Hasil Rencana Kerja
Laporan Tahunan
DINAS KEPEDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANDUNG
Jl. Raya Soreang KM.17 Telp (022) 5892126 Soreang 40911
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Setiap akhir tahun, Dinas berkewajiban untuk menyampaikan Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) sebagai bahan penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Bandung Tahun Anggaran 2016. Sehubungan dengan itu, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung menyusun Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) yang merupakan hasil pelaksanaan program/kegiatan selama Tahun 2016.
Dengan adanya Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Peraturan Bupati Bandung Nomor 47 Tahun 2016 tentang Kebijakan Transisi dalam Rangka Penataan Perangkat Daerah Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bandung. Program/kegiatan yang telah dilaksanakan merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Kabupaten Bandung, juga berpedoman kepada RENSTRA Perubahan Dinas dan RPJMD Kabupaten Bandung.
Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) ini selanjutnya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk mengambil kebijakan tahun mendatang atau sebagai bahan pertimbangan dan kebijakan dalam rangka upaya pengembangan Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pembangunan Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan bagian dari Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan Pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Fokus sasarannya diarahkan pada tertibnya administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Pelaksanaan Program dan Kegiatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Cq. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan kepada:
1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
3. Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan; 4. Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang Undang
Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
5. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
6. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
7. Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang PEdoman Ebaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;
13. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional;
14. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional;
15. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2010 tentang Standar dan Spesifikasi Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Blangko KTP Berbasis NIK Secara Nasional;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008 tentang Bidang Pemerintahan Dalam Negeri di Kabupaten/Kota;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pendataan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan bagi Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2010 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil;
24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam Membantu Mewujudkan Tertib Administrasi Kependudukan;
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementrian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah;
26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor ~~ Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang Mengangani Urusan Administrasi Kependudukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota;
27. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/2715/sj tanggal 5 Juli 2010 tentang Pemutakhiran data Kapendudukan, Penerbitan NIK dan Persiapan e-KTP; 28. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010 tentang Perubahan
Atas Peraturan daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025; 29. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2013-2018;
30. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2014 tentang Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; 31. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 Tahun 2004 tentang Transparansi
dan Partisipasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Bandung;
32. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bandung Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2011 Nomor 7);
33. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bandung;
34. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2013 Nomor 3);
35. Peraturan Bupati Bandung Nomor 5 Tahun 2010 tentang Juklak dan Juknis Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan;
36. Peraturan Bupati Bandung Nomor 55 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 5 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung; 37. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021;
38. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
39. Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2016 tentang Kebijakan Transisi dalam Rangka Penataan Perangkat Daerah Berdasakan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bandung.
1.2. GAMBARAN UMUM
1.2.1 SUSUNAN ORGANISASI TATA KERJA
Susunan Organisasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 16 tahun 2011, pasal 12 yang terdiri dari :
1. Kepala Dinas.
2. Sekretariat, membawahkan:
a. Sub Bagian Penyusunan Program b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian c. Sub Bagian Keuangan.
3. Bidang Pendaftaran Penduduk, membawahkan: a. Seksi Identitas Penduduk.
b. Seksi Pindah Datang Penduduk
c. Seksi Pengawasan dan Penyidikan Dokumen Pendaftaran Penduduk 4. Bidang Pencatatan Sipil, membawahkan:
a. Seksi Perkawinan dan Perceraian b. Seksi Kelahiran Dan Kematian
5. Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, membawahkan : a. Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data
b. Seksi Teknologi Informasi c. Seksi Jaringan dan Komunikasi.
6. Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi, membawahkan: a. Seksi Perkembangan Kependudukan
b. Seksi Penyerasian Kebijakan Kependudukan
c. Seksi Perencanaan Kependudukan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi.
1.2.2. SUMBER DAYA MANUSIA
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung didukung oleh sumber daya manusia sebagai berikut :
Tabel 1.1
Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan
No Uraian SLTA D III S 1 S 2 Jumlah
1. Kepala 1 1
2. Sekretariat 3 2 7 3 15
3. Bidang Pendaftaran Penduduk
3 0 3 3 9
4. Bidang Pencatatan Sipil 6 2 2 3 13
5. Bidang Penelolaan Informasi Adminduk
2 0 5 1 8
6. Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi
0 0 2 2 4
Tabel 1.2
Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan
No Uraian I II III IV Jumlah
1. Kepala 0 0 0 1 1
2. Sekretariat 0 8 5 2 15
3. Bidang Pendaftaran Penduduk
0 4 2 3 9
4. Bidang Pencatatan Sipil 0 3 8 2 13
5. Bidang Penelolaan Informasi Adminduk
2 4 2 8
6. Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi
1 3 4
Jumlah 0 17 20 13 50
Tabel 1.3
Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Struktural / Fungsional
No Uraian JFU ESELON Jumlah IV III II 1. Kepala 0 0 0 1 1 2. Sekretariat 12 2 1 0 15 3. Bidang Pendaftaran Penduduk 5 3 1 0 9
4. Bidang Pencatatan Sipil 9 3 1 0 13
5. Bidang Penelolaan Informasi Adminduk
4 3 1 0 8
6. Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi
0 3 1 0 4
Tabel 1.4
Jumlah Pejabat Yang Ada
No Uraian Nama Jabatan Nama Pejabat
1. Kepala Kepala Disdukcasip Drs. H. Salimin,M.Si 2. Sekretariat Sekretaris Indriani, S.Sos., M.Si
Kasubbag Penyusunan Program Dra. Josiana Aju Utari, M.M Kasubbag Umum dan Kepegawaian Ida Hafidah, S.Pd
Kasubbag Keuangan -
3. Bidang Pendaftaran Penduduk
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Aning Suciningsih, SH., M.M Kasi. Identitas Penduduk Santi Rosmayanti, S.STP Kasi. Pindah Datang Penduduk Dra. Rd. Roswiati, M.Si Kasi. Pengawasan dan Penyidikan
Dokumen Pendaftaran Penduduk
Edi Mulyadi, S.Ip., M.Si
4. Bidang Pencatatan Sipil
Kepala Bidang Pencatatan Sipil Iwan Ridwan, SH., M.Si Kasi. Perkawinan dan Perceraian Drs. H. Bambang
Priohutomo, M.M.Pd Kasi. Kelahiran dan Kematian Gamber Irmawan P, S.Sos.,
M.M Kasi. Pengawasan dan Penyidikan
Dokumen Pencatatan Sipil
Hj. Hendawiati, BA
5. Bidang Penelolaan Informasi Adminduk
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Adminduk
Hj. Sri Darliati, S.Sos., M.Si
Kasi Pengelolaan dan Penyajian Data Hj. Enas Suhaerah, SH, M.M Kasi Teknologi Informasi Rohmatika, ST
Kasi Jaringan dan Komunikasi R. Dindin Sjaeffudin, S.Sos 6. Bidang
Pendayaguna an Data dan Informasi
Kepala Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi
Drs. Gina Permana
Kasi Perkembangan Kependudukan H. Odang Mudrika, SH., M.Si Kasi Penyerasian Kebijakan
Kependudukan
Eni Akpeni, SH
Kasi Perencanaan Kependudukan dan Komunikasi Infofrmasi dan Edukasi
Imas Chitrawati Sunarya, SE., M.Si
Tugas Pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai berikut : 1. Kepala Dinas
Mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang sosial serta bidang kependudukan dan catatan sipil.
2. Sekretaris
Mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi pengkoordinasian penyusunan program, pengelolaan umum dan kepegawaian serta pengelolaan keuangan.
Sekretariat, membawahkan : a. Sub Bagian Penyusunan Program
Mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengkoordinasian penyusunan rencana dan program Dinas.
b. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas pokok Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan administrasi umum dan kerumahtanggaan serta administrasi kepegawaian.
c. Sub Bagian Keuangan
Mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan administrasi dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
3. Bidang Pendaftaran Penduduk dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas–tugas di bidang pelayanan pendaftaran penduduk yang meliputi identitas penduduk, pindah datang penduduk, pengawasan dan penyidikan dokumen pendaftaran penduduk.
Bidang Pendaftaran Penduduk, membawahkan : 1) Seksi Identitas Penduduk;
3) Seksi Pengawasan dan Penyidikan Dokumen Pendaftaran Penduduk.
3.1) Seksi Identitas Penduduk dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Identitas Penduduk mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan identitas penduduk.
3.2) Seksi Pindah Datang Penduduk dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Pindah Datang mempunyai tugas pokok Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan pindah datang penduduk.
3.3) Seksi Pengawasan dan Penyidikan Dokumen Pendaftaran Penduduk dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penyelidikan Dokumen Pendaftaran Penduduk mempunyai tugas pokok Merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pengawasan dan penyidikan dokumen pendaftaran penduduk.
4. Bidang Pencatatan Sipil dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Kepala Bidang Pencatatan Sipil mempunyai Tugas Pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas–tugas di bidang pelayanan administrasi pencatatan sipil yang meliputi pencatatan perkawinan, perceraian, kelahiran, kematian, pengawasan dan penyidikan dokumen pencatatan sipil.
Bidang Pencatatan Sipil, membawahkan : 1) Seksi Perkawinan dan Perceraian; 2) Seksi Kelahiran dan Kematian;
3) Seksi Pengawasan dan Penyidikan Dokumen Pencatatan Sipil.
4.1) Seksi Perkawinan dan Perceraian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Perkawainan dan Perceraian mempunyai Tugas Pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan perkawinan, perceraian, pengangkatan, pengesahan/pengakuan anak.
4.2) Seksi Kelahiran dan Kematian dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian mempunyai Tugas Pokokmerencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan kelahiran dan kematian.
4.3) Seksi Pengawasan dan Penyidikan Dokumen Pencatatan Sipil dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penyelidikan Dokumen Pencatatan Sipil mempunyai tugas Pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pengawasan dan penyidikan dokumen pencatatan sipil.
5. Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan mempunyai Tugas Pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas–tugas di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan yang meliputi pengelolaan dan penyajian data, pengelolaan teknologi informasi, pengelolaan jaringan dan komunikasi data.
Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, membawahkan : 1) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data;
2) Seksi Teknologi Informasi;
3) Seksi Jaringan dan Komunikasi Data.
5.1) Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data dipimpin oleh seorang Kepala Seksi. Kepala Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data mempunyai Tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pengelolaan dan penyajian data.
5.2) Seksi Teknologi Informasi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Teknologi Informasi mempunyai Tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan dan pengembangan teknologi informasi.
5.3) Seksi Jaringan dan Komunikasi Data dipimpin oleh seorang Kepala Seksi. Kepala Seksi Jaringan dan Komunikasi Data mempunyai Tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan dan pengembangan jaringan dan komunikasi data.
6. Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Kepala Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi mempunyai Tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas–tugas di bidang pendayagunaan data dan informasi yang meliputi perkembangan kependudukan, penyerasian kebijakan kependudukan, perencanaan kependudukan dan komunikasi informasi dan edukasi.
Bidang Pendayagunaan Data dan Informasi, membawahkan : 1) Seksi Perkembangan Kependudukan;
2) Seksi Penyerasian Kebijakan Kependudukan;
3) Seksi Perencanaan Kependudukan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi.
6.1) Seksi Perkembangan Kependudukan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi. Kepala Seksi Perkembangan Kependudukan mempunyai Tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pembinaan dan pelayanan perkembangan kependudukan.
6.2) Seksi Penyerasian Kebijakan Kependudukan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Kebijakan Kependudukan mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pengembangan penyerasian kebijakan kependudukan.
6.3) Seksi Perencanaan Kependudukan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi.
Kepala Seksi Perencanaan Kepndudukan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi mempunyai Tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas penyusunan dan pengelolaan perencanaan kependudukan dan komunikasi informasi dan edukasi.
7. Jabatan Fungsional
Pengaturan tugas pokok dan fungsi jabatan fungsional diatur lebih lanjut setelah di bentuk dan ditetapkan jenis dan jenjangnya oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 17 Tahun 2007, Tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Bandung, Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu sebagai berikut :
1. Penetapan kebijakan pendaftaran penduduk.
2. Fasilitas, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi dan konsultasi pelaksanaan pendaftaran penduduk.
3. Koordinasi Penyelenggaraan pendaftaran penduduk.
4. Penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk, dalam sistem administrasi kependudukan.
5. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pendaftaran penduduk. 6. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia pengelola pendaftaran
penduduk.
7. Pengawasan atas penyelenggaraan pendaftaran penduduk. 8. Penetapan Kebijakan pencatatan sipil.
9. Fasilitas, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi dan konsultasi pelaksanaan pencatatan sipil.
10. Koordinasi peyelenggaraan pencatatan sipil.
11. Penyelenggaraan pelayanan pencatatan sipil dalam sistem administrasi kependudukan.
12. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan manusia pengelola pencatatan sipil.
13. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia pengelola pencatatan sipil. 14. Pengawasan atas penyelenggaraan pencatatan sipil.
15. Penetapan Kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan.
16. Fasilitasi, sosialisasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi dan konsultasi pelaksanaan pengelolaan informasi administrasi kependudukan.
17. Koordinasi peyelenggaraan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. 18. Pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data.
19. Penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta jaringan komunikasi data sampai dengan tingkat kecamatan atau kelurahan sebagai tempat pelayanan dokumen penduduk.
20. Pelaksanaan sistem informasi administarsi kependudukan. 21. Pembangunan replita data kependudukan.
22. Perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta pemuktahiran data penduduk menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan.
23. Penyajian dan diseminasi informasi penduduk.
24. Perlindungan data pribadi penduduk dalam proses dan hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil.
25. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan informasi administrasi kependudukan.
26. Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia pengelola informasi administarsi kependududukan.
27. Pengawasan atas pengelolaan informasi administrasi kependududkan. 28. Pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data.
29. Penetapan kebijakan perkembangan kependudukan.
30. Penetapan norma, standard, prosedur dan kriteria penyelenggaraan pengendalian kuantitas, pengembangan kuantitas, pengarahan mobilitas, dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk.
31. Pelaksanaan kebijakan pengendalian kauntitas, pengembangan kualitas , pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk serta perlindungan penduduk dalam konteks pembangunan berwawasan kependudukan.
32. Pembuatan analisis pengendalian kuantitas, pengembangan kualitas, pengarahan mobilitas persebaran penduduk dan perlindungan penduduk serta pembangunan berwawasan kependudukan.
33. Pemantauan dan evaluasi kebijakan pengendalian kuantitas penduduk. 34. Penetapan kebijakan perencanaan kependudukan.
35. Peyelenggaraan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan dalam rangka tertib administrasi kependudukan .
36. Koordinasi dan sosialisasi hasil penyusunan indikator, proyeksi dan analisis dampak kependudukan serta kebijakan kependudukan.
37. Pemantauan , evaluasi dan pelaporan indikator kependudukan, proyeksi penduduk dan analisis dampak kependudukan serta penyerasian kebijakan kependudukan. 38. Pengawasan indikator kependudukan , proyeksi penduduk dan analisis dampak
kependudukan serta penyerasian kebijakan kependudukan.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan Tujuan disusunnya Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung adalah sevagai berikut:
1.3.1. MAKSUD
Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Tahun 2016 ini merupakan laporan realisasi pertanggungjawaban dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung kepada Bupati Bandung maupun kepada pihak ekstern yang berkepentingan yang di dalamnya memberikan gambaran pertanggungjawaban program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2016.
1.3.2. TUJUAN
Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Tahun 2016 ini bertujuan untuk :
a. Memberikan pertanggungjawaban secara transparan mengenai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan Visi dan Misi Organisasi. Berdasarkan rencana strategi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan mengacu kepada tugas pokok dan fungsi serta kewenangan Dinas sebagai suatu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya ;
b. Melaporkan kegiatan yang dilaksanakan selama kurun waktu 1 (satu) tahun sebagai bahan penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Bandung ; c. Melaporkan capaian kinerja yang telah dilaksanakan berdasarkan program dan
1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Penyusunan Laporan Evaluasi Hasil Rencana Kerja (LAPTAH) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2016 ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Gambaran Umum
1.2.1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja 1.2.2. Sumber Daya Manusia
1.3. Maksud dan Tujuan 1.3.1. Maksud 1.3.2. Tujuan
1.4. Sistematika Penyusunan
BAB II PROGRAM KERJA
2.1. Visi dan Misi Bupati Bandung 2.1.1. Visi Bupati Bandung 2.1.2. Misi Bupati Bandung
2.1.3 Prioritas Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Bandung 2016-2025
2.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 2.2.1. Tujuan
2.2.2. Sasaran 2.3. Program dan Kegiatan
BAB III ANGGARAN DAN REALISASI BELANJA 3.1. Anggaran
BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN DAN HASILNYA 4.1. Sumber Dana APBD Kabupaten Bandung
4.1.1. Urusan SKPD
4.2. Sumber Dana Di Luar APBD Kabupaten Bandung
BAB II
PROGRAM KERJA
2.1. VISI DAN MISI BUPATI BANDUNG 2.1.1. VISI BUPATI BANDUNG
Memantapkan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Sinergi Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan.
2.1.2. MISI BUPATI BANDUNG
Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada, tantangan ke depan, serta memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan misi sebagai berikut :
Misi 1 : Meningkatkan kualitas dan cakupan layanan pendidikan. Arah kebijakan :
1. Efisiensi jumlah siswa per rombel dengan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal;
2. Optimalisasi daya tamping pada sarana pendidikan agar sesuai dengan Standa Pelayanan Minimal;
3. Peningkatan penyediaan sarana ruang kelas bagi siswa dengan kapasitas yang memadai;
4. Peningkatan pendirian sekolah menengah kejuruan berbasis vikasional sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja;
5. Pengembangan kawasan pendidikan terpadu; 6. Peningkatan sarana pendidikan berakreditasi A;
7. Perluasan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang dikelola oleh masyarakat dan dunia usaha;
dasar;
9. Peningkatan minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan sekolah menengah;
10. Pengurangan angka putus sekolah pada tingkat skeolah menengah pertama/sederajat;
11. Peningkatan minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan sekolah menengah kejuruan berbasis vokasional;
12. Peningkatan penyediaan sarana pendidikan bagi masyarakat berkebutuhan khusus;
13. Peningkatan pemberian beasiswa pendidikan bagi tenaga pendidik dan kependidikan;
14. Penyelenggaraan pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda pada setiap jenjang pendidikan (dasar dan menengah);
15. Peningkatan jumlah kebudayaan daerah yang dilestarikan; 16. Peningkatan atlet berprestasi di ajang PON dan PORDA;
17. Peningkatan ketersediaan fasilitas dan sarana olehraga bagi kelompok disabilitas;
18. Peningkatan pembinaan kegiatan olahraga bagi aparatur;
19. Peningkatan ketersediaan fasilitas dan sarana olahraga pada fasilitas pendidikan di setiap kecamatan;
20. Peningkatan jumlah organisasi kepemudaan (karang taruna) di setiap kecamatan;
21. Peningkatan peranan pemuda pelopor dalam berbagai bidang pembangunan;
22. Perluasan pendidikan non formal bagi masyarakat yang belum melek huruf;
23. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan Paket A, B, C; 24. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk menerapkan minat
membaca.
Misi 2 : Mengoptimalkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan Arah kebijakan :
puskesmas pembantu dan poliklinik) di setiap kecamatan; 2. Penyelenggaraan informasi pelayanan kesehatan kepada public; 3. Optimalisasi kualitas pelayanan kesehatan pada sarana-sarana
kesehatan;
4. Pemberian stimulan bagi tenaga medis di daerah;
5. Pemenuhan kebutuhan obat dan alat kesehatan bagi masyarakat di setiap kecamatan;
6. Peningkatkan ketersediaan dan kualitas tenaga kesehatan yang terdistribusi di seluruh wilayah Kabupaten;
7. Peningkatan pemantauan dan pencegahan penyakit menular dan tidak menular secara periodik;
8. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat; 9. Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang masuk kriteria
prasejahtera;
10. Peningkatan pembinaan keluarga berencana dan keluarga sejahtera; 11. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu, anak, remaja, dan lansia di
fasilitas- fasilitas kesehatan masyarakat;
12. Peningkatan peran fungsi wanita dalam pembinaan keluarga; 13. Peningkatan emansipasi perempuan di sektor pemerintahan; 14. Peningkatan penyebarluasan informasi/ kampanye tentang PHBS; 15. Peningkatan promosi untuk pemberdayaan masyarakat di bidang
kesehatan;
Misi 3 : Mewujudkan pembangunan infrastuktur yang terpadu tata ruang wilayah dengan memperhatikan aspek kebencanaan
Arah kebijakan :
A. Sektor Transportasi dan Perhubungan
1. Peningkatan aksesibilitas seluruh wilayah Kabupaten Bandung; 2. Pengendalian Daerah milik jalan dan ruang Milik jalan;
3. Penertiban kegiatan-kegiatan di luar lalu lintas yang dapat memicu kemacetan lalu lintas;
4. Peningkatan penyediaan sarana pengamanan lalu lintas; 5. Pengembangan dan penataan terhadap simpul- simpul
transportasi;
6. Pengembangan Sistem Angkutan Publik Terpadu;
7. Peningkatan pelayanan angkutan umum dan pengecekan berkala mengenai kelaikan pengoperasian kendaraan umum;
8. Reaktivasi jalur kereta api eksisting sebagai upaya peningkatan layanan transportasi publik;
9. Pembebasan lahan Jalur Bus Rapid Transit (BRT);
10. Meningkatkan perencanaan sektoral bidang transportasi. B. Sektor Sumber Daya Air
1. Meningkatkan ketersediaan air bersih yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bandung;
2. Peningkatan sistem pengelolaan irigasi partisipatif; 3. Optimalisasi potensi dan pemanfaatan air baku; 4. Penyelelamatanmata air dan sumber daya air lainnya. C. Sektor Permukiman
1. Peningkatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat 2. Pengembangan Hunian Vertikal bagi (MBR) Masyrakat
Berpenghasilan Rendah
D. Sektor Telekomunikasi dan Informatika
1. Pengembangan infrastruktur telekomunikasi bidang perhubungan; 2. Peningkatan alternatif media komunikasi pemerintah terhadap
E. Sektor Listrik dan Energi
Untuk sektor listrik dan energi, kebijakan di arahkan pada upaya peningkatan cakupan layanan jaringan listrik di setiap kecamatan F. Sektor Tata Ruang
1. Peningkatan ketersediaan dokumen perencanaan tata ruang; 2. Peningkatan efektivitas pemanfaatan ruang;
3. Intensifikasi penyelenggaraan koordinasi pemanfaatan ruang dalam lingkup pemerintah;
4. Peningkatan peraturan dan dokumen perencanaan yang mendukung terhadap upaya penertiban pengendalian pemanfaatan ruang;
5. Peningkatan upaya pencegahan terjadinya bencana dan dampak bencana;
6. Pemindahan (relokasi) penduduk dari kawasan rawan banjir; 7. Pembangunan polder dan kolam retensi;
8. Pengelolaan Sistem Jaringan Drainase
Misi 4 : Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Arah kebijakan :
1. Peningkatan upaya pemenuhan layanan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS);
2. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengentasan Masalah Kesejahteraan Sosial;
3. Peningkatan lapangan pekerjaan;
4. Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
Misi 5 : Menciptakan Pembangunan Ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif Arah kebijakan :
A. Sektor Perdagangan dan Jasa
1. Penggalian potensi pajak yang belum terpungut pada sektor perdagangan, hotel dan restoran;
2. Pengembangan sentra perdagangan dan pergudangan; 3. Pengembangan kebijakan atau regulasi yang mendorong
perkembangan iklim usaha perdagangan;
4. Pengembangan kestatistikan dan data base perdagangan; 5. Pengembangan pemberdayaan dan peningkatan kualitas
pengelolaan pasar rakyat;
6. Penataan dan pemberdayaan PKL;
7. Meningkatkan pengawasan Barang dan/atau Jasa yang diperdagangkan;
8. Pengendalian ketersediaan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting;
9. Memperpendek jalur / rantai distribusi , khususnya produk-produk pertanian dengan Meningkatkan kerjasama dan kemitraan
produsen dengan pedagang pasar;
10. Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri / P3 DN; 11. Peningkatan branding, promosi dan pemasaran produk; 12. Pengembangan ukm ikm di wilayah pariwisata;
13. Pengembangan E-Commerce;
14. Peningkatan ekspor produk barang dan jasa;
15. Pengurangan Impor dengan Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri;
16. Pembentukan dan Pengembangan Komite Promosi dan Pemasaran dalam wadah Bussiness Development Center.
B. Sektor Usaha Agrobisnis
1. Peningkatan produktivitas kawasan pertanian dan perikanan; 2. Peningkatan pelaku usaha pengolahan serta sentra- sentra
pemasaran produk pertanian, peternakan dan perikanan;
3. Peningkatan pengawasan terhadap produk pertanian, peternakan dan perikanan; serta
4. Peingkatan pendapatan petani dari sektor pertanian. C. Sektor Pariwisata
1. Pengembangan dan pemeliharaan objek wisata di Kabupaten Bandung;
2. Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan melalui pengembangan ekowisata;
3. Peningkatan promosi pariwisata;
4. Peningkatan peran serta masyarakat lokal dalam pengelolaan objek wisata serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat; 5. Peningkatan penyediaan jaringan transporatasi yang memadai
menuju kawasan objek wisata. D. Sektor Koperasi dan UMKM
1. Pengembangan mesin dan peralatan IKM pada sentra dan klaster UMKM;
2. Pengembangan jaringan dan kemitraan quadrohelix; 3. Pengembangan komunitas dan penguatan kelembagaan; 4. Peningkatan Pangsa Pasar dan perluasan pemasaran; 5. Peningkatan akses permodalan terutama melalui koperasi; 6. Penguatan permodalan koperasi melalui penyertaan modal; 7. Peningkatan keanggotaan koperasi dari sektor pertanian,
perdagangan dan usaha kecil menengah;
8. Peningkatan penggunaan teknologi tinggi serta teknologi pengolahan limbah dalam sektor industri;
9. Meningkatkan jumlah kerjasama antara pemerintah dengan dunia usaha dalam sektor industri teknologi tinggi dan ramah
lingkungan;
10. Mendorong perbaikan teknologi proses produksi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional; ;
11. Peningkatan kemampuan dan kualitas SDM pelaku usaha / UKM / IKM;
12. Peningkatkan mutu pengelolaan (management), proses produksi UMKM dan IKM;
13. Peningkatkan jaminan mutu produk-produk UMKM dan IKM; 14. Pegembangan Desain dan Kemasan produk-produk UKM dan IKM;
15. Pengembangan Legailitas Hak Cipta;
16. Peningkatan pendampingan dan pembinaan dalam mengembangkan ciri khas / keunikan produk;
17. Pengembangan regulasi dan kebijakan yang menunjang pertumbuhan industri olahan berbasis masyarakat;
18. Pengembangan litbang yang menunjang pertumbuhan industri olahan berbasis masyarakat.
E. Sektor Investasi/ Penanaman Modal
1. Peningkatan fasilitasi kerjasama bidang investasi oleh pemerintah; 2. Peningkatan branding daerah, promosi dan potensi investasi; 3. Peningkatan efektivitas prosedur perijinan investasi
Misi 6 : Meningkatkan Kelestarian Lingkungan Hidup Arah kebijakan :
1. Peningkatan dokumen terkait lingkungan yang dapat diakses oleh masyarakat;
2. Peningkatan aktivitas pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup;
3. Peningkatan kapasitas pemerintah dalam menyediakan infrastruktur sanitasi lingkungan;
4. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam penyediaan sanitasi lingkungan;
5. Peningkatan pembinaan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan hidup;
6. Peningkatan jumlah tenaga penyuluh kehutanan yang memiliki kompetensi di bidang kehutanan;
7. Peningkatan pelestarian sumber daya hutan;
8. Peningkatan upaya konservasi terhadap hutan rakyat; 9. Peningkatan penanganan lahan kritis;
10. Pengembangan biopori sebagai upaya pengelolaan air tanah; 11. Penyelenggaraan koordinasi koservasi sumber daya alam secara
intensif antara pemerintah dan masyarakat;
12. Peningkatan ketersediaan ruang terbuka hijau yang dikelola pemerintah, masyarakat dan dunia usaha;
13. Peningkatan pengelolaan dan pengaturan areal pemakaman umum dan bukan umum;
14. Peningkatan pembinaan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan hidup;
15. Penyusunan rencana aksi perubahan iklim daerah.
Misi 7 : Meningkatkan Kemandirian Desa Arah kebijakan :
1. Pengembangan desa mandiri percontohan;
2. Peningkatan jumlah swadaya bagi pembangunan desa.
Misi 8 : Meningkatkan reformasi birokrasi Arah kebijakan :
1. Peningkatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan aparatur pemerintah;
2. Peningkatan jumlah aparatur yang memiliki jabatan fungsional APIP; 3. Penyelenggaraan penilaian terhadap kinerja aparatur pemerintah
daerah;
4. Penataan Kelembagaan;
5. Penyusunan data potensi wilayah kecamatan;
6. Optimalisasi penataan arsip daerah melalui peingkatan kapasitas SDM pengelola arsip daerah serta peningkatan kualitas infrastruktur kearsipan;
7. Peningkatan penyampaian informasi kinerja pemerintah melalui media diseminasi informasi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kominfo ;
8. Peningkatan pelayanan pencatatan administrasi kependudukan; 9. Penyelenggaraan survei kepuasan masayrakat;
10. Penyelenggaraan Layanan Jaringan Komunikasi Data di Lingkungan Pemkab Bandung;
11. Penyediaan Aplikasi Penunjang E-Government;
12. Peningkatan kompetensi SDM Aparatur bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
13. Optimalisasi pendapatan daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi;
14. Optimalisasi pemanfaatan aset daerah untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah;
15. Memfasilitasi penyusunan, pembahasan dan penetapan regulasi penyelenggaraan pemerintahan daerah;
16. Mengoptimalkan kesesuai program yang direncanakan dengan yang dianggarkan
Misi 9 : Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Wilayah Arah kebijakan :
1. Meningkatkan penertiban terhadap pelanggaran peraturan daerah; 2. Meningkatkan unit satuan aparatur kemanaan dalam masyarakat; 3. Meningkatkan kesiagaan aparatur keamanan dalam mengamankan
wilayah;
4. Pencegahan tindak kriminal melalui sosialisasi kewaspadaan dini/ deteksi dini;
5. Meningkatkan jumlah masayarakat yang mengikuti sosialisasi tentang wawasan kebangsaan;
6. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan politik; 7. Meningkatkan kehidupan beragama dalam kehidupan masyarakat; 8. Meningkatkan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama.
2.1.3. PRIORITAS PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016 – 2021
Prioritas Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Bandung Tahun 2016 – 2021 adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan Cakupan Pelayanan dan Kualitas Pendidikan ; 2. Peningkatan Cakupan Pelayanan dan Kualitas Kesehatan ; 3. Penanganan Kemiskinan dan PMKS ;
4. Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana dasar wilayah ; 5. Penanggulangan bencana banjir dan kekeringan ;
6. Reformasi birokrasi ;
7. Pemantapan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat ; 8. Pemantapan pembangunan wilayah perdesaan ;
9. Peningkatan daya saing perekonomian produk unggulan ; 10. Pemantapan ketahanan dan kemandirian pangan ; 11. Pengendalian pencemaran lingkungan.
2.2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DISDUKCASIP
Untuk dapat mewujudkan Rencana Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bandung sesuai dengan misi ke 8 (delapan) yaitu Meningkatkan Reformasi Birokrasi dan untuk mencapai tujuan pembangunan Meningkatkan Kinerja Aparatur dan Kelembagaan Penyelenggara Pelayanan Publik, serta sasaran Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Administrasi Publik dan sejalan dengan strategi dan arah kebijakan Pembangunan Kabupaten Bandung, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merumuskan tujuan dan sasaran yang dapat mendorong efektivitas dan efisiensi perencanaan pembangunan.
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan meliputi perumusan kebijakan, program dan kegiatan melalui penyelenggaraan pembangunan bidang Administrasi Kependudukan yang menjadi prioritas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam rangka melaksanakan misi untuk mencapai visi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
2.2.1. TUJUAN
Tujuan jangka menengah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan Pembangunan melalui upaya tertib administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia;
2. Terwujudnya pelayanan Administrasi Kependudukan yang tepat sasaran, ramah dalam pelayanan, terjamin kepastian hukum dan proses tepat;
3. Terwujudnya pengelolaan administrasi kependudukan dan pendayagunaan data dan informasi berbasis teknologi informasi;
4. Terintegrasinya data dan informasi kependudukan dan pencatatan sipil;
5. Terciptanya kemitraan dengan instansi terkait dalam upaya meningkatkan stelsel aktif.
2.2.2. SASARAN
Sasaran jangka menengah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandungadalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil; 2. Meningkatnya Tertib Administrasi Kependudukan;
3. Meningkatnya kemampuan SDM dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
4. Meningkatnya Teknologi Informasi bagi Pengelolaan Administrasi Kependudukan; 5. Meningkatnya Pendayagunaan Data dan Informasi;
6. Mewujudkan tersedianya aspek-aspek pendukung Integrasi Data Kependudukan.
Dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung menyusun strategi yang mengacu pada faktor kekuatan dan kelemahan pada lingkungan internal serta faktor peluang dan tantangan pada lingkungan eksternal, sebagai mana dijelaskan sebagai berikut :
Kekuatan (Strengths) :
Faktor kekuatan yang dimiliki pada lingkungan internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten bandung adalah sebagai berikut :
1. Kuantitas SDM yang memadai dengan jumlah PNS 50 orang, Sukwan 150 orang ; 2. Adanya Struktur Organisasi dan Tata Kerja serta Tupoksi yang jelas sesuai
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Tahun 2016 tentang Dinas Administrasi Kependudukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota;
3. Kewenangan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan;
4. Ketersediaan sarana sistem informasi yang berbasis teknologi SIAK, sehingga memudahkan komunikasi, pendataan penduduk;
5. Penerapan sendi-sendi pelayanan di lingkungan Dinas secara konsekuen;
6. Dukungan pimpinan terhadap kinerja Dinas dan pola komunikasi yang cukup lancar antara atasan dan bawahan.
7. Tertib Administrasi Kependudukan dengan SIAK Versi 5.7
Kelemahan (Weakness) :
Faktor kelemahan yang dimiliki pada lingkungan internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut :
2. Toleransi terhadap resiko pekerjaan masih rendah sehingga mempengaruhi inisiatif dan inovasi staf ;
3. Fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki.
Peluang (Opportunities) :
Faktor Peluang yang perlu dimanfaatkan pada lingkungan eksternal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten bandung adalah sebagai berikut :
1. Adanya peraturan perundang-undangan yang dapat memperkuat operasionalisasi pelaksanaan tugas;
2. Jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang besar merupakan potensi;
3. Dokumen sebagai bukti diri dan dapat dipergunakan untuk proses di instansi/unit kerja lain;
4. Semakin kritis dan proaktifnya masyarakat terhadap dokumen kependudukan dan pencatatan sipil;
5. Terbukanya kesempatan mengikuti pendidikan formal dan informal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tantangan (Threats) :
Faktor tantangan yang perlu dihadapi pada lingkungan eksternal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat;
2. Belum seluruh masyarakat memiliki dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil; 3. Belum optimalnya koordinasi antar instansi/unit kerja terkait;
4. Belum tegasnya penerapan sanksi bagi para pelanggar ketentuan perundangan yang berlaku di bidang Kependudukan;
5. Belum maksimalnya jaringan komunikasi data dari Kecamatan ke Dinas secara real time on-line dalam menunjang keakurasian data base penduduk.
2.3. PROGRAM DAN KEGIATAN
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran tahun 2016 merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang diukur berdasarkan potensi yang ada dan diimplementasikan melalui program dan kegiatan. Rencana Kerja dan Anggaran
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung tahun 2016, merencanakan 5 (Lima) Program, 32 (tiga puluh dua) kegiatan yang akan dilaksanakan. A. Belanja Program dan Kegiatan yang harus ada di setiap SKPD
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Kegiatan Penyedian Jasa Surat Menyurat ;
b. Kegiatan Penyedian Jasa Komunikasi, sumber daya air dan listrik ; c. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor ;
d. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan kerja ; e. Kegiatan penyediaan alat tulis kantor ;
f. Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan ;
g. Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor ;
h. Kegiatan penyedian peralatan dan perlengkapan kantor ; i. Kegiatan penyediaan peralatan rumah tangga ;
j. Kegiatan Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan ; k. Kegiatan penyediaan makanan dan minuman ;
l. Kegiatan Rapat–rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah ;
m. Kegiatan Penyediaan tenaga pendukung teknis dan administrasi perkantoran ;
n. Kegiatan Rapat–rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah ; o. Kegiatan penunjang perayaan hari – hari bersejarah.
2. Program peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a. Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor ;
b. Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional. 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
a. Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya ; b. Pengadaan pakaian KORPRI ;
c. Pengadaan Pakaian Khusus hari-hari tertentu.
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
a. Kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD.
B. Belanja Program dan Kegiatan berdasarkan Urusan 1. Program Penataan Administrasi Kependudukan
Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2016 berdasarkan program adalah sebagai berikut :
a. Pembangunan dan Pengoperasian SIAK secara terpadu ;
b. Implementasi Sistem Administrasi Kependudukan (Membangun, Updating dan Pemeliharaan) ;
c. Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan ;
d. Pengolahan dalam penyusunan laporan informasi kependudukan ; e. Penyediaan Informasi yang dapat di akses masyarakat ;
f. Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan (Masyarakat) ; g. Pengembangan data base kependudukan ;
h. Penyusunan Kebijakan Kependudukan ; i. Sosialisasi Kebijakan Kependudukan ; j. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan ;
k. Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan (Pelayanan KTP, KK dan Pelaksanaan penerapan e-KTP).
BAB III
ANGGARAN DAN REALISASI BELANJA
3.1. ANGGARAN
Untuk menunjang pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsinya pada tahun anggaran 2016, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mendapatkan anggaran yang berasal dari APBD-P dan APBN-P. Pagu anggaran tersedia yang berasal dari APBD-P Kabupaten Bandung untuk Tahun 2016 adalah Rp. 19.214.959.250,- . Sedangkan Pagu anggaran tersedia yang berasal dari APBN-P untuk Tahun Anggaran 2016 adalah Rp. 2.118.557.000,-
3.2. REALISASI BELANJA
Rencana dan Realisasi Belanja Aparatur dan Belanja Publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung pada Tahun 2016, dapat di lihat pada Tabel 3.1 berikut ini :
3.2.1. REALISASI BELANJA APBD-P
Tabel 3.1
RENCANA DAN REALISASI BELANJA APARATUR DAN BELANJA PUBLIK BERDASARKAN DPA PERUBAHAN
TAHUN 2016
Pagu Anggaran Realisasi % Pagu Anggaran Realisasi %
1 Belanja Pegawai 5,412,358,800 4,750,986,792 87.78 401,547,000 379,773,000 94.58 5,412,358,800 4,750,986,792 87.78 13,802,600,450 12,935,918,952 93.72 JUMLAH 93.95 Belanja Modal 1,552,831,000 1,424,380,050 91.73
Belanja Barang dan
Jasa 11,848,222,450
2 3
11,131,765,902
Belanja Tidak Langsung (Rp) Belanja Langsung (Rp)
No URAIAN
URAIAN ANGGARAN 2016 REALISASI 2016 (%) REALISASI 2015 Belanja 19,214,959,250 17,686,905,744 92.05 15,793,260,301 Belanja Operasi 17,045,491,250 15,664,980,944 91.90 12,560,006,121 - Belanja Pegawai-LRA 5,582,200,800 4,908,164,792 87.93 4,283,920,827 - Belanja Barang dan Jasa-LRA 11,463,290,450 10,756,816,152 93.84 8,276,085,294 Belanja Modal 2,169,468,000 2,021,924,800 93.20 3,233,254,180
- Belanja Modal Tanah 0 0 0 150,435,880
- Belanja modal Peralatan dan mesin 2,091,348,000 1,947,414,800 93.12 2,809,953,900 - Belanja modal Gedung dan bangunan 60,000,000 59,510,000 99.18 231,964,400 - Belanja Modal Jala, irigasi dan jaringan 15,000,000 15,000,000 100.00 40,900,000 - Belanja modal aset tetap lainnya 3,120,000 -
-SURPLUS/(DEFISIT (19,214,959,250) (17,686,905,744) 92.05 (15,793,260,301) SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) (19,214,959,250) (17,686,905,744) 92.05 (15,793,260,301)
Dari Tabel tersebut, terlihat bahwa realisasi keuangan untuk belanja tidak langsung adalah 87,78 % dengan realisasi kinerja sebesar 100% . Sedangkan realisasi keuangan untuk belanja langsung adalah 93,72% dengan relisasi kinerja sebesar 93,86%.
3.2.2. REALISASI BELANJA APBN-P
Tabel 3.2 KINERJA KEUANGAN
PROGRAM / KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI APBN-P TAHUN ANGGARAN 2016
Sasaran Strategis
Narasi Anggaran Realisasi %
Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu - Penyusunan Laporan Pengelolaan Kegiatan Pembantuan - Pejabat Pengadaan
Barang dan Jasa - Pengurus / Penyimpan BMN - Koordinasi dan Konsultansi ke Provinsi - Koordinasi dan Konsultansi ke Jakarta - Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil - Pelayanan Dokumen Kependudukan - Pelaksanaan Penerbitan Dokumen Kependudukan - Pengadaan Blanko dan
Formulir Pendaftaran Penduduk
- Pengadaan Blanko dan Formulir Pencatatan Sipil
- Pengadaan Barang dan Jasa
- Pengelolaan Sistem Informasi Adminduk
BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN HASILNYA
4.1. SUMBER DANA APBD KABUPATEN BANDUNG
Tabel 4.34
REALISASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2016
APBD P KABUPATEN BANDUNG
NO URAIAN JUMLAH DALAM DPA PERUBAHAN REALISASI PERSE NTASI (%)
A BELANJA PROGRAM DAN
KEGIATAN YANG HARUS ADA DI SETIAP SKPD
13.802.600.450 12.935.918.952 93,72
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2.464.156.000 2.206.368.437 89,54
2 Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur
934.987.250 627.978.400 67,16
3 Program Peningkatan Disiplin Apatur
233.750.000 230.628.500 98,66
4 Program Peningkatan Pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan ikhtiar realisasi kinerja SKPD
152.920.000 137.868.000 90,16
B. BELANJA PROGRAM DAN
KEGIATAN BERDASARKAN URUSAN 10.016.787.200 9.733.075.615 - 97,17 5 Program Penataan Administrasi Kependudukan 10.016.787.200 9.733.075.615 97,17 Pembangunan dan
Pengoperasian SIAK Secara Terpadu
970.098.000 894.296.900 92,19
Implementasi Sistem Administrasi Kependudukan (membangun, updating, dan pemeliharaan)
Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan 844.256.000 842.704.600 99,82 Pengolahan dalam Penyusunan laporan Informasi Kependudukan 44.685.000 42.104.900 94,23
Penyediaan Informasi Yang Dapat Diakses Oleh Masyarakat
294.680.000 274.670.000 93,21
Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan
1.316.437.100 1.301.564.240 98,87
Pengembangan Data Base Kependudukan 2.315.904.850 2.229.776.750 96,28 Penyusunan Kebijakan Kependudukan 96.800.000 96.469.950 99,66 Sosialisasi Kebijakan Kependudukan 918.520.000 878.628.000 95,66
Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan
125.050.000 124.775.000 99,78
Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan (Pelayanan KTP, KK, dan Pelaksanaan Penerapan KTP Elektronik)
2.894.593.750 2.856.291.375 98,68
4.2. SUMBER DANA DI LUAR APBD KABUPATEN BANDUNG
Selain dari APBD Kabupaten Bandung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga menerima sumber dana yang berasal dari APBN P untuk melaksanakan Program / Kegiatan dengan sasaran strategis pengembangan sistem adnministrasi kependudukan (SAK) terpadu.
Tabel 4.35
KINERJA KEUANGAN APBN P TAHUN ANGGARAN 2016 Sasaran
Strategis
Narasi Anggaran Realisasi %
Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu - Penyusunan Laporan Pengelolaan Kegiatan Pembantuan - Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa
- Pengurus / Penyimpan BMN 86.240.000 2.200.000 3.600.000 81.800.000 2.200.000 3.600.000 94,85 100,00 100,00
- Koordinasi dan Konsultansi ke Provinsi - Koordinasi dan Konsultansi ke Jakarta - Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil - Pelayanan Dokumen Kependudukan - Pelaksanaan Penerbitan Dokumen Kependudukan
- Pengadaan Blanko dan Formulir Pendaftaran Penduduk
- Pengadaan Blanko dan Formulir Pencatatan Sipil
- Pengadaan Barang dan Jasa - Pengelolaan Sistem Informasi Adminduk 2.080.000 20.480.000 18.770.000 473.560.000 77.800.000 332.883.000 1.186.674.000 13.370.000 12.500.000 890.000 15.660.000 18.770.000 332.800.000 26.050.000 332.882.592 1.186.673.713 5.730.000 12.500.000 42,79 76,46 100,00 70,28 33,48 100,00 100,00 42,86 100,00 Jumlah 2.230.157.000 2.019.556.305 90,56