INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
JALAN GANESHA NO. 10 Gedung Labtek V Lantai 2 (022)2508135-36, (022)250 0940 BANDUNG 40132
Lembar Sampul Dokumen
Judul Dokumen
TUGAS BESAR EL3013 SISTEM INSTRUMENTASI
(SEMESTER 1, T. A. 2016/2017):
Constant Light Level Control
Jenis Dokumen
PROPOSAL
Catatan: Dokumen ini dikendalikan penyebarannya oleh Prodi Teknik Elektro ITB
Nomor Dokumen
B100-01-TB1617.EL3013
Nomor Revisi
01
Nama File
347817304
Tanggal Penerbitan 10 November 2016
Unit Penerbit
Prodi Teknik Elektro – ITB
Jumlah Halaman
13
(termasuk lembar sampul ini)Data Pengusul
Pengusul
Nama Alifah Syamsul/13213022 Jabatan MahasiswaTanggal 10 November 2016 Tanda
Tangan
Nama Erya W. B. Tomara/ 13213063 Jabatan Mahasiswa
Tanggal 10 November 2016 Tanda
Tangan Pembimbing Nama Ir. Arief Syaichu Rohman, M.
Eng. Sc., Ph. D
Tanda Tangan Tanggal 11 November 2016
Lembaga :
Program Studi Teknik Elektro
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
Alamat :
Gedung Benny Subianto (Laboratorium Teknik V), Lantai 2 Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha No. 10 – 12, Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40132
Telepon : +62 22 250 2260 Faks :+62 22 253 4222 E-mail: [email protected] Nomor Dokumen: B100-01-TB1617.EL3013 Nomor Revisi: 01 Tanggal: 11/03/2017 Halaman 1 dari 13
DAFTAR ISI
Daftar Isi...2
Catatan Sejarah Perbaikan Dokumen...3
Proposal Proyek Pengembangan Constant Light Level Control...4
1 Pengantar...4
1.1 Ringkasan Isi Dokumen...4
1.2 Tujuan Penulisan dan Aplikasi/Kegunaan Dokumen...4
1.3 Referensi...4
1.4 Daftar Singkatan...4
2 Development Project Proposal...5
2.1 Masalah dan Tujuan...5
2.1.1 Masalah...5 2.1.2 Tujuan...7 2.2 Analisis Umum...7 2.3 Product Characteristics...9 2.3.1 Fitur Produk...9 2.3.2 Sifat Produk...9 2.4 Cost Estimate...9 2.5 Analisis Finansial...10
2.6 Skenario Pemanfaatan Produk...10
2.7 Skenario Pengembangan Produksi dan Pemasaran...11
2.7.1 Skenario Pengembangan Produksi...11
2.7.1.1 Man-Month (Waktu Kerja Sumber Daya Manusia)...11
2.7.1.2 Machine-Time (Waktu Kerja Mesin)...11
2.7.1.3 Development Tools (Perlengkapan Pengembangan)...11
2.7.1.5 Kebutuhan Tenaga Ahli...12
2.7.1.6 Jadwal Pelaksanaan Proyek...12
2.7.2 Skenario Pemasaran...12
CATATAN SEJARAH PERBAIKAN DOKUMEN
PROPOSAL PROYEK PENGEMBANGAN CONSTANT LIGHT LEVEL
CONTROL
1
PENGANTAR1.1 Ringkasan Isi Dokumen
Pada dokumen ini, dideskripsikan konsep dan gagasan proyek pengembangan tugas besar berjudul “Constant Light Level Control”. Bab 1 berisi ringkasan isi dokumen, tujuan penulisan, dan referensi. Bab 2 berisi latar belakang dan analisis kebutuhan dalam proyek pengembangan constant light level control, dimana pada bab ini dideskripsikan produk yang dikembangkan, upaya dan rencana baik linimasa maupun anggaran serta tahapan-tahapan pengembangan constan light level control. Bab 3 berisi CV semua SDM yang terlibat, printout rencana kerja, rencana budget, cahsflow, dan daftar komponen.
1.2 Tujuan Penulisan dan Aplikasi/Kegunaan Dokumen
Tujuan penulisan dokumen ini adalah sebagai berikut:
Sebagai gambaran umum dari tugas besar yang akan dikerjakan dari segi teknis dan nonteknis
Untuk memastikan bahwa tugas besar ini adalah sesuatu yang layak untuk dikerjakan
Sebagai catatan dari proses pengerjaan dan catatan revisi yang dilakukan.
Dokumen ini ditujukan kepada dosen pengampu tugas besar EL3013 Sistem Instrumentasi (semester 2, tahun ajaran 2016/2017) dan tim tugas besar EL3013 Sistem Instrumentasi (semester 2, tahun ajaran 2016/2017) Program Studi Teknik Elektro ITB sebagai bahan penilaian tugas besar.
1.3 Referensi
[1] Rundquist, R. A., McDougall, T. G., dan Benya, J. R. 1996. Lighting Controls:
Patterns for Design. California, Amerika Serikat: Electric Power Research Institute.
[2] Floyd, D.B., dan Parker, D.. 1995. Field Commissioning of A Daylight-dimming
Lighting System In Proceedings of Right Light Three, hal. 83 – 88. Newcastle, Britania
Raya: 3rd European Conference on Energy Efficient Lighting.
[3] Maniccia, D., Rutledge B., Rea M. S., dan Morrow W.. 1999. Occupant Control of
Manual Lighting Controls in Private Offices, 28(2):42-56. California, Amerika Serikat:
Jurnal IES.
1.4 Daftar Singkatan
SINGKATAN ARTI
IEA International Energy Agency
IES International Electronic Symposium
SINGKATAN ARTI
NPV Net Present Value
2 DEVELOPMENT PROJECT PROPOSAL
2.1 Masalah dan Tujuan
2.1.1 Masalah
Pada tugas besar berjudul Constant Light Level Control ini, akan didesain sebuah sistem untuk mengontrol pencahayaan berbasis instrumentasi elektronik. Sistem kontrol pencahayaan ini berupa jaringan cerdas dimana digabungkan komunikasi antara beberapa sistem masukan dan keluaran yang berhubungan dengan kontrol pencahayaan tersebut, dengan menggunakan satu atau lebih perangkat komputasi. Sistem kontrol pencahayaan digunakan secara luas untuk penerangan indoor dan outdoor untuk keperluan komersial, industrial, dan residensial. Sistem kontrol pencahayaan berfungsi untuk memancarkan intensitas keterangan di tempat dan waktu yang tepat. Sistem pengontrol pencahayaan digunakan untuk memaksimalkan efektivitas penggunaan energi dari penggunaan sistem pencahayaan, untuk memenuhi standar pemakaian energi bangunan, dan untuk memenuhi persyaratan bangunan hijau dan program konservasi energi. Sistem pengontrol pencahayaan sering disebut juga Pencahayaan Cerdas.
Karena 19% energi dunia digunakan untuk penerangan dan 6% gas rumah kaca di dunia dihasilkan dari energi yang digunakan untuk penerangan ini, pada tahun 1980, diterbitkan aturan Highways Act yang salah satunya mengatur pencahayaan komersil agar lebih dapat dikontrol, sehingga energi yang digunakan lebih efisien. Pada mulanya, pengontrolan ini dilakukan secara analog menggunakan pembeban elektrik dan peredup yang dapat dikontrol dari suatu sumber terpusat. Secara prinsip, pengontrolan ini sudah tepat, namun perkabelannya sangat rumit, sehingga tidak efektif secara harga. Setelah itu, pada 1991, diciptakan pengontrol pencahayaan digital dengan protokol digital serial
interface/DSI. Dewasa ini, pengontrol pencahayaan analog mulai diganti seluruhnya
dengan pengontrol pencahayaan digital, dengan protokol DSI mulai diganti dengan protokol digital addressable lighting interface/DALI.
Di era teknologi saat ini, perkembangan alat-alat elektronik, sistem operasi, kecerdasan buatan, dan program-program komputer yang canggih sudah merambah ke semua bidang. Hampir segala bidang pekerjaan membutuhkan teknologi yang terus diperbaharui demi mempermudah pekerjaan yang dilakukan. Salah satu bidang yang bisa ditemui sehari-hari adalah bidang bangungan. Sebuah bangunan dapat dibandingkan menggunakan sistem dengan berbagai proses fisik yang berinteraksi satu sama lain terhadap lingkungan. Dari titik kontrol pandang, hal tersebut dianggap memiliki subsistem dinamis multivariant yang menunjukkan perilaku linear atau non-linear. Lingkungan dan hunian perubahan bangunan meningkatkan kompleksitas operasi pengendalian. Penghuni tidak hanya memaksakan tujuan pengendalian yang berhubungan dengan kenyamanan termal, kenyamanan visual atau kualitas udara dalam ruangan, tetapi juga mempengaruhi
proses pembangunan yang berdampak tidak langsung pada fungsi kontrol dari proses yang berbeda (HVAC, pencahayaan, dll).
Karena peningkatan dari masalah lingkungan, pencahayaan sistem kontrol akan memainkan peran penting dalam pengurangan konsumsi energi pencahayaan tanpa menghambat tujuan kenyamanan. Seperti disebutkan dalam IEA Annex 31 (IEA 2001), energi adalah parameter yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika menilai dampak dari sistem teknis terhadap lingkungan. Terkait dengan energi emisi, dimana memiliki pernanan kira-kira 80% dari emisi udara (IEA 2001), dan berpusat pada dampak paling serius dan berbahaya untuk lingkungan global, termasuk perubahan iklim, deposisi asam, asap dan partikulat. Pencahayaan yang sering dilakukan pada kantor adalah konsumsi beban listrik yang paling besar, tetapi biaya penerangan konsumsi energi masih rendah bila dibandingkan dengan biaya personil. Sehingga energi potensi penghematan sering diabaikan. Menurut sebuah studi IEA (IEA 2006), berdasarkan jaringan konsumsi listrik global untuk penerangan sekitar 2.650 TWh pada tahun 2005, yang setara dengan 19% dari total konsumsi listrik global. Gedung perkantoran eropa mendedikasikan sekitar 50% dari listrik mereka untuk penerangan, sedangkan pangsa listrik untuk penerangan sekitar 20-30% di rumah sakit, 15% di pabrik-pabrik, 10-15% di sekolah dan 10% di bangunan tempat tinggal (EC 2007).
Untuk memenuhi persyaratan tentang kenyamanan dan efisiensi energi, para insinyur bangunan telah menerapkan program untuk mengurangi kebutuhan energi pencahayaan dengan memasang sumber cahaya yang lebih efisien dan luminer. Namun, ini dirasa tidak cukup karena pencahayaan manajemen energi harus memberikan tingkat pencahayaan yang optimal untuk tugas-tugas yang dilakukan dengan menggunakan sumber cahaya yang paling efisien cocok untuk aplikasi, dan memberikan cahaya hanya kapan dan di mana diperlukan. Dalam hal ini, langkah tersebut dapat dicapai dengan menggunakan strategi kontrol pencahayaan dan sistem kontrol pencahayaan.
Dalam implementasinya, tugas besar ini akan menggunakan protokol DALI.
Constant light level control ini didesain untuk mengefisiensi penggunaan energi, sehingga
akan digunakan fixture yang berefisiensi tinggi dan kontrol yang diautomasi untuk menyesuaikan level pencahayaan berdasarkan kondisi sekitar, seperti okupansi manusia di dalam ruangan. Teknik utama yang digunakan pada light level control ini adalah sistem cerdas yang menggunakan berbagai sensor, seperti sensor gerak, sensor okupansi, dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi pergerakan di dalam ruangan agar dapat meng-emit level pencahayaan yang sesuai.
Gambar 2.1 Sistem kontrol pencahayaan cerdas 2.1.2 Tujuan
Tujuan dari proyek tugas akhir ini adalah membuat sebuah sistem pengukuran level terang terhadap kondisi ruangan tanpa memperdulikan kondisi cahaya luar yang masuk untuk penggunaan yang lebih efisien. Sistem yang akan dibuat memberikan beberapa output pada ruangan antara lain memberikan jumlah tepat cahaya, memberikan cahaya dimana itu dibutuhkan, dan memberikan cahaya ketika dibutuhkan.
Metode pengukuran yang akan digunakan bersifat kontinu menggunakan rangkaian dimmer, modul sensor PIR/passive infrared, dan modul sensor suhu karena sesuai dengan kriteria perangkat yang diinginkan. Berdasarkan paparan pada rumusan masalah, penerapan program atau sistem untuk mengurangi kebutuhan energi pencahayaan dengan memasang sumber cahaya yang yang lebih efisien dan luminer dirasa tidak cukup karena masih terdapat masalah yaitu terbuangnya energi listrik. Maksudnya, apabila suatu bangunan telah menggunakan sumber cahaya hemat energi namun pada ruang tertentu atau keseluruhan ruang yang terdapat pada bangunan tersebut dalam penggunaannya masih terdapat lampu yang tidak seharusnya digunakan, maka akan ada energi listrik yang terbuang atau dapat dikatakan penggunaan sumber cahaya hemat energi tidak menjamin penggunaan yang efisien.
Gambar 2.1 Konsep Bangunan Hemat Energi
2.2 Analisis Umum
Produk atau sistem yang akan dibuat memiliki hubungan atau dampak terhadap beberapa aspek, diantaranya :
a) Kesehatan
Seperti yang telah disebutkan pada Bab 2.1.1, bagi bidang kesehatan, keberadaan sistem ini akan menguntungkan manusia yang sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam ruangan, seperti pekerja perkantoran. Pencahayaan yang kurang atau lebih saat bekerja akan menyebabkan masalah kesehatan yaitu kelelahan dan ketidaknyamanan pada mata. Jika hal tersebut dibiarkan, dapat menimbulkan kerusakan pada mata. Dengan menggunakan alat ini, penggunaan cahaya bagi perseorangan dapat dikontrol sesuai kebutuhan, sehingga penglihatan pengguna tetap dijaga dalam keadaan nyaman dan sehat.
b) Gaya hidup
Segala aktivitas manusia dewasa ini, mulai dari kegiatan belajar, bekerja, makan, dan lainnya menggunakan cahaya dari sumberdalam ruangan, tanpa peduli kondisi cahaya luar yang masuk. Pencahayaan yang tidak benar dengan penggunaan terus menerus tentu berdampak pada kondisi kesehatan mata. Pada dasarnya, indikasi mata sehat atau tidaknya pada seseorang dapat dilihat melalui tanda-tanda vital seperti mata tidak terlihat bengkak, mata tidak terlihat merah, dan pupil mata kelihatan hitam kelam. Dalam pencahayaan yang redup, mata dapat ‘memaksa’ melihat. Mata yang ‘terpaksa’ terus menerus akan menyebabkan kelelahan dan ketidaknyamanan pada mata, dan jangka panjangnya, daya penglihatan mata dapat berkurang.
c) Lingkungan
Teknologi harus mempertimbangkan dampak yang mungkin diakibatkannya terhadap lingkungan, terutama dalam hal pemakaian energi dan limbah atau polusi. Dewasa ini, sudah menjadi kewajiban bahwa sebuah teknologi yang akan dikembangkan harus bersifat ramah lingkungan. Produk constant light level control juga memperhatikan aspek ini dengan pemilihan sumber cahaya menggunakan LED yang bersifat ramah lingkungan karena lampu LED bebas merkuri.
d) Ekonomi
Penggunaan LHE/lampu hemat energi yang sudah ada dan telahditerapkan diberbagai duni mampu menekan kebutuhan listrik bulanan. Pada 2012, sekitar 49 juta lampu light emitting diode/LED dipasang di Amerika Serikat, menghemat sekitar $675.000.000 biaya listrik tahunan. Penggantian sepenuhnya ke lampu LED selama dua dekade berikutnya bisa menghemat US$250 miliar pada biaya listrik, mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan hampir 50%, dan mengurangi emisi karbon sebesar 1.800 juta meter kubik. Apabila produk constant light control diterapkan, tingkat penghematan kebutuhan listrik akan naik 20%-50%, dimana intensitas keterangan dapat dikontrol sesuai kebutuhan. Dengan mengatur intensitas keterangan, besaran kebutuhan listrik juga diatur, karena semakin terang suatu lampu, maka semakin besar kebutuhan lisstrik yang digunakan.
2.3 Product Characteristics 2.3.1 Fitur Produk
Fitur Utama Fitur Dasar
Mampu mendeteksi keberadaan manusia pada suatu ruangan
Sensor okupansi untuk mendeteksi keberadaan manusia dalam ruangan yang diletakan pada langit-langit ruangan
Wiring menggunakan kabel sebagai
mikrokontroler, dan sumber daya Mampu mengatur level keterangan sumber
cahaya
Intensitas terang atau level terang terang dapat dikontrol menggunakan rangkaian
dimmer
2.3.2 Sifat Produk
Produk yang akan dikembangkan memiliki kelebihan antara lain mudah diinstalasi, mudah digunakan, harga terjangkau, dan tidak membutuhkan perawatan yang terlalu intensif.
2.4 Cost Estimate
Dalam menentukan estimasi biaya produksi digunakan asumsi untuk menentukan banyaknya lampu yang dibutuhkan yaitu misal pada ruang kerja perkantoran berukuran 16m2 dan lampu yang digunakan adalah lampu LED 13 Watt/1400lumen. Menurut
standar pencahayaan ruang yang ditetapkan pemerintah dalam pencahayaan melalui SNI-03-6197-2000 maka untuk ruang kerja perkantoran tingkat pencahayaan yang dibutuhkan sebesar 350 Lux. Dalam hal ini akan ditentukan banyaknya lampu yang dibutuhkan.
Lux = Total Lumen / Luas Ruang Total Lumen = Lux * Luas Ruang Total Lumen = 350 * 16 = 5600
Lampu yang dibutuhkan = Total Lumen / 1400 Lampu yang dibutuhkan = 5600/1400
Lampu yang dibutuhkan = 4 buah
Tabel 1.2 Estimasi Biaya Produksi
No
. Barang
Jumla
h Harga Satuan Total Harga
1 Lampu LED 4 Rp 47.500,00 Rp 190.000,00
2 Modul sensor PIR 1 Rp 28.500,00 Rp 28.500,00
3 Transformator 1 Rp 65.000,00 Rp 65.000, 00 4 Mikrokontroler Arduino 1 Rp 366.000,00 Rp 366.000 5 Jasa pembuatan PCB 1 Rp 200.000,00 Rp 200.000 6 Kabel 1 set Rp 100.000,00 Rp 100.000,00 7 Komponen pendukung (Resistor, kapasitor, transistor, op-amp, dll)
1 Rp 100.000,00 Rp 100.000,00
2.5 Analisis Finansial
Untuk produksi satu buah produk berupa sistem pengontrol level pencahayaan, dibutuhkan biaya sebesar Rp 1.049.500,00. Harga jual yang ditetapkan agar produk tetap kompetitif di pasaran adalah US$100 (setara harga satu set smart control lighting system milik Phillips) atau sekitar Rp 1.315.789,47 (kurs 11 November 2016). Produk ini rencananya akan dipasarkan selama satu tahun dengan penjualan 3 unit per minggu, hingga total unit yang terjual sebanyak 156 unit. Dari perhitungan ini, didapat nilai NPV produk, yaitu: NPV =A0+
∑
t=1 n F t (1+k)t=−1.049 .500+∑
t=1 1 266.289,47 (1+0.25)t =213.031,576( positif ) Dengan: Ao = Production Cost n = tahunFt = net cash flow
k = persentase keuntungan bersih
Dengan perhitungan seperti di atas, NRE/biaya investasi akan tertutupi dalam jangka waktu dua minggu (lima unit terjual). Dalam kurun waktu 1 tahun (156 unit terjual), dengan keuntungan setiap unit terjual Rp 266.289,47, keuntungan total menjadi Rp 41.541.157,36.
2.6 Skenario Pemanfaatan Produk
Secara umum, target pasar produk constant light level control adalah semua sektor yang membutuhkan pencahayaan (komersial, industrial, dan residensial). Pada tugas besar ini, target pasar produk constant light level control diperkhusus kepada target residensial, karena masih minimnya riset untuk mengembangkan constant light level control agar sesuai dengan pemakaian komersial dan industrial. Dengan memperkhusus target pasar menjadi residensial, dapat dibuat satu template sistem untuk digunakan secara luas pada rumah tangga, yang mana penyesuaian instalasinya kepada masing-masing rumah tangga tidak lagi signifikan.
Dalam prosesnya, pembuatan tugas besar akan dibiayai oleh pribadi dan pihak Institut Teknologi Bandung. Produksi massal dari perangkat constant light level control ini memberikan dampak positif untuk berbagai pihak. Dari segi penggunaan energi, constant
light level control ini mampu mengefisiensikan energi untuk pencahayaan hingga 50%.
Dari segi ekonomi, produsen akan memperoleh keuntungan dari penjualan constant light
akan terus dikampanyekan secara masif, sehingga potensi penjualan constant light level
control ini juga diharapkan akan terus meningkat.
2.7 Skenario Pengembangan Produksi dan Pemasaran
2.7.1 Skenario Pengembangan Produksi
2.7.1.1 Man-Month (Waktu Kerja Sumber Daya Manusia)
Proyek tugas besar ini dikerjakanoleh satu tim tugas besar EL3013 Sistem Instrumentasi (semester 2, tahun ajaran 2016/2017) yang terdiri dari dua orang mahasiswa sarjana di program studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung. Selain itu, proyek tugas besar dibimbing oleh satu orang dosen pengampu EL3013 Sistem Instrumentasi (semester 2, tahun ajaran 2016/2017). Pengerjaan proyek berlangsung selama 1 bulan dengan jam kerja masing-masing mahasiswa adalah 10 jam per minggu.
2.7.1.2 Machine-Time (Waktu Kerja Mesin)
Proses pengembangan produk ini menggunakan mesin/hardware sebagai berikut: - Laptop sebanyak dua buah (satu untuk masing-masing mahasiswa). Masing-masing
laptop digunakan selama minimal 2 jam per hari selama 1 bulan untuk menjalankan
software yang menunjang pengembangan produk ini (Microsoft Word, Microsoft Excel,
MATLAB, Autodesk Inventor, Altium Designer, Arduino, dll.)
- Flexible PCB, sebagai platform rangkaian mikrokontroler berbasis ARM. 2.7.1.3 Development Tools (Perlengkapan Pengembangan)
Untuk pengembangan produk ini, digunakan beberapa perangkat lunak penunjang: - MATLAB,
- Autodesk Inventor, - Altium Designer, dan - Arduino.
Selain itu, perangkat keras yang dibutuhkan untuk menunjang pengembangan produk yaitu:
- Lampu LED - Modul sensor PIR, - Transformator, - PCB,
- Mikrokontroler Arduino, dan
- Komponen pendukung (kabel, resistor, kapasitor, dll.) 2.7.1.4 Test Equipments (Perangkat Pengujian)
Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian, antara lain: - Maket rumah dengan constant lighting control system
2.7.1.5 Kebutuhan Tenaga Ahli
Untuk menunjang proses pengembangan sistem, dibutuhkan tenaga ahli antara lain dosen/akademisi dan tenaga ahli dalam bidang instrumentasi.
2.7.1.6 Jadwal Pelaksanaan Proyek
Proses Bentuk
penyampaian Jadwal Kebutuhan
Penyusunan ide
sistem Dokumen B100 10 November 2016
Literatur, narasumber Penyusunan
spesifikasi Dokumen B200 17 November 2016
Literatur, narasumber Perancangan sistem Dokumen B300 24 November 2016
Literatur, perangkat lunak pendukung, perangkat keras pendukung Implementasi
sistem Dokumen B400 1 Desember 2016
Perangkat lunak pendukung, perangkat keras pendukung Uji coba dan
evaluasi sistem Dokumen B500 8 Desember 2016 Perangkat pengujian 2.7.2 Skenario Pemasaran
Untuk memasarkan sistem akhir yang siap diproduksi, target pasar utama yang dituju adalah perumahan, terutama rumah tangga perkotaan yang menggunakan pencahayaan secara cenderung masif.
2.8 Kesimpulan dan Ringkasan
Proyek tugas akhir dengan judul Constant Light Level Control adalah mendesain dan membuat sebuah sistem yang berfungsi untuk mengatur level terang pencahayaan tanpa memperdulikan kondisi cahaya luar yang masuk sehingga mampu untuk memberikan jumlah tepat cahaya, memberikan cahaya dimana itu dibutuhkan, dan memberikan cahaya ketika dibutuhkan. Devais pada proyek tugas akhir ini terdiri dari perangkat keras berupa sensor PIR, rangkaian dimmer, dan mikrontroler Arduino. Konsep produk yang akan dibuat yaitu ruangan mampu mendeteksi adanya keberadaaan manusia melalui sensor PIR dimana apabila terdeteksi manusia maka lampu akan menyala secara default yaitu dengan itensitas atau level terang yang cukup rendah. Tingkatan itensitas atau level terang dapat diubah-ubah melalui rangkaian dimmer.