JURNAL PGSD INDONESIA P-ISSN E-ISSN Vol 3 No 1 Tahun 2017

Teks penuh

(1)

1 Aditya Hestiningtyas

Ari Wibowo

Universitas PGRI Yogyakarta adityahestiningtyas611@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn kelas IV di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarata Tahun Pelajaran 2016/2017

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 19 laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) implementasi pendidikan karakter dibagi menjadi tiga aspek, (a) perencanaan yang dilakukan adalah dengan menyiapkan silabus dan RPP, (b) tahap pelaksanaan menyajikan proses pembelajaran mulai dari materi, langkah pembelajaran, dan strategi pembelajaran pendidikan karakter, (c) tahap penilaian dilakukan melalui penilaian proses, yang dilakukan dengan pengamatan sehari-hari, 2) kendala yang ditemukan dalam implementasi pendidikan karakter yaitu, tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda, siswa yang belum aktif mengikuti pembelajaran, strategi yang digunakan guru belum dikembangkan secara maksimal, dan pedoman penilaian pendidikan karakter yang belum tersedia.

Kata Kunci: pendidikan karakter, Pendidikan Kewarganegaraan.

ABSTRACT

This reseacrh had aim to know the increasing of character education implementation of fourth grade students on civic at Tamansari 2 Elementary School Yogyakarta, Academic Year 2016/2017.

This research was conducted at Tamansari 2 Elementary School Yogyakarta. This reseach used qualitative research. The subjects were 34 students consisted of 19 male and 15 female students. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation.

This result of the research concluded that: 1) the implementation of character education is devided into three aspects, (a) planning to do was to prepare the syllabus and lesson plans, eighteen character values were not all included in the learning plan, (b) the implementation phase presenting the learning process from the material, learning steps and learning strategies of character education, (c) the assessment phase carried out through the assessment process, performend with daily observations, 2) problems were found in the implementation of character education, such as the level of students’ understanding were difference, student who had not been actively participating in the learning, strategiy used by teachers had not developed yet, and the unavaliable guidelines for educational assessment characters.

(2)

2 a. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi umat manusia di jaman modern ini. Pendidikan meliputi semua aspek kehidupan baik dalam aspek cipta, rasa dan karsa. Oleh karena itu, maka pendidikan di Indonesia mengalami banyak penyempurnaan untuk lebih maju lagi. Salah satunya adalah dengan meningkatkan pendidikan karakter. Pemerintah telah membuat kebijakan nasional pembangunan karakter bangsa tahun 2010-2025. Saat ini pendidikan karakter sedang ditingkatkan dalam dunia pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan karakter diharapkan siswa nantinya akan memiliki jiwa yang baik dan dapat memajukan bangsa dan negara. Jika pendidikan karakter sudah ditanamkan sejak dini maka penyerapan ilmu pendidikan karakter akan semakin kuat. Salah satu mata pelajaran yang wajib mengimplementasikan pendidikan karakter adalah mata pelajaran PKn. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai “Implementasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta”

2. Rumusan Masalah a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam aspek teoritis (keilmuan) yaitu bagi perkembangan pendidikan pada umumnya dan bagi guru khususnya. Sumbangan teoritis yang dimaksud yaitu pelaksanaan implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn, terutama dalam melaksanakan pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn beserta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PKN sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidkan di SD Tamansari 2 Yogyakarta.

b. Manfaat Praktis

Penelitian kualitatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua

pihak yang berhubungan dengan penelitian. Adapun manfaat tersebut antara lain: a. Bagi Guru

Sebagai referensi bagi guru dalam membantu menfasilitasi implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn kelas IV di SD Tamansari 2 Yogyakarta.

b. Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mengimplementasikan pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn di SD Tamansari 2 Yogyakarta.

B. KAJIAN TEORI

1. Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh para personel sekolah, bahkan yang dilakukan bersama-sama dengan orang tua dan anggota masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau memilki sifat peduli, berpendirian, dan bertanggungjawab. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk mendorong anak mencapai hidup yang lebih baik. Jika anak memiliki karakter yang baik maka kehidupan ke mendatang juga diharapkan akan lebih baik.

2. Pengertian PKn

Program pendidikan yang berfungsi untuk membina kesadaran warga negara dalam melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan jiwa dan nilai konstitusi yang belaku (UUD 1945)

3. Delapanbelas Nilai Karakter a. Religius b. Jujur c. Toleransi d. Disiplin e. Kerja Keras f. Kreatif g. Mandiri h. Demokratis

(3)

3 i. Rasa Ingin Tahu

j. Semangat Kebangsaan atau nasionalisme

k. Cinta Tanah Air l. Menghargai Prestasi m. Komunikasi n. Cinta Damai o. Gemar Membaca p. Peduli Lingkungan q. Peduli Sosial

4. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter

a. Keteladanan; memiliki integritas tinggi serta memilki kompetensi: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional b. Pembiasaan

c. Penanaman kedisiplinan

d. Menciptakan suasana yang kondusif e. Integrasi dan internalisasi

f. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui nalisasi nilai dalam pendidikan karakter

g. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama

h. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui pelaksanaan tugas-tugas ajar dalam pendidikan jasmani

i. Mengembangkan keterampilan untuk melakukan aktivitas jasmani dan olahraga, serta mmahami alasan-alasan yang melandasi gerak dan kinerja

j. Menumbuhkan kecerdasan emosi dan penghargaan terhadap hak-hak-hak asasi orang lain melalui pengamalan fair play dan sportivitas

k. Menumbuhkan self esteem sebagai landasan kepribadian melalui pengembangan kesadaran terhadap kemampuan dan pengendalian gerak tubuh

l. Mengembangkan keterampilan dan kebiasaan untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain m. Menumbuhkan cara pengembangan dan

memelihara kebugaran jasmani dan pola hidup sehat

n. Menumbuhkan kebiasaan dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif

secara teratur dalam aktivitas fisik dan memahami manfaat dari ketertibannya o. Menumbuhkan kebiasaan untuk

memanfaatkan dan mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif

5. Pertanyaan Penelitian

a. Bagaimana Implementasi Pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn kelas IV di SD Negeri Tamansari 2

Yogyakarta?

b. Kendala yang dihadapi dalam

implementasi pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn kelas IV di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta? C. METODE PENELITIAN

1. Latar Penelitian

a. Tempat Penelitian di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta

b. Waktu Penelitian dua bulan yaitu bulan Juli sampai Agustus2016

2. Cara Penelitian

Cara penelitian berisi tentang prosedur penelitian yang akan di tempuh secara bertahap. Berbagai macam tahapan tersebut dimulai dari tahap pra-lapangan; tahap lapangan; tahap pencarian data melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi berdasarkan instrumen penelitian yang telah dibuat sebagai pedoman peneliti dalam memperoleh data di lapangan; dan yang terakhir adalah tahap analisis data.

3. Data dan Sumber Data a. Data

1) Data primer pada penelitian ini yaitu kepala sekolah

2) Data sekunder pada penelitian ini adalah data yang diperoleh secara tidak

3) langsung oleh sumbernya.

b. Sumber Data pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta.

(4)

4 4. Teknik Pengumpulan Data

a. Wawancara

Wawancara pada penelitian ini dilakukan dengan Kepala Sekolah dan Guru di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta. b. Observasi

Pada penelitian ini peneliti melakukan observasi di seluruh wilayah SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta.

c. Dokumentasi

Dalam penelitian ini peneliti mendokumentasikan data-data sekolah yang dianggap penting dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

d. Analisis Data

a. Data Reduction (Reduksi Data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.

b. Data Display (Penyajian Data)

Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. c. Conclusion Drawing/Verification

Kesimpulan pada penelitian kualitatif dapat bersifat kredibel apabila ditemukan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data.

5. Pemeriksaan Keabsahan Data a. Uji Kredibilitas (Credibility)

Dalam penelitian ini kredibilitas data menggunakan uji kredibilitas dengan memperpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, serta triangulasi teknik dan sumber penelitian. b. Uji Reliabilitas (Dependability)

Dalam penelitian kualitatif uji dependabilitydilakukan dengan melakukan audit keseluruhan proses penelitian. Dalam penelitian uji dependability melakukan proses pembimbingan dari penentuan fokus masalah penelitian hingga penarikan kesimpulan.

c. Uji Konfirmabilitas (Confirmability)

menguji konfirmabilitas berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian memenuhi standar konfirmabilitas. Dalam penelitian ini uji konfirmabilitas dilakukan dengan pelampiran berbagai data yang diperoleh.

D. PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

1. Paparan Data a. Observasi

Guru sudah berusaha menanamkan nilai-nilai karakter. Guru terlebih dahulu mempersiapkan perangkat pembelajaran di awal semester. Dari langkah-langkah pembelajaran nilai karakter yang ditanamkan antara lain religius, tanggung jawab, berfikir logis dan kritis, gemar membaca, mandiri, kerja keras dan peduli. Sedangkan nilai karakter yang tersurat dalam RPP antara lain tanggung jawab, peduli, dan jujur. Langkah-langkah pembelajaran dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup. b. Wawancara

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan wali kelas IV dapat disimpulkan bahwa, Kepala Sekolah sebagai guru PKn sudah berusaha menanamkan nilai pendidikan karakter dengan optimal. Pada tahap perencanaan, terlebih dahulu menyiapkan pedoman pembelajaran seperti Silabus dan RPP. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang sudah dibuat dengan

mengembangkan pedoman

pembelajaran. Strategi penanaman karakter yang sering digunakan yaitu keteladanan dan pembiasaan. Kemudian tahap evaluasi, dengan melakukan pengamatan sehari-hari.

Kendala tersebut dianggap cukup membebani guru, karena dalam upaya penanganannya guru harus menggunakan cara yang berbeda-beda.

(5)

5 Karena setiap anak juga memilki tingkap

pemahaman yang berbeda-beda. Hal ini kembali pada kreativitas guru untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa agar dapat diterima dan diamalkan dengan baik oleh siswa.

c. Dokumentasi

Delapan belas nilai karakter belum sepenuhnya diterapakan, silabus hanya mencantumkan nilai karakter secara tersirat. Sedangkan dalam RPP nilai karakter ditanamkan secara tersirat dan tersurat. Delapan belas nilai karakter belum sepenuhnya ditanamkan dalam perangkat pembelajaran. Belum ada pedoman penilaian yang khusus untuk menilai karakter siswa. Hanya ada penjelasan penilaian sikap berupa pengamatan tetapi tidak ada dokumen yang nyata membahas penilaian karakter.

2. Hasil Analisis Data

a. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta 1) Perencanaan

Perencanaan pembelajaran pendidikan karakter pada mata pelajaran PKn dimulai dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus dan RPP. Guru membuatan perangkat pembelajaran pendidikan karakter yaitu dengan mengintegrasikan nilai karakter pada mata pelajaran PKn. Nilai karakter dituliskan pada tujuan pembelajaran. Delapanbelas nilai karakter telah berusaha ditanamkan dan akan lebih meningkatkan nilai karakter displin dan jujur. Nilai karakter dicantumkan pada tujuan pembelajaran

2) Pelaksanaan

Cara mengimplementasikan nilai karakter dengan menanamkan nilai karakter pada saat pembelajaran berlangsung menggunakan metode ceramah. Langkah-langkah pembelajaran pada perangkat

pembelajaran berusaha menanamkan nilai karakter. Karakter religius dilakulan dengan berdoa, karakter kemandirian dilakukan dengan pemberian tugas, karakter disiplin dilakukan pemberian hukukan bagi yang melanggar aturan, karakter jujur dilakukan dengan memberikan fasilitas berkompetisi secara sehat.

Pedoman pembelajaran

dikembangkan agara dapat menanamkan nilai karakter berdasarkan kebutuhan siswa. Strategi yang digunakan dalam menanamkan nilai karakter pada mata pelajaran PKn yaitu menggunakan strategi pembiasaan dan keteladanan. Strategi yang paling sering digunakan guru dalam menanamkan nilai karakter adalah strategi keteladanan. Strategi ini diberikan dengan cara memberikan contoh nilai karakter yang dapat dicontoh oleh siswa

3) Penilaian

Penilaian dengan menggunakan penilaian proses yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Tetapi tidak ada pedoman penilaian yang menjadi acuan dalam melakukan penilaian pedoman karakter. Tindak lanjut yang dilakukan setelah melakukan penilaian adalah dengan berdiskusi dengan rekan sesama guru untuk membantu menanamkan nilai karakter pada siswa.

3. Kendala dalam Implementasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta

Kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan karakter yaitu siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran dan guru yang mendominasi kelas saat pembelajaran berlangsung. Solusi untuk menanamkan nilai karakter yaitu dengan mengenal karakter masing-masing siswa kemudian menggunakan metode yang

(6)

6 bervariasi dalam menanamkan nilai karakter

pada siswa E. PEMBAHASAN

1. Implementasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta

a. Perencanaan

Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi diperoleh gambaran bahwa perencanaan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru PKn adalah mempersiapkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang isinya harus memuat nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa perencanaan proses pembelajaran harus meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah, RPP berfungsi untuk mendorong setiap guru agar siap dalam melakukan kegiatan pembelajaran, membentuk kompetensi dan karakter peserta didik. Mulyasa (2011: 83) menyatakan RPP berkarakter berfungsi untuk mengefektifkan proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan apa yang direncanakan.

b. Pelaksanaan

a. Langkah-langkah Pembelajaran Hasil belajar merupakan hasil interaksi stimulus dari luar dengan pengetahuan internal siswa. Menurut Gagne (Rumiyati, 2008: 18) dalam pembelajaran PKn, kegiatan seperti performasi dan alih belajar yang dicontohkan sangat diperlukan. Faktor dari luar (eksternal), yaitu stimulus dan lingkungan dalam acara belajar dan faktor dari dalam (internal), yaitu faktor yang

menggambarkan keadaan dan proses kognitif siswa.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan proses pembelajaran mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Dari cakupan tersebut dalam proses pembelajaran harus adanya stimulus. Dengan adanya stimulus akan terjadi interaksi sehingga potensi diri siswa selama proses pembelajaran menjadi terbentuk dan pembelajaran lebih bermakna.

Nilai karakter religius dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Nilai karakter disiplin dilakukan dengan mengecek pekerjaan rumah siswa, bagi yang tidak mengerjakan PR maka akan diberikan hukuman. Nilai karakter mandiri dilakukan dengan memberikan tugas untuk membaca materi yang akan dibahas pertemuan berikutnya. Nilai karakter jujur dilakukan dengan memfasilitasi siswa untuk bersaing secara sehat.

Upaya penanaman nilai karakter dilakukan dengan memberikan contoh tentang kehidupan di sekitar sekolah. Namun upaya penanaman ini hanya berupa ceramah saja yang membuat sebagian siswa kurang tertarik. Guru masih menggunakan teknik konvensional saja yang berupa ceramah. Stimulus untuk penanaman nilai karakter belum dapat membuat siswa untuk aktif menerapkan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

b. Strategi Pembelajaran

Strategi pembentukan karakter yang sering digunakan di kelas IV SD N Tamansari 2 Yogyakarta yaitu keteladanan dan pembiasaan. Strategi ini dirasa paling efektif diterapkan oleh guru PKn untuk menanamkan nilai karakter di kelas IV SD N Tamansari 2 Yogyakarta.

(7)

7 Strategi yang digunakan belum

dikembangkan secara maksimal oleh guru. Strategi pembiasaan dan keteladanan hanya diberikan berupa teguran kepada siswa yang kurang baik. Teguran tersebut hanya berupa ceramah yang dilakukan dalam proses pembelajaran.

c. Penilaian

Penilaian pendidikan karakter yang dilakukan di SD N Tamansari 2 Yogyakarta pada tahap proses adalah religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, kreatif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Rumiyati (2008: 31) menyebutkan berdasarkan cara pelaksanaannya penilian proses (non-tes) dikelompokan meliputi skala sikap, check list, quesioner, catatan harian, dan portofolio. Penilian yang dilakukan oleh guru PKn kelas IV di SD N Tamansari 2 Yogyakarta menggunakan skala sikap. Penilaian ini dilakukan untuk mengamati perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam pengamatan ini, siswa tidak perlu diberitahu bahwa mereka sedang diamati.

Penilaian yang dilakukan belum jelas pelaksanaannya, karena tidak ada pedoman penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur nilai karakter siswa. Tidak ada dokumen yang membuktikan bahwa guru melakukan penilaian karakter pada siswa. Pengamatan yang dilakukan juga belum dapat ditindaklanjuti penilaiannya. 2. Kendala dalam Implementasi Pendidikan

Karakter pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta

Dalam pelaksanaan pendidikan karakter guru mengalami beberapa kendala namun ada upaya untuk mencari solusi. Kendala yang dihadapi guru dalam implementasi

pendidikan karakter melalui mata pelajaran PKn di kelas IV adalah tingkat pemahaman siswa yang berbeda, sehingga proses menanganan setiap siswa berbeda-beda. Menurut Oemar Hamalik (2002: 16), permasalahan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan manusiawi antara lain guru kurang mampun atau kurang berminat, siswa kurang mampu mengikuti pelajaran, siswa berbeda satu sama lain. Di kelas IV SD N Tamansari 2 kendala yang cukup besar dalam implementasi pendidikan karakter.

Guru masih menggunakan teknik konvensional dalam menanamkan nilai karakter pada siswa, hal ini yang membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Karena guru masih mendominasi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah saja. Strategi penanaman nilai karakter juga belum dikembangkan secara optimal. Strategi pembiasaan dan keteladanan hanya diberikan dengan memberikan teguran dan contoh nilai-nilai karakter saja. Penilai-nilaian nilai-nilai karakter juga belum jelas pedomannya, guru hanya menggunakan mengamatan saja untuk menilai karakter siswa. Namun penilaian tersebut belum dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman nilai karakter siswa.

F. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN a. Kesimpulan

1) Implementasi Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta

Implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan di kelas IV SD N Tamansari 2 Yogyakarta melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yaitu: (1) perencanaan pembelajaran dilakukan dengan memasukan karakter yang dikembangkan dalam silabus dan RPP yang berwawasan pendidikan karakter. (2) pelaksanaan pembelajaran dengan menginternalisasikan nilai-nilai karakter dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan

penutup yang bertujuan

mengembangkan karakter siswa. Pada proses pembelajaran ada stimulus atau

(8)

8 rangsangan interaksi yang berfungsi

menanamkan karakter selama proses pembelajaran. Nilai karakter religius dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Nilai karakter disiplin dilakukan dengan mengecek pekerjaan rumah siswa, bagi yang tidak mengerjakan PR maka akan diberikan hukuman. Nilai karakter mandiri dilakukan dengan memberikan tugas untuk membaca materi yang akan dibahas pertemuan berikutnya. Nilai karakter jujur dilakukan dengan memfasilitasi siswa untuk bersaing secara sehat. (3) penilaian dilakukan menggunakan penialian proses. Penilaian proses ini dilakukan untuk melihat nilai karakter siswa yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Belum ada pedoman penilaian yang jelas untuk digunakan dalam penilai karakter siswa.

2) Kendala dalam Implementasi Pendidikan Karakter Kelas IV SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta.

Kendala pada implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan di kelas IV SD N Tamansari 2 Yogyakarta yaitu tingkat pemahaman siswa yang pemahaman siswa yang berbeda-beda. Siswa yang masih belum aktif dalam pengikuti pembelajarandan belum adanya stimulus dari guru yang dapat meningkatkan pemahaman karakter siswa. Guru masih menggunakan teknik konvensional dalam pembealajaran, dengan metode ceramah. Tidak ada pedoman penilaian yang jelas untuk menilai karakter siswa. Implikasi b. Implikasi

1) Implikasi Teoritis

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan semakin memperkuat teori bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan dalam pembelajaran untuk meningkatkan nilai karakter siswa. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai

bahan pertimbangan bagi pihak sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pendidikan karakter di sekolah yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri Tamansari 2 Yogyakarta. 2) Implikasi Praktis

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi guru dalam melaksanakan implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Bagi peneliti yang hendak melakukan penelitian tentang pendidikan karakter, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk menunjang materi penelitian.

c. Saran

i. Bagi Guru

Guru lebih mengarahkan pada pembelajaran yang sifatnya memfasilitasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga nilai karakter yang dikehendaki dapat terbentuk dalam proses pembelajaran. ii. Bagi Siswa

Siswa seharusnya lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya mendengarkan ceramah dari guru saja tetapi juga ikut aktif dalam proses pembelajaran.

iii. Bagi Sekolah

Sekolah seharusnya berusaha memberikan dukungan kepada guru untuk lebih mengembangkan kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga lebih memudahkan menanamkan karakter kepada peserta didik.

G. DAFTAR PUSTAKA

Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta

(9)

9 Djam’an Satori dan Aan Komariah. 2012.

Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta

Masnur Muslich. 2014. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta : Bumi Aksara Matthew B. Miles dan Michael Huberman. 2009.

Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press Mohammad Rohman. 2012. Kurikulum

Berkarakter. Jakarta : Prestasi Pustaka Mulyasa. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter.

Jakarta : Bumi Aksara

Rohinah. 2012. The Hidden Curriculum. Yogyakarta : Insan Madani

Ronny Kountur. 2007. Metode Penelitian untuk Menulis Skripsi dan Tesis Pengantar Psikologi. Jakarta: Buana Printing

Oemar Hamalik. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara

Saptono. 2011. Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter. Jakarta : Erlangga

Suharno, dkk. 2006. PKn di SD. Yogyakarta: UNY Press.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : jurnal pgsd