• Tidak ada hasil yang ditemukan

6_RPP Teknik Penanganan Material

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "6_RPP Teknik Penanganan Material"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SMK NEGERI 1 JETIS SMK NEGERI 1 JETIS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) (RPP)

Nomor

Nomor Dokumen Dokumen : : FM-KUR-02.07FM-KUR-02.07 Revisi

Revisi : : 0000 Tanggal

Tanggal terbit terbit : : 1 1 Juli Juli 20172017 Kompetensi

Kompetensi Keahlian Keahlian : : Teknik Teknik PengelasanPengelasan Mata

Mata Pelajaran Pelajaran : : Teknologi Teknologi MekanikMekanik Kelas/Semester

Kelas/Semester : X : X / / Genap Genap (2)(2)  Alokasi

 Alokasi Waktu Waktu : : 6 Jam Pel6 Jam Pelajaran x ajaran x 40 menit40 menit Pertemuan

Pertemuan Ke- Ke- : : 21 21 dan dan 2525 Kompetansi

Kompetansi Dasar Dasar : Teknik : Teknik Penanganan Penanganan MaterialMaterial

A.

A. Kompetensi Kompetensi IntiInti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2.

2. Menghayati dMenghayati dan mengamalkan an mengamalkan perilaku jujurperilaku jujur, disiplin, , disiplin, tanggungjawab, pedultanggungjawab, pedulii (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan 3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,

seni, budaya, budaya, dan dan humaniora humaniora dalam dalam wawasan wawasan kemanusiaan, kemanusiaan, kebangsaan,kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. 4.

4. Mengolah, Mengolah, menalar, menalar, dan dan menyaji dalam menyaji dalam ranah ranah konkret dan konkret dan ranah abstrak ranah abstrak terkaitterkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B.

B. Kompetensi Kompetensi Dasar Dasar dan dan Indikator Indikator Pencapaian Pencapaian KompetensiKompetensi No.

No. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Indikator Indikator Pencapaian Pencapaian KompetensiKompetensi 1.

1. 3.6. 3.6. Menerapkan Menerapkan teknikteknik penanganan material. penanganan material.

3.6.1.

3.6.1. Mengamati Mengamati penjelasan penjelasan teknikteknik

mengangkat material dengan alat angkat mengangkat material dengan alat angkat dan alat angkut sesuai dengan Standar dan alat angkut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Operasional Prosedur (SOP). 2.

2. 4.6. 4.6. Melaksanakan Melaksanakan teknikteknik penanganan material. penanganan material.

4.6.1.

4.6.1. Mengkategorikan data Mengkategorikan data dan dan menentukanmenentukan hubungannya, selanjutnyanya

hubungannya, selanjutnyanya disimpulkan

disimpulkan dengan dengan urutan urutan dari dari yangyang sederhana sampai pada yang lebih sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait denganteknik kompleks terkait denganteknik

mengangkat material dengan alat angkat mengangkat material dengan alat angkat dan alat angkut sesuai dengan Standar dan alat angkut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

(2)

C.

C. Tujuan Tujuan PembelajaranPembelajaran Peserta didik mampu : Peserta didik mampu :

a.

a. Menjelaskan Menjelaskan jenisjenis

 –

 –

 jenis dan fungsi alat angkat / alat angkut. jenis dan fungsi alat angkat / alat angkut. b.

b. Menjelaskan Menjelaskan prosedur prosedur penanganan penanganan materialmaterial.. c.

c. Menjelaskan Menjelaskan cara cara penyimpanan penyimpanan material.material. d.

d. Menerapkan Menerapkan dan dan melaksanakan melaksanakan penyimpanan penyimpanan material.material. e.

e. Menerapkan dan Menerapkan dan melaksanakan teknik mengangkat melaksanakan teknik mengangkat material dengan alat material dengan alat angkatangkat dan alat angkut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

dan alat angkut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

D.

D. Materi Materi PembelajaranPembelajaran

JENIS DAN FUNGSI ALAT ANGKAT / ALAT ANGKUT JENIS DAN FUNGSI ALAT ANGKAT / ALAT ANGKUT Metode Mengangkat Material

Metode Mengangkat Material

Tiga metode yang biasa digunakan mengangkat material : Tiga metode yang biasa digunakan mengangkat material :

1.

1. Block and TackleBlock and Tackle

 –

 –

 ini memerlukan metode pemindahan tambahan. Sebuah troli ini memerlukan metode pemindahan tambahan. Sebuah troli yang berjalan diatas adalah perlu untuk membawa material ke bangku kerja.

yang berjalan diatas adalah perlu untuk membawa material ke bangku kerja. 2. Operasi secara manual, alat angkut hidrolik bergerak

2. Operasi secara manual, alat angkut hidrolik bergerak

 –

 –

  ini memberikan  ini memberikan kemudahan mengangkat material dari truk dan dapat dengan mudah disetir ke kemudahan mengangkat material dari truk dan dapat dengan mudah disetir ke bangku kerja.

bangku kerja. 3.

3. Forklift troley or truck Forklift troley or truck 

 –

 –

  digunakan ketika material ditempatkan palet kayu.  digunakan ketika material ditempatkan palet kayu. Material harus diletakkan pada palet sehingga material tidak bergerak ketika Material harus diletakkan pada palet sehingga material tidak bergerak ketika diangkat

diangkat

Definisi Penanganan Material Definisi Penanganan Material

Definisi dari

Definisi dari  penanganan  penanganan material material   adalah seni dan ilmu pengetahuan dari  adalah seni dan ilmu pengetahuan dari perpindahan, penyimpanan, perlindungan dan pengawasan material atau suatu perpindahan, penyimpanan, perlindungan dan pengawasan material atau suatu penanganan material dalam jumlah yang tepat dari material yang sesuai, dalam penanganan material dalam jumlah yang tepat dari material yang sesuai, dalam kondisi yang baik, pada tempat yang cocok, pada waktu yang tepat, pada posisi yang kondisi yang baik, pada tempat yang cocok, pada waktu yang tepat, pada posisi yang benar, dalam urutan yang sesuai, dengan biaya yang murah dan menggunakan benar, dalam urutan yang sesuai, dengan biaya yang murah dan menggunakan metode yang benar.

metode yang benar.  Aktivita

 Aktivitass  penanganan  penanganan material material   di industri biasanya dilakukan dengan  di industri biasanya dilakukan dengan menggunakan alat/mesin atau menggunakan tenaga manusia.

menggunakan alat/mesin atau menggunakan tenaga manusia.

Peralatan

Peralatan

 penang

 penang ana

anan

n mat

materi

eri al

al

  diklasifikasikan ke dalam empat tipe utama,  diklasifikasikan ke dalam empat tipe utama, yaitu:

yaitu:

 Conveyor Conveyor  (ban berjalan), (ban berjalan), 

 CraneCrane (derek), dan (derek), dan hoisthoist (kerekan),(kerekan), 

 TrucksTrucks (alat angkut/kereta),(alat angkut/kereta), 

(3)

 Conveyor  (ban berjalan)

Conveyor adalah salah satu jenis alat angkut yang berfungsi untuk mengangkut material ataupun produk dengan jalur yang tetap dalam perusahaan.

Conveyor  digunakan untuk memindahkan material secara kontinyu dengan  jalur yang tetap.

 Melewati jalur yang tetap (fixed path)

 Perpindahan secara kontinyu.

 Sebagian besar menggunakan daya untuk memindahkan lintasannya, ada yang menggunakan gaya gravitasi.

Jenis-Jenisnya : a. Belt Conveyor

Belt Conveyor  umum digunakan dalam industri.

 Material diletakkan dipermukaan belt dan diangkut sepanjang lintasan belt.

 Belt : kuat dan tidak terputus (loop yang kontinyu).

 Belt dilengkapi dengan frame

 Biasa digunakan : industri pertambangan, metalurgi dan batu bara, material besar / material dalam kemasan.

Kelebihan :

 Menurunkan biaya produksi (untuk pemindahan)

 Pemindahan yang kontinyu dalam jumlah yang tetap sesuai dengan keinginan.

 Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring (sudut maksimum sampai 18°)

 Kapasitas tinggi dan dapat diatur

Kekurangan :

 Jaraknya telah ditentukan.

 Biaya relatif mahal.

(4)

b. Roll Conveyor

 Sering juga digunakan di industri selain belt conveyor

 Lintasan geraknya tersusun dari tabung-tabung yang tegak lurus terhadap arah geraknya

c. Chain Conveyor

Terbuat dari rantai yang berupa 1 rantai atau lebih dan dioperaikan secara paralel.

 Prinsip kerjanya hampir sama dengan belt conveyor

 Rantainya tidak terputus dan bergerak kontinyu

 Cocok untuk conveyor yang membutuhkan penanganan material pada temperatur tinggi dll

d. Screw Conveyor

 Sesuai untuk mengangkut bahan padat berbentuk halus atau bubur

 Screw mengelilingi sumbu (mirip sekrup) , mendorong material.

 Selama transportasi juga terjadi pengecilan ukuran bahan.

 Pemasangan alat biasanya miring (bantu pengaliran bahan) dan ukuran tidak terlalu panjang

(5)

 Dapat digunakan untuk mengangkut secara horisontal, sudut tertentu atau vertikal.

 Terbatas, karena material yang dapat dipindahkan tidak banyak.

 Tidak dapat digunakan untuk bongkahan besar mudah hancur ( easily-crushed ), abrasive, dan material mudah menempel (sticking materials).

 Beban berlebih akan mengakibatkan kemacetan (bottleneck)  dekat intermediate bearing , merusak poros, dan screw  berhenti

Keuntungan dan Kerugian Conveyor sebagai peralatan pemindah bahan yaitu,

K euntung an :

  Kapasitas tinggi sehingga memungkinkan untuk memindahkan material dalam jumlah besar.

 Kecepatan dapat disesuaikan.

 Penanganan dapat digabungkan dengan aktivitas lainnya seperti proses dan inspeksi.

 Serba guna dan dapat ditaruh di atas lantai maupun di atas operator.

 Bahan dapat disimpan sementara antar stasiun kerja.

  Pengiriman/pengangkutan bahan secara otomatis dan tidak memerlukan bantuan beberapa operator.

 Tidak memerlukan gang.

K erug ian :

  Mengikuti jalur yang tetap sehingga pengangkutan terbatas pada area tersebut.

  Kerusakan pada salah satu bagian conveyor   akan menghentikan aliran proses.

 Conveyor  ada pada tempat yang tetap, sehingga akan mengganggu gerakan peralatan bermesin lainnya.

 Crane (derek), dan hoist (kerekan)

Crane  (derek) dan Hoist   (kerekan) adalah peralatan di atas yang digunakan untuk memindahkan beban secara terputus-putus dengan area terbatas.

Keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material adalah:

 Dimungkinkan untuk mengangkat dan memindahkan benda.

 Keterkaitan dengan lantai kerja/produksi sangat kecil.

 Lantai kerja yang berguna untuk kerja dapat dihemat dengan memasang peralatan handling  berupa cranes.

(6)

Crane

 Merupakan peralatan/mesin yang dipergunakan untuk memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain (mengangkat, memindahkan dan menurunkan.

 Crane lebih fleksibel dibandingkan conveyor ataupun elevator karena tempat pemindahan bisa berubah-ubah

Keuntungan crane :

o Crane mampu mengangkat material yang jauh diatas kemampuan manusia dan hewan

o Keterkaitan dengan lantai kerja sangat kecil 3. Dapat menghemat lantai kerja

Kerugian crane :

o Membutuhkan biaya yang besar apabila menggunakan cranes o Aliran penanganan material terbatas pada area cranes

o Crane hanya bergerak pada arah garis lurus dan tidak dapat dibuat berputar/belok.

o Pemakaian tidak dapat maksimal sesuai yang diinginkan karena crane hanya digunakan untuk periode waktu yang pendek setiap hari kerja.

Jenis

 –

 Jenisnya : a. Mobile Crane

Crane yang terpasang pada platform yang bergerak contoh :

(7)

b. Fixed Crane

Crane yang di bangun pada landasan yang tetap contoh :

 Trucks (alat angkut/kereta),

Trucks yang digerakkan tangan atau mesin dapat memindahkan material dengan berbagai macam jalur yang ada.

Yang termasuk dalam kelompok truck, antara lain :

 forklift trucks,  fork trucks,  trailer trains,

 automated guided vehicles (AGV), dan sebagainya.

Keuntungan dan Kerugian truck sebagai peralatan angkut, yaitu : Keuntungan :

  Perpindahan tidak menggunakan jalur yang tetap, oleh sebab itu dapat digunakan di mana-mana selama ruangan dapat untuk dimasuki trucks.

(8)

  Mampu untuk loading, unloading dan mengangkat kecuali memindahkan material.

 Karena gerakannya tidak terbatas, memungkinkan untuk melayani tempat yang berbeda.

Kerugian :

 Tidak mampu menangani beban yang berat.

 Mempunyai kapasitas yang terbatas setiap pengangkutan.

 Memerlukan gang

 Sebagian besar trucks harus dijalankan oleh operator

 Trucks tidak bisa melakukan tugas ganda.

 Elevator.

Untuk memindahkan suatu material dalam jumlah banyak dari suatu tempat ke tempat lain secara vertikal, biasanya secara kontinyu.

Jenis-jenisnya : Bucket Elevator Magnetic Elevator Hydrolic Elevator Mechanic Elevator Positioning Elevator 

(9)

PROSEDUR PENANGANAN & PENYIMPANAN MATERIAL Pertimbangan Perancangan Sistem Penanganan Material

Karakteristik Material  Sifat fisik   Ukuran   Berat   Bentuk   Kondisi  Resiko Keamanan

Tingkat Aliran Material

 Jumlah aliran rendah dan jarak perpindahan relative pendek, maka digunakan handtruck .

 Jumlah aliran rendah dan jarak perpindahan sedikit lebih jauh, maka digunakan  AGV.

 Jumlah aliran sangat tinggi, maka digunakan conveyor.

  Jumlah aliran sangat tinggi dan jarak perpindahan sedikit lebih jauh, maka digunakan AGV Train.

Tugas

 –

 Tugas Dari Bagian Penanganan Material Antara Lain :

  Mengadakan penyelidikan dan analisis untuk dapat menentukan bagaimana kegiatan penanganan material  dilakukan sehingga dapat lebih efisien.

 Merencanakan, mengadakan pengujian/pengetesan dari perkembangan alat-alat penanganan material yang baru.

  Memberikan nasihat-nasihat/rekomendasi mengenai perbaikanperbaikan yang perlu dilakukan dalam cara-cara pemindahan bahan (penanganan material) dan dalam pemasangan perlengkapan atau peralatan handling yang baru.

 Mengikuti pelaksanaan dan membuat laporan mengenai pemasangan perlengkapan atau peralatan handling  yang baru tersebut.

Prosedur Penanganan Material Perencanaan Penanganan Bahan

Di dalam perencanaan materials handling beberapa unsur perlu di perhatikan : 1. Sifat obyek yang diangkut produk macam/jenisnya berat, ringan, cair padat,

besar, kecil , dan seterusnya. Ini mementukan sekaligus pemilihan alat penanganan material.

2. Jalur pengangkutan dari mana keman bahan dipindah-pindahkan relatif dekat atau jauh.

3. Keadaan ruangan yang tersedia keadaaan ruang cukup luas atau sempit atapnya tinggi atau rendah

(10)

4. Karakteristik karakteristik bangunan bentuk gedung datar atau bertingkat.

5. Dana yang tersedia untuk pembelian /penyewaan alat alat penanganan material. 6. Kapasitas peralatan penanganan yang di perlukan.

Organisasi Penanganan Bahan

Urusan pengendalian bahan sebaiknya dispesialiskan,paling tidak di bawah bagian logistik. Seksi penanganan material merupakan seksi yang melayani kebutuhan lainya ,terutama bagian produksi sehingga dapat meminimumkan biaya. Keuntungan yang di peroleh dari pedoman ini adalah :

a. Menekan biaya pengendalian bahan-bahan b. Memperlancar perpindahan bahan bahan c. Pemanfaatan luas ruang secara maksimal d. Mengurangi kerusakan bahan

e. Mengurangi waktu memindah dan membongkar bahan-bahan.

Faktor

 –

  Faktor Penanganan Material Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penyusunan Peralatan Pabrik (Plant Lay Out)

Bahan  plant lay out dan  penanganan material seharusnya berjalan bersamaan. Oleh karena itu,  plant lay out   yang dibuat haruslah mencerminkan banyaknya kebutuhan atas kegiatan  penanganan material dari suatu tingkat proses ke tingkat proses berikutnya.

Faktor-faktor  penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam  plant lay out  yang baru ialah :

1. Disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak ( aisles) yang cukup lebar untuk menempatkan dengan aman jenis-jenis peralatan yang mekanis, dan dapat menampung muatan yang terbesar yang dihadapkan serta cukup bagi tempat bergerak orang-orang yang berjalan sejajar.

2. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan, sehingga dapat dihindarinya rehandling sebelum pengolahan dilakukan.

3. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan.

4. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali, karena hal ini membutuhkan pekerjaan dengan tangan untuk mengangkut dan membongkar bahan-bahan tersebut setiap kali dipindahkan.

5. Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana mungkin, kecuali kalau :

(11)

(2) bahan-bahan mudah hilang, rusak atau dicuri.

(3) bahan tidak segera dapat diperoleh, karena waktu pengiriman bahan-bahan tersebut lama.

Kamar penyimpanan yang dipagari membutuhkan sistem pemindahan yang khusus baik untuk penerimaan maupun pengeluaran barang, dan biasanya administrasinya khusus pula ;

a. Mengadakan suatu sistem pemindahan barang-barang sisa atau scrap  dari bahan-bahan bekas yang dibuang.

b. Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan. c. Menghindarkan semua gerakan yang menyilang (zig-zag) yang melalui arus yang

berlaku umum (general line of flow).

d. Merencanakan pekerjaan-pekerjaan pengepakan pada akhir aliran atau arus pekerjaan untuk menghindarkan pekerjaan pengepakan dan pengangkutan kembali.

e. Dalam merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang, kekuatan lantai harus dibuat sedemikian rupa, sehingga memudahkan masuknya kendaraan pengangkut/pemindah bahan.

f. Apabila bahan tidak membutuhkan perlindungan terhadap udara, sebaiknya memakai tempat penyimpanan lapangan untuk menghemat tempat penyimpanan yang ada di dalam ruangan. Penyimpanan di lapangan harus direncanakan sehingga bahan-bahan dapat diangkut dalam unit loads  dengan truk dan katrol dan dengan tenaga kerja yang seminimum mungkin.

E. Model / Metode Pembelajaran

Model pembelajaran Cooperative Learning dengan pendekatan scientific.

F. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan DeskripsiKegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan pisik

untuk mengikuti proses pembelajaran

b. Memberi motivasi mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang telah dipelajari dengan

materi yang akan dipelajari

c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai.

d. Menyampaikan ruang lingkup materi dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan masalah.

(12)

Inti Mengamati :

Mengamati dan melaksanakan teknik penanganan material melalui pengamatan di bengkel atau

simulasi.

Menanya :

Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang teknik penanganan material

Mengeksplorasi :

Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan menentukan sumber (melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang teknik

penanganan material

Mengasosiasi :

Mengkategorikan data dan menentukan

hubungannya, selanjutnya disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait dengan teknik penanganan

material

Mengkomunikasikan :

Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang teknik penanganan material melalui media lisan dan

tulisan.

200 menit

Penutup Dalam kegiatan penutup guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok

melakukan:

a. Rangkuman atau kesimpulan

b. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran

c. Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, remidial, dan pengayaan baik individual maupun kelompok, dan

d. Mengimformasikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya

(13)

G. Alat / Media / Sumber Pembelajaran

1. Buku K13 Teknik Industri Penanganan Material X-2 2. Slide Power Point

3. Ruang Praktek / Bengkel Teknik Pengelasan 4. Internet

5. http://elearning-stmhabibi.net atau http://elearning-stmhabibi.net/moodle

H. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Sikap

2. Penilaian Pengetahuan 3. Penilaian Keterampilan

I. Prosedur Penilaian

No Aspek Yang Dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian 1 Sikap

a. Terlibat aktif dalam pembelajaran teknik penanganan material

b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

c. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

Pengamatan Selama pembelajaran berlangsung

2 Pengetahuan

a. Menjelaskan jenis

 –

 jenis dan fungsi alat angkat / alat angkut b. Menjelaskan prosedur penanganan material. c. Menjelaskan prosedur penyimpanan material. Pengamatan dan tes tulis Penyelesaian tugas secara individu 3 Keterampilan a. Menerapkan dan melaksanakan penyimpanan material. b. Menerapkan dan melaksanakan teknik

mengangkat material dengan alat angkat dan alat angkut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pengamatan dan tes tulis Penyelesaian tugas secara individu Tugas

(14)

J. Instrumen Penilaian Hasil Belajar Tes tertulis

1) Jelaskan definisi dari penanganan material !

2) Sebutkan tiga metode yang biasa digunakan dalam mengangkat material ? 3) Sebutkan empat klasifikasi tipe peralatan penanganan material !

4) Sebutkan jenis

 –

 jenis conveyor !

5) Jelaskan keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material ? 6) Jelaskan keuntungan dan kerugian truck sebagai peralatan angkut !

7) Sebutkan kegunaan dari elevator ?

8) Sebutkan pertimbangan perancangan sistem penanganan material dilihat dari segi karakteristik material !

9) Sebutkan keuntungan

 –

  keuntungan yang diperoleh dari adanya organisasi penanganan bahan (bagian logistik) !

10) Sebutkan faktor

 –

  faktor penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan peralatan pabrik (plant lay out) !

Kunci jawaban Butir

Soal Uraian Skor

1 Definisi dari  penanganan material  adalah seni dan ilmu pengetahuan dari perpindahan, penyimpanan, perlindungan dan pengawasan material atau suatu penanganan material dalam jumlah yang tepat dari material yang sesuai, dalam kondisi yang baik, pada tempat yang cocok, pada waktu yang tepat, pada posisi yang benar, dalam urutan yang sesuai, dengan biaya yang murah dan menggunakan metode yang benar.

10

2 Tiga metode yang biasa digunakan mengangkat material : 1. Block and Tackle

2. Operasi secara manual, alat angkut hidrolik bergerak 3. Forklift troley or truck 

10

3 Empat klasifikasi tipe peralatan penanganan material

 Conveyor  (ban berjalan),

 Crane (derek), dan hoist (kerekan),  Trucks (alat angkut/kereta),

 Elevator.

10

4 Jenis- jenis conveyor : a. Belt Conveyor

b. Roll Conveyor c. Chain Conveyor

(15)

d. Screw Conveyor

5 Keuntungan penggunaan crane pada proses pengangkat material adalah:

 Dimungkinkan untuk mengangkat dan memindahkan benda.

 Keterkaitan dengan lantai kerja/produksi sangat kecil.

  Lantai kerja yang berguna untuk kerja dapat dihemat dengan memasang peralatan handling  berupa cranes.

10

6 Keuntungan dan Kerugian truck sebagai peralatan angkut, yaitu : Keuntungan :

 Perpindahan tidak menggunakan jalur yang tetap, oleh sebab itu dapat digunakan di mana-mana selama ruangan dapat untuk dimasuki trucks.

 Mampu untuk loading, unloading dan mengangkat kecuali memindahkan material.

 Karena gerakannya tidak terbatas, memungkinkan untuk melayani tempat yang berbeda.

Kerugian :

 Tidak mampu menangani beban yang berat.

 Mempunyai kapasitas yang terbatas setiap pengangkutan.

 Memerlukan gang

 Sebagian besar trucks harus dijalankan oleh operator Trucks tidak bisa melakukan tugas ganda

10

7 Kegunaan elevator yaitu untuk memindahkan suatu material dalam  jumlah banyak dari suatu tempat ke tempat lain secara vertikal,

biasanya secara kontinyu.

10

8 Pertimbangan perancangan sistem penanganan material dilihat dari segi karakteristik material, yaitu :

 Sifat fisik   Ukuran   Berat   Bentuk   Kondisi  Resiko Keamanan 10

9 Keuntungan yang di peroleh dari pedoman ini adalah : a. Menekan biaya pengendalian bahan-bahan

b. Memperlancar perpindahan bahan bahan c. Pemanfaatan luas ruang secara maksimal d. Mengurangi kerusakan bahan

(16)

e. Mengurangi waktu memindah dan membongkar bahan-bahan 10 Faktor-faktor  penanganan material yang perlu dipertimbangkan dalam

 plant lay out  ialah :

1. Disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak ( aisles) yang cukup lebar

2. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan

3. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan

4. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali

5. Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana mungkin

10

Mojokerto, 14 juli 2017 Mengetahui,

Ka. SMK Negeri 1 Jetis Guru Mata Pelajaran

Drs. L A D I, M.M, Drs. SOPAN SLAMET, M.Pd.

(17)

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik Kelas/Semester : X/1

Tahun Pelajaran : 2017/2018

Waktu Pengamatan : Kamis, 4 Januari 2018

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Teknologi Mekanik

1. Kurang baik  jika menunjukkan tidak aktif sama sekali / sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran

2. Baik  jika menunjukkan aktif / ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg / konsisten

3. Sangat baik  jika menunjukkan aktif / sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg / konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

1. Kurang baik  jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

2. Baik  jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.

3. Sangat baik  jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 1. Kurang baik  jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan

masalah yang berbeda dan kreatif.

2. Baik  jika  menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten. 3. Sangat baik  jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap

proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

(18)

Bubuhkan tanda √ pada kolom

-kolom sesuai hasil pengamatan

No Nama Siswa Sikap

Aktif Bekerjasama Toleran

KB B SB KB B SB KB B SB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Keterangan : KB : Kurang baik B : Baik SB : Sangat baik

(19)

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik

Kelas/Semester : X/1

Tahun Pelajaran : 2017/2018

Waktu Pengamatan : Kamis, 4 Januari 2018

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai macam peralatan Teknologi Mekanik`

1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik Penanganan Material.

2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik Penanganan Material.

3. Sangat terampil,  jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Teknik Penanganan Material.

Bubuhkan tanda √pada kolom

-kolom sesuai hasil pengamatan.

No Nama Siswa

Keterampilan

Menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah

KT T ST 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

(20)

17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Keterangan: KT : Kurang terampil T : Terampil ST : Sangat terampil

Referensi

Dokumen terkait

1 Pendidikan Agama Islam 2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Sosial 6 Ilmu Pengetahuan Alam 7 Seni Budaya & Ketrampilan 8 Penjas

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada kelas 6 semester 1 dengan tema "Selamatkan Makhluk Hidup" dan subtema "Tumbuhan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 6 semester 1 tentang sumber energi