• Tidak ada hasil yang ditemukan

91722810-Kompresor.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "91722810-Kompresor.pdf"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Kompresor Kompresor

Kompresor adalah pesawat / mesin fluida yang digunakan untuk memampatkan udara / Kompresor adalah pesawat / mesin fluida yang digunakan untuk memampatkan udara / gas, sehingga diperoleh tekanan yang lebih tinggi. Kompresor udara biasanya menghisap udara gas, sehingga diperoleh tekanan yang lebih tinggi. Kompresor udara biasanya menghisap udara dari atmosfer, namun ada pula kompresor yang menghisap udara / gas bertekanan lebih tinggi dari atmosfer, namun ada pula kompresor yang menghisap udara / gas bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Dalam hal ini, kompresor bekerja sebagai penguat (

dari tekanan atmosfer. Dalam hal ini, kompresor bekerja sebagai penguat ( Booster  Booster  ). Kompresor ). Kompresor yang menghisap udara / gas bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer, kita kenal dengan yang menghisap udara / gas bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfer, kita kenal dengan nama

nama pompa vak pompa vakumum. Untuk mengkompresikan udara ada dua cara, yaitu. Untuk mengkompresikan udara ada dua cara, yaitu a.

a. JeJeninis Ps Pererpipindndahahan an (( Positiv Positive Displacee Displacement ment  ) ) !e

!enjnjebebak ak susuatatu u "o"olulume me ududarara a / / gagas s tetertrtenentutu, , kekemumudidian an mememamampmpatatkakan, n, sesertrtaa me

memimindandahkahkan n / / memengangalilirkarkannynnya. a. #a#ada da prprososes es tetersrsebebut, ut, perperubaubahan han tetekakanannannya nya sasangangatt dipengaruhi perubahan "olume.

dipengaruhi perubahan "olume. $ont

$ontohoh % K% Kompompresresor tor torak orak (( Recyproc Recyprocating ating  ) ) % Kompresor putar (

% Kompresor putar ( Rotating  Rotating  ) )

b

b.. JeJeninis Ts Tururbo bo (( Non-Po Non-Positive Dissitive Displacemplacement ent  ) )

Dengan memberikan kecepatan kepada udara / gas melalui putaran baling%baling dan Dengan memberikan kecepatan kepada udara / gas melalui putaran baling%baling dan mer

merubahubahnya nya menmenjadi jadi kenakenaikkikkan an tektekanan. anan. #er#erubahaubahan n tekatekanannynannya a dipedipengarngaruhi uhi peruperubahabahann kecepatan. &iasanya disebut proses kerja

kecepatan. &iasanya disebut proses kerja rotodinamikrotodinamik // kinetik kinetik .. $ont

$ontohoh % Ko% Komprmpresoesor ser sentrintrifugafugall % Kompresor aksial % Kompresor aksial

Kompresor Torak  Kompresor Torak 

#ada umumnya disebut kompresor bolak%balik. Kompresor ini biasanya digunakan untuk #ada umumnya disebut kompresor bolak%balik. Kompresor ini biasanya digunakan untuk mengkompresikan udara / gas dengan laju "olume yang relatif kecil, tapi pada tekanan yang mengkompresikan udara / gas dengan laju "olume yang relatif kecil, tapi pada tekanan yang tinggi

tinggi. . $ara menaikka$ara menaikkan n tekanatekanannya adalah dengan nnya adalah dengan cara memperkeccara memperkecil "olume / il "olume / gas yang terjebakgas yang terjebak dalam silinde

dalam silinder. 'ekanan r. 'ekanan kerjanykerjanya dapat a dapat mencapai .*** s/d *.*** mencapai .*** s/d *.*** #si, melalui beberapa tahap#si, melalui beberapa tahap  pengkom

 pengkompresian (presian ( StageStage ) yang menggunakan pendingin antara ( ) yang menggunakan pendingin antara ( Inter-Cooling System Inter-Cooling System ). +dapun ). +dapun ratio maksimum untuk setiap tahap dibatasi *. -al tersebut disebabkan oleh

ratio maksimum untuk setiap tahap dibatasi *. -al tersebut disebabkan oleh a.

a. UntuUntuk ratio lebik ratio lebih tinggi akan menh tinggi akan menimbimbulkaulkan n nyalnyala a api akibapi akibat terbat terbakarakarnya minynya minyak pelumak pelumasas ( untuk kompresor yang menggunakan pelumas ).

( untuk kompresor yang menggunakan pelumas ).  b.

 b. Daya yang diperDaya yang diperlukan menjalukan menjadi lebih besardi lebih besar, sebab kebutuhan daya ko, sebab kebutuhan daya kompresmpresi berbanding luri berbanding lurusus dengan temperatur mutlak (

(2)
(3)

cc.. aannccaannggaan (n ( Design Design ) menjadi lebih rumit dan ukuran menjadi lebih besar akibat daya yang ) menjadi lebih rumit dan ukuran menjadi lebih besar akibat daya yang diperlukan semakin besar.

diperlukan semakin besar.

2

2..11 KKoonnssttrruukkssii

Kompresor torak pada dasarnya dibuat sedemikian rupa sehingga gerakan putar penggerak Kompresor torak pada dasarnya dibuat sedemikian rupa sehingga gerakan putar penggerak mulanya diubah menjadi gerakan bolak%balik. erakan ini diperoleh melalui poros engkol ( mulanya diubah menjadi gerakan bolak%balik. erakan ini diperoleh melalui poros engkol ( Crank Shaft 

Crank Shaft  ), menggerakkan batang penggerak ( ), menggerakkan batang penggerak ( ConnectConnecting ing Rod Rod ), ), kepala kepala silang silang (( CrossCross  Head 

 Head  ) yang menghasilkan gerakan bolak%balik batang torak ( ) yang menghasilkan gerakan bolak%balik batang torak ( iston R iston Rod od ) ) dan dan torak torak (( iston iston ). ). !elalui torak ini, proses penghisapan udara / gas ke dalam silinder serta pemampatan dilakukan. !elalui torak ini, proses penghisapan udara / gas ke dalam silinder serta pemampatan dilakukan.

2.1.1 Silinder 2.1.1 Silinder

0ilinder mempunyai bentuk silindris dari bejana kedap udara yang merupakan tempat torak 0ilinder mempunyai bentuk silindris dari bejana kedap udara yang merupakan tempat torak  berger

 bergerak ak bolak%balbolak%balik. ik. Disini Disini proses proses menghismenghisap ap / / memammemampatkan patkan dilaksadilaksanakan. nakan. 0ilinde0ilinder r harusharus cukup kuat menahan tekanan yang ada. #ermukaan silinder harus dihaluskan (

cukup kuat menahan tekanan yang ada. #ermukaan silinder harus dihaluskan ( Super !inishing Super !inishing  ). ). 0ebab merupakan tempat meluncur (

0ebab merupakan tempat meluncur ( Sliding Sliding  ) torak dan ring. ) torak dan ring.

#ada proses kompresi dihasilkan panas yang harus dibuang keluar silinder. +gar tidak terjadi #ada proses kompresi dihasilkan panas yang harus dibuang keluar silinder. +gar tidak terjadi  perubaha

 perubahan n tegangan tegangan ((  Deform Deformasiasi ) yang berlebihan. +da 1 cara yang dapat digunakan untuk ) yang berlebihan. +da 1 cara yang dapat digunakan untuk membuang panas, yaitu

membuang panas, yaitu a.

a. !empe!emperluas rluas penampapenampang bagng bagian luian luar siar silinder linder dengan dengan membermemberi sii sirip%sirrip%sirip (ip ( !in !in ). ).  b.

 b. !engal!engalirkan flirkan fluida pendiuida pendingin di dngin di dinding linding luar siluar silinder (inder ( "acket # "acket #ater ater  ). ).

2.1.2 Torak ( Piston ) 2.1.2 Torak ( Piston )

#iston harus cukup tebal untuk menahan tekanan. 'erbuat dari material yang cukup kuat. #iston harus cukup tebal untuk menahan tekanan. 'erbuat dari material yang cukup kuat.  2amun

 2amun demikiademikian n dalam dalam perancangperancangan an harus harus dibuat dibuat seringseringan an mungkimungkin n untuk untuk menguramengurangi ngi gayagaya inersia dan getaran yang ditimbulkan oleh gerakan bolak%balik. &entuk piston disesuaikan untuk inersia dan getaran yang ditimbulkan oleh gerakan bolak%balik. &entuk piston disesuaikan untuk mengatasi pemuaian panas akibat proses kompresi.

mengatasi pemuaian panas akibat proses kompresi.

2.1.3 Cincin Torak (Piston Rin ) 2.1.3 Cincin Torak (Piston Rin )

$incin torak dipasang pada alur sekeliling torak. &erfungsi mengurangi bocoran antara $incin torak dipasang pada alur sekeliling torak. &erfungsi mengurangi bocoran antara  permuk

 permukaan pistoaan piston dengan pern dengan permukaan smukaan silinder ilinder (( $iner  $iner  ). ).

2.1.! Cincin Penahan "esekan (

2.1.! Cincin Penahan "esekan ( Rider R Rider Ring ing  ) )

Untuk memperlambat proses keausan serta memperpanjang umur kerja cincin torak, sering Untuk memperlambat proses keausan serta memperpanjang umur kerja cincin torak, sering digunakan pelumas (

(4)

silinder dengan alasan udara / gas yang keluar kompresor harus bersih karena kebutuhan proses silinder dengan alasan udara / gas yang keluar kompresor harus bersih karena kebutuhan proses operasi. Untuk itu digunakan cincin penahan gesekan (

operasi. Untuk itu digunakan cincin penahan gesekan ( Rider Ring  Rider Ring  ). ).

2.1.# Cincin Penahan "as (

2.1.# Cincin Penahan "as ( Packin Packing Rod g Rod  ) )

&erfungsi menahan bocoran akibat adanya celah (

&erfungsi menahan bocoran akibat adanya celah ( ClearanceClearance ) antara bagian yang bergerak ) antara bagian yang bergerak ( batang torak )

( batang torak ) dengan bagian yang diam ( dengan bagian yang diam ( silindsilinder ). er ). Dibuat dari materDibuat dari material yang ial yang lunak agar tidaklunak agar tidak merus

merusak batang ak batang torak. !ampu menahan tempertorak. !ampu menahan temperature tinggi serta kuat ature tinggi serta kuat menahan tekanan gas darimenahan tekanan gas dari dal

dalam am silsilindeinder. r. $in$incin cin penapenahan han gas gas dibudibuat at sedesedemikimikian an rupa rupa sehsehinggingga a dapadapat t berbergergerak ak lenlenturtur mengikuti gerakan batang torak.

mengikuti gerakan batang torak.

2.1.$ Katup (

2.1.$ Katup ( ValveValve ) )

Katup hisap serta katup keluar berfungsi sebagai celah laluan udara / gas masuk dan keluar Katup hisap serta katup keluar berfungsi sebagai celah laluan udara / gas masuk dan keluar kompresor. Katup ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bekerja membuka dan menutup kompresor. Katup ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bekerja membuka dan menutup sen

sendirdiri i akiakibat bat adanadanya ya perbperbedaedaan an tekatekanan nan bagbagian ian daladalam m dengdengan an bagbagian ian lualuar r silsilindeinder. r. #ros#roseses me

mengnghishisap ap teterjrjadi adi bibila la udaudara ra / / gagas s memengangalilir r dardari i luluar ar ke ke daldalam am sisililindender. r. #r#rososes es tetekakann (( CompressCompress ) terjadi bila udara mengalir dari dalam ke luar silinder.) terjadi bila udara mengalir dari dalam ke luar silinder.

2.1.% &atan Torak (

2.1.% &atan Torak ( Piston R Piston Rod od  ) )

&erfungsi memindahkan daya dari kepala silang (

&erfungsi memindahkan daya dari kepala silang ( Cross Head Cross Head  ) kepada torak ( ) kepada torak ( iston iston ).). &atang torak terbuat dari material yang kaku dan kuat, karena menerima gaya tarik dan gaya &atang torak terbuat dari material yang kaku dan kuat, karena menerima gaya tarik dan gaya tekan yang cukup besar selama proses hisap dan tekan. 3ain daripada itu, permukaannya perlu tekan yang cukup besar selama proses hisap dan tekan. 3ain daripada itu, permukaannya perlu dihaluskan (

dihaluskan ( Super !inishing Super !inishing  ), karena batang torak ini meluncur ( ), karena batang torak ini meluncur ( Sliding Sliding  ) pada cincin penahan ) pada cincin penahan gas (

gas ( acking R acking Rod od  ). ).

2.1.' Kepala Silan (

2.1.' Kepala Silan ( Cross Head Cross Head  ) ) Kepa

Kepala la silsilang ang berberfungfungsi si mermerubaubah h gergerakan akan dardari i gergerak ak putputar ar menmenjadi jadi gergerak ak bolbolak%bak%balialik.k. Kepala silang meluncur (

Kepala silang meluncur ( Sliding Sliding  ) pada bantalan luncurnya. +kibatnya di tempat tersebut terjadi ) pada bantalan luncurnya. +kibatnya di tempat tersebut terjadi ges

gesekan ekan yang yang dapadapat t menmenimbimbulkaulkan n panapanas s serserta ta dapadapat t memengkingkikis kis kedkedua ua bidabidang ng perpermukmukaanaan ter

tersebusebut. t. UntUntuk uk memengurngurangi angi kerkerugiugian an daya daya besbesar ar akibakibat at gesgesekan ekan kedukedua a bidbidang ang perpermukamukaanan tersebut maka harus dihaluskan dan diberi pelumasan.

tersebut maka harus dihaluskan dan diberi pelumasan.

2.1. Poros nkol (

2.1. Poros nkol ( Crank Shaft Crank Shaft  ) )

&erfungsi memindahkan ( mentransmisikan ) daya dari penggerak mula kepada kepala &erfungsi memindahkan ( mentransmisikan ) daya dari penggerak mula kepada kepala silang. #oros engkol harus dirancang kuat, karena pada saat berputar terjadi pembebanan yang silang. #oros engkol harus dirancang kuat, karena pada saat berputar terjadi pembebanan yang dapat melelahkan materialnya. aya yang bekerja adalah

(5)

% aya puntir ( %orsi ) % aya gesek  

% aya tarik   % aya tekan

2.2 Karakteristik Kompresor Torak 

Kompresor torak menaikkan tekanan udara / gas yang terjebak dengan memperkecil "olume ruang. #ada gambar  berikut ini diperlihatkan karakteristik kompresor torak secara teoritis.

"ambar #. P* +iaram Karakteristik 

+ 4 &  3angkah hisap ( Suction ) & 4 $  3angkah tekan ( Compress )

$ 4 D  3angkah pembuangan ( Discharge ) D 4 5  3angkah pengembangan ( &'pansion )

 #erbandingan kompresi ( Clearance Ratio )

. #ada kedudukan torak di &, silinder terisi penuh dengan gas pada tekanan hisap ( terjebak ).

1. 'orak mulai bergerak dari & ke $, sambil menekan gas secara  Isotropik  ( tanpa  perpindahan panas, turbulensi atau gesekan ), sampai tekanan pembuangan ( Discharge ).

. #ada tekanan tersebut katup keluar membuka dan gas mengalir keluar sampai torak mencapai D.

6. #ada titik D selalu terdapat sisa "olume gas dengan tekanan keluar, yang akan membuat gerakan torak mengembang (  &'pansion ) secara isentropik ke + sampai tekanannya mencapai tekanan hisap.

. +pabila torak terus bergerak ke arah &, tekanannya turun, sehingga katup ((alve ) keluar membuka dan udara / gas masuk.

7c

(6)

2.3 Proses Kompresi

Kompresi gas dapat dilakukan menurut tiga cara yaitu   Isothermal) Adiabatis, dan  olitropik . +dapun perilaku setiap proses adalah sebagai berikut 

2.3.1 Kompresi ,sothermal

&ila suatu gas dikompresikan, berarti ada energi mekanik yang diberikan dari luar kepada udara / gas. 5nergi ini akan diubah menjadi energi panas, sehingga temperatur udara / gas akan naik dan tekanan semakin tinggi.

+pabila pada saat proses kompresi dilakukan pendinginan untuk mengeluarkan panas yang terjadi, sehingga temperatur diusahakan tetap. $ara kompresi semacam ini disebut *ompresi  Isothermal . -ubungan antara tekanan ( # ) dan "olume ( 7 ) adalah

P . * - Tetap

P. * 8 P1 . *1 - Tetap

Kompresi isothermal sangat berguna untuk analisa teoritis, namun dalam perhitungan kompresor tidak banyak perhitungannya. #ada proses kompresi yang sesungguhnya, menjaga temperatur udara / gas tetap dengan perbandingan di luar silinder adalah tidak mungkin. 0ebab  proses kompresi berjalan cepat.

2.3.2 Kompresi /diabatis

9ika silinder diisolasi sempurna terhadap panas, maka proses kompresi akan berlangsung tanpa ada panas yang keluar atau masuk ke dalam silinder. #roses semacam ini disebut *ompresi  Adiabatis. Dalam kenyataannya, proses adiabatis pun tidak pernah terjadi secara sempurna,

karena isolasi terhadap silinder tidak pernah sempurna. 2amun, proses semacam ini seringkali digunakan dalam pengkajian teoritis. -ubungan tekanan ( # ) dan "olume ( 7 ) proses adiabatis dinyatakan

P . *k  - Tetap

P . *k  - P1 . *1k  - Tetap

Dimana  k 8 $#/$7

(7)

$7 8 Koefisien muai pada "olume tetap

&ila dibandingkan rumus ini dengan rumus kompresi isothermal, dapat dilihat bahwa  perubahan "olume yang sama, kompresi adiabatis akan menghasilkan tekanan yang lebih tinggi daripada proses isothermal. Karena itu, kerja ( daya ) yang diperlukan pada proses kompresi adiabatis juga lebih besar.

2.3.3 Kompresi Politropik 

Di dalam kenyataannya, proses kompresi pada kompresor bukan merupakan proses isothermal, karena ada kenaikan temperatur. 2amun, bukan pula proses adiabatis, karena ada  panas yang dipancarkan keluar. 9adi, proses kompresi yang sesungguhnya ada diantara keduanya, disebut proses *ompresi olitropik . -ubungan tekanan ( # ) dan "olume ( 7 ) proses  politropik adalah sebagai berikut

P . *n - Tetap

P . *n - P1 . *1n - Tetap

Dimana  n 8 :ndeks politropik, yang harganya antara  ( Isothermal ) dan k (  Adiabatis )

8  ; n ; k 

Untuk kompresor, pada umumnya harga n berkisar ntara ,1 s/d ,. #ada gambar < ditampilkan tabel perbandingan dari ketiga proses kompresi tersebut.

"ambar $. Perbandinan Tekanan &erbaai Proses

Tekanan Kompresi n = 1,25 Kompresi isothermal Kompresi adabatis

Volume politropik 1 1 1 1 1\ 2 2 2,38 2,64 1\ 3 3 3,95 4,66 1\ 4 4 5,96 6,9 1\ 5 5 ,5 9,!9 1\ 6 6 9,4 12,3 1\   11,4 15,1 1\ 8 8 13,5 18,4 1\ 9 9 15,6 21, 1\ 1! 1! 1,8 25,1 1\ 11 11 2!,! 28,8

(8)

2.! Sistem Penaturan0 +eteksi0  Penaman

!engingat tekanan serta temperatur kerja kompresor torak sangat tinggi, untuk menjamin  bahwa kompresor bekerja pada batas aman perlu dipasang alat pengatur deteksi dan pengaman.

unanya adalah untuk memberikan informasi dan mengamankan proses operasi dari gangguan sistem. Kondisi operasi yang biasa dipantau adalah

1. /larm &atas Temperatur Tertini ( T/ )

unanya adalah untuk memberikan informasi kepada operator bahwa proses sudah mencapai  batas temperatur kritis, sehingga diperlukan langkah%langkah untuk mengatasinya.

$ontoh penggunaan pada kompresor adalah pada

% 'emperatur masuk ( Suction ) dan keluar ( Discharge ) % 'emperatur selimut air pendingin ( "acket #ater  )

2. /larm &atas Cairan Tertini ( / )

=aitu alarm yang berbunyi saat tinggi cairan sudah mencapai titik tertentu. $ontoh penggunaannya pada kompresor adalah pada

% &atas cairan tertinggi vesel  sebelum ( ,p-Stream ) kompresor 

% &atas tinggi cairan tabung pemisah cairan dan gas ( Drain ot Suction Chamber  )

3. /larm &atas Tekanan Rendah ( P/ )

&atas alarm tekanan terendah yang aman dioperasikan. $ontoh penggunaan pada kompresor adalah pada

% Dipasang pada line masuk dan keluar (Suction / Discharge ) kompresor  % 0istem pelumasan

!. /larm &atas a4u /liran 5inimum 6an +ibutuhkan ( 7/ ) $ontoh penggunaan pada kompresor adalah pada

% Dipasang pada line keluar kompresor ( berkaitan dengan kapasitas operasi )

#. Sistem Pemutus &eban ebih ( Overload System )

% Untuk membatasi kerja maksimum penggerak kompresor agar tetap bekerja pada beban standar yang diijinkan.

(9)

$. Katup Penaman Tekanan ( PS* )

% Untuk mengatur tekanan maksimum yang diijinkan dalam operasi.

% Untuk mengatur pembuangan / mengurangi tekanan lebih dari tekanan proses. % &iasanya dipasang pada jalur yang memiliki potensial kenaikan tekanan.

%. Sistem Penatur /liran &alik ( Control Spillback  )

% Untuk mengatur aliran keluar apabila terjadi tekanan lebih (ver ressure Discharge ). % Dapat digunakan untuk mengatur aliran balik dari aliran keluar kompresor akibat

rendahnya tekanan masuk.

'. Pendeteksi Kebocoran "as ( as Detector  )

% Untuk mengetahui adanya kebocoran gas berbahaya atau mudah terbakar yang keluar ke atmosfer.

2.#. 8PR/S, K85PS8R 

Untuk mengoperasikan kompresor torak perlu diperhatikan hal%hal berikut 

2.#.1. Persiapan 9

. #eriksa selimut air pendingin ( $ine "acket #ater  ) % +pakah bersih >

% +pakah berfungsi dengan baik dan tidak ada bocoran > % +pakah gelas intip cukup bersih >

% +pakah laju aliran cukup >

1. #eriksa sistem pelumasan ( $ube il System ) % +pakah pelumas sudah bersih >

% +pakah "iskositas pelumas baik > % +pakah pelumas tidak tercampur air > % +pakah tinggi permukaan pelumas cukup > % +pakah gelas penduga . Sight /lass ) bersih > % +pakah pendingin pelumas bekerja dengan baik >

% +pakah selisih tekanan ( Delta ress ) penyaring ( !ilter  ) pelumas rendah > % +pakah ada "entilasi bak tempat poros engkol >

(10)

. &uangan cairan ( Drain $i0uid  ) pada tabung masuk dan tabung keluar. 0ebab adanya li?uid dapat menyebabkan hentakan ( *nocking  ).

6. #eriksa apakah peralatan intrumentasi berfungsi dengan baik.

. !asukan tekanan ( ress ,p ) melalui pipa by pass secara bertahap sampai tekanan operasi normalnya terpenuhi.

<. &uka katup block ( Block (alve ) masuk dan keluar, serta yakinkan sudah bukaan penuh. @ &ila katup block masuk masih dalam keadaan tertutup saat kompresor beroperasi, akan

terjadi "acum pada langkah hisap.

@ &ila katup block keluar masih dalam keadaan tertutup saat kompresor beroperasi, akan terjadi tekanan berlebihan ( ver ressure ). 0ebab pada kompresor jenis perpindahan (  ositif Displacement  ), perubahan tekanannya sangat dipengaruhi oleh perubahan

"olumenya.

A. #eriksa serta yakinkan katup pembebanan (  $oader 1 ,nloader (alve dan Clearance  ocket  ) dapat bekerja dengan baik.

B. -ubungi bagian listrik C U'3. &ahwa akan dilakukan mengoperasikan kompresor.

2.#.2. Penoperasian Kompresor

&eberapa cacatan penting yang perlu diperhatikan saat pengoperasian ( Start ,p ) kompresor  . -indari adanya cairan ( $i0uid  ) dalam aliran gas, dapat menyebabkan pengembangan "olume sangat besar pada saat proses kompresi. -al ini dapat mengakibatkan beban lebih ( verload  ) pada compressor.

1. +wal pengoperasian kompersor, daya yang diperlukan sangat besar ( lihat amphere meter ) dan setelah mencapai  E, putaran normal daya tersebut harus turun.

. !oment puntir ( %orsi ) awal saat pengoperasian kompresor sangat besar, yakinkan  bahwa beban kompresor * E ( ,nload  ), kompresor berputar ringan.

6. #roses beban * E ( ,nload  ) jangan terlalu lama, karena 

@ #anas yang timbul akibat gesekan cincin penahan ( Rider Ring  ) dan permukaan dalam, silinder ( $iner  ) tidak dapat dibuang keluar, akibatnya ruang kompresi semakin panas. @ $incin penahan terbuat dari bahan yang lunak ( %eflon ) akibat temperatur yang tinggi,

dapat hancur dan timbul gesekan torak dan permukaan silinder ( $iner  ).

. :kuti proses pembebanan (  $oaded  ) sesuai petunjuk pada panel. Karena hal tersebut  berkaitan dengan pengaturan beban ( Balance $oad  ) pada poros engkol ( Crank Shaft  )

<. 0etelah kompresor bekerja pada beban yang kita inginkan, yakinkan kompresor dalam keadaan aman beroperasi.

(11)

2.#.3 Stop Kompresor ( Sh!t Do"n )

&eberapa catatan yang perlu diperhatikan pada saat stop ( Shut Do2n ) kompresor torak

.0top harus dilaksanakan dengan menurunkan beban kompresor ( ,nloaded  ) secara  bertahap. -al ini untuk memberikan kesempatan pada bagian%bagian kompresor yang

mengalami deformasi elastis untuk mengembalikan struktur mikro ke kondisi semula.

1.9angan melakukan stop pada saat pembebanan, apalagi beban maksimal ( !ull $oad  ). Karena hal tersebut dapat mengakibatkan keretakan pada bagian%bagian kompresor yang menahan beban tekan ( kompresi ) dan beban tarik, seperti

% #oros engkol ( Crank Shaft  ), % &antalan ( Bearing  ),

% dll.

P85P/ +e:inisi

#ompa adalah suatu peralatan mekanis yang dipergunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat lain melalui media pipa ( saluran ) dengan cara menambahkan energi pada cairan tesebut.

#ompa beroprasi dengan perbedaan tekanan antara bagian masuk ( Suction  ) dengan bagian keluar ( Discharge ) pompa.

Dengan kata lain pompa berfungsi merubah energi mekanis dari sumber tenaga ( penggerak ) menjadi energi cairan, dimana energi ini digunakan untuk mengalirkan cairan tersebut dan mengatasi hambatan%hambatan yang terjadi sepanjang aliran cairan.

Klasi:ikasi pompa

#ada dasarnya pompa dapat di klasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu . #ositi"e Displacemen #ump ( #ompa #emindah #ositif ).

(12)

Positi;e +isplacemen Pump

+dalah pompa yang bekerja secara periodik berubah dari besar ke kecil atau sebaliknya, selama  proses bekerja.

5nergi yang diberikan pada cairan adalah energi potensial. =ang termasuk dalam kelompok ini adalah

% #ompa eciprocating.

9enisnya  pompa torak, pompa plunyer. % #ompa otary.

9enisnya  pompa roda gigi, lobe "ane, ulir. % #ompa !embrane.

<on Positi;e +isplacemen Pump

+dalah pompa dengan "olume ruang yang tidak berubah pada saat pompa bekerja. 5nergi yang diberikan pada cairan adalah energi kecepatan yang kemudian diubah menjadi energi tekanan di dalam rumah pompa itu sendiri. =ang termasuk ke dalam kelompok ini adalah pompa centrifugal.

P85P/ C<TR,7="/

#ompa centrifugal adalah jenis #ompa 2on%#ositi"e Displacemen yang prinsip kerjanya merubah energi kinetis ( kecepatan ) cairan yang diberikan oleh impeller menjadi energi  potensial ( tekanan ) di dalam casing.

Klasi:ikasi Pompa Centri:ual a. &erdasarkan 9umlah :mpeller

% 0ingle :mpeller  terdiri dari satu impeller dalam satu casing. % !ulti :mpeller  terdiri dari beberapa impeller dalam satu casing.

 b. &erdasarkan 'ingakt ( Stage )

% 0ingle 0tage  terdiri dari satu tingkat tekanan dalam satu casing. % !ulti 0tage  terdiri dari beberapa tingkat tekanan dalam satu casing.

c. &erdasarkan $ara #emasukkan $airan ke Dalam :mpeller % 0ingle +dmission  cairan masuk melalui satu sisi impeller. % Double +dmission  cairan masuk melalui kedua sisi impeller.

(13)

&aian>&aian =tama Pompa Centri:ual

&eberapa bagian utama dari pompa centrifugal antara lain

. &ase #late

&erfungsi untuk mendukung seluruh bagisn pompa dan tempat kedudukan pompa terhadap  pondasi.

Untuk pompa yang dihubungkan langsung dengan penggerak, maka unit penggerak dan  pompa diletakkan di atas satu unit base plate.

&ase plate harus kuat menahan beban. 1. $asing

+dalah bagian uang paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai % #elindung seluruh element yang berputar.

% 'empat kedudukan guide vane atau diffusor , inlet , dan no33le.

% 'empat memberikan arah aliran dari impeller dan merubah energi kecepatan cairan menjadi energi potensial.

. 0haft ( #oros 'ransmisi ) 0haft berfungsi

% !eneruskan momen puntir ( %or0ue ) dari penggerak selama pompa beroperasi.

% 'empat duduknya ( sebagai pendukung ) impeller dan bagian%bagian yang berputar lainnya.

6. :mpeller

+dalah suatu element berputar yang berfungsi memberikan energi kepada cairan dalam  bentuk energi kinetik ( kecepatan ).

+da beberapa jenis impeller, antara lain

a. &erdasarkan type suction

% Double suction, cairan masuk dari kedua sisi impeller. % 0ingle suction, cairan masuk dari salah satu sisi impeller.  b.&erdasarkan konstruksinya

% $lose :mpeller, kedua sisi impeller tertutup. $ocok untuk cairan yang bersih atau mengandung partikel yang lembut.

% Fpen :mpeller, kedua sisi impeller terbuka. $ocok untuk abrasive li0uid .

% 0emi Fpen / $lose :mpeller, sisi belakang impeller tertutup sedangkan sisi lainnya terbuka. $ocok untuk cairan yang mengandung solid partikel yang sedikit kasar.

(14)

c. &erdasarkan arah aliran keluar impeller

% adial Glow, untuk head yang tinggi dan kapasitas relatif kecil. % +Hial Glow, untuk head yang rendah dan kapasitas rendah. % !iHed Glow, untuk head dan kapasitas yang sedang.

. Iear ing

+da dua jenis wear ring yaitu wear ring yang dipasang pada casing ( tidak berputar ) sebagai wear ring casing dan wear yang dipasang pada impeller ( berputar ) sebagai wear ring impeller.

Gungsi utama dari wear ring adalah untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati  bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller yaitu dengan memperkecil celah

antara casing dengan impeller. ing%ring tersebut bila rusak dapat diganti dengan yang baru sehingga sangat ekonomis.

a. Konstruksi Iear ing.

Konstruksi dari Iear ing pada dasarnya akan dipengaruhi oleh  % 9enis li?uid dihandle.

% #erbedaan tekanan yang melewati celah antara ring. % Kecepatan kritis.

% ancang bangun pompa.

 b. Iear ing $learance 

$learance dan tolerance antara kedua ring ( wear ring casing dan wear ring impeller ) tidak dengan mudah dapat ditentukan begitu saja.

&esarnya clearance dan tolerance biasanya dipengaruhi oleh  % 'emperatur dan jenis fluida.

% 9enis material untuk kedua ring.

Untuk menentukan hal tersebut lebih cocok dengan melihat :nstruction !anual dari pompa yang dikeluarkan oleh manucfature.

K/*,T/S,

+dalah suatu kondisi yang kadang%kadang timbul di dalam pengoperasian suatu pompa yaitu  peristiwa mulai terbentuk dan hilangnya gelembung%gelembung uap ( gas ) atau gelembung%

(15)

0ecara umum, ka"itasi dimulai bila #s 8 #" ( tekanan penguapan cairan pada kondisi tertentu ), sehingga diharuskan #s J #".

&eberapa akibat ter4adin6a ka;itasi antara lain 9 % #erformance pompa turun.

% usak / cacatnya impeller. % Fperasi pompa berisik.

% etaran yang terjadi bertambah besar yang secara langsung akan merusak bantalan. % Kerusakan pada casing.

7aktor>:aktor 6an mempermudah ter4adin6a ka;itasi adalah 9 % 'urunnya tekanan cairan sewaktu berada di mulut pompa.

% 'ingginya tekanan uap cairan.

Di dalam kenyataannya, hal ini dapat disebabkan oleh  % 0aringan ( Strainer  ) pompa kotor atau terlalu rapat. % 2aiknya temperatur perpompaan sehingga #" J #s. % Kasarnya permukaan dalam pipa hisap.

% 'erlalu tinggnya jarak antara permukaan cairan yang dihisap dengan titik pusat mulut pompa ( untuk sistem Suction $ift  ) atau terlalu dekatnya jarak antara permukaan cairan dengan titik  pusat mulut pompa ( untuk sistem Suction Head  ).

% 0aluran hisap yang terlalu panjang. % Debit terlalu besar.

ankah>lankah untuk memperkecil kemunkinan ter4adin6a ka;itasi 9

% &agian%bagian yang masuk ke dalam pompa harus dibuat stream line, hindarkan terjadinya  belokan tajam dan elemen yang menghalangi aliran.

% Usahakan supaya aliran smooth pada saat masuk impeller. % -indarkan terjadinya vorte'.

% !engarahkan kecepatan cairan masuk pompa / impeller dengan0uide vane.

P<"/T=R/< P/+/ P<"8PR/S,/< P85P/

Di dalam praktek sehari%hari, pengoperasian suatu pompa seringkali tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada. -al ini disebabkan oleh kebutuhan operasional yang harus terpenuhi.

+da beberapa metode pengaturan pengoperasian suatu pompa, antara lain  a. #engaturan Discharge (alve.

$ara ini banyak dilakukan karena tekanan pada sisi hisap pompa tetap, sehingga tidak terjadi ka"itasi dan pelaksaannya sederhana.

(16)

#engaturan dengan discharge valve harus dilihat kapasitasnya, jangan sampai di bawah atau sekitar minimum flownya.

 b. #engaturan Suction (alve.

$ara ini jarang dilakukan karena akan terjadi penurunan tekanan pada sisi hisap pompa yang akan memungkinkan terjadinya ka"itasi.

c. Dengan 0istem By ass.

#engaturan dengan sistem by pass cukup banyak digunakan, namun mempunyai kekurangan yaitu untuk menghasilkan kapasitas yang sama, energi yang digunakan lebih  besar. Dengan adanya by pass maka pompa dapat beroperasi dengan total kapasitas yang

kecil.

d. Dengan !erubah #utaran #ompa.

$ara ini dapat dilakukan pada pompa dengan penggerak yamg putarannya dapat diatur. Dengan naik dan turunnya putaran pompa, maka head dan kapasitasnya pun berubah, sehingga cara ini sulit dilakukan untuk suatu proses plant.

P<"8PR/S,/< P85P/

#ada suatu proses plant sering dijumpai pengoperasian pompa dengan cara seri maupun  paralel. -al ini disesuaikan dengan kondisi operasi dari plant tersebut.

a. #ompa dioperasikan secara seri.

#ompa disusun secara seri dengan tujuan untuk menaikkan head. #engoperasian pompa secara seri harus diperhatikan kapasitasnya. =aitu pompa%pompa yang diseri harus  beroperasi pada kapasitas yang sama, meskipun pompa%pompa tersebut mempunyai

design kapasitas yang berbeda.  b. #ompa dioperasikan secara paralel.

#ompa disusun secara paralel dengan tujuan untuk menaikkan kapasitas. #engoperasian  pompa secara paralel mempunyai syarat tertentu, yaitu pompa%pompa tersebut harus dioperasikan dengan tekanan discharge yang sama pada titik pertemuan discharge linenya, meskipun pompa%pompa tersebut mempunyai design tekanan discharge yang  berbeda.

<PS ( <et Positi;e Sution ead )

+da dua macam 2#0- yaitu 

(17)

 b.  4SH Available adalah 2#0- yang didapat dari perhitungan instalasi yang terdapat di lapangan.

+gar pompa dapat bekerja ( menghisap cairan ) dengan baik, maka dalam perancangan suatu instalasi pompa disyaratkan  <PS ? <PSR 

P5,/R//< R8=T,<

#emeliharaan routine terhadap suatu pompa adalah mutlak diperlukan, agar pompa tersebut dapat  beroperasi secara terus%menerus tanpa adanya gangguan yang berarti atau dengan kata lain  pompa dapat beroperasi secara optimum.

Dengan adanya pemeliharaan routine, maka akan dapat mengetahui kelainan%kelainan yang mungkin timbul selama pompa beroperasi sedini mungkin, sehingga dapat mengambil tindakan% tindakan perbaikan dengan tepat dan kehandalan pompa akan tetap terjamin. -al ini mempunyai keuntungan, yaitu akan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan yang lebih serius yang secara tidak langsung akan menurunkan biaya pemeliharaan.

+dapun hal%hal yang perlu dilakukan di dalam pemeliharaan routine antara lain  % #emeriksaan kondisi pelumas dan sistem pelumasan.

% #emeriksaan kondisi mechanical seal / packing.

% #emeriksaan kondisi operasi dari pompa ( tekanan, flow, amphere motor penggerak ). % #emeriksaan terhadap suara%suara yang terjadi.

% #emeriksaan temperatur bearing housing . % 0ecara berkala periksa "ibrasi yang timbul.

% #emeriksaan kondisi sistem coupling  dan lakukan penggantian grease coupling  secara  berkala.

"a6a /@ial

'ekanan yang dibangkitkan dengan pompa sentrifugal memberikan gaya%gaya pada semua  bagian pompa, baik itu pada bagian yang diam maupun pada bagian yang bergerak.

aya aHial yang terjadi pada pompa sentrifugal adalah merupakan resultan dari semua gaya%gaya aHial yang bekerja pada bagian yang bergerak ( Impeller  ) dari pompa.

0ecara teoritis pompa yang menggunakan hisapan ganda ( Double Suction ) akan menghasilkan gaya aHial yang seimbang, tetapi pada kenyataannya gaya aHial selalu terjadi, ini disebabkan karena

(18)

1. &elokan yang berlainan.

. :mpeller tidak betul%betul centerline, kondisi ini akan mengubah karakteristik antara shroud dan casing nya yang akan mengakibatkan tekanan yang tidak merata pada shroud nya.

6. 'erjadinya kebocoran cairan yang tidak sama.

0ebagai kompensasi, pompa sentrifugal umumnya dilengkapi dengan A Thrust &earin A ( bantalan yang dapat menahan gaya aHial ).

5enurani a6a a@ial pada pompa sentri:ual denan saluran hisap tunal ada beberapa cara0 antara lain9

a. !elengkapi dengan 2ear ring  depan dan belakang dengan melubangi impeller yang dekat dengan saluran hisapnya, sehingga bagian belakang impeller sebagian bertekanan sama dengan suction pressurenya.

Kebocoran yang terjadi antara impeller dan wear ring akan diteruskan ke daerah yang  bertekanan rendah ( Suction ressurei 56

#ada pompa centrifugal yang besar dan single suction, tidak diperlukan balancing hole, tapi dengan cara menghubungkan sebagian ruang bagian belakang impeller ke saluran hisapnya dengan pipa. #emberian balancing hole pada lubang centrifugal yang berukuran besar akan menyebabkan kebocoran yang terjadi pada daerah tekanan tinggi yang menuju ke daerah tekanan rendah ( antara impeller dan wear ring ) dan kembali ke lubang pemasukan akan menyebabkan perlawanan pada aliran utamanya, ini akan menimbulkan kegaduhan.

 b. Dengan memasang pump out  di belakang shroud. #emasangan pump out akan menyebabkan tekanan yang bekerja pada bagian belakang shroud berkurang. 'ype ini banyak digunakan  pada pompa yang menghandle cairan yang mengandung endapan.

"a6a /@ial pada Pompa Centri:ual &ertinkat &an6ak 

Kebanyakan pompa bertingkat banyak dibuat dengan saluran hisap tunggal ( Single Suction ) untuk menyederhanakan hubungan antara tingkat%tingkatnya.

+da dua macam susunan yang bisa dipergunakan pada saluran hisap tunggal, yaitu

a. &eberapa impeller yang mempunyai saluran hisap tunggal dipasangkan pada satu poros, dimana arah dari suctionnya sama. 0edangkan gaya aHial yang terjadi diatasi dengan  peralatan 6draulic &alancin .

 b. &eberapa impeller dengan hisapan tunggal tiap pasang impeller dipasangkan saling  berlawanan arah, sehingga gaya aHial yang terjadi saling menghilangkan. 0usunan impeller yang back to back  ini dinamakan  8pposed ,mpeller . #ada susunan opposed impeller

(19)

untuk mendapatkan gaya aHial yang mendekati balance beberapa kondisi harus dipenuhi, antara lain

% #ompa harus dilengkapi dengan dua stuffing boH. % Diameter poros pompa harus sama.

6droulic &alancin

#ada pompa bertingkat banyak, dimana semua impeller mengarah pada arah yang sama, maka  jumlah gaya aHial yang terjadi merupakan jumlah gaya yang dibangkitkan oleh tiap%tiap impeller,

dimana kesemuanya mengarah kea rah sisi hisapnya. +da  macam hydraulic balancing, yaitu 

. &alancing drum 1. &alancing disk 

. Kombinasi dari balancing disk dan balancing drum

8*R/= P85P/

!enentukan kapan suatu pompa harus o"erhaul tidaklah sama antara satu pompa dengan pompa yang lainnya, hal ini tergantung dari filosofi pemeliharaan yang diterapkan pada pompa tersebut. &egitu juga cara pengerjaan di dalam melakukan o"erhaul suatu pompa terdapat perbedaan antara satu pompa dengan pompa yang lain. -al ini disebabkan beberapa hal. !isalnya konstruksi, kondisi operasi dan lain%lain.

 2amun demikian prinsip dasar pekerjaan%pekerjaan di dalam o"erhaul pompa mempunyai kesamaan.

Dalam hal ini akan diuraikan cara o"erhaul untuk pompa jenis single stage "ertically split, center line suppoted type. =ang mana sangat banyak digunakan di #ertamina Unit #engolahan :7 $ilacap.

+dapun langkah%langkah dalam o"erhaul suatu pompa adalah sebagai berikut   Persiapan.

% !elengkapi surat%surat yang berhubungan dengan peraturan keselamatan. #ersiapan peralatan yang sesuai untuk keselamatan.

% 9ika pompa menggunakan motor listrik, yakinkan bahwa aliran listrik sudah diputuskan % 9ika pompa digerakkan dengan turbin uap, pastikan bahwa saluran uap yang berhubungan

dengan turbin uap tersebut terisolasi.

% 'utup katup hisap ( suction "al"e ) dan katup tekan ( discharge "al"e ), pasang sorokan  pada pipa hisap dan pipa tekan.

(20)

% &uang ( drain ) cairan yang ada di dalam casing.

 Pembongkaran#

% 3epas coupling over 

% &eri tanda pada coupling spacer  terhadap coupling hub. 3epas coupling spacer.

% #eriksa kelurusan (  Alignment  ) poros pompa terhadap poros unit penggerak dan catat datanya. -al ini dilakukan untuk untuk data pembanding pada saat pemasangan nanti. % 3epas baut pada suction dan discharge no33le.

% 3epas baut pondasi pompa dan angkat pompa.

% &eri tanda antara casing cover  terhadap casing . 3epas casing co"er.

Kebanyakan pompa dilengkapi dengan baut dongkrak ( "acking Bolt %apping  ). Keluarkan  baut tersebut dan lumasi, kemudian pasang kembali.

+pabila tidak dilengkapi dengan baut dongkrak, gunakan batang pengungkit di dua tempat yang berlawanan dengan tekanan yang rata.

% #eriksa dan catat kondisi dari casing pompa, wear ring, dan dudukan gasket. anti wear ring apabila clearance sudah melebihi toleransi maksimum.

% 3etakkan pompa pada meja kerja atau tempat penyangga yang cocok.

0ebelum memulai pekerjaan melepas bagian%bagian dari pompa, lihat dulu buku pegangan  pemeliharaan dari pabrik pembuat yang berisi gambar%gambar yng berisi referensi,

instruksi dan cara%cara membuka pompa tersebut serta petunjuk mengenai toleransi dan  pemasangan. Daftar material pompa biasanya termasuk di dalamnya, daftar ini akan

membantu untuk memilih komponen yang betul.

% #eriksa dan catat kondisi impeller termasuk lubang keseimbangan (balancing hole) apakah ada tanda%tanda kerusakan

% #eriksa dan catat kondisi wear ring (impeller eye) serta bersihkan. Ukuran runoutnya dengan dial indicator (secara umum toleransi meksimum *.**1L ': atau disesuaikan  petunjuk dari pabrik pembuatnya).

% #erhatikan clearance 2ear ring  apakah masih memenuhi spesifikasi. anti apabila clearance sudah melebihi toleransi maksimum.

% 3epas mur pengunci impeller. !ur pengunci impeller biasanya mempunyai ulir berlawanan dengan arah putaran pompa.

Untuk menjaga agar poros tidak berputar pada saat melepas mur pengunci impeller, gunakan sabuk pengunci (  Belt #rench ) pada poros di ujung coupling ( jangan menggunakan kunci pipa karena akan merusak poros ).

(21)

% 3epas impeller. &ila mudah dilepas cukup ditarik dengan tangan. 'etapi apabila ternyata susah dilepas, maka da beberapa cara untuk melepasnya, antara lain

a. Dengan menggunakan batang pengungkit pada kedua sisi impeller yang berlawanan. &atang pengungkit ditempatkan dimana sudut impeller bertemu dengan dinding impeller. 9angan ditempatkan di antara sudut impeller, karena daerah ini sangat lemah sehingga mudah bengkok atau retak.

 b. $ara yang lain untuk melepas impeller yang susah dilepas yaitu dengan menggunakan  panas. #emanasan dengan menggunakan nyala api dihindarkan apabila pompa dipakai

untuk memompa hydrocarbon.

#emanasan ini diatur sedemikian rupa sehingga pemanasan merata dan tidak akan merubah struktur material impeller.

% &ersihkan lubang impeller kemudian ukur dan catat datanya.

&ersihkan poros tempat impeller. #eriksa kondisi key 2ay, poros dan ukur diameter poros di daerah impeller serta catat datanya.

0esuaikan clearance antara poros dengan impeller sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya. $learance yang terlampau besar akan memberikan peluang menumpuknya kotoran yang menyebabkan impeller susah dibuka.

#eriksa poros pada daerah impeller terhadap beban radial dengan menggunakan dial indicator.

% #eriksa secara "isual, ukur dan catat kondisi 2ear ring  ( impeller hub C casing cover ). #erhatikan apakah clearance dari wear ring tersebut masih memenuhi spesifikasi, apabila sudah melebihi batas maksimum yang diijinkan maka ganti wear ring.

% 3epas coupling dengan penarik yang cocok. !etode panas juga dapat digunakan apabila coupling susah dilepas.

#eriksa kondisi poros daerah coupling , key  dan key 2ay  apakah ada kerusakan,. anti apabila ada bagian%bagian yang rusak.

$oupling yang kendor akan menyebabkan timbulnya getaran yang dapat merusakkan  bearing dan seal.

% &eri tanda antara bearing bracket   dengan casing cover . 3epas baut  seal flange  atau  packing  dari stuffing bo' kemudian lepas bearing bracket  dan lepas  mechanical seal  atau  packing .

% #eriksa, ukur, dan catat kondisi stuffing bo'. %hroat bushing  yang aus dapat memberikan akibat yang buruk pada mechanical seal .

#eriksa sekitar bibir lubang  stuffing bo', keausan pada daerah ini dapat mengakibatkan flange yang dipasang tidak pada pusatnya.

(22)

% &ersihkan  shaft sleeve, periksa dan ukur runoutnya. anti  shaft sleeve  apabila sudah melebihi toleransi yang diijinkan. 0ecara umum toleransi maksimum runout shaft sleeve adalah *.**L 4 *.**L ( lebih tepatnya disesuaikan dengan spesifikasi dari pabrik  pembuatnya ).

unout yang terlampau besar akan menyebabkan bocornya mechanical seal . 3epas dan bersihkan shaft sleeve.

% &ersihkan dan periksa kondisi mechanical seal .

% &ersihkan dan ukurlah runout pada kedua bagian impeller dan ujung coupling.

Umumnya toleransi maksimum runout pada daerah ini adalah *.**L 4 *.**1L atau lihat  buku panduan dari pabrik. $atat datanya.

% 3epas dan bersihkan oil deflector . anti bila perlu. % 3epas shaft  dari bearing bracket .

% &ersihkan, periksa, dan catat kondisi bearing housing .

% 3epas bearing, periksa, dan catat kondisi bearing. !elepas bearing dapat dilakukan dengan  bantuan puller  ( penarik ) yang sesuai, atau dengan menekan keluar di bawah poros tekan.

!etode apapun yang digunakan, poros harus dilindungi dengan sebuah lapisan yang lunak. !elepas bearing dengan puller maupun dengan penekan poros, maka bagian bearing yang mendapat beban harus bagian dalam alur ( Inner Race ).

% &ersihkan, ukur, dan catat kondisi poros di tempat bearing untuk indikasi keausan atau kerusakan lain.

+pabila poros bagian bearing terdapat kerusakan, perbaiki poros atau ganti dengan yang  baru. &egitu juga apabila clearance  atau fit  terhadap bearing sudah di luar toleransi yang

diijinkan.

% &ersihkan, periksa secara "isual, dan catat kondisi poros. #erbaiki atau ganti dengan yang  baru bila ada kelainan.

% Ukur runout dari poros. Untuk mendapatkan ukuran runout yang persis, sebaiknya  pengukuran dilakukan di atas 7 block. #erbaiki atau ganti poros apabila runoutnya sudah melebihi toleransi yang diijinkan ( toleransi maksimum dari runout ditentukan oleh pabrik  pembuatnya ).

% #enggantian komponen%komponen. Ukur dan catat dimensi, clearance dan runout dari wearing.

% #eriksa residual unbalance dari rotor dan koreksi apabila melampui batas toleransi yang diijinkan. Dan catat data yang diperoleh.

(23)

Dengan beberapa kekecualian yang penting pekerjaan pemasangan adalah merupakan kebalikan dari pembongkaran.

% Ukuran poros di tempat bearing dan ukur bearing untuk meyakinkan bahwa bearingyang akan dipergunakan telah sesuai. 3umasi bearing dan pasanglah bearing pada poros.

$atat data yang diperoleh.

!etoda panas sangat dianjurkan didalam pemasangan bearing baik pemanasan dengan minyak panas ataupun dengan induksi listrik. +dapun panasnya tergantung kebutuhan. -arus diingat bahwa untuk pemasangan

=T,,T/S

Utilitas meliputi unit persiapan bahan pembantu dalam proses produksi, seperti

• Unit persiapan air pendingin. • Unit persiapan steam.

• Unit persiapan energi / listrik ( dari #32 ).

#.1 /ir Pendinin

Untuk memenuhi kebutuhan air untuk proses, akan digunakan air tanah dengan kedalaman sekitar ** m dengan debit * lt/det ( < m/jam ) atau B< m/hari. +ir tanah ditampung

 pada bak bersih dan selain digunakan sebagai air pendingin, juga digunakan sebagai keperluan air umpan boiler untuk diolah menjadi steam ( uap air ) yang sangat dibutuhkan sebagai media pemanas ( Heater  ).

Kebutuhan air pendingin <** m/hari ( Sirkulasi  ), dengan make-up 2ater  rata%rata dari

sumur 6 m/jam.

#.2 Steam PoBer Plant ( /ir =mpan &oiler )

Untuk memenuhi kebutuhan steam, air bersih terlebih dahulu dihilangkan kesadahannya ( proses pelunakan ) dengan menggunakan *ation &'changer .

#ada eHchanger, kandungan kation seperti $a dan !g yang akan mengganggu sistem  perpipaan dalam boiler akibat terbentuknya endapan, akan dihilangkan secara pertukaran

dengan kation dari Resin ( 2a% ), yaitu

Ca  <a2>R Ca>R  2 <a

5  <a

(24)

Dengan demikian kandungan katian $a dan !g akan terikat pada esin sebagai !g% dan $a%. esin setelah mendekati jenuh, akan kembali diregenerasi dengan menggunakan  2aF-.

Ca>R  2 <a8 <a2>R  Ca(8)2

5>R  2 <a8 <a2>R  5(8)2

Dari proses regenerasi tersebut, air yang mengandung soda serta kation calsium dan magnesium dibuang sebagai air limbah dengan debit rata%rata 1, m/jam.

+ir yang telah bebas dari mineral ( Demin #ater ), penyebab terbentuknya kerak di dalam ketel uap ( Boiler  ) dipompa ke ketel uap ( Boiler  ) sebagai umpan boiler ( !eed #ater ) untuk diolah menjadi steam ( uap air ) dengan kapasitas <,* m/jam.

Untuk menghindari peningkatan kotoran dalam demin 2ater  karena bercampur dengan air kondensat dari proses ( air terkondensasi ), secara berkala boiler di blo2 sehingga terbntuk air limbah dengan parameter utama antara lain temperatur dengan debit rata%rata  m/jam.

Steam0 neri dan "as

0ecara keseluruhan steam, energi serta natural gas yang dibutuhkan untuk setiap unit  proses, ditunjukan pada table .

Descript. Steam, kg/h Energy, Kw Nat. Gas, Nm.c/h

"lendin# 53! 14!  $ddit%st 13! 1!! "lend&'illin# 4!! 33! (emi )%plant *oolin# t) +ainli#htin# 5! nterm, oil 39! 1! -asoil&asph 9! 1!! "ase oil st 4!! 14! ./dro0 3!! 4!! 25! trippin# 2!! 2! re'lash 12! 1!! T($ 295 4!! 25!  $ir *omp 2!! team-en 3!! !! *hemialst 55! aterTreat 23! ninerator 13! 1! Tabel #.1

(25)

P<"8//< ,5&/

#'. +lp #etro :ndustry melaksanakan pengelolahan terhadap lingkungan di area pabrik itu sendiri maupun pada area disekitar pabrik. 3ingkungan yang dikelola mencakup tiga aspek, yaitu  lingkungan fisik%kimia, lingkungan biologi dan lingkungan sosekbud.

$.1 inkunan 7isik>Kimia $.1.1 Kualitas =dara

Kualitas udara di area pabrik dan sekitarnya dipengaruhi oleh gas yang timbul dari akti"itas produksi. as ini berasal dari proses produksi serta penguapan dari tangki  penyimpanan minyak. Gasilitas yang digunakan dalam pengelolahan limbah gas antara

lain 

a. :ncenerator.

:ncenerator ini digunakan untuk membakar gas yang bersifat "olatil. &iasanya gas yang timbul dari tangki penampungan ( ,sed il Storage,  Intermediate Storage, #aste #ater Storage, /asoil Storage,  Asphalt Storage  dan Dehydrated Storage ), barometeric separator , condensor separator  dan dryer receiver  disalurkan ke 2ater  seal  ( D%6* ). as yang tidak larut dalam air ( D%6* ) ini akan dialirkan ke blo2do2n ( D% ) dan selanjutnya dibakar di incenerator. 0elain itu, gas dari unit -DG dan unit 0I0 ini juga dibakar di incenerator yang sebelumnya dilewatkan pada  purge knock out do2n  ( D%* dan D%*1 ). :ncenerator yang dibangun dengan

ketinggian ,A m ini terbagi dalam tiga bagian, yaitu

• $ombustion $hamber ( <,1 m ).

#ada combustion chamber ini terjadi pembakaran dengan temperatur antara B**

*$ 4 1** *$. Untuk menaikkan temperatur agar mencapai kisaran tersebut,

 pembakaran dibantu dengan natural gas. 0ementara oksigen yang diperlukan untuk  pembakaran disuplay dari udara melalui blower K%*. Dengan suhu tinggi -10,

 2-, -$ serta organic chlorinate diharapkan teroksidasi 0F1, 2F1, $F1, dan $l1.

(26)

 ost combustion chamber  merupakan ujung atau akhir dari combustion chamber.

• 0tack ( B m ).

Stack  atau cerobong merupakan sarana pembuangan gas.

 b. Glare.

 !lare dibangun dengan ketinggian 1B, m dan temperatur pembakaran sekitar **

*$. Di ujung flare terdapat api yang selalu menyala untuk membakar gas%gas yang

 bersifat mudah terbakar seperti gas yang berasal dari ammonia tank , dryer , preheater e'changer , heater e'changer , flash to2er , colaescer , %DA vacum to2er , pumparound e'changer , dan gas cooler e'changer . 'etapi gas tersebut terlebih dahulu dialirkan ke  blowdown ( D%1 ) sebelum dibakar pada flare.

 Hasil engelolahan+

-asil pengelolahan dapat diketahui melalui pengukuran kualitas udara, baik pada sumber emisi maupun pada embien yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

$.1.2 idroloi

Kualitas air permukaan ( sungai atau badan air penerima ) dipengaruhi oleh kualitas limbah cair yang dibuang. #engelolahan limbah cair yang dilakukan berdasarkan atas sumber serta kualitas limbah cair yang dikelola, antara lain 

• 3imbah yang berasal dari limpasan air hujan dari halaman kantor, tempat

 parkir, jalan serta atap bangunan dialirkan ke saluran drainase dan kemudian dibuang ke badan air penerima terdekat melalui empat lokasi pematusan. #ada sistem drainase ini dilengkapi dengan trap untuk menangkap kemungkinan adanya minyak yang terbawa aliran, sehingga badan air penerima tidak terkontaminasi oleh minyak. &angunan penangkap minyak ini dipasang pada setiap lokasi pemantusan dan seluruhnya berjumlah empat unit.

• 3imbah cair yang bersumber dari limpasan air hujan pada area yang

kemungkinan berpotensi mengandung ceceran minyak antara lain berasal dari area  plant, utilitas, pompa, dan unloading used oil akan dialirkan melalui perpipaan menuju +#: separator. Kemudian limbah cair ini akan dialirkan ke e0uali3ation tank ( 'K%B ) untuk diolah pada unit pengelolahan selanjutnya. +#: separator ini juga menampung limbah cair dari utility station, bekas regenerasi resin serta blo2do2n cooling 2ater system dan boiler .

(27)

• 3imbah sanitasi yang berasal dari toilet dan dapur ( bersifat organik ) ini akan

dialirkan ke  septic tank , kemudian effluent nya dialirkan ke aeration tank   dan di dalam aeration tank terjadi pengelolahan secara biologi menggunakan lumpur aktif. +ir yang keluar dari unit ini dibuang ke badan air penerima.

• 3imbah cair yang berasal dari proses preflash, 'D+ dan -DG ditampung

 pada 2aste 2ater tank  ( 'K%6 ) yang berkapasitas ** m. Dari tangki tersebut

dialirkan ke 0I0 untuk dilakukan pengelolahan pendahuluan ( re %reatment ), kamudian masuk ke e?ualiMation tank. Disini terjadi pencampuran antara limbah cair dari Sour #ater Stripper  dan +#: separator. 3imbah cair dari e?ualiMation tank selanjutnya akan diolah pada rimary %reatment , Secondary %reatment  dan %ertiary %reatment .

Untuk limbah padat yang berubah sludge dari filter press dan sludge minyak ( berasal dari penyaringan used oil ) dalam basket stainer ditampung di dalam drum dan ditutup rapat. Dan selanjutnya, secara periodik dikirim ke ##3: $ileungsi%&ogor, karena sludge tersebut mengandung bahan berbahaya dan beracun. Untuk memantau kualitas air tanah dangkal, #'. +lp #etro :ndustry membuat sumur pantau, sehingga apabila terjadi kontaminasi pada air dangkal akan dapat diketahui dan langsung mendapatkan  penanganan secepat mungkin.

$.1.2.1 =nit Penelolahan imbah cair a. +#: separator.

• &erfungsi untuk memisahkan oli dengan air limbah yang berasal dari bekas

 pencucian dari unit filter , blo2do2n  dan cooling to2er system, blo2do2n  dari  steam boiler , air hujan dan tumpahan oli ( il Rain #ater ).

• Fperasi 0etiap hari limbah dipompa ke 'K%B.

 b. 0I0 ( Sour #ater Stripper ).

• &erfungsi untuk mengeliminasi gas%gas -10, 2-, -$ dalam limbah cair

dengan cara memanaskan hingga 1*$ dan diinjeksikan pula 2aF- pada dasar

kolom untuk menaikkan p-.

• Fperasi % as -10, 2-, -$ yang menguap dialirkan ke incenerator.

% 3imbah cair dialirkan ke e?ualiMation tank. c. 5?ualiMation 'ank ( hysical %reatment  ).

(28)

• &erfungsi untuk meratakan konsentrasi polutan yang masuk dari 0I0 dan

+#:. Dengan adanya ekualitas ini diharapkan debit yang masuk ke proses tidak  berfluktasi dan dapat diatur konstan.

• Fperasi +ir limbah dalam bak ekualisasi tidak boleh dipompa habis agar

sisanya dapat menghomogenkan air limbah yang baru. d. Fil $oalescing 0eparator ( F$0 ).

• &erfungsi untuk mengendapkan partikel diskrit dan dapat memisahkan oli

dengan air.

e. Fil Decant 'ank.

• &erfungsi untuk menampung oli yang sudah dipisahkan dari air.

f . $hemical !iH 'ank ( Chemical %reatment ).

• &erfungsi untuk menggabungkan partikel koloid sehingga membentuk

 partikel yang lebih besar ukurannya.dengan menambahkan koagulan  dan  flokulan.

• Fperasi % Koagulasi  p- diatur A, sesuai dengan hasil percobaan "ar %est ,

 pengadukan cepat dan pengecekan persediaan koagulan.

% Glokulasi  pengadukan lambat, pengecekan flok  yang terbentuk. g. Dissol"ed +ir Gloatation ( D+G ).

• &erfungsi untuk memisahkan flok yang terbentuk dari chemical miH tank

dengan pengapungan ( !loatation ).

• Fperasi % Udara yang ditambahkan tekanannya tidak boleh terlalu besar, agar

flok tidak pecah.

% !enambahkan polimer untuk memperkuat ikatan antara flok% floknya agar tidak mudah pecah.

h. 2eutraliMation ( Chemical %reatment ).

• &erfungsi untuk mengkondisikan agar p- air limbah netral atau sesuai untuk

 proses biologi aerob.

• Fperasi % $ross check p-.

% $heck persediaan 2aF-. % $heck pompa dosing 2aF-. % Kalibrasi elektroda.

% $heck I3$ pompa bak netralisasi. i. +eration 'ank ( Biological %reatment ).

(29)

• .&erfungsi sebagai tempat terjadinya pengelolahan atau penguraian bahan

organik dalam air limbah secara biologi aerob.

• Fperasi % 0uplay air limbah harus kontinyu selama 16 jam/hari.

% Dissol"ed oksigen di bak aerasi minimal 1 mg/liter. % p- netral ( <, 4 B, ) dan p- optimal ( A,1 4 A, ).

% eturn sludge dilakukan secara kontinyu sebesar ** E jika !300 kurang dari ** mg/liter.

% +danya suplay oksigen murni.  j. $larifier.

•  &erfungsi untuk memisahkan atau mengendapkan lumpur biologi.

• Fperasi  0emua lumpur biologi yang mengendap dikembalikan ke bak

aerasi.

k. 0ludge &lending.

• &erfungsi sebagai tempat mencampur dan menampung lumpur dari Dissol"ed

+ir Gloatation ( D+G ) dan dari Fil $oalescing 0eparator ( F$0 ).

• Fperasi 0egera dialirkan ke sludge thickener agar waktu tinggal tidak terlalu

lama untuk menghindari fase anaerob, sehingga tidak menimbulkan  bau.

l. 0ludge 'hickener.

• &erfungsi untuk memekatkan lumpur agar konsentrasi lumpur lebih tinggi. • Fperasi % 0etelah waktu proses tercapai, segera dipress agar tidak bau.

% 0upernatantnya dimasukkan dalam unit netraliasi. m. Gilter #ress ( hysical %reatment  ).

• &erfungsi untuk memadatkan lumpur dengan mengurangi kandungan air

dalam lumpur.

• Fperasi % 0etelah kering, sludge ditampung dalam lumpur dan ditutup rapat.

% Giltrat dimasukkan dalam aeration tank. n. Gilter Geed $hamber.

• &erfungsi sebagai tempat penampungan effluent dari unit clarifier.

o. 0and and $arbon Gilter ( hysical %reatment  ).

• &erfungsi untuk menyaring padatan ( Suspened Solid  ) atau partikel yang

tidak dapat mengendap.

• Fperasi Dilakukan back2ash secara kontinyu.

(30)

• &erfungsi untuk memantau kualitas effluent sebelum dibuang ke lingkungan

dengan menggunakan ikan dan tanaman air atau lumut dalam fish pond  tersebut.  Hasil engelolahan+

3impasan air hujan yang masuk ke perairan telah bebas bahan pencemar ( minyak ), sehingga tidak menyebabkan pencemaran air. 0ementara kualitas effluent  :#+3 terutama untuk nilai &FD dan $FD melebihi baku mutu. Fleh karena itu, telah dilakukan  pengamatan secara seksama ( selama satu bulan ) dan tindakan penanggulangan.

&ila berdasarkan pengamatan skala laboratorium, $FD dalam effluent nanti ; A* ppm. Untuk mengetahui hasil pengelolahan secara kuantitatif, dilakukan pemeriksaan secara  periodik oleh &'K3 0urabaya terhadap kualitas limbah cair ( sebulan sekali ), kualitas air  pada sumur pantau ( tiga bulan sekali ) serta badan air penerima ( enam bulan sekali ).

#emeriksaan kualitas limbah cair oleh #'. +lp #etro :ndustry dilakukan setiap hari.

$.2 inunan &ioloi

#engelolahan lingkungan dilakukan dengan menambah keanekaragaman flora di lokasi  pabrik, dimana pada lahan kosong di sekeliling bangunan kantor ditanami bermacam% macam tanaman hias. 0ementara pada lahan kosong disebelah selatan pabrik ( dekat :#+3 ), ditanami pohon jambu, kersen, belimbing, mangga, serta rumput. 3ahan kosong disebelah tenggara pabrik juga ditanami beberapa pohon pisang. #ohon bambu ditanam disepanjang batas sebelah selatan dan tenggara pabrik. #emeliharaan dilakukan dengan cara menyiram tanaman setiap hari serta memotong rumput secara berkala.

 Hasil engelolahan+

'anaman yang ditanam selain menambah nilai estetika, juga mampu mengurangi limpasan air hujan dan laju erosi.

$.3 inkunan S8SK&=+

#engelolahan lingkungan pabrik ditekankan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar pabrik. &eberapa upaya yang telah dilakukan #'. +lp #etro :ndustry, diantaranya adalah

• !engeliminasi bau melalui

% #erbaikan teknis sesuai saran tim audit lingkungan % !engganti pemakaian blower dengan oksigen murni

• !emberikan bantuan untuk pembangunan kantor desa 3egok 

• !enanggapi dengan baik setiap ada laporan bau, yaitu dengan mengecek ke lokasi

(31)

• !engadakan pertemuan rutin dengan masyarakat sekitar untuk menampung saran%saran

maupun kritik   Hasil engelolahan+

Grekuensi kejadian bau sudah banyak berkurang. -ubungan dengan masyarakat telah lebih baik, sehingga setiap ada permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah.

KS/T/< +/< KS/5/T/< KRJ/

Keselamatan kerja merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja. Gaktor%faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja antara lain   Human &ror  , lingkungan kerja, dan peralatan yang ada. Upaya yang dilakukan  perusahaan untuk mengatasi kecelakaan kerja yaitu melindungi karyawan dengan cara memberikan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari kecelakaan kerja. Untuk itu para karyawan harus bekerja sama dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang mereka laksanakan dengan sebaik%baiknya dan saling mengingatkan serta meningkatkan kewaspadaan mereka.

Dalam UU 2o.  'ahun A*, dijelaskan tujuan dari Keselamatan Kerja adalah

. &ahwa setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta  produkti"itas nasional.

1. &ahwa setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu jaminan pula keselamatannya.

. &ahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien. +gar upaya Keselamatan Kerja di dalam suatu perusahaan dapat tercapai, maka diharapkan kepada seluruh karyawan untuk menaati semua ketentuan dan peraturan yang ada.

%.1 Kebi4akan PT. /lp Petro ,ndutr6 terhadap Keselamatan Ker4a dan Penceahan Kebakaran

#erusahaan akan selalu memelihara semangat terhadap program Keselamatan Kerja dan #encegahan Kebakaran, serta melindungi karyawan dengan cara memberikan lingkungan kerja yang aman, untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan kerja sama

(32)

yang erat dari masing%masing karyawan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan kerja yang aman dan memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

+dapun tujuan perusahaan dalam pelaksanaan Keselamatan Kerja dan #encegahan Kebakaran adalah mengurangi jumlah kecelakaan atau kejadian yang merugikan jiwa dan harta benda. #erusahaan tidak hanya melihat Keselamatan Kerja dan #encegahan Kebakaran hanya sebagai fungsi pembantu saja, tetapi juga sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan dari setiap akti"itas  perusahaan serta mendapat prioritas yang sama dengan produksi.

%.2 Proram>Proram Keselamatan Ker4a

Untuk meningkatkan kesadaran karyawan dalam mencapai keberhasilan penerapan keselamatan kerja, antara lain 

a. Diskusi keselamatan kerja di lokasi tempat kerja yang diikuti oleh bagian%bagian yang ada di lingkungan perusahaan.

 b. 0logan dan poster tentang keselamatan kerja.

c.  Safety %alk  L atau pesan%pesan keselamatan kerja.

d. !enempatkan titik pertemuan jika terjadi keadaan darurat, misalnya dengan menentukan tempat%tempat pertemuan  7eeting oint L.

e. !elakukan pelatihan%pelatihan tentang keselamatan kerja kepada seluruh karyawan  perusahaan demi meningkatkan ketrampilan serta meningkatkan kembali tentang  prosedur penggunaan peralatan pemadam kebakaran.

#engaturan pelaksanaan untuk pelatihan ini telah diatur sesuai dengan schedule, yaitu meliputi 

. 3atihan mempergunakan alat pemadam api ringan, berupa   Dry Chemical  o2der L, +G%, dan busa atau !oam.

1. 3atihan penyelamatan jika terjadi keadaan darurat, misalkan lari menuju ke tempat  7eeting oint  L pada masing%masing bagian.

. 3atihan pemadam kebakaran beregu.

%.3 /lat Pelindun

a. +lat pelindung telinga.

+lat pelindung pendengaran harus dipakai oleh pekerja pada daerah yang dipasang tanda peringatan adanya tingkat kebisingan yang berlebihan.

(33)

 b. +lat pelindung mata.

Kaca mata tahan benturan pada pelindung muka harus dipakai ketika melakukan kegiatan yang mengandung bahaya terhadap mata yang berasal dari serpihan atau hamburan partikel.

c. +lat pelindung kepala.

'opi keselamatan harus selalu dipakai oleh para karyawan, tamu, dan kontraktor bila  berada di lapangan, instasi, dan setiap lokasi yang mengundang bahaya cedera kepala. d. +lat pelindung kaki.

0epatu yang bagus dan kuat harus dipakai jika berada di lapangan, instansi atau yang memungkinkan cedera pada kaki. Dianjurkan memakai sepatu keselamatan kerja yang  berujung baja dan kuat.

e. +lat pelindung tangan.

#emakaian sarung tangan akan mencegah terjadinya luka akibat bergesekan dengan  benda%benda kasar atau Mat%Mat kimia yang keras.

f. +lat pelindung pernapasan.

+lat pernapasan harus selalu dipakai jika bekerja di tempat yang dicemari oleh debu, kabut, gas, asap, dan uap yang berbahaya.

g. 0abuk pengaman.

#ada waktu berada di atas  meter dari permukaan tanah, pekerja harus mengenakan sabuk panjat / tali pinggang.

%.! ,4in Ker4a

:jin kerja adalah tanda bukti tertulis yang resmi juga menunjukan tindakan pencegahan minimal dan bahaya yang harus dikontrol untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. :jin kerja ditandatangani oleh tiga Departemen, yaitu 

. +rea $ustodian. 1. !aintenance. . Gire and 0afety.

%.!.1 Jenis>4enis ,4in Ker4a

. :jin kerja untuk pekerjaan panas ( Hot #ork ermit  ).

0urat ijin kerja ini terdiri dari tiga rangkap dan berwarna merah. :jin kerja ini untuk  pekerjaan yang menimbulkan perciakan api, seperti

• #engelasan dan pemotongan. • 0and &lasting.

(34)

• #engeboran baja. • !enggerinda.

• #eralatan yang menimbulkan percikan api.

1. :jin kerja untuk pekerjaan dingin ( Cold #ork ermit  ).

0urat ijin kerja ini terdiri dari tiga rangkap dan berwarna hijau. :jin kerja ini untuk  pekerjaan yang tidak menimbulkan percikan api, seperti

• #engecetan.

• #embersihan filter.

• !elepas dan memasang "al"e. • #emeliharaan peralatan.

. :jin kerja untuk masuk ke dalam bejana dan ruang tertutup . (assel Confined Space  &ntry ermit ).

0urat ijin kerja ini terdiri dari tiga rangkap dan berwarna putih. :jin kerja ini untuk melakukan pekerjaan pemeriksaan dan perbaikan di dalam ruang terbatas ( tangki dan "essel ).

6. :jin kerja penggalian ( &'cavation / Digging ermit  ).

0urat ijin kerja ini terdiri dari empat rangkap dan berwarna putih, serta harus meminta  persetujuan dari electric section. :jin kerja ini untuk melakukan pekerjaan seperti 

• 0emua kegiatan penggalian di lingkuang pabrik.

• !enggali tanah untuk keperluan lain yang diperkirakan di dalam tanah terdapat

kabel%kabel listrik.

• !embuat saluran%saluran baru di dalam lingkungan pabrik. • #embongkaran lantai bangunan.

. :jin kerja untuk pekerjaan listrik ( &lectric Isolation ermit  ).

0urat ijin kerja ini terdiri dari tiga rangkap dan berwarna putih. :jin kerja ini untuk melakukan pekerjaan seperti 

• !elakukan perbaikan / pemeliharan 'rafo.

• !elakukan perbaikan / pemeliharan !otor $ontrol $enter.

• !elakukan perbaikan / pemeliharan kabel listrik di bawah tanah. • !elakukan perbaikan / pemeliharan motor%motor listrik.

• !elakukan perbaikan / pemeliharan instalasi listrik.

(35)

• 0urat ijin kerja adalah surat bukti yang mengijinkan pekerjaan konstruksi, pemeriksaan,

inspeksi, dan lain%lain.

• 0urat ijin kerja adalah tanda bukti tertulis resmi yang digunakan untuk menunjukan

tindakan pencegahan minimal yang dilakukan dan bahaya%bahaya yang harus dikontrol.

%.!.3 Pembatalan ,4in Ker4a

• &ila penerima ijin kerja tidak menghiraukan syarat%syarat yang telah ditentukan, maka

 para petugas akan membatalkan ijin kerja tersebut dan melaporkan kepada atasan yang  berwenang.

• &ila terjadi keadaan darurat, semua ijin kerja yang berlaku pada saat itu akan dibatalkan

semua.

• &ila ijin kerja sudah dibatalkan, ijin kerja tersebut harus diperbaharui lagi.

%.# Penceahan Kebakaran dan Sistem Pendeteksi

%.#.1 Klasi:ikasi Kebakaran dan 5edia Pemadam Kebakaran . Kelas +.

Kebakaran yang menyangkut benda%benda padat yang mudah terbakar, misalnya kayu, kain, karet, dan plastik.

!edia pemadam air, busa, Dry Chemical o2der , +G%. 1. Kelas &.

Kebakaran yang menyangkut bahan cair yang mudah terbakar, misalnya bensin, gasolin, minyak.

. Kelas $.

Kebakaran yang menyangkut peralatan bermuatan listrik, misalnya alat elektrik yang mempunyai energi, termasuk mesin.

6. Kelas D.

Kebakaran yang menyangkut bahan bakar logam kebakaran khusus.

%.#.2 =pa6a Penulanan &aha6a dan Sistem Pendeteksi

Upaya yang dilakukan oleh #'. +lp #etro :ndustry dalam mendeteksi kebakaran . 0moke Detector.

#endeteksi ini bekerja untuk mendeteksi adanya asap disekitar ruangan yang bisa menghidupkan alarm bell.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, studi ini bertujuan untuk m enganalisis karakteristik parkir berupa, kapasitas parkir, akumulasi parkir, durasi parkir,

Gain (Peningkatan) Hasil Belajar Geografi Pada Kelas yang Diberi Perlakuan Model Pembelajaran Kolaborasi (Collaborative Learning) antara Team Games Tournament (TGT) dan

Yayasan Pintu Hijrah memberikan layanan program rehabilitasi yang komprehensif, terdiri dari program medis, psikososial, keagamaan. Selain itu program rehabilitasi

[r]

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan-penjelasan di atas bahwasanya fenomena mengenai kasus Bank Century mempengaruhi komunikasi politik Presiden Susilo Bambang

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa PT.X telah menerapkan SMM berdasarkan Standar ISO 9001:2008, melalui manual mutu, peta proses bisnis,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh densitas dari inti proyektil baja standar Pindad dan WC – 8Co terhadap performa penetrasi amunisi kaliber

Pekerjaan yang dilakukan Praktikan selama melaksanakan PKL adalah menghitung rasio laporan keuangan milik lini bisnis perusahaan, mencatat jurnal umum, menyusun