• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata Kunci : Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata Kunci : Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KONSERVATISME DALAM AKUNTANSI

(Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang bergerak Di Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2013)

Oleh : Ardiani, Siti Nurhayati Nafsiah, S.E, Ak., M.si, Jaka Darmawan, S.E, Ak., M.Ak., CA

e-mail : [email protected],

[email protected], [email protected]

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage baik secara parsial maupun secara simultan terhadap Konservatisme pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia(BEI). Periode pengamatan penelitian dilakukan tahun 2013 Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan secara simultan variabel Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional, Struktur Kepemilikan Publik tidak berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme, namun secara parsial Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme.

Kata Kunci : Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan

Institusional, Struktur Kepemilikan Publik, Ukuran Perusahaan, Leverage. ABSTRACT

The aim of this study was to determine and analyze the influence of Managerial Ownership Structure, Institutional Ownership Structure, Ownership Structure Public, Company Size, Leverage either partially or simultaneously against the Conservatism of Manufacturing Sector Consumer Goods Industry in Indonesia Stock Exchange (BEI). Observation period of the study carried out in 2013 The analysis technique used is multiple linear regression. Results of the analysis showed simultaneous variables Managerial Ownership Structure, Institutional Ownership Structure, Public Ownership Structure no significant effect on Conservatism, however partially Company Size and Leverage significant effect on Conservatism.

Keywords: Structure Managerial Ownership, Institutional Ownership Structure, Ownership Structure Public, Company Size, Leverage.

(2)

PENDAHULUAN

Dalam praktik perusahaan membuat laporan keuangan untuk menggambarkan kinerja manajemen

dalam mengelola sumber daya

keuangan. Laporan keuangan

merupakan proses akhir kegiatan akuntansi dari perusahaan. Laporan tersebut memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pihak internal

dan pihak eksternal dalam

mengambil keputusan. Keputusan

dari pihak internal misalnya

keputusan yang mengangkat kembali

atau mengganti manajemen

sedangkan keputusan dari pihak eksternal misalnya keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka di dalam perusahaan.

Soewardjono (2010:245)

menyatakan implikasi konsep

konservatisme terhadap prinsip

akuntansi yaitu mengakui biaya atau

rugi yang memungkinkan akan

terjadi, tetapi tidak segera mengakui pendapatan atau laba yang akan

datang walaupun kemungkinan

terjadinya besar. Penerapan prinsip

konservatisme ini dapat

menghasilkan angka-angka laba yang rendah dan angka-angka biaya yang

tinggi. Hal ini dikarenakan prinsip tersebut memperlambat pengakuan pendapatan, tetapi biaya yang terjadi cepat diakui. Akibatnya laba yang

ada dalam laporan keuangan

cenderung terlalu rendah dalam

periode sekarang dan overstatement

terhadap laba pada periode

berikutnya.

Menurut Almilia (2004)

Konservatisme merupakan reaksi yang berhati-hati atas ketidakpastian dan risiko yang berkaitan dalam situasi bisnis dapat dipertimbangkan

dengan cukup memadai dalam

laporan keuangan agar nilai prediksi dan kenetralan dapat diperbaiki. Banyak pertentangan yang terjadi

mengenai pemakaian prinsip

konservatisme dalam penyajian

laporan keuangan. Sampai saat ini,

prinsip konservatisme masih

dianggap sebagai prinsip yang

kontroversial. Terdapat banyak

kritikan yang muncul, namun ada pula yang mendukung penerapan prinsip konservatisme.

Berdasarkan uraian latar

belakang diatas, maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut :

(3)

1. Apakah struktur kepemilikan

manajerial mempengaruhi

penerapan konservatisme dalam akuntansi?

2. Apakah struktur kepemilikan

institusional mempengaruhi

penerapan konservatisme dalam akuntansi?

3. Apakah struktur kepemilikan

publik mempengaruhi penerapan konservatisme dalam akuntansi?

4. Apakah ukuran perusahaan

mempengaruhi penerapan

konservatisme dalam akuntansi?

5. Apakah Leverage mempengaruhi

penerapan konservatisme dalam

akuntansi?

LANDASAN TEORI

Teori Agensi

Teori agensi merupakan teori yang digunakan perusahaan dalam mendasari praktik bisnisnya. Dengan demikian teori ini mengindikasikan adanya kepentingan pada setiap pihak yang ada diperusahaan untuk

mencapai tujuan.pihak yang

berkepentingan tersebut adalah

pemegang saham sebagai prinsipal dan manajer perusahaan sebagai

agenTerdapat dua macam

asymmetries information menurut Qomariyah, et al 2007.yaitu :

1. Adverse Selection

Adverse selection Adverse selection adalah jenis asimetri informasi dimana satu pihak atau lebih melangsungkan suatu transaksi usaha, adverse selection terjadi

karena beberapa orang seperti

manajer perusahaan dan para pihak

dalam (insider) lainnya lebih

mengetahui prospek suatu

perusahaan dari pada para pemegang saham.para pemegang saham tidak mengakses semua informasi yang

disediakan agar tidak dapat

mengawasi tindakan manajer apakah

mereka sudah melakukan

kewajibanya sesuai dengan kontrak atau tidak.

2. Moral Hazard

Moral hazard adalah jenis asimetri informasi dimana suatu

pihak atau lebih yang

melangsungkan suatu transaksi usaha potensial dapat mengamati tindakan mereka dalam penyelesaian transaksi

tersebut. Hal ini dapat

mengakibatkan pemegang saham sebagai principal tidak mengetahui tindakan manajer sebagai agen yang

(4)

mungkin melakukan tindakan di luar kontrak kerja yang tidak sesuai etika dan norma yang berlaku. Selain adanya konflik keagenan yang muncul di antara agen dan prinsipal terdapat pula beberapa perilaku manajemen sebagai agen dengan

berbagai prinsipalnya. Menurut

Chairi dan Ghozali( 2007) dalam teori akuntansi positif.

Konservatisme dalam Akuntansi Konservatisme dalam kata dasar adalah paham atau sikap dan

tindakan setiap upaya yang

cenderung untuk mempertahankan tradisi lama, pranata yang sudah ada serta menentang setiap perubahan yang bersifat radikal. Menurut Lafond dan Roychowdhury (2007) menyatakan bahwa konservatisme akuntansi meliputi pengguna standar yang lebih tepat untuk mengakui bad news sebagai kerugian dan untuk

mengetahui good news sebagai

keuntungan dan memfasilitasi

kontrak yang efisien antara manajer dan shareholders. Dengan adanya

prinsip kehati-hatian tersebut

diharapkan dapat memberikan

manfaat bagi setiap pengguna

laporan keuangan.

Hipotesis

1. Struktur Kepemilikan Manajerial Terhadap Konservatisme

Perusahaan akan semakin

menerapkan prinsip akuntansi yang

konservatif apabila kepemilikan

saham yang dimiliki di dalam

perusahaan tinggi. Hal ini

dikarenakan perusahaan tidak hanya mementingkan laba yang ditonjolkan besar dalam laporan keuangan tetapi

lebih mementingkan kontinuitas

perusahaan. Karena laba yang dinilai

tidak berlebihan, maka dapat

cadangan dana yang tersembunyi yang dapat digunakan perusahaan

untuk memperbesar perusahaan

dengan meningkatkan jumlah

investasi (Mayang sari dan Wilopo 2002), : Struktur kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.

Rumus : Struktur Kepemilikan

(5)

2. Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Konservatisme

Fala (2008) menyatakan bahwa investor institusional mempunyai investasi yangcukup besar sehingga investor institusional terdorong untuk mengawasi tindakan dan kinerja manajer lebih ketat, jika investor

institusional mempunyai

kepemilikan saham dalam jumlah besar, maka mereka mempunyai hak

untuk mengawasi perilaku dan

kinerja manajemen. : Struktur kepemilikan institusional berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.

Rumus :Struktur Kepemilikan

Institusional =

3. Struktur Kepemilikan Publik Terhadap Konservatisme publik cenderung menginginkan laba yang besar dari perusahaan adar

mendapatkan dividen atau capital

gain yang besar. Ditambah mereka

hanya berkonsentrasi pada

kepentingan jangka pendek untuk

segera mendapatkan return dengan

demikian perusahaan akan cenderung

melaporkan laba yang kurang

konservatif apabila struktur

kepemilikan publik tinggi.

Kepemilikan publik yang menyebar mengakibatkan kontrol yang kurang bagi manajemen, dengan kurang na

kontrol terhadap manajemen

menyebabkan perusahaan dapat

melaporkan labanya tidak secara hati-hati

.: Struktur kepemilikan publik

berpengaruh secara terhadap

penerapan konservatisme

dalam akunatnsi.

Rumus : Struktur Kepemilikan

Publik =

4. Ukuran Perusahaan Terhadap Konservatisme

Perusahaan besar akan lebih

disoroti pemerintah, sehingga

pemerintah sebagai regulator negara dimana perusahaan tersebut berdiri akan mendorong perusahaan untuk membayar pajak yang tinggi dimana laba usaha yang disajikan dalam laporan keuangan juga tinggi. Oleh karena itu, Eko Widodo Lo(2006) menyatakan bahwa perusahaan yang berukuran besar cenderung akan melaporkan laba yang rendah secara

(6)

menyelenggarakan akuntansi yang konservatif. : Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.

Rumus : Total Aset Perusahaan.

5. Leverage Terhadap

konservatisme

Leverage menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh hutang dan meripakan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman, jika perusahaan telah diberi pinjaman oleh kreditor,

maka kreditor secara otomatis

mempunyai kepentingan terhadap keamanan dana yang dipinjamkan

dan mengharapkan dapat

menghasilkan keuntungan.

: Leverage berpengaruh terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi.

Rumus : Total Debt to Total Aset

OBJEK METODE PENELITIAN Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi subsector makanan dan minimun yang telah

terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013

Metode yang digunakan dalam

pemilihan sampel penelitian ini

dengan menggunakan metode

purposive sampling. Purposive sampling merupakan suatu metode pengambilan sampel non probabilitas yang disesuaikan dengan kriteria tertentu.

Berikut beberapa kriteria

yang harus dipenuhi dalam

penentuan sampel penelitian ini adalah :

1. Perusahaan yang terdaftar

berdiri dan listing selama

tahun pengamatan.

2. Perusahaan tersebut

merupakan perusahaan publik pada sektor industri barang konsumsi yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013

3. Perusahaan yang memenuhi

kriteria variabel dan tetap dipublikasikan selama tahun pengamatan.

4. Perusahaan tersebut

mengeluarkan laporan

keuangan selama tahun

(7)

5. Dalam penelitian ini yang

menjadi variabel

independenya adalah struktur

kepemilikan manajerial,

struktur kepemilikan

institusional, struktur

kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage.

Variabel Independen (X)

Dalam penelitian ini yang menjadi

variabel independenya adalah

struktur kepemilikan manajerial,

struktur kepemilikan institusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage.

Variabel Dependen (Y)

Dalam penelitian ini variable

dependennya adalah konservatisme. 1. Hasil uji Asumsi Klasik 2. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen).

3. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain.jika varians dari residual satu

pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

Homoskedatisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).

5. Uji Pengaruh Simultan (F test) Uji pengaruh simultan

digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi dependen (Ghozali 2011).

6. Uji Parsial (T test)

Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh

masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali 2011).

(8)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Uji Normalitas

Data yang berdistribusi normal dalam suatu model regresi dapat dilihat pada grafik normal plot, dimana bila titik – titik yang menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, maka data

tersebut dapat dikatakan

berdistribusi normal (Ghozali,

2005). Berdasarkan hasil

pengolahan data diperoleh hasil uji sebagai berikut:

2. Uji Autokorelasi

Autokorelasi artinya adanya

korelasi dini antar anggota sampel (observasi) pada suatu variabel

yang tersusun berdasarkan

rangkaian waktu atau ruang

(Gujarati, 2012:201).

Berdasarkan pengolahan data

diperoleh hasil pengujian sebagai berikut:

Tabel 4.2

Hasil Uji Autokorelasi

3. Uji Multikolinieritas

Jika nilai toleransi kurang dari 1 atau VIF lebih besar dari 10

menunjukkan adanya

multikolinearitas signifikan,

sementara itu para ahli lainnya

menegaskan bahwa besarnya R2

model dianggap mengindikasikan

adanya multikolinearitas.

Berdasarkan pengolahan data

menggunakan program SPSS

diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolinieritas Berdasarkan tabel di atas diketahui semua nilai VIF untuk

variabel Kepemilikan Manajerial

(X1), Kepemilikan Institusional

(X2), Kepemilikan Publik (X3),

Ukuran Perusahaan (X4) dan

Leverage (X5) bernilai kurang dari Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Kepemilikan Manajerial .376 2.660 Kepemilikan Institusional .268 3.737 Kepemilikan Publik .478 2.090 Ukuran Perusahaan .933 1.072 Leverage .574 1.742 Mode l R R Square Adjusted R Square Durbin-Watson 1 .610a .372 .260 1.747

(9)

10. Oleh sebab itu dapat disimpulkan

bahwa semua variabel dalam

penelitian ini tidak mengalami

gangguan multikolinieritas. Pembahasan

1. Pengaruh Kepemilikan

Manajerial Terhadap

Konservatisme Akuntansi

Variabel Kepemilikan Manajerial

tidak berpengaruh signifikan

terhadap variabel Konservatisme

Akuntansi, hal ini ditunjukkan

dengan nilai signifikansi yang lebih

besar dari 0,05. Variabel

kepemilikan manajerial nilai

minimumnya adalah 0 artinya ada

beberapa perusahaan yang

manajerialnya sama sekali tidak memiliki saham pada perusahaan yang mereka pimpin. Maksimumnya adalah 81 yang artinya ada berberapa manajerial perusahaan yang memiliki

saham sebagian besar dari

perusahaan yang dipimpinnya.

Kemudian nilai rata-ratanya sebesar 7,7720 yang berarti bahwa secara

umum pimpinan perusahaan

memiliki saham diperusahaan yang dipimpinnya.

Struktur kepemilikan

manajerial merupakan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh

pihak ekternal, besar kecilnya

struktur kepemilikan saham dapat

mempengaruhi kebijakan dan

pengambilan keputusan perusahaan. Bila kepemilikan manajerial lebih tinggi dibanding pihak eksternal, maka perusahaan akan cenderung

menggunakan metode akuntansi

yang konservatif, namun apabila struktur kepemilikan saham manajer lebih rendah dari kepemilikan saham eksternal, maka metode akuntansi yang digunakan akan cenderung kurang konservatif.

2. Pengaruh Kepemilikan

Institusional Terhadap

Konservatisme Akuntansi

Berdasarkan hasil penelitian

diketahui bahwa tidak terdapat

pengaruh yang signifikan antara variabel Kepemilikan Institusional dengan konservatisme Akuntansi. Pada variabel institusional nilai minimum yang diperoleh sebesar 0 artinya ada beberapa perusahaan yang sama sekali pihak institusi tidak memiliki saham, nilai maksimum yang diperoleh sebesar 98,96 artinya

ada beberapa perusahaan yang

memiliki sebagian besar saham perusahaannya. Nilai rata yang diperoleh sebesar 69,87 hal ini

(10)

berarti secara umum seluruh perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi memiliki sebagian besar saham perusahaan mereka.

3. Pengaruh Kepemilikan Publik

Terhadap Konservatisme

Akuntansi

Tidak terdapat pengaruh yang

signifikan antara variabel

Kepemilikan Publik dengan

konservatisme Akuntansi, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi t yang lebih besar dari level signifikansi 0,05.

Nilai minimum untuk

variabel kepemilikan publik adalah

1.04 hal ini berarti bahwa

masyarakat atau public hanya

memiliki sebagian kecil saham perusahaan Sektor Industri Barang

Konsumsi. Nilai maksimumnya

adalah 67,07 yang berarti bahwa ada beberapa perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang sebagian

besar sahamnya dimiliki oleh

masyarakat atau publik. Nilai rata – rata variabel kepemilikan public sebesar 21,2465 yang berarti bahwa secara umum kepemilikan public pada perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi relative kecil.

4. Pengaruh Ukuran Perusahaan

Terhadap Konservatisme

Akuntansi

Terdapat pengaruh yang

signifikan antara variabel Ukuran Perusahaan dengan konservatisme Akuntansi, dimana terlihat nilai signifikansi bertanda positif yang berarti semakin tinggi nilai Ukuran

Perusahaan maka nilai

Konservatisme Akuntansi akan

semakin meningkat.

Pada variabel ukuran

perusahaan diperoleh nilai minimum sebesar 5,71 dengan nilai maksimum sebesar 28,02 dan nilai rata-rata sebesar 14,8141 hal berarti bahwa secara keseluruhan perusahaan sektor Industri Barang Konsumsi termasuk golongan perusahaan yang berskala besar.

5. Pengaruh Leverage Terhadap

Konservatisme Akuntansi

Tingkat signifikansi untuk

variabel Leverage sebesar 0,035

lebih kecil dari α = 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1

diterima yang berarti terdapat

pengaruh yang signifikan antara

variabel Leverage dengan

konservatisme Akuntansi, dimana terlihat nilai signifikansi bertanda

(11)

negatif yang berarti semakin tinggi

nilai Leverage maka nilai

Konservatisme Akuntansi akan

semakin menurun.Jika perusahaan mempunyai hutang yang tinggi, maka kreditor mempunyai hak untuk mengetahui dan mengawasi jalannya kegiatan operasional perusahaan.

6. Pengaruh Kepemilikan

Manajerial (X1), Kepemilikan

Institusional (X2), Kepemilikan

Publik (X3), Ukuran Perusahaan

(X4) dan Leverage (X5) Variabel

Kepemilikan Manajerial (X1),

Kepemilikan Institusional (X2),

Kepemilikan Publik (X3), Ukuran

Perusahaan (X4) dan Leverage (X5)

berpengaruh signfikan terhadap

Konservatisme Akuntansi (Y). 7.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dari penjelasan dan pembahasan sebelum maka penulis memberikan kesimpulan bahwa :

1. konservatisme merupakan reaksi

yang berhati-hati atas ketidak pastian dan resiko yang berkaitan

dalam situasi bisnis dapat

dipertimbangkan dengan cukup

memadai dalam laporan

keuangan agar nilai prediksi dan kenetralan dapat diperbaiki.

2. Terdapat banyak faktor yang

mempengaruhi penerapan

konservatisme dalam akuntansi. Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa secara bersama-sama

variable Kepemilikan Manajerial (X1), Kepemilikan Institusional (X2), Kepemilikan Publik (X3), Ukuran Perusahaan (X4) dan Leverage (X5) berpengaruh

signifykan terhadap

Konservatisme Akuntansi (Y).

namun secara sendiri-sendiri

(parsial) hanya variable Ukuran

Perusahaan (X4) dan Leverage

(X5) yang berpengaruh

signifikan terhadap

Konservatisme Akuntansi (Y). Variabel Kepemilikan Manajerial (X1), Kepemilikan Institusional (X2), Kepemilikan Publik (X3), Ukuran Perusahaan (X4) dan Leverage (X5) mempengaruhi

variable Konservatisme

Akuntansi sebesar 26%

sedangkan sisanya 74%

dipengaruhi oleh factor lain diluar peneitianini.

(12)

Saran

1. Penelitian selanjutnya dapat

menggunakan jenis pengukuran

konservatisme dariasi metri

lainnya, menambah data,

menambah periode pengujian,

atau dengan menguji jenis

industri lain untuk hasil yang lebih baik.

2. Diharapkan pihak-pihak yang

berkepentingan dengan

perusahaan dapat lebih

mempelajari faktor-faktor yang

mempengaruhi konservatisme

akuntansi guna mengambil

kebijakan dimasa yang akan dating.

DAFTAR PUSTAKA

Almilia, Liuciana Spica, 2005,

“Pengujian Siza Hypothesis

dan Debt Equity

Hypothesisyang

mempengaruhi tingkat

konservatisma Laporan

Keuangan Perusahaan dengan Tehnik Analisis Multinomial Logit”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, volume 7 Hal 1-23.

Fala, Dwi Yana Amalia, “Pengaruh

Konservatisma Akuntansi

Terhadap Penilaian Ekuitas Perusahaan Dimoderasi oleh

Good Corporate

Governance”. Simposium

Nasional Akuntansi X,

UNHAS Makassar, 26-28 Juli 2007.

Ghozali, imam. 2011. Analisis

Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Lo, Eko Widodo, 2006, “Pengaruh Tingkat Kesulitan Keuangan

Perusahaan Terhadap

Konservatisme”, Jurnal Riset

Akuntansi Indonesia, Volume 9, No.1.

Mayangsari, Sekar dan Wilopo,

2002, “Konservatisme

Akuntansi, Value Relevance

and Dicertionary Accruals:

Implikasi Empiris Model

Feltham dan Ohlson (1996),

Jurnal Riset Akuntansi

Indonesia. Volume 5, No. 3. Sari, Cynthia dan Desi Adhariani,

2009. Konservatisme

Akuntansi dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhinya. Makalah SNA XII.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wardhani, Ratna. 2008. Tingkat

Konservatisme Akuntansi Di Indonesia Dan Hubungannya dengan Karakteristik Dewan

(13)

Sebagai Salah Satu Mekanisme Corporate Governance. Jurnal Ilmiah

Dan Akuntansi: Universitas

Indonesia.

Widya, 2004, Analisis

`Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Perusahaan Terhadap Akuntansi Konservatif, Simposium

Nasional Akuntansi VII,

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur aset dan dividen terhadap kebijakan hutang pada perusahaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh free cash flow, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, struktur aktiva dan pertumbuhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional dan Komite Audit terhadap Struktur Modal pada

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul Analisis Struktur Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional Dan Tingkat Leverage Terhadap

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, preferensi risiko eksekutif, leverage dan ukuran perusahaan terhadap

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, profitabilitas, free cash flow , ukuran perusahaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur modal terhadap

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen, dan ukuran dewan komisaris