• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Dan Perancangan Produk tempat sampah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perencanaan Dan Perancangan Produk tempat sampah"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK

“TEMPAT SAMPAH” MENGGUNAKAN QUALITY

FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

Posted by fariedpradhana on Januari 16, 2013

Posted in: Tugas. Tagged: peralatan rumah tangga. 2 komentar

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK TEMPAT SAMPAH

Disusun Oleh:

Faried Pradhana Putra (32409110) Novia Susanti (36409965)

Sandra Saraswati (32409113)

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

2012

(2)

CV. Era Jaya merupakan sebuah badan usaha yang memproduksi peralatan rumah tangga. Berbagai peralatan rumah tangga diproduksi CV. Era Jaya dengan menggunakan merek dagang “Jaya”. CV. Era Jaya mempunyai visi atau tujuan dalam menjalankan usaha yang dimilikinya yang disebut sebagai policy statement perusahaan. Adapun tujuan utama CV. Era Jaya yaitu menjadi produsen peralatan rumah tangga yang mengutamakan kualitas produk dan keinginan konsumen serta menciptakan produk unggulan yang disesuaikan dengan pangsa pasar Indonesia. Upaya untuk mewujudkan visi perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya yaitu mengutamakan keinginan konsumen dengan melakukan survey pasar secara berkala, melakukan peningkatan kualitas secara berkala untuk menghasilkan produk unggulan.

Bahan baku utama yang digunakan CV. Era Jaya untuk memproduksi peralatan rumah tangga adalah bahan plastik, alumunium, kayu, besi, dan keramik. Bahan baku utama yang digunakan ditentukan berdasarkan spesifikasi produk yang akan dihasilkan. Spesifikasi yang dimaksud adalah jenis produk, bentuk produk, fungsi dari produk, bahan baku yang digunakan, dan lainnya yang ditentukan berdasarkan keinginan konsumen (customer needs). Selain berdasarkan

keinginan konsumen, penentuan spesifikasi produk juga berdasarkan tujuan dan karakteristik perusahaan.

Upaya untuk mencapai tujuan perusahan dapat dilakukan dengan membuat strategi perusahaan. Strategi yang dilakukan dengan membuat produk yang dirancang sesuai dengan keinginan konsumen. Produk yang dipilih untuk dirancang adalah produk tempat sampah. Rancangan desain produk tempat sampah dibuat berdasarkan penurunan konsep dari bagian pengembangan produk sehingga dapat diketahui apakah produk dapat diproduksi sendiri atau harus menyuplai beberapa komponen dari supllier.

Rancangan produk tempat sampah diinovasi dengan tujuan mendapatkan produk tempat sampah yang sesuai dengan keinginan konsumen dijadikan sebagai mission statement. Produk tempat sampah yang sering ditemui terdapat masalah pada penggunaannya. Masalah tersebut dalam hal ukuran tempat sampah, penutup tempat sampah, fungsi tempat sampah (untuk sampah kering atau basah), kualitas dan kekuatan bahan, serta display tempat sampah. Masalah umum yang ditemui dalam inovasi tempat sampah yaitu bagaimana menghasilkan produk tempat sampah yang berukuran sedang sehingga dapat ditempatkan di dalam ruangan tanpa harus memakan area yang besar dan tidak juga menggangu pemandangan. Masalah khusus lainnya adalah bagaimana menghasilkan produk tempat sampah yang mudah dipindahkan dan mudah digunakannya serta yang memiliki dua fungsi (sampah kering dan basah). Masalah-masalah tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk rancangan inovasi produk tempat sampah yang baru.

2. Persepsi Pelanggan

Tempat sampah sering digunakan di beberapa tempat, baik diruangan tertutup maupun di ruangan terbuka. Tempat sampah yang digunakan di dalam ruangan biasanya tidak memerlukan ukuran yang besar karena akan mengganggu pemandangan dalam ruangan. Pengguna tempat sampah juga beragam, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, maka dari itu penggunaan tempat sampah haruslah mudah. Penggunaan tempat sampah dalam hal ini penutup tempat sampah yang mudah dibuka. Selain itu tempat sampah yang memilki dua ruang terpisah untuk sampah basah dan kering memudahkan pengguna untuk mensortir sampah yang akan dibuang.

(3)

Produk tempat sampah masih menjanjikan keuntungan dilihat dari penggunaan tempat sampah yang tidak terbatas waktu dan tempat. Peluang pasar untuk produk tempat sampah juga tidak terbatas karena produk tempat sampah sapat dipasarkan dimana saja dilihat dari penggunaan tempat sampah yang dapat digunakan dimana saja. Peluang terjualnya produk tempat sampah yang inovatif dengan syarat produsen membuat strategi yang tepat sebelum menjalankan produksi tempat sampah, salah satunya dengan membuat produk yang memenuhi keinginan konsumen. Saat ini, telah ada beberapa nama merek produsen peralatan rumah tangga yang cukup memegang pasar industri.

Market leader untuk produk peralatan rumah tangga umumnya telah memiliki nama yang cukup terkenal di pasaran, khususnya pada produk tempat sampah. Merk yang dijadikan market leader untuk produk tempat sampah yaitu Lion Star. Merk tersebut memiliki pasar tersendiri di antara pengguna peralatan rumah tangga, khususnya tempat sampah. Spesifikasi produk yang dirancang berdasarkan keinginan konsumen, agar lebih tepat sasaran dalam menilai kebutuhan konsumen maka disebarkan kuesioner untuk melakukan assessment pada kebutuhan konsumen.

(4)

Tabel 2 Daftar keinginan pelanggan

Primer Sekunder Tersier

Tempat Sampah Ketahanan produk

Berat relatif ringan Tahan banting Anti air

Tampilan luar produk

Ukuran sedang

Penutup yang diangkat Dilengkapi roda

Dilengkapi pegangan tangan

(5)

sampah Tampilan

dalam produk

Dibedakan berdasarkan jenis sampah

Tabel 3 Variabel Karakteristik Teknis Produk

Primer Sekunder Tersier

Tempat Sampah

Design

Fleksibel

Bentuk tempat sampah Multi fungsi

Memiliki estetika Material

Pemilihan jenis bahan baku Nilai kegetasan bahan baku

Hasil penyebaran kuesioner ini kemudian diubah ke dalam bentuk tabel kebutuhan konsumen. Tabel 2 menjelaskan list of customer needs.

Tabel 4 Kebutuhan Konsumen Berdasarkan Hasil Survei

No. Kebutuhan KepentinganBobot

1.

Ukuran sedang

4

2.

Penutup yang diangkat

4

3.

Dilengkapi roda

3

4.

Disertai pegangan tangan

(6)

5.

Disertai tulisan atau gambar tempat

sampah 5

6.

Dibedakan berdasarkan jenis sampah

5

7.

Bobot yang ringan

5 8. Tahan banting 5 9 Anti air 4

Kriteria tempat sampah yang dipilih oleh pengguna pada umumnya sama, yaitu yang berukurang sedang, kemudahan dalam penggunaan, multifungsi, tidak dan mudah rusak atau tahan lama (awet). Dengan berbagai macam merek tempat sampah yang menawarkan kelebihan masing-masing, konsumen kini dapat lebih leluasa memilih tempat sampah yang sesuai dengan kebutuhan.

3. Hasil Pengolahan Quality Function Deployment (QFD) Gambar 1 Hasil Pengolahan QFD

(7)

Tabel 5 Tabulasi Korelasi Antar Keinginan Pelanggan

No. Korelasi Antar Keinginan Pelanggan Korelasi

1.

Memiliki ukuran yang sedang berhubungan yang kuat dengan bobot produk yang ringan karena ukuran produk

mempengaruhi berat produk. Positifkuat

2.

Memiliki penutup yang diangkat berhubungan dengan produk yang disertai dengan pegangan tangan karena

memudahkan untuk mengangkat tutup. Positif kuat

3.

Produk disertai tulisan atau gambar tempat sampah berhubungan dengan kemampuan produk untuk

(8)

4.

Memiliki bobot yang ringan tidak berhubungan dengan produk yang tahan banting karena bobot yang ringan

menyebabkan kerapatan produk berkurang sehingga produk mudah pecah.

Negattif kuat

5.

Memiliki ukuran yang sedang tidak berhubungan dengan produk yang tahan banting karena ketahanan suatu produk bergantung dari jenis bahan yang digunakan.

Negatif kuat

6.

Produk dilengkapi dengan roda memiliki hubungan kuat dengan kelengkapan pegangan tangan karena untuk menarik

atau mendorong produk memerlukan pegangan tangan. Positif kuat

7.

Produk yang dibedakan berdasarkan jenis sampah (kering atau basah) memerlukan bahan dasar yang anti air sehingga sampah basah dapat ditampung sehingga memiliki hubungan yang cukup kuat.

Positif

8.

Produk yang dibedakan berdasarkan jenis sampah (kering atau basah) tidak memiliki hubungan yang kuat dengan ukuran produk yang sedang karena diperlukan ruang yang lebih untuk produk karena digunakan untuk kedua jenis sampah.

Negatif kuat

9.

Penutup yang diangkat menyebabkan produk tidak dapat terlihat dengan jelas kalau produk dibedakan atas jenis sampah kering atau basah sehingga memiliki tidak adanya hubungan yang kuat.

Negatif

Tabel 6 Tabulasi Korelasi Antar Karakteristik Teknis

No. Korelasi Antar Keinginan Pelanggan Korelasi

1.

Disain yang fleksibel berhubungan atau berpengaruh dengan

bentuk produk yang ergonomis. Positif

kuat

2.

Bentuk produk yang ergonomis mimiliki hubungan dengan

nilai estetika produk. Positif

3.

Bentuk produk memiliki hubungan dengan multi fungsi

(9)

Tabel 6 Tabulasi Korelasi Antar Karakteristik Teknis (lanjutan)

4.

Bentuk produk berhubungan dengan pemilihan jenis bahan baku yang digunakan karena tiap-tiap jenis bahan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda.

Positif kuat

5.

Pemilihan jenis bahan baku yang digunakan berhubungan dengan nilai kegetasan bahan baku karena tiap-tiap jenis bahan memiliki nilai kegetasan yang berbeda-beda.

Positif kuat

6.

Disain yang fleksibel berhubungan dengan produk yang multi fungsi karena produk dapat digunakan untuk sampah kering dan basah atau salah satunya.

Positif

7.

Bentuk produk tidak mempunyai pengaruh dengan nilai kegetasan karena nilai kegetasan berdasarkan jenis bahan yang digunakan.

Negatif kuat

Tabel 7 Karakteristik Keinginan Pelanggan VS Karakteristik Teknis

Keinginan Konsumen

Karakteristik Produk

ke-1 2 3 4 5 6 1 3 3 1 2 9 3 1 3 4 3 3 5 9

(10)

6 9

7 3 3 9

8 9 9

9 3 1

Tabel 8 Target Karakteristik Teknis yang Diterapkan Perusahaan

No. Karakteristik Teknis Target Tingkat Kesulitan

1. Bentuk tempat sampah Bentuk ergonomis 3

2. Disain fleksibel Mudah dipindahkan 4

3. Multi fungsi Dibedakan tempat untuk jenis sampah 4

4. Nilai estetika Variasi display 3

5. Pemilihan bahan baku Bahan baku ringan 3

6. Nilai kegetasan Tidak mudah pecah 2

Tabel 9 Technical Assesment untuk Karakteristik Teknis

(11)

(Technical Competitive Assesment)

Produk kompetitor Produk yang akandikembangkan

1. Bentuk tempat sampah 2 3

2. Disain fleksibel 3 4

3. Multi fungsi 2 5

4. Nilai estetika 3 3

5. Pemilihan bahan baku 4 4

6. Nilai kegetasan 4 4

Tabel 10 Customer Assesment Tahap Identifikasi Konsumen

No. Keinginan KonsumenKarakteristik Produk kompetitor Produk yang akandikembangkan

1.

Ukuran sedang

3 4

2.

Penutup yang diangkat

4 4 3. Dilengkapi roda 3 3 4. Disertai pegangan tangan 4 4

(12)

5.

Disertai tulisan atau

gambar tempat sampah 3 4

6.

Dibedakan berdasarkan

jenis sampah 2 5

7.

Bobot yang ringan

4 4 8. Tahan banting 3 4 9. Anti air 4 4 4. Penuruan Konsep

Penurunan konsep merupakan suatu tahapan dari pengembangan produk yang berisi tentang deskripsi teknologi, prinsip kerja, dan bentuk produk, berupa sketsa tiga dimensi yang dilengkapi uraian singkat. Rancangan produk tempat sampah yang diinovasi dengan tujuan mendapatkan produk tempat sampah yang sesuai dengan keinginan konsumen dijadikan sebagai mission statement. Tahapan penurunan konsep dimulai dari klarifikasi masalah sampai dengan pemilihan konsep.

a. Membuat pengertian umum

Produk yang akan dirancang adalah tempat sampah in door. Tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan produk yang dilakukan adalah rancangan tempat sampah in door yang memiliki inovasi sesuai dengan keinginan konsumen. Masalah umum yang ditemui dalam inovasi tempat sampah yaitu bagaimana menghasilkan produk tempat sampah yang berukuran sedang sehingga dapat ditempatkan di dalam ruangan tanpa harus memakan area yang besar dan tidak juga menggangu pemandangan. Masalah khusus lainnya adalah bagaimana menghasilkan produk tempat sampah yang mudah dipindahkan dan mudah digunakannya serta yang memiliki dua fungsi (sampah kering dan basah).

Asumsi yang digunakan adalah tempat sampah digunakan di dalam ruangan (in door).

Berdasarkan asumsi tersebu, ditetapkan customer needs yaitu tempat sampah yang digunakan di dalam ruangan biasanya tidak memerlukan ukuran yang besar karena akan mengganggu

pemandangan dalam ruangan. Penggunaan tempat sampah dalam hal ini penutup tempat sampah yang mudah dibuka. Selain itu tempat sampah yang memilki dua ruang terpisah untuk sampah basah dan kering memudahkan pengguna untuk mensortir sampah yang akan dibuang.

(13)

Selain menetapkan asumsi dan customer needs, selanjutnya dikumpulkan informasi tambahan untuk memaparkan kebutuhan lainnya seperti ukuran tempat sampah, bahan tempat sampah yang digunakan, kemudahan dalam penggunaan (disertai roda dan pegangan tangan), ketahanan produk, dan lain sebagainya yang dapat dijadikan target spesifikasi produk.

b. Dekomposisi masalah

Proses dekomposisi masalah merupakan tahapan dimana masalah yang kompleks dibagi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana.

Primer Sekunder Tersier

Tempat Sampah

Design

Fleksibel

Bentuk tempat sampah Multi fungsi

Memiliki estetika Material

Pemilihan jenis bahan baku Nilai kegetasan bahan baku

Primer Sekunder Tersier

Design

Fleksibel

- ukuran sedang dan ringan - dilengkapi roda

Bentuk tempat sampah

- tabung - persegi

Multi fungsi

- tempat untuk sampah kering dan basah

Memiliki estetika

- disertai tulisan - disertai gambar

Material

Pemilihan jenis bahan baku - plastik - alumunium

(14)

Nilai kegetasan bahan baku - tahan banting Jumlah kombinasi = 2 x 2 x 1 x 2 x 2 x 1 = 16 kombinasi (konsep).

Tabel 11 Konsep-Konsep Pengembangan Produk

Konsep Ukuran Bentuk Multifungsi Estetika BahanBaku Kegetasan

Konsep A Ukuran sedang dan ringan Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Bahan Plastik Tahan banting Konsep B Ukuran sedang dan ringan Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Alumu- nium Tahan banting Konsep C Ukuran sedang dan ringan Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai gambar Bahan Plastik Tahan banting Konsep D Ukuran sedang dan ringan Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai gambar Alumu- nium Tahan banting Konsep E Ukuran sedang dan ringan Bentuk persegi Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Bahan Plastik Tahan banting Konsep

F Ukuran sedang dan ringan Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai tulisan

Alumu-

nium bantingTahan

Konsep

G Ukuran sedang dan ringan Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai

gambar Bahan Plastik bantingTahan

Konsep

H Ukuran sedang dan ringan Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai gambar

Alumu-

(15)

Konsep I Dilengkapi roda Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Bahan Plastik Tahan banting Konsep J Dilengkapi roda Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Alumu- nium Tahan banting Konsep K Dilengkapi roda Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai gambar Bahan Plastik Tahan banting Konsep L Dilengkapi roda Bentuk tabung Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai gambar Alumu- nium Tahan banting Konsep M Dilengkapi roda Bentuk persegi Tempat untuk sampah kering dan basah Disertai tulisan Bahan Plastik Tahan banting Konsep

N Dilengkapi roda Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai tulisan

Alumu-

nium bantingTahan

Konsep

O Dilengkapi roda Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai

gambar Bahan Plastik bantingTahan

Konsep

P Dilengkapi roda Bentuk persegi

Tempat untuk sampah kering dan basah

Disertai gambar

Alumu-

nium bantingTahan

5. Pemilihan Konsep

Pemilihan konsep merupakan proses mengevaluasi konsep-konsep dengan penekanan terhadap keinginan pelanggan dan kriteria, membandingkan kekuatan atau kelemahan secara relatif dari konsep-konsep tersebut. Selanjutnya dilakukan pemilihan satu atau lebih konsep untuk

dikembangkan, ditinjau lebih lanjut. Krteria pemilihan konsep didasarkan pada costumer needs yang terangkum dalam karakteristik teknis.

(16)

Berdasarkan total skor dan ranking dipilih konsep E yang akan dibuat oleh Cv Era Jaya karena memiliki total skor sebesar 4,6 dan ranking 1. Selanjutnya akan dibuat prototype dari produk berdasarkan konsep yang dipilih tersebut.

6. Prototype Produk

Prototype merupakan pendekatan terhadap suatu produk berdasarkan berbagai dimensi.

Prototype yang dibuat kali ini dengan menggunakan printer 3D sehingga prototype berdasarkan tingkat wujud suatu produk yang termasuk ke dalam physical prototype. Physical prototype merupakan prototype yang jelas wujud atau bentuk fisiknya. Gambar 1 menunjukan gambar produk 3D berdasarkan konsep pengembangan yang telah dipilih.

(17)

Gambar

Tabel 2 Daftar keinginan pelanggan
Tabel 2 menjelaskan list of customer needs.
Tabel 5 Tabulasi Korelasi Antar Keinginan Pelanggan
Tabel 6 Tabulasi Korelasi Antar Karakteristik Teknis
+6

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu hal yang dicermati penulis adalah pendaur-ulangan sampah plastik untuk dapat dipakai lagi menjadi benda lain yang dapat bermanfaat.. Untuk dapat diolah lagi menjadi

Pengelolaan sampahdi Perumahan Tavanjuka Mas dapat dilakukan dengan mengadakan pemilahan sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik) oleh masing-masing rumah tangga.

Konsep arsitektur Ekologis pada bangunan Unit Pengolahan Sampah Terpadu ini diwujudkan dalam tata massa bangunannya yang hijau melalui pengaplikasian, green roof,

Perencanaan bangunan TPS 3R yang telah dilakukan terdiri atas ruang penerimaan, ruang pemilahan, ruang penyimpanan sampah anorganik, ruang pengolahan sampah plastik,

Sampah kering (refuse) sebaiknya didaur ulang, apabila tidak maka diperlukan proses lain untuk memusnahkannya, seperti pembakaran. Namun pembakaran refuse ini

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan sampah plastik maupun dedaunan kering. Perlu

- Saat kering lem, memiliki tekstur yang menyerupai karet dimana perekat dapat digerak – gerakan karena adanya celah antara potongan - Tidak tahan terhadap air dimana lem langsung

Kararakteristik sampah yang dihasilkan di Distrik Manokwari Barat berupa sampah basah sebesar 134,74 Kg/hari dengan presentase komposisi sebesar 55,20% dan sampah kering sebesar109,36