ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KONSERVATISME DALAM AKUNTANSI
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang bergerak Di Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2013)
Oleh : Ardiani, Siti Nurhayati Nafsiah, S.E, Ak., M.si, Jaka Darmawan, S.E, Ak., M.Ak., CA
e-mail : [email protected],
[email protected], [email protected]
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage baik secara parsial maupun secara simultan terhadap Konservatisme pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia(BEI). Periode pengamatan penelitian dilakukan tahun 2013 Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan secara simultan variabel Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik tidak berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme, namun secara parsial Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme.
Kata Kunci : Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan
Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage. ABSTRACT
The aim of this study was to determine and analyze the influence of Managerial Ownership Structure, Institutional Ownership Structure, Ownership Structure Public, Company Size, Leverage either partially or simultaneously against the Conservatism of Manufacturing Sector Consumer Goods Industry in Indonesia Stock Exchange (BEI). Observation period of the study carried out in 2013 The analysis technique used is multiple linear regression. Results of the analysis showed simultaneous variables Managerial Ownership Structure, Institutional Ownership Structure, Public Ownership Structure no significant effect on Conservatism, however partially Company Size and Leverage significant effect on Conservatism.
Keywords: Structure Managerial Ownership, Institutional Ownership Structure, Ownership Structure Public, Company Size, Leverage.
PENDAHULUAN
Dalam praktik perusahaan membuat laporan keuangan untuk menggambarkan kinerja manajemen
dalam mengelola sumber daya
keuangan. Laporan keuangan
merupakan proses akhir kegiatan akuntansi dari perusahaan. Laporan tersebut memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pihak internal
dan pihak eksternal dalam
mengambil keputusan. Keputusan
dari pihak internal misalnya
keputusan yang mengangkat kembali
atau mengganti manajemen
sedangkan keputusan dari pihak eksternal misalnya keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka di dalam perusahaan.
Soewardjono (2010:245)
menyatakan implikasi konsep
konservatisme terhadap prinsip
akuntansi yaitu mengakui biaya atau
rugi yang memungkinkan akan
terjadi, tetapi tidak segera mengakui pendapatan atau laba yang akan
datang walaupun kemungkinan
terjadinya besar. Penerapan prinsip
konservatisme ini dapat
menghasilkan angka-angka laba yang rendah dan angka-angka biaya yang
tinggi. Hal ini dikarenakan prinsip tersebut memperlambat pengakuan pendapatan, tetapi biaya yang terjadi cepat diakui. Akibatnya laba yang
ada dalam laporan keuangan
cenderung terlalu rendah dalam
periode sekarang dan overstatement
terhadap laba pada periode
berikutnya.
Menurut Almilia (2004)
Konservatisme merupakan reaksi yang berhati-hati atas ketidakpastian dan risiko yang berkaitan dalam situasi bisnis dapat dipertimbangkan
dengan cukup memadai dalam
laporan keuangan agar nilai prediksi dan kenetralan dapat diperbaiki. Banyak pertentangan yang terjadi
mengenai pemakaian prinsip
konservatisme dalam penyajian
laporan keuangan. Sampai saat ini,
prinsip konservatisme masih
dianggap sebagai prinsip yang
kontroversial. Terdapat banyak
kritikan yang muncul, namun ada pula yang mendukung penerapan prinsip konservatisme.
Berdasarkan uraian latar
belakang diatas, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah struktur kepemilikan
manajerial mempengaruhi
penerapan konservatisme dalam akuntansi?
2. Apakah struktur kepemilikan
institusional mempengaruhi
penerapan konservatisme dalam akuntansi?
3. Apakah struktur kepemilikan
publik mempengaruhi penerapan konservatisme dalam akuntansi?
4. Apakah ukuran perusahaan
mempengaruhi penerapan
konservatisme dalam akuntansi?
5. Apakah Leverage mempengaruhi
penerapan konservatisme dalam
akuntansi?
LANDASAN TEORI
Teori Agensi
Teori agensi merupakan teori yang digunakan perusahaan dalam mendasari praktik bisnisnya. Dengan demikian teori ini mengindikasikan adanya kepentingan pada setiap pihak yang ada diperusahaan untuk
mencapai tujuan.pihak yang
berkepentingan tersebut adalah
pemegang saham sebagai prinsipal dan manajer perusahaan sebagai
agenTerdapat dua macam
asymmetries information menurut Qomariyah, et al 2007.yaitu :
1. Adverse Selection
Adverse selection Adverse selection adalah jenis asimetri informasi dimana satu pihak atau lebih melangsungkan suatu transaksi usaha, adverse selection terjadi
karena beberapa orang seperti
manajer perusahaan dan para pihak
dalam (insider) lainnya lebih
mengetahui prospek suatu
perusahaan dari pada para pemegang saham.para pemegang saham tidak mengakses semua informasi yang
disediakan agar tidak dapat
mengawasi tindakan manajer apakah
mereka sudah melakukan
kewajibanya sesuai dengan kontrak atau tidak.
2. Moral Hazard
Moral hazard adalah jenis asimetri informasi dimana suatu
pihak atau lebih yang
melangsungkan suatu transaksi usaha potensial dapat mengamati tindakan mereka dalam penyelesaian transaksi
tersebut. Hal ini dapat
mengakibatkan pemegang saham sebagai principal tidak mengetahui tindakan manajer sebagai agen yang
mungkin melakukan tindakan di luar kontrak kerja yang tidak sesuai etika dan norma yang berlaku. Selain adanya konflik keagenan yang muncul di antara agen dan prinsipal terdapat pula beberapa perilaku manajemen sebagai agen dengan
berbagai prinsipalnya. Menurut
Chairi dan Ghozali( 2007) dalam teori akuntansi positif.
Konservatisme dalam Akuntansi Konservatisme dalam kata dasar adalah paham atau sikap dan
tindakan setiap upaya yang
cenderung untuk mempertahankan tradisi lama, pranata yang sudah ada serta menentang setiap perubahan yang bersifat radikal. Menurut Lafond dan Roychowdhury (2007) menyatakan bahwa konservatisme akuntansi meliputi pengguna standar yang lebih tepat untuk mengakui bad news sebagai kerugian dan untuk
mengetahui good news sebagai
keuntungan dan memfasilitasi
kontrak yang efisien antara manajer dan shareholders. Dengan adanya
prinsip kehati-hatian tersebut
diharapkan dapat memberikan
manfaat bagi setiap pengguna
laporan keuangan.
Hipotesis
1. Struktur Kepemilikan Manajerial Terhadap Konservatisme
Perusahaan akan semakin
menerapkan prinsip akuntansi yang
konservatif apabila kepemilikan
saham yang dimiliki di dalam
perusahaan tinggi. Hal ini
dikarenakan perusahaan tidak hanya mementingkan laba yang ditonjolkan besar dalam laporan keuangan tetapi
lebih mementingkan kontinuitas
perusahaan. Karena laba yang dinilai
tidak berlebihan, maka dapat
cadangan dana yang tersembunyi yang dapat digunakan perusahaan
untuk memperbesar perusahaan
dengan meningkatkan jumlah
investasi (Mayang sari dan Wilopo 2002), : Struktur kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.
Rumus : Struktur Kepemilikan
2. Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Konservatisme
Fala (2008) menyatakan bahwa investor institusional mempunyai investasi yangcukup besar sehingga investor institusional terdorong untuk mengawasi tindakan dan kinerja manajer lebih ketat, jika investor
institusional mempunyai
kepemilikan saham dalam jumlah besar, maka mereka mempunyai hak
untuk mengawasi perilaku dan
kinerja manajemen. : Struktur kepemilikan institusional berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.
Rumus :Struktur Kepemilikan
Institusional =
3. Struktur Kepemilikan Publik Terhadap Konservatisme publik cenderung menginginkan laba yang besar dari perusahaan adar
mendapatkan dividen atau capital
gain yang besar. Ditambah mereka
hanya berkonsentrasi pada
kepentingan jangka pendek untuk
segera mendapatkan return dengan
demikian perusahaan akan cenderung
melaporkan laba yang kurang
konservatif apabila struktur
kepemilikan publik tinggi.
Kepemilikan publik yang menyebar mengakibatkan kontrol yang kurang bagi manajemen, dengan kurang na
kontrol terhadap manajemen
menyebabkan perusahaan dapat
melaporkan labanya tidak secara hati-hati
.: Struktur kepemilikan publik
berpengaruh secara terhadap
penerapan konservatisme
dalam akunatnsi.
Rumus : Struktur Kepemilikan
Publik =
4. Ukuran Perusahaan Terhadap Konservatisme
Perusahaan besar akan lebih
disoroti pemerintah, sehingga
pemerintah sebagai regulator negara dimana perusahaan tersebut berdiri akan mendorong perusahaan untuk membayar pajak yang tinggi dimana laba usaha yang disajikan dalam laporan keuangan juga tinggi. Oleh karena itu, Eko Widodo Lo(2006) menyatakan bahwa perusahaan yang berukuran besar cenderung akan melaporkan laba yang rendah secara
menyelenggarakan akuntansi yang konservatif. : Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.
Rumus : Total Aset Perusahaan.
5. Leverage Terhadap
konservatisme
Leverage menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh hutang dan meripakan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman, jika perusahaan telah diberi pinjaman oleh kreditor,
maka kreditor secara otomatis
mempunyai kepentingan terhadap keamanan dana yang dipinjamkan
dan mengharapkan dapat
menghasilkan keuntungan.
: Leverage berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.
Rumus : Total Debt to Total Aset
OBJEK METODE PENELITIAN Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi subsector makanan dan minimun yang telah
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013
Metode yang digunakan dalam
pemilihan sampel penelitian ini
dengan menggunakan metode
purposive sampling. Purposive sampling merupakan suatu metode pengambilan sampel non probabilitas yang disesuaikan dengan kriteria tertentu.
Berikut beberapa kriteria
yang harus dipenuhi dalam
penentuan sampel penelitian ini adalah :
1. Perusahaan yang terdaftar
berdiri dan listing selama
tahun pengamatan.
2. Perusahaan tersebut
merupakan perusahaan publik pada sektor industri barang konsumsi yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013
3. Perusahaan yang memenuhi
kriteria variabel dan tetap dipublikasikan selama tahun pengamatan.
4. Perusahaan tersebut
mengeluarkan laporan
keuangan selama tahun
5. Dalam penelitian ini yang
menjadi variabel
independenya adalah struktur
kepemilikan manajerial,
struktur kepemilikan
institusional, struktur
kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage.
Variabel Independen (X)
Dalam penelitian ini yang menjadi
variabel independenya adalah
struktur kepemilikan manajerial,
struktur kepemilikan institusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage.
Variabel Dependen (Y)
Dalam penelitian ini variable
dependennya adalah konservatisme. 1. Hasil uji Asumsi Klasik 2. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen).
3. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain.jika varians dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
Homoskedatisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).
5. Uji Pengaruh Simultan (F test) Uji pengaruh simultan
digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi dependen (Ghozali 2011).
6. Uji Parsial (T test)
Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh
masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali 2011).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Uji Normalitas
Data yang berdistribusi normal dalam suatu model regresi dapat dilihat pada grafik normal plot, dimana bila titik – titik yang menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, maka data
tersebut dapat dikatakan
berdistribusi normal (Ghozali,
2005). Berdasarkan hasil
pengolahan data diperoleh hasil uji sebagai berikut:
2. Uji Autokorelasi
Autokorelasi artinya adanya
korelasi dini antar anggota sampel (observasi) pada suatu variabel
yang tersusun berdasarkan
rangkaian waktu atau ruang
(Gujarati, 2012:201).
Berdasarkan pengolahan data
diperoleh hasil pengujian sebagai berikut:
Tabel 4.2
Hasil Uji Autokorelasi
3. Uji Multikolinieritas
Jika nilai toleransi kurang dari 1 atau VIF lebih besar dari 10
menunjukkan adanya
multikolinearitas signifikan,
sementara itu para ahli lainnya
menegaskan bahwa besarnya R2
model dianggap mengindikasikan
adanya multikolinearitas.
Berdasarkan pengolahan data
menggunakan program SPSS
diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 4.3
Hasil Uji Multikolinieritas Berdasarkan tabel di atas diketahui semua nilai VIF untuk
variabel Kepemilikan Manajerial
(X1), Kepemilikan Institusional
(X2), Kepemilikan Publik (X3),
Ukuran Perusahaan (X4) dan
Leverage (X5) bernilai kurang dari Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Kepemilikan Manajerial .376 2.660 Kepemilikan Institusional .268 3.737 Kepemilikan Publik .478 2.090 Ukuran Perusahaan .933 1.072 Leverage .574 1.742 Mode l R R Square Adjusted R Square Durbin-Watson 1 .610a .372 .260 1.747
10. Oleh sebab itu dapat disimpulkan
bahwa semua variabel dalam
penelitian ini tidak mengalami
gangguan multikolinieritas. Pembahasan
1. Pengaruh Kepemilikan
Manajerial Terhadap
Konservatisme Akuntansi
Variabel Kepemilikan Manajerial
tidak berpengaruh signifikan
terhadap variabel Konservatisme
Akuntansi, hal ini ditunjukkan
dengan nilai signifikansi yang lebih
besar dari 0,05. Variabel
kepemilikan manajerial nilai
minimumnya adalah 0 artinya ada
beberapa perusahaan yang
manajerialnya sama sekali tidak memiliki saham pada perusahaan yang mereka pimpin. Maksimumnya adalah 81 yang artinya ada berberapa manajerial perusahaan yang memiliki
saham sebagian besar dari
perusahaan yang dipimpinnya.
Kemudian nilai rata-ratanya sebesar 7,7720 yang berarti bahwa secara
umum pimpinan perusahaan
memiliki saham diperusahaan yang dipimpinnya.
Struktur kepemilikan
manajerial merupakan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh
pihak ekternal, besar kecilnya
struktur kepemilikan saham dapat
mempengaruhi kebijakan dan
pengambilan keputusan perusahaan. Bila kepemilikan manajerial lebih tinggi dibanding pihak eksternal, maka perusahaan akan cenderung
menggunakan metode akuntansi
yang konservatif, namun apabila struktur kepemilikan saham manajer lebih rendah dari kepemilikan saham eksternal, maka metode akuntansi yang digunakan akan cenderung kurang konservatif.
2. Pengaruh Kepemilikan
Institusional Terhadap
Konservatisme Akuntansi
Berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa tidak terdapat
pengaruh yang signifikan antara variabel Kepemilikan Institusional dengan konservatisme Akuntansi. Pada variabel institusional nilai minimum yang diperoleh sebesar 0 artinya ada beberapa perusahaan yang sama sekali pihak institusi tidak memiliki saham, nilai maksimum yang diperoleh sebesar 98,96 artinya
ada beberapa perusahaan yang
memiliki sebagian besar saham perusahaannya. Nilai rata yang diperoleh sebesar 69,87 hal ini
berarti secara umum seluruh perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi memiliki sebagian besar saham perusahaan mereka.
3. Pengaruh Kepemilikan Publik
Terhadap Konservatisme
Akuntansi
Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan antara variabel
Kepemilikan Publik dengan
konservatisme Akuntansi, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi t yang lebih besar dari level signifikansi 0,05.
Nilai minimum untuk
variabel kepemilikan publik adalah
1.04 hal ini berarti bahwa
masyarakat atau public hanya
memiliki sebagian kecil saham perusahaan Sektor Industri Barang
Konsumsi. Nilai maksimumnya
adalah 67,07 yang berarti bahwa ada beberapa perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang sebagian
besar sahamnya dimiliki oleh
masyarakat atau publik. Nilai rata – rata variabel kepemilikan public sebesar 21,2465 yang berarti bahwa secara umum kepemilikan public pada perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi relative kecil.
4. Pengaruh Ukuran Perusahaan
Terhadap Konservatisme
Akuntansi
Terdapat pengaruh yang
signifikan antara variabel Ukuran Perusahaan dengan konservatisme Akuntansi, dimana terlihat nilai signifikansi bertanda positif yang berarti semakin tinggi nilai Ukuran
Perusahaan maka nilai
Konservatisme Akuntansi akan
semakin meningkat.
Pada variabel ukuran
perusahaan diperoleh nilai minimum sebesar 5,71 dengan nilai maksimum sebesar 28,02 dan nilai rata-rata sebesar 14,8141 hal berarti bahwa secara keseluruhan perusahaan sektor Industri Barang Konsumsi termasuk golongan perusahaan yang berskala besar.
5. Pengaruh Leverage Terhadap
Konservatisme Akuntansi
Tingkat signifikansi untuk
variabel Leverage sebesar 0,035
lebih kecil dari α = 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1
diterima yang berarti terdapat
pengaruh yang signifikan antara
variabel Leverage dengan
konservatisme Akuntansi, dimana terlihat nilai signifikansi bertanda
negatif yang berarti semakin tinggi
nilai Leverage maka nilai
Konservatisme Akuntansi akan
semakin menurun.Jika perusahaan mempunyai hutang yang tinggi, maka kreditor mempunyai hak untuk mengetahui dan mengawasi jalannya kegiatan operasional perusahaan.
6. Pengaruh Kepemilikan
Manajerial (X1), Kepemilikan
Institusional (X2), Kepemilikan
Publik (X3), Ukuran Perusahaan
(X4) dan Leverage (X5) Variabel
Kepemilikan Manajerial (X1),
Kepemilikan Institusional (X2),
Kepemilikan Publik (X3), Ukuran
Perusahaan (X4) dan Leverage (X5)
berpengaruh signfikan terhadap
Konservatisme Akuntansi (Y). 7.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Dari penjelasan dan pembahasan sebelum maka penulis memberikan kesimpulan bahwa :
1. konservatisme merupakan reaksi
yang berhati-hati atas ketidak pastian dan resiko yang berkaitan
dalam situasi bisnis dapat
dipertimbangkan dengan cukup
memadai dalam laporan
keuangan agar nilai prediksi dan kenetralan dapat diperbaiki.
2. Terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi penerapan
konservatisme dalam akuntansi. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa secara bersama-sama
variable Kepemilikan Manajerial (X1), Kepemilikan Institusional (X2), Kepemilikan Publik (X3), Ukuran Perusahaan (X4) dan Leverage (X5) berpengaruh
signifykan terhadap
Konservatisme Akuntansi (Y).
namun secara sendiri-sendiri
(parsial) hanya variable Ukuran
Perusahaan (X4) dan Leverage
(X5) yang berpengaruh
signifikan terhadap
Konservatisme Akuntansi (Y). Variabel Kepemilikan Manajerial (X1), Kepemilikan Institusional (X2), Kepemilikan Publik (X3), Ukuran Perusahaan (X4) dan Leverage (X5) mempengaruhi
variable Konservatisme
Akuntansi sebesar 26%
sedangkan sisanya 74%
dipengaruhi oleh factor lain diluar peneitianini.
Saran
1. Penelitian selanjutnya dapat
menggunakan jenis pengukuran
konservatisme dariasi metri
lainnya, menambah data,
menambah periode pengujian,
atau dengan menguji jenis
industri lain untuk hasil yang lebih baik.
2. Diharapkan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan
perusahaan dapat lebih
mempelajari faktor-faktor yang
mempengaruhi konservatisme
akuntansi guna mengambil
kebijakan dimasa yang akan dating.
DAFTAR PUSTAKA
Almilia, Liuciana Spica, 2005,
“Pengujian Siza Hypothesis
dan Debt Equity
Hypothesisyang
mempengaruhi tingkat
konservatisma Laporan
Keuangan Perusahaan dengan Tehnik Analisis Multinomial Logit”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, volume 7 Hal 1-23.
Fala, Dwi Yana Amalia, “Pengaruh
Konservatisma Akuntansi
Terhadap Penilaian Ekuitas Perusahaan Dimoderasi oleh
Good Corporate
Governance”. Simposium
Nasional Akuntansi X,
UNHAS Makassar, 26-28 Juli 2007.
Ghozali, imam. 2011. Analisis
Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Lo, Eko Widodo, 2006, “Pengaruh Tingkat Kesulitan Keuangan
Perusahaan Terhadap
Konservatisme”, Jurnal Riset
Akuntansi Indonesia, Volume 9, No.1.
Mayangsari, Sekar dan Wilopo,
2002, “Konservatisme
Akuntansi, Value Relevance
and Dicertionary Accruals:
Implikasi Empiris Model
Feltham dan Ohlson (1996),
Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia. Volume 5, No. 3. Sari, Cynthia dan Desi Adhariani,
2009. Konservatisme
Akuntansi dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhinya. Makalah SNA XII.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wardhani, Ratna. 2008. Tingkat
Konservatisme Akuntansi Di Indonesia Dan Hubungannya dengan Karakteristik Dewan
Sebagai Salah Satu Mekanisme Corporate Governance. Jurnal Ilmiah
Dan Akuntansi: Universitas
Indonesia.
Widya, 2004, Analisis
`Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Perusahaan Terhadap Akuntansi Konservatif, Simposium
Nasional Akuntansi VII,