2
2. Kinerja Operasional & Keuangan
3. Update Proyek
Sekilas Perusahaan (“CAP”)
Produsen Olefins dan Polyolefins terintegrasi yang
terbesar di Indonesia.
Memproduksi bahan baku plastik dan kimia yang
digunakan untuk membuat produk konsumen sehari-hari
(kemasan, pipa, jerigen, otomotif, elektronik, sepatu, dll).
Memiliki satu-satunya pabrik Naphtha Cracker, Styrene
Monomer, dan Butadiene di Indonesia.
Produsen Propylene (470KTA) & Polypropylene (480KTA)
terbesar di Indonesia.
Satu-satunya produsen Ethylene (860KTA); dan satu dari
dua penghasil Polyethylene (336KTA) di Indonesia.
Lokasi pabrik yang strategis/dekat dengan pelanggan di
kawasan industri Cilegon-Merak.
Mengoperasikan 3 Jetty dengan kapasitas DWT 6K, 10K,
dan 80K di dalam komplek pabrik memudahkan logistik.
Pemegang saham utama Barito Pacific Grup* (65.2%) dan
SCG Chemicals (30.5%) per Agustus 2016.
Kompleks petrokimia yang terintegrasi
Pabrik Styrene Monomer Pabrik Butadiene Naphtha Cracker Pabrik Polypropylene
Catatan: (*) Termasuk kepemilikan Marigold Resources dan Magna Resources. KTA: Kilo tonnes per annum; DWT: Dead-weight ton
Visi dan Strategi Bisnis
1.
Meningkatkan kapasitas dan membangun posisi sebagai pemimpin pasar.
2.
Memperluas penawaran produk dan terus mengoptimalkan integrasi di sepanjang
rantai produk petrokimia.
3.
Mengembangkan keunggulan bahan baku (feedstock) untuk memperbaiki biaya yang
kompetitif.
4.
Mengembangkan dan membina sumber daya manusia.
5.
Mengoptimalkan keunikan infrastruktur yang dimiliki serta meningkatkan layanan
premium kepada pelanggan.
6.
Mempertahankan dan terus meningkatkan standar operasi terbaik, efisiensi biaya,
dan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
5
1992
Dimulainya produksi komersial Polypropylene, terdiri dari 2 train dengan kapasitas tahunan 160ktpa
PT Chan
d
ra
Asri
P
e
tr
oc
h
e
mi
cal
Tbk.
PT
T
ri
P
ol
yt
a
In
d
on
e
si
a
Tb
k.
PT
Ch
an
d
ra
A
sr
i
2011 1992 1993 1995 2004 2010 1993 Meningkatkan kapasitas pabrik PP menjadi 240ktpa 1995 Penyelesaian Train 3, meningkatkan kapasitas pabrik Polypropylene menjadi 360ktpa 2007
Menambahkan unit furnace untuk meningkatkan produksi Ethylene sebesar 80ktpa dan menambah jaringan pipa sepanjang 25km
Mengakuisisi 100% saham PT Styrindo Mono Indonesia (“SMI”)
2004
Ekspansi produk melalui penjualan Mixed C4
1995
Dimulainya produksi komersial di CAP dengan kapasitas awal cracker sebesar 520ktpa
2011
Merger CAP dan TPI efektif per tanggal 1 Jan 2011
Penyelesaian de-bottlenecking pada Apr 2011 untuk
meningkatkan kapasitas pabrik Polypropylene menjadi 480ktpa
SCG mengakuisisi 30% saham CAP dari Barito Pacific dan Temasek
2012 2011 Dimulainya pembangunan pabrik Butadiene pertama di Indonesia pada Agustus 2011. Memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar US$150 juta untuk pembiayaan proyek Butadiene pada November 2011.
2012
Refinancing obligasi dengan
pinjaman berjangka 7 tahun dengan biaya lebih rendah sebesar US$220 juta, secara substansial mengurangi beban bunga.
2013
2013
Membentuk JV dengan Michelin (SRI) pada Juni 2013 untuk pembangunan pabrik SBR.
Dimulainya operasi pabrik Butadiene pada Sept 2013
Memperoleh pendanaan untuk ekspansi Cracker:
US$128 juta dari rights issue pada November 2013
US$265 juta dari pinjaman berjangka 7 tahun pada Desember 2013 2010 Penerbitan perdana Obligasi Berjangka 5 Tahun sebesar US$230 juta 2009 2009 Meningkatkan kapasitas pabrik PP menjadi 480KT 2007 2014 Dimulainya proyek ekspansi Cracker dari 600KTPA menjadi 860 KTPA.
2014 2015
2015
Penyelesaian proyek ekspansi Cracker pada Des 2015 untuk meningkatkan kapasitas menjadi 860KTPA.
Menunjuk Toyo Eng. Corp untuk pembangunan pabrik SBR.
Refinancing pinjaman
US$150 juta dengan pinjaman berjangka 7 tahun dengan biaya lebih rendah sebesar US$94,98 juta.
Operasional Bisnis yang Terintegrasi
“Operasional bisnis terintegrasi dari hulu sampai hilir membuat lebih efisien, berbiaya rendah, dan bernilai tambah”.
6
New Generation
Synthetic Rubber
Polypropylene
Polyethylene
Styrene Monomer
Up
str
e
am
Petro
ch
e
mi
ca
l
Ethylene
Propylene
Py-Gas
Mixed C4
Mi
ds
tr
ea
m
Pet
ro
che
m
ic
al
Oil
&
G
as
CAP Products Future products by SRI
Crude Oil
Diesel
Kerosene
Gasoline
Refinery
Naphtha Cracker
Naphtha
LPG
Raffinate - 1
Butadiene
Condensate
CAP Facility Legend:Operasional Bisnis yang Terintegrasi (lanjutan)
Catatan:
(1) LLDPE: Linear Low Density Polyethylene (2) HDPE: High Density Polyethylene
Homopolymer Random Copolymer Impact (Block) Copolymer Ethylene
Produk Utama
Proses Utama Pabrik
Pasar Utama
330 KTPA 860 KTPA 430 KTPA 100 KTPA Propylene 470 KTPA Py-Gas 400 KTPA Crude C4 315 KTPA
Domestik
Ekspor
Domestik
Domestik
Ekspor
Ekspor
Domestik
Ekspor
Domestik
Naphtha
Cracker
berlisensi
Lummus and
KBR.
Polypropylene W.R. Grace 480 KTPA Styrene Monomer Licensed by Mobil-Badger and Lummus 340 KTPA LLDPE(1) HDPE(2) Polyethylene Licensed by Univation 336 KTPANaphtha
2,300
KTPA
Butadiene BASF/Lummus 100 KTPAPeningkatan marjin seiring terintegrasinya rantai nilai produksi
Olefins
Polyolefins
Styrene Monomer
Butadiene
Ethylene
Py-Gas
Propylene
Mixed C
4Polypropylene
Polyethylene
Mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia, JV antara SMI
dan Michelin, yang akan membangun pabrik Styrene
Butadiene Rubber.
Pendapatan Bersih
US$432 juta
Pendapatan Bersih
US$250 juta
Pendapatan Bersih
US$131 juta
Pendapatan Bersih
US$64 juta
49%
28%
15%
Pendapatan Bersih 1H-2016: US$882.1 juta (100%)
7%
8
*) Segmen usaha lain: Sewa Tangki dan Jetty dengan pendapatan US$ 5juta atau 1% dari total pendapatan 1H-2016
Lokasi yang Strategis
“Saling berdekatan dan terhubung dengan fasilitas pelanggan (jaringan pipa Ethylene 45 km)”.
9
Anyer
Cilegon Merak
Jetty New Toll Road CAP Pipeline Existing Road
Puloampel-Serang
Main Plant
Main Plant Capacity (ktpa)
– Ethylene: 860 – Propylene: 470 – Py-Gas: 40 0 – Mixed C4: 315 – Polyethylene: 336 – Polypropylene: 480
Butadiene Plant: 100 ktpa
On-Site Power
Styrene Monomer Plant
Capacity 340 ktpa
Sriwie Dongjin
Lautan Otsuka Asahimas Polypet PET Polyprima PTA ARCO PPG
Amoco Mitsui TITAN PE Mitsubishi Kasei PIPI PS and SBL Unggul Indah AB Prointail Statomer PVC Buana Sulfindo Santa Fe Rhone Poulenc SBL Sulfindo Adiusaha NAOH, CL2
Golden Key ABS Multisidia Risjad Brasali EPS, SAN Trans Bakrie Cont Carbon CB Indochlor Sintetikajaya Showa Esterindo Sulfindo Adi. PVC Polychem Redeco Cabot Siemens Hoechst KS Dow Chemical Air Liquide UAP
Existing customers with pipeline access
NSI Sulfindo Adi. EDC, VCM
Indonesia
Cilegon Main PlantCAP’s Petrochemical Complexes
Basis Pelanggan yang Luas & Loyal
10
Komposisi Penjualan menurut Pelanggan
Jumlah pelanggan yang terdiversifikasi. Dari 10
pelanggan teratas menyumbang 46% dari
pendapatan 1H-2016.
Pelanggan utama merupakan para pelanggan
loyal yang sudah lama berhubungan.
Kemudahan bagi pelanggan yang langsung
terhubung dengan pipa terintegrasi dengan
fasilitas produksi CAP.
Basis pemasaran yang kuat dengan jaringan
distribusi yang luas, melayani ~300+
pelanggan.
Keunggulan ketersediaan barang dan waktu
pengiriman yang cepat, CAP mengenakan
harga premium atas harga referensi pasar.
Pelanggan Utama
Total Pendapatan Bersih 1H-2016: US$882,1 juta
46%
54%
Top 10 Pelanggan
Lainnya
Pasokan feedstock yang stabil dan fleksibel
11
Hubungan bisnis yang stabil dan lama dengan
para pemasok.
Tidak ada gangguan atas pasokan feedstock
yang berarti.
Fleksibilitas dalam pembelian feedstock (spot
vs. contract) – tidak ada ketergantungan
dengan pemasok tunggal.
Sinergi atas pengadaan bersama SCG.
Penyimpanan naphtha dengan kapasitas yang
besar.
Tentang Feedstock
Pembelian Naphtha spot vs kontrak
12
Erwin Ciputra
Presiden Direktur
Kulachet
Dharachandra(1)
Wakil Presiden Direktur Operasi
Terry Lim Chong Thian Direktur Keuangan Fransiskus Ruly Aryawan Direktur Komersial Monomer Baritono Pangestu Wakil Presiden Direktur
Komersial Polymer
Piboon
Sirinantanakul(1)
Direktur Produksi Suryandi
Direktur Sumber Daya Manusia & Administrasi
Korporasi
Djoko Suyanto Tan Ek Kia Ho Hon Cheong Agus Salim
Pangestu
Loeki
Sundjaja Putera Chaovalit Ekabut
(1) Cholanat
Yanaranop(1)
(1) Ditunjuk oleh SCG.
4 tahun di Industri 1 tahun dengan CAP
41 tahun di Industri 5 tahun dengan CAP
9 bulan di Industri 9 bulan dengan CAP
10 tahun di Industri 9 tahun dengan CAP
15 tahun di Industri 14 tahun dengan CAP
11 tahun di Industri 4 tahun dengan CAP
28 tahun di Industri 4 tahun dengan CAP
13 tahun di Industri 12 tahun dengan CAP
Dewan Komisaris
Manajemen Senior
19 tahun di Industri Bergabung Juni 2016 dengan CAP 13 tahun di Industri 13 tahun dengan CAP 22 tahun di IndustriBergabung Januari 2016 dengan CAP 10 tahun di Industri
9 tahun dengan CAP
26 tahun di Industri 26 tahun dengan CAP 34 tahun di Industri
10 tahun dengan CAP
2. Kinerja Operasional & Keuangan
3. Update Proyek
4. Outlook Industri
Ethylene
Polyethylene, Polypropylene, Styrene Monomer, Butadiene
14
94
93
80
91
95
95
99
92
93
74
69
80
76
79
47
88
2013
2014
2015
1H-16
Polyethylene
Polypropylene
Styrene Monomer
Butadiene
99
94
57
79
2013
2014
2015
1H-16
Tingkat Utilisasi Pabrik
Secara konsisten mencapai tingkat operasi tinggi diatas 90%.
Penurunan utilisasi di 2015 disebabkan shutdowns pada kuartal 4 untuk pengerjaan Tie-in proyek Ekspansi Cracker.
Selain itu dalam periode shutdowns selama 85 hari tersebut juga dilakukan Turnaround Maintenance (TAM).
Pasca selesainya Ekspansi di Des-2015, Pabrik Cracker beroperasi dengan kapasitas baru 860 KTA (naik hingga 43%).
15
Ethylene
Volume (KT)
Price & spread (US$/ton)
Propylene
Volume (KT)
Price & spread (US$/ton)
208
337
48
161
YTD Jun-15 YTD Jun-16
52 107 13 31 2Q-15 2Q-16 111 185 18 50
YTD Jun-15 YTD Jun-16
677 624 581 404 1,258 1,028 2Q-15 2Q-16 556 604 578 392 1.134 996
YTD Jun-15 YTD Jun-16
350 325 581 404 931 729 2Q-15 2Q-16 309 306 578 392 887 698
YTD Jun-15 YTD Jun-16 99
198
29
110
2Q-15 2Q-16
Volume dan Harga per produk
16
Polypropylene
Volume (KT)
Price & spread (US$/ton)
110 113 117 116
2Q-15 2Q-16
228 237 222 225
YTD Jun-15 YTD Jun-16
868 826 581 404 1,449 1,230 2Q-15 2Q-16 776 735 578 392 1,354 1,127
YTD Jun-15 YTD Jun-16
Polyethylene
Volume (KT)
Price & spread (US$/ton)
56 65 77 76
2Q-15 2Q-16
130 139 151 144
YTD Jun-15 YTD Jun-16
893 866 581 404 1,474 1,270 2Q-15 2Q-16 796 846 578 392 1,374 1,238
YTD Jun-15 YTD Jun-16
Volume dan Harga per produk
17
14 25 15 26 2Q-15 2Q-16Butadiene
Volume (KT)Price & spread (US$/ton)
(1)Styrene Monomer and by products (Toluene and Ethyl Benzene)
Styrene Monomer
(1)Volume (KT)
Price & spread (US$/ton)
(3)
30
44 28
43
YTD Jun-15 YTD Jun-16 68 64 76 66
2Q-15 2Q-16
120 113 136 128
YTD Jun-15 YTD Jun-16
313 576 581 404 894 980 2Q-15 2Q-16 274 494 578 392 852 886
YTD Jun-15 YTD Jun-16
462 451 792 611 1,254 1,062 2Q-15 2Q-16 365 420 765 591 1,130 1,011
YTD Jun-15 YTD Jun-16
Volume dan Harga per produk
Ikhtisar Keuangan: Laba Rugi 1H-2016
18
2Q-15
1Q-16
2Q-16
2Q-16
1H-15
1H-16
(US$ juta) (US$ juta) (US$ juta)
YoY
QoQ
(US$ juta) (US$ juta) YoY
Pendapatan Bersih
442
359
523
18%
46%
799
882
10%
Beban Pokok Pendapatan
370
296
368
-1%
24%
711
664
-7%
Laba Kotor
72
63
156
116%
149%
88
218 147%
Laba (Rugi) Usaha
48
46
135
181%
193%
46
180 291%
Laba (Rugi) Bersih Tahun
Berjalan
15
35
96
538%
172%
18
132
636%
EBITDA
65
68
156
141%
129%
93
224 140%
Margin Laba Kotor
16%
17%
30%
11%
25%
Margin Laba Usaha
11%
13%
26%
6%
20%
Margin Laba Bersih
3%
10%
18%
2%
15%
15%
Margin Ebitda
12%
25%
Pendapatan Bersih
EBITDA
30%
10%
140%
93
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Belanja Modal
19
Ikhtisar Keuangan: Lanjutan
2. Kinerja Operasional & Keuangan
3. Update Proyek
4. Outlook Industri
21
21
Penyelesaian Mekanik dicapai pada 9 Desember 2015.
Pekerjaan TAM/tie-in Ekspansi berhasil diselesaikan sesuai jadwal. Cracker beroperasi
kembali dengan produk on-spec pada 19 Desember.
Total pengeluaran sesuai anggaran ca. US$380 juta.
Kapasitas fasilitas Cracker meningkat menjadi 860 KTA (naik 43%) sejak awal 2016.
22
Proyek Ekspansi Cracker
22
“Dengan kapasitas Cracker yang
setara dengan kelas dunia serta
modernisasi pabrik, CAP semakin
memantapkan posisinya di
industri petrokimia di Indonesia”.
23
23
Kontrak EPC diberikan kepada Toyo Engineering & IKPT
pada Juni 2015.
CAP telah sepenuhnya menginjeksikan total ekuitas
sebesar US$54m.
Progress keseluruhan mencapai 32% per Juni 2016.
Pekerjaan drainase & fasilitas pabrik temporer selesai.
Pembangunan rak pipa, pekerjaan konstruksi sipil
struktur, pemancangan bangunan, sedang berlangsung.
Target beroperasi di 2018.
Proyek pabrik SBR
Future SBR Plant Facility Area
Building equipment foundation
Piperack, Stripping area and Crumb Slurry Tank
“Memberikan nilai tambah
terhadap produk Butadiene dan
Styrene Monomer, menjadi
produk Synthetic Rubber
24
24
Lisensi: UNIPOL Polyethylene Process dari Univation
Technologies, LLC.
Kapasitas: fasilitas baru berkapasitas 400 KTA untuk
memproduksi LLDPE, HDPE dan Metallocene LLDPE.
Keputusan Investasi Akhir ditargetkan pertengahan 2017.
Pabrik mulai beroperasi di 2019/2020.
Ekspansi ini akan menangkap lebih banyak pangsa pasar di
dalam negeri untuk produk PE dimana Indonesia masih
kekurangan pasokan. Permintaan pasar diperkirakan +/-
1.4 juta TPA.
Ekspansi pabrik Polyethylene
“Setelah selesainya ekspansi
Cracker dan seiring dengan strategi
integrasi vertikal, CAP memiliki
rencana strategis untuk
membangun pabrik PE baru guna
menghasilkan nilai tambah atas
berlebihnya produk Ethylene"
Pabrik PE saat ini di Cilegon dengan kapasitas 336 KTA dimana salah satu
train menggunakan Teknologi PE UNIPOL berkapasitas 200 KTA dan train
yang lain dengan kapasitas 136 KTA menggunakan Teknologi SDK
2. Kinerja Operasional & Keuangan
3. Update Proyek
4. Outlook Industri
80% 82% 84% 86% 88% 90% 0 100 200 300 400 500 600 700 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)
Ethylene Delta Over Net Raw Material Cost Global utilisation rates
Note:
- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)
- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel
60% 70% 80% 90% 0 200 400 600 800 1000 1200 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)
Polyolefins Delta Over Net Raw Material Cost Global polyolefins utilisation rates
Note:
- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)
- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel
SEA Ethylene price spreads over naphtha
“Permintaan secara fundamental tetap baik untuk industri petrokimia selama beberapa tahun ke depan. Penambahan
kapasitas baru pasca 2015 mengakibatkan adanya sedikit penurunan pada marjin rata-rata mengikuti periode
profitabilitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan”.
Sumber: Nexant (Feb 2016)
SEA Polyolefins price spreads over naphtha
Outlook Industri
70% 80% 90% 100% 0 100 200 300 400 500 600 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r ne t r aw m ate rial cost (Dollar s pe r to n)
Styrene Delta Over Net Raw Material Cost* Global utilisation rates
Note: - 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)
- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel * Styrene market price less net raw material prices (benzene*.0.78 + ethylene*0.28)
27
60% 70% 80% 90% 100% 0 500 1000 1500 2000 2500 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)Butadiene Delta Over Net Raw Material Cost Global utilisation rates
Note:
- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)
- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel
SEA Butadiene price spreads over Net Raw Material Cost
SEA SM price spreads over Net Raw Material Cost
Sumber: Nexant (Feb 2016)
28
di pasar regional”.
0
1000
2000
3000
4000
5000
SC
G
PTT
Ex
xonMo
bi
l
Lott
e
TP
C
C
hand
ra
As
ri
PC
G
C
hev
ron
Phi
llips
Pol
ytama
JG
S
umm
it
N
ghi
S
on
R
efi
nery &…
Thous
and
tons
per y
ear
HD
LL
LD
PP
Polyolefin Top 10 South East Asia Producers
Largest Petrochemical company in Indonesia
(1)Ethylene (2015)
Polyethylene (2015)
1
Polypropylene (2015)
Styrene Monomer (2015)
Sumber: CAP, Nexant (Feb 2016)
Total Supply: 1.4M tons
Total Supply: 1.6M tons Total Supply: 0.2M tons
6
Sumber: Nexant (Feb-2016)