• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEBUTUHAN PEGAWAI PUSKESMAS PB.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA KEBUTUHAN PEGAWAI PUSKESMAS PB.docx"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

 ANALISIS KEBUTUHAN PEGAWAI

 ANALISIS KEBUTUHAN PEGAWAI

I.

I.

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Kebutuhan

Kebutuhan pegawai pegawai baik baik di lingkdi lingkungan ungan Dinas PemerintaDinas Pemerintahan khususnya han khususnya di UPTdi UPT Puskesmas Pasar Baru akan selalu bertambah seiring berkembangnya institusi yang Puskesmas Pasar Baru akan selalu bertambah seiring berkembangnya institusi yang menaungi. Perkembangan institusi ini tak pelak membutuhkan pegawai baru yang menaungi. Perkembangan institusi ini tak pelak membutuhkan pegawai baru yang mengisi unit bagian yang semakin banyak. Untuk merekrut pegawai baru, ada mengisi unit bagian yang semakin banyak. Untuk merekrut pegawai baru, ada beberapa hal yang harus

beberapa hal yang harus dicermati mengenai analisis analisis kebutuhan pegawai.dicermati mengenai analisis analisis kebutuhan pegawai.

 Analisis

 Analisis kebutuhan kebutuhan pegawai pegawai merupakan merupakan dasar dasar bagi bagi penyusunan penyusunan formasi. formasi. AnalisisAnalisis kebutuhan pegawai adalah suatu proses perhitungan secara logis dan teratur dari kebutuhan pegawai adalah suatu proses perhitungan secara logis dan teratur dari segala dasar-dasar/faktor-faktor yang ditentukan untuk dapat menentukan jumlah segala dasar-dasar/faktor-faktor yang ditentukan untuk dapat menentukan jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan oleh suatu satuan dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan oleh suatu satuan organisasi negara untuk mampu melaksanakan tugasnya secara berdayaguna, organisasi negara untuk mampu melaksanakan tugasnya secara berdayaguna, berhasil guna dan berkelanjutan Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan:

berhasil guna dan berkelanjutan Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan:

a. Jenis Pekerjaan  a. Jenis Pekerjaan 

Jenis pekerjaan adalah macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu Jenis pekerjaan adalah macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu satuan organisasi dalam melaksanakan tugas pokoknya, misalnya pekerjaan sebagai satuan organisasi dalam melaksanakan tugas pokoknya, misalnya pekerjaan sebagai tenaga medis, tenaga paramedis, tenaga kesehatan nonparamedis, tenaga tenaga medis, tenaga paramedis, tenaga kesehatan nonparamedis, tenaga administrasi, tenaga penyuluh, tenaga kebersihan , tenaga keamanan dan

administrasi, tenaga penyuluh, tenaga kebersihan , tenaga keamanan dan lain-lain.lain-lain.

b. Sifat Pekerjaan b. Sifat Pekerjaan

Sifat pekerjaan adalah pekerjaan yang berpengaruh dalam penetapan formasi, yaitu Sifat pekerjaan adalah pekerjaan yang berpengaruh dalam penetapan formasi, yaitu sifat pekerjaan yang ditinjau dari sudut waktu untuk melaksanakan pekerjaan itu. sifat pekerjaan yang ditinjau dari sudut waktu untuk melaksanakan pekerjaan itu.  Ada pekerjaan-pekerjaan yang

 Ada pekerjaan-pekerjaan yang cukup dilaksanakan cukup dilaksanakan selama jam selama jam kerja skerja saja, misalnyaaja, misalnya pekerjaan tata usaha, tetapi ada pula pekerjaan yang harus dilakukan selama 24 pekerjaan tata usaha, tetapi ada pula pekerjaan yang harus dilakukan selama 24  jam

 jam penuh, penuh, misalnya misalnya pemadam pemadam kebakaran, kebakaran, tenaga tenaga medis medis dan dan para para medis medis didi rumahrumah sakit pemerintah.

(2)

c. Perkiraan Beban Kerja c. Perkiraan Beban Kerja

frekuensi rata-rata dari masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. frekuensi rata-rata dari masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.

d. Perkiraan Kapasitas Pegawai d. Perkiraan Kapasitas Pegawai  Adalah

 Adalah kemampuan kemampuan rata-rata rata-rata seorang seorang pegawai pegawai untuk untuk menyelesaikan menyelesaikan suatu suatu jenisjenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Perkiraan beban kerja dan prakiraan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Perkiraan beban kerja dan prakiraan kapasitas kerja diperlukan untuk

kapasitas kerja diperlukan untuk masing-masing jenis pekerjaan.masing-masing jenis pekerjaan.

e. Jenjang dan Jumlah Jabatan serta

e. Jenjang dan Jumlah Jabatan serta Pangkat,Pangkat,

Penentuan jenjang, jumlah jabatan dan pangkat dalam suatu organisasi harus Penentuan jenjang, jumlah jabatan dan pangkat dalam suatu organisasi harus ditinjau dari sudut keseluruhan organisasi dan tidak ditinjau per unit organisasi. ditinjau dari sudut keseluruhan organisasi dan tidak ditinjau per unit organisasi. Penentuan susunan pangkat merupakan satu

Penentuan susunan pangkat merupakan satu syarat mutlak untuk dipelihara dengansyarat mutlak untuk dipelihara dengan baik dalam suatu organisasi.

baik dalam suatu organisasi.

f. Analisis Jabatan  f. Analisis Jabatan   Analisis

 Analisis kebutuhan kebutuhan pegawai pegawai dapat dapat diperoleh diperoleh melalui melalui analisis analisis jabatan jabatan untukuntuk mengetahui secara konkrit jumlah dan kualifikasi pegawai yang dibutuhkan oleh mengetahui secara konkrit jumlah dan kualifikasi pegawai yang dibutuhkan oleh suatu unit organisasi untuk mampu melaksanakan tugasnya secara berdayaguna, suatu unit organisasi untuk mampu melaksanakan tugasnya secara berdayaguna, berhasilguna, dan berkesinambungan. Analisis jabatan adalah suatu kegiatan berhasilguna, dan berkesinambungan. Analisis jabatan adalah suatu kegiatan mengumpulkan, menilai, dan mengorganisasikan informasi tentang jabatan.

mengumpulkan, menilai, dan mengorganisasikan informasi tentang jabatan.

g. Prinsip pelaksanaan pekerjaan g. Prinsip pelaksanaan pekerjaan

Prinsip pelaksanaan pekerjaan sangat besar pengaruhnya dalam menentukan Prinsip pelaksanaan pekerjaan sangat besar pengaruhnya dalam menentukan formasi pegawai. Misalnya, apabila pekerjaan membersihkan ruangan

formasi pegawai. Misalnya, apabila pekerjaan membersihkan ruangan atau merawatatau merawat pekarangan harus dikerjakan sendiri oleh satuan organisasi yang bersangkutan, pekarangan harus dikerjakan sendiri oleh satuan organisasi yang bersangkutan, maka harus diangkat pegawai untuk pekerjaan-pekerjaan itu, akan tetapi kalau maka harus diangkat pegawai untuk pekerjaan-pekerjaan itu, akan tetapi kalau pekerjaan membersihkan ruangan dan merawat pekarangan diborongkan kepada pekerjaan membersihkan ruangan dan merawat pekarangan diborongkan kepada pihak ketiga, maka tidak perlu mengangkat pegawai untuk pekerjaan

pihak ketiga, maka tidak perlu mengangkat pegawai untuk pekerjaan itu.itu.

h. Peralatan yang tersedia h. Peralatan yang tersedia

Peralatan yang tersedia atau yang diperkirakan akan tersedia dalam menyelesaikan Peralatan yang tersedia atau yang diperkirakan akan tersedia dalam menyelesaikan

(3)

diperlukan. Pada umumnya makin tinggi mutu peralatan kerja yang ada dan tersedia diperlukan. Pada umumnya makin tinggi mutu peralatan kerja yang ada dan tersedia dalam jumlah yang memadai akan mengurangi jumlah

dalam jumlah yang memadai akan mengurangi jumlah pegawai yang diperlukan.pegawai yang diperlukan.

i. Kemampuan Keuangan Negara/ Daerah i. Kemampuan Keuangan Negara/ Daerah

Faktor kemampuan keuangan negara adalah faktor penting yang selalu harus Faktor kemampuan keuangan negara adalah faktor penting yang selalu harus diperhatikan dalam penentuan formasi Pegawai NegeriSipil. Walaupun penyusunan diperhatikan dalam penentuan formasi Pegawai NegeriSipil. Walaupun penyusunan formasi telah sejauh mungkin ditetapkan berdasarkan analisis kebutuhan pegawai formasi telah sejauh mungkin ditetapkan berdasarkan analisis kebutuhan pegawai seperti diuraikan terdahulu, akan tetapi a

seperti diuraikan terdahulu, akan tetapi apabila kemampuan keuangan negara masihpabila kemampuan keuangan negara masih terbatas, maka penyusunan formasi tetap harus didasarkan kemampuan keuangan terbatas, maka penyusunan formasi tetap harus didasarkan kemampuan keuangan negara yang tersedia. Meskipun formasi telah disusun secara rasional berdasarkan negara yang tersedia. Meskipun formasi telah disusun secara rasional berdasarkan hasil analisis jabatan dan analisis kebutuhan, realisasinya tetap disesuaikan hasil analisis jabatan dan analisis kebutuhan, realisasinya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

II.

II.

Dasar Hukum

Dasar Hukum

1.

1. Peraturan Pemerintah No.8 tentang Perangkat Daerah;Peraturan Pemerintah No.8 tentang Perangkat Daerah;

2.

2. Keputusan Menkes No. Keputusan Menkes No. 850/MENKES/SK/V850/MENKES/SK/V/2000 tentang Kebijakan/2000 tentang Kebijakan Pengembangan Tenaga Kesehatan tahun 2000

Pengembangan Tenaga Kesehatan tahun 2000  – – 2010; 2010; 3.

3. Keputusan Menkes No. 1277/MENKES/SK/XI/2001 tentang Organisasi danKeputusan Menkes No. 1277/MENKES/SK/XI/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen

Tata Kerja Departemen Kesehatan;Kesehatan;

4.

4. Keputusan Menkes No. 004/MENKES/SK/I/2003 tahun 2003 Keputusan Menkes No. 004/MENKES/SK/I/2003 tahun 2003 tentangtentang Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang

Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan;Kesehatan;

5.

5. Keputusan Menkes No. 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang SPM bidangKeputusan Menkes No. 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang SPM bidang kesehatan di K

kesehatan di Kabupaten/Kotabupaten/Kotaa

6.

6. Keputusan Menkes No. 81/MENKES/SK/I/2004 tentang Pedoman Keputusan Menkes No. 81/MENKES/SK/I/2004 tentang Pedoman perencanaanperencanaan Sumber Daya Manusia kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Sumber Daya Manusia kesehatan di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit;

Rumah Sakit;

7.

(4)

III.Metode Penyusunan Kebutuhan SDM Kesehatan

III.Metode Penyusunan Kebutuhan SDM Kesehatan

Pada dasarnya kebutuhan SDM

Pada dasarnya kebutuhan SDM kesehatan ditentukan berdasarkan Keputusankesehatan ditentukan berdasarkan Keputusan Menkes No

Menkes No 75/MENKES/S75/MENKES/SK/I/2014, di dalam K/I/2014, di dalam lampiran tercantum standarlampiran tercantum standar ketenagaan puskesmas dengan kriteria Puskesmas Kawasan Perkotaan ketenagaan puskesmas dengan kriteria Puskesmas Kawasan Perkotaan NonNon Rawat Inap adalah sebagai berikut :

Rawat Inap adalah sebagai berikut :

NO

NO JENIS TENAGA JENIS TENAGA  SPESIFIKASISPESIFIKASI PENDIDIKAN PENDIDIKAN STANDAR STANDAR KETENAGAAN KETENAGAAN Tenaga Tenaga tersedia tersedia keterangan keterangan 1

1 Dokter Dokter atau atau dokter dokter layananlayanan primer primer S1 -S2 S1 -S2 Kesehatan Kesehatan 1 1 33 2

2 Dokter Dokter Gigi Gigi S1 S1 KesehatanKesehatan 11 11

3 3 PerawatPerawat D3D3 – – S1 S1 Kesehatan Kesehatan 5 5 44 4

4 Perawat Perawat Gigi Gigi D3D3 11 5

5 BidanBidan D3 KebidananD3 Kebidanan 4 4 4 4 D1D1 6

6 Tenaga KesehatanTenaga Kesehatan Masyarakat Masyarakat S1 S1 -Kesehatan Kesehatan 2 2 00 7

7 Tenaga Tenaga kesehatankesehatan lingkungan

lingkungan

D3

D3 Kesling Kesling 1 1 11

8

8 Ahli Ahli TeknologiTeknologi laboratorium Medik laboratorium Medik

D3

D3 Analis Analis 1 1 11

9

9 Teanaga Teanaga GiziGizi D3D3 – – S1 Ahli S1 Ahli Gizi

Gizi

1

1 11

10

10 Tenaga Tenaga Kefarmasian Kefarmasian D3- D3- S1S1

Farmasi Farmasi

1

1 22

11

11 Tenaga Tenaga Administrasi Administrasi D3 D3 UmumUmum 3 3 11

12

(5)

JUMLAH

JUMLAH 22 22 2424

IV.

IV.

Perumusan Masalah

Perumusan Masalah

Profesionalisme PNS belum sepenuhnya terwujud, diantaranya karena: Profesionalisme PNS belum sepenuhnya terwujud, diantaranya karena: 1.

1. Masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi pegawai dengan Masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi pegawai dengan jabatanjabatan yang diduduki.

yang diduduki. 2.

2. Pendistribusian PNS belum mengacu pada kebutuhan belum mengacuPendistribusian PNS belum mengacu pada kebutuhan belum mengacu pada KepMenPAN KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan pada KepMenPAN KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Formasi PNS, menyatakan bahwa tahapan dalam menghitung formasi Formasi PNS, menyatakan bahwa tahapan dalam menghitung formasi pegawai.

pegawai. 3.

3. Kebutuhan standar pegawai di puskesmas perkotaan menurut PermenkesKebutuhan standar pegawai di puskesmas perkotaan menurut Permenkes nomor 75

nomor 75 tahun 2014 tahun 2014 sebanyak sebanyak 22 orang, Puskes22 orang, Puskesmas Pasar mas Pasar Baru Baru adalahadalah salah satu Puskesmas Perkotaan yang ada di Wilayah Kota Tangerang, salah satu Puskesmas Perkotaan yang ada di Wilayah Kota Tangerang, tenaga yang ada sekarang sebanyak 24 orang terdiri dari 16 PNS dan 8 tenaga yang ada sekarang sebanyak 24 orang terdiri dari 16 PNS dan 8 THL ( Dokter Umum, Bidan,Perawat,Penjaga Loket, Petugas kebersihan THL ( Dokter Umum, Bidan,Perawat,Penjaga Loket, Petugas kebersihan Keamanan, dan Sopir), fakta dengan standar yang ada pegawai sudah Keamanan, dan Sopir), fakta dengan standar yang ada pegawai sudah sesuai deng

sesuai dengan stanan standar Permenkedar Permenkes 75 s 75 tahun 20tahun 2014 akan 14 akan tetapi tetapi dengandengan bertambahnya Program di Puskesmas sehingga untuk pemegang program bertambahnya Program di Puskesmas sehingga untuk pemegang program Puskesmas pegawai menduduki jabatan rangkap antara 2-3 program per Puskesmas pegawai menduduki jabatan rangkap antara 2-3 program per orang,serta tidak adanya tenaga Administrasi umum sehingga tenaga orang,serta tidak adanya tenaga Administrasi umum sehingga tenaga fungsinal merangkap menjadi pengelola keuangan

fungsinal merangkap menjadi pengelola keuangan

 V.

 V.

Program Pengembangan Kinerja Pegawai

Program Pengembangan Kinerja Pegawai

 Merencanakan Merencanakan program program pelatihan pelatihan yang yang sesuai sesuai dengandengan kopetensi/spesi

kopetensi/spesifikasi fikasi pendidikan;pendidikan;

 Diikutsertakan dalam sosialisasi/workshop untuk menunjang dalamDiikutsertakan dalam sosialisasi/workshop untuk menunjang dalam pekerjaannya;

pekerjaannya;

 Mengajukan kebutuhan pegawaMengajukan kebutuhan pegawai yang belum i yang belum ada di puskesmasada di puskesmas

 Memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengikutiMemberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengikuti promosi peningkatan jabatan pegawai.

(6)

 VI.

 VI.

Melakukan Monitoring dan Evaluasi Pegawai :

Melakukan Monitoring dan Evaluasi Pegawai :

 Melaksanakan evaluasi dalam jabatan sesuai dengan target kinerjaMelaksanakan evaluasi dalam jabatan sesuai dengan target kinerja dilakukan oleh pegawai yang berkompeten

dilakukan oleh pegawai yang berkompeten

 Untuk mengetahui resiko yang mungkin terjadi dalam lingkungan kerjaUntuk mengetahui resiko yang mungkin terjadi dalam lingkungan kerja terhadap keselamatan dan kesehatan pegawai.

terhadap keselamatan dan kesehatan pegawai.

 Dalam hubungan ketenagakerjaan, dengan mengadakan pertemuanDalam hubungan ketenagakerjaan, dengan mengadakan pertemuan dengan seluruh staf (Staf Meeting, lokakarya mini) secara berkala, dengan dengan seluruh staf (Staf Meeting, lokakarya mini) secara berkala, dengan topik bahasan tentang tanggung jawab dalam jabatannya.

(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Dikutip dari penelitian Hartono tahun 2007 tentang analisis proses perencanaan kebutuhan obat, perhitungan kebutuhan dengan metode konsumsi didasarkan pada konsumsi

Unit penelitian yang penulis ambil di bagian Analisis Rawat inap adalah Analisis Kebutuhan Petugas Analisis Kelengkapan RM dengan Menghitung Beban Kerja

Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa analisa kebutuhan pegawai dengan pendekatan tugas per jabatan memberikan gambaran terhadap jumlah pegawai

Analisis kebutuhan merupakan satu di antara banyak aktivitas kritis pada proses rekayasa kebutuhan perangkat lunak untuk memahami ranah permasalahan dari sistem

Manfaat perencanaan SDM pegawai di masa depan menuntut aanya pimpinan yang secara teratur melakukan proses pengembangan strategi sumber daya manusia pada

 Proses Bisnis adalah Kebijakan, Struktur Organisasi, Sumber Daya dan Aktivitas yang berjalan teratur pada sebuah organisasi... ANALISIS PROSES BISNIS Proses Bisnis Analisis

Jenis Penelitian Penelitian adalah sebuah proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara teratur menurut sistem dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.28 Penelitian