Bakrie Telecom Tbk.
PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL atau Perseroan) adalah perusahaan
layanan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (Fixed Wireless Access -FWA) berteknologi CDMA 2000 1x.
Perseroan didirikan pada tahun 1993 dengan nama PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo). Di tahun 2003, Perseroan berganti
nama menjadi PT Bakrie Telecom dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Februari 2006 dengan kode BTEL. Pada tahun 2007, Departemen Komunikasi dan Informatika mengeluarkan lisensi bagi BTEL untuk bisa beroperasi secara nasional diikuti oleh lisensi untuk menyelenggarakan layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI).
Bentuk usaha PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) adalah sebuah
jaringan telekomunikasi nirkabel tetap selular melalui para Mobilitas Terbatas FWA layanan, melalui produk-produk seperti Esia, Wifone, EsialTel, dan Wimode.
Bakrie Telecom Tbk.
VISI : PT. Bakrie Telecom,Tbk adalah mimpi kita adalah
untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi
orang-orang
Indonesia
dengan
menyediakan
konektivitas informasi mereka. Kami sangat percaya
bahwa meningkatkan akses masyarakat ke dunia luar
akan
memberdayakan
mereka
untuk
mencapai
kehidupan yang lebih baik.
MISI : PT. Bakrie Telecom,Tbk adalah kami akan
mengikuti strategi pertumbuhan berdasarkan cara unik
kami membuat suatu inovasi. Melayani pelanggan persis
apa yang mereka inginkan serta harga yang terjangkau
C
ash
Flo
w
Bakrie Te
le
com
Income S
tate
ment
Bakrie
Te
le
com
Balance
Sh
ee
t
Bakrie Te
le
com
Bakrie & Brothers Tbk.
Dari awal yang sederhana sebagai perusahaan
perdagangan komoditas, PT Bakrie & Brothers Tbk
berkembang menjadi pemain utama dalam industri
pipa baja melalui pembentukan pabrik pipa baja
pada tahun 1959.
Pada tahun 2008, Perseroan mengelola diversifikasi
aset
sebagai
portofolio
investasi
dengan
memanfaatkan pengalaman yang luas mencakup 70
tahun sebagai kelompok bisnis terkemuka di
Indonesia.
Bakrie & Brothers Tbk.
Melakukan
investasi
dan
atau
divestasi
pada
perusahaan- perusahaan lain baik dalam bentuk
penyertaan saham, mendirikan atau mengambil bagian
maupun melakukan pelepasan atas saham-saham
perusahaan lain secara langsung maupun tidak langsung;
atau memberikan pendanaan dan atau pembiayaan yang
diperlukan oleh anak perusahaan atau perusahaan lain
dalam melakukan penyertaan modal atau melakukan
kegiatan dalam berbagai bidang usaha sebagai berikut:
pertambangan, pertanian, industri, pembangunan dan
perdagangan umum.”
Visi dan Misi PT. Bakrie & Brothers, Tbk
Vision
To become a leading Investment Company and a
proxy of the Indonesian economy.
MISSION
To maximize shareholder value through profitable
investment activities and enhancement of the core
portfolio values.
Income S
tate
ment
Bakrie & Bro
thers,
Tb
C
ash
Flo
w
Bakrie & Bro
thers,
Tb
Balance
Sh
ee
t
Bakrie & Bro
thers,
Tb
Nilai Rasio Likuiditas
• Current Ratio adalah perbandingan antara current asset dan current liability
• Quick Ratio adalah perbandingan antara quick asset dan current liabilities
• Cash Ratio adalah perbandingan jumlah kas yang dimiliki perusahaan dan jumlah kewajiban yang segera dapat ditagih • Rasio perputaran kas berfungsi untuk mengukur kecukupan
modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan
Bakrie
Telecom
2011 2012
Current Ratio
32,1 26,8
Nilai Rasio Solvabilitas Bakrie Telecom
• DER yang tinggi mempunyai dampak yang buruk terhadap kinerja perusahaan karena tingkat utang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan.
• Tingkat DAR yang rendah menunjukkan kinerja yang semakin baik, karena menyebabkan tingkat pengembalian yang semakin tinggi.
• Long term to equity ratio adalah perbandingan hutang jangka panjang dengan modal
• Times Interest Earned adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga tahunannya.
Nilai Rasio Aktivitas Bakrie Telecom
• Receivable Turn Over untuk mengukur seberapa sering piutang
usaha berubah menjadi kas dalam setahun
• Inventory turnover menunjukkan kemampuan dana yang tertanam
dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock
• Working capital turn over merupakan kemampuan modal kerja
(neto) berputar dalam suatu periode siklus kas (cash cycle) dari perusahaan
• Fixed Assets Turn Over Rasio ini berguna untuk mengevaluasi
kemampuan perusahaan menggunakan aktivanya secara efektif untuk meningkatkan pendapatan.
• Total assets turn over merupakan rasio yang menunjukkan tingkat
efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu
Nilai Rasio Profitabilitas Bakrie Telecom
• Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih.
• ROI adalah Rasio laba bersih terhadap biaya. • ROE adalah rasio laba bersih terhadap modal
Return On
1,6%
0,9%
0,1%
(6,4%)
Assets
Analisis Rasio Keuangan Bakrie &
Brothers, Tbk
LIQUIDITY RATIO
a)
Current Rasio
Jika dilihat dari nilai diatas, bisa disimpulkan
bahwa kemampuan membayar hutang PT Bakrie &
Brother ini masih sangat rendah. Menurut Vahn
Horne sistem pembelanjaan yang baik dilihat dari
current ratio harus berada pada batas 200 %.
TAHUN NILAI
2012 149,75 % 2011 100,72 %
b)
Quick Ratio
Standarisasi industri untuk quick ratio adalah
sebesar 100 %. Jika dilihat dari quick rationya,
perusahaan ini memiliki kemampuan membayar
hutangnya cukup baik dan dilihat ada peningkatan
dari tahun 2011.
TAHUN NILAI
2012 139,56 % 2011 96,48 %
SOLVABILITY RATIO
a)
Total Debt to Equity Ratio
Semakin kecil prosentase ratio ini berarti makin
cepat perusahaan menjadi insolvabel. Standarisasi
industri untuk rasio ini adalah < 80 %. Perusahaan
ini memiliki nilai debt to equity ratio yang terlalu
tinggi. Sebaiknya perusahaan ini menambah
modal tanpa menambah hutangnya untuk
memperbaiki nilai debt to equity rationya.
TAHUN NILAI
2012 117,95 % 2011 88,03 %
b)
Total Debt to Asset Ratio
Semakin tinggi nilai debt to asset ratio, maka
keuangan suatu perusahaan akan dinilai buruk.
Perusahaan ini memiliki kenaikan nilai debt to asset
ratio yang cukup tajam yaitu sebesar 13,26 %.
TAHUN NILAI
2012 65 %
RENTABILITY RATIO
a)
Gross Profit Margin
Rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat
dicapai dari jumlah penjualan. Dalam Laporan
Keuangan, diinfokan bahwa penurunan gross
profit margin yang dialami pada tahun 2012
dikarenakan adanya konsolidasi dengan Btel.
Disisi lain, penurunan GPM bisa saja terjadi jika
penjualan perusahaan ini menurun.
TAHUN NILAI
2012 17,3 % 2011 33,5 %
b)
Net Profit Margin
Rasio ini menggambarkan besarnya laba bersih
yang diperoleh oleh perusahaan pada setiap
penjualan yang dilakukan. Perusahaan ini hanya
mampu menghasilkan NPM sebesar 2,29 % pada
tahun
2012.
Sebaiknya
perusahaan
ini
memperbanyak penjualan dan melakukan efisiensi
agar bisa memperbaiki nilai NPMnya.
TAHUN NILAI
2012 2,29 % 2011 0, 79 %
c)
Return On Equity ( ROE )
meningkatnya laba bersih maka akan meningkat
pula nilai dari ROE jika ekuitasnya tetap.
Demikian pula sebaliknya dengan menurunnya
laba bersih maka akan menurunkan nilai ROE.
TAHUN NILAI
2012 6.50 % 2011 1.08 %
d)
Return on Asset
merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba atas sejumlah aset yang dimiliki.
TAHUN NILAI
2012 2.27 % 2011 0.52 %
Dilihat dari data dan hasil analisa yang kami
dapatkan baik PT. Bakrie Telecom, Tbk maupun
PT. Bakrie & Brothers, Tbk. ,keduanya berada di
posisi yang tidak baik.
PT. Bakrie Telecom, Tbk. mengalami penurunan
OCF, uang terus keluar dari perusahaan (ICF
negatif), namun hutang perusahaan menurun
(FCF turun).
PT. Bakrie & Brothers, Tbk. mengalami OCF yang
menurun, adanya investasi baru (ICF Positif),
serta hutang yang meningkat (FCF meningkat).
Fakta
Penurunan harga saham yang dialami Bakrie Telecom di tengah
industri telekomunikasi yang justru sedang mengalami kenaikan. "Hal ini mengindikasikan fundamental perusahaan yang tidak bagus.
BTEL telah gagal mendanai interest reserve account yang
disebutkan dalam dokumentasi surat utangnya, sehingga mengharuskan BTEL untuk selalu menyimpan minimal satu pembayaran kupon dan setidaknya dua pembayaran kupon (sekitar 43,7 juta dollar AS) di rekening selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pembayaran kupon (7 Mei 2013).
Likuiditas yang terbatas. Jumlah kas dan EBITDA yang
dihasilkan BTEL di 2013 kemungkinan besar tidak cukup untuk memenuhi kewajibannya. Fitch memperkirakan bahwa defisit kas akan berada di sekitar 50-60 juta dollar AS dan maksimum 30 juta dollar AS dari defisit tersebut dapat didanai oleh utang.
Selama periode 2010-12, EBITDA dari BTEL turun sekitar 28
persen menjadi 102 juta dollar AS di 2012 disebabkan oleh turunnya pelanggan sebesar 10,7 persen menjadi 11,6 juta dan tingginya biaya kompetisi dan operasional.
Fakta
Akhir triwulan I-2013 lalu, emiten berkode BNBR itu mencatat laba Rp
5,885 miliar. Laba ini anjlok 93% dari perolehan tahun lalu pada periode yang sama Rp 89 miliar.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menargetkan tahun 2013 dapat
mengurangi utangnya sebanyak 15 hingga 25 persen. Perseroan berencana membayar utang dengan divestasi salah satu anak usahanya PT Bakrie Pipa Industries (BPI). Selain dengan divestasi aset, perseroan akan mengurangi utang melalui fixed aset berupa tanah dan saham milik anak usaha lainnya.
Lembaga analis independen, Kata Data mencatat, utang rupiah 10
perusahaan terafiliasi dengan Bakrie Brothers hingga kuartal 1 2012 mencapai Rp 21,4 triliun, dengan utang jatuh tempo pada 2012 sebesar Rp 7,1 triliun. Adapun utang dalam dolar mencapai US$ 5,7 miliar dan jatuh tempo pada 2012 sebesar US$ 275 juta.
Tingginya rasio utang membuat harga saham sejumlah perusahaan Grup
Bakrie di Bursa Jakarta dan London terus tertekan sejak awal 2011. Kata Data mencatat PT Bumi Resources, tbk turun sebanyak 77 persen dan PT Bakrie and Brothers turun 29 persen. Sementara itu, harga saham Bumi Plc. di London merosot 74 persen, dan PT Bumi Resources Mineral Tbk sebesar 36 persen.