BAB I PENDAHULUAN. aktivitas utama, aktivitas pendukung, maupun aktivitas pemeliharaan. Agar

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

Keberadaan perusahaan menjadi faktor penting didalam kegiatan bisnis khususnya dalam bidang perekonomian. Setiap perusahaan sebagai satu kesatuan entitas memiliki tujuan yang akan dicapai. Tujuan dari didirikannya perusahaan adalah untuk mencari keuntungan/laba (Irma Nilasari dan Sri Wiludjeng, 2006:3). Untuk mencapai tujuannya perusahaan melakukan aktivitas operasi mulai dari aktivitas utama, aktivitas pendukung, maupun aktivitas pemeliharaan. Agar aktivitas operasi yang dilakukan dapat secara efektif mendukung pencapaian tujuan perusahaan, manajemen perlu menetapkan tujuan yang harus dicapai pada setiap aktivitas. Pengendalian internal diperlukan untuk menjamin agar setiap aktivitas dapat memenuhi tujuan yang ditentukan. Pengendalian internal juga berperan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan dari risiko-risiko yang berpotensi terjadi dalam aktivitas operasi (YPIA, 2008)

Pengendalian internal adalah proses yang dirancang untuk memberikan kepastian yang layak mengenai pencapaian tujuan manajemen tentang reliabilitas pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, dan kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku (Arens, Alvin A., Elder, dan Beasley, 2008:370).

(2)

Sedangkan The Committee of sponsoring Organizations of Treadway Commission (COSO) (2013:3) mendefinisikan pengendalian internal adalah sebagai berikut:

Internal control is s process, effected by an entity’s board of directors, management, and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives relating to operations, reporting, and compliance”.

COSO (2013:3) mendefinisikan pengendalian internal sebagai sebuah proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya, yang dirancang untuk memberi jaminan yang wajar tentang pencapaian tujuan yang berkaitan dengan operasi, pelaporan, dan kepatuhan. COSO (2013:3) membagi tujuan pengendalian internal menjadi tiga. Pertama, tujuan operasi yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi operasi suatu organisasi, termasuk kinerja dan tujuan profitabilitas dan menjaga sumber daya organisasi dari kerugian yang didasarkan oleh keputusan yang diambil oleh manajemen mengenai struktur dan kinerja. Kedua, tujuan pelaporan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan dapat dipercaya, termasuk pencegahan pelaporan keuangan terhadap penyalahgunaan dan penipuan. Ketiga, tujuan kepatuhan yang berkaitan dengan kepatuhan organisasi terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Tujuan pengendalian tersebut merupakan hasil (output) dari suatu pengendalian internal yang efektif, yang dapat dicapai dengan memperhatikan unsur-unsur pengendalian internal yang merupakan proses untuk menghasilkan pengendalian internal yang efektif (Mulyadi, 2011).

(3)

Efektivitas adalah suatu ukuran keberhasilan atau kegagalan dari organisasi dalam mencapai tujuan (Abdul Halim, 2004:164). Efektivitas merupakan unsur pokok pengukuran yang ditinjau dari sudut pencapaian tujuan, dimana keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan diri dalam mengejar sasaran (Georgopolous dan Tannembaum, 1995:50). Pengendalian yang efektif dapat menjaga kekayaan perusahaan dari kesalahan pemanfaatan atau penyalahgunaan, menjaga integritas dan keandalan informasi keuangan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi, serta mendorong ketaatan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku (YPIA, 2008).

PT. Gistex adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri textile di Indonesia yang memproduksi kain yang mengandung 100% polyester. Kinerja penjualan PT. Gistex telah mencapai 3 juta yards per bulan dan telah di ekspor ke banyak negara di dunia. PT. Gistex selalu menjaga kualitas produk-produknya dengan melakukan perbaikan secara terus menerus dalam hal manajemen, mengimpor mesin berkualitas tinggi, memilih bahan baku berkualitas tinggi, dan terus mengembangkan sumber daya manusia (www.gistexgroup.com)

Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dengan Monica Davina sebagai Supervisor Internal Audit di PT. Gistex. Selama bulan Juli sampai Desember 2016 (Semester II Periode Audit Internal) masih ditemukan beberapa masalah terkait pengendalian internal dalam kegiatan operasi. Hasil (Output) dari pengendalian internal dapat dilihat dari Audit Grading. Audit grading adalah

(4)

penilaian audit internal terhadap efektivitas suatu departemen. Audit grading PT. Gistex dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini:

Tabel 1.1

Audit Grading PT. Gistex

Kecukupan kontrol Deskripsi

Effective Kontrol yang diuji telah dijalankan secara konsisten dan efektif

Moderately Effective Terdapat sistem pengendalian yang efektif dan mayoritas dijalankan secara konsisten. Tetapi masih harus ada yang disempurnakan

Improvement Needed Walaupun mayoritas kontrol utama telah dijalankan, terdapat beberapa kontrol belum dijalankan dengan konsisten atau belum efektif.

Significant Improvement Needed Kesesuaian kontrol mayoritas lemah, sejumlah besar kontrol utama tidak efektif.

Weak Terdapat ketidakefektifan kontrol. Sumber : PT. Gistex

Sedangkan hasil (output) auditgrading pada PT. Gistex dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut ini :

Tabel 1.2

Hasil Audit Grading (Semester II 2016) PT. Gistex

No Departemen Audit Grading

1 Purchasing Improvement Needed

2 Quality Control (QC) Improvement Needed

3 Processing Improvement Needed

4 Weaving Improvement Needed

5 HRD Significant Improvement Needed

6 General Affair Significant Improvement Needed

Sumber : PT. Gistex

Catatan: Effective dilambangkan berwarna hijau tua, moderatelly effective dilambangkan berwarna hijau muda, improvement needed dilambangkan berwarna kuning, significant

(5)

improvement needed dilambangkan berwarna orange dan weak dilambangkan berwarna merah.

Tabel 1.2 menunjukkan bahwa hasil audit menunjukkan terdapat empat departemen yang memperoleh audit grading dengan kategori Improvement Needed dan dua departemen yang lainnya memperoleh kategori Significant Improvement needed, dengan kata lain dari enam departemen yang telah diaudit pada Semester II Periode Audit Internal belum ada satupun departemen yang memiliki audit grading dengan kategori yang baik yaitu audit Grading effective

dan Audit Grading Moderatelly Effective. Apabila dikaitkan dengan data yang diperoleh sebelumnya, penyebab rendahnya Audit Grading ini diduga karena salah satu tujuan pengendalian internal yaitu tujuan operasi belum terlaksana dengan baik di departemen tersebut.

Berdasarkan temuan audit internal pada departemen General Affair (GA) di PT. Gistex bulan November tahun 2016, terdapat temuan berulang yang sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2015. Temuan tersebut berupa belum adanya Laporan Saldo Bulanan ATK yang mencakup saldo awal, pemasukan, pengeluaran, dan saldo akhir. Kepala departemen GA telah menyetujui temuan beserta rekomendasi audit internal dan akan mulai membuat Laporan Saldo Bulanan ATK pada 30 Desember 2015. Namun, pada periode audit semester II di tahun 2016 temuan tersebut kembali terjadi yang menyakibatkan temuan berulang. Menurut Supervisor Internal Audit di PT. Gistex, salah satu penyebab temuan berulang tersebut disebabkan belum optimalnya pelaksanaan audit internal dalam mengawasi dan mengevaluasi kecukupan dan efektivitas pengendalian internal. Berdasarkan fenomena tersebut, diduga penyebab munculnya temuan

(6)

berulang ini karena salah satu tujuan pengendalian internal khususnya tujuan kepatuhan belum terlaksana dengan baik di departemen General Affair (GA) PT. Gistex.

Pengendalian internal tidak dapat dipisahkan dari audit internal. Nurhasanah (2016) mengatakan bahwa audit internal mempunyai peran penting dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Audit internal bertanggungjawab terhadap pengendalian internal perusahaan demi tercapainya efisiensi, efektivitas dan ekonomis serta ketaatan pada kebijakan yang diambil oleh perusahaan (Abdul Halim, 2004). Audit internal adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan (Hiro Tugiman, 2006:11).

Sedangkan Reding Kurt F., et al, (2009:1-2) mendefinisikan audit internal berdasarkan The IIA Board Director sebagai berikut:

“Internal auditing is an independent, objective assurance and consulting activity designed to add value and improve an organization’s operations. It helps an organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control and governance processes.”

Berdasarkan definisi tersebut dijelaskan bahwa internal audit merupakan aktivitas yang dilakukan secara independen, objektif pada proses assurance dan

consulting proses yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses tata kelola, proses pengelolaan risiko manajemen dan pengendalian internal.

(7)

Tujuan pelaksanaan audit internal adalah membantu semua pimpinan perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan yang diperiksanya (Soekrisno Agoes, 2012:122). Audit internal berfungsi untuk menyelidiki serta menilai pengendalian internal dan efisiensi pelaksanaan fungsi beberapa unit organisasi serta merupakan bentuk pengendalian untuk mengukur serta menilai efektivitas unsur-unsur pengendalian internal yang lain (Mulyadi, 2011:211). Dengan adanya pelaksanaan audit internal yang baik maka akan meningkatkan pula efektivitas pengendalian internal perusahaan.

Sebelum melaksanakan audit, perlu dipahami terlebih dahulu struktur pengendalian internal yang digunakan dalam suatu perusahaan dengan mendalami unsur-unsur pengendalian intern yang akan mempengaruhi kegiatan pelaksanaan audit, yaitu penyelenggaraan internal control berbasis framework COSO (internal control COSO), yaitu lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta monitoring (Arens, Alvin A., Elder, dan Beasley, 2008). Audit dikatakan berkualitas jika memenuhi standar yang seragam dan konsisten, yang menggambarkan praktek-praktek terbaik audit internal serta merupakan ukuran kualitas pelaksanaan tugas untuk tanggungjawab profesinya (YPIA, 2008).

Berdasarkan penelitian terdahulu oleh R. Ait Novatiani (2011) bahwa internal audit berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal aset tetap pada PT. Pindad, PT. PLN, PT. Pos Indonesia, dan PT. Dirgantara Indonesia. Penelitian Ahmad Ridwan Sulaeman Ashari (2014) bahwa

(8)

pemeriksaan internal (audit internal) berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian Aristansi Widyaningsih (2010), audit intenal berpengaruh dengan efektivitas pengendalian intern biaya produksi pada PT. Dirgantara Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Rita Tri Yusnita dan Ami Yusniasari (2008), pemeriksaan intern memiliki pengaruh terhadap pengendalian kontinuitas usaha pada BPR Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian Khomeiny Yunior (2006), bahwa pemeriksaan intern tidak memiliki pengaruh terhadap efektivitas pengendalian pemberian kredit pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Kantor Wilayah Medan.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas dan hasil penelitian terdahulu yang masih menunjukkan perbedaan, maka akan dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pelaksanaan audit internal berpengaruh terhadap efektivitas pengendalian internal. Sehingga penulis mengangkat judul dalam tugas skripsinya ini dengan judul: “Pengaruh Pelaksanaan Audit Internal Terhadap Efektivitas Pengendalian Internal (Studi Kasus pada PT. Gistex Textile)”. 1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah belum efektifnya pengendalian internal di PT. Gistex, maka yang akan menjadi pertanyaan penelitian ini adalah : “Bagaimana pengaruh pelaksanaan audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal pada PT. Gistex Textile.

(9)

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal di PT. Gistex.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian tersebut diatas, penulis berharap bahwa penelitian ini akan memberikan manfaat bagi semua pihak berkepentingan. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada Auditor Internal sebagai pelaksana audit internal di PT. Gistex akan pentingnya pelaksanaan audit internal yang berkualitas dalam mewujudkan pengendalian internal yang efektif.

2. Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan ilmiah yang dipraktekkan dalam penelitian bidang ekonomi, audit, dan akuntansi. Sehingga penulis dapat mengaplikasikannya antara teori yang didapat dengan prakteknya.

3. Bagi peneliti lainnya

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bermanfaat yang dapat dijadikan pedoman atau referensi bagi peneliti lainnya dalam melakukan penelitian yang sejenis.

(10)

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penulis bermaksud melakukan penelitian pada PT. Gistex Textile dengan mengambil data primer berupa kuesioner yang berlokasi di Jalan Nanjung No. 82, Bandung, Jawa Barat 40216. Lamanya penelitian berlangsung dimulai dari bulan Januari 2017 sampai dengan selesai.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :