• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Profil Perusahaan. 2. Kinerja Operasional & Keuangan 3. Update Proyek. 4. Outlook Industri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. Profil Perusahaan. 2. Kinerja Operasional & Keuangan 3. Update Proyek. 4. Outlook Industri"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

2. Kinerja Operasional & Keuangan

3. Update Proyek

(3)

Sekilas Perusahaan (“CAP”)

Produsen Olefins dan Polyolefins terintegrasi yang

terbesar di Indonesia.

Memproduksi bahan baku plastik dan kimia yang

digunakan untuk membuat produk konsumen sehari-hari

(kemasan, pipa, jerigen, otomotif, elektronik, sepatu, dll).

Memiliki satu-satunya pabrik Naphtha Cracker, Styrene

Monomer, dan Butadiene di Indonesia.

Produsen Propylene (470KTA) & Polypropylene (480KTA)

terbesar di Indonesia.

Satu-satunya produsen Ethylene (860KTA); dan satu dari

dua penghasil Polyethylene (336KTA) di Indonesia.

Lokasi pabrik yang strategis/dekat dengan pelanggan di

kawasan industri Cilegon-Merak.

Mengoperasikan 3 Jetty dengan kapasitas DWT 6K, 10K,

dan 80K di dalam komplek pabrik memudahkan logistik.

Pemegang saham utama Barito Pacific Grup* (65.2%) dan

SCG Chemicals (30.5%) per Agustus 2016.

Kompleks petrokimia yang terintegrasi

Pabrik Styrene Monomer Pabrik Butadiene Naphtha Cracker Pabrik Polypropylene

Catatan: (*) Termasuk kepemilikan Marigold Resources dan Magna Resources. KTA: Kilo tonnes per annum; DWT: Dead-weight ton

(4)

Visi dan Strategi Bisnis

1.

Meningkatkan kapasitas dan membangun posisi sebagai pemimpin pasar.

2.

Memperluas penawaran produk dan terus mengoptimalkan integrasi di sepanjang

rantai produk petrokimia.

3.

Mengembangkan keunggulan bahan baku (feedstock) untuk memperbaiki biaya yang

kompetitif.

4.

Mengembangkan dan membina sumber daya manusia.

5.

Mengoptimalkan keunikan infrastruktur yang dimiliki serta meningkatkan layanan

premium kepada pelanggan.

6.

Mempertahankan dan terus meningkatkan standar operasi terbaik, efisiensi biaya,

dan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).

(5)

5

1992

 Dimulainya produksi komersial Polypropylene, terdiri dari 2 train dengan kapasitas tahunan 160ktpa

PT Chan

d

ra

Asri

P

e

tr

oc

h

e

mi

cal

Tbk.

PT

T

ri

P

ol

yt

a

In

d

on

e

si

a

Tb

k.

PT

Ch

an

d

ra

A

sr

i

2011 1992 1993 1995 2004 2010 1993

 Meningkatkan kapasitas pabrik PP menjadi 240ktpa 1995  Penyelesaian Train 3, meningkatkan kapasitas pabrik Polypropylene menjadi 360ktpa 2007

 Menambahkan unit furnace untuk meningkatkan produksi Ethylene sebesar 80ktpa dan menambah jaringan pipa sepanjang 25km

 Mengakuisisi 100% saham PT Styrindo Mono Indonesia (“SMI”)

2004

 Ekspansi produk melalui penjualan Mixed C4

1995

 Dimulainya produksi komersial di CAP dengan kapasitas awal cracker sebesar 520ktpa

2011

 Merger CAP dan TPI efektif per tanggal 1 Jan 2011

Penyelesaian de-bottlenecking pada Apr 2011 untuk

meningkatkan kapasitas pabrik Polypropylene menjadi 480ktpa

 SCG mengakuisisi 30% saham CAP dari Barito Pacific dan Temasek

2012 2011  Dimulainya pembangunan pabrik Butadiene pertama di Indonesia pada Agustus 2011.  Memperoleh fasilitas pinjaman berjangka sebesar US$150 juta untuk pembiayaan proyek Butadiene pada November 2011.

2012

Refinancing obligasi dengan

pinjaman berjangka 7 tahun dengan biaya lebih rendah sebesar US$220 juta, secara substansial mengurangi beban bunga.

2013

2013

 Membentuk JV dengan Michelin (SRI) pada Juni 2013 untuk pembangunan pabrik SBR.

 Dimulainya operasi pabrik Butadiene pada Sept 2013

 Memperoleh pendanaan untuk ekspansi Cracker:

US$128 juta dari rights issue pada November 2013

 US$265 juta dari pinjaman berjangka 7 tahun pada Desember 2013 2010  Penerbitan perdana Obligasi Berjangka 5 Tahun sebesar US$230 juta 2009 2009  Meningkatkan kapasitas pabrik PP menjadi 480KT 2007 2014  Dimulainya proyek ekspansi Cracker dari 600KTPA menjadi 860 KTPA.

2014 2015

2015

 Penyelesaian proyek ekspansi Cracker pada Des 2015 untuk meningkatkan kapasitas menjadi 860KTPA.

 Menunjuk Toyo Eng. Corp untuk pembangunan pabrik SBR.

Refinancing pinjaman

US$150 juta dengan pinjaman berjangka 7 tahun dengan biaya lebih rendah sebesar US$94,98 juta.

(6)

Operasional Bisnis yang Terintegrasi

“Operasional bisnis terintegrasi dari hulu sampai hilir membuat lebih efisien, berbiaya rendah, dan bernilai tambah”.

6

New Generation

Synthetic Rubber

Polypropylene

Polyethylene

Styrene Monomer

Up

str

e

am

Petro

ch

e

mi

ca

l

Ethylene

Propylene

Py-Gas

Mixed C4

Mi

ds

tr

ea

m

Pet

ro

che

m

ic

al

Oil

&

G

as

CAP Products Future products by SRI

Crude Oil

Diesel

Kerosene

Gasoline

Refinery

Naphtha Cracker

Naphtha

LPG

Raffinate - 1

Butadiene

Condensate

CAP Facility Legend:

(7)

Operasional Bisnis yang Terintegrasi (lanjutan)

Catatan:

(1) LLDPE: Linear Low Density Polyethylene (2) HDPE: High Density Polyethylene

Homopolymer Random Copolymer Impact (Block) Copolymer Ethylene

Produk Utama

Proses Utama Pabrik

Pasar Utama

330 KTPA 860 KTPA 430 KTPA 100 KTPA Propylene 470 KTPA Py-Gas 400 KTPA Crude C4 315 KTPA

Domestik

Ekspor

Domestik

Domestik

Ekspor

Ekspor

Domestik

Ekspor

Domestik

Naphtha

Cracker

berlisensi

Lummus and

KBR.

Polypropylene W.R. Grace  480 KTPA Styrene Monomer  Licensed by Mobil-Badger and Lummus  340 KTPA LLDPE(1) HDPE(2) Polyethylene  Licensed by Univation  336 KTPA

Naphtha

2,300

KTPA

Butadiene  BASF/Lummus  100 KTPA

Peningkatan marjin seiring terintegrasinya rantai nilai produksi

(8)

Olefins

Polyolefins

Styrene Monomer

Butadiene

Ethylene

Py-Gas

Propylene

Mixed C

4

Polypropylene

Polyethylene

Mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia, JV antara SMI

dan Michelin, yang akan membangun pabrik Styrene

Butadiene Rubber.

Pendapatan Bersih

US$432 juta

Pendapatan Bersih

US$250 juta

Pendapatan Bersih

US$131 juta

Pendapatan Bersih

US$64 juta

49%

28%

15%

Pendapatan Bersih 1H-2016: US$882.1 juta (100%)

7%

8

*) Segmen usaha lain: Sewa Tangki dan Jetty dengan pendapatan US$ 5juta atau 1% dari total pendapatan 1H-2016

(9)

Lokasi yang Strategis

“Saling berdekatan dan terhubung dengan fasilitas pelanggan (jaringan pipa Ethylene 45 km)”.

9

Anyer

Cilegon Merak

Jetty New Toll Road CAP Pipeline Existing Road

Puloampel-Serang

Main Plant

 Main Plant Capacity (ktpa)

– Ethylene: 860 – Propylene: 470 – Py-Gas: 40 0 – Mixed C4: 315 – Polyethylene: 336 – Polypropylene: 480

 Butadiene Plant: 100 ktpa

 On-Site Power

Styrene Monomer Plant

Capacity 340 ktpa

Sriwie Dongjin

Lautan Otsuka Asahimas Polypet PET Polyprima PTA ARCO PPG

Amoco Mitsui TITAN PE Mitsubishi Kasei PIPI PS and SBL Unggul Indah AB Prointail Statomer PVC Buana Sulfindo Santa Fe Rhone Poulenc SBL Sulfindo Adiusaha NAOH, CL2

Golden Key ABS Multisidia Risjad Brasali EPS, SAN Trans Bakrie Cont Carbon CB Indochlor Sintetikajaya Showa Esterindo Sulfindo Adi. PVC Polychem Redeco Cabot Siemens Hoechst KS Dow Chemical Air Liquide UAP

Existing customers with pipeline access

NSI Sulfindo Adi. EDC, VCM

Indonesia

Cilegon Main Plant

CAP’s Petrochemical Complexes

(10)

Basis Pelanggan yang Luas & Loyal

10

Komposisi Penjualan menurut Pelanggan

Jumlah pelanggan yang terdiversifikasi. Dari 10

pelanggan teratas menyumbang 46% dari

pendapatan 1H-2016.

Pelanggan utama merupakan para pelanggan

loyal yang sudah lama berhubungan.

Kemudahan bagi pelanggan yang langsung

terhubung dengan pipa terintegrasi dengan

fasilitas produksi CAP.

Basis pemasaran yang kuat dengan jaringan

distribusi yang luas, melayani ~300+

pelanggan.

Keunggulan ketersediaan barang dan waktu

pengiriman yang cepat, CAP mengenakan

harga premium atas harga referensi pasar.

Pelanggan Utama

Total Pendapatan Bersih 1H-2016: US$882,1 juta

46%

54%

Top 10 Pelanggan

Lainnya

(11)

Pasokan feedstock yang stabil dan fleksibel

11

Hubungan bisnis yang stabil dan lama dengan

para pemasok.

Tidak ada gangguan atas pasokan feedstock

yang berarti.

Fleksibilitas dalam pembelian feedstock (spot

vs. contract) – tidak ada ketergantungan

dengan pemasok tunggal.

Sinergi atas pengadaan bersama SCG.

Penyimpanan naphtha dengan kapasitas yang

besar.

Tentang Feedstock

Pembelian Naphtha spot vs kontrak

(12)

12

Erwin Ciputra

Presiden Direktur

Kulachet

Dharachandra(1)

Wakil Presiden Direktur Operasi

Terry Lim Chong Thian Direktur Keuangan Fransiskus Ruly Aryawan Direktur Komersial Monomer Baritono Pangestu Wakil Presiden Direktur

Komersial Polymer

Piboon

Sirinantanakul(1)

Direktur Produksi Suryandi

Direktur Sumber Daya Manusia & Administrasi

Korporasi

Djoko Suyanto Tan Ek Kia Ho Hon Cheong Agus Salim

Pangestu

Loeki

Sundjaja Putera Chaovalit Ekabut

(1) Cholanat

Yanaranop(1)

(1) Ditunjuk oleh SCG.

4 tahun di Industri 1 tahun dengan CAP

41 tahun di Industri 5 tahun dengan CAP

9 bulan di Industri 9 bulan dengan CAP

10 tahun di Industri 9 tahun dengan CAP

15 tahun di Industri 14 tahun dengan CAP

11 tahun di Industri 4 tahun dengan CAP

28 tahun di Industri 4 tahun dengan CAP

13 tahun di Industri 12 tahun dengan CAP

Dewan Komisaris

Manajemen Senior

19 tahun di Industri Bergabung Juni 2016 dengan CAP 13 tahun di Industri 13 tahun dengan CAP 22 tahun di Industri

Bergabung Januari 2016 dengan CAP 10 tahun di Industri

9 tahun dengan CAP

26 tahun di Industri 26 tahun dengan CAP 34 tahun di Industri

10 tahun dengan CAP

(13)

2. Kinerja Operasional & Keuangan

3. Update Proyek

4. Outlook Industri

(14)

Ethylene

Polyethylene, Polypropylene, Styrene Monomer, Butadiene

14

94

93

80

91

95

95

99

92

93

74

69

80

76

79

47

88

2013

2014

2015

1H-16

Polyethylene

Polypropylene

Styrene Monomer

Butadiene

99

94

57

79

2013

2014

2015

1H-16

Tingkat Utilisasi Pabrik

Secara konsisten mencapai tingkat operasi tinggi diatas 90%.

Penurunan utilisasi di 2015 disebabkan shutdowns pada kuartal 4 untuk pengerjaan Tie-in proyek Ekspansi Cracker.

Selain itu dalam periode shutdowns selama 85 hari tersebut juga dilakukan Turnaround Maintenance (TAM).

Pasca selesainya Ekspansi di Des-2015, Pabrik Cracker beroperasi dengan kapasitas baru 860 KTA (naik hingga 43%).

(15)

15

Ethylene

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

Propylene

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

208

337

48

161

YTD Jun-15 YTD Jun-16

52 107 13 31 2Q-15 2Q-16 111 185 18 50

YTD Jun-15 YTD Jun-16

677 624 581 404 1,258 1,028 2Q-15 2Q-16 556 604 578 392 1.134 996

YTD Jun-15 YTD Jun-16

350 325 581 404 931 729 2Q-15 2Q-16 309 306 578 392 887 698

YTD Jun-15 YTD Jun-16 99

198

29

110

2Q-15 2Q-16

Volume dan Harga per produk

(16)

16

Polypropylene

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

110 113 117 116

2Q-15 2Q-16

228 237 222 225

YTD Jun-15 YTD Jun-16

868 826 581 404 1,449 1,230 2Q-15 2Q-16 776 735 578 392 1,354 1,127

YTD Jun-15 YTD Jun-16

Polyethylene

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

56 65 77 76

2Q-15 2Q-16

130 139 151 144

YTD Jun-15 YTD Jun-16

893 866 581 404 1,474 1,270 2Q-15 2Q-16 796 846 578 392 1,374 1,238

YTD Jun-15 YTD Jun-16

Volume dan Harga per produk

(17)

17

14 25 15 26 2Q-15 2Q-16

Butadiene

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

(1)Styrene Monomer and by products (Toluene and Ethyl Benzene)

Styrene Monomer

(1)

Volume (KT)

Price & spread (US$/ton)

(3)

30

44 28

43

YTD Jun-15 YTD Jun-16 68 64 76 66

2Q-15 2Q-16

120 113 136 128

YTD Jun-15 YTD Jun-16

313 576 581 404 894 980 2Q-15 2Q-16 274 494 578 392 852 886

YTD Jun-15 YTD Jun-16

462 451 792 611 1,254 1,062 2Q-15 2Q-16 365 420 765 591 1,130 1,011

YTD Jun-15 YTD Jun-16

Volume dan Harga per produk

(18)

Ikhtisar Keuangan: Laba Rugi 1H-2016

18

2Q-15

1Q-16

2Q-16

2Q-16

1H-15

1H-16

(US$ juta) (US$ juta) (US$ juta)

YoY

QoQ

(US$ juta) (US$ juta) YoY

Pendapatan Bersih

442

359

523

18%

46%

799

882

10%

Beban Pokok Pendapatan

370

296

368

-1%

24%

711

664

-7%

Laba Kotor

72

63

156

116%

149%

88

218 147%

Laba (Rugi) Usaha

48

46

135

181%

193%

46

180 291%

Laba (Rugi) Bersih Tahun

Berjalan

15

35

96

538%

172%

18

132

636%

EBITDA

65

68

156

141%

129%

93

224 140%

Margin Laba Kotor

16%

17%

30%

11%

25%

Margin Laba Usaha

11%

13%

26%

6%

20%

Margin Laba Bersih

3%

10%

18%

2%

15%

(19)

15%

Margin Ebitda

12%

25%

Pendapatan Bersih

EBITDA

30%

10%

140%

93

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Belanja Modal

19

Ikhtisar Keuangan: Lanjutan

(20)

2. Kinerja Operasional & Keuangan

3. Update Proyek

4. Outlook Industri

(21)

21

21

Penyelesaian Mekanik dicapai pada 9 Desember 2015.

Pekerjaan TAM/tie-in Ekspansi berhasil diselesaikan sesuai jadwal. Cracker beroperasi

kembali dengan produk on-spec pada 19 Desember.

Total pengeluaran sesuai anggaran ca. US$380 juta.

Kapasitas fasilitas Cracker meningkat menjadi 860 KTA (naik 43%) sejak awal 2016.

(22)

22

Proyek Ekspansi Cracker

22

“Dengan kapasitas Cracker yang

setara dengan kelas dunia serta

modernisasi pabrik, CAP semakin

memantapkan posisinya di

industri petrokimia di Indonesia”.

(23)

23

23

Kontrak EPC diberikan kepada Toyo Engineering & IKPT

pada Juni 2015.

CAP telah sepenuhnya menginjeksikan total ekuitas

sebesar US$54m.

Progress keseluruhan mencapai 32% per Juni 2016.

Pekerjaan drainase & fasilitas pabrik temporer selesai.

Pembangunan rak pipa, pekerjaan konstruksi sipil

struktur, pemancangan bangunan, sedang berlangsung.

Target beroperasi di 2018.

Proyek pabrik SBR

Future SBR Plant Facility Area

Building equipment foundation

Piperack, Stripping area and Crumb Slurry Tank

“Memberikan nilai tambah

terhadap produk Butadiene dan

Styrene Monomer, menjadi

produk Synthetic Rubber

(24)

24

24

Lisensi: UNIPOL Polyethylene Process dari Univation

Technologies, LLC.

Kapasitas: fasilitas baru berkapasitas 400 KTA untuk

memproduksi LLDPE, HDPE dan Metallocene LLDPE.

Keputusan Investasi Akhir ditargetkan pertengahan 2017.

Pabrik mulai beroperasi di 2019/2020.

Ekspansi ini akan menangkap lebih banyak pangsa pasar di

dalam negeri untuk produk PE dimana Indonesia masih

kekurangan pasokan. Permintaan pasar diperkirakan +/-

1.4 juta TPA.

Ekspansi pabrik Polyethylene

“Setelah selesainya ekspansi

Cracker dan seiring dengan strategi

integrasi vertikal, CAP memiliki

rencana strategis untuk

membangun pabrik PE baru guna

menghasilkan nilai tambah atas

berlebihnya produk Ethylene"

Pabrik PE saat ini di Cilegon dengan kapasitas 336 KTA dimana salah satu

train menggunakan Teknologi PE UNIPOL berkapasitas 200 KTA dan train

yang lain dengan kapasitas 136 KTA menggunakan Teknologi SDK

(25)

2. Kinerja Operasional & Keuangan

3. Update Proyek

4. Outlook Industri

(26)

80% 82% 84% 86% 88% 90% 0 100 200 300 400 500 600 700 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)

Ethylene Delta Over Net Raw Material Cost Global utilisation rates

Note:

- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)

- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel

60% 70% 80% 90% 0 200 400 600 800 1000 1200 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)

Polyolefins Delta Over Net Raw Material Cost Global polyolefins utilisation rates

Note:

- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)

- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel

SEA Ethylene price spreads over naphtha

“Permintaan secara fundamental tetap baik untuk industri petrokimia selama beberapa tahun ke depan. Penambahan

kapasitas baru pasca 2015 mengakibatkan adanya sedikit penurunan pada marjin rata-rata mengikuti periode

profitabilitas yang lebih tinggi dan berkelanjutan”.

Sumber: Nexant (Feb 2016)

SEA Polyolefins price spreads over naphtha

Outlook Industri

(27)

70% 80% 90% 100% 0 100 200 300 400 500 600 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r ne t r aw m ate rial cost (Dollar s pe r to n)

Styrene Delta Over Net Raw Material Cost* Global utilisation rates

Note: - 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)

- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel * Styrene market price less net raw material prices (benzene*.0.78 + ethylene*0.28)

27

60% 70% 80% 90% 100% 0 500 1000 1500 2000 2500 2009 2011 2013 2015 2017F 2019F 2021F % Util isation rate s Gap ove r na ph tha (Dollar s pe r to n)

Butadiene Delta Over Net Raw Material Cost Global utilisation rates

Note:

- 2015 is based on actual on year to date basis (Jan-Nov)

- Forecast price is based on Brent Crude at $30 (2016-2020) and $50 (2021-2022) per barrel

SEA Butadiene price spreads over Net Raw Material Cost

SEA SM price spreads over Net Raw Material Cost

Sumber: Nexant (Feb 2016)

(28)

28

di pasar regional”.

0

1000

2000

3000

4000

5000

SC

G

PTT

Ex

xonMo

bi

l

Lott

e

TP

C

C

hand

ra

As

ri

PC

G

C

hev

ron

Phi

llips

Pol

ytama

JG

S

umm

it

N

ghi

S

on

R

efi

nery &…

Thous

and

tons

per y

ear

HD

LL

LD

PP

Polyolefin Top 10 South East Asia Producers

Largest Petrochemical company in Indonesia

(1)

Ethylene (2015)

Polyethylene (2015)

1

Polypropylene (2015)

Styrene Monomer (2015)

Sumber: CAP, Nexant (Feb 2016)

Total Supply: 1.4M tons

Total Supply: 1.6M tons Total Supply: 0.2M tons

6

Sumber: Nexant (Feb-2016)

(29)

Disclaimer:

Pemberitahuan Penting

• Dokumen ini disusun semata-mata dan secara eksklusif untuk pihak-pihak yang saat ini diundang dengan tujuan diskusi. Dokumen ini maupun isinya

tidak diperbolehkan untuk direproduksi, diungkapkan atau digunakan tanpa izin tertulis dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

• Dokumen ini mungkin berisi pernyataan yang menyampaikan ekspektasi yang berorientasi masa depan yang mewakili pandangan dari Perusahaan

pada peristiwa dan rencana keuangan yang mungkin terjadi di masa depan. Pandangan tersebut didasarkan atas asumsi saat ini, yang dipengaruhi

oleh berbagai risiko dan perubahan yang terjadi kapan pun. Asumsi yang disajikan dianggap benar dan berdasarkan pada data yang tersedia pada

tanggal pembuatan dokumen ini. Perusahaan tidak menjamin terwujudnya pandangan tersebut. Hasil yang sebenarnya dapat berbeda secara

signifikan dari yang diproyeksikan. Informasi dalam dokumen ini dapat berubah tanpa pemberitahuan, akurasinya tidak diverifikasi atau dijamin,

dan mungkin tidak lengkap atau dipersingkat dan mungkin tidak berisi semua informasi material mengenai Perusahaan.

• Tidak satu pun dari Perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk atau orang yang bersangkutan dengan Perusahaan menerima tanggung jawab

apapun atas kerugian yang timbul dari penggunaan dokumen ini, atau isinya, atau lainnya yang muncul dan berhubungan dengan dokumen ini.

Alamat Kantor:

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Wisma Barito Pacific Tower A, Lt. 7

Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 62-63

Jakarta 11410

Kontak:

Investor Relations

Email:

[email protected]

Telp: +62 21 530 7950

Faks: +62 21 530 8930

Referensi

Dokumen terkait

(Tawahdu’), dalam Serat Wedhatama berwatak rendah hati dengan istilah (Sinamun ing samudana) 71 dengan berpura-pura menjadi orang bodoh terhadap orang lain, hasilnya

Yang dimaksud Double Movement dalam pemikiran Fazlur Rahman adalah Upaya untuk melakukan penafsiran ayat al- Qur'an dengan ayat yang lain (al- Qur'an yufassir ba'dhuhu

dapat mempengaruhi respon imun inang ke arah yang lebih protektif (Belkaid et al., 1998), maka pendekatan yang mungkin dilakukan untuk mengendalikan transmisi virus dengue yaitu

perbedaannya terdapat pada gending yang digunakan yakni Ladrang Asmarandana Kenya Tinembé, Laras Pelog Pathet Nem dan struktur penyajiannya yang disajikan hanya sampai

penelitian ini adalah agar dapat mengetahui efek pemberian anestesi inhalasi sevofluran terhadap perubahan frekuensi nadi selama intra anestesi sehingga perawat

Kompetensi adalah suatu kemampuan (keterampilan, sikap, dan pengetahuan) yang dimiliki seseorang yang dapat menunjukkan kinerja unggul dalam melakukan pekerjaan..

Fokus Penelitian: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Tulungagung? 2) Bagaimana Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Membangun

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tipologi sosial ekonomi keseluruhan DAS Solo termasuk dalam kategori sedang dengan kabupaten yang sangat rentan adalah Wonogiri