• Tidak ada hasil yang ditemukan

STEMAN 2014 ISBN: PROSIDING. Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STEMAN 2014 ISBN: PROSIDING. Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014 (STEMAN 2014)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

STEMAN 2014 ISBN: 978-979-17047-5-5

PROSIDING

Seminar Nasional Teknologi Manufaktur 2014

(STEMAN 2014)

Tema:

Teknologi Manufaktur Sebagai Pendorong Produk

Industri Nasional

Bandung, 19-20 Agustus 2014 RINEKAMAYA

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Jl. Kanayakan No. 21 Oago

Bandung - 40135

Penyelenggara:

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

Jln. Kanayakan 21, Dago-Bandung 40135 Homepage .http://www.polman-bandung.ac.id

Telepon :(022) 250 0241, Fax: (022) 2502649 E-mail: [email protected]

(2)

STEMAN 2014

c

ISBN: 978-979-17047-5-5

Seminar Nasional Tek

no

l

ogi Manufaktur 2014 (STEMA

N 2014)

Tema:

Teknologi Manufaktur Sebagai Pendorong Produk Industri Nasional Bandung, 19-20 Agustus 2014,

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung RINEKAMAYA Editor: Siti Aminah, S.T., M.T. Nuryanti, S.T., M.Sc. Dewi Idamayanti, S.Sc., M.T. Desain Sampul:

Pramudiya Tri Hartadi

Hak Cipta (C) pad a Penulis.

HakPublikasi padaPoliteknik Manufaktur Negeri Bandung (pOLMAN Bandung). Artikel pada prosiding ini dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial, dengan syarat tidak menghapus atau mengubah atribut penulis.

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit dan Penulis. Pemegang Hak Publikasi prosiding ini tidak bertanggung jawab atas tulisan dan opini yang dinyatakan oleh penults dalam prosiding ini.

(3)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

KAT

A PENGANT AR

Prosiding

int

berisi makalah-makalah yang dipresentasikan pada STEMAN2014, yaitu

seminar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-37 Politeknik Manufaktur

Negeri Bandung (pOLMAN Bandung) dalam bidang Rekayasa dan Teknologi

Manufaktur di Indonesia. STEMAN2014 mernilih tema Teknologi Manufaktur Sebagai

Produk Industri Nasional.

Tujuan utama dari seminar ini adalah:

1. Meningkatkan kontribusi akademisi dan profesional dalam pengembangan

rekayasa dan teknologi manufaktur.

2. Sebagai media diskusi dan pertukaran informasi dalam kegiatan penelitian

dan pengembangan di bidang rekayasa dan teknologi manufaktur.

3. Membangun komunikasi dan jaringan antara perguruan tinggi, industri,

lembaga penelitian dan pihak lainnya yang terkait.

Toptk-topik

yang dibahas di dalam seminar dan prosiding ini rneliputl:

1. Rekayasa dan Teknologi Manufaktur untuk Pertanian, Pertambangan,

Otomotif, Elektronika, Lingkungan, Mitigasi Beneana, Energi Alternatif dan

Terbarukan, Industri Keeil, dll.

2. Peraneangan dan Pengembangan Produk Manufaktur

3. Teknologi Material & Metalurgi

4. Proses dan Teknologi Manufaktur

5. Mesin dan Peralatan Industri Manufaktur

6. Sistem Manufaktur

7. Sistem Kendali dan Mekatronika Industri Manufaktur

8. Sosio-Manufaktur

9. Topik-topik lainnya yang terkait dengan rekayasa dan teknologi manufaktur

Seminar ini merupakan sarana diskusi ilmiah, komunikasi dan pertukaran informasi

bagi para akaciemisi, peneliti, praktisi industri, pemerintah dan stakeholder lainnya

dalam pengembangan rekayasa dan teknologi manufaktur. Panitia STEMAN 2014

menerima Extended Abstract sebanyak 75 hasil penelitian dari mahasiswa dan

dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas

Jenderal Aehmad Yani, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Universitas Syiah

Kuala Aeeh, Universitas Trunojoyo Madura, Politeknik Merlimau dan Kolej Komuniti

Jasin, Malaysia, dan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung-L1PI. Setelah melalui

seleksi dan evaluasi oleh tim reviewer dan dewan editor, panitia memutuskan

sebanyak 70 makalah dapat diterima untuk dipresentasikan dalam STEMAN2014.

HasH dari seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran

untuk mendukung terbentuknya industri manufaktur nasional yang unggul dan

(4)

STEMAN 2014

SUSUNAN PANITIA STEMAN 2014

Komite Program : Ketua

Anggota

Direktur POLMAN Para Wadir POLMAN Tim Pengarah :

Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, M.Sc. (Direktur POLMAN Bandung) Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M. (Dekan FTMD - ITB)

Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE., M.S. (Universitas Indonesia) Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. (Direktur PENS Surabaya)

Tim Penelaah :

Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha, M.Sc. (pOLMAN Bandung/ITB) Prof. Dr. Ir. Yatna Yuwana M. (FTMD ITB)

Engr. Dr. Md Saidin Wahab (UTHM -Malaysia)

Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng., Ph.D. (PENS - Surabaya) Dr. Ismet P. Ilyas, BSMET, M.Eng.Sc. (pOLMAN Bandung) Dr. Carolus Bintoro, MT. (Politeknik Negeri Bandung) Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc. (pOLMAN Bandung) Dr. Beny Bandanadjaya, ST., MT. (pOLMAN Bandung) Dr. Noval Lilansa, MT. (pOLMAN Bandung)

Dr. Amang Sudarsono (PENS - Surabaya) Dr. Ali Ridho (pENS - Surabaya)

Dr. Dipl. Ing. Ahmad Taqwa, MT. (POLSRI-Palembang) Pelaksana:

Ketua Anggota

Emma Dwi Ariyani, S.Psi., M.Si.

Adies Rahman Hakim, ST., MT. Agus Surjana Saefudin, ST., MT. Dewi Idamayanti, ST., MT. Nuryanti, S.T, M.Sc.

Reza Yadi Hidayat, ST.., MT. Roni Kusnowo, ST., MT. Supriyadi Sadikin, S.IP., M.Si.

Siti Aminah, ST., MT. Wiwik Purwadi, ST., MT. Yoyok Setiyo Pamuji, ST. Kiki Sri Nur Endah, ST. Ratih Suhartini, S.Pd. Yati Yulia, S.AP Elis Siti Munawaroh, S.AP Idan Sukmara Pramudiya Tri Hartadi Engkos Koswara Alamat Sekretariat : Politeknik Manufaktur Negeri Bandung

Sdri. Ratih Suhartini

Jl. Kanayakan No. 21Dago Bandung -40135 Tel. 022 -2500241 ; Fax. 022-2502649

Email: [email protected] Homepage: steman.polman-bandung.ac. id

11

(5)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

DA

FT

AR I

SI

Kata Pengantar . Susunan Panitia ii Daftar Isi... iv Keynote Speaker Universitas Indonesia

Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, SE.,M.S.

Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Ir. Agus Tjahajana, SE., M.Sc.

Chief Operation Officer PT Astra Otoparts-Winteq Direktur - PT Federal Izumi Mfg.

Reiza Treistanto

Abstrak Makalah Peserta

BIDANG KAJIAN : REKAYASA DANTEKNOLOGI MANUFAKTUR UNTUK PERTANIAN,

PERTAMBANGAN, OTOMOTIF, ELEKTRONIKA, DLL

Aplikasi Metode Perancangan Pahl-Beitz pada Perancangan Lini Produksi

Iman Apriana 2

Design for Sustainability (DFS) and Design for Environment (DfE) Practices in Automotive industry

SKH Muhammad Bin SKH Abd Rahim. 8

Pembuatan dan Pengujian Model Pahat Insert dari Baja 34CrNiMo6 Melalui Proses Pack Carburizing

Umen Rumendi ,..... 15

Pengaruh Temperatur dan Dwell Time Degassing terhadap Porositas Gas pada Aluminium JIS AC4C dengan Metode Gravity Casting

Balqis Mentari Efendi. 21

The Optimization Of Power Conversion From Wind Energy

Norhana Binti Safee. 27

Modifikasi Vessel Nissan CWB45-ALDN45 untuk Peningkatan Kapasitas Angkut Unit Truck

Herman Budi Harja. 32

(6)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Kajian

Petigatuti

Jenis Pasir, Temperatur Tuang, dan Jumlah Deoksidasi Alumunium terhadap Porositas Gas dalam Proses Gravity Sand Casting pada Nozzle Cup Material

13

Ade Rachman "... 38

Pengembangan Sistem Pengendali Suhu pada Heater Reaktor Auger untuk Proses Pirolisis Cepat Cangkang Sawit

Izarul Machdar 48

Perencanaan strategis persediaan peralatan kebencanaan berdasarkan siklus kebencanaan

Muhammad Dirhamsyah... 54

Perancangan Ulang Tool Holder Untuk Alur Dovetail Pada Ragum Polman 125

Menggunakan Metode DFMA .

Somantri... 57

Perbaikan Rancang-Bangun Kopling-Dog Pengendali Roda Traktor- Tangan Polman Bandung

Haris Sayoko, Isa Setiasyah Toha .. 63

Perancangan Coren-Baja Menggunakan Bantuan Perangkat Lunak Simulasi Coran

Solidcast 8.2.5 Studi Kasus pada Produk Link Track

Beny Bandanadjaja ..... . . 71

BIDANG KAJIAN : PERAN(ANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK MANUFAKTUR

Implementasi Surfaces 3D Scanner Menggunakan Metode Triangulation dan Tesselation untuk Reverse Engineering Obyek Sederhana

Bolo Dwiartomo. 78

Analisis Simulasi Reinforced Thermoplastic Pipe Dengan Metoda Elemen Hingga Melalui

Pendekatan Pipa Multilayer Menggunakan Perangkat Lunak Rekayasa

Asep Indra Komara '" . . ..... ..... ... .... .. . .... ... .. 86

Optimasi Bentuk Pisau Penghancur Limbah Tempurung Kelapa Berbentuk Piringan Bertakik untuk Mendapatkan Berat Optimum

Aji Gumilar 92

Perancangan dan Pembuatan Prototipe Mesin Pengolah Air Bersih Sistem Mobile untuk Keadaan Darurat Air

Yuliar Yasin Erlangga... .. 98

(7)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Perancangan Konstruksi Portable Bridge dan Alat Bantunya untuk Mobil Perkebunan

(Wintor) dengan Mekanisme Lipat

Adies Rahman Hakim "......... 105

BIDANG KAJIAN :TEKNOLOGI MATERIAL METALURGI

Perbaikan Ketangguhan Meterial Baja Cor Paduan NI-CR-MO Melalui Proses Tempering Ganda

Beny Bandanadjaja. 112

Simulasi Proses Perlakuan Panas Permukaan untuk Mendapatkan Waktu Pemanasan yang Sesuai

Oyok Yudianto. . . .. .. .... ...... ....... .... .. . .. ..... . . 116

Pengaruh Laju Pendinginan dan Bahan Paduan terhadap Pembentukan Karbida M3Cdan Ketahanan Aus Besi Cor EN-JN2019

Kus Hanaldi. 121

Kajian Faktor-Faktor yang Memberi Kesan Proses EDM terhadap AISI H13

Mohamad Shahril Bin Ibrahim........ 126

A Study On Types Pineapple Leaf Fibers (PALF) Reinforced Polylactide (PLA)

Nurul Hayati Binti Jamil 131

Analisis Struktur Mikro dan Kekerasan Permukaan Baja ST 37 Carburized melalui Proses Dekarburasi Oleh Air

Muhammad Hilmi Wahhab............................................ 137

Riserless Castfng of FCD 500 in Green Sand Mold

Wiwik Purwadi.......................................................................... 145

Analisis Kakisan Air pad a Logam dalam Sistem Aliran Dandang

Noor Azlan Bin Ngasman 152

Kajian Prestasi Mata Alat Karbida Bersalut Semasa Melarik Keluli AISI H13Menggunakan Bendalir Pemotong

Azlan Shah Bin Kamaruddin 158

Analisa Uji Keausan Material ST 37 Hasil Carburizing dan Hardening dengan

Menggunakan Mesin Uji Keausan Horizontal

Tri Suger! Gumilar Permana...... 163

Analisa Perbandingan Kekerasan, Distribusi Kekerasan dan Struktur Mikro Material ST

37 pad a Proses Karburasi dengan Metoda Single Quenching dan Direct Quenching

Gerri Rinaldi.................................................. ... ....... ........... .. 169

(8)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

Kajian Pengaruh Aditif terhadap Pembentukan Nano Deposite Nikel pad a Elektroplating

Baja Karbon Rendah

Dew! Idamayanti . . ... ... . .. . . ... 177

Optimalisasi Desain dan Simulasi pada Coran Blade Turgo-Turbine

Roni Kusnowo........................................................... 182

BIDANG KAJIAN : PROSES DAN TEKNOLOGI MANUF AKTUR

Optimalisasi Proses Pemesinan CNC Milling 3 Axis dengan Menggunakan Metode Taguchi

Benny Hadd/i Irawan............................................................. 189

Pengaplikasian CAIP (Computer Aided Inspection Planning) pad a Operasi OMM (On

Machine Measurement) dengan Alat Ukur Probe: Sistem Global CAIP

Yogi Muldani Hendrawan.. 195

Pengaplikasian CAIP (Computer Aided Inspection Planning) pada Operasi OMM (On

Machine Measurement) dengan Alat Ukur Probe: Rekonstruksi Feature dengan Metode

Perbandingan Antara Permukaan

Yogi Muldani Hendrawan.. 202

Pengaruh Minyak Kelapa sebagai Dielektrik Alternatif terhadap Kinerja Edm Diesinking

pada Benda Kerja AISI P21

Tjun Mahsunadi.. 208

3 Axis CNC Milling Tool Path Strategy for Machining Spherical Surface

Liyana Bintt Norizan.................................................................... 216

Pengukuran kesesuaian produk terhadap spesifikasi untuk diameter dan posisi lubang

pada bidang datar yang berbeda dan tidak sejajar

Nandang Rusmana.... .. . ..... . .. .. . .. ... . . ..... . .. ... .. ... . . ... . . ... . . ... . . . .. 222

Analisis Pengaruh Variasi Ternperatur Media Quenching Pada Proses Hardening

Terhadap Kekerasan Permukaan dan Tingkat Distorsi Baja AISI 1045

Fikry Fauzi Rachman...................................................... 227

The Study Of Mechanical Properties of Laminated Bamboo (Brnb) Strip/Epoxy

Composites

Muhammad Hafiz Bin Kamarudin 234

(9)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

BIDANG KAJIAN : SISTEM MANUFAKTUR

Metoda Overall Equipment Effectiveness Sebagai Ukuran Kinerja Strategis dalam Mengelola Fasilitas Pusat Unggulan Teknologi dan Inovasi

Iwan Harianton. 239

Quality Issue As a Part Of PBE(Production Based Education) System in POLMAN

Gamawan Ananto " 244

Analisa Kuantitatif dengan Metoda BPR Membuka Kebuntuan Usaha Mengembalikan POLMAN Pada Performa Unggulnya

Haris Sayoko 250

Optimasi Waktu Mesin Pouching Gel Menggunakan Perangkat Lunak Simulasi Promodel

Ruminto Subekti 262

Analisa Alternatif Periode Penjadwalan Perawatan Mesin dengan Metode Probabilitas Kerusakan pada Mesin Bubut Schaublin 102N-VM dan Mesin Frais Aciera F3 di POLMAN Bandung

Abidin Husein . 268

Rancang Bangun Welding Fixture untuk Modifikasi Tubular Propeller Shatt Otomotif

Oedy Arietijanto . 274

BIDANG KAJIAN : SISTEM KENDAll DAN MEKATRONIKA INDUSTRI MANUFAKTUR

Monitoring Temperatur dan Kendali Level Air pada Sistem Pembangkit Uap Superheat Kontinue

Nuryanti............................................................................... 281

Rancang Bangun Piranti Akuisisi Data Mesin Uji Tarik Polimer Berbasis Mikrokontroller ATMEGA 16

Adhitya Sumardi Sunarya 288

Optimasi Zero Voltage Switching dan Buck Converter sebagai Pemanas Induksi untuk Pemasangan Bearing

Ismail Rochim..................................................................... 294

Implementasi Teknologi GSM-SMSuntuk Kendali Mesin CNC dari Jarak Jauh

Yuliadi Erdani 299

Rancang Bangun Stasiun Pemantau Cuaca Otomatis dengan Parameter Suhu,

Kelembaban dan Kecepatan Angin

Yuliadi Erdani 307

Pengendalian Kecepatan Motor DC dengan Logika Fuzi untuk Program Grafcet- PLC

Ridwan 314

(10)

STEMAN 2014 ISBN 978-979-17047-5-5

OP

T

IMASI WAKTU MESIN POUCHING GEL

MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SIM

ULASI

PROMODEL

Ruminto Subekti, Dindin Sulaeman, Darryl V Sumirana

Program Studi Teknik Mesin dan Manufaktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Jl Kanayakan No. 21- Dago, Bandung - 40135

Phone/Fax :022. 250 0241 /250 2649

rurnin(o sld'pol man-bandull!UIC. id.di ndinslJlacman(lI yahoo.cQ!lh Durcal. rca1L({I;holmail.com

ABSTRAK

Studi ini berkaitan dengan optimasi waktu produksi mesin yang memproses pemotongan dan pengemasan pengharum ruangan dalam bentuk gel, mesin inidisebut mesin Pouching Gel. Mesin Pouching Gel terdiri dari 9 stasiun kerja dimana masing - masing stasiun kerja memiliki proses yang berbeda mulai dari proses pembukaan gel dari tube hingga proses tagging gel yang sudah dimasukan ke dalam kemasan. Kapasitas produksi minimum dari mesin pouching gel adalah 60 buah per menit sehingga waktu siklus maksimal di setiap stasiun kerja adalah 1 detik per produk. Namun, pada saat dilakukan uji cob a stasiun kerja gel filling memiliki waktu siklus 1,14 detik per produk. Atas dasar inilah dilakukan upaya optimasi untuk mengurangi waktu siklus gel filling. Langkah optimasi yang dilakukan adalah mengganti langkah kerja blowing dengan sensor proximity, mengubah tekanan udara pada stasiun gel filling dari 6 bar menjadi 8 bar, mengganti diameter selang udara dari 6 mm menjadi 8 mm. Selanjutnya dilakukan simulasi menggunakan ProModel untuk membandingkan kondisi aktual dengan model. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa dengan dilakukan langkah optimasi dapat mengurangi waktu siklus stasiun kerja gel filling menjadi 0,99 detik per produk dan hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan perbedaan waktu siklus hingga 0.29 detik dibandingkan waktu siklus me sin aktual.

Kala kunci: Waktu siklus, pouching gel, Simulasi ProModel. Tekanan, Debit

1

.

PENDAHULUAN

1.1 Latar B~lakang

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung bekerja

sarna dengan salah satu perusahaan costumer

good mernbuat rnesin pemotong dan pengemas

pengharum ruangan. Mesin ini terdiri dari 9

stasiun kerja yang masing - masing stasiun

merniliki proses yang berbeda. Proses dimulai

dari proses mengeluarkan gel dari tube hingga

proses pemberian tanggal kadaluarsa / tagging

pada kemasannya. Mesin dirancang dengan agar

mampu memproduksi minimum 60 sachet /

menit. Dengan demikian waktu siklus proses

maksimal pada setiap stasiun kerja adalah 1

detik. Namun, pada saat dilakukan uji coba,

terdapat masalah karena dibutuhkan waktu

proses 1,14 detik per produk.

Penyebab ketidak sesuaian adalah proses: i.

pada stasiun gel filling memiliki waktu dan

langkah kerja lebih banyak dibandingkan

dengan stasiun kerja lainnya, ii. tekanan udara,

serta debit udara sering kali kurang

dibandingkan dengan kebutuhan mesin. Untuk

menanggulangi hal tersebut, dilakukan beberapa

tindakan perbaikan misalnya: a. mengubah

langkah kerja sehingga proses yang dilakukan

mesin menjadi lebih sederhana b. memperbesar

ukuran selang udara dari diameter 6 mm

menjadi 8 mm sehingga debit dan tekanan udara

bisa mendekati kebutuhan; c. melakukan

simulasi pada proses pouching gel dengan

tujuan mendapatkan data untuk menganalisa

kinerja mesin bila parameter - parameter

tersebut diubah.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, terdapat

permasalahan - pennasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pada Gel filling dapat

memproses produk hingga 60 produk per

menit?

2. Bagaimana optimasi waktu proses pada

proses pouching gel dilakukan ?

(11)

STEMAN 2014

3. Sejauh mana perangkat lunak ProModel digunakan dalam proses optimasi ?

1.3 Batasan Masalah

Pada penelitian ini batasan masalahnya adalah sebagai berikut:

I. Parameter yang di jadikan bahan pcnclitian adalah tekanan, debit, dan waktu.

2. Pengambilan data dilakukan seeara langsung pada saat mesin dalam masa uji eoba / trial

maupun idle.

3. Simulasi proses pouching gel menggunakan

perangkat lunak ProModel.

1.4 Metoda Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui:

a. Studi literarur tenrang: pengukuran tekanan;

debit udara dan buku manual software ProModel serta implementasi ProModel pada sebuah sistem;

b. Mengumpulkan data yang ada dari hasil pengukuran sebelumnya:

c. Meugukur tekauau udara, dau waktu proses serta menghitung kebutuhan debit udara pada proses filling gel / siklus proses terlama.

d. Mengidentifikasi

tekanan, dan debit

mesm.

e. Melakukan simulasi proses pouching gel

dengan menggunakan perangkat lunak ProModel.

pengaruh parameter tcrhadap waktu proses

2. BAHAN & METODOLOGI

PENELITIAN.

Sumber dan teknik pengumpulan data yang

dilakukan dibagi dalam dua kelompok yaitu:

2.1 Data Primer

Data primer diperoleh melalui:

i. Data teknis dari pcrusahaan mitra.

2. Wawancara dan diskusi dengan pihak yang terkait.

3. Pengamatan secara langsung pada saat

pengukuran atau saat proses berlangsung.

2.2 Data Sekunder

Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, yaitu

dengan pengumpulan inforrnasi dan data dari

berbagai buku refcrensi yang mendukung dalam

kegiatan ini.

ISBN 978-979-

17047-3. HASIL & PEMBAHASAN

3.1 Prinsip Kerja Mesin Pouching G

Secara keseluruhan prinsip kerja .' pro.

mesin pouching gel diperlihatkan seperti pa

gambar 3.1

-[

"""

i'

.11,'

;;:;

'

.

L-

]

·~

.

I" uI

,

-Gambar 3.1 Skema Sistem Kerja Mesin Pouchii

3.2 Diagram Alir Pengerjaan Tuga

Akhir

Tahapan penelitian yang dilakukan untul menyelesaikan permasalah yang ada dapa dis~mpaikan seperti ~:~a gambar 3.2. r>.

I.It,JI ~ A. \_B..-'-~ -,- I i

.

r-- --1-....--, I . 1!liLC'[t:)l,I~IlJ'" ; L-[_.~ I ····--··-1--' '""---l [_l.__

I

1Pt'S\.~\.!~••'.,I,lt",1 ! I\.'~II,I,h,;,"tl"l~ I ! L_._... ! I

I

I

, lldak ·t.'\~·to!;··l' "P'aco..':.'f' ":,---" <, ::tttl": /' " ? (Ya ~-..1.---. , "'t"\'-L'~" ' IPl:.I'T1f':"'l¥'~ I : :"'O)I'~il-"u~ i ---.---- -i ._L_, i 'r·l~l\.·ZI~

I

ur",",,',Y'~ ~"'jIf"l~lls"

.

_._,_.

_

.,

I

r

-

---.

L

-

1 ''''''IiU''',:lI.'J:ir U.)tl, "Will t L__ J

I

t , A Ira ...

_

'

--M:n~c-~rc I ! !i..IOf"'1':'f"l I l-i....J

,

I 1 I..lQ,.\l~)~UI

I

I

I __ J_._, I :.~)uo~r:lllrI I ,8;:---· j"",lli'P!'lmr'l'!

L

:

~~

I ,--_L...l

I

~

\.

.

I"'.ert.W i I Gambar 3.2 Diagram Alir Pengerjaan 263

(12)

STEMAN 2014

3.3 Lead

Time

&

Cycle

Time

Mesin

Pouching Gel

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan mesin

dari awal proses hingga menghasilkan produk

pertama. Berdasarkan hasil pengukuran, lead

time mesin pouching gel tercantum pada tabel

3.1.

Tabe13.1 Lead Time mesin

Waktu siklus adalah waktu yang digunakan

untuk menyelesaikan 1 siklus pekerjaan dengan

langkah kerja standar yang telah ditentukan.

Waktu siklus memberi informasi selang waktu

antara penyelesaian satu unit produk dan unit

produk sebelumnya. [2]

Dari tuntutan yang ada kapasitas produksi mesin

harus menghasilkan minimum 60 produk per

menit, dengan demikian waktu siklus mesin

adalah 1 detik per produk. Berdasarkan

pengamatan dan pengukuran yang dilakukan,

waktu siklus aktual mesin pouching gel di

sampaikan pada gambar 3.3

W;lktu siklusrnesin gelfilling

,

jrm

lllaa

I'

"

I

',

,f

1

"

'

1

'

'.,," '".'..'"'" "'. ~ '...

"

.

Gambar 3.3 Waktu Siklus Mesin Pouching Gel Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa ada I stasiun kerja memiliki waktu siklus lebih dari 1

detik yaitu proses gel filling. Oleh karena itu,

stasiun ini menjadi fokus penelitian dan

optimasi sehingga waktu siklus di stasiun kerja

gel filling sarna dengan atau lebih cepat 1 detik

per produk.

ISBN 978-979-17047-5-5

3

.

4 Tekanan dan Debit Stasiun Gel Filling

1. Tekanan Stasiun Gel Filling

Untuk menggerakan, aktuator mesin

pouching gel, dibutuhkan udara bertekanan.

oleh karena itu dibutuhkan sistem distribusi

udara (sistem pneumatik). Komponen

pneumatik berfungsi sebagai alat pengerak

mesin ..

Tekanan udara yang digunakan harus tetap

(konstan) selama proses pada stasiun kerja

gel filling berlangsung. untuk itu perlu

dilakukan pengukuran agar tekanan

terpantau .. Hasil pengukuran tekanan udara

dijadikan sebagai variabel hubungan antara

tekanan dan waktu ( gambar 3.4).

I

1

.

11

Gambar 3.4 Grafik Tekanan Pada Stasiun Kerja

Gel Filling

Dari hasil pengukuran terlihat bahwa tekanan

yang bekerja pada aktuator kurang dari 6 bar.

Paling rendah 3.5 bar, hal ini disebabkan

oleh langkah kerja blowing yang berfungsi

untuk membuka pouch kemasan gel.

Langkah kerja blowing menyebabkan udara

terbuang dari sistem distribusi udara

sehingga menyebabkan penurnnan tekanan

secara signifikan.

2. Debit Stasiun Gel Filling

Debit udara yang dibutuhkan bisa dihitung

setelah data waktu dan tekanan pada stasiun

kerja gel filling diketahui. Debit udara

sangat berpengarnh pada waktu yang waktu

tempuh aktuator.

Hasil perhitungan debit untuk stasiun kerja

gel filling di perlihatkan pada tabel 3.2.

Tabel3.2 Debit Stasiun Kerja Gel Filling

iplnj.lnc:di~!I I 'I Debit

5e'Ufft lpei.Sifindtr :lln~bh silindtfIVolumeId ••1, wlltu Is) IdJnAJ/s)

iidmJ, Idm)

I

I ~H:t.u:k-:.~:C<~,..1..~~f"'nil)IJn'n:1, CI~! (O~_) C4~! 0.0») t'l(~\JJOt~;·: i:~Ut.fJ~~Il'Yf'LJt~.••~;)l ; C~) J r:JJ-> CJ~ 00;1 ~rJ1t,,-"?~:;:g~.(,_~~~,-~::';_..~__Cl~ ~ll.~_..._f4?+..oOS).,. ;'O"·&U·di-'I·' O~"'.~!';MTliDr.,,! J" ()\ C')l.) C4\ I 0,0)1 -o~~i·.~;;·~~·,t[~,,;~··~ll~~.~..,C1:l-~-·".:

r

t

..-

-JC~)·::;----· -···-tl~~·-·~ ('~dl.I"j'dr:;; D~~tf1lrrrlJQr\""'!1 ).1 i ell I eOJ) CB 0.014 i'mI",. "D~~,"l\~NTl.~M Jl C!\ (')le C. ODD 1~it"'~,·. !)s.\lv!j~~nrt40r.,;j~ C~~, CiJ2C C)': Ot'Hii

~~

·

~:

..t

:

;

·

-~DsNG--,}·i~-~·~~:C:~;.·.-;.~.-·~·'·1.~-!~:

·

.

t

-

···

·

'

c

·

,

:i

"

_···-0&- 0 2(b P.rs"c·, :CYKc~)rrn~i):'"l-r! ~J

c.;~!

CIB . ~55

r

o

-

~

u

264

(13)

STEMAN 2014

3.5 Simulasi

Sebelum diterapkan pada mesin, dilakukan

dahulu simulasi. Software yang digunakan

adalah ProModel (Production Modeler). Tujuan

simulasi adalah untuk memodelkan sistem

apakah berfungsi sesuai dengan yang

direncanakan atau tidak, Terutama dalarn

effisiensi dan efektivitas proses. Tarnpilan

perangkat lunak ProModel dapat dilihat pada

gambar 3.5.

r

~

~,~

-

-

..

_J

..

·

.

lit •• ,-••• -, I

-'

-

~

---

I

.

-.

.

'

.

...

.

.

"lIii

i

iii ••

,.•H_' ¥~ •••

.

Gambar 3.5 Tampilan Utama ProModel

Simulasi pada penelitian ini di lakukan selama 2

menit dengan pengulangan sebanyak 10 kali. Dari

hasil simulasi di dapat data waktu dan pernanfaatan

mesin sebagaimana terlihat pada tabel 3.3

Tabel 3.3 Hasil Simulasi ProModel

N.", Scheduled C,P·titlTiT~lbtriesAvgT'mePer4'1(ool,nll Malimum Cunenl %I.liljzation Ttme'HRI !n'r.i\ecl (o"'''~(oot"u

C"Rele", [OJ I 1 S.SS Il38 I 0 3&45

~tlfie!lG ;i1l 4 2S l~lj 2.;3 4

fn] 1 liel(u':."! ;!ll 4 S; l18 1.83 I , ,\8\ GfG••ldf ~.Ol I :00 US l.ll I 0 ;)AJ 'eoch"'l3n"e ;m I Sii l83 125 I 0 5015 VaruJltlbl,.,,! :.03 I , % 2.9) l2i I

;of!) $e,:i,! J.03 I I 92 2.36 18l I

,

11.&l 1·1Ii'. :.03 4 i g; t'.'"M L~ 4

,

4>05

Data pemanfaatan simulasi ini berguna untuk

mengetahui persentase stasiun kerja melakukan

proses, semakin besar pemanfaatan stasiun kerja

maka semakin banyak produk yang dapat

dihasilkan [6]. Dari hasil simulasi didapatkan

persentase pemanfaatan stasiun ke ja rnesin

pouching gel yang terlihat pada garnbar 3.6

<lJ'

·~i

a~

!II

lW /

Gambar 3.6 Grafik Pemanfaatan stasiun kerja

ISBN 978-979-17047-5-5

4. OPTIMASI

&

ANALISA

1. Perubahan Langkah Kerja Stasiun Gel Filling

Pcrubahan langkuh kcrja dari stusiun kcrja

gel jilling dilakukan untukmendapatkan

waktu siklus yang lebih singkat. Langkah

kerja pada stasiun kerja gel filling tercantum

pada gambar 4.1.

!

l "_~' _.:;.._~>:....-....;:.It_ Ii"j

i

"

,

~;

;'

7

7

I\

'

-

-

r

,

,,~

.

.

I

/

~

~I

::::

=t==

t

:~==

t

=

:

::::t

==

t

==

t

"

"

~'

I

p

==

t=

J

/

=

=l

:

~

=

±

::

t

==

!

=::::

t

:

:

i

i

i

i

i

! BI II"••• ",' o IJ

Gambar 4.1, Langkah kerja stasiun kerja gel filling

sebelum dilakukan perubahan

Optimasi yang dilakukan adalah mengganti

langkah blowing. Langkah kerja tersebut

menghembuskan udara pada kemasan

sehingga apabila kemasan belum terisi gel

akan terlempar. Tujuan dari langkah kerja

ini untuk memastikan bahwa kemasan yang

ada di ban berjalan terisi gel sehingga tidak

ada kemasan kosong yang terbawa pada

proses selanjutnya.

Hasil uji coba ( trial) mesin pouching gel

dan pengukuran waktu masing - masing

langkah kerja pada stasiun gel filling di

ketahui bahwa langkah kerja blowing

membutuhkan waktu 0,2 sarnpai 0,3 detik.

Apabila langkah blowing ditiadakan, stasiun

kerja gel filling tidak bisa memastikan

sernua kemasan pada ban berjalan terisi gel.

oleh karena itu, sebagai gantinya dipasang 4

sensor infra merah yang berfungsi untuk

mendeteksi kemasan. Dengan demikian

apabila salah satu dari 4 sensor infra merah

tidak mendeteksi kemasan pada ban

berjalan, maka stasiun kerja gel filling tidak

akan memasukan gel ke dalam kemasan.

Pemasangan 4 sensor marnpu memperkecil

waktu siklus stasiun kerja gel filling hingga

0,3 detik.

2. Perubahan Tekanan Stasiun Kerja GelFilling

Berdasarkan hasil pengukuran perubahan

tekanan dan debit berpengaruh terhadap

waktu siklus stasi un kerja gel filling,

semakin meningkat tekanan, gaya yang

dihasilkan scmakin bcsar. dcngan mcngubah

tekanan dari 6 bar menjadi 8 bar dapat

mengurangi waktu proses hingga 0.3 detik.

(14)

STEMAN 2014

Grafik perbedaan tekanan terhadap waktu dapat dilihat pada gambar 4.2.

1

2

~ (J~

fr(' (lp I!l !u i'U P!l ( t) nr ':,'1) t tr' :: I~ •1~• ',r' 11'/ \.f) ()[, !11 '-I o] pr "r cy :::; id { i ! ( i 1"\11 \'I \'1 ur ~ " e, ~

....;

tJ

.-

1,·."iI>.ir l> n.·i"lil C,(! '•.1') ~.~-.(J,b Ob 1

r

,

[,l,1(

Gambar 4.2 Grafik pengaruh tekanan terhadap waktu

3. Perubahan Diameter Selang Udara Stasiun Kerja Gel Filling

Selain mengubah tekanan udara dari 6 bar menjadi 8 bar, langkah optimasi lain yang dilakukan adalah mengganti ukuran selang udara dari ukuran 06 mm menjadi 08 mm. Dengan Iangkah optimasi ini diharapkan debit udara yang masuk pada aktuator semakin besar, namun setelah di Iakukan pengukuran tidak terjadi perubahan signifikan Untuk mengubah debit yang masuk ke aktuator hanya bisa dilakukan dengan cara mengganti pompa udara / kompresor.

-4. Perbandingan Waktu SikIus Simulasi dan Aktual

Setelah melakukan optimasi pada stasiun kerja gel filling, dilakukan pengukuran untuk mengetahui perbedaan waktu kondisi sebelum dan sesudah perubahan. Dari hasil pengukuran tersebut di dapatkan data waktu seperti pada tabel 4.1

Tabel4.l Hasil pengukuran waktu stasiun kerja

I

~

!

~~

H

I

~~

~f

;~

~f

~

!~

!

~

I

'

!

17:R7

J'

~

!

1

h;

·.

·

_

;

;

_

~

;

L

~

1

{

_

:

:

:!

I

~

~

~

-

-

~

i

i];

-

r

n+

~

,~:

-~!J

ISBN 978-979-17047-5-5

Data hasil pengukuran menunjukkan adanya penyimpangan data hingga 18.6 persen, hal ini didapat dari pengukuran waktu conveyor dan disebabkan oleh kete1itian pengukuran waktu jam henti dan kete1itian operator pada saat me1aksanakan pengukuran. Pada data selain waktu conveyor menunjukkan penyimpangan yang lebih kecil yaitu 13.5 persen pada bagian pusher( -), tetapi dari nilai modus ter1ihat nilai pengukuran yang lebih banyak didapat dibanding dengan data lain yang didapat pada saat pengukuran sehingga nilai modus dapat digunakan sebagai data yang valid dari hasil pengukuran.

Pada tabel 4.1 terlihat bahwa waktu sikIus terlama pada stasiun kerja gel filling ada1ah 3,96 detik per 4 produk atau sarna dengan 0,99 detik per produk. Dari hasil ini simulasi dilakukan sekali lagi untuk mendapatkan perbedaan antara waktu sikIus mesin dengan waktu siklus simulasi seperti terlihat pada gambar 4.3.

I

I

I

I

"

,

1

1

1

1

1

1

1

1

1

..

Gambar 4.3 Perbedaan waktu siklus mesin dan simu1asi

Dari gambar 4.3 terlihat bahwa waktu

siklus mesin pouching gel yang diukur

menggunakan jam henti (stopwatch) dan waktu siklus di perangkat lunak simulasi

ProModel relatif seragam. Perbedaan

yang terjadi pada dua waktu siklus di atas disebabkan tingkat ketelitian dari metode

pengukuran jam henti ( stopwatch )

ketika operator memulai dan

memberhentikan waktu pada saat

pengukuran. Sedangkan pada perangkat

lunak ProModel waktu siklus tidak akan

mengalami perubahan setelah waktu

proses dan waktu perpindahan

didefinisikan, simulasi akan tetap

berjalan menggunakan waktu yang telah

didefinisikan sebelumnya.

(15)

STEMA.N 20 J 4

5. KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan percobaan dan membahas

masalah yang dihadapi pada optimasi waktu

mesin pouching gel, maka dapat disimpulkan: 1. Pengukuran tekanan, waktu siklus, serta

perhitungan debit dari stasiun kerja gel

filling dapat digunakan sebagai data

penelitian dun simulasi.

2. Langkah optimasi yang dilakukan adalah

dengan mengubah langkah kerja blowing

dengan sensor proximity, mengubah tekanan

udara dari 6 bar menjadi 8 bar, dan

mengganti diameter selang dari 6 mm

menjadi g mm

3. Perubahan langkah kerja blowing sengan

sensor proximity berhasil mempersingkat waktu siklus stasiun kerja gel filling hingga 0.25 detik. Perubahan tekanan dari 6 bar

menjadi 8 bar berhasil mernpersingkat

waktu siklus sebanyak 0.3 detik, sedangkan

penggantian diameter selang tidak

mempengaruhi debit yang mengalir pada

aktuator.

4. Perangkat lunak PraModel berguna sebagai

pernodelan sistem keria dari mesin pouching gel dan hasil dari simulasi menunjukkan perbedaan waktu siklus mesin dan simulasi

sebesar 0.29 detik yang diakibatkan dari

perbedaan ketelitian metode pengukuran dan model simulasi yang dibuat.

Selain hal - hal yang dapat disimpulkan seperti yang disebutkan diatas maka terdapat saran

-saran yang perIu dipertimbangkan untuk

perkembangan optimasi mesin pouching gel ini selanjutnya, diantaranya:

1. Pengembangan mesin pouching gel dapat

dilaksanakan dengan mengganti

pompa/kompressor pada sumber udara

sehingga debit yang dihasilkan dapat lebih

besar dan kapasitas produksi mesin

pouching gt>/ r.hr:~t meningbt di at;~, 60

produk per menit.

2. Optimasi kecepatan ban berjalan dengan

mengubah perbandingan roda gigi dapat

menjadi pengembangan optimasi mesin

pouching gel karena waktu yang digunakan

oleh ban berjalan untuk bergerak cukup tinggi.

ISBN 978-979-17047-5-5

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] Andrew, Pun. 2003. Hidrolika dan

Pneumatika : Pedoman Untuk Teknisi dan

Insinyur. Jakarta: Erlangga.

[2] Groover, Mikell P. 1987. Automation,

Production Systems, and Computer -- aided

Manufacturing. Prentice-Hall International, inc.

New Jersey.

[3] Krist, Thomas. 1993.

Pneumatics. (Diterjemahkan Ginting). Erlangga. Jakarta.

Dasar - Dasar

oleh Dines

[4] Musthofa, Zulfikar. 2008. Optimasi

Kerja Sistem Distributing Station

Simulator FMS. Bandung : POLMAN.

Waktu

Pada

[5] S. Adiga, 1994. Object-oriented Software for

Manuafacturing Systems. Chapman &Hall.

[6] Latihan penggunaan aplikasi ProModel

sederhana. 09 Februari 2011. Diakses dari :

http'//www.scribd.wm/do<.:/48495313/

MODDL-PROMODEL .

Gambar

Gambar 3.2 Diagram Alir Pengerjaan
Gambar 3.4 Grafik Tekanan Pada Stasiun Kerja Gel Filling
Tabel 3.3 Hasil Simulasi ProModel N.&#34;, Scheduled C,P·tit l TiT~lbtries AvgT'mePer
Grafik perbedaan tekanan terhadap waktu dapat dilihat pada gambar 4.2.

Referensi

Dokumen terkait

terlihat menyembung dengan terlihat agak berliku sehingga tampak atas seperti bundar, memiliki turbukel pada palm sedikit, tanpa ada duru pada palm, pasang kaki jalan

Hasil dari pengujian kecepatan putar generator induksi tanpa storage dibandingkan dengan storage adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan storage terhadap kecepatan

Menurut Nurmiati (2005) bahwa pada pasien stroke, gangguan depresi merupakan gangguan emosi yang paling sering ditemukan sekitar 15% - 25% pasien stroke dalam

Pada gambar 5.1 (a, b, c, d, dan e) menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan angin maka daya output generator induksi akan semakin tinggi, hal ini terjadi karena tingginya

Teori Dua Faktor (Two-Factor Theory) yang dikemukakan oleh Frederick Herzberg merupakan kerangka kerja lain untuk memahami implikasi motivasional dari lingkungan kerja dan

Secara psikologis, individu yang normal yang memiliki integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah).Dengan adanya integritas yang

Dalam pemberitaan tentang selebriti Kristiani tersebut, tentunya proses framing sudah terjadi ketika wartawan yang merupakan bagian tak terpisah dari Majalah Bahana

Hal inilah yang dinyatakan oleh Abas Jauhari MA,” Kini jika Surya Paloh terjun ke politik dan jika berhasil memimpin DPP Partai Golkar misalnya, banyak pihak khawatir grup