ANALISIS STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL, STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN TINGKAT LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

83 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN TINGKAT LEVERAGE

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

SKRIPSI

diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu

syarat untuk menyelesaikan Program Studi Akuntansi (S1)

dan mencapai gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

Dian Febriyanti

NIM. 060810391095

UNIVERSITAS NEGERI JEMBER

FAKULTAS EKONOMI

(2)

ii

Skripsi ini ku persembahkan sebagai untaian rasa kasih sayang yang tulus, cinta dan rasa

terima kasihku kepada:

1. Ayahanda Jusuf dan Ibunda Eni Lukis Setyowati tercinta atas hembusan doa-doa yang

tak pernah surut, dukungan, cinta kasih yang tulus dan semua hal yang aku butuhkan

dalam hidup. Terima kasih telah mengukir hidupku dengan kasih sayang yang tak

terhenti.

2. Kakakku Yuniarti Agustin tersayang yang selalu memberiku semangat, kasih sayang dan

senyuman dalam hari-hariku

(3)

iii

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah

selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh sungguh (urusan) yang

lain, dan hanya kepada TuhanMU lah hendaknya kamu berharap (QS. Alam

Nasyirah: 6-8)

Aku belajar dengan menghadap ke belakang,

bahwa hidup ini tidak sekedar berarti bertahan hidup.

Keberhasilanku ada di perjalananku bukan di kedatanganku

(Nancy Hammel)

Sesuatu yang belum dikerjakan.

Seringkali tampak mustahil.

Kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik

(4)

iv

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

: Dian Febriyanti

NIM

: 060810391095

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul

Analisis Struktur

Kepemilikan Manajerial, Struktur Kepemilikan Institusional Dan Tingkat Leverage

Terhadap Nilai Perusahaan (Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia) adalah benar

benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah

saya sebutkan sumbernya, belum perna di ajukan pada institusi manapun, dan bukan karya

jiplakan. Saya bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap

ilmiah yang harus dijungjung tinggi.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan dan

paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata

dikemudian hari pernyataan ini tidak benar.

.

Jember, 19 September 2011

Yang menyatakan,

(5)

v

Judul skripsi

:

Analisis

Struktur

Kepemilikan

Manajerial,

Struktur

Kepemilikan Institusional dan Tingkat Leverage Terhadap

Nilai Perusahaan (Studi empiris pada perusahaan manufaktur

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Nama Mahasiswa

:

Dian Febriyanti

N I M

:

060810391095

Jurusan

:

S-1 AKUNTANSI/ Reguler-Sore

Tanggal Persetujuan :

12 September 2011

Pembimbing I

Pembimbing II

Nining Ika Wahyuni, SE, M.Sc, Ak.

Drs. Djoko Supatmoko, MM, Ak

NIP.19830624 200604 2 001

NIP. 19550227 198403 1 001

Ketua Jurusan Akuntansi

(6)

vi

ANALISIS

STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL, STRUKTUR

KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN TINGKAT LEVERAGE

TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

Nama

:Dian Febriyanti

NIM

: 060810391095

Jurusan

: Akuntansi

Telah dipertahankan didepan Tim Penguji pada tanggal:

19 September 2011

dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai kelengkapan guna

memperoleh gelar Sarjana dalam Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember

SUSUNAN TIM PENGUJI

Ketua

:

Indah Purnamawati SE, M.Si, Ak

:

.

NIP. 19691011 199702 2 001

Sekretaris

:

Nining Ika Wahyuni, SE, MSc, Ak

:.

NIP. 19830624 200604 2 001

Anggota

:

Drs. Djoko Supatmoko, MM, Ak

:

..

NIP. 19550227 198403 1 001

Mengetahui,

Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Jember,

Prof. Dr. H. Moh. Saleh, M.Sc.

NIP. 19560831 198403 1 001

Pas foto

4x6

(7)

vii

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan manajerial,

struktur kepemilikan institusional, dan tingkat leverage terhadap nilai perusahaan.

Pengumpulan data menggunakan metode

purposive sampling

terhadap perusahaan

manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007 sampai dengan tahun 2009.

Sebanyak 50 perusahaan manufaktur digunakan sebagai sampel. Metode analisis dari

penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan uji t pada tingkat signifikansi 5% ( =

0,05).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variable kepemilikan

manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan

variable tingkat leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Kata Kunci: Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, tingkat leverage dan nilai

(8)

viii

This research was to examine the influence of manajerial ownership, institusional

ownership and leverage on the firm value. Collecting data using a purposive sampling

method for manufactured companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2007 until 2009.

A total of 50 manufactured companies used as a sample. The method of analysis of this

study used multiple regression with t test on 5% level of significant

( = 0,05).

The result of this research show that in partial

manajerial ownership and institusional

ownership are influence on firm value. Leverage is not influence on firm value.

(9)

ix

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah

memberikan rahmad dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul Analisis struktur kepemilikan manajerial, struktur kepemilikan institusional dan

tingkat leverage terhadap nilai perusahaan .

Dengan selesainya skripsi ini, penulis sepenuhnya mengakui dan menyadari bahwa

upaya, doa serta dukungan, arahan, dan bimbingan dari keluarga maupun dosen pembimbing

serta pihak-pihak lainnya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan, meskipun penulis sadar

bahwa tanggung jawab skripsi ini ada pada penulis. Oleh karena itu, pada kesempatan ini

dengan sepenuh hati yang iklas penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada yang terhormat :

1. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Bapak Prof. Dr. H. Moh. Saleh, M.Sc,

atas kesempatan yang diberikan kepada penulis menjadi mahasiswa Akuntansi Reguler

Sore Fakultas Ekonomi Universitas Jember.

2. Bapak Dr. Alwan Sri Kustono, SE, M.Si, Ak, selaku Ketua Jurusan Akuntansi.

3. Ibu Nining Ika Wahyuni, SE, M.Sc, Ak, selaku Dosen Pembimbing I. Kompetensi,

pengalaman dan ketegasan beliau dalam memberikan pengarahan, bimbingan dan

wawasan yang tak ternilai dalam proses penulisan usulan suatu skripsi. Telah senantiasa

mengarahkan, serta saran yang konstruktif dalam penyempurnaan skripsi ini.

4. Bapak Drs. Djoko Supatmoko, MM, Ak, selaku Dosen Pembimbing II. Kompetensi,

pengalaman dan ketegasan beliau dalam memberikan pengarahan, bimbingan dan

wawasan yang tak ternilai dalam proses penulisan usulan suatu skripsi. Telah senantiasa

mengarahkan, serta saran yang konstruktif dalam penyempurnaan skripsi ini.

5. Seluruh dosen-dosen di Fakultas Ekonomi khususnya jurusan Akuntansi penulis

ucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang telah diberikan dan bimbingannya.

6. Pimpinan dan para karyawan administrasi Fakultas Ekonomi B. Manis; Mas Mad; B.

Farida; P. Kanip, dan lain-lain penulis haturkan banyak terima kasih.

(10)

x

putus asa dalam menjalani proses hidup termasuk menyelesaikan skripsi ini.

8. Kakakku Yuniarti Agustin yang senantiasa memberikan semangat serta senyuman yang

sangat berarti bagiku.

9. Angga Wicaksono Putra yang telah memberikan semangat, nasehat, serta keceriaan

dalam hidupku.

10. Muhammad Andi Pratama, senyummu adalah kebahagiaanku

11. Sahabat-sahabat Akuntansi, Fika, Rizqika, Wulan, Fila, Novada, Norma, Diah , Dwi,

Leni, Dea, Tiwi, Izzaty, Feri, Lilik, Ave, Nophal, Redra, Agus, Andiono, Budi, Makasi

ya teman

teman.

12. Temen-Temen Kost Kuda

, Ria, Diah, Yekti, mbak Nophi, Chepty, Eni, Manda,

Debby, Epi, Reni, Sulis dan yang lainnya terima kasih atas cerita, dan keceriaan yang

kalian berikan kepadaku.

13. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang secara langsung maupun

tidak langsung yang telah ikut andil dalam penulisan skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa sebagai manusia pasti tidak luput dari salah

dan khilaf, oleh karena itu dengan sepenuh hati penulis memohon maaf yang

sebesar-besarnya. Akhirnya penulis berharap, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Sekian terima kasih.

Jember, 19 September 2011

Penulis,

(11)

xi

Halaman

HALAMAN JUDUL

... i

HALAMAN PERSEMBAHAN

... ii

HALAMAN MOTTO

... iii

HALAMAN PERNYATAAN

... iv

HALAMAN PERSETUJUAN

... v

HALAMAN PENGESAHAN... vi

ABSTRAK

... vii

ABSTRACK

... viii

KATA PENGANTAR... ix

DAFTAR ISI... xi

DAFTAR GAMBAR... xiv

DAFTAR TABEL

... xv

DAFTAR LAMPIRAN

... xvi

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah ... 1

1.2

Perumusan Masalah... 6

1.3

Tujuan Penelitian... 6

1.4

Manfaat Penelitian... 6

BAB 2. LANDASAN TEORI

2.1

Teori Keagenan

(Agency Theory)

... 7

(12)

xii

2.4

Tingkat Leverage... 12

2.5

Penelitian-penelitian terdahulu

...13

2.6

Pengembangan Hipotesis

...14

2.6.1 Kepemilikan Manajerial terhadap nilai perusahaan ... 14

2.6.2 Kepemilikan Institusional terhadap nilai perusahaan ... 15

2.6.3 Tingkat Leverage terhadap nilai perusahaan ... 16

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1

Rancangan Penelitian ... 18

3.2

Jenis dan Sumber Data ... 18

3.3

Populasi dan Sampel Penelitian... 18

3.4

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 19

3.4.1 Variabel Dependen... 19

3.4.2Variabel Independen... 20

3.5

Metode Analisis Data... 21

3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif

.21

3.5.2 Uji Asumsi Klasik

21

3.5.3 Model Analisis

.23

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Gambaran Umum Perusahaan Sampel ... 25

4.2

Definisi Operasional Variabel dan Pengukurannya ... 27

4.2.1 Variabel Dependen... 27

(13)

xiii

4.3.1 Analisis Statistik Deskriptif... 28

4.3.2 Pengujian Asumsi Klasik ... 29

4.4

Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 32

4.4.1 Analisis Regresi Linear Berganda ... 32

4.4.2 Uji t... 32

4.4.3 Koofesien Determinasi Berganda ... 33

4.4.4 Standar Error of Estimate Regresi Linear Berganda ... 34

4.5

Pembahasn Hipotesis (Uji t) ... 34

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan... 38

5.2

Keterbatasan ... 38

5.3

Saran ... 39

(14)

xiv

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 17

(15)

xv

Halaman

Tabel 4.1

Distribusi Sampel Penelitian... 25

Tabel 4.2

Daftar Sampel Penelitian ... 26

Tabel 4.3

Statistik Deskripsi Perusahaan Sampel ... 28

Tabel 4.4

Hasil Nilai VIF untuk Uji Multikolinieritas ... 30

Tabel 4.5

Hasil Uji Autokorelasi ... 31

Tabel 4.6

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda untuk Uji t ... 32

(16)

xvi

Lampiran 1

Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 2

Daftar Tanggal Publikasi Laporan Keuangan Perusahaan Sampel

Lampiran 3

Daftar Harga Saham Perusahaan Sampel

Lampiran 4

Daftar Perhitungan Kepemilikan Manajerial (%)

Lampiran 5

Daftar Perhitungan Kepemilikan Institusional (%)

Lampiran 6

Daftar Perhitungan Leverage

Lampiran 7

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Lampiran 8

Hasil Uji Normalitas

Lampiran 9

Hasil Uji Multikolinearitas

Lampiran 10

Hasil Uji Heterokedastisitas

Lampiran 11

Hasil Uji Autokorelasi

(17)

1

1.1

! "

" #" !$ % " " & # ! "' ! !

#" " # "" ! #" ! ( ' )%*

+

World Trade Organization)

$

(18)

!-shareholder

67 89:9;<9= 9<9= >? :@7 =6 9< 9@9A = 9B 9

shareholder

@?:A?> C@D E9<=7

B ?B 9<A 7BCB <9= =7F97 ;?:CA 989 9= A?87 =GG9 <?B9<B C:9=

shareholder

9< 9= 6 9;9@ @?:H9; 97 I J9B C= ;7 89< B9=9K ?B ?= 9@9C B9=9K ? : ;?:CA989 9= A ? :7 =G B ?B;C= E97

@CK C9=F97=E9=G>?:@ ?=@ 9 =G9=6?=G9=@ CKC9=C@9B 9A ?87=GG9B ?=7 B >CF<9=<L=M F7 <

<?;?=@7 =G9= 9=@ 9 :9 B 9=9K?B?= 6 9= ;?B?G9=G A989B I NL=M F7< @?:A ?>C@ 67 A ?>C@

A ?>9G97 B 9A 9F98 < ?9G?= 9=

(agency problem)

I

Agency problem

69;9@ 67;?=G9:C87 L F?8A@:C<@ C:<?;?B 7F7 <9 =

(

<?;?B7F7<9=B 9=9K ?:79F6 9= <?; ?B7F7<9= 7 =A @7@CA 7L=9F

)

I O@:C<@C: <?;?B7F7 <9= L F?8 >?>? :9; 9 ;?= ?F7@7 67 ;?:H9E9 B 9B;C B?B;? =G9 :C87

K9F9== E9 ;?:CA989 9= E9 =G ;969 9<87:=E9 >?:; ? =G9 :C8 ;969 <7 =?:K9 ; ?: CA 9899=

6 9F9BB ?=H9; 97 @ CKC9=; ?:CA9899=E97@CB ?B9<A 7B 9F<9==7F97;?:CA 98 99=IP9F7 =7

67A?>9><9=969=E9<L=@:L FE9=GB ? :?<9B 7F7 <7 I

Q?=C:C@ R@C::7 9G9 6 9= O9=S

(

TUUV

)

D A @ :C<@ C: <?; ?B7F7<9=

(

<?;?B 7F7 <9= B 9=9K?:7 9F 6 9= < ?;?B7F7 <9= 7 =A@7@CA7L=9F

)

A?>9G97 A9F98 A 9@C M9<@L: E9 =G B ?B ;?=G9:C87 =7F97 ; ?: CA 9899=I WACBA 7 =E9 >9 8X9 A@:C<@C: < ?;?B 7F7 <9 = 6 9;9@

B ?B >9=@ C ;?= E9@ C 9= <?;?=@7 =G9= 9=@ 9:9 ;?B?G9=G A98 9B 6 9= B9=9K?:I Y 7 <9

<?;?B 7F7 <9= A989B >97< <?;?B 7F7 <9= B9=9K ?:79F B 9C;C= 7=A @7@CA 7L=9F B?=7=G<9@

B 9<99<9=A ?B 9<7=>97 <<7=?:K 9=E9E9 =G=9=@7=E99<9=>? :;?=G9 :C8KCG9@?:896 9;

;L<L<;7 =K 9B9=I [ ?=C:C=9= 9F7 :9= <9A B ?= E?>9>< 9= >?:<C:9=G=E9 C 9=G E9=G 969

;96 9B9= 9K?:IN ? 96 99=7=79<9=B?B >9@9A 7 <?7=G7=9=B9=9K?:B ?=GGC=9< 9=9F7:9=

<9AC=@ C< B?=9B>98 ;?=6 9;9@9= B ? :?<9 69=B ?F9<C<9= 7 =Z?A @9A 7 E9=G >? :F?>789=

(overinvestment)

I O?69=G<9= ;?B?G9=G A 989BB ?=G8 ?=6 9<7 9F7 : 9= <9A @ ?:A ?>C@

(19)

`aa bcde fgea hgb hd ijgka hd `gkg i l mnod hpl mnod h og b qi db qrg eakhgb

return

l nea fa st ukdrhgmdbga fvwldba b qhgfgbldbqqvbggbkdcdmg qdghgb idbqvmgb qaig egkg rgqdb ea

gb fgmg i gbgxdm `db qgb l d id qgb qegr g i `gb g hgb idbabqhg f hgb ba kga ldmvegrggb

fdmedjvft

yvmgb fg `gb zg {r snd`|

(

}~~

)

idbd ka fa fdb fgbq gbg kaea e efmvhfvm hdld ia ka hgbw ba kga ldmve grggbw abcd e fg eaw `gb vhvmgb `d€gb `am dhea t g eak `gma

ldbd ka fagb aba idbvbxvhhg b jgr€g hdldiaka hgb igbgxdmagkw hdl d iakahgb

ab e fafvea nbg kw`gbvhvmgb`d€gb`amd heaid il db qg mvrabakgaldmvegrg gbt

‚g e€gb

(

}~~

)

idb dka fa fdb fgbq

insider ownership

w hdja xg hgb rvfgbqw `gb`aca `db fdmr g`gl ba k ga ldmvegr ggb edmfg sghf nmpsg hfnm ogb q i d ildb qg mvrab ogt

g eakldbdka fagba baidbvbxvhhgbjgr€gcgma gj dk

insider ownership

`gbhd jax g hgb rvfgbq jdml db qgmvr l ne afas `gb eaqbasahgb fd mrg `gl bakga ld mvegrg gbw ed `gbqhgb

hdja xg hgb`aca `dbjdml db qg mvrbd qg fas` gbeaqbasa hgbfdmrg`glbakgaldmveg rggbt

ygca fma

(

}~~ƒ

)

idba ka fald bqg mvrkdc dmg qdwhdldia ka hgba b e fafvea nbg kw`gb hdld ia ka hgb igbgxdmag k fdmrg`gl ba kga ldmveg rggbt g eak `gma ldbd kafa gb a ba

idbvbxvhhgb jgr€g cg ma gjd k

hdldia ka hgb igbgx dmag k ed{g mg lgmea gk jd ml dbqgmvr

fdmrg`gl ba kga ldmvegr ggbw e d`gb qhgb cg magj d k kdcd mgqd `gb hdldiakahgb

ab e fafvea nbg ked{gmglgm eag kfa`g hjdmldb qgmvrfdmrg`glbakgaldmve grggbt

yvxnhn `gb y ndja gb f nmn

(

}~~ƒ

)

idkg hvhgb ldbd ka fagb idbqdb ga

ldbqgmvr e fmvhfvm hdld ia ka hgb egrg iw ldbqvb qha f hdvgb qgbw sghf nm ab fdmb `gb

sg hfnm dhe fdmb fd mrg`gl ba kga ldmvegrggbt „db d kafa gb a ba idbvbxvhhgb jgr€g

hdld ia ka hgb a b e fafvea nbg k jdmldb qgmvr bd qg fas `gb eaqba sa hgb fd mrg` gl ba kga

ldmvegrg gbw `gb hdldiakahgb igbgxdmag k fa`g h idilvb oga ldb qgmvr ogb q

ea qba sa hgb fdmrg`gl bakga ld mvegrggbt yd`gb qh gb ld ijgogm gb `a ca`db idilvb oga

ldbqgmvrogbql neafas`gbeaqbasahgbfdmr g`glba kg aldmvegrg gbt

…dm`gegmh gb kgfgm j d kg hgbq `a gfg e ` gb `a`vhvbq `db qgb ldbd kafa gb p

ldbd ka fagb fdm`grvkv ed m fg g` gbog hdfa`g hhnbea e fdbgb `gma rgeak ldbd ka fagbp

ldbd ka fagb fdm`grvkv fd kgr idi nfa cg ea ldbd kafa vb fvh idkghvhgb ldbd kafa gb

fdmrg`gl sghf nmpsg hfnm ogbq `glg f i d ildb qgmvr a ba kga ldmvegrg gbt „dbd kafagb aba

idbqg{v l g`g l dbd ka fag b og b q `a kg hvhgb nkdr ygca fma

(

}~~ƒ

)

t „db d ka fagb ogb q `a kghvhgb nkdr ygca fma

(

}~~ƒ

)

idbqqvb g hgb egild k ldmvegrg gb

real estate and

property

og b qfdm` g sfgm` a…vm eg†sd h‡g hgmfg

(

…† ‡

)

t

„dmjd`ggb l dbd kafa gb a ba `dbqgb ldb d kafa gb fdm`grvkv fdm kd fg h lg`g

(20)

ˆ‰Š‰ ‹Œ Œˆ Ž ‹ Ž Ž‰‘ŒŽ’ ˆ‰ Š‰ ‹ŒŒ ˆ Ž Œ “ ”Œ ”• “Œ – Ž —Ž ‰˜‰‘ Ž™‰ —‰™ Ž

Š‰‘ ”Œ‹šŽ™ Ž šŽ› œŽ ˆ ‰ ”Œ ™Ž ˜ Ž‘Œ Žš‰  ŒŒ “ Ž ™ Ž” š‰‘ Š‰ ™ Ž‘•› ” ‰‘›Ž— Ž Š ŒŽŒ

Š‰‘• “ Ž›Ž Ž—Ž•™ŽŽ—Ž Žˆ ‰ ”Œ —Žˆˆ– “Œ “ ”‰ Ž›Ž“Œ—Ž‘Œˆ‰ ”Œ™ ŽŠ‰ ‰ Œ”Œ Ž—ŒŽ”Ž“ž

Ÿ‰‰ Œ”ŒŽ Œ Œ ‹‰™Ž‹šŒ Š‰‘Œ – —‰ Š‰™ Ž‹Ž”Ž ” Ž›•  ¡¡¢ “ Ž‹ŠŽŒ

—‰™ Ž  ¡¡£ž ¤ Ž“ Ž —ŒŠŒ Œ› Ž Š‰‘Œ – —‰ Š‰‰ Œ”ŒŽ ”‰‘ “‰š• ” —Ž Ž‹ Š‰ ‰ Œ ”Œ Ž Œ Œ

ˆ Ž‘‰ Ž — ŽŠŽ” ‹‰ ‹š‰‘ŒˆŽ ™Ž‹šŽ‘Ž ‹‰ ™‰ ŽŒ ˆ – —Œ “Œ ”‰‘ˆŒŒ

(up date)

ž ¥Ž Ž‹ Š‰‰ Œ ”Œ ŽŒŒ Š‰‘• “Ž›ŽŽ‹ Ž•¦Žˆ ”•‘Ž ™”‰ ‘ —Ž¦ ” Ž‘—Œ§• ‘“ Ž¨ ¦‰ˆ© —–‰ “ Œ Ž

(

§¨ ©

)

—Œ Ž‹šŒ “‰šŽ™ŽŒ –š‰ˆ Š‰‰ Œ” ŒŽ ˆ Ž‘ ‰ Ž —Œ — Ž“ Ž‘Œ – ‰› ¦ Žˆ ” Ž šŽ› œŽ Š‰‘•“ Ž›ŽŽª

Š‰‘• “ Ž›Ž Ž ‹ Ž•¦Žˆ ”• ‘ ‹‰‘• ŠŽˆ Ž Š‰‘• “ Ž›ŽŽ Ž ™ “ Ž›Ž‹Ž ŠŽŒ ™ —Œ‹Œ  Ž”Œ

– ‰›ŠŽ‘ŽŒ ˜‰“ ”–‘ž«ŽŒŒ —ŽŠŽ”—ŒŒ›Ž”—Ž‘Œ —Ž”Ž—Œ§¨ ©Ž ™‹ ‰• •ˆˆ Ž“ Ž›Ž‹

Š‰‘• “ Ž›Ž Ž ‹ Ž•¦ Žˆ ”• ‘ ‹‰‘• ŠŽˆ Ž “ Ž›Ž‹ª“ Ž›Ž‹ •™™• Ž —Ž Š ŽŒ™ Žˆ ”Œ ¦

—Œ Š‰‘—Ž™Ž ™ˆŽž ¬‰› ˆŽ‘‰ Ž Œ”• —ŽŠŽ” —Œ “Œ‹Š• ˆ Ž Š‰‘• “ Ž›ŽŽ ‹Ž•¦Žˆ”•‘ Žˆ Ž

—ŽŠŽ” š‰‘ˆ ‰ ‹šŽ ™ —Ž ‹‰  Ž Œˆ Ž “‰šŽ™ŽŒ “ Ž Ž› “Ž”• ”‰ ‹ ŠŽ” š‰‘Œ ˜‰ “”Ž“Œ Ž ™

‹‰™• ”• ™ˆ Ž šŽ™Œ ŠŽ‘Ž Š‰ ‹– —Žž ­‰ ŽŒ Œ ”• Š‰‘• “Ž›ŽŽ ‹Ž• ¦ Žˆ ”•‘ ‹‰‘• ŠŽˆ Ž

ˆ– ‹Š–‰ ”‰‘š‰“ Ž‘ —ŽŽ‹ Š‰‘• “ Ž›ŽŽ Ž ™ ”‰‘—Ž¦ ” Ž‘ —Œ §¨ © —Ž —Œ Ž™™ ŽŠ

‹‰œŽˆŒŒ “‰ ‹• Ž Š‰‘• “Ž›ŽŽ Ž ™ ”‰ ‘—Ž¦ ”Ž‘ —Œ §¨ © • ”•ˆ ‹‰™ Ž‹ Ž”Œ ¦Žˆ ”– ‘ª¦ Žˆ ”–‘

(21)
(22)

1.2

ÕÖ ×ÖØ ÙÚÛÙØÙ ÜÙÝ

Þßàá âãâàä âå æà âçâ å èâé â à ê ßèâ äâ å ë áç âéâ ã ìâäâ áâ íâé áçà æì æãäâ å

ìâ ãâèâîáâ àçíßå ßèçé çâ åçåçïâçéæðñíâ äâîòãéà æäé æàäßí ßìç èç äâåìâ åâóßàçâ èòãéà æäé æà

äßíßìç èç äâ å ç åãéç é æãç ô åâ è áâ åéçåëäâé èßõ ßàâëß ê ßà í ßå ëâà æî é ßàîâ áâ í åçèâç

íßà æãâîâ â åö

1.3

÷ÖøÖ ÙÚùúÚúÜû üûÙÚ

ýæóæâå áâàç íßå ßèçé çâ å ç åç ïâçéæ æåé æä ì ßå ëßé âîæç íßåëâà æî ãé àæäéæà

äßíßìç èç äâ å ìâ åâóßàçâ èò ãéà æäé æà äßíßìç èç äâ å çåãéç é æãçô åâ è áâ å é ç åëäâé è ßõßàâëß

é ßàîâ áâ íåçèâçíßà æãâîâ â åþ

1.4

ÛÙÚÿÙÙüùúÚúÜû üûÙÚ

âàç í ßåßèçéç â å ç åç áçîâàâ íäâå áâ íâé ìßìê ßàç äâ å ìâ åââé ã ßêâëâç

ê ßàç äæéð

þ Þâëç â äâ á ßìç ãçò íßåßèç éç â å ç åç â äâ å ìßìê ßàçäâå â â ãâå áâ å í ßå ëßéâîæâ å

ãßàéâ áâí âé áçëæåâ äâ å ã ßêâëâç âæâ åò àß ßà ßåãç é âìêâîâå áâ å áâ ãâà

íßàéçìêâ åëâ åêâëçíßå ßèç éç â åãßèâåóæé åïâþ

þ Þâëç ç åõßãéôà áâ å â èô å çåõßãé ôàò íßåß èçé çâ å ç åç áçîâàâ íäâ å á âíâé ì ßì êßà ç äâ å

ç åôàìâ ãç äßíâ áâ ç åõßã éôà áâ å â èô å ç åõßãéôà æåé æä ìßåëâ åâèç ãâ äôåáçãç

íßà æãâîâ â å áâåäßêçóâäâåäßêçóâäâ å ïâåëáç äßè æâà äâ åô è ßîíßàæãâîââ åã ßê âëâç

áâãâàáâ è â ìíßå ëâ ìêçèâ åäßíæé æãâ åþ

þ Þâëç äàßáç éôàò í ßåßèçé çâ å çåç áçîâàâ íäâå áâ íâé áçëæåâä âå áâ èâì íßåëâìêç èâ å

äßíæéæãâåíßìê ßàçâ åîæéâ åëéßàîâá âííçîâ äïâå ëì ßìßàè æäâ åþ

þ Þâëç ìâ åâóßìßå íßà æ ãâîââ åò íßåßèçé çâ å ç åç áçîâàâ íäâå ã ßêâ ëâç êâîâ å

(23)
(24)

principal

DEF

agent.

GHIJ DEKLH JMN EFO EF JFPQRMELJ JFJS ET UEFO DJL HNVI DH FO EF

EL JMHI RJJFPQRMEL JW

XHFVRVIY ZQI

(

[\\\

)

DESEMG JRUEFI QDEFY V]R J EFI Q

(

[\\ ^

)

EDEDV E_ H FJL

asymmetric information,

UEJIV`

adverse selection

DEF

moral hazard

W

Adverse

selection

EDES ETL VEIV IJ]H J FPQRM ELJ ELJM HIR J

(asymetri information)

DJMEFEL EIV

QR EFO EIEV SHN JT ]HSEKVa]HS EKV I REFLEKL J N JLFJL EIEV IR EFL EKL JaIR EFL EK L J UEFO

]QIH FLJES M HM]V F UEJ JFPQRM ELJ UE FO S HN JT DJ EI EL UE FO S EJF

(

YZQI b [\\\ DES EM

M EFE_ HRDESEMMHS EKLEF EK EF]H FDHS HOELJEFI HRL H NVIW

XEFE_ HMH F DESEM MH F_ESEFK EF Q]HREL J ]HRVL ET EEF T ERVL

MH FOVIEMEK EFKH]H FI JF OEF]HMJSJK bUEJIVM H FJFOK EIKEFFJS EJ]HRVL ET E EFDH FO EF

MH FJ FOK EI KEFKH] H FI J FO EFEFI EREM EF E_HMH FDHFOEF]HM H O EF OL ETEMEIEVS HN JT

DJKH FES DH FO EF M EL ESET KH EOH FEF

(agency problem)

W XH FVRVI f HFLH F DEF

XHZKSJFO

(

ghi^

)

UEJIV

agency problem

EK EF IHR_EDJ E] EN JSE]RQ]QRL JK H]HMJSJK EF

M EFE_ HM H F EI EL LET EM ]HRVLETEEF KVREFO DER J g\\ jW GQ FDJL J L H]H RIJ JIV

MH FDQRQ FOMEFE_ HMH FZ H FDHRV FOV FI VKMH FOH_ERKH]H FIJFOEFDJRJ F UEDE FL V DET

I J DEK NHRDEL ER MEKLJMES JL ELJ FJSEJ DESEM ]H FO EMN JS EF KH]VIVL EF ]H F DEFEEFW

XEFE_ HMH FIJDEKMH FEF OOV FORHLJKQEIELKHL ESET EFDESEMM H FO EM N JSKH ]VI VL EF

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)

NOPOQ RN OPST U ST VVS WOX VO Q OW ONYT ONZT [ O\O US US P U RX URT U Z [ RT ST VPOU OT WZUOT V WOUShWOU Sc iRaSfOP OT WZ U OT V NRT_Ra OaPOT [RXZQOWOOT \S N`T S U`X `]RW [ S WOP

debtholder

Y POXRT O N`T SU`X ST V \O]ON [ RXZQOW OOT _OTV PRUOU NRT_R aOaPOT

NOT OfRX OPOT aRXU ST \O P QRQ ZOS \RT VOT PR[RT UST VOT

debtholder

NOZ[ ZT

QWOX RW`]\RXc j OT OPWSXT_O STQ UXZN RT U WZU OTV _OT V P`N[]RPQ aRX[RXOT Q RaO VO S

^ZT VQSN`T S U`X ST V_OTVNRT VZX OTVS

agency cost.

2.5

klm ln opoqm

-

klm lnop oqmrl st q u vnv

d RT R]S US OT _OTV aRXPOS U OT \RT O VT Q UXZPU ZX PR[ RNS]SPOT Q OWONY \OT

PRaSfOPOT WZUOTV URX WO\O[ T S]OS [ RX ZQOWO OT NRTVZTVPO[ POT W OQ S] _OTV aRXaR\O

\O]ON QRUSO[ [ RT R]SU SOTT_Oc wRa RX O[O [ RTR]SU SOT URX POS U \RTVOT gOXS OaR]hgOX SOaR]

\SOU OQU R]OW\S]OPZPOTaO S P\S\O]ONNOZ[ ZT\S]ZOXT RVRX Sc

wRaRXO[O [ RTR]SU SOT N RT VRT OS QUX ZPUZX P R[ R N S]SPOT \OT PR[ ZUZQ OT

PRZOTVOT [RXTOW \S]OPZ POT `]RW xX ZUbW]R_

(

yzz z

)

\O]ON {OW_Z\S \ OT d O|RQ UX S

(

}~~

)

\RTVOT N RNaOTVZT QRaZOW N`\R] _OTV NRT ZTfZPPOT RN[ OU PR[ ZU ZQ OT

_OTV QO]STV U RX POSU NRT_OTVPZU

leverage

Y

insider ownership

Y \OT

institusional

ownership

\S URT U ZPOTQRb OXOQSN Z]U OT\O]ONPRXOTVPO

agency cost

c

€Zf`P` \OT €`RaS OT U`X`

(

}~~

)

NR]OPZPOT [ RT R]SUS OT N RT VRTOS

WZUOT VY \OT \S gS\RT U RXWO\O[ T S]OS [ RXZQOW OOT Q RX UO ^OPU`Xh^OPU`X _OTV

(30)
(31)
(32)

2.6.3

-./ 01 2345

verage Terhadap Nilai Perusahaan

(33)

?@AB ?C DC E FBGH ICHJG BDBG K LMB HBC IBKBE ?LGFJKJG BG IBG ?LEJNJK BG OC?@P LK CK Q

RLE BGHDBD@GKL?PJ BAIBABN?LG LAC PCBGCGCS

RLPLE BGHBGS

TUJ MJGHBGKLVBEB?BEK CBA

WXW

3.

YZ[\ ] Z^Z_ Z`a [a X _

RL?LNCACDBGbBG BcLEC BA

RL?LNCACDBG

dGKP CP JKC@G BA

eCG HDBPfLg LEB HL

(34)

3.1

jkl mkl nklopl pqr sr kl

3.3

o¦§šq k—r˜kl™k›§pqopl pqrsrkl

(35)
(36)

tersebut dengan alasan bahwa dalam periode ini dianggap sudah cukup

memadai untuk melihat reaksi pasar terhadap pengumuman laporan keuangan.

3.4.2

íîïð îñ òóôõ ö ò÷ òõ ö òõ

Variabel independen adalah variabel yang tidak terikat atau variabel

bebas. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Kepemilikan Manajerial (X

1

)

Kepemilikan manajerial merupakan kepemilikan saham dari para

pemegang saham (direksi dan komisaris) yang berperan aktif dalam

pengambilan keputusan. Kepemilikan manajerial diukur sesuai dengan

proporsi kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajerial (Iturriaga dan

Sanz, 1998 dalam Wahyudi dan Pawestri, 2006). Variabel ini dihitung dengan

rumus:

Manajerial =

Jumlah saham pihak manajemen

Total saham yang beredar

x100%

b. Kepemilikan Institusional (X

2

)

Kepemilikan institusional adalah pemegang saham dari pihak

institusional seperti bank, lembaga asuransi, perusahaan investasi dan institusi

lainnya. Variabel ini diukur dari jumlah prosentase saham yang dimiliki oleh

institusi pada akhir tahun (Iturriaga dan Sanz, 1998 dalam Wahyudi dan

Pawestri, 2006). Variabel ini dihitung dengan rumus:

Institusi =

Jumlah saham pihak institusi

Total saham yang beredar

x100%

c. Tingkat Leverage (X

3

)

Tingkat leverage dihitung dengan membandingkan antara pembiayaan

dan pendanaan melalui ekuitas. Pengukuran variabel ini sesuai dengan

pengukuran yang digunakan oleh Wahyudi dan Pawestri (2006) dalam

penelitiannya. Variabel ini dihitung dengan rumus

Debt to Equity Rasio

(DER):

(37)

3.5

øùúûüùýþ ÿ ÿúÿ

3.5.1

ýþÿ úÿú úù ú

Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam

bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. Statistik

deskriptif umumnya digunakan oleh peneliti untuk memberikan informasi

mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama dan demografi responden.

Untuk menggambarkan keadaan variabel penelitian digunakan tabel distribusi

yang menunjukkan rata-rata, median, kisaran dan standar deviasi (Ghozali, 2005).

3.5.2

ý ÿ

Pengujian asumsi klasik digunakan untuk mengetahui apakah persamaan

regresi berganda

(multiple regression)

yang digunakan untuk menganalisa

memiliki nilai estimasi yang BLUE

(Best Linier Unbiased Estimator)

. Uji asumsi

klasik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

ÿ û ÿúÿ

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah regresi, variabel

dependen dan keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model

regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal

(Santoso, 2002). Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan

Normal

Probability Plot

. Deteksi normalitas dengan melihat penyebaran data (titik)

pada sumbu diagonal dari grafik. Dasar pengambilan keputusan : (Ghozali,

2005)

a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis

diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah

garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

.

øúû þùÿúÿ

Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada

model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika

terjadi korelasi maka terdapat problem

multikolinearitas. Adanya

multikolinearitas dapat dilihat dari

tolerance value

dan

variance

inflationfactor

(VIF), dimana nilai

cut off

yang umum dipakai untuk

menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,10 dan nilai

(38)

.

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam

sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual satu

pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan

ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas. Dan jika terjadi

perbedaan varians maka terjadi masalah heteroskedastisitas. Metode regresi

yang baik adalah tidak terjadi heteroskedasitisitas (Ghozali, 2005).

Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya

heteroskedastisitas adalah dengan cara menggunakan uji Glejser. Pengujian

Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel-variabel bebas dengan niali

residual dari persamaan regresi awal. Apabila variabel-variabel bebas yang

diuji memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai absolute residual, maka

dapat disimpulkan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika Sig ( ) > 0,05, maka

tidak terjadi heteroskedastisitas, akan tetapi jika Sig ( ) < 0,05 maka terjadi

heteroskedastisitas (Ghozali, 2005).

.

Pengujian autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam model

regresi linier tidak ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena

observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya, tetapi

tidak efisien sehingga koefisien estimasi yang diperoleh tidak akurat. Untuk

mendeteksi gejala autokorelasi dalam model regresi linier dapat digunakan

pengujian Durbin Watson (D-W). Adapun kaidah keputusan dari uji D-W

adalah:

1. Angka D-W dibawah -4 berarti ada autokorelasi positif

2. Angka D-W antara -2 sampai +2 berarti tidak ada aotokorelasi

3. Angka D-W diatas +4 berarti ada autokorelasi negative

3.5.3

! "

# " $% &" ' %"

Penelitian ini menggunakan analisis statistik yaitu analisis regresi linier

(39)

variabel independen terhadap variabel dependen. Model persamaan regresi dapat

dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Dimana:

Y = Nilai Perusahaan

= Konstanta

1

= Koefisien regresi kepemilikan manajerial

2

= Koefisien regresi kepemilikan institusional

3

= Koefisien regresi tingkat leverage

X

1

= Kepemilikan manajerial

X

2

= Kepemilikan institusional

X

3

= Tingkat leverage (DER)

e = Standar error

Adapun kriteria pengambilan keputusan yaitu:

Apabila angka signifikan < 0,05 maka H

0

ditolak

Apabila angka signifikan > 0,05 maka H

0

diterima

(

.

)*+ ,*-.*-/ 0 1

Pengujian ini dilakukan untukmengetahui apakah variabel independen

secara individu berpengaruh terhadap variabel dependen. Adapun ketentuan

penerimaan atau penolakan apabila angka signifikasi dibawah atau sama dengan

0,05 maka H alternatif diterima dan H nol ditolak. Pengujian hipotesis juga dapat

menggunakan perbandingan antara t

hitung

dengan t

tabel

, dengan ketentuan:

t

hitung

> t

tabel

maka H

0

ditolak

t

hitung

< t

tabel

maka H

0

diterima

3.6

23 4,0 1 5 ,63 738,. ,09,: ,+,.

Y = +

1

X

1

+

2

X

2

+

3

X

3

+ e

Start

Pengumpulan Data

(40)

;< ;

4.

= <> ?@A<BCDE; <=< > <B

4.1

FG HIGJ GKLHMHCNJMO GPGGK> GHQ NR

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan kelompok

(41)

sampai dengan 2009. Jumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar sampai tahun

2009 adalah 135 perusahaan. Dari populasi tersebut kemudian ditentukan sampel

dengan menggunakan metode

purposive sampling

yaitu menetapkan kriteria-kriteria

tertentu pada sampel yang akan digunakan. Berdasarkan kriteria yang digunakan

maka ditetapkan sebanyak 50 perusahaan kelompok industri manufaktur sebagai

sampel penelitian. Adapun distribusi perusahaan yang memenuhi kriteria

pengambilan sampel dapat dilihat pada table 4.1 berikut ini:

STU VW

4.1

X YZ [\YU] Z Y^ T_` V WaV bV W Y[YT b

Jumlah perusahaan manufaktur yang tidak terdaftar

berturut-turut terdaftar di BEI selama periode penelitian

Perusahaan yang terdaftar sebagai emiten kelompok

industri manufaktur di BEI pada tahun 2007-2009 dan

tidak pernah mengalami

delisting

Perusahaan manufaktur yang tidak memiliki kepemilikan

manajerial dan kepemilikan institusional

Perusahaan manufaktur yang

memiliki kepemilikan

manajerial dan kepemilikan institusional

Perusahaan manufaktur yang melakukan merger dan

akuisisi

Perusahaan yang tidak melakukan merger dan akuisisi

Perusahaan yang tidak mencantumkan tanggal publikasi

laporan keuangan

Perusahaan yang sesuai dengan kriteria sampel

135

Sedangkan nama-nama perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini

adalah:

Alumindo Light Metal Industry Tbk

Asahimas Flat Glass Tbk

AKKU

ALMI

AMFG

(42)

4.

Dharma Samudra Fishing Industries Tbk

(43)

37.

Sumber: ICMD dan www.idx.co.id (2010)

4.2

defg hg i gjkelmi g nh mop mlg mq eormhsehtu v u lmh hw m

4.2.1

p mlgmq eodek ehreh

Variabel dependen adalah variabel yang terikat atau variabel yang dipengaruhi

oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan

yang diukur dengan menggunakan harga saham perusahaan. Data yang digunakan

dalam perhitungan nilai perusahaan yaitu harga saham 5 hari sebelum dan 5 hari

sesudah tanggal publikasi laporan keuangan. Perhitungan nilai perusahaan dari

perusahaan sampel diperoleh dari harga saham di BEI pada periode 2007-2009,

ditunjukkan pada lampiran 3.

4.2.2

p mlgmq eoxhrek ehreh

Variabel independen adalah variabel yang tidak terikat atau variabel bebas.

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan

manajerial, kepemilikan institusional, dan tingkat leverage yang diharapkan mampu

menjadi variabel penjelas bagi nilai perusahaan pada periode 2007-2009. Perhitungan

ketiga variabel bebas perusahaan sampel diperoleh dari Indonesian Capital Market

Directory (ICMD) dan laporan keuangan di BEI pada periode 2007-2009,

(44)

4.3

yz{|}z~ € ‚ƒ ‚ƒ„€{€

4.3.1

~€‚ƒ‚ƒ…{€{ ‚ƒ {‚†„zƒ† ‡‚ˆ{ ‚‰

Penyajian dari statistik deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk

mengetahui gambaran umum mengenai data penelitian yang digunakan. Dalam

statistic deskriptif dapat diketahui keadaan dari variabel penelitian perusahaan sampel

yang digunakan. Statistik deskriptif perusahaaan sampel dapat dilihat pada Tabel 4.3

sebagai berikut :

Š€‹z

4.3

…{€{‚ƒ{ ‚†„zƒ†‡‚ˆ{‚‰Œz‡ ƒ €Ž€€ …€ˆz

Variabel

N

Minimum

Maksimum

Mean

Standar Deviasi

Kepemilikan

Manajerial

50

0.0100

30.0000

4.588333

6.7722921

Kepemilikan

Institusional

50

0.3467

92.0933

42.493533

28.8000542

Leverage

50

0.0961

3.7596

0.903676

0.8799561

Nilai Perusahaan

50

45.00

96030.30

7989.4558

19762.75916

Sumber: Lampiran 7 diolah.

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas maka dapat diketahui nilai minimum, nilai

maksimum, rata-rata, dan standart deviasi untuk masing-masing variabel baik

variabel terikat maupun variabel bebas adalah sebagai berikut:

1. Deskriptif data untuk variabel nilai perusahaan adalah nilai minimum sebesar 45

dan nilai maksimumnya adalah 96030.3 sehingga nilai perusahaan sampel selama

tahun 2007-2009 mempunyai rentang sebesar 95985.3. Adapun nilai rata-rata

dari variabel nilai perusahaan adalah 7989.46 dan standar deviasinya sebesar

19762.76. Standar deviasi nilai perusahaan mempunyai nilai yang lebih kecil dari

nilai rata-ratanya, sehingga menunjukkan bahwa data penelitian dari variabel

nilai perusahaan kurang bervariasi selama periode penelitian.

2. Deskriptif data untuk variabel kepemilikan manajerial adalah nilai minimum

sebesar 0.01 dan nilai maksimum adalah 30, sehingga kepemilikan manajerial

perusahaan sampel selama tahun 2007-2009 mempunyai rentang sebesar 29.99.

Adapun nilai rata-rata dari variabel kepemilikan manajerial adalah 4.588333 dan

standar deviasinya sebesar 6.77. Standar deviasi kepemilikan manajerial

mempunyai nilai yang lebih besar dari nilai rata-ratanya, sehingga meninjukkan

bahwa data penelitian dari variabel kepemilikan manajerial bervariasi selama

(45)

3. Deskriptif data untuk variabel kepemilikan institusional adalah nilai minimum

sebesar 0.35 dan nilai maksimumnya adalah 92.09, sehingga kepemilikan

institusional perusahaan sampel selaama tahun 2007-2009 mempunyai rentang

sebesar 91.74. Adapun nilai rata-rata dari variabel kepemilikan institusional

adalah 42.49 dan standar deviasinya sebesar 28.8. Standar deviasi kepemilikan

institusional mempunyai nilai yang lebih kecil dari nilai rata-ratanya, sehingga

menunjukkan bahwa data penelitian dari variabel kepemilikan institusional

kurang bervariasi selama periode penelitian.

4. Deskriptif data untuk variabel leverage adalah nilai minimum sebesar 0.09 dan

nilai maksimumnya adalah 3.76 sehingga leverage dari perusahaan sampel

selama tahun 2007-2009 mempunyai rentang sebesar 3.67. Adapun nilai rata-rata

dari variabel leverage adalah 0.9 dan standar deviasinya sebesar 0.88. Standar

deviasi leverage mempunyai nilai yang lebih besar dari nilai rata-ratanya,

sehingga menunjukkan bahwa data penelitian dari variabel nilai perusahaan

bervariasi selama periode penelitian.

4.3.2

‘’ “” •– —’˜™”š™ –›œ —™ – 

Untuk Mendapatkan model regresi linier berganda yang tepet dan memenuhi

standar, maka harus memenuhi criteria BLUE

(Best Linier Unbiased Estimation)

.

Hasil koefisien yang bersifat BLUE harus memenuhi asumsi normalitas residual, non

multikolinearitas, non autokorelasi dan non heterokedastisitas.

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data dalam penelitian ini menggunakan

Normal

Probably Plot

. Deteksi normalitas dengan melihat penyebaran data (titik) pada

sumbu diagonal dari grafik. Hasil pengujian normalitas data dapat dilihat pada

(46)

Grafik 4.4 Hasil Pengujian Normalitas Data (N = 50)

Sumber: Lampiran 8 diolah.

Berdasarkan grafik 4.1 tersebut, Grafik tersebut menunjukkan titik-titik yang

menyebar disekitargaris lurus diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis

diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa residual dari model regresi memiliki

distribusi data normal.

b. Uji Multikolinieritas

Pengujian multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

menunjukkan adanya korelasi antar variabel bebas. Hasil pengujian

multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:

žŸ  ¡¢

4.4

£ Ÿ¤¥ ¢¦¥¢Ÿ¥§¨ ©ª « ¬ª­® ¯¥°ª ¢ ¬¥ ­ ± ¢¥«¥¡²¥ ¬Ÿ¤

(

¦

= 50)

Variabel Bebas

Nilai VIF

Kesimpulan

Kepemilikan Manajerial

1.087

Tidak terjadi multikolinearitas

Kepemilikan Institusioanal

1.113

Tidak terjadi multikolinearitas

Leverage

1.028

Tidak terjadi multikolinearitas

Sumber: Lampiran 9 (data diolah)

Berdasarkan tabel 4.4 tersebut dapat diketahui bahwa ketiga variabel bebas

memiliki nilai VIF < 10 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi

multikolinieritas pada ketiga variabel bebas tersebut.

c. Uji Autokorelasi

Pengujian autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah

model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t

dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Pengujian ini dideteksi dengan

1.0

(47)

Durbin-Watson test. Hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel 4.5

sebagai berikut:

³´µ ¶·

4.5

¸´ ¹ º ·»º ·´º¼ ½ ¾µº¿

-

Watson untuk Uji Autokorelasi (N = 50)

Model

Durbin-Watson

1

1.929

Sumber: Lampiran 11 (data diolah)

Berdasarkan tabel 4.5 tersebut dapat diperoleh angka durbin-watson sebesar

1.929 dengan menggunakan observasi sebanyak 50. Oleh karena nilai D-W adalah

sebesar 1.929 terletak diantara -2 sampai +2, maka dapat disimpulkan bahwa

tidak terdapat autokorelasi pada persamaan regresi yang diuji.

d. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas dilakukan untuk melihat apakah ada data yang

menyimpang jauh (outliers). Hasil pengujian heterokedastisitas dapat dilihat pada

grafik plot berikut:

Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Lampiran 10 (data diolah)

Dari grafik plot di atas dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik

(48)

4.4

ÀÁÂÃ ÄÂ

Å Ã ÆÇ ÄÈÄÈÉÆÃÊÁÃ ËÌ ÍÄ ÆÃÎ ÄÏ ÐÑÁÈÄÈ

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk melihat

seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dari analisis

regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 4.6 yang disajikan sebagai berikut:

À ÆÒÁÇ

4.6

ÎÆÈÄÇÅ Ã ÆÇ ÄÈ ÄÈÓ ÁËÔ ÁÈÄÕ ÄÃ Ä ÁÔÖÁÔ ËÆà ÉÆÌ Ã ÑÌÂ× ÍÄÑ

(

Ø

= 50)

(Constant)

20906.905

6227.596

3.357

0.002

Kepemilikan Manajerial

-.434.088

237.856

-0.149

-1.825

0.031

Kepemilikan

Institusional

-211.933

100.796

-0.309

-2.103

0.041

Leverage

-2124.576

3169.878

-0.095

-0.670

0.506

Sumber: Lampiran 12 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.6 tersebut, maka dapat diperoleh hasil pengujian sebagai

berikut:

4.4.1

Analisis Regresi Linier Berganda

Persamaan Regresi (model 1) dari hasil pengolahan data dapat dilihat pada

tabel 4.6. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut:

Y = 20906.905 434.088 X

1

211.933 X

2

2124.576X

3

+ e

Dimana:

Y = nilai perusahaan

X

1

= Kepemilikan Manajerial

X

2

=Kepemilikan Institusional

X

3

= Leverage

e =

error term

4.4.2

Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial

terhadap variabel terikat. Hasil uji regresi parsial (uji t) dapat dilihat pada tabel 4.6.

Dari hasil uji t diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai t

hitung

> t

tabel

sebesar -1.825 >-1,68

(49)

menolakH

01

dan menerima H

1

yang menyatakan bahwa secara parsial variabel

kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

b. Variabel kepemilikan institusioanl memiliki nilai t

hitung

> t

tabel

sebesar -2.103

>-1,68 dan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.041 < 0.05), sehingga hasil

ini menolak H

02

dan menerima H

2

yang menyatakan bahwa secara parsial

variabel kepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

c. Variabel leverage memiliki nilai t

hitung

< t

tabel

sebesar -0.670 <-1,68 dan tingkat

signifikansi lebih besar dari 0.05 (0.506 > 0.05), sehingga hasil ini menerima H

03

dan menolak H

3

yang menyatakan bahwa secara parsial veriabel leverage tidak

berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

4.4.3

ÙÚÛÜÝ ÞÝÛßà ÛáÛ âãÝßä ÞÝåÛâæä ßç ä

Koefisien determinasi dari hasil regresi berganda menunjukkan seberapa besar

variabel dependen bisa dijelaskan oleh variabel-variabel bebasnya. Hasil analisis

korelasi yang diperoleh dari output regresi, mengkorelasi pengaruh yang diwakili

oleh variabel kepemilikan manajerial (X

1

), kepemilikan institusioanal (X

2

), dan

leverage (X

3

) terhadap nilai perusahaan (Y). Hasil analisis regresi linier berganda

untuk koefisien berganda tampak pada tabel 4.7 sebagai berikut:

èäéÛê

4.

7 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda untuk Koefisien Determinasi

(N = 50 )

R

R Square

Adjusted R Square

Std Error of the estimate

0.329

0.108

0.050

19260.75083

Sumber : Lampiran 12 (data diolah)

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai R sebesar 0.329, hal tersebut

menunjukkan bahwa korelasi/hubungan antara variabel dependen dengan3 variabel

independennya adalah tidak kuat karena nilainya di bawah 0.5.Angka R Square atau

koefisien determinasi adalah 0.108. Namun untuk jumlah variabel independen lebih

dari dua, lebih baik digunakan Adjusted R Square sebesar 0.050. Hal ini berarti 5%

variasi dari profitabilitas bisa dijelaskan oleh variasi dari efisiensi modal kerja,

likuiditas dan solvabilitas. Sedangkan sisanya 95% dijelaskan oleh sebab-sebab yang

(50)

4.4.4

ë ìíî ï íðïñððòðóôñ õ ìö÷íìøùøúð øõ öûö îøíðü øðúíî ïí

Standard Error of Estimate Regresi Linear Berganda digunakan untuk

mengukur variasi nilai Y aktual dari garis regresinya, sehingga akan diketahui

tingkat representatif garis regresinya.

Hasil pengolahan data dari tabel 4.7 menunjukkan bahwa nilai Standard

Error of Estimate Regresi Linear Bergandadalam penelitian ini adalah sebesar

19260.75083. Hal tersebut menggambarkan bahwa variasi nilai Y aktual dari garis

regresinya adalah sebesar 19260.75083.

4.5

ýø ÷þí ÿ íõíî ö òìøõö õ

(

öì

)

Berikut ini pembahasan mengenai uji t dari masing-masing variabel.

a. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap nilai perusahaan

Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai perusahaan memiliki nilai t

hitung

>

t

tabel

sebesar -1.825 >-1,68 dan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.031

<0.05), sehingga hasil ini menolak H

01

dan menerima H

1

yang menyatakan

bahwa secara parsial variabel kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Hasil penelitian ini sama dengan hasil peneltian dari Savitri (2007), namun

berbeda dengan penelitianSujoko dan Soebiantoro (2007), yang menyimpulkan

bahwa kepemilikan manajerial

tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Variabel kepemilikan manajerial dianggap sebagai faktor yang berpengaruh

terhadap nilai perusahaaan, karena dengan adanya kepemilikan manajerial akan

mensejajarkan kepentingan manajemen dan pemegang saham, sehingga akan

memperoleh manfaat langsung dari keputusan yang diambil serta menanggung

kerugian sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah.

Kepemilikan manajerial dapat membantu penyatuan kepentingan antara

pemegang saham dengan manajer sehingga semakin meningkat proporsi

kepemilikan saham manajerial maka semakin baik kinerjanya yang berdampak

pula pada peningkatan nilai perusahaan. Adanya kepemilikan manajemen akan

menimbulkan suatu pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang akan

diambil oleh manajemen perusahaan.

Penelitian oleh Wahyudi dan Pawestri (2006) menemukan bahwa

kepemilikan manajerial memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.

(51)

hubungan

nonmonotonic

yang muncul karena adanya insentif yang dimiliki oleh

manajer danmereka berusaha melakukan pensejajaran kepentingan dengan

outsider ownership

dengan cara meningkatkan kepemilikan saham mereka jika

nilai perusahaanmeningkat.

b. Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap nilai perusahaan

Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai perusahaan memiliki nilai t

hitung

>

t

tabel

sebesar -2.103 >-1,68 dan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.041 <

0.05), sehingga hasil ini menolak H

02

dan menerima H

2

yang menyatakan bahwa

secara parsial variabel kepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Wahyudi dan Pawestri

(2006), namun konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Suranta dan

Machfoedz (2003) yang menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional

berpengaruh

terhadap

nilai

perusahaan.

Kepemilikan

institusi

dapat

meningkatkan nilai perusahaan apabila institusi tersebut dapat menjadi alat

monitoring yang efektif. Aktivitas monitoring institusi mampu mengubah

struktur pengelolaan perusahaan dan mampu meningkatkan kemakmuran

pemegang saham. Hasil tersebut juga didukung oleh Crutchley et al. (dalam

Pawestri 2006) yang menemukan bahwa monitoring yang dilakukan oleh institusi

mampu mensubstitusi biaya keagenan lain sehingga biaya keagenan menurun dan

nilai perusahaan akan meningkat.

Semakin tinggi kepemilikan institusional maka akan mengurangi perilaku

opportunistic

manajer yang dapat mengurangi

agency cost

yang diharapkan akan

meningkatkan nilai perusahaan (Wahyudi dan Pawestri, 2006). Menurut Shleifer

dan Vishny (dalam Tendi Haruman, 2008), jumlah pemegang saham yang besar

(

large shareholders

) mempunyai arti penting dalam memonitor perilaku manajer

dalam perusahaan. Dengan adanya konsentrasi kepemilikan, maka para

pemegang saham besar seperti kepemilikan oleh institusional akan dapat

memonitor tim manajemen secara lebih efektif dan nantinya dapat meningkatkan

nilai perusahaan. Tingginya kepemilikan oleh institusi akan meningkatkan

pengawasan

terhadap perusahaan. Pengawasan yang tinggi ini akan

meminimalisasi tingkat penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh

pihak manajemen yang akan menurunkan nilai perusahaan. Selain itu, pemilik

(52)

nilai perusahaan miliknya. Hal ini konsisten dengan Lins (2002) yang

menyatakan bahwa konsentrasi kepemilikan pada pihak luar perusahaan

berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

c. Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan

Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai perusahaan memiliki nilai t

hitung

<

t

tabel

sebesar -0.670 <-1,68 dan tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05 (0.506 >

0.05), sehingga hasil ini menerima H

03

dan menolak H

3

yang menyatakan bahwa

secara parsial veriabel leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Savitri (2007), namun

berbeda dengan hasil penelitian dari Taswan (2003) yang menyimpulkan bahwa

tingkat leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini bertolak

belakang dengan hasil penelitian, penjelasan yang dapat diberikan untuk hal ini

yaitu

,

dalam menjalankan usahanya, suatu perusahaan tidak hanya menggunakan

hutang sebagai sumber pendanaannya. Perusahaan mempunyai dua sumber

pendanaan. Sumber pendanaan yang pertama berasal dari modal sendiri

(equity)

,

dan yang kedua berasal dari pihak eksternal yaitu melalui hutang. Pada dasarnya

perusahaaan lebih suka mendanai kesempatan investasinya dengan dana dari

dalam yaitu dengan menggunakan modal sendiri daridapa menggunakan dana

yang berasal dari luar perusahaan.Dan ketika dana eksternal dibutuhkan, maka

perusahaan juga harus bias menyeimbangkan penggunaan hutang dengan tingkat

pengembalian yang diperoleh dari penggunaan hutang tersebut. Salah satu alasan

yang mendasari perusahaan kurang menggunakan hutang adalah untuk

menghindari resiko yang ditanggung oleh pemegang saham. Menurut teori

Trade

Off

, perusahaan harus dapat menyeimbangkan manfaat pendanaan dari

penggunaan hutang dengan suku bunga dan resiko kebangkrutan yang lebih

tinggi (Brigham, 2006:36).

Penggunaan hutang dalam sumber pendanaan mempunyai keuntungan,

yaitu dapat mengurangi jumlah pembayaran pajak karena beban bunga tetap yang

ditimbulkan dari utang tersebut. Namun di sisi lain, penggunaan hutang juga

mempunyai kerugian karena timbulnya ancaman akan biaya keagenan dan

kebangkrutan. Menurut asumsi tulisan Modigliani-Miller dengan pajak, harga

saham suatu perusahaan akan mencapai nilai maksimal sepenuhnya jika

perusahaan sepenuhnya menggunakan hutang 100%. Namun dalam dunia nyata

(53)

Alasan utama perusahaan membatasi penggunaan hutang adalah untuk

menjaga-jaga biaya yang berhubungan dengan kebangkrutan tetap rendah.

Penggunaan hutang yang lebih banyak tidak hanya meningkatkan resiko

tetapi juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Resiko yang

makin tinggi cenderung akan menurunkan harga saham tetapi meningkatnya

tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut,

karena itu struktur modal yang optimal harus berada pada keseimbangan antara

resiko dan pengembalian yang memaksimumkan harga saham

.

Semakin besar

penggunaan leverage maka akan semakin besar pula resiko yang ditimbulkan.

Apabila manajemen kurang memperhatikan resiko tersebut dan juga tidak

diimbangi dengan penggunaan leverage secara hati-hati maka penggunaan

(54)

5.

,

5.1

Sesuai denagn tujuan penelitian untuk menguji kepemilikan manajerial,

kepemilikan institusioanal dan leverage secara parsial terhadap nilai perusahaan pada

perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Indonesia denagn periode penelitian

2007-2009, maka berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisis dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut:

1.

Variabel kepemilikan manajerial, hasil penelitian ini sesuai dengan

penelitian yang dilakukan oleh Savitri (2007) yang menyatakan bahwa

secara parsial kepemilikan manajerial

berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

2.

Variabel kepemilikan institusional, hasil penelitian ini konsisten dengan

penelitian yang dilakukan oleh Suranta dan Machfoedz (2003) yang

menyatakan bahwa kepemilikan institusional secara parsial berpengaruh

terhadap nilai perusahaan.

3.

Variabel tingkat leverage, hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang

dilakukan oleh Savitri (2007) yang menyatakan bahwa tingkat leverage

secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

5.2

Penelitian ini mempunyai keterbatasan, antara lain:

a. Periode waktu penelitian menggunakan rentangan waktu yang singkat

(2007-2009), hal ini dapat menyebabkan nilai perusahaan kurang memberikan

gambaran yang sebenarnya.

b. Penelitian ini hanya terbatas pada perusahaan manufaktur. Hal ini disebabkan

karena adanya keragaman dari berbagai sektor industri yang

go public

di BEI

yang dapat berpengaruh pada hasil analisis.

c. Pada penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel yaitu kepemilikan

manajerial, kepemilikan institusioanal, dan leverage sehingga belum cukup

kuat dijadikan acuan dalam mengukur nilai perusahaan.

(55)

5.3

!

Dari keterbatasan-keterbatasandi atas maka saran yang dapat diberikan oleh

peneliti adalah sebagai berikut:

a. Penelitian di masa yang akan datang hendaknya menambah periode

pengamatan agar hasil yang diperoleh lebih representatif.

b. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah obyek penelitian sehingga hasil

yang diperoleh lebih akurat dan lebih dapat digeneralisasikan.

c. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dalam menguji faktor-faktor yang

berpengaruh terhadap nilai perusahaan dapat menguji faktor-faktor lain yang

belum diuji dalam penelitian ini, seperti ukuran perusahaan, dewan direksi,

dan kebijakan deviden.

d. Peneliti selanjutnya sebaiknya mencoba untuk mengukur struktur

kepemilikan manjerial dan kepemilikan institusional dengan indikator lain

(56)

+ ,-.

,

/01 21 3455. 67899 :7 ;< =>

-alat

Analisis

dalam

Pembelajaran

.

+65.

aH Db1 ,.

,

cI1I

.

NOOd7

Analisis Multivariate Dengan Program SPSS

.

G15 16 e A6A3X.B f6.Y A3@.B1@^. RD6AED3DC/AI131 6E

L4@616T /415 7

NOO87

Manajemen Keuangan : Teori dan Penerapan.Buku 2

.

K5.@.

gAAIR1B

. Y

DE01F1 3B1C

GeJ Kfa U

cBB4 3.1E1

,

J

.

M

.

] 51 6 /1 6b M

.

+

.

\

.

899` 7

Ownership Structure, Corporate Value and

Firm Investment

C+/R16.@ HJ. 3I@/.I4 ,B1 6D4A@ TKW41B.D6+61,0@.@7_D3F. 6E

e1 RA3f 6.Y A3@. 5 155Ah1,,15D,.5

MA6@A6T U S

.

89i[7

Theory of The Firm:Managerial Behavior, Agency Cost, and

Ownership Structure

.

MD4 361 ,D2J.61 6V.1 ,KV D6DI.V@

MA6@A6T U S

.

89`[7

Agency Cost of Free Cash Flow, Corporate Finance and Take

Over.

+IA3.V1 6K VD6DI.V\ AY.A-

.

hD,

.

i[

MA6@A6T a

.

\

,

^

.

e /D,XA3E 5 16 P7/

.

Zorn. 2001.

Simultaneous Determination of

Insider Ownership, Debt and Dividend Policies

. Journal of Quantitative

Analysis, 7-263

Kiryanto dan Edy Suprianto. 2006.

Pengaruh Moderisasi Size Terhadap Hubungan

Laba Konservatisma Dengan Neraca Konservatisma

. Simposium Nasional

Figur

Grafik 4.4 Hasil Pengujian Normalitas Data (N = 50)
Grafik 4 4 Hasil Pengujian Normalitas Data N 50 . View in document p.46
Gambar 4.2 Hasil Uji Heterokedastisitas
Gambar 4 2 Hasil Uji Heterokedastisitas. View in document p.47
tabel 4.6. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
Persamaan regresinya adalah sebagai berikut . View in document p.48

Referensi

Memperbarui...