• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat meraih derajat Sarjana Keperawatan

Oleh

:

MEMED ISNEINI

J210.100.081

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2014

EFEKTIFITAS PENURUNAN SUHU TUBUH ANTARA KOMPRES HANGAT DAN WATER TEPID SPONGE PADA PASIEN ANAK USIA 6 BULAN - 3 TAHUN DENGAN DEMAM DI PUSKESMAS KARTASURA

(2)
(3)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

(4)

FEKTIFITAS PENURUNAN SUHU TUBUH ANTARA KOMPRES HANGAT DAN WATER TEPID SPONGE PADA PASIEN ANAK USIA 6 BULAN - 3 TAHUN DENGAN DEMAM DI PUSKESMAS KARTASURA SUKUHARJO

Memed Isneini 1, Irdawati 2, Agustaria 3

ABSTRAK

Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk menghilangkan panas atupun mengurangi produksi panas disebut hipertermia. Data yang didapat dari Puskesmas Kartasura Sukoharjo didapat jumlah pasien demam dalam kurung waktu 1 tahun ini adalah 209 anak, pada bulan januari 2014 sendiri sebanyak 16 pasien. Menurunkan suhu tubuh pada pasien demam ini, perawat perlu memberikan dua terapi yaitu kompres hangat dan kompres water tepid sponge. Kompres hangat adalah sepotong balutan kasa yang dilembabkan dengan cairan hangat yang telah diprogramkan dimana tujuannya adalah untuk menurunkan suhu tubuh. Kompres tepid sponge adalah sebuah teknik kompres hangat yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan- 3 tahun dengan demam di Puskesmas Kartasura Sukoharjo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Pree eksperimental dengan rancangan penelitian Two Group Pretest And Posttest Design. Populasi penelitian adalah pasien yang mengalami demam usia 6 bulan- 3 tahun di Puskesmas Kartasura Sukoharjo yang berjumlah 16 pasien, dan untuk sampel penelitian yaitu 14 responden untuk kedua kelompok perlakuan penelitian ini menggunakan teknik sampling accidental sampling. Instrument penelitian berupa Termometer ( suhu dan air), washlap, air hangat, dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Independent T-Test. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lebih efektif kompres water tepid sponge dalam menurunkan suhu tubuh anak demam, dibandingkan dengan metode kompres hangat.

Kata kunci: Demam, Suhu tubuh, Kompres Hangat, Kompres Water tepid sponge

NASKAH PUBLIKASI

(5)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

DECREASE THE EFFECTIVENESS OF THE BODY TEMPERATURE AND WARM WATER TEPID COMPRESSES SPONGE ON PATIENT AGE

CHILDREN 6 MONTHS - 3 YEARS WITH FEVER IN HEALTH KARTASURA SUKUHARJO

Memed Isneini 1, Irdawati 2, Agustaria 3

ABSTRACT

Fever is an increase in body temperature associated with the body's inability to remove heat atupun reduce heat production is called hyperthermia. The data obtained from Puskesmas Kartasura Sukoharjo obtained fever patients number in parentheses is the 1st time this year 209 children, in the month of January 2014 alone as many as 16 patients. Lowering the body temperature in febrile patients, nurses need to provide two therapies are warm compress and compress tepid water sponge. Warm compresses bandage is a piece of gauze moistened with warm fluid that has been programmed in which the goal is to lower the body temperature. Compress tepid sponge is a technique that combines engineering warm compresses on the block compresses the superficial veins wipe technique. The purpose of this study was to determine the effectiveness of a decrease in body temperature between the warm compresses and tepid water sponge in children aged 6 months-3 years with fever in Kartasura Sukoharjo. This research uses a Pree-experimental research study design Two Group Pretest And Posttest Design. The study population was patients with fever aged 6 months-3 years in health centers Sukoharjo Kartasura totaling 16 patients, and for the study sample is 14 respondents for the two treatment groups of this study using sampling techniques accidental sampling. Research instruments such as thermometers (temperature and water), washlap, warm water, and the observation sheet. Analysis of survey data using the Independent T-Test. The conclusion of this study is more effective tepid water sponge compress the child's body temperature lowers fever, compared with a warm compress method.

Keywords: Fever, body temperature, Warm Compress, Compress Water tepid sponge 2

(6)

PENDAHULUAN

Demam terjadi karena ketidak mampuan mekanisme kehilangan panas untuk mengimbangi produksi panas yang berlebih sehingga terjadi peningkatan suhu rubuh.Demam tidk berbahaya jika dibawah 39oC, dan pengukuran tunggal tidak menggambarkan demam.Selain adanya tanda klinis, penentuan demam juga berdasarkan pada pembacaan suhu pada waktu yang berbeda dalam satu hari dan dibandingkan dengan nilai normal individu tersebut (Potter dan Perry, 2009).

Pada anak dengan usia di diantara dua bulan sampai dengan tiga tahun, terdapat peningkatan risiko terkena penyakit serius akibat kurangnya Immunoglobulin G yang merupakan bahan bagi tubuh untuk membentuk sistem komplemen yang berfungsi mengatasi infeksi. Demam yang terjadi pada anak dibawah tiga tahun pada umumnya merupakan demam yang disebabkan oleh infeksi seperti influenza, otitis

media, pneumonia, dan infeksi saluran kemih.

Bakteremia yang tersembunyi biasanya bersifat sementara dan dapat sembuh sendiri (Hockenberry and wilson 2007 )

Gejala demam dapat dipastikan dari pemeriksaan suhu tubuh yang lebih tinggi dari rentang normal. Dikatakan demam, apabila pada pengukuran suhu rektal >38 0C atau suhu oral >37,80C atau suhu aksila >37,20C sedangkan pada bayi berumur urang dari 3 bulan, dikatakan demam apabila suhu rektal > 38 0c dan pada bayi usia lebih dari 3 bulan apabila suhu aksila dan oral lebih dari 38,3 0C (Greg kelly, 2006)

Kompres adalah sepotong balutan kasa yang dilembabkan dengan cairan hangat yang telah diprogramkan (Potter & Perry, 2005).

Kompres tepid sponge adalah sebuah teknik kompres hangat yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka (Alves, 2008)

(7)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

Penatalaksanaan demam sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan pasien. Selain terapi simptomatis dan kausatif dengan menggunakan obat-obatan, demam dapat diturunkan dengan kompres kulit (Edwards, 2005). Telah dikenal dua macam cara kompres kulit, yaitu water tepid sponge dan kompres hangat. Namun kompres hangat telah dikenal secara luas penggunaannya di masyarakat dibandingkan water tepid sponge.

Menurut penelitian dari Purwanti (2006) meneliti tentang “Pengaruh Kompres Hangat terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Anak Hipertermia di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. MoewardiSukoharjo.” Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan kompres hangat efektif dalam penurunan suhu tubuh pada anak

dengan hipertermia di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi.

Menurut penelitian dari Fatmawati (2011) meneliti tentang “Efektifitas Kompres Hangat dalam Menurunkan Demam Pada Pasien Thypoid abdominalis di RSUD Gorontalo.”Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tindakan kompres hangat efektif dalam menurunkan demam pada pasien thypoid abdominalis di RSUD Gorontalo

Berdasarkan hasil survey pendahuluan pada tanggal 10 Februari 2014 data di Puskesmas Sukoharjo 1 tahun 2013 aangka kejadian demam pada pasien anak usia 6 bulan - 3 tahun sebanyak 209 anak. Sedangkan pada bulan januari 2014 sebanyak 16 anak.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada pasien anak usia 6 bulan - 3 tahun dengan demam di Puskesmas Kartasura Sukoharjo.

(8)

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian pree eksperimen, rancangan penelitian two group pretest and posttest design, yaitu mengkaji tingkat penurunan suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian inia dalah pasien demamdi Puskesmas Kartasura Sukuharjo, pada bulan Januari 2013 yang lalu terdapat 16 pasien yang mengalami demam. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, yaitu sebanyak 14 sampel. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 14 september - 20 september 2014.

Variabel independen adalah pemberian tindakan perlakuan kompres hangat dan water tepid sponge, instrument penelitian menggunakan termometer. Variabel dependen adalah tingkat penurunan suhu tubuh. Analisa data menggunakan uji independent t-test.

HASIL

Data yang terkumpul, didapat karakteristik responden berupa jenis kelamin, usi lama demam, dan diagnosa medis.

Tabel 1. Distribusi Jenis Kelamin Responden

Dari tabel 1 diatas, data menunjukkan,

mayoritas reponden adalah Laki-laki (63.3%).

Table 2. Distribusi Usia Responden Usia Kompres hangat N % Water tepid sponge N % 1-2 tahun 6 85.7 6 85.7 >2-3 tahun 1 14.3 1 14.3 Total 7 100 7 100 Dari Tabel 2 diatas, data menunjukkan sebagian besar responden berusia antara 1-2 tahun. Jenis kelamin Kompres hangat N % Water tepid sponge N % Laki-laki 4 57.1 4 57.1 Perempuan 3 42.9 3 42.9 Jumlah 7 100 7 100

(9)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

Table 3. Lama menderita Lama menderita Kompres hangat N % Water tepid sponge N % 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari 1 14.3 3 42.9 2 28.6 1 14.3 2 28.6 2 28.6 2 28.6 1 14.3 Total 7 100 7 100 Dari Tabel 3 diperoleh data bahwa sebagian besar responden lama menderita sebanyak 3 hari terdapat 6 responden.

Table 4.Diagnosa medis.

Dari Tabel 3 diperoleh data bahwa sebagian besar penyebab demam adalah TYPOID sebanyak 7 responden.

Hasil penelitian yang dilakukan pada responden demam

dilakukan dengan mengukur perubahan penurunan suhu tubuh sebelum dan sesudah perlakuan. Pengukuran menggunakan thermometer. Berikut grafik dari data yang diperoleh:

Grafik 1.Grafik rata-rata penurunan suhu tubuhsebelum dan sesudah perlakuan.

Dari grafik diatas dapat dilihat terjadi penurunan rata-rata penurunan suhu tubuh pada kelompok water tepid sponge rata-rata dari angka 37.8 menjadi 37,3. Sedangkan pada kompres hangat, rata-rata penurunan suhu tubuh yaitudari angka 37.8 menjadi 37.6

Kelompok perlakuan kompres hangat dievaluasi dan suhu

37.8 37.3 37 37.2 37.4 37.6 37.8 38

suhu awal Suhu akhir kompres hangat water tepid sponge Diagnosa medis Kompres hangat N % Water tepid sponge N % GE Obs.FEBRIS THYPOID 2 28.6 1 14.3 4 57.1 2 28.6 2 28.6 3 42.9 Total 7 100 7 100 37.6 6

(10)

yang dihasilkan pada akhir pengukuran sangat beragam. Sebanyak 7 responden mengalami penurunan suhu mulai dari 0.1 oC – 0.3 oC. Hasil uji statistic dilakukan berdasarkan nilai rerata suhu sebelum perlakuan dan pada akhir periode pengukuran kelompok perlakuan kompres hangat mendapatkan hasil p-value sebesar 0.948 berarti > 0.05. Dengan demikian ada perbedaan minimal antara suhu awal sebelum perlakuan dan setelah perlakuan diberikan.

Hasil ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh purwanti (2006) yang berjudul “Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pasien Anak Hipertermi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta”.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Susanti (2012). Hasil penelitian ini menunjukkan kompres hangat lebih

efektif menurunkan panas dibandingkan kompres dingin.

Kelompok perlakuan kompres tepid sponge dievaluasi dan suhu yang dihasilkan pada akhir mengalami penurunan suhu berkisar antara 0.3 - 0.6oC. Kelompok perlakuan kompres tepid Sponge mendapatkan hasil signifikasi sebesar 0,183 berarti < 0,948. Dengan demikian ada perbedaan penurunan suhu tubuh yang signifikan antara suhu akhir pada kelompok kompres hangat dan kompres Water tepid sponge.

Hasil ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Alves (2008). Hasil penelitian ini menunjukkan water tepid sponge efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada 15 menit pertama dan Dypirone efektif menurunkan suhu lebih baik pada priode diatas 2 jam.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Thomas

(11)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

(2009). Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan suhu tubuh kelompok water tepid sponge secara signifikan lebih cepat dibandingkan kelompok antipiretik. Namun, pada akhir 2 jam kelompok telah mencapai tingkat penurunan suhu tubuh yang sama.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Jayjit (2011). Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok water tepid sponge lebih cepat menurunkan suhu tubuh dibandingkan dengan kelompok antipiretik.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kompres tepid sponge lebih efektif dalam menurunkan suhu anak dengan demam dibandingkan dengan kompres hangat disebabkan adanya seka tubuh pada teknik kompres tepid sponge akan mempercepat vasodilatasi pembuluh darah perifer diseluruh tubuh sehingga evaporasi panas dari kulit ke lingkungan

sekitar akan lebih cepat, dibandingkan hasil yang diberikan oleh kompres hangat yang hanya mengandalkan reaksi dari stimulasi hipotalamus.

PENUTUP Kesimpulan

1. Terdapat penurunan suhu tubuh sesudah dilakukan tindakan kompres hangat pada pasien anak usia 6 bulan- 3 tiga tahun dengan demam 2. Terdapat penurunan suhu tubuh

sesudah dilakukan tindakan water tepid sponge pada pasien anak usia 6 bulan- 3 tiga tahun dengan demam 3. Perbedaan efektifitas penurunan suhu

tubuh lebih efektif didapatkan pada water tepid sponge dibandingkan dengan kompres hangat

Saran

1. Bagi Orang Tua Anak

Perlu meningkatkan pengetahuan mengenai tehnik kompres hangat yang tepat sesuai dengan kondisi anaknya. Orang tua bisa memberikan watert epid sponge pada anaknya yang sedang demam, 8

(12)

ataupun kejang demam sebelum menjangkau pelayanan kesehatan lebih lanjut. Sedangkan pada anak yang menolak pemberian tepid sponge, pemberian kompres hangat bisa diberikan sebagai penggantinya.

2. Bagi Instansi Terkait

Mengingat telah terbukti bahwa kompres hangat tepid sponge yang dilakukan pada anak dalam menurunkan suhu pada anak dengan demam hendaknya protap kompres hangat tepid spongesegera bisa diterapkan khususnya di Puskesmas Kartasura I.

3. Bagi perawat

Perlu diadakan sosialisasi pada para orang tua tentang penanganan anak demam menggunakan kompres hangat baik di lingkup rumah sakit maupun di lingkup komunitas. Penjelasan mengenai kompres watertepid sponge untuk diberikan pada anak sesuai dengan kondisi anak, hingga cara pemberiannya

4. Bagi Peneliti Lain

Perlu diadakan penelitian lain yang lebih dalam dengan mengendalikan suhu lingkungan, tingkat stres, dan status hormonal. Penggunaan termometer rektal sebagai alat ukur yang paling akurat tanpa harus melanggar etik. Selain itu disarankan untuk melakukan penambahan jumlah sampel yang jauh lebih banyak dari pada penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anjali jayjit E.,& Amit kishan A, (2011) Early Management of Fever: Benefits of Combination Therapy.Bombay hospital journal, vol. 53, No. 4

Alves (2008)“Tepid Sponging Plus

Dipyrone Versus Dipyrone Alone in Reducing Body

Temperature in Febrile

Children”.Volume 11, Number

6.

Edwards, Helen E. 2005. Fever Management Practice : What Paediatric Nurses Say. Nursing

(13)

Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun dengan demam dipuskesman kartasura sukuharjo (Memed Isneini)

and Health Sciences. volume 3,

Number 3 : 119-130.

Hockenberry, M., Wilson D. 2007.

Wong’s Nursing care of infats and Children, ed.8. St.Louis:

Mosby.

Kelly, Greg. 2006. Body Temperature Variability (Part 1): A Review of the History of Body Temperature and its Variability Due to Site Selection, Biological Rhythms, Fitness, and ging. Alternative Medicine

Review. Volume 11, Number 4.

Potter, P.A Perry A.G. 2005.

fundamental of Nursing, Edisi

4.Volume 2. Ahli Bahasa: Renata Komalasari. Jakarta: salemba medika

Purwanti, S., & Winarsih, N.A. (2008), Pengaruh Kompres

Hangat Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Anak Hipertermia di Ruang Rawat Inap RSUD. Dr. Moewardi

Surakarta. Berita Ilmu

Keperawatan Issn 1979-2697, Vol. 1. No. 2.

Susanti Nurlaili, (2012). Efektifitas

Kompres Dingindan Hangat

Pada Penataleksanaan

Demam. Sainstis. Volume 1,

nomor 1, april – september 2012 issn: 2089-0699

Thomas, S., Vijaykumar, C., Naik, R, Moses, P.D., & Antonisamy, B.

(2009).Comparative

Effectiveness of Tepid Sponging and ntipyretic Drug Versus Only Antipyretic Drug in the Management of Fever Among Children: A Randomized Controlled Trial.Indian Pediatrics Volume 46 (2), 133-136

*

Mahasiswa S-1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura

**

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura

***

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura

10

(14)

Gambar

Table 3. Lama menderita  Lama  menderita  Kompres hangat  N          %  Water tepid sponge  N        %  1 hari  2 hari  3 hari  4 hari  1       14.3 3      42.9  2      28.6  1      14.3  2     28.6 2     28.6 2     28.6 1     14.3  Total   7       100  7

Referensi

Dokumen terkait

a) Untuk kelas eksperimen 1, proses KBM dilakukan di kelas dan penugasan mengunjungi blog. b) Guru memberikan arahan tata cara pembelajaran dengan blog dengan memberi

ten untuk ruptur perineum derajat tiga dan empat. Klasifikasi terdahulu tidak lengkap karena

D i canb 1.2 lenihar bahwa kapditas prodllsi kdo4 di pabrik lGmolg Bukit Putus heya nanrpu bemenuhi rencm p.odutrsj enpai bnun :007 Untuk nu penu ditlkukan

Untuk mendapatkan suatu nilai faktor keamanan minimum dari suatu analisis stabilitas lereng memerlukan suatu proses trial and error yang dalam penelitian ini kami menggunakan

Apabila peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Perturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

penyelenggaraan program acara televisi tersebut, bukanlah hal yang mudah dalam penyelenggaraannya, untuk itu dibutuhkan keseriusan dan ketelatenan bagi setiap orang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerimaan Retribusi Pasar tiap tahunnya pada masa diberlakukannya otonomi daerah di Kabupaten Bantul tahun 2000 sampai dengan 2007

1) Jelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan akan dicapai oleh peserta didik diakhir kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik akan menyadari