuh kesabaran, selalu meluangkan waktu setiap penulis melakukan bimbingan, dan mendukung penuh penulis dalam setiap keadaan.

3. Dosen-dosen yang bertugas sebagai penguji proposal dan skripsi penulis, Prof. Dr. A.A. Ngr. Anom Kumbara, M.A., Dr. Dra. Ni Made Wiasti, M.Hum.,Drs. I Ketut Kaler, M.Hum.yang sudah memberikan masukan dan dukungan penuh sehingga penulis dapat segera menyelesaikan skripsi ini. 4. Seluruh dosen Program Studi Antropologi yang telahmemberi

pengetahuan selama masa perkuliahan dan memberikan semangat kepada penulis agar segera menyelesaikan skripsi. Terima kasih khususnya kepada Dr. Dra. Ni Made Wiasti, M.Hum selaku pembimbing akademik angkatan 2012. Kepada Dr. Purwadi Soeriadiredja, M.Hum. danAliffiati, S.S M.Si yang merupakan inspirator sekaligus teman diskusi bagi penulis, terima kasih banyak atas bantuannya dalam segala hal selama ini.

5. Terima kasih penulis ucapkan kepada Ayah I Ketut Kerti dan Ibu Ni Nyoman Kasihaniyang sangat besar cinta kasih dan pengorbannya kepada penulis; serta kepada kedua kakak tercinta I Gede Pariasa dan Ni Made Tri Adnyani yang selalu memberikan dukungan dan mendoakan.

6. Terima kasih pula penulis ucapkan kepada teman-teman seperjuangan, Antropologi angkatan 2012 : Widana, Diah, Yuliani, Ekayani, Zania, Yanti,Yosua, Antara, Angel, Mustika, Fansy, Octawinanda, Hartawan dan Pandu. Terima kasih pula kepada adik kelas semuanya. Terima kasih

(4)

x

untuk kebersamaannya selama ini, penulis minta maaf jika selama ini ada kesalahan. Semangat untuk kalian semua!

7. Terima kasih pula kepada sahabat Nurmala Candra Permatasari dan Ni Made Ayu Sintya Paramita yang merupakan sahabat sejak kecil yang selalu memberi tawa saat hari terasa berat. Kepada sahabat FST (Ruth Yuliana Palupi, A.A Istri Diah Indrasuari, Ratih Wiratni, Sintya Surya Dewi, Dentisna KY, Gita Puspita, Diah Puspita, dan Dimar Warsihantari) yang selalu menyemangati dan saling berbagi suka duka selama SMA sampai kini. Kepada Keluarga Silat Nasional Perisai Diri yang benar-benar menjadi keluarga baruku, yang membimbingku hingga menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kepada Hery, Finkayana dan Dodek Sukahet yang telah membantu penulis menggarap video film dokumenter Ulu Apad. Kepada segenap mentor bisnis KK Indonesia, Kak Sella Marsilia dan Kak Ardra Fiandra yang menjadi inspirator, kakak sekaligus teman yang selalu menyemangatidan mendorong penulis untuk meraih kesuksesan.

8. Terimakasih kepada kawan-kawan UKM Kim Aristoteles, Senat Mahasiswa FIB, Badan Perwakilan Mahasiswa FIB, dan seluruh sivitas FIB Universitas Udayana yang telah memotivasi, membimbing dan mendukung penulis dalam proses perkuliahan, berorganisasi, kegiatan ilmiah dan sosial. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada kawan Relawan Bentara Budaya Bali, USC, kawan Beswan Se-Nusantara, kawan Little Circle Foundation (LCF), dan kawan Ekspedisi Nusantara Jaya 2016 yang telah memberi inspirasi, kenangan, kebersamaan yang indah dan

(5)

xi

semangat baru untuk terus berjuang demi memajukan Indonesia. Terima kasih kalian semua telah menjadi pelangi dalam kehidupanku.

9. Terima kasih pula penulis ucapkan kepada masyarakat Desa Bayung Gede yang sudah berbaik hati menerima kehadiran penulis dalam kehidupan keseharian mereka. Terutama kepada Jero Kubayan Mucuk, yang begitu baik hati dan menginspirasi. Kepada Bendesa Adat Jero Mangku Seriman dan keluarga yang bersedia menjadikan penulis keluarga baru dan memperlakukan penulis layaknya anak kandung di rumahnya. Kepada Kepala Desa Bayung Gede Bapak I Wayan Suarjaya yang selalu terbuka dan ramah. Kepada perangkat desa adat dan dinas, dan para penduduk yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Akhirnya terima kasih penulis ucapkan kepada Tuhan Krsna, leluhur dan seluruh kekuatan semesta yang memberi begitu banyak energi dan kesempatan untuk tumbuh menjadi manusia sejati. Tak ada gading yang tak retak, maka dari itu penulis meminta maaf jika ada kekurangan ataupun kesalahan.Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.Semoga semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan skripsi etnografi ini selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan keberlimpahan. Terima kasih.

Denpasar, Agustus 2016

(6)

xii

PERSEMBAHAN

Menjadi Indonesia itu beruhasa terus, jatuh, bangkitlah lagi! Juang semangat 45. Menjadi Indonesia melebur dalam kehidupan keseharian.Hitam putih biasa. Menjadi Indonesia berarti berani memimpikan masa depan, mau menjadi apa?

Mengingat kembali awal menjadi mahasiswa Ospek, bertemu teman baru, berjuang bersama.

Kuliah, rapat, acara, kuliah lagi, rapat lagi, dan selalu ada acara.

Aktif organisasi kampus, menjadi relawan Bentara Budaya Bali, mawapres, Kegiatan kepemudaan nasional, bertemu kawan Beswan se-Nusantara. Penelitian Bali Mula-Bali Aga, Lombok dan Sumba.

Perjuangan PKM 4 kali lolos DIKTI, lalu belajar berbisnis. Kehangatan Keluarga Silat Nasional Perisai Diri,

hingga perjuangan meraih gelar sarjana.

Semua yangdialami adalah proses kehidupan, belum usai, tak akan pernah usai. Masa lalu kita telah dalam pemeliharaan Tuhan

Masa depan adalah rahasia yang telah diketahui-Nya

Kini patuhlah saja, dan semua skenario terbaik-Nya akan terjadi

Berkat Tuhan, Keluarga, Sahabat, Para Guru, Dosen, Motivasi Mario Teguh dan kepada setiap jiwa dalam perjumpaan kehidupanku

(7)

xiii ABSTRAK

Desa Bayung Gede merupakan salah satu desa Bali Mula yang memakai sistem ulu apad, yaitu posisi jabatan pemerintahan adatnya diurut berdasarkan senioritas pernikahan dari 164 krama desa pengarep atau warga inti. Pemimpin ulu apad yaitu Jero Kubayan Mucuk kini tidak hanya dituntut mengurus persoalan adat namun juga persoalan sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan. Persoalan tersebut menggunakan sistem administrasi yang sering kali berbeda atau bahkan bertentangan dengan sistem pengaturan adat.

Penelitian ini menginventarisir dan mendokumentasikan sistem politik lokal Ulu Apad di Desa Bayung Gede; dan relasi sistem Ulu Apad dengan sistem administrasi politik nasional. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sumber data yaitu sumber data primer melalui observasi partisipasi dan wawancara, serta sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif, teori sumber daya kognitif Fiedler dan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton.

Hasil penelitian menunjukkan Ulu Apad adalah struktur adat dan politik lokal masyarakat Bali Mula yang bersifat komunal dan berprinsip kolektif kolegial. Dasarnya adalah kepemilikan tanah yang komunal yang diikuti kewajiban adat. Pola kepemimpinan yang berbentuk zig-zag dan bersifat kembar. Legitimasi didasarkan pada tata urut posisi jabatan dan ritual penyucian diri. Secara politik Desa Bayung Gede memiliki tiga pemimpin desa yaitu Jero Kubayan Mucuk, Bendesa Adat, dan kepala desa. Relasi sistem politik lokal ulu apad dengan sistem administrasi politik nasional sama kuatnya dan saling bersinergi.

(8)

xiv ABSTRACT

Bayung Gede village is one of Bali Mula village which uses ulu apad system, where the habitual government position will be ordered by the marriage seniority from 164 krama desa pengarep or main citizen. The head of ulu apad is Jero Kubayan Mucuk, now not only about managing tradition issue but also social, politics, economic, and education. Those issues use administration system which is oftenly different or even have contradiction with the tradition management system.

This study is inventorying and documenting local politic system of Ulu Apad in Bayung Gede Village; and the relation system of Ulu Apad with national administration politic system. This qualitative study done by ethnography method. The technical of data collection are observations, interview, and literature study. The data analysis use descriptive qualitative technique, the cognitive resource theory of Fiedler and structural functionalism theory from Robert K. Merton.

The result shows Ulu Apad is tradition structure and local politic citizens of Bali Mula which has characteristics communal and has collective collegiate principled. Basely the ownership of the land that communal which following tradition's duty. Pattern of leadership has formed as zigzag and tend twin. Legitimacy based on procedure sequence of position and the ritual of selfpurification. Based on politic, Bayung Gede Village has three leader of the village those are Jero Kubayan Mucuk, Bendesa Adat, and heads village. The relation local politic system Ulu Apad with national politic administration system have same power and involved each other.

(9)

xv DAFTAR ISI

JUDUL ... i

PERNYATAAN GELAR ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iv

LEMBAR PENGESAHAN ... v

PANITIA PENGUJI ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... xii

ABSTRAK ... xiii

ABSTRACT ... xiv

DAFTAR ISI ... xv

DAFTAR TABEL ... xix

DAFTAR GAMBAR ... xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3

1.3.1 Tujuan Penelitian ... 3

1.3.2 Manfaat Penelitian ... 4

1.4 Kerangka Teori dan Konsep ... 4

1.4.1 Kerangka Teori ... 4

1.4.1.1 Teori Sumber Daya Kognitif Fiedler... 4

(10)

xvi

1.4.2 Kerangka Konsep ... 8

1.4.2.1 Ulu Apad ... 8

1.4.2.2 Sistem Politik Lokal ... 11

1.4.2.3 Masyarakat Bali Mula ... 12

1.4.2.4 Kepemimpinan ... 15

1.5 Model Penelitian ... 17

1.6 Metode Penelitian ... 20

1.6.1 Lokasi Penelitian ... 21

1.6.2 Jenis dan Sumber Data ... 23

1.6.3 Teknik Pengumpulan Data ... 23

1.6.3.1 Teknik Penentuan Informan ... 23

1.6.3.2 Teknik Observasi ... 26

1.6.3.3 Wawancara ... 27

1.6.3.4 Studi Kepustakaan ... 29

1.6.4 Teknik Analisis Data ... 30

BAB II GAMBARAN UMUM DESA BAYUNG GEDE ... 32

2.1 Asal Mula dan Sejarah Masyarakat Bayung Gede ... 32

2.2 Keadaan Geografi dan Demografi ... 34

2.2.1 Keadaan Geografi... 34

2.2.2 Keadaan Demografi... 39

2.3 Sistem Mata Pencaharian Hidup ... 41

2.4 Sistem Organisasi Sosial ... 46

2.5 Sistem Kekerabatan ... 49

2.6 Kesenian ... 51

2.7 Religi ... 55

(11)

xvii

BAB III SISTEM POLITIK LOKAL ULU APAD MASYARAKAT BALI

MULA DI DESA BAYUNG GEDE ... 65

3.1 Struktur Kepemimpinan dan Pembagian Tugas Ulu Apad ... 65

3.1.1 Struktur Kepemimpinan Ulu Apad ... 65

3.1.2 Pembagian Tugas Ulu Apad ... 68

3.2 Mekanisme Kepemimpinan Ulu Apad ... 72

3.3 Upacara Legitimasi dalam Kepemimpinan Ulu Apad ... 77

3.4 Kehidupan Demokrasi Pada Masyarakat Adat Bayung Gede ... 82

3.4.1 Tingkat Rotasi Kekuasaan ... 82

3.4.2 Keterbukaan Sistem Pemilihan Pemimpin ... 83

3.4.3 Keteraturan Pergantian Jabatan ... 84

3.4.4 Penghargaan Terhadap Hak-hak Individu ... 84

3.4.5 Toleransi Terhadap Perbedaan Pendapat ... 85

3.4.6 Tingkat Akuntabilitas Pemegang Kekuasaan ... 86

3.4.7 Sistem Pengorganisasian Kegiatan Keagamaan ... 87

3.5 Peraturan dan Kebijakan Adat di Desa Bayung Gede ... 90

3.5.1 Tata Busana ... 90

3.5.2 Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ... 91

3.5.3 Kesucian Desa ... 92

3.5.4 Pernikahan ... 93

3.5.5 Ketaatan Ngayah ... 95

3.5.6 Penataan Tata Ruang ... 98

3.5.7 Pariwisata ... 99

3.5.8 Resistensi Tersembunyi Masyarakat Adat Terhadap Aturan Adat ... 100

(12)

xviii

BAB IV RELASI SISTEM POLITIK LOKAL ULU APAD DENGAN

SISTEM ADMINISTRASI POLITIK NASIONAL ... 105

4.1 Sistem Administrasi Politik Desa Bayung Gede ... 105

4.2 Relasi Antara Sistem Politik Lokal dan Sistem Politik Nasional ... 115

4.3 Sistem Kepemimpinan Ulu Apad Masyarakat Bayung Gede ... 120

4.3.1 Proses Adaptasi Masyarakat Desa Bayung Gede dalam Menghadapi Tantangan Era Modern ... 126

4.3.2 Strategi Ulu Apad Menghadapi Modernisasi ... 132

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 134

5.2 Saran ... 136

DAFTAR PUSTAKA ... 137 LAMPIRAN

(13)

xix

DAFTAR TABEL

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Tabel 2.1 Penduduk Digolongkan Menurut Tingkat Pendidikan di Desa

Bayung Gede ... 40 Tabel 2.2 Penduduk Digolongkan Menurut Mata Pencaharian di Desa Bayung

Gede Tahun 2015 ... 42 Tabel 2.3 Penduduk Digolongkan Menurut Agama di Desa Bayung Gede Tahun

(14)

xx

DAFTAR GAMBAR

BAB II GAMBARAN UMUM DESA BAYUNG GEDE

Gambar 2.1 Peta Desa Bayung Gede ... 35 Gambar 2.2 Pemukiman dan Jalan Utama Desa Bayung Gede... 36

BAB III SISTEM POLITIK LOKAL ULU APAD MASYARAKAT BALI MULA DI DESA BAYUNG GEDE

Gambar 3.1 Pejabat Ulu Apad Makan Bersama di Acara Pernikahan... 71 Gambar 3.2 Pakaian Adat Saat Upacara Penyucian Anggota Ulu Apad ... 79 Gambar 3.3 Pejabat Ulu Apad Memeriksa Sapi Tumbakan ... 94

BAB IV RELASI SISTEM POLITIK LOKAL ULU APAD DENGAN SISTEM ADMINISTRASI POLITIK NASIONAL

Gambar 4.1 Pejabat Ulu Apad, Bendesa Adat, dan Kepala Desa Bermusyawarah ... 113

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di