BAB 4 KONSEP DESAIN. Gagasan desain yang baik adalah yang berdaya guna dan sesuai dengan tujuan

Teks penuh

(1)

16 -KONSEP DESAIN

4.1 Landasan Teori / Metode

1. Teori Interpretir Design

Gagasan desain yang baik adalah yang berdaya guna dan sesuai dengan tujuan pembuatan. Menurut Michael Mccoy mengenalkan istilah Interpretir Design yang artinya desain harus mengutamakan aspek psikologis budaya dan akibat-akibat yang ditimbulkan antara interaksi manusia dan produk.

Komunikasi visual dalam kehadirannya sering ditunjang oleh suara, yang pada hakikatnya tugas utama DKV, membawakan pesan sesorang, lembaga ataupun sekelompok masyarakat sebagai bahasa yang efektif dalam menyampaikan pesan. Jadi pemikiran utama yang harus diperhatikan adalah :

 Memahami betul seluk beluk desain

 Memiliki kemampuan menafsir, kecenderungan dan kondisi fisik kelompok yang menjadi sasaran

 Dapat memilih jenis dan gaya bahasa (verbal) yang serasi dengan pesan yang ingin dibawakan dengan tepat (jelas dan mudah diterjemahkan oleh penerima pesan)

(2)

Aspek penting dalam mengemukakan DKV harus dilihat siapa, dimana, dan bagaimana penerima pesan tersebut.

Komunikasi yang dilakukan dapat dilakukan dengan cara-cara selain lisan maupun sebagai berikut :

 Printed matter (media cetak) – monosensorik – mata – one way communication

 Radio (spoken words/naratif) – monosensorik – telinga – one way communication

 TV + Komputer (Audio Visual) – multisensorik – two way communication

Ronnie Lipton, dalam bukunya Design Across Culture

Membahas lintas budaya desain, melihat betapa pentingnya memilah-milah desain verbal (ragam bahasa, gaya penulisan, tema dan pengertian yang didapat) dalam bentuk visual, latar belakang dari cara mendapatkannya dengan disiplin :

 Pendidikan  Tingkah laku

 Ekonomi ( keberuntungan dan kemakmuran)  Kekeluargaan ( interaksi antar kelompok)  Pariwisata

 Musik

(3)

Sekalipun pandangan nilai-nilai diatas dipandang dari sisi orang barat namun kenyataan pandangan tersebut diterapkan di Indonesia.

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan menggunakan visual-visual yang berasal dari budaya Indonesia sendiri, dalam hal ini berupa koleksi-koleksi wayang dari berbagai daerah.

2. Teori Tipografi

Adalah Bauhaus sebuah sekolah seni rupa/desain/arsitektur paling berpengaruh di Eropa. Didirikan oleh Walter Groupis dengan tokoh-tokoh gerakan Avant Garde sebagai pengajar, Bauhaus mendeklarasikan desain modern sebagai integrasi antara seni dan teknologi. Desainer di Bauhaus dilatih untuk terampil sekaligus berpikir fungsional, logis dan efisien. Bauhaus mencita-citakan suatu desain yang bersifat universal. Cita-cita Bauhaus sperti mendapat pemenuhannya pada International Typographic Style. Gaya ini pun berpaham fungsional – rasional dan dimaksudkan untuk dapat diterima secara universal. Sering disebut Swiss Style karena berasal dari Kunstgewerbeschule Zurich dan Basel, Swiss. Merupakan salah satu gerakan desain utama pada abad 20 dan sempat menjadi ‘pakem standar internasional’ dalam desain-desain Corporate ID dan Sign System. International Typographic Style menekankan penggunaan grid matematis dan huruf sans serif serta meniadakan elemen dekoratif yang tidak perlu untuk meningkatkan clarity (kejelasan dari huruf yang digunakan), legibility (kemudahan orang untuk membaca tulisan), hierarchy (urutan dalam

(4)

membaca), dan universality dari sebuah desain. Dengan demikian desain dipercaya menjadi lebih fungsional = lebih komunikatif.

Desain typeface pada pertengahan awal abad 20, terjadi karena terdapat hasrat/daya tarik dari tipografi yang baru menciptakan ‘banjir’ gaya Sans Serif yang berlebihan semasa abad 20an. Sans serif pertama yaitu Johnston’s Railway menginspirasikan terbentuknya seri Gill Sans yang didesain oleh Eric Gill. Keluarga jenis huruf ini yang akhirnya mencakup 14 gaya tidak mempunyai penampilan mekanikal yang luar biasa karena proporsi tangkainya diadopsi dari tradisi roman.

Tipografi merupakan segala sesuatu tentang huruf dengan klasifikasi sebagai berikut:

 huruf serif (huruf berkait), contoh Garamond, Times New Roman, dll  Sans serif (tidak berkait), contoh Helvetica, Arial

 Script (berasal dari tulisan tangan), contoh Lennoscript, Nuptial script  Decorative (semua huruf yang sudah dimodifikasi), contoh Caslon

openface, Danion.

Huruf diukur menggunakan point, 1 point kurang lebih sama dengan 4 mm. Dalam tipografi juga perlu diperhatikan hirarki, komposisi dan legibility (tingkat keterbacaan suatu tulisan).

(5)

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan penggunaan tipografi-tipografi jenis sans serif , script, dan decoratif. Dengan pengaplikasian komposisi dinamis dalam setiap item-item promosi yang memperhatikan legibility dan readability.

3. Teori Warna

Warna adalah sensasi yang ditimbulkan oleh otak akibat dari sentuhan

gelombang-gelombang cahaya pada retina mata. Warna tidak lepas dari cahaya. Dalam warna ada:

Ada nada (rhythm), gradasi (perubahan warna dari suatu tahap ke tahap)  Kontras (dua warna yang saling bertentangan)

 Aksen atau penarik perhatian, (warna, bentuk), paling bertentangan dan jumlah minimum.

Fungsi warna antara lain :  Identifikasi  Menarik perhatian  Pengaruh psikologis  Menciptakan citra  Memastikan keterbacaan  Mendorong tindakan

(6)

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan menggunakan warna yang bersifat warm, serta kombinasi warna-warna dull untuk menimbulkan kesan dramatis namun tetap memiliki passion.

4. Teori layout

Layout merupakan peta bagi si pelihat. Layout yang baik memandu si pelihat. Di dalam layout harus diperhatikan hirarki. Elemen-elemen yang mempengaruhi hirarki antara lain:

 Visual contrast : ukuran, isi, besar, kecil, posisi, figure/ground, texture dan warna.

 Simetris dan asimetris

Simetris biasanya untuk desain yang tenang.

Asimetris untuk desain yang dinamis, tidak bisa diduga, menghasilkan ketidakseimbangan.

 Visual rhythm / sequencing :

o Menset elemen teratur dan ada elemen yang menganggu system o Skala yang diubah

o Memindahkan elemen dari posisi yang diharapkan o Menghilangkan elemen yang diharapkan

o Mengubah jumlah dan objek-objek tertentu

 Kedalaman yaitu untuk bidang 2 dimensi, flat. Untuk menciptakan kedalaman digunakan texture, warna.

(7)

 Implied space : pemotongan yang mendorong viewer ingin melihat (keingintahuan).

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan penggunaan layout-layout asimetris yang terlihat dinamis, bebas, dan tidak terduga untuk mendapatkan kesan yang tidak kaku, membosankan.

5. Teori Fotografi

Berdasarkan kata Latin – Photos dan Grafos berarti melukis dengan cahaya. Dapat berarti pula menangkap inti dari dunia kita. 3 aspek terpenting dalam fotografi: (a) Kamera – peralatan, (b) Film – pengertian akan ASA, (c) Cahaya – situasi cahaya. Komponen di dalam kamera terdiri dari (a) Aperture, (b) Shutter Speed, (c) The Light Meter / Reflective LM. Aperture mengacu pada bukaan diafragma di dalam lensa. Bukaan diafragma mengatur jumlah cahaya yang msauk ke dalam menuju film di dalam kamera. Aperture biasanya ditunjukan dalam F dengan angka-angka sperti : f22 (f/22), 16 (f/16), f/11, f/8.0, f/5.6, f/4.0, f/2.8, f/2.0, f/1.8 etc. semakin besar angka diafragma semakin kecil pula bukaan diafragma tersebut. Sedangkan shutter speed mengatur jumlah durasi waktu tirai shutter di dalam kamera terbuka dan menutup selama proses penerimaan cahaya. ASA/ISO pada sebuah film mempengaruhi tingkat sensitifitas terhadap cahaya, semakin tinggi ASA/ISO sebuah film, semakin tinggi pula tingkat sensifitasnya terhadap cahaya. Jenis kamera dibagi menjadi antara lain : (a) kamera manual, (b) kamera semi digital, (c) kamera digital. Pada kamera digital tidak

(8)

memerlukan film karena hasil foto akan langsung terekam di dalam memori kamera tersebut. Memori kamera tersebut pun terbatas tergantung dari jenis kameranya.

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan memasukan visual-visual yang merupakan hasil dari proses fotografi, penggunaan foto dimaksudkan untuk mendapatkan mood yang sesuai.

6. Teori Multimedia

Multimedia adalah perwujudan sekumpulan atau berbagai media yang membawakan pesan sangat agresif dari pelontarnya untuk disampaikan kepada khayalak sasaran. Pemanfaatan multimedia sebagai media informasi perlu di dukung antara lain :

A. Secara internal:

1. Perusahaan atau lembaga membutuhkan media informasi yang dapat menjangkau sasaran secara luas dan sekaligus dapat meningkatkan citra usaha secara efektif.

2. Perusahaan atau lembaga tersebut menyadari bahwa pesan yang akan disampaikan harus disusun secara rinci dan sistematik, sesuai dengan visi, misi, maksud dan tujuannya yaitu antara lain :

(9)

a. Informasi usaha/ program, gagasan, produk, jasa atau perusahaan/ lembaga, agar masyarakat lebih merasa 'dekat' dengan institusi tersebut b. Publikasi mengenai suatu pemikiran atau informasi strategis untuk

disampaikan kepada masyarakat, untuk mengajak partisipasi masyarakat terhadap pemikiran tersebut

c. Promosi atau kampanye dari suatu produk/ jasa/ gagasan dari perusahaan atau lembaga, agar masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya. (tahu, mau dan mampu mengambil keputusan positif) d. Peningkatan citra atau image dari perusahaan atau lembaga untuk

menjaga kredibilitas dan bonafiditasnya.

3. Perusahaan atau lembaga tersebut telah mengetahui bahwa minimal ada 3 hal yang sangat menentukan keberhasilan perancangan multimedia yaitu: a. Kehandalan sistem elektronika dan informatika, sehingga

keberlangsungan program multimedia dapat dijalankan secara kontinyu, apakah dalam proses pembuatannya, proses ‘up dating’, pentayangan, revisi, jaringan internal (LocalAreaNetwork) atau jaringan eksternal/ Internet (jaringan luar dengan memiliki private provider/ portal sendiri atau bergabung dengan provider lainnya.)

b. Kehandalan data base dari seluruh divisi sehingga di dalam pemanfaatannya secara internal, merupakan informasi untuk pengembangan diri secara sinergi dan terpadu. LAN (local area network) system dengan penampilan grafis yang menampilkan kenyamanan dan kemudahan, merupakan pemicu ketertiban (efisiensi)

(10)

dan pemacu keunggulan (efektifitas) serta produktivitas kinerja seluruh staf.

c. Keistimewaan dan kreativitas tampilan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan loyalitas (dedikasi) dari seluruh staf, karena mereka dengan mudah dan penuh kenyamanan mendapatkan data serta informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan tertentu. Selain itu keakuratan dan keunggulan olah grafis dapat menumbuhkan percaya diri dalam mengembangkan keputusan disetiap divisi/ bagian, serta dapat berkoordinasi untuk penyelarasan pendapat. Olah elemen grafis secara optimal dapat memberikan dorongan psikologis yang sangat besar baik untuk masyarakat internal maupun eksternal.

d. Adanya multimedia untuk jaringan lokal menumbuhkan efisiensi dan efektifitas usaha, karena kecepatan akses untuk mendapatkan data akan semakin mudah dan tanpa birokrasi yang berlebihan.

B. Secara Eksternal :

1. Perusahaan atau lembaga tersebut sangat menyadari pentingnya media informasi dengan jangkauan skala nasional dan internasional, sehingga memerlukan penanganan dan dana cukup untuk hal tersebut.

2. Perusahaan atau lembaga sangat menyadari dampak yang ditimbulkan dari multi media antara lain :

a. Program media melalui CD-Rom

(11)

c. program media melalui provider (websites/homepage) ketiganya memiliki dampak kepercayaan, peluang dll.

3. Perusahaan menyadari bahwa saat ini kita memiliki peluang dan kesempatan yang sama dengan perusahaan asing / domestik lainnya, karena kehandalan teknologi dalam akses langsung sasarannya. Seperti diketahui, bahwa komputer dan multimedia hanyalah sebagai media saja, dan yang paling penting. Bagaimana pemikiran konsep isi materi multimedia, pendekatan dan pengolahan kreatifitas tampilannya.

Teori ini akan diterapkan dalam “The New Passion Of Musee Du Wayang” dengan pembuatan suatu item berupa cd interaktif dengan pertimbangan-pertimbangan dari teori tersebut. Hal ini dimaksudkan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan menarik, dan tidak membosankan. Karena multimedia mempunyai suatu nilai plus didalamnya karena melibatkan audience, dan merupakan gabungan dari audio dan visual.

(12)

4.2 Strategi Kreatif

Strategi-strategi yang akan digunakan dalam rangka pemecahan visual antara lain : Keyword

Dinamis, Passion, Free, dan Wayang

Positioning

“The New Passion Of Musee Du Wayang”

Tone dan Manner

dramatis (menunjukkan apresiasi terhadap nilai-nilai luhur)

scattered (menciptakan visual yang berantakan namun tetap indah untuk dilihat)

Pendekatan Emosional / Rasional

Pendekatan rasional dilakukan dengan menggunakan visual-visual yang berasal dari koleksi-koleksi museum wayang sebagai pengingat akan pentingnya pelestarian terhadap peninggalan-peninggalan budaya bangsa.

Sedangkan pendekatan emosional ditunjukkan dengan tema/positioning yang mengusung “Passion” yang mana passion adalah emosional. Yang akan ditunjukkan melalui komposisi warna dan visual.

(13)

Item – item

 Logo event

 Poster acara dengan ukuran 40x60  Poster gift ukuran 40x60

 Iklan majalah  Iklan koran  Invitation  Banner  Tiket  Postcard  Flyer  Booklet  Cover CD  Program Multimedia  Pin  Stiker  Pembatas Buku

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :