• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI : KOTA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,36 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI : KOTA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,36 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

1

1

No. 26/07/34/Th.XII, 02 Agustus 2010 No. 14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

PERKEMBANGAN

INDEKS

HARGA

KONSUMEN/INFLASI

:

KOTA

YOGYAKARTA

BULAN

FEBRUARI

2012

MENGALAMI

INFLASI

SEBESAR

0,36

PERSEN

A. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

Rencana kebijakan pemerintah berkaitan dengan BBM yang dikeluarkan sejak akhir

bulan Februari, dan baru akan ditetapkan pada awal April 2012 sangat berpengaruh terhadap

kondisi perekonomian secara menyeluruh. Ketidakpastian kenaikan harga BBM selama bulan

Maret mengundang opini masyarakat, terutama yang menentang rencana kenaikan harga BBM.

Tak pelak hal ini dapat mendongkrak harga-harga kebutuhan masyarakat. Demikian pula faktor

cuaca/musim yang ekstrim pun ikut berpengaruh pada harga produk pertanian. Indikasi ini

tercermin dari hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik yang

menunjukkan bahwa selama bulan Maret 2012, kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,36

persen dengan angka indeks 131,04 relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan indeks

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

 Kota Yogyakarta pada bulan Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen. Inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan oleh berubahnya angka indeks harga konsumen. Semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks. Kelompok bahan makanan naik 0,49 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,26 persen; kelompok sandang naik 0,26 persen; kelompok kesehatan naik 0,13 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,13 persen.

 Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan Maret 2012, 34 kota mengalami inflasi dan 32 kota IHK lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon yaitu sebesar 1,33 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,01 persen dialami kota Malang. Sebaliknya deflasi terbesar terjadi di kota Jayapura sebesar -1,44 persen dan deflasi terkecil dialami kota Pekan baru sebesar -0,03 persen

 Laju inflasi tahun kalender 2012 (Maret 2012 terhadap Desember 2011 ) sebesar 0,71 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Maret 2012 terhadap Maret 2011 ) sebesar 3,44 persen.

(2)

pada bulan Februari 2011 yang mencapai angka indeks 130,57. Sehingga laju inflasi pada tahun

kalender 2011 ( Maret 2012 terhadap Desember 2011 ) menjadi 0,71 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi yang dihitung Indeks Harga Konsumen

(IHK) nya, semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks, kelompok bahan

makanan naik sebesar 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik

0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,26 persen; kelompok

sandang naik 0,26 persen; kelompok kesehatan naik 0,13 persen; kelompok pendidikan,

rekreasi dan olah raga naik 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan

naik sebesar 0,13 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif

diantaranya : soto naik 6,67 persen dengan memberikan andil sebesar 0,09 persen; nangka muda

dan cabe rawit masing-masing naik 47,79 persen dan 35,22 persen dengan memberikan andil

masing-masing sebesar 0,04 persen; bawang putih dan cabe merah masing-masing naik 15,51

persen dan 17,80 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,03 persen; besi

beton, ikan keranjang, bayam, upah pembantu RT, buncis, daun pintu, sate dan genteng

masing-masing naik 3,61 persen, 10,79 persen, 11,13 persen, 0,78 persen, 23,19 persen, 7,89 persen 1,79

persen dan 4,17 persen dengan memberikan andil sebesar masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi

diantaranya ialah beras turun sebesar 2,14 persen dengan memberikan andil – 0,09 persen; telur

ayam ras, tomat sayur dan wortel masing-masing turun 2,73 persen, 24,35 persen dan 10,64

persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar -0,02 persen; kol putih/kubis, jeruk,

bakso, daun melinjo, tomat buah, sawi hijau dan mie kering instant masing-masing turun 19,69

persen, 1,28 persen, 7,73 persen, 17,28 persen, 16,66 persen, 7,89 persen dan 0,98 persen dengan

memberikan andil masing-masing sebesar -0,01 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Yogyakarta dan Nasional, Maret 2011 – Maret 2012

0.21 -0.28 0.13 0.26 0.90 0.63 0.19 0.04 0.33 0.48 0.25 0.10 0.36 -0.32 -0.31 0.12 0.55 0.67 0.93 0.27 -0.11 0.34 0.56 0.76 0.05 0.07 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2

Mar-11 11-Apr Mei-11 Juni'11 Juli'11 Agust'11 Sept'11 Okt'11 Nop'11 Des'11 Jan'12 Feb'12 Mar'12

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

3 Tabel 1

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Yogyakarta Bulan Maret 2012

Kelompok Pengeluaran Sumbangan Inflasi Persentase

[1] [2]

Umum

1. Bahan Makanan

2. Makanan Jadi, Minuman,Rokok & Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

0,36 0,09 0,16 0,07 0,01 0,01 0,00 0,02 Tabel 2

IHK dan Laju Inflasi Kota Yogyakarta Maret 2012 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran I H K ( 2007=100 ) Inflasi Maret 2012 *) Laju Inflasi Tahun 2012 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) Des

2011 Maret 2011 2012 Feb Maret 2012

(1) (2) (3) (5) (6) (7) (8)

Umum 130.11 126,68 130,57 131,04 0,36 0,71 3,44

1. Bahan Makanan 154.00 151,61 153,75 154,50 0,49 0,32 1,91

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan

Tembakau 135.94 130,50 136,50 137,56 0,78 1,19 5,41

3. Perumahan 128.60 125,77 129,20 129,54 0,26 0,73 3,00

4. Sandang 137.45 126,57 138,67 139,03 0,26 1,15 9,84

5. Kesehatan 120.94 117,92 121,44 121,60 0,13 0,55 3,12

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 121.42 119,70 121,93 121,96 0,02 0,44 1,89

7. Transpor dan Komunikasi 110.29 108,47 110,76 110,90 0,13 0,55 2,24

*) Persentase perubahan IHK Maret 2012 terhadap bulan Januari 2012 **) Persentase perubahan IHK Maret 2012 terhadap bulan Desember 2011 ***) Persentase perubahan IHK Maret 2012 terhadap bulan Maret 2011

(4)

Gambar 2

Laju Inflasi Kota Yogyakarta Tahun Kalender 2012 menurut Kelompok Pengeluaran

B. PERUBAHAN INDEKS HARGA DI KOTA YOGYAKARTA

MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Pada bulan ini kelompok bahan makanan mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,49 persen sehingga besaran angka indeks menjadi 154,50 relatif lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 153,75.

Dari 11 sub kelompok pengeluaran yang ada, tercatat sembilan sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks dan dua sub kelompok mengalami penurunan. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan angka indeks yaitu : sub kelompok daging dan hasil-hasilnya naik 0,14 persen; sub kelompok ikan segar naik sebesar 0,87 persen; sub kelompok ikan diawetkan naik sebesar 4,17 persen; sub kelompok sayur-sayuran naik 2,19 persen; sub kelompok kacang-kacangan naik 0,04 persen; sub kelompok buah-buahan naik 0,51 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan naik sebesar 9,44 persen; sub kelompok lemak dan minyak naik 1,86 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya naik sebesar 1,64 persen. Sebaliknya sub kelompok yang mengalami penurunan sehingga menghambat laju inflasi yaitu sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya turun 1,95 persen dan sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya turun 0,63 persen.

Beberapa komoditas bahan makanan yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif antara lain : nangka muda dan cabe rawit masing-masing naik 47,79 persen dan 35,22 persen dengan memberikan andil masing sebesar 0,04 persen; bawang putih dan cabe merah masing-masing naik 15,51 persen dan 17,80 persen dengan memberikan andil masing-masing-masing-masing sebesar 0,03 persen; ikan keranjang, bayam dan buncis masing-masing naik 10,79 persen, 11,13 persen dan 23,19 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,02 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga pada kelompok ini sehingga menghambat lajunya angka inflasi antara lain : beras turun sebesar 2,14 persen dengan memberikan andil – 0,09 persen; telur ayam ras, tomat sayur dan wortel masing-masing turun 2,73 persen, 24,35 persen dan 10,64 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar -0,02 persen; kol putih/kubis, jeruk, bakso, daun melinjo, tomat buah, sawi hijau

0.71 0.32 1.19 0.73 1.15 0.55 0.44 0.55 -1 0 1 2 P e r s e n Umum Bahan Makanan Mak. Jadi,Min, Rok & Temb

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

5 dan mie kering instant masing-masing turun 19,69 persen, 1,28 persen, 7,73 persen, 17,28 persen, 16,66 persen, 7,89 persen dan 0,98 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar -0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan Maret 2012 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,78 persen. Angka indeks pada bulan ini sebesar 137,56 lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 136,50.

Dari tiga sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,82 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik 0,80 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,52 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif terhadap angka inflasi antara lain : soto naik 6,67 persen dengan memberikan andil sebesar 0,09 persen; sate naik sebesar 1,79 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen; gula pasir, minuman ringan, rokok kretek dan rokok kretek filter masing-masing naik 1,22 persen, 4,50 persen, 0,86 persen dan 0,43 persen dengan memberikan andil sebesar 0,01 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi pada kelompok ini antara lain wafer, kopi bubuk dan kacang kulit masing-masing turun 0,58 persen, 0,22 persen dan 0,15 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Pada bulan ini kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dengan angka indeks 129,54, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 129,20.

Dari 4 sub kelompok pengeluaran yang ada, dua sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal naik sebesar 0,37 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga naik sebesar 0,39 persen. Sebaliknya sub kelompok perlengkapan rumahtangga turun sebesar 0,15 persen, sedangkan sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air relatif sama dengan bulan sebelumnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga serta memberikan andil positif di antaranya : besi beton, upah pembantu RT, daun pintu dan genteng masing-masing naik 3,61 persen dan 0,78 persen, 7,89 persen dan 4,17 persen dengan memberikan andil masing-masing 0,02 persen; semen, cat tembok dan keramik masing-masing naik 0,20 persen, 0,53 persen dan 0,53 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil negatif diantaranya : sabun detergen bubuk, kompor, sabun cair/cuci piring, pengharum cucian/pelembut, batako dan kayu lapis masing-masing turun sebesar 1,08 persen, 0,91 persen, 2,53 persen, 1,12 persen, 0,94 persen dan 0,50 persen.

4. Sandang

Kelompok sandang pada bulan Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dengan angka indeks sebesar 139,03 lebih tinggi dari angka indeks bulan lalu yang tercatat sebesar 138,67. Kenaikan angka indeks ini disebabkan oleh naiknya angka indeks pada tiga sub kelompok pengeluaran. Sub kelompok sandang laki-laki naik sebesar 0,88 persen, sub kelompok sandang wanita naik 0,30 persen dan

(6)

sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,09 persen. Sebaliknya sub kelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,04 persen.

Beberapa jenis barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini antara lain sepatu pria dewasa naik 4,41 persen dengan memberikan andil sebesar 0,01 persen; celana dalam wanita, celana panjang jeans pria dan kaos kutang/singlet masing-masing naik 6,80 persen, 1,10 persen dan 3,41 persen. Sebaliknya jenis barang dan jasa yang mengalami penurunan antara lain : sepatu wanita dewasa, emas perhiasan dan baju kaos/T-Shirt masing-masing turun 1,30 persen, 0,05 persen dan 0,21 persen.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada bulan Maret 2012 ini mengalami perubahan angka indeks sebesar 0,13 persen. Angka indeks kelompok ini tercacat 121,60 sedikit lebih tinggi dibanding angka indeks bulan Februari 2012 yang mencapai 121,44.

Dari empat sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok obat-obatan dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika masing-masing naik sebesar 0,17 persen dan 0,33 persen, sedangkan sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani pada bulan ini relatif sama dengan bulan sebelumnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini diantaranya : shampo, obat, gosok, parfum dan deodorant masing-masing naik sebesar 0,66 persen, 2,04 persen, 0,69 persen dan 1,33 persen. Sebaliknya jenis barang dan jasa yang mengalami penurunan diantaranya adalah kaca mata plus & minus turun 0,27 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan Maret 2012 mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,02 persen. Angka indeks pada bulan ini sebesar 121,96 relatif lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai besaran 121,93.

Pada kelompok ini dua sub kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks yaitu sub kelompok rekreasi dan sub kelompok olahraga masing-masing naik 0,07 persen dan 2,43 persen. Sebaliknya sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,25 persen sehingga mampu meredam laju inflasi pada kelompok ini. Sedangkan sub kelompok pendidikan dan sub kelompok kursus-kursus/pelatihan relatif stabil tidak mengalami perubahan angka indeks.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan Maret 2012 antara lain : pakaian olah raga pria, tarif masuk kolam renang dan majalah dewasa masing-masing naik sebesar 5,63 persen, 8,33 persen dan 4,46 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya laptop/notebook, printer desk jet, televisi berwarna dan kamera masing-masing turun sebesar 1,02 persen, 3,19 persen, 0,15 persen dan 1,38 persen.

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

7 Angka Indeks Harga Konsumen kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Maret 2012 tercatat sebesar 110,90 atau mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,13 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai angka 110,76. Dari hasil penghitungan selama bulan Maret 2012, dua sub kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks yaitu sub kelompok transpor dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor masing-masing naik sebesar 0,18 persen dan 0,05 persen. Dua sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman dan sub kelompok jasa keuangan relatif tidak mengalami perubahan angka indeks.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga mendongkrak inflasi pada kelompok ini antara lain : bensin ( pertamax ) dan sepeda motor masing-masing naik 0,38 persen dan 0,26 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen; ban dalam motor, cuci kendaraan dan ban luar mobil masing-masing naik 1,93 persen, 2,46 persen dan 0,46 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi pada kelompok ini diantaranya busi dan velg masing-masing turun 1,27 persen dan 1,17 persen.

C. PERBANDINGAN INFLASI KOTA YOGYAKARTA

DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA DAN NASIONAL

Pada bulan Maret 2012 dari 66 kota yang dihitung Indeks Harga Konsumennya, 34 kota mengalami inflasi dan 32 kota IHK lainnya deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu kota Ambon dengan inflasi sebesar 1,33 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu sebesar 0,01 persen terjadi di kota Malang. Sebaliknya kota yang mengalami deflasi terbesar adalah kota Jayapura sebesar -1,44 persen, sedangkan kota Pekanbaru mengalami deflasi terkecil sebesar -0,03 persen.

Di wilayah Sumatera, dari 16 kota yang dihitung IHKnya, 7 kota mengalami inflasi, 9 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi sebesar 0,55 persen terjadi di kota Lhokseumawe, sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Palembang sebesar 0,04 persen. Sebaliknya deflasi terbesar dialami kota Sibolga sebesar -0,44 persen dan deflasi terkecil di kota Pekanbaru yaitu -0,03 persen.

Di pulau Jawa, dari 23 kota IHK, 13 kota mengalami inflasi sebaliknya 10 kota mengalami deflasi. Kota Yogyakarta tercatat mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,36 persen dan inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di kota Malang. Sebaliknya kota yang mengalami deflasi terbesar adalah kota Sukabumi sebesar -0,47 persen dan deflasi terkecil dialami kota Tangerang sebesar -0,13 persen. Untuk wilayah Kalimantan, kota Sampit mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,46 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Balikpapan sebesar 0,25 persen. Deflasi terbesar di Kalimantan dialami kota Pontianak sebesar -0,44 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Palangka Raya yaitu -0,06 persen.

Kota-kota lain di wilayah luar Jawa, Sumatera dan Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon yaitu sebesar 1,33 persen dan inflasi terendah dialami kota Sorong sebesar 0,09 persen.

Sebaliknya kota Jayapura mengalami deflasi terbesar yaitu -1,44 persen dan deflasi terkecil dialami kota Ternate sebesar -0,11 persen.

(8)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta bulan Februari 2012 dan Maret 2012, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi (2007=100)

KODE KELOMPOK / SUB KELOMPOK

IHK Inflasi Maret 2012 (%) ANDIL INFLASI Februari 2012 Maret 2012 [1] [2] [3] [4] [5] [6] 00000 UMUM 130,57 131,04 0,36 0,36 10000 BAHAN MAKANAN 153,75 154,50 0,49 0,09

10100 Padi-padian,umbi2-an & hasilnya 156,60 153,55 -1,95 -0,09

10200 Daging dan hasil-hasilnya 136,10 136,29 0,14 0,00

10300 Ikan Segar 143,19 144,43 0,87 0,01 10400 Ikan Diawetkan 185,72 193,46 4,17 0,02 10500 Telur,susu,dan hasil-hasilnya 146,51 145,59 -0,63 -0,02 10600 Sayur-sayuran 178,82 182,73 2,19 0,03 10700 Kacang-kacangan 188,18 188,26 0,04 0,00 10800 Buah-buahan 174,97 175,87 0,51 0,01 10900 Bumbu-bumbuan 138,29 151,35 9,44 0,10

11000 Lemak dan minyak 136,38 138,91 1,86 0,02

11100 Bahan makanan lainnya 120,21 122,18 1,64 0,00

20000 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 136,50 137,56 0,78 0,16

20100 Makanan jadi 134,15 135,25 0,82 0,12

20200 Minuman yang tdk beralkohol 138,66 139,77 0,80 0,03

20300 Tembakau dan minuman beralkohol 145,61 146,36 0,52 0,02

30000 PERUMAHAN 129,20 129,54 0,26 0,07

30100 Biaya tempat tinggal 127,75 128,22 0,37 0,06

30200 Bh.bakar,penerangan dan air 142,62 142,62 0,00 0,00

30300 Perlengkapan Rumahtangga 119,35 119,17 -0,15 0,00 30400 Penyelenggaraan Rumahtangga 119,17 119,63 0,39 0,01 40000 SANDANG 138,67 139,03 0,26 0,01 40100 Sandang laki-laki 115,40 116,42 0,88 0,01 40200 Sandang wanita 115,14 115,49 0,30 0,00 40300 Sandang anak-anak 114,47 114,57 0,09 0,00

40400 Barang pribadi dan lainnya 204,06 203,97 -0,04 0,00

50000 KESEHATAN 121,44 121,60 0,13 0,01

50100 Jasa kesehatan 119,33 119,33 0,00 0,00

50200 Obat-obatan 128,54 128,76 0,17 0,00

50300 Jasa Perawatan Jasmani 124,16 124,16 0,00 0,00

50400 Perawatan jasmani & kosmetika 119,47 119,87 0,33 0,00

60000 PENDIDIKAN,REKREASI,OLAH RAGA 121,93 121,96 0,02 0,00 60100 Jasa Pendidikan 126,88 126,88 0,00 0,00 60200 Kursus-kursus/Pelatihan 119,39 119,39 0,00 0,00 60300 Perlengkapan/peralatan pendidikan 114,37 114,08 -0,25 0,00 60400 Rekreasi 112,09 112,17 0,07 0,00 60500 Olahraga 113,42 116,18 2,43 0,00

70000 TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 110,76 110,90 0,13 0,02

70100 Transpor 115,61 115,82 0,18 0,02

70200 Komunikasi dan pengiriman 75,23 75,23 0,00 0,00

70300 Sarana & penunjang transport 177,48 177,56 0,05 0,00

(9)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.14/04/34/Th.XIV, 2 April 2012

9 Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Maret 2012 untuk 66 Kota

No. KOTA IHK Inflasi No. KOTA IHK Inflasi

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 BANDA ACEH 127,32 0,41 35 MADIUN 134,40 0,22

2 LHOKSEUMAWE 134,60 0,55 36 SURABAYA 130,31 0,09

3 SIBOLGA 137,27 -0,44 37 SERANG 134,40 -0,33

4 PEMATANG SIANTAR 134,98 -0,39 38 TANGERANG 131,42 -0,13

5 MEDAN 130,89 -0,26 39 CILEGON 129,76 0,10

6 PADANG SIDEMPUAN 132,80 -0,14 40 DENPASAR 133,08 0,46

7 PADANG 134,67 0,43 41 MATARAM 144,77 -0,51

8 PEKAN BARU 130,20 -0,03 42 BIMA 142,67 -0,45

9 DUMAI 133,20 -0,41 43 MAUMERE 146,43 -0,41

10 JAMBI 133,90 0,52 44 KUPANG 139,94 0,38

11 PALEMBANG 129,61 0,04 45 PONTIANAK 140,25 -0,44

12 BENGKULU 135,95 -0,12 46 SINGKAWANG 137,37 -0,43

13 BANDAR LAMPUNG 141,68 -0,21 47 SAMPIT 134,73 0,46

14 PANGKAL PINANG 142,57 0,34 48 PALANGKA RAYA 138,85 -0,06

15 BATAM 125,58 0,20 49 BANJARMASIN 138,72 -0,14

16 TANJUNG PINANG 130,78 -0,20 50 BALIKPAPAN 138,37 0,25

17 JAKARTA 128,86 0,18 51 SAMARINDA 141,16 0,38 18 BOGOR 130,16 -0,15 52 TARAKAN 154,19 -0,21 19 SUKABUMI 131,00 -0,47 53 MANADO 128,11 1,12 20 BANDUNG 125,14 0,05 54 PALU 135,20 0,15 21 CIREBON 134,43 -0,30 55 WATAMPONE 147,03 0,25 22 BEKASI 129,18 0,16 56 MAKASSAR 131,60 0,38 23 DEPOK 128,84 -0,16 57 PAREPARE 131,20 0,15 24 TASIKMALAYA 133,39 -0,30 58 PALOPO 138,81 0,17 25 PURWOKERTO 129,33 -0,21 59 KENDARI 137,27 0,21 26 SURAKARTA 121,69 0,28 60 GORONTALO 134,65 -0,57 27 SEMARANG 129,51 0,33 61 MAMUJU 134,57 -0,14 28 TEGAL 130,52 -0,18 62 AMBON 137,57 1,33 29 YOGYAKARTA 131,04 0,36 63 TERNATE 133,20 -0,11 30 JEMBER 131,12 0,29 64 MANOKWARI 141,35 -0,18 31 SUMENEP 128,25 0,12 65 SORONG 145,05 0,09 32 KEDIRI 129,33 0,04 66 JAYAPURA 126,38 -1,44 33 MALANG 130,50 0,01 N A S I O N A L 34 PROBOLINGGO 133,58 -0,35

Referensi

Dokumen terkait

Untuk Indonesia, berdasarkan fakta bahwa pertumbuhan penduduk setiap periode selalu mengalami perubahan, maka jelas bahwa Indonesia tidak tepat jika didekati dengan model

Pola tanam pada wilayah cluster 1, membutuhkan dua kali persiapan lahan, persiapan lahan pertama (PL I) dimulai saat bulan September hingga bulan Oktober, masa persiapan lahan

Secara singkat bilangan muncul akibat kebutuhan manusia. Bilangan yang pertama kali dikenal adalah bilangan asli. Bilangan ini muncul akibat kebutuhan manusia

Junaedin Wadu. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Serta Perilaku Petani dan Strategi Menghadapi Risiko produksi Usahatani Padi Sawah di Kecamatan

dapat menyediakan informasi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bagi DPPU Halim Perdanakusuma dan dapat dilihat dari beberapa dimensi sehingga memudahkan pihak eksekutif

Kita juga akan melihat TGFU dari perspektif psikologi, Thorpe menganalisis bahawa dalam meletakkan psikologi dalam TGFU sebagai kerangka kerja pendorong.TGFU menekankan pada

Kemampuan dalam mengambil keputusan adalah sangat penting bagi Kemampuan dalam mengambil keputusan adalah sangat penting bagi klien untuk menyelesaikan masalah kegawatdaruratan

Dikotomi dalam proses pencapaian tujuan pendidikan dalam interaksi sehari-hari di lembaga pendidikan, menyebabkan dikotomi abituren pendidikan dalam bentuk kepribadian