• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE DISSOLVING ABILITY OF PALM ROOT (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) EXTRACTS TO CALCIUM KIDNEY STONE IN VITRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "THE DISSOLVING ABILITY OF PALM ROOT (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) EXTRACTS TO CALCIUM KIDNEY STONE IN VITRO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

50

THE DISSOLVING ABILITY OF PALM ROOT (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) EXTRACTS TO CALCIUM KIDNEY STONE IN VITRO

Jatmiko Susilo, Humaira Atabaki, M. Shofwan Haris ABSTRACT

The roof of Palm (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) contains saponins, flavonoids, and polyphenols. Flavonoids which allegedly has the power to dissolve Calcium kidney stones. The purpose of this research is proving palm root extracts to dissolve Calcium kidney stones and to determine the optimal concentration of extracts.

This experiment is in vitro research. Palm roots were extracted by methanol : water (1:1) maceration method, the extracts were condensed and then made of concentration series, 9%, 18%, 27%, 32%, and 45%, (v/v). Calcium kidney stones were soaked by that concentration respectively, for ± 5 hours at 37 0C, and shaked every hour. The turbidities of immersion were measured by Turbidimeter. The dissolved Calcium contents were obtained from calculating turbidity data by standard curves of Calcium oxalate. The dissolved Calcium concentration data were tested by one way Anova at 95% confidence level.

Result showed that the concentrations, 9%, 18%, 27%, 32%, and 45% (v/v) of the extracts has ability to dissolve Calcium kidney stones, there are significantly different between concentrations (significance <0.005), and optimal concentration extract is 32% v/v.

Key words: Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Calcium kidney stones, Flavonoid

(2)

51

DAYA MELARUTKAN EKSTRAK AKAR AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) TERHADAP BATU GINJAL CALSIUM In Vitro

Jatmiko Susilo, Humaira Atabaki, M. Shofwan Haris INTISARI

Akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, Flavonoid diduga mempunyai daya melarutkan terhadap batu ginjal Calsium. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan daya melarutkan ekstrak akar aren terhadap batu ginjal Calsium dan mengetahui konsentrasi optimal ekstrak akar aren yang dapat melarutkan batu ginjal Calsium.

Pada penelitian eksperimental murni secara in vitro. Ekstrak akar aren diperoleh secara maserasi metanol:air (1:1), dengan konsentrasi ekstrak 9%, 18%, 27%, 32%, dan 45% (v/v). Batu ginjal Calsium direndam dalam masing-masing ekstrak selama ± 5 jam pada suhu 370C dengan penggojogan setiap jam. Hasil perendaman diukur kekeruhannya dengan Turbidimeter. Bobot Calsium terlarut dihitung dari nilai kekeruhan dengan baku Calsium oksalat. Data bobot Calsium terlarut diuji anava satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar aren konsentrasi 9%, 18%, 27%, 32%, 45% (v/v) mempunyai daya melarutkan terhadap batu ginjal Calsium, ada perbedaan bermakna daya melarutkan terhadap batu ginjal Calcium masing-masing konsentrasi ekstrak akar aren (signifikansi < 0,005) dan konsentrasi 32% v/v memiliki daya melarutkan optimal terhadap batu ginjal Calsium.

Kata kunci: Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Batu ginjal Calsium, Flavonoid

 Program Studi Farmasi STIKES Ngudi Waluyo Ungaran PENDAHULUAN

Penyakit batu ginjal disebabkan adanya sedimen urin dalam ginjal dan saluran kemih. Keadaan ini akan menyebabkan rasa nyeri pada waktu batu menuju ke kandung kemih bersama aliran urin bahkan dapat menyebabkan hematuria. Dua pertiga batu ginjal tersusun oleh Calsium oksalat atau campuran dari Calsium oksalat dan Calsium fosfat dalam bentuk batu hidroksi apatit. Batu struvit (Magnesium ammonium fosfat) terdapat sekitar 20% dari seluruh batu ginjal, sisanya berupa batu asam

urat, sistin dan batu xantin (Smith, 1963).

Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) adalah tanaman famili palmae dan secara tradisioanal digunakan antara lain sebagai obat penyakit batu ginjal (Anonim, 2005). Kandungan kimia dalam akar aren adalah saponin, flavonoid, dan polifenol (Hidayat dan Hutapea,1991).

(3)

52 Gambar 1 : Batu ginjal

Calsium penderita

Pramono et al. (1993) telah meneliti adanya pembentukan kompleks antara flavonoid dalam daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dengan Calsium dalam batu ginjal yang menyebabkan adanya daya melarutkan infus daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap batu ginjal Calsium in vitro. Juga Arebi et al. (1993), telah meneliti adanya kemampuan beberapa flavonoid dari tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dan bunga mutiara (Malpighia coccigera) dalam menghambat pertumbuhan kristal Calsium oksalat dalam urin manusia secara in vitro.

Adapun mekanisme pelarutan batu ginjal Calsium oleh akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) belum diketahui, diduga melalui pembentukan kompleks antara Calsium batu ginjal dengan flavonoid dalam akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.). Oleh karena itu

perlu dilakukan penelitian tentang kemampuan melarutkan ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) terhadap batu ginjal Calsium. Apakah ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) memiliki daya melarutkan terhadap batu ginjal Calsium in vitro?

METODE PENELITIAN Alat dan Bahan

Ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) dari Desa Candirejo Ungaran kadar 9%; 18%, 27%; 36% dan 45% v/v, batu ginjal yang didapat dari RSUP Dr. Kariadi Semarang. Calsium oksalat (pa). Petroleum eter (teknik), Metanol (teknik), Aquades, Besi (III) klorida (teknik) dan Alumunium klorida (teknik). Ammonium hidroksida, Ammonium oksalat, Asam klorida, Asam sulfat p.a. dan NaCl 0,9%.Turbidimeter, rotaevaporator, penangas air, neraca metler, soxhlet, dan alat-alat gelas.

Penyiapan Bahan

Akar dikeringkan di bawah sinar matahari dengan tutup kain hitam, diserbuk dan diayak ayakan No. 5/8, Batu ginjal digerus diayak dengan ayakan No. 20/80

(4)

53 Skema penelitian

30,0 g serbuk akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) Tambahkan 150 ml petroleum eter, 2x sirkulasi, kemudian

serbuk dikeringkan

Serbuk dimaserasi dengan metanol : air (1:1) 5 x 24 jam, ekstrak dikentalkan dengan rotaevaporator

Identifikasi flavonoid

a. 1 ml ekstrak ditambah Magnesium dalam HCl terjadi warna menjadi merah b. 1 ml ekstrak ditambah AlCl3

terjadi warna menjadi kuning

Ekstrak dibuat dalam beberapa konsentrasi:

9%; 18%; 27%; 36%; 45% Masing-masing konsentrasi sebanyak 10 ml ditambahkan serbuk batu ginjal 100 mg

Direndam dan dipanaskan pada suhu 370C, selama 5 jam dengan penggojogan tiap jam

Dibaca kekeruhan dengan turbidimeter

Nilai kekeruhan digunakan untuk menghitung konsentrasi tidak terlarut dari

batu ginjal menggunakan kurva baku Calsium oksalat (dalam NaCl 0,9%) Uji anava dengan taraf kepercayaan 95%

(5)

54 Identifikasi Flavonoid (Mabry et al, 1970)

a. Satu ml ekstrak ditambahkan magnesium dalam asam klorida akan terjadi perubahan warna merah.

b. Satu ml ekstrak ditambahkan alumunium klorida akan terbentuk

kompleks yang

memberikan warna kuning.

Identifikasi Calsium dalam Batu Ginjal (Cahyono, 2010)

a. Satu mg serbuk halus batu ginjal ditambahkan NH4OH dan Amonium oksalat terbentuk

endapan putih,

Ca(COO)2.

b. Endapan tidak larut dalam asam asetat tapi larut dalam asam mineral (HCl).

c. Satu mg serbuk halus batu ginjal ditambahkan H2SO4 encer terbentuk

endapan putih CaSO4. Endapan larut dalam H2SO4 pekat panas dan larut dalam ammonium sulfat.

Analisis bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) dengan turbidimeter.

a. Pembuatan kurva baku Calsium

Dibuat kurva baku kadar Calsium oksalat berbagai kadar terhadap absorbansi, dihitung persamaan linear y = bx + a.

b. Penentuan bobot optimum batu ginjal Calsium

Konsentrasi optimal ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.), digunakan untuk melarutkan 70mg, 80mg, 90mg, 100mg, 110mg, dan 120mg batu ginjal Calsium

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Identifikasi Flavonoid

Hasil identifikasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) menunjukkan adanya kandungan flavonoid

Tabel 1. Identifikasi kandungan Flavonoid dalam ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Identifikasi Senyawa Uji Ekstrak Akar Aren Pustka (Mabry et al., 1970)

Flavonoid Ekstrak + Mg dalam HCl  merah

Merah Merah Ekstrak + AlCl3

kuning

(6)

55

2. Identifikasi Calsium dalam Batu Ginjal

Tabel II. Hasil identifikasi kandungan Calsium dalam batu ginjal A Identifikasi

Senyawa

Uji Batu ginjal

Calsium Pustaka (Cahyono, 2010) Calsium 1. 1.Serbuk + NH4OH + NH4

Oxalat endapan putih

Endapan putih Endapan putih Endapan + As asetat  tak larut

Tidak larut Tidak larut Endapan + HCl larut Larut Larut 2. 2. Serbuk + H2SO4 enc  endapan putih Endapan putih Endapan putih Endapan + H2SO4 pekat larut Larut Larut Endapan + (NH4)2SO4 larut Larut Larut

Hasil identifikasi dalam batu ginjal A menunjukkan adanya kandungan Calsium

Tabel III. Hasil identifikasi kandungan Calsium dalam batu ginjal B Identifikasi

Senyawa

Uji Batu ginjal

sampel (Calsium) Pustaka (Cahyono, 2010) Calsium 1. Serbuk + NH4OH + NH4

Oxalat endapan putih

Endapan putih Endapan putih Endapan + As asetat  tak

larut

Tidak larut Tidak larut Endapan + HCl larut Larut Larut 2. 2. Serbuk + H2SO4 enc 

endapan putih

Endapan putih Endapan putih Endapan + H2SO4 pekat

larut Larut Larut

Endapan + (NH4)2SO4

larut Larut Larut

Hasil identifikasi dalam batu ginjal B menunjukkan adanya kandungan Calsium.

3. Kurva Baku Calsium Oksalat

Gambar 1. Kurva Baku Calsium oksalat 0 5 10 15 20 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 tu rb id itas (N TU ) % konsentrasi

Kurva Baku Ca oksalat

y = 271,1x + 5,849 R2 = 0,986

(7)

56

Berdasarkan kurva di atas, didapat persamaan garis linear , Y = 271,1X + 5,849. 4. Bobot Calsium terlarut

Tabel IV. Bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam tiap-tiap konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Konsentrasi ekstrak (% v/v) Rerata Nilai kekeruhan (NTU) Rerata bobot batu ginjal Ca tak terlarut (x) (gram) Rerata ± SD bobot batu ginjal Calsium terlarut (x1=0,1g-x) (gram) 9 22,51 0,0615 0,0385 ± 0,0022 18 20,90 0,0555 0,0445 ± 0,0012 27 18,80 0,0478 0,0552 ± 0,0008 36 16,00 0,0374 0,0625 ± 0,0007 45 17,79 0,0440 0,0559 ± 0,0012

Gambar 2.Kurva bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam tiap-tiap konsentrasi ekstrak akar aren

Kurva di atas menunjukkan konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) optimal dalam melarutkan batu ginjal Calsium adalah 36%.

Hasil uji normalitas dan homogenitas data menunjukan bahwa data homogen (p > 0,05) dan terdistribusi normal (p > 0,05).

Hasil analisis ANAVA satu jalan dengan SPSS versi 16,0 menunjukkan bahwa bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam tiap-tiap konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) dan hasil uji Tuckey dapat dilihat pada tabel V.

0 0,02 0,04 0,06 0,08 9% 18% 27% 36% 45% gr am kal si u m t e rl ar u t kadar ekstrak (v/v)

(8)

57 Dari hasil uji Tuckey menunjukkan bahwa tiap-tiap konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) jika dibandingkan satu dengan lainnya memiliki perbedaan yang bermakna dalam melarutkan batu ginjal Calsium.

Hasil bobot optimal batu ginjal yang mampu dilarutkan oleh ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) kadar 35%. Kurva pada gambar 3 menunjukkan bobot batu ginjal Calsium optimum digunakan untuk pengukuran adalah bobot 110 mg.

Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukan bahwa data homogen (p > 0,05) dan terdistribusi normal (p > 0,05). Hasil analisis ANAVA satu jalan dengan SPSS (Statistical and Service Solutions) versi 16,0 menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Dari hasil uji Tuckey menunjukkan bahwa tiap-tiap bobot batu ginjal yang digunakan jika dibandingkan satu dengan lainnya memiliki perbedaan yang bermakna

Tabel V.Hasil uji Tuckey bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam tiap-tiap konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Perbandingan tiap konsentrasi ekstrak (%)

Nilai signifikansi Keterangan

9 vs 18 0,002 Signifikan 9 vs 27 0,000 Signifikan 9 vs 36 0,000 Signifikan 9 vs 45 0,000 Signifikan 18 vs 27 0,000 Signifikan 18 vs 36 0,000 Signifikan 18 vs 45 0,000 Signifikan 27 vs 36 0,000 Signifikan 27 vs 45 0,038 Signifikan 36 vs 45 0,001 Signifikan

(9)

58

Gambar 3. Kurva bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam ekstrak akar aren kadar 36%

Tabel VI. Hasil uji Tuckey bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

Perbedaaan antar bobot

batu ginjal (mg) Nilai signifikansi Keterangan

80 vs 90 0,000 Signifikan 80 vs 100 0,000 Signifikan 80 vs 110 0,000 Signifikan 80 vs 120 0,000 Signifikan 90 vs 100 0,000 Signifikan 90 vs 110 0,000 Signifikan 90 vs 120 0,000 Signifikan 100 vs 110 0,000 Signifikan 100 vs 120 0,026 Signifikan 110 vs 120 0,000 Signifikan

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang Daya Melarutkan Ekstrak Akar Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) Terhadap Batu Ginjal

Calsium In Vitro dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) memiliki kandungan flavonoid. 0 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05 0,06 0,07 80 90 100 110 120 gr am C al si u m te rl ar u t

(10)

59 2. Ekstrak akar aren (Arenga

pinnata (Wurmb.) Merr.) memiliki daya melarutkan terhadap batu ginjal Calsium in vitro.

3. Konsentrasi optimal ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) yang memiliki daya melarutkan terhadap batu ginjal Calsium in vitro adalah konsentrasi 36% dan bobot optimum batu ginjal Calsium sebesar 110 mg.

Saran

1. Perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut terhadap jenis-jenis flavonoid yang berperan aktif dalam kelarutan batu ginjal Calsium.

2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai daya melarutkan akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) terhadap batu ginjal Calsium secara in vivo dan juga efek samping yang mungkin ditimbulkan

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2005, Tanaman Obat Indonesia,

http://www.Iptek.net,

Dikutip pada tanggal 08 Mei 2010.

Arebi, T., Ismail, Z., dan Ismail, N., 1993, Effect of Flavonoids from Orthosiphon stamineus and Malpighia coccigera on the In Vitro Growth of Calcium Oxalate Crystals in Human Urine, Trend in Traditional Medicine Research, 435-438. The School of Pharmaceutical Sciences, University of

Science Malaysia, Penang, Malaysia.

BPOM, 2005, Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Brown, C.B., 1989, Manual Ilmu Penyakit Ginjal, Diterjemahkan oleh Moch. Sadikin dan Winasri Rudiharso, 204-211, Binarupa Aksara, Jakarta Cahyono, E., 2010, Konsep Dasar

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif,

http://www.scribd.com, dikutip pada tanggal 15 Mei 2010.

Depkes. R.I., 1978, Materia Medika Indonesia, Jilid III, 83-87, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Depkes. R.I.,, 2000, Acuan Sediaan

Herbal, 4-5, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Geissman, T.A., 1962, The Chemistry of Flavonoid Compound, 396-397, Perganon Press, Oxford, London-New York-Paris. Harborne, J.B., 1973, Phytochemical

Methods, 14-15, Chapman and Hall, London.

Harborne, J.B., Mabry, T.J., Helga, M., 1975, The Flavonoids, 2-5, 47-61, Chapman and Hall, London.

Harborne, J.B., 1987, Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Mengalaisis Tumbuhan, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata dan Iwang Sudiro, Edisi II, 47-137, 147-150, Penerbit ITB, Bandung.

(11)

60 Hidayat, S.S. dan Hutapea, J.R.,

1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I), Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, Jakarta. Khopkar, S.M., 1984, Konsep Dasar

Kimia Analitik, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Mabry, T.J., Markham, K.R., and Thomas, M.B., 1970, The Systematic Identification of Flavonoids, 1-97, 165-229, Springer Verlag, New York, Heidenberg, Berlin.

Markham, K.M., 1988, Cara Identifikasi Flavonoids, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, 1-54, Penerbit ITB, Bandung. Mulja, M., 1995, Analisis

Instrumental, Penerbit ITB, Bandung.

Pramono, S., Sumarno, dan Waryono, S., 1993. Flavonoid Daun Sonchus arvensis L. Senyawa Aktif Pembentuk Kompleks dengan Batu Ginjal BerCalsium, warta tumbuhan obat Indonesia, vol. 2 No. 3, 5-7.

Retno, E., 1997, Daya Melarutkan Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Akar Alang-alang (Imperata cylindrical Beauv. var. major Hubb.) Terhadap Batu Ginjal Calsium in vitro, Skripsi, Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta.

Robinson, T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, Edisi Keenam, 191-213, Penerbit ITB, Bandung.

Smith, D.R., 1963, General Urology, 4th edition, 167-171. Longe Medical Publication, Los Altos, California.

Trease, G.E., Evans, W.C., 1978, Pharmacognosy, 11th Edition, 401-403, Bailliera Tindall, London.

Vogel, A.I., 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, 909-911, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. WHO, 2003, Traditional Medicine,

http://www.who.int.,

Dikutip pada tanggal 8 Mei 2010.

Gambar

Tabel 1. Identifikasi kandungan Flavonoid dalam ekstrak akar aren (Arenga  pinnata (Wurmb.) Merr.)
Gambar 1. Kurva Baku Calsium oksalat 051015200,010,020,030,04 0,05turbiditas (NTU) % konsentrasi
Tabel IV. Bobot  batu  ginjal  Calsium  terlarut  dalam  tiap-tiap  konsentrasi  ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)
Tabel V.Hasil uji Tuckey bobot batu ginjal Calsium terlarut dalam tiap-tiap  konsentrasi ekstrak akar aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)
+2

Referensi

Dokumen terkait

In addition, the lack of good planning related to transportation logistics activities is a phenomenon of the nex tissue, so the determination of route and cost

Kemudian hasil dari nilai peramalan sebesar 106 pcs untuk periode Maret 2015, akan digunakan sebagai rekomendasi perhitungan untuk menentukan nilai pembelian atau

(2004) juga menunjukkan bahwa nilai kemiripan (identity values) dari sekuen nifH dan nifD pada Methylocapsa acidiphila B2 dan Beijerinckia lebih tinggi (98.5 % dan 96.6

Sumber dana dan alokasi dana bagi pemegang program P2TB dan petugas laboratorium dalam kegiatan capaian CDR TB paru di puskesmas Kota Semarang sudah sesuai dengan

PERNYATAAN Ketika saya dikuasai oleh amarah, saya menentang banyak nasehat dari orang lain Ketika marah, saya ingin berkelahi dengan orang lain Orang terdekat menjadi sasaran

Beraz Lazkaoko artelanak nahiz eta markarik ez izan, ikusitako antzekotasunak baieztatu ondoren eta halaber, Miguelizek aipatutako beste bi kalizak ere kontuan hartuta,

Sejak dimulainya pengajuan permohonan pernyataan pailit seyogianya diberlakukan keadaan diam (standstill atau stay). Undang-undang kepailitan harus mengakui hak separatis dari

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Rata - rata tekanan darah sistol